*Huhan SeRaXi present.
Previeous:
BRAKKK...
Luhan pingsan setelah menyaksikkan adegan keduanya, dan kedua sejoli yang sehabis bercinta tersebut juga terkejut dengan kehadiran orang lain secara tiba-tiba.
Damn! Iam manly Oh Sehun!
Cast: Hunhan and other
Rate: T-M
Genre: Yaoi only
"Eunghh.."
Luhan menggeliat setelah bangun dari tidurnya, retina nya menangkap bayangan sebuah kamar asing baginya, aroma masakan yang begitu sedap melewati idera penciumannya, dan juga kain basah yang menempel pada dahinya. Tunggu, dimanakah ia?
"Eohh.. kau sudah bangun?"
Sesosok namja dengan tinggi diatas rata-rata dan juga memiliki telinga yang lebar, sebentar! ia pernah melihat namja ini tapi kapan? Tiba-tiba pikirannya menerawang ke kejadian tadi sore yang...
"Kyaaaaa!"
Luhan menjerit histeris, ia memeriksa seluruh tubuhnya, syukurlah ia masih berpakaian lengkap dan Umhh.. bau apa ini? Sepertinya ia kenal dulu ketika bermimpi basah. Ouchh.. Luhan tak habis pikir bahwa namja di depannya ini sangat menjijikkan.
"Kau sehat?"
Dan dengan bodohnya Chanyeol menyentuh kening Luhan untuk mencek suhu tubuhnya,segera ia hempaskan tangan Chanyeol dan buru-buru ke kamar mandi.
Brakkk...
"Kyaaaa! Aku bisa gila!, astaga ada apa denganku? Kenapa disini sama saja?" Luhan menghentakkan kakinya kesal, ia tak habis pikir bahwa hari pertamanya di Korea mendapat sebuah tontonan gratis dari sepasang Gay yang tengah bercinta.
Luhan menyandarkan dirinya ke tembok, tiba-tiba kepalanya berdenyut nyeri, ia memijat kedua pelipisnya dengan kedua jarinya dan memutar air dari shower untuk menenangkan diri.
Seusainya mandi Luhan keluar menggunakan pakaian lengkapnya, mulai sekarang ia harus berhati-hati apalagi ketika mandi dan ganti baju, mungkin saja Chanyeol itu tipe orang yang mudah terangsang dengan lelaki yang katanya cantik itu dan kejadian sore tadi merupakan tanda Bahaya darinya.
"Heii- Luhan, kemarilah! Makanannya keburu dingin" Chanyeol melambai pada Luhan
Luhan duduk disalah satu kursi meja makan dan ia mengamati makanan itu lekat-lekat. 'apa mungkin jika aku makan masakannya akan tertular virus gay juga?' batin Luhan dalam hati, ia memandang kearah Chanyeol yang sama menatapnya bingung dan ia urung memakannya.
"Aku baru sehari pindah disini, jadi aku tidak terbiasa makanan korea" Bohong Luhan
"Ohh.. itu tadi masakan pacarku. Baiklah, kalau kau tidak mau aku akan membuangnya" Chanyeol hendak mengambil piring berisi bubur tersebut namun Luhan menahannya
"Pacarmu? Apa dia yang tadi sore bersamamu?" Luhan memastikan
"Nah.. itu kau sudah tahu" Chanyeol berujar santai
"JADI KAU JUGA GAY!" pekik Luhan histeris
"Heii kecilkan volume suaramu itu" Chanyeol mengusap kedua telinganya "Memangnya kenapa? Bahkan sebagian besar namja disini juga sepertiku"
Luhan mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih, Luhan merutuki keputusannya dalam hati. Sekarang ia sendiri yang tengah terjebak dalam lingkungan yang kotor, ohh... Baba dan Mama tolong selamatkan Luhan.
"ckck sepertinya kau takut padaku ya? Tenang saja, aku hanya terangsang jika melihat Baekhyun" Chanyeol membisikkan kalimat terakhirnya ditelinga luhan dan sukses membuatnya bergidik ngeri
"sudahlah, cepat masak makananmu! Kau belum makan sejak tadi" Chanyeol mengingatkan
Shit! Luhan pikir hanya Jepang dan China saja dengan intensitas pria gay terbanyak, dan ia baru tahu jika disini juga sudah mulai mewabah trend pasangan sejenis yang menurut ilmu kesehatan itu Kelainan. Seharusnya Luhan mencari tahu informasi negara ini dulu sebelum menempatinya, tapi Luhan memanglah selalu ceroboh.
Ddrrtt..drtt..
Ponselnya bergetar menampilkan nama Mamanya dalam pesan VideoChat, buru-buru Luhan membukanya dan langsung disembur beribu pertanyaan oleh mamanya
"Astaga Luhan, bagