Chap 5
... an eye symbol ...
"PERPUSTKAAN ITU!" teriak Baekhyun, Chanyeol, dan Tao bersamaan membuat Kyungsoo harus menutup telinga rapat-rapat dan menatap ketiga bocah itu dengan tatapan tajam
"yak! Bisakah kalian tidak berteriak secara bersamaan? Gendang telingaku bisa pecah karena kalian!" bentak Kyungsoo
"eonni, apa eonni tahu dimana letak perpustakaan itu?" tanya Baekhyun yang tidak mempedulikan kemarahan Kyungsoo
"hancur" jawab Kyungsoo dengan nada kesalnya
"eonni kami serius menanyakannya eonni" ucap Baekhyun memohon
"aku juga serius menjawabnya Byun Baekhyun. Perpustakaan itu hancur karena kekuatan ku" jawab Kyungsoo membuat ketiga bocah itu lesu dan itu membuat Kyungsoo tidak tega, "apa perpustakaan itu penting?" tanya Kyungsoo dan mereka mengangguk lemah
"lebih baik noona menanyakannya pada pemilik Kim Corp" ucap Chanyeol lemas
"presedir Kim?" tanya Kyungsoo yang lagi-lagi diangguki ketiganya
... an eye symbol ...
Mansion keluarga Zhang
"Sehun membuka segelnya?" tanya Kris
Saat ini Kris, Luhan dan Yixing berada di ruang makan mansion itu, selepas makan malam mereka kembali membahas tentangkejadian hari ini yang tentu saja membuat mereka terkejut. Serangan mendadak dari devil tidak bisa mereka prediksi dan lagi itu karena penglihatan Luhan yang tidak bisa menembus perisai Sehun dan Kai.
"apa Sehun akan baik-baik saja setelah ini?" tanya Kris dengan nada cemas yang kentara
"hanya jika Sehun berlatih, itu bisa membuat Sehun memiliki pertahanan jika terjadi kejadian seperti saat ini" saran Yixing
"sebentar lagi libur kenaikan kelas, aku rasa sudah saatnya Sehun tahu tentang semuanya Kris" ucap Luhan
"satu hal lagi Kris, kekuatan mereka akan semakin kuat ketika mereka melakukan penyatuan dan itu juga meningkatkan kemampuan kita sampai ke Joutai 2 Kris" ucap Yiixng
"Sehun masih terlalu muda. Hidupnya harus lebih baik dari kita, dan aku tidak sanggup jika harus membuatnya mengetahui segalanya yang menyakitkan" lirih Kris
"kita akan mencari jalan keluar bersama-sama" ucap Luhan sambil mengelus punggung Kris
... an eye symbol ...
Pagi hari yang begitu dingin dengan hujan deras yang mengguyur Seoul, namun ternyata hal itu tidak mengurungkan niat seorang yeoja dengan kulit seputih salju yang mulai mengerjapkan matanya guna menyesuaikan dengan cahaya yang ada.
Yang dirasakan Sehun –yeoja itu- adalah suara hujan yang sangat nyaring ditelinganya, namun sepertinya tidak hanya itu, karena bahu kirinya merasakan nafas lembut nan hangat serta tangan kirinya digenggam erat oleh seseorang.
Manik silvernya menelisik ruangan asing dengan sebuah jam dinding yang menunjukkan hampir pukul 6 pagi. Lalu maniknya bergeser pada sosok yang berada disampingnya entah sejak kapan namja itu berada diposisi seperti itu.
"K-Kai" panggil Sehun dengan suara seraknya membuat suatu pergerakan pelan dari namja disampingnya itu
"wae?" tanya Kai dengan nada mengantuk dan sedikit kesal membuat Sehun terkikik pelan, "Sehun?" tanya Kai yang kini terkejut, "kau sudah sadar?" tanyanya lagi yang dibalas dengan senyuman manis Sehun.
"mau kemana?" tanya Sehun ketika Kai beranjak dari posisinya
"memanggil Yixing untuk memeriksa mu" jawab Kai
"nanti saja biarkan Yixing istirahat, kau juga butuh tidur Kai. Jadi lebih baik kita tidur saja" ucap Sehun yang perlahan menggeserkan tubuhnya dan menepuk sisi kosong disampingnya. "tapi kau harus diperiksa Yixing, Sehunnie dan kau harus makan juga" ucap Kai yang hanya ditanggapi Sehun dengan senyum manis dan tangan yang menepuk-nepuk sisi kosong ranjang, "hahh.. baiklah kita tidur" pasrah Kai yang kemudian berbaring disamping Sehun dan memejamkan mata.
