Chap 4
Disuatu tempat yang gelap, pengap juga lembab, terdapat beberapa sosok yang seperti tengah melakukan sebuah diskusi. Hanya sesosok yang mengenakan sebuah jubah bertudung hitam yang nampak duduk disebuah kursi singgasana.
"jadi hal apa yang ingin kalian laporkan pada ku?" tanya sosok tersebut
"kami hanya melaporkan jika saat ini Kim Jongin tengah melakukan latihan untuk pertandingannya melawan Wu Yi Fan, Kim Minseok, dan Xi Luhan" ucap seorang anak buahnya yang berlutut
"aa pantas aku tidak melihatnya selama dua hari disekolah" ucap sosok bertudung tadi
"bukankah itu kesempatan anda wahai Ratu ku?" tanya sosok lain yang juga berlutut, "Oh Sehun. Yeoja itu dibiarkan tanpa perlindungan sama sekali" lanjutnya ketika mendapati sosok yang dipanggil ratu itu menyengritkan dahinya
"bukankah ada Park Chanyeol dan Byun Baekhyun yang melindunginya?" tanya sosok lain lagi
"itu hal yang mudah. Kita bisa membuat kedua orang itu menjauh dari Sehun" jawab sosok yang menyusulkan ide lagi
"lalu apa rencana mu?" tanya sang ratu
... an eye symbol ...
"Kai, kau harus istirahat dan jangan terlalu lelah karena itu bisa menjadi kelemahan mu dipertandingan nanti" seru Chen ketika melihat Kai masih saja berlatih di ruang latihan yang berada dibawah tanah mansion Kim
"jika kau tidak berlatih maka aku tidak bisa mengalahkan mereka, jika aku tidak mengalahkan mereka itu artinya aku belum cukup kuat untuk bersanding dengan Sehun" jawab Kai yang mencoba kembali dengan rintangan yang levelnya lebih tinggi lagi
"sebenarnya intinya bukan mengalah mereka Kai. Tetapi kau harus bisa mengendalikan kekuatan, kau harus menyatu dengan apa yang kau miliki baru kau bisa dikatakan kuat" jelas Chen
"aku akan menjelaskan sesuatu yang sangat penting setelah pertandingan Kai" ucap Suho yang muncul tiba-tiba dan kemudian meninggalkan ruangan, menimbulkan tanya dikepala Kai dan hanya dijawab kedikan bahu oleh Chen.
... an eye symbol ...
"ugh.. perut ku perih sekali melilit dan kenapa badan ku lemas sekali?" tanya Sehun pelan sambil berjalan menuju gerbang, "pasti karena 'hari pertama' jadi seperti ini" gerutunya dengan bibir di poutkan membuat para namja disekolah menatapnya lapar.
Mereka bersyukur karena Sehun kini hanya ani beberapa hari ini hanya berjalan seorang diri tanpa Kai, entah kemana namja tan itu pergi yang jelas ini kesempatan mereka untuk menatap bahkan berdekatan dengan Sehun, walau terkadang ada Chanyeol dan Baekhyun yang menghalangi.
"Sehunnie kau nampak pucat, apa kau baik – baik saja?" tanya Luna, kakak kelas Sehun
"mungkin karena hari pertama eonnie jadi aku seperti ini" jawab Sehun lemah
"aigoo, dimana Kai Chanyeol dan Baekhyun? Kau tidak pulang bersama mereka?" tanya Luna
"Kai sedang ada urusan dengan kakaknya, sedang Baekhyun dan Chanyeol dipanggil oleh saem karena memainkan ponsel dikelas" jawab Sehun polos sambil kembali mempoutkan bibirnya
"aigoo ayo kita beli bubble tea, kau menunggu oppa mu kan Sehunni?" ajak Luna
"bubble tea? Ayo eonnie, Sehunnie sudah lama tidak minum bubble tea karena dilarang Kris dan Kai" seru Sehun yang menumpahkan kekesalan diakhir, sedang Luna tersenyum misterius sembari mengusap pucuk kepala Sehun.
Sesampainya mereka di kedai bubble tea depan sekolah, Sehun dengan semangat memesan choco bubble tea dan Luna hanya memesan green tea karena yeoja itu merasa kedinginan.
"Sehunnie kau tidak merasa dingin?" tanya Luna ketika awan mendung mulai bergelayut manja
"Sehunnie kedinginan eonni tetapi karena Sehunnie ingin bubble tea jadi Sehunnie lebih memilih menikmati bubble tea ini, lagian nanti ada Kris yang menjemput Sehunnie, mobil Kris selalu hangat" jawab Sehun panjang lebar, "eonnie Sehunnie ingin pipis, Sehunnie titip bubble tea disini ya eonnie dan jangan diminum karena ini minuman kesukaan Sehunnie" ucap Sehun yang menghadirkan kikikan kecil serta anggukan dari Luna
"sayang sekali anak selucu diri mu harus menerima takdir yang buruk" gumam Luna yang merubah matanya menjadi ungu tua ketika menatap cup bubble tea Sehun
"aah akhirnya lega sekali" seru Sehun yang kembali duduk manis sembari memandang hujan yang mulai turun dan menikmati bubble teanya, "ugh.. eonnie Sehunnie pusing" ucapnya sembari memijat kepalanya sebelum semuanya gelap. Hal terakhir yang dilihat Sehun adalah manik coklat Luna yang berubah menjadi ungu tua.
.
Dilain tempat terlihat Baekhyun dan Chanyeol yang tengah berlari mengelilingi sekolah setelah mendapat telepon dari Kris jika Sehun belum pulang sementara disekolah sudah sangat sepi.
"sial!" umpat Chanyeol yang tidak bisa menemukan Sehun dimana pun
"kalian sudah menemukan Sehun?" tanya Tao yang tiba-tiba muncul dari ruang atletik
"belum" jawab Baekhyun lelah
"kajja ikut aku" ajak Tao menarik dua orang itu ke taman belakang sekolah
"mau apa kita kesini? Kita harus mencari Sehun, sebelum Kai, Kris, dan Luhan mengamuk" ucap Chanyeol dengan nada kesal
"aku akan menghentikan waktu dan melakukan meditasi untuk menemukan Sehun hyung" jawab Tao
"percuma Tao. Sehun tidak bisa ditembus, begitu juga dengan Kai. Mereka mempunyai perisai yang sangat kuat sehingga mereka tidak bisa ditembus oleh kekuatan apapun, terkecuali jika kekuatan dari sang ratu" jelas Baekhyun
"akan aku coba entah bagaimana pun caranya" ucap Tao, bahkan mereka tak peduli tubuh yang basah karena hujan.
... an eye symbol ...
BRUGH
"akh.. hiks"
"Oh Sehun berhenti menangis atau aku akan memukul mu dengan balok ini?!" bentakan Luna menggema disebuah ruang dengan penerangan sangat minim.
Disana Sehun dalam keadaan yang jauh dari kata baik, karena tubuhnya dipenuhi luka – luka pukulan dan gesekan dengan lantai yang masih berupa semen.
"apa salah Sehun hingga eonnie menculik Sehun? Hiks hiks" tanya Sehun berusaha mengatasi rasa takutnya
PLAK
"aku bukan eonnie mu!" bentak Luna setelah menampar pipi Sehun menambah luka di sudut bibir Sehun
"Luna bersabarlah jangan terlalu terbawa emosi" ucap sosok lain diruangan itu yang dengan sekejap mata berada dismaping Luna
"aku harus membunuhnya, karena keluarganya telah membunuh semua keluarga ku" jawab Luna yang sudah diselimuti cahaya ungu yang sangat gelap
"Luna tahan dirimu, bukan ini yang Ratu inginkan" ucap sosok tadi berusaha mencegah tindakan Luna yang berubah menjadi Devil
BRAKK
Dengan segejap mata tubuh Sehun tersentak kebelakang menabrak lemari kayu usang, hal itu membuat Sehun terbatuk dengan darah yang keluar dari mulutnya.
"LUNA!" bentak sosok tersebut, "kau ingin membunuhnya?! Kita membutuhkannya hidup-hidup" bentak sosok tadi
"pergi!" bentak Luna dengan suara devilnya yang semakin lama semakin kuat dan membuat seluruh ruangan tersebut memiliki hawa mencekam
"terserah kau! Aku akan menemui Ratu" ucap sosok tadi sebelum menghilang
"akhirnya tinggal kita berdua Sehunnie sayang" ucap Luna dengan seringai mengerikan diwajahnya yang perlahan melangkah mendekati Sehun.
.
SOPA School
Semua terhenti bahkan rintikan hujan tidak mengenai tubuh mereka lagi ketika Tao mengeluarkan kekuatannya. Hawa ditubuh Tao pun berubah menjadi sebuah ketenangan untuk Chanyeol dan Baekhyun. Wajah mereka lelah penuh peluh dan air hujan, kentara mimik cemas disana yang kini mulai berangsur tenang selaras dengan deru nafas mereka yang teratur.
"aku merasakan hawa devil yang samar" ucap Tao dengan dahi berkerut
"mwo?" tanya Baekhyun dan Chanyeol bersamaan
"aku tidak tahu hyung tetapi hawa itu sangat kuat" ucap Tao yang memejamkan matanya dengan dahi berkerut, keringat mulai bercucuran didahi Tao.
"sebaiknya kita bertem-"
TAP
"dimana Sehun?" sebuah suara dingin memecah keheningan yang diciptakan Tao
Tentu itu membuat ketiganya terkejut dan reflek berdiri, kekuatan Tao tidak sepenuhnya lepas, Tao masih mengendalikan waktu dan yang membuat Tao heran adalah Kai yang datang dengan mata kanannya yang bercahaya dan sama sekali tidak terpengaruh dengan kekuatannya.
"Kai sama dengan Sehun tetapi aku tidak tahu dia masih bisa bergerak padahal kau telah membuat waktu berhenti" jelas Chanyeol
"DIMANA SEHUN?!" bentak Kai membuat mereka menjengrit kaget
"K-Kai tenang kami sedang berusaha mencari dimana Sehun" ucap Baekhyun berusaha tidak takut dengana aura tajam Kai
"ada sebuah energi devil besar yang aku rasakan tetapi aku tidak tahu dimana posisi tepatnya" ucap Tao memandang Kai tanpa gentar
Aura yang dikeluarkan Kai semakin tajam, bahkan membuyarkan konsentrasi Tao yang tengah menghentikan waktu seraya mencari sumber aura devil itu.
"Kai kau harus mengendalikan kekuatan mu atau kita tidak bisa menemukan Sehun" ucap Chanyeol yang malah dihadiahi tatapan tajam dari Kai
"aku menemukan sumbernya" seru Tao yang dengan segera beranjak dari posisinya saat ini menuju kearah Incheon.
Baekhyun dan Chanyeol mengangguk dan mengikuti Kai yang menyusul Tao tanpa banyak berkata. Tao kembali mengendalikan waktu, karena ini masih pukul 3 sore yang berarti masih banyak sekali orang berlalu lalang. Menghindari terbongkarnya jadi diri mereka membuat Tao kembali menggunakan kekuatannya.
BRAAKKK
"cih kalian menganggu" desis tajam dari sosok wanita devil dengan aura ungu gelapnya, matanya menyala dengan tangan yang tengah merada dileher Sehun.
"KAU!" geram Kai sebelum menyerang yeoja itu
"Tao sebaiknya kau berada di dekat Sehun dan pulihkan tenaga mu, aku dan Baekhyun akan membantu Kai" ucap Chanyeol yang diangguki Tao
"uhuk.. T-Tao uhuk Ka-"
"Sehun jangan banyak bicara kau terluka parah" ucap Tao panik. Tao punya pengalaman pahit dengan kejadian seperti ini, ketika para devil menyerang keluarganya, bahkan kini hanya Tao yang tersisa dari generasi Huang
"aku akan membunuh mu" geraman Kai kembali terdengar dengan gerakan teleportnya yang membuat Luna sedikit kesulitan untuk mengimbangi gerakan Kai, ditambah Chanyeol dan Baekhyun yang juga menyerangnya.
Pertarungan ini sangat sengit karena mereka sama sekali belum pernah melawan devil yang dan itu membuat mereka juga merasakan kepayah karena energi yang mereka keluarkan harus maksimal.
