Tittle : Obay's Fault

Main Pair : KaiHun / HunKai / SeKai / UkeSehun

Warning : PWP! / NC-21

.

"Sehun!" Chanyeol tiba-tiba berteriak dan melesat mendekati tubuh Sehun. Sehun menoleh dengan wajah innocent dan juga air mata yang masih mengalir di pipinya.

"Apa hyung?"

Chanyeol mendekatkan tubuhnya dan membisikkan Sehun sesuatu sebelum menepuk pundak maknaenya pelan.

"Semoga berhasil!" Seru Chanyeol mengacungkan jempolnya.

Sehun terdiam memikirkan perkataan Chanyeol namun perlahan ia mengangguk. Tak lama, ia beranjak keluar dan berjalan memasuki kamar Kai.

.

.

.

Sehun menutup pintu kamar Kai dengan perlahan kemudian ia berjalan menghampiri kekasihnya yang kini sedang tertidur. Sehun dengan takut-takut mendekatkan tubuhnya ke ranjang king size milik Kai dan menaikinya dengan gerakan lambat, takut mengusik Kai.

Ia tahu bahwa kekasihnya tidak tidur, hanya menutup matanya saja. Ia sentuh lengan Kai dan mengusapnya lembut.

Bukannya menikmati sentuhan yang di berikan Sehun justru Kai menampis lengannya dan bergerak membalik tubuhnya menjadi membelakangi Sehun. Sehun mengerucutkan bibirnya kesal kemudian menarik-narik kaos Kai agar kekasihnya itu mau bangun.

"K-kai, bangun.."

"..."

"K-kai m-mianhae, aku memang teledor karena membuat Obay menghilang dan ia jadi tercebur di got jelek itu.."

"..."

" t-tapi, soal bulu itu.. tadi Suho hyung menyuruhku menyukurnya saja karena ia bilang bulu Obay sudah rusak karena terkena air selokan yang kotor. Air-air itu menempel di bulunya dan tidak bisa dibersihkan.."

"..."

Sehun mengerutkan kening karena Kai tidak meresponnya sedikitpun. Ia memutar bola matanya dan menggembungkan pipinya kesal.

"Ya, Kai!"

Andai saja Kai bangun saat ini dan melihat bagaimana ekspresi yang ditunjukkan Sehun, pasti Kai sudah melumat bibirnya habis-habisan. Sayangnya Kai masih keras kepala dengan tetap berpura-pura tertidur dan tidak menghiraukan Sehun.

Sehun tidak kehabisan akal. Ia berdiri kemudian berpindah tempat menjadi berbaring tepat di sebelah Kai. Kai mengerutkan keningnya kesal karena merasa terusik dengan kehadiran Sehun namun ia tetap tidak membuka kedua matanya.

Sehun memiringkan tubuhnya berhadapan dengan Kai dan dalam diam ia perhatikan bagaimana Kai tertidur.

Tertegun, Sehun kemudian tersenyum manis saat menatap wajah damai milik hyungnya ini.

Tangan kanannya bergerak naik menelusuri wajah Kai. Pertama-tama, ia sentuh hidung Kai dengan jari telunjuknya. perlahan jarinya berpindah ke pipi kiri Kai kemudian mengelusnya lembut.

Karena gemas, Ia menusuk-nusukkan ujung jarinya di pipi Kai dan terkikik geli.

"Hentikan, baby.." Gumam Kai merasa terusik tanpa membuka matanya sedikitpun.

Sehun berhenti dan membulatkan matanya. "Eo? Kai? Kau sudah bangun? Kau tidak marah padaku kan?"

Kai tidak menjawab pertanyaan Sehun dan terus pada posisinya.

Lama-lama Sehun jadi kesal karena Kai masih juga menghiraukan dirinya.

"Aku mau tidur, jangan ganggu aku. Lebih baik kau keluar dulu.." ujar Kai yang hendak membalikkan badannya namun di tahan oleh Sehun dengan cepat. Dengan terpaksa Kai membuka matanya kemudian melihat Sehun yang kini sedang menatap wajahnya dengan sangat lekat.

Kai mengernyit heran, pasalnya Sehun tidak pernah menjadi seperti ini. "baby?"

"..."

Tidak ada jawaban.

Sehun terus saja menatap mata Kai tanpa beralih sedikitpun. Kai yang heran berusaha bangun namun tubuhnya ditahan oleh lengan Sehun sehingga ia kembali terhempas di ranjangnya.

"Ya—!"

Ahh!

Tanpa diduganya, sehun menaiki tubuh Kai dan menidurkan kepalanya di dada bidang milik Kai. Kai terdiam dan mencoba melihat wajah Sehun namun tidak bisa.