Kai masih memberi jarak untuknya dan Sehun karena Kai tahu mereka belum terikat, Kai menghargai Sehun sebagai seorang wanita yang dicintai yang itu berarti Kai tidak akan menyentuh Sehun sampai akhirnya mereka menikah nanti.
Kai tertidur pulas beberapa saat kemudian membuat Sehun tersenyum manis melihat cara tidur Kai bak drakula yang tertidur didalam peti, posisi tubuh yang lurus dengan kedua tangan didada.
"hiiihiii" kikik Sehun pelan kemudian menggoyangkan tangan kanannya di hadapan Kai untuk memastikan namja itu benar-benar tertidur lelap.
"ugh dingin sekali" keluh Sehun pelan ketika merasa udara dingin yang masih karena suhu udara dibawah nol. "Kai sepertinya tidak kedinginan" gumamnya kemudian menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Kai, meletakkan dengan hati-hati tangan kanan Kai sehingga Sehun bisa merebahkan kepalanya disana.
"Kai hangat sekali" gumam Sehun yang terus merapatkan tubuhnya pada Kai
GREP
DEG DEG DEG
Wajah Sehun semakin merona ketika Kai merubah posisinya menjadi berhadapan dengan Sehun dengan tangan kiri memeluk pinggang Sehun.
"ugh Sehunnie malu sekali" gumam Sehun yang malah menyembunyikan wajahnya di dada Kai.
"Sehun diamlah dan tidur" ucap Kai membuat Sehun reflek memundurkan badannya dan menatap Kai yang masih terpejam dengan terkejut
"Kai kau tidak tidur?" tanya Sehun dengan gugup serta wajah yang sudah seperti tomat matang
"bagaimana aku bisa tidur jika yeoja disamping ku ini sibuk berbicara sendiri dan tidak bisa diam?" tanya Kai dengan nada menggoda
"aa malu sekali" rutuk Sehun pelan
"sini, kau kedinginan kan? Kajja kita tidur" ucap Kai sembari merentangkan tangannya meminta Sehun untuk kembali meringkuk dalam pelukannya
"hmm.. Sehunni tidak mengantuk jadi Kai saja yang tidur" jawab Sehun malu
SERT
"diam dan tidur saja" ucap Kai bernada perintah namun lembut dan penuh perhatian ketika berhasil menarik Sehun untuk tidur dalam dekapannya.
Sehun sendiri memilih diam dan menyamankan posisinya pada dada bidang Kai, seraya menikmati detak jantung namja itu sebagai musik penghantar tidur.
... an eye symbol ...
Kim Corp
"jadi kau pengendali tanah?" tanya Suho ketika siang menjelang sore Chanyeol, Baekhyun, dan Tao mengajaknya bertemu dengan seseorang yang tak lain adalah bawahannya, Do Kyungsoo. Yeoja dengan tingkat loyalitas pada perusahaan yang tinggi bahkan rela melakukan segala cara –asal itu jujur walau menyeramkan- demi kesuksesan proyek perusahaan.
"benar hyung, Kyungsoo noona inilah yang menyelamatkan kami yang kehabisan energi kemarin ketika melawan iblis yang tak lain adalah sunbae kami." Jelas Chanyeol
"bagaimana mungkin aku tidak menyadarinya?" erang Suho pelan
"mungkin karena aku berhasil berlatih menyembunyikan aura ku" ucap Kyungsoo
"apa itu karena buku yang kau baca di perpusatakaan itu noona?" tanya Tao
"perpustakaan?" tanya Suho dengan menyengritkan dahinya
"ehm.. perpustakaan legenda itu oppa" ucap Baekhyun pelan
"MWO?" pekik Suho yang bangkit dari psisi duduknya menjadi berdiri, "bagaimana bisa kau menemukan perpustakaan itu?" tanya Suho dengan nada takjub, terkejut juga emosi
"hmm.. hyung sebenarnya ada sesuatu yang lebih penting dibanding itu" ucap Chanyeol pelan
"hal penting apa yang melebihi perpustakaan itu Park?" tanya Suho tidak santai membuat ketiga orang disana menciut
"perpustakaan itu hancur karena kekuatan ku" ucap Kyungsoo santai
"perpustakaan? Apa?" tanya Suho sekali lagi memastikan bahwa pendengarannya baik-baik saja
"perpustakaan. Itu. Hancur. Karena. Kekuatan. Ku. Ketika. Aku. Berhasil. membangkitkannya" jawab Kyungsoo
"perpustakaan itu hancur? Hancur? HANCUR KAU BILANG?" bentak Suho yang terbawa emosi, "KAU TAHU PERPUSTAKAAN ITU SANGAT PENTING UNTUK KITA. UNTUK HIDUP KITA. UNTUK KELANGSUNGAN GENERASI KITA. TERUTAMA UNTUK TAKDIR MEREKA! KAU TAHU!"
