Chap 6

"Sehun dan Kai merupakan teman kami. Lebih tepatnya Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu kita semua." Ucap Tao membuat Kyungsoo terbelalak kaget

"tidak mungkin karena setahu ku mereka sud-"

"sudah lenyap seperti apa yang diceritakan leluhur kita dulu?" tanya sosok lain yang membuat ketiganya terbelalak kaget

"Xiu eonni/noona"

Ya orang yang baru saja datang atau mungkin tiba-tiba saja ada disana adalah Xiumin alias Kim Minseok yang merupakan kakak tertua mereka. Dan yang membuat keempatnya tercengang adalah mereka mengenal Xiumin, itu terbukti dengan pekikan pelan mereka ketika Xiumin menyela di pembicaraan mereka.

"kalian/eonni/noona mengenal Xiu eonni/noona?" tanya mereka serempak

"kkk... kalian ini lucu sekali" kekeh Xiumin melihat keempat dongsaengnya yang terlihat lucu, "maaf jika diijinkan bolehkah kami masuk? Aku hanya takut jika ada seseorang yang mencuri dengar ucapan kita" ucap Xiumin

"ah maafkan aku eonni karena lupa mempersilahkan kalian masuk" ucap Kyungsoo sembari memberi jalan untuk mereka masuk, kemudian menutup pintu dan menyiapkan masakannya tadi.

"jadi eonnie maksud yang dibicarakan tadi adalah takdir yang disebut akan membawa kedamaian bagi kita semua? Menjadi pemungkas dari segala kejahatan perbuatan dari Ratu Devil?" tanya Kyungsoo dengan penasaran

"benar. Mereka adalah sepasang legenda yang hanya ada sekali dalam ribuan tahun. Mereka pula yang akan menyelamatkan kita menjadi kita satu dan tidak berpencar seperti saat ini. Namun tentu saja itu bukan hal mudah, semua ada konsekuaensinya" ucap Xiumin

"lalu tentang perpusatakaan itu?" tanya Kyungsoo lagi

"perpustakaan legenda, dimana semua buku ada disana termasuk tentang kita dan cara menghancurkan Ratu Devil. Sangat sulit menemukan perpustakaan itu. Aku telah mencarinya tetapi sampai sekarang masih belum menemukan titik terang" jawab Xiumin seketika membuat raut wajah Kyungsoo menjadi bersalah

"eo-eonni maafkan aku. Jika aku saja aku bisa mengendalikan kekuatan ku ketika segel itu terbuka, perpustakaan itu pasti masih ada. Sekali maafkan aku eonni" ucap Kyungsoo dengan nada menyesal dan bahkan membungkuk dihadapan Xiumin

"hey. Sudah tenanglah. Daripada kau meratapi itu lebih baik kau ingat-ingat dimana letak perpustakaan itu kau temukan. Itu akan sangat membantu ku" ucap Xiumin kembali membuat Kyungsoo berwajah murung. Xiumin tersenyum dan kemudian berdiri untuk menepuk bahu Kyungsoo, "pelan-pelan saja dan jangan terbebani. Yang lalu biar saja, sekarang mari kita saling bahu membahu." Ucap Xiumin membuat Kyungsoo tersenyum dan mengangguk kemudian menatap tiga bocah dihadapannya yang juga tersenyum memberi semangat.

"bukankah kalian ingin menjenguk Sehun hari ini?" tanya Xiumin mengingatkan mereka akan tujuan utama mereka tadi

"aah iya noona kami pamit terlebih dahulu. Kami harus menjenguk teman kami" ucap Chanyeol

"Sehun dan Kai mereka ada di rumah Yixing" ucap Xiumin, "sekalian saja aku antar. Kebetulan aku melewati rumah Yixing" ajak Xiumin

"bisakah aku ikut?" tanya Kyungsoo takut

"boleh" ucap tiga bocah serangkai itu

Beberapa menit Kyungsoo sudah bersiap dan mereka sudah akan beranjak setelah memastikan Kyungsoo mengunci apartemennya. Namun, ternyata ada Suho yang berjalan kearah mereka dengan kepala tertunduk dan seperti bergumam sesuatu.