Kai terlalu berambisi untuk membunuh devil itu sehingga dirinya tidak melakukan pertahanan yang kuat dari serangan devil itu. Baekhyun dan Chanyeol juga nampak sudah terlalu lelah, hingga mereka tidak menyadari bahwa Luna tengah melakukan suatu kekuatan dimana tubuhnya menjadi dua atau bahkan lebih.
BRUGH
"Chanyeol kau tidak apa-apa?" tanya Baekhyun dengan nafas terengah
"kita tidak bisa melawannya, kekuatan kita belum cukup" ucap Chanyeol yang nyaris kehabisan engerginya.
BRAKK
Suara benturan keras menyadarkan mereka, Kai tengah terpelanting hingga menghancurkan tembok. Kai sama lemahnya bahkan mungkin lebih lemah dari mereka karena Kai tengah berada dalam emosi yang tinggi.
"Tao lakukan sesuatu" teriak Chanyeol
"tenaga ku hampir habis hyung" ucap Tao yang bahkan sudah memaksimalkan tenaganya untuk menghentikan waktu
Tanpa mereka sadari serangan besar telah datang, Luna telah memasuki Joutai 2 (Fuinjutsu atau biasa disebut dengan jurus segel. Diambil dari anime kesayangan Naruto. Joutai merupakan tingkatan level kekuatan dalam Fuinjutsu) yang berarti kekuatan maksimal yang dipunyainya.
"bersiaplah kalian semua" geraman Luna nampak menyeramkan
Chanyeol, Baekhyun dan Tao bahkan sudah hampir menyerah mengetahui mereka telah kehabisan energi, sedang Kai yang masih berusaha bangkit sekalipun sakit disekujur tubuhnya.
SIIING
BLLLAARRR
"AAARRGHHHH"
Tik tok tik tok
Suasana berubah menjadi hening dengan asap debu yang menyelimuti mereka sehingga tidak ada dari mereka yang bisa melihat dengan jelas satu sama lain.
"uhuk..."
"Sehun" pekik Tao ketika merasakan Sehun yang berada dipangkuannya terbatuk dengan darah lagi.
"Sehun" pekik Chanyeol dan Baekhyun, sedang Kai dengan sekejap mata berada disamping Sehun.
"K-Kalian uhuk.. ba-baik-baik saja? Uhuk uhuk..." tanya Sehun dengan diselingi batuk darah
"Sehunnie a-apa kau baru saj-"
"benar noona, Sehunnie baru saja mengeluarkan kekuatannya" potong Tao ketika Baekhyun ingin mengutarakan pertanyaan dibenaknya
"wind whirl" gumam Chanyeol, "Kai bawa Sehun segera ketempat Yixing jika terlam-"
Tanpa menunggu ucapan Chanyeol selesai Kai langsung melakukan teleportasi menuju ke mansion keluarga Zhang.
"-bat Sehun tidak akan bisa diselamatkan" lanjut Chanyeol
"apa yang terjadi disini?" tanya sesosok yeoja mungil dengan mata bulatnya yang menatap Chanyeol, Baekhyun, Tao dengan penuh selidik
"nuguya?" tanya Baekhyun
"pengendali tanah" ucap Tao dengan tatapan tajam
"b-bagaimana kau tahu? Si-siapa kau?" tanya yeoja itu yang mendadak takut. Ini sungguh ketidak sengajaan, dirinya melewati gudang kosong yang mendadak seperti meledak dengan pusaran air besar yang menelan sosok devil. Karena penasaran yeoja mungil itu pun memasuki puing sisa gudang yang ternyata terdapat tiga orang murid high school dengan keadaan kurang baik.