Bentak Suho yang meluapkan emosinya pada gadis mungil itu
"lalu aku harus apa? Aku tidak tahu apa-apa, itu terjadi begitu saja. Bahkan aku sejak kecil tidak bersama orang tua ku, keluarga ku sendiri bahkan yang aku tahu hanya mereka telah lenyap dan tersisa hanya aku sendiri. Haruskah kau menyalahkan ku hanya karena perpustakaan itu hancur?" tanya Kyungsoo yang mulai emosi walau masih bisa dikontrol
"jelas aku menyalahkan karena menghancurkan satu-satunya peninggalan leluhur kita!" balas Suho
"hyung tenang hyung tidak seharusnya kau meny-"
"diam kau Park!" bentak Suho pada Chanyeol
"seharusnya kau tidak mengatakan jadi diri ku pada kalian. Sekarang terserah kalian saja, aku tidak peduli." Ucap Kyungsoo yang kemudian meninggalkan ruangan Suho
"aish! Oppa! Kenapa oppa emosi seperti ini? Oppa tahu kita harus lengkap dengan dua belas elemen jika ingin mengalahkan musuh kita! Apa oppa lupa ketika para orang tua kita datang dan mengatakan hal-hal yang mereka tahu, dan tentang keluarga Kyungsoo noona walau itu tidak dijelaskan secara terperinci" kesal Baekhyun, "sebaiknya kita tinggalkan saja Suho oppa dan pergi menemui Kris gege dan Luhan jiejie" ajak Baekhyun dengan nada kesal, sedang Chanyeol dan Tao hanya menghembuskan nafas lelah dan pasrah
"aku harap Hyung mau memaklumi Kyungsoo noona, karena aku juga merasakan bagaimana hanya ada dirimu satu-satunya yang menjadi pengendali elemen itu" ucap Tao sembari menepuk bahu Suho sebelum ikut keluar mengikuti Baekhyun dan Chanyeol.
"aaargh!" erang Suho sebelum akhirnya duduk merenung didalam ruangannya.
... an eye symbol ...
Zhang's Mansion
"ugh Sehunnie masih mengantuk" keluh Sehun ketika dirinya terpaksa bangun untuk makan kelewat siang karena Lay dan Luhan memang sengaja tidak membangunkan Sehun yang terlelap dipelukan Kai, sedang Kris dirinya sudah kembali ke mansion semalam.
"Sehunnie harus makan kalau tidak Sehunnie tidak bisa kesekolah besok" ucap Kai yang menggendong Sehun ala bridal. Hari ini Sehun sangat manja.
"Sehunnie ingin sekolah, Sehunnie ingin bertemu dengan Baekki, Channie, dan Taozi" ucap Sehun dengan nada merajuk. Fyi. Taozi adalah panggilan khusus Sehun untuk Tao, entah karena apa.
"maka dari itu Sehunnie harus makan" ucap Luhan yang sudah menunggu diruang makan, "dan berhenti manja seperti itu pada Kai. Kau itu berat Sehunnie, dan lagi Kai pasti lelah" ucap Luhan
"Kai hangat Xiaolu sama seperti Kris dan Channie. Sehunnie kan kedinginan" ucap Sehun dalam mode manja
"Sehunnie apa kemarin Sehunnie terbentur kerasa? Kenapa hari ini manja sekali" tanya Luhan khawatir. Hell! Sehun memang manja tapi tidak semanja ini.
"uhm.. kepala Sehunnie terbentur keras sekali sampai rasanya-" ucapan Sehun terhenti, kilasan perterungannya dengan Luna berputar di kepalanya, ingatan tentang Kai, Baekhyun, Chanyeol, dan Tao yang melindungi dari serangan dan hampir membuat mereka tewas berputar terus menerus.
ZIIING
DEG
"S-Sehun" gumam Kai Luhan dan Yxing ketika manik berlambang Wind Whirl menyala disalah kanan Sehun.
"Lu-Luna sunbae d-dia akan membunuh Baekki, Channie, Taozi, dan K-Kai. Di-dia harus lenyap" ucap Sehun dengan nada bergetar, sementara sebuah pusaran angin kecil berada di meja makan.