"eonni sepertinya eonni harus menyelesaikan masalah dikantor itu dengan Suho oppa" ucap Baekhyun membuat Kyungsoo mendesah kesal

"Suho apa yang kau lakukan disini?" tanya Xiumin

"noona mengapa disini? Dan dengan mereka?" tanya Suho sembari menunjuk trio Chanbaeko

"aah aku kebetulan saja disini dan melihat mereka berada didepan apartemen Kyungsoo" jawab Xiumin

"noona mengenal yeoja itu?" tanya Suho dengan tatapan tak percaya

"ya dia dulu adik tingkat ku dan kami akrab hanya saja karena beberapa membuat kami kehilangan komunikasi dan bertemu disini secara tak sengaja" jawab Xiumin

"hyung harus menyelesaikan masalah dan meminta maaf dengan Kyungsoo noona. Aku tidak mau. Dan noona harap selesaikan masalah kalian. Kapan-kapan saja akan aku kenalkan noona pada Sehun dan Kai" ucap Tao yang diangguki Chanyeol dan Baekhyun

"tap-"

"sepertinya ide yang bagus. Kita akan bekerja sama dalam waktu yang sangat lama dan sedikit masalah saja bisa menghancurkan apa yang sudah kita bangun. Jadi sebaiknya perbaiki saja masalah diantara kalian." Ucap Xiumin yang menjadi putusan akhir sebelum pamit dan meninggalkan apartemen bersama dengan trio chanbaeko

.

Suasana menjadi canggung sekalipun Kyungsoo tengah menyuguhkan secangkir teh mint dan beberapa camilan untuk Suho dan mempersilahkannya untuk menikmati suguhannya.

"jadi apa tujuan anda datang ke apartemen saya? Apa terjadi masalah dengan pekerjaan saya?" tanya Kyungsoo formal, namun Suho nampak diam dan tidak ingin mengatakan apa-apa membuat Kyungsoo mendengus sebal.

"jika tidak ada yang ingin anda bicara mengapa anda datang ke apartemen saya?" tanya Kyungsoo lagi

"maaf" jawab Suho pelan

"apa? Aku tidak dengar" ucap Kyungsoo dengan nada sedikit kesal, "kau seorang atasan yang hanya bisa berteriak di kantor tetapi jika diluar itu kau seperti siput" ucap Kyungsoo menyindir Suho membuat namja itu naik pitam namun juga berusaha ditahannya, "apa kau ingin marah? Kau ingin membentak ku lagi?" tanya Kyungsoo menantang

"lupakan. Aku minta maaf karena membentak mu tadi. Dan sekarang aku harap kita bisa bekerja sama seperti apa yang disampaikan Xiumin noona tadi" ucap Suho kali ini dengan nada tulus sekalipun tidak memandang Kyungsoo. Aah gengsi.

"tatap orang jika berbicara" ucap Kyungsoo yang sepertinya menjahili atasannya ini

"Do Kyungsoo aku Kim Joonmyeon meminta maaf atas perlakuan ku di kantor tadi yang memarahi dan membentak mu. Aku harap kita bisa bekerja sama melindungi Raja dan Ratu kita" ucap Suho yang sedikit jengah dengan kelakuan Kyungsoo namun tidak bisa protes

"okay. Sekarang pulanglah karena aku ingin membereskan apartemen" ucap Kyungsoo mengusir Suho

"tanpa disuruh juga aku akan pulang" jawab Suho yang masih kesal itu.

... an eye symbol ...

Satu setengah tahun kemudian

Selama. Satu setengah tahun pula banyak hal terjadi baik suka maupun duka. Kematian para tetua menjadi tamparan keras mereka, dan itu terjadi secara beruntut

Naum,Selama setengah tahun ini tidak ada pergerakan dari Ratu Devil lagi bahkan jejak mereka tidak tercium sama sekali, ini sedikit menenangkan namun juga membuat mereka menerka-nerka rencana licik sang Ratu Devil itu.

... an eye symbol ...