"masih ada pengendali tanah diantara kita? Bukankah kau yang terakhir Tao?" tanya Chanyeol menatap Tao tak percaya
"ani. Eomma ku pernah menceritakan tentang pengendali tanah tetapi itu sudah musnah lama sekali" ucap Baekhyun yang masih menatap yeoja mungil didepannya dengan tatapan tak percaya
"si-siapa kalian?" tanya yeoja itu lagi
"perkenalkan aku Byun Baekhyun, pengendali cahaya, di sebelah kanan ku Park Chanyeol pengendali api, dan disebelah kiri ku Huang Zitao pengendali waktu" jawab Baekhyun
"i-ini tidak mungkin. Ka-kalian sungguh nyata?" tanya yeoja itu dengan wajah tak percaya
"kau sudah melihat sendiri semua kan?" tanya Tao yang diangguki yeoja itu
"lalu siapa dirimu? Aku yakin kau seumuran dengan kami" tanya Baekhyun lembut
"n-nama ku Do Kyungsoo. D-dan aku s-sudah bekerja di perusahaan Kim Corp" jawab Kyungsoo
"MWO? Dengan tubuh kecil mu itu kau sudah bekerja?" tanya Chanyeol dengan tatapan tidak percaya
Kretek kretek (pura-pura suara getaran dan retakan)
"o-ooke noona maafkan aku" ucap Chanyeol setelah menerima kekuatan Kyungsoo yang membuat nyalinya ciut. Hell! Tenaga Chanyeol sudah habis karena pertarungan tadi dan dirinya masih sayang nyawa sehingga tidak akan memancing pertarungan lain.
"eonnie, apa rumah eonni disekitar sini?" tanya Baekhyun dengan nada lemah
"ani, kebetulan aku lewat karena ada survey yang diberikan perusahaan tentang lokasi ini"
Jawab Kyungsoo, "kajja naik kemobil ku, akan ku antar kalian pulang" ajak Kyungsoo yang disambut sorakan dari Chanyeol Baekhyun dan Tao.
... an eye symbol ...
"Sehun apa dia bisa selamat?" tanya Kai dengan wajah khawatir dan frustasi, "ini salah ku. Seandainya aku bisa lebih kuat lagi pasti Sehun tidak akan mengeluarkankekuatannya untuk melindungi kami" ucap Kai penuh dengan sesal juga amarah untuk dirinya
"Sehun mengeluarkan kekuatannya?" tanya Luhan yang kebetulan ada bersama dengan yixing ketika Kai tiba-tiba berada di mansion itu
"Sehun mengeluarkan wind whirl power hingga devil itu pergi atau mungkin lenyap untuk selamanya" jawab Kai
"bagaimana mungkin Sehun mengeluarkan kekuatan begitu besar sementara dirinya masih berada didalam segel yang dibuat oleh paman dan bibi Oh?" tanya Luhan dengan nada cemas
"aku tidak tahu Lu. Mungkin Kris atau Suho tahu" ucap Kai dengan nada frustasi
"Kai aku butuh bantuan mu" teriak Yixing dari dalam sebuah kamar khusus dan dengan sekejap Kai berada disampingnya meninggalkan Luhan dengan berbagai pertanyaan.
"apa yang harus aku lakukan?" tanya Kai pada Yixing yang nampak lelah
"salurkan energi mu dengan genggam tangan Sehun, aku akan menggabungkan energi kita untuk membantu penyembuhan Sehun" jawab Yixing
"apa dengan ini Sehun bisa selamat?" tanya Kai
"kalian terhubung dan aku rasa ini akan bekerja lebih baik" jawab Yixing yang memejamkan matanya kembali berkonsertrasi.
... an eye symbol ...
"jadi noone tinggal di apartemen?" tanya Tao sembari menikmati matcha tea buatan Kyungsoo
"seperti yang dikatakan Baekhyun jika seluruh keluarga ku memang telah musnah. Hanya aku satu-satunya yang tersisa dan berhasil disembunyikan oleh appa eomma ku dengan menjadikan ku manusia" jawab Kyungsoo
"lalu bagaimana noona bisa mendapatkan kembali kekuatan noona?" tanya Chanyeol
"aku lupa tiba-tiba saja aku berada disebuah ruang bawah tanah yang nampak indah dengan banyak sekali buku disana, mungkin ada ratusan atau bahkan pulukan juta buku mungkin juga lebih. Disana aku menemukan sebuah buku aneh dan didalam buku itu pula ada sejarah tentang keluarga ku. Aku mencoba mengikuti alur buku tersebut dan tiba-tiba saja cahaya terang menghampiri ku dan boom! Aku mendapat kembali kekuatan ku" jelas Kyungsoo
"sebuah ruangan dengan jutaan bahkan lebih dari itu buku? Berisi tentang buku keluarga Do? Hmm..." sontak mata Baekhyun, Chanyeol, dan Tao terbelalak
"PERPUSTAKAAN ITU!" teriak mereka
... an eye symbol ...
TBC