"Sehun hentikan" ucap Kai lembut namun kentara dengan nada paniknya, "mereka dan aku tidak apa-apa. Semuanya baik-baik saja" ucap Kai berusaha menenangkan Sehun sebelum pusaran angin itu menghancurkan rumah ini dari dalam, tidak menutup kemungkinan mereka juga terkena pusarannya.
"aku akan membawa Sehun ke suatu tempat" ucap Kai yang dalam sedetik saja sudah menghilang dari hadapan Luhan dan Yixing yang masih terpaku dengan kejadian didepan mata mereka
.
ZAP
"Sehun tenanglah" ucap Kai dengan nada sedikit lebih tinggi
"d-devil itu harus lenyap" ucap Sehun menyebabkan pusaran angin yang semula berada dirumah Yixing, ikut berpindah dan kini tercipta sebuah tornado air tepat dibelakang mereka.
Kai baru menyadari jika mereka berada disebuah tebing dengan padang rumput yang luas disana berpemandangan samudra.
"SEHUN!" bentak Kai sembari mengguncangkan tubuh Sehun
BRUK
"K-Kai" lirih Sehun seketika kekuatannya lenyap dan tubuhnya ambruk ke tanah
"Sehun kau baik-baik saja?" tanya Kai dengan nada cemas berjongkok dihadapan Sehun yang menatap kosong, "Sehun kau baik-baik saja?" tanya Kai lagi kini mengalihkan tatapan Sehun kepadanya
"Kai aku lelah" lirih Sehun
"kita pulang sekarang" ajak Kai, namun dijawab dengan gelengan oleh Sehun
"disini saja. sebentar" ucap Sehun sebelum ambruk menimpa Kai
"Sehun Sehun" panggil Kai dengan nada panik, namun akhirnya melunak ketika merasakan deru nafas teratur Sehun.
Kai memandang tempat itu, meneliti dimana dirinya berada dan kemudian tertawa pelan, ketika dia hafal dengan jelas lokasi dimana dirinya berteleport.
"apa karena Sehun pecinta film vampire itu dan bahkan mengoleksi novelnya sehingga aku membawanya kesini. Pastas saja tidak ingin pulang" gumam Kai, "tapi untuk disini tidak sedingin Seoul dan masih ada matahari yang bersinar" monolognya.
40 menit kemudian
"Kai..." bisik tepat ditelinga Kai membuat namja yang tak sengaja ikut tertidur itu menjadi terkejut dan langsung membelalakan matanya.
Bagaimana tidak , jika wajah Sehun berada tepat didepan wajah mu, tubuh Sehun berada diatas tubuh mu, dan posisi Sehun yang demi koleksi bebek Chen, Sehun sangat sexy dengan baju tidur berenda dan rambut silvernya yang tergerai.
CUP
Kembali mata Kai membelalak lebar tak percaya dengan apa yang dilakukan Sehun padanya. Sehun menciumnya tepat di bibir dan seingat Kai ini adalah ciuman pertama mereka, dan posisi Sehun benar-benar membangkitkan serigala di tubuh Kai.
"Kai..." bisik Sehun tepat didepan bibir Kai sebelum kembali mencium Kai dengan mengigit bibir Kai, menarik bibir bawah Kai agar terbuka sedikit sebelum menyesapnya pelan. Kai masih belum sadar dari keterkejutannya membuat Sehun kembali melumat pelan bibir bawah Kai dengan mengigit kecil dan menariknya sebelum menyesapnya.
"engh.. Se-Sehunnie" ucap Kai gugup ketika kembali ke kesadarannya dan berusaha menjauhkan Sehun dari tubuhnya walau Sehun malah semakin menempelkan tubuhnya pada Kai, "please stop baby" ucap Kai berusaha mengumpulkan kewarasannya.
"not now baby" ucap Kai sambil mengusap pelan bibir Sehun dengan ibu jarinya dan tersenyum pada Sehun yang menatapnya dengan sedikit kecewa, "kita harus kembali sayang. Kau harus mengesi perut mu itu" ucap Kai yang kemudian membuat Sehun tersenyum dan memeluk Kai.
.