Desember si Winter

Bulan Desember merupakan bulan yang paling di hindari Sehun, kenapa? Yups, Sehun itu paling tidak tahan dengan suhu yang dingin dan bulan desember identik dengan salju. Lihatlah kini Sehun tengah berbalut mantol tebal abu-abu, beserta syal dan kupluk rajut berwarna putih. Rambut ombre greynya dibiarkan tergerai. Wajahnya sedikit lebih pucat dan ada rona merah di pipi dan hidung yeoja itu.

"ugh jika saja hari ini bukan quiz dari Prof menyebalkan itu maka aku memilih bergelung dikamar sembari menunggu Kris, Luhan atau Kai pulang" gerutu Sehun sambil menuruni tangga.

"bibi, paman Kang dimana? Aku ingin meminta paman Kang mengantar dan menunggu dikampus bi" ucap Sehun sembari meminum habis susu coklat hangat kesukaannya

"non Sehun sedang tidak enak badan ya? Apa tidak sebaiknya istirahat saja non , biar nanti bibi telepon tuan Kris atau nona Luhan" ucap bibi Kang, pelayan yang diperkerjakan oleh Kris setahun belakangan ini

"hari ini aku ada tes bi, dan mungkin hanya satu sampai dua jam saja bi di kampus. Jadi dimana paman Kang?" tanya Sehun

"akan bibi panggilkan non. Non Sehun langsung ke depan saja" ucap bibi Kang yang diangguki Sehun.

SKIP

Sesampainya di Universitas Seoul.

Aah sebelumnya akan saya jelaskan lagi bahwa Baekhyun mengambil Jurusan kedokteran untuk spesialis kandungan, sedang Chanyeol masuk ke arsitek, Sehun dan Kai masuk ke jurusan bisnis, Park Corp milik Chanyeol telah menjadi satu dengan Kim dan Wu Corp mereka menggabungkan jadi satu menjadi C-Key (sekai) Corp dibawah pimpinan Suho dan Kris.

Kembali ke Sehun yang tengah berusaha berjalan menuju kelasnya bersama dengan Paman Kang yang merupakan supir pribadinya, suami dari bibi Kang.

"paman tunggu disini ne, Sehun usahain agar Sehun cepat keluar" ucap Sehun yang membuat paman Kang tersenyum

"non Sehun jangan terburu-buru, saya akan mencarikan minuman hangat untuk non Sehun sembari menunggu" ucap paman Kang

"aah iya paman, tolong jangan katakan apapun pada Kris, Luhan, dan terutama Kai ne, jebal" rengak Sehun yang diangguki paman Kang dengan senyum geli melihat tingkah Sehun.

Paman dan bibi Kang merupakan seorang pemilik panti asuhan didaerah pinggiran Busan yang tergusur oleh proyek pemerintah, mereka kebetulan bertemu dengan Kyungsoo dan Xiumin yang tengah melakukan perjalanan. Dengan baik hatinya mereka menawarkan pekerjaan dengan fasitilas sebuah paviliun sebagai rumah mereka dan jangan lupakan gaji fantastis untuk mereka.

Satu setengah jam kemudian

"non, non Sehun baik-baik saja? Wajah non pucat sekali" ucap paman Kang khawatir

"paman, Sehun ingin pulang" ucap Sehun dengan nada lemah

"non mau paman gendong?" tawar paman Kang yang berjongkok didepan Sehun

"tidak perlu paman, disini ada mata-mata si overprotective jadi pasti aku ketahuan" ucap Sehun mengarah pada Kris dan Kai yang menyewa beberapa orang untuk menjaga Sehun dari jauh

Mereka berjalan menuju mobil dan dengan cekatan paman Kang membukakan pintu belakang, sedang Sehun langsung masuk dan mendudukkan tubuhnya yang terasa sangat berat dan lemas. Paman Kang dengan segera menuju ke apotek terdekat ketika Sehun nampak tengah tertidur, menempelkan fever plester sebelum melanjutkan perjalanan menuju rumah.

Sesampainya dirumah sudah terparkir manis mobil kesayangan Kai, Lycan Hypersort. Hal ini membuat paman Kang berdebar karena sesuai pesan nona mereka bahwa Kai dan Kris tidak boleh ada yang tahu keadaan nona, sedang Kai dan Kris juga berpesan kepada untuk mengabari jika terjadi sesuatu pada Sehun. Huffph semua serba salah.

Kai berjalan membukakan pintu untuk Sehun dan seketika terkejut melihat kondisi Sehun yang tetidur dengan plester di dahinya.

"paman apa Sehun sakit? Kenapa paman dan bibi tidak memberitahu ku?" tanya Kai yang hampir saja emosi namun diredam karena Kai tahu itu pasti rengekan Sehun pada pelayan dan sopir mereka.

"maafkan saya tuan Kai, nona Sehun meminta kami untuk tidak menghubungi anda ataupun Tuan Kris dan nona Luhan" ucap Paman Kang

"ya sudah paman, minta tolong sampaikan pada bibi Kang untuk membawakan kain dan baskom air hangat, juga buatkan bubur untuk Sehun dan antar ke kamar" ucap Kai

"tuan Kai, ini obat yang tadi saya beli diperjalanan" ucap paman Kang sebelum undur diri

"terima kasih paman. Aku senang paman dan bibi disini" ucap Kai tulus

Beberapa jam kemudian.

"eungh..." Sehun melenguh dalam tidurnya dan merasakan semua dunianya berputar membuatnya memejam matanya erat dan menggenggam tangan yang menggenggamnya erat.

"Sehunnie" panggil Kai yang tampak cemas melihat Sehun yang berkeringat dan suhu badannya yang naik

"eugh..." Sehun nampak berusaha mengeluarkan apa yang ada di perutnya karena kepalanya terasa berputar, "hoek... hoek.." Sehun mengeluarkan isi perutnya begitu saja dan tentu saja mengotori pakaian Kai yang berada disampingnya, tanpa merasa jijik Kai memijat tengkuk agar semua yang mengganjal diperut dan tenggerokan hilang. Setelahnya Sehun nampak kembali tertidur dengan nafas yang belum teratur.

Kai dengan telaten membersihkan bekas muntahan Sehun yang ternyata mengenaih selimut dan seprei Sehun, dengan toples dan mengenakan boser Kai membawa Sehun ke kamarnya yang terletak disamping kamar Sehun, sebelum meminta bibi Kang mengganti pakaian Sehun sedang Kai membersihkan kamar Sehun.

"Lay bisakah kau kerumah sekarang? Sehun sedang sakit" ucap Kai ketika menghubungi Lay

"..."

"arraseo aku akan menghubungi Baekhyun"

Klik

Dengan segera Kai menghubungi Baekhyun dan untung saja ponsel Baekhyun tidak dalam mode silent seperti biasa dan kelasnya pun tidak padat jadi dalam beberapa puluh menit Baekhyun akan tiba di mansion ini.

"jadi apa yang terjadi pada Sehun? Apa sakitnya parah?" tanya Kai setelah Baekhyun memeriksa Sehun

"seperti kebiasaannya ketika kecil, Sehun tidak tahan dengan musim dingin. Paman Kang sudah membelikan obat yang biasa Sehun minum jadi Kai, kau tidak perlu khawatir tentang keadaan Sehun. Apa Sehun tadi muntah?" tanya Baekhyun yang diangguki Kai, "berikan Sehun air putih hangat atau teh hangat dan isi perutnya dengan bubur dan makanan berserat sedikit demi sedikit" jelas Baekhyun yang lalu melihat jam dipergelangan tangan kirinya, "aku akan kembali lagi malam nanti karena hari ini ada tugas yang harus aku kerjakan. Ingat pesan ku tadi ne dan lebih baik hubungi Kris oppa dan Luhan eonni jadi ketika genting kau tidak sendiri" ucap Baekhyun

"aku sudah menghubungi mereka termasuk Suho, hanya saja aku tidak tahu mereka akan sampai kapan karena mereka berada di luar negeri, sedang Luhan eonni mungkin akan sampai malam nanti" jelas Kai

"Aah ya sudah akan ku minta Chanyeol kemari sepertinya hari ini dia libur" ucap Baekhyun sebelum memasuki mobil.