Sehun kemudian mengusap-usapkan wajahnya di sekitar perut Kai dan mencoba melepas kaosnya sendiri.

"Baby...kau kenap—aahh!"

Kai mendesah karena Sehun dengan tiba-tiba menggesek-gesekkan badannya diatas kejantanan milik Kai yang masih tertutupi celana. Kemudian, dengan keberanian yang cukup, ia menggoda Kai dengan memainkan kedua nipplenya sendiri dan memelintirnya pelan kemudian mengeluarkan erangan tertahan yang membuat Kai semakin ereksi.

Ia bisa merasakan kejantanannya menegang dan terasa sesak di bawah sana.

"M-mhh...K-kai..! ahhh...!"

SHIT

Kai dengan cepat membalikkan tubuh mereka sehingga ia menindih Sehun.

Sehun tersenyum manis kemudian sengaja menjilati bibirnya dengan sensual. Tangan Sehun kemudian bergerak ke arah bawah dan mencoba mengelus kejantanan Kai dari luar.

"Kai.. M-mhh, s-sentuh tubuhku..." Desahnya tertahan.

Kai tidak bisa berpikir apapun lagi. ia raih dagu Sehun kemudian melumat bibir merah itu dengan liar. Bibirnya menekan kedua bibir Sehun sementara tangan kanannya mencoba menggoda nipple Sehun yang sedikit memerah karena ulahnya sendiri.

Ia cubit kedua nipple Sehun secara bergantian membuatnya menjadi tegang dan berwarna sedikit kemerahan. Sehun mengerang pelan saat ciuman mereka terlepas namun di gantikan dengan desahan erotis ketika lidah Kai bergerilya di kedua nipplenya.

Kai berkali-kali menjilat nipple kanan milik Sehun dan sesekali menyedotnya kuat.

"Anhh..mmhh...ahh...ahh...a-aakhhh..."

Sehun memejamkan matanya mencoba merasakan bagaimana lidah basah Kai menyedot kuat nipplenya dan membuat kejantanannya semakin sesak di dalam kurungan celana.

Sehun bergerak. Ia gesekkan kejantanannya dengan kejantanan milik Kai yang masih sama-sama tertutup celana dan menggerakkan pinggulnya pelan.

"Ahhh...!" Sehun kembali mendesah saat merasakan bagaimana kedua kejantanan mereka saling bergesekkan.

Dengan tidak cukup sabaran, tangan Sehun bergerak mencoba membuka celana milik Kai namun usahanya gagal karena Kai menjepit tangannya dengan kedua paha. Sehun mengerang protes namun hanya dibalas seringaian dari Kai.

"Ada apa denganmu hari ini? Merayuku agar bisa memaafkanmu, hm?" Kai bertanya dengan nada menggoda. Tubuhnya bergerak kebawah dan berhenti tepat di depan selangkangan Sehun.

"K-kai..." Sehun hanya bisa menahan dirinya saat Kai menekan kejantanan Sehun dengan tangan kirinya dan mengelus paha dalam Sehun membuatnya refleks mengangkat pantat agar kejantananya yang masih tertutup celana bisa bersentuhan dengan wajah Kai.

"Kurasa kau harus menerima hukumanmu terlebih dulu, baby..."

Kai melepas celana Sehun dan melemparnya kesembarang arah. Kini Sehun sudah sepenuhnya telanjang. Kai mencoba menahan hasratnya untuk tidak langsung menyerang Sehun dan melesakkan kejantanannya di dalam lubang hangat milik Sehun saat melihat bagaimana tubuh telanjang Sehun yang begitu seksi dan juga wajah Sehun yang saat ini sedang menatapnya dengan pasrah. Seolah meminta agar dirinya segera menyentuhnya.

kai mengusapkan jari jari-nya di sekitar paha Sehun dengan gerakan menggoda. Ia bergerak semakin kedalam dan memainkan jarinya di sekitar hole merah milik Sehun tanpa sedikitpun mencoba memasukkan jarinya.

"Nghh...please...kai...nghh...a-ahh...aahh..!"

Kai mendekatkan wajahnya pada kejantanan Sehun dan menjulurkan lidahnya kemudian menjilat pelan ujung penisnya membuat Sehun menggelinjang kegelian. Kai terus saja memainkan lidahnya pada lubang kencing Sehun tanpa berniat untuk mengulumnya. Sementara itu tangannya masih bermain-main di sekitar hole Sehun yang berkedut.

Sehun mati-matian menahan hasrat nya saat Kai terus saja menggodanya dan menyiksanya seperti ini. Tangannya bergerak meremas rambut belakang Kai dan menekannya bermaksud agar Kai segera mengulum kejantanannya yang sudah menegang sempurna.

"A-ahh..! Kai...mhh... suck it, please! O-ohh..." Lenguhannya membuat Kai semakin susah menahan hasrat panas dalam tubuhnya. Ia melepaskan jilatannya kemudian merangkak menaiki tubuh Sehun dan mendapat erangan protes dari kekasihnya karena kenikmatan yang justru tiba-tiba menghilang.

Namun erangan protes dari Sehun dengan cepat digantikan dengan lenguhan tertahan karena Kai dengan liar memasukkan lidahnya ke dalam mulut Sehun dan menyesapnya kuat. ia memainkan lidahnya untuk membelit lidah Sehun dan sesekali menggigitnya kecil agar Sehun membalasnya.

"Eungh..mphhh...nghhh...K-kai...mphh!"

Tangan Kai bergerak meremas kuat sepasang paha mulus milik Sehun. Jari-jarinya ia gerakkan dengan sentuhan menggoda yang membuat Sehun semakin menggila.

Berkali-kali Sehun mengerang frustasi karena Kai tidak juga memasukkan jarinya dan itu membuatnya semakin kesal.

"A-aahhh mpphh!"

Sehun tersentak karena tiba-tiba jari tengah Kai masuk kedalam lubang sempitnya tanpa aba-aba terlebih dulu. Ia refleks menyempitkan holenya dan membuat Kai seolah merasa jarinya sedang dipijit kuat.

Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika kejantanannya-lah yang berada di dalam hole sempit Sehun. Pasti sangat nikmat.

Ia gerakkan jari-nya keluar masuk agar hole Sehun sedikit terbuka dan cukup saat kejantanannya masuk nanti. Sementara itu ciumannya turun ke leher jenjang Sehun dan menjilatinya disana.

Ia menghisapnya kuat-kuat sampai tercipta tanda kemerahan di leher Sehun. Ia melirik kekasihnya yang saat ini sedang terpejam dengan mulut sedikit terbuka dan saliva yang menggantung membuatnya berkali lipat terlihat sangat seksi.

SHIT! Batin Kai.

"Nghh...! A-aaah... ahhh... Kai... N-nghhh...!"

Sehun ikut bergerak berlawanan arah saat jemari Kai semakin cepat menusuk lubangnya. Kai menambahkan dua jarinya di dalam lubang Sehun dan menggerakkannya dengan tempo yang semakin cepat membuat Sehun menggila dalam kenikmatan.

"Kai...! Kai...!A-aaahhh...aakkh...N-nghhh...a-aku...O-ohhh ...!" Desahan demi desahan meluncur memenuhi ruangan yang semula sepi itu.

"...O-ooh...oohhh... Ya...ya...Disitu! N-nghh...Kai...!" Kai menyeringai saat menemukan titik prostat Sehun dan menusuknya berkali-kali. Sehun membuka pahanya lebar-lebar dan menggerakkan tubuhnya maju mundur seiring dengan percepatan jari Kai di dalam lubangnya. Sehun menggigit bibirnya kuat saat kenikmatan semakin mendekatinya.

Dengan gerakan cepat, Kai menusukkan jarinya dalam prostat Sehun kuat beberapa kali kemudian—

"N-nghhh...ngghh...Kai...A-aaahhhhhhh~~!" Tubuh Sehun melengkung keatas bak busur panah yang siap melesat. Cairan kental berwarna putih susu memuncrat di perut Kai dan melumer keatas perut mulus Sehun.

Tubuh Sehun menggelinjang hebat saat orgasme pertamanya datang. begitu nikmat sampai ia tidak sadar bahwa sedari tadi bibirnya sedikit terbuka disertai beberapa saliva miliknya dan Kai yang menggantung di dagunya.

"H-hah...hah..." Napasnya menjadi tidak karuan.

Sehun menatap Kai yang berusaha membersihkan sperma Sehun diperutnya dengan tatapan sendu.

"K-kai..."

.

.

.

TBC.

Apa updatenya terlalu cepat? XD

Anyway, thanks for bbuingbbuingaegyo, xxx, barbieLuKai, Ayupadma28, sweetyhaehyuk, nhaonk, BaekYeoleuuu, YoungChanBiased, SehunBubbleTea, chuapExo31, nicerindi, Cho Ai Lyn, miszshanty05, Glux99, diyas, marvinaoct, Jjongie Chaca Yixing, ayanesakura chan, dan Mir-acleKim yang sudah bersedia mereview. Maaf belum sempat membalas review karena saya harus melanjutkan FF saya yang satunya, Flux.

Sampai bertemu di Chap selanjutnya.

Review?