TAP
"Kai/Sehun' pekik beberapa orang disana begitu kedua kembali
"yak! Kalian kemana saja? Kalian membuat ku khawatir" ucap Luhan
"Sehun kau tidak apa-apa?" tanya Yixing yang diangguki Sehun
"Kai kau bawa kemana Sehun tadi?" tanya Kris yang entah sejak kapan berada disana dengan Chanyeol, Baekhyun, dan Tao
"Forks" jawab Kai singkat padat jelas
"Forks?" tanya Kris meyakinkan pendengarannya, bahwa itu sebuah kata yang tidak asing
"MWO?" pekik Baekhyun dan Chanyeol membuat mereka terkejut
"kau membawa Sehun ke lokasi Twilight?" tanya Baekhyun dengan nada antusias mengabaikan Kris, Luhan, Tao, dan Yixing yang melotot tak percaya
"bagaimana disana? Pasti sangat kau ajak aku kesana bersama dengan Baekki?" tanya Chanyeol ikut antusias seperti Baekhyun.
"ehm.. bisakah kami makan terlebih dahulu?" tanya Kai menghiraukan suara-suara sumbang –Baekhyun dan Chanyeol yang merengek ingin ke Forks, Kris yang ingin mengintrogasi mereka-
"akan aku panaskan bubur untuk Sehun, dan aku buatkan minuman hangat untuk kalian" ucap Yixing
"lebih baik kalian mandi terlebih dahulu" ucap Luhan yang menggandeng Sehun menuju kamar mandi, sedang Kai segera berteleport yang mungkin ke kamar mandi didalam rumahnya, karena Kai sempat bergumam akan membawakan pakaian untuknya dan Sehun
... an eye symbol ...
Suho and Kyungsoo side
"aish jinjja bagaimana cara ku meminta maaf pada Kyungsoo" gumam Suho frustasi dikantornya selepas ditinggal ketiga bocah tadi
"jika benar Kyungsoo merupakan pengendali tanah, maka lengkap sudah kekuatan yang kita miliki untuk melindungi Kai dan Sehun" gumam Suho, "tetapi kenapa dia harus menghancurkan perpusatakaan itu?!" erangnya kemudian sambil mengacak rambutnya frustasi
"lebih baik aku susul saja dia ke apartemennya" ucap Suho yang membaca sebuah berkas data karyawan yang dimintanya setelah merenung.
.
Apartemen Kyungsoo
"ish dasar namja menyebalkan, bagaimana bisa aku bekerja dengan bos seperti dia. Mana aku selalu menuruti perintahkan dan berhasil memenangkan tender. Argh! Menyebalkan sekali namja itu. Ingin aku ratakan dengan tanah perusahaan itu" umpat Kyungsoo sembari menyiapkan salad buah, salad sayur, dan nachos untuk melampiaskan emosinya,aah jangan lupakan summer tea, campuran teh, buah lemon, dan daun mint juga potongan strawberry sebagai pemanis.
Ting Tong Ting Tong
"aargh siapa yang mengganggu acara memasak ku?!" geram Kyungsoo sembari membereskan dapurnya yang berantakan
Ceklek
"noona/eonni" seru tiga bocah yang sepertinya dikenalnya
"kalian mau apa kemari?" tanya Kyungsoo masih dengan nada kesal
"apa eonni marah pada sikap Suho oppa?" tanya Baekhyun memelas layaknya kucing yang tengah meminta majikannya untuk tidak dibuang
"noona maafkan Suho hyung ne, dia seperti itu karena satu-satunya kunci masalah kita adalah dengan menemukan perpustakaan legenda yang berisi banyak sekali buku tentang kekuatan kita, musuh kita, dan segalanya. Jadi mungkin karena Suho hyung mendapat amanat langsung dari kedua orang tuanya dan paman bibi Oh jadi Suho hyung terbebani" ucap Chanyeol
"hahh... baik masuklah kalian, aku sedang membuat cemilan" ajak Kyungsoo, namun mendapat gelengan dari ketiganya
"kami ingin kerumah Yixing uisa karena Sehunnie dan Kai berada disana" ucap Baekhyun
"Sehun dan Kai merupakan teman kami. Lebih tepatnya Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu kita semua." Ucap Tao membuat Kyungsoo terbelalak kaget
"tidak mungkin karena setahu ku mereka sud-"
"sudah lenyap seperti apa yang diceritakan leluhur kita dulu?" tanya sosok lain yang membuat ketiganya terbelalak kaget
TBC
...
Hello penghuni FFN apa kabar? Kangen Wuwu kah? Hahaha
Ini ff sebenarnya udah update di Wattpad : WuXun3
Karena kemaren lupa update disini jadi sekarang Wuwu kasih chap 5 dan 6 hehehe
untuk next chap gak janji kapan hehe