SKIP

Sinar matahari memasuki kamar Kai dari tirai yang dibuka oleh Luhan, membuat Kai, Kris, dan Lay mengerjapkan matanya. Mereka memutuskan tidur dikamar Kai karena semalam Sehun demam tinggi dan muntah.

"bagaimana keadaan Sehun?" tanya Luhan ketika Lay yang terbangun beberapa menit lalu langsung memeriksa keadaan Sehun

"sudah lebih mending walau masih demam, aku sudah menyalurkan kekuatan ku agar Sehun tidak muntah lagi walau pasti masih ada sisa mualnya" jelas Lay

"sebaiknya kalian membersihkan diri, aku akan menjaga Sehun. Terima kasih Lau kau sudah membantu kami" ucap Luhan kepada Kai, Kris, dan Lay

"CUP" Kai mengecupkening Sehun, "cepatlah sembuh princess" bisik Kai ditelinga Sehun sebelum dengan cueknya masuk ke kamar mandi dikamarnya

"dia hanya berubah menjadi hangat jika bersama dengan Sehun saja" gerutu Kris

"sudahlah Kris lebih baik kau mandi dan pergilah bekerja" omel Luhan

"kau juga harus bekerja Lu" ucap Kris

"ani aku sudah ijin dan akan menemani Sehun" ucap Luhan santai lalu keluar dari kamar Sehun

"dasar rusa jejadian" gerutu Kris yang hanya mendapat gelengan dari Lay

"K-Kai.. eugh... Kai..." lirih Sehun yang berusaha mengumpulkan tenaganya

Ceklek

"eungh... Kai...Kai..."

"Sehunnie... kau mendengar ku?" tanya Kai yang baru saja keluar dari kamar mandi dan mendengar igauan Sehun. Genggangman tangan Sehun yang digenggamkan mengerat menandakan respon dari yeoja yang sejak kemarin belum sadar itu

"semua berputar Kai" ucap Sehun lemah

"sshh tenanglah disini ada aku" jawab Kai sembari mengelus rambut Sehun.

Sehun terpejam menikmati sentuhan Kai pada pucuk kepala, namun mual lagi-lagi menyerang. Untung Kai sudah sigap sesuai apa yang diajarkan Baekhyun dan melihat apa yang dipraktekkan Luhan dan Lay semalam jadi Kai bisa mengatasi mual Sehun.

"apa masih pusing?" tanya Kai pada Sehun yang masih memejamkan matanya

"huum" jawab Sehun pelan

"pejamkan mata mu dulu ne, aku akan mengambilkan sarapan dan memanggil Lay" ucap Sehun yang hanya dijawab anggukan pelan

... an Eye Symbol...

Unkown Place

"jadi dia sudah bangkit dengan mengalahkan Luna? Sepertinya kita harus memikirkan rencana lain Ratu" ucap sosok lain kepada sosok berjubah.

"yang mulia Ratu saya ingin melaporkan sesuatu" ucap sosok namja dengan pakaian Khas pengawal

"apa yang ingin kau laporkan?" tanya sang Ratu

"saya menemukan cara untuk memisahkan Kai dan Sehun tanpa harus kita ikut bercampur tangan. Kita bisa memanfaatkan manusia untuk mengecoh mereka dan sebaiknya kita fokus pada pencarian perpustakaan legendaris itu" ucap sosok tadi

"lalu siapa manusia yang ingin kau manfaatkan?" tanya Sang Ratu

"Choi Minho, Lee Donghae, Im Yoona, Tiffany Hwang" jawab sang pengawal

"lalu apa rencana mu?"

... TBC ...

Huuf... maafkan Wuwu ne lama updatenya dan gak memuaskan..
ini karena leppy kesayangan Wuwu bolak balik masuk RS dan Wuwu lupa naruh draft ini dimana huuuhuuuu

Feel buat nulis ini sebenarnya ilang sih gegara kangen sama suami botak Wuwu yang di China sedang mencari kitab suci. Makanya jadinya kek gini huuuhuuu

Makasih yang udah voment dan