That Man From My Past
Chapter 4 ( That's You)
Summary :
Luhan seorang psikolog muda dengan masa lalu kelam dihadapkan pada bagian masa lalunya dalam sebuah jamuan makan malam yang dibuat oleh kekasihnya yang kaya.
Oh Sehun playboy paling ulung dihadapkan pada mantan suaminya yang paling dibencinya pada jamuan makan malam dari kolega bisnisnya.
Main Pair : Luhan, Oh Sehun ( Yaoi )
Other Cast : All member EXO, Stephanie Jung, Kevin Kim, Min Ha Ri, Oh Hye Jin
Rated : M ( For Dirty Talk )
P.S ( Dirty Talk disini bukan hanya pembicaraan mengenai sex tetapi kata-kata kotor )
Kalau nggak suka jangan dibaca dan saya nggak terima bash, silahkan berikan review yang membangun.
Saya sudah peringatkan, ini ff BoyxBoy jadi jangan menjadi orang bodoh dengan meninggalkan komentar yang berisi bash dan jika tak suka langsung klik exit dipojok kanan.
Setelah selesai menjenguk sang Ayah yang masih terbaring lemah Sehun mengajak langkah kakinya menuju ke ruang dokter Kim. Di bukanya ruangan itu seketika bau obat dan aroma citrus tercium semerbak di dalam ruangan. Dokter wanita paruh baya itu terlihat sibuk membolak-balikkan catatan pasien nya. Ketika Sehun duduk di hadapannya pun wanita paruh bayu tak menoleh hanya untuk sekedar menyapa nya dan hal itu membuat Sehun berdecak kesal.
" Imo " Panggil nya tapi tak ada sahutan.
" Imo " Sekali lagi tak ada sahutan. Kepala Sehun sudah hampir mendidih karena nya dan dengan kurang ajarnya-
" IMO! " ia berteriak jengkel. Wanita paruh baya itu membanting pena nya dengan kesal dia atas meja. Mata tua yang dilapisi oleh kaca mata itu mendelik tajam pada Sehun sedangkan yang di tatap seketika terdiam dan dengan hormat menaruh kedua tangannya di atas pangkuan lengkap dengan kepala yang menunduk.
" Aku bilang jangan berbicara padaku apabila kau masih bermain wanita kan? " Tanya Kim Hye Sun. Mata nya mendelik kejam dan bengis. Sehun pun seketika ciut seketika. Dalam hidupnya ini hanya dua wanita lah yang paling ditakutinya yaitu Ibu nya dan saudara ibunya. Wanita itu tak akan segan untuk menarik kupingnya hingga memerah-jelas bukan itu yang ditakuti oleh Sehun- tetapi hal itu dilakukannya di depan umum dan jelas itu merusak imaj nya.
" Kau benar-benar tak jera. Imo merasa pusing setiap mengetahui kelakuan bejat mu yang tak pernah berubah. Berhentilah Sehun-ah atau kau akan menyesal dikemudian hari, aku juga tak ingin mendapat cucu dari wanita jalang yang kau temui di club setiap malam " Seperti biasa Hye Sun akan memulai petuah nya yang mungkin hanya didengarkan melalui telinga kanan lalgu keluar begitu saja melalui kuping kiri. Nyatanya nasehat Kim Hye Sun tak pernah benar-benar di lakukan oleh pria Oh itu dan hal itu kadang membuat Hye Sun mendidih panas.
" Iya Imo aku mengerti " Hye Sun akan melemparkan vas bunga di meja nya ketika melihat ekspresi Sehun ketika mengatakan hal itu. ' Ingat dia keponakanmu ingat…ingat jangan sampai kau membunuhnya disini ' sambil mengurut dada ia menggumam di dalam hati.
" Jadi ada perlu apa kau kemari? " Tanya Hye Sun. Sehun terdiam sebentar kemudian menatap kosong kepada meja dihadapan nya. Hye Sun tertegun melihat ekspresi yang sama. Ekspresi Sehun ketika mendapati ayah nya hampir sekarat dan ibu nya mati dihadapan nya sendiri.
FLASHBACK
" Luhan…sayang kau dimana? " Sehun melepas sepatu pantofel nya dan menggantinya dengan sepasang sandal rumah yang beralas tipis. Menuju dapur Sehun kemudian menyapukan pandangan mata di dalam area rumah.
" Mengapa sangat sepi " Gumam nya. Sehun bergidik acuh, mungkin ayah, ibu dan Luhan berada di kamar yang berada di lantai atas. Ia menaruh buah-buahan hasil rengekan suami mungil nya tadi. Mengingat pria mungil itu entah kenapa membuat semangat Sehun naik drastis, apalagi mala mini harusnya menjadi malam dimana Luhan melakukan tugas nya sebagai seorang Bottom dari Tuan Muda Oh Sehun-tak peduli bahwa ia sudah menggarap pasangannya kemarin hingga Luhan bahkan tak bisa berdiri karena merasa ngilu dengan pinggulnya. Bahkan lelaki mungil itu mengumpati Sehun yang dengan seenak nya kembali 'melahap nya' dipagi hari.
" Luhan I'm coming "
Sehun bersenandung senang senyum miring tercetak di jelas di bayangan nya ah dan jangan lupa bayangan tubuh Luhan yang pasrah dibawah tubuhnya pasti sangat menggiurkan. Pria Oh muda itu menyerngit melihat bercak darah di tembok di dekat tangga menuju ke lantai dua mansion keluarganya. Perasaan Sehun mulai tak terasa enak saat melihat sekilas bayangan sosok di dekat tangga, dan saat mendekati nya tubuh Sehun tiba-tiba membeku dan aliran darah serasa berhenti mengalir saat itu juga.
" Ap…pa….Ap…pa.." Tergugu pria 25 tahun itu jatuh berlutut dengan sisa tenaga ia merangkak menuju sesosok tubuh yang terbuju kaku itu. Sehun lagu-lagi harus dibuat mati saat melihat tubuh ibu nya yang berlumuran darah. Tergugu ia mendekati sosok itu dan memangkunya di paha.
" Eom…..ma…ire..ona. Eomma " Dengan berurai air mata ia mendekap tubuh ibunya itu. Sehun nyaris gila saat itu ketika mengetahui tubuh ibunya sudah dingin bak sebongkah es. Sehun terdiam saat merasakan benda dingin menyentuh puncak kepala nya. Ia menengok ke atas dan menemukan Luhan-suami mungil yang ia cintai mengacungkan handgun ke arahnya.
" Bagaimana? Apakah aku memberimu sebuah kejutan sayang? " Tanya nya sambil tersenyu miring. Luhan menarik pelatuk dan mendekatkan nya ke kepala suaminya sendiri.
" Bagaimana rasanya melihat ibu dan ayah mu terbujur kaku? Oh betapa indah nya warna merah di tubuh rusak itu dan sebentar lagi kau akan menyusul mereka. Tapi aku tak akan melakukan nya saat ini karena- " Luhan mendekatkan tubuhnya hingga sejajar dengan telinga kanan Sehun " Aku ingin melihat mu menderita sayang " Luhan menjauhkan tubuh nya dan tersenyum miring. Sehun tertegun dan melamun kosong saat pria Lu itu menjauh dari ruang tamu menuju pintu keluar.
FLASHBACK END
Luhan masuk ke dalam kamarnya. Hal pertama yang didapati olehnya adalah keadaan gelap gulita. Ia bahkan harus meraba dinding untuk menyalakan saklar lampu. Langkah kaki nya yang ringkih membawa nya melintasi kamar dan menuju lemari pakaian dimana ia meraba kembali dan membuka laci dibagian atas lemari dan mengeluarkan handgun.
" Hai sayang. Kita bertemu lagi. Kali ini aku akan membunuh target selanjutnya " Luhan tersenyum miring.
" Kali ini aku pasti akan membunuhmu, tunggu saja hingga hari itu tiba "
T
B
C
Mian aku lambat banget nge post ini. Aku sempet hilang kontak ama kak ai jadi nya aku nggak bisa bulan kemarin( eh tahun kemarin ). Maaf banget yah aku merasa bersalah buat yang masih nunggu kelanjtan cerita gantung ini
Chapter ini pendek soalnya cuma menceritakan asal masalah hunhan nantinya.
And the last Salam 520 and BELIEVE IF YOU WANNA BELIEVE
Karena kalian nunggu aku jadi semangat buat nge post,, maaf kalau misalkan chap 5 bakalan lama, karena aku belum punya file nya. Ayu lagi sibuk dengan tugas dan aku lagi sibuk dengan kerjaan. RL benar-benar menyebalkan belakangan ini.
Terimakasih untuk kalian yang masih mau nunggu kami melanjutkan ff ini. Ini hadiah untuk kalian.. */diantara koreksian tugas matematika siswa yang menggunung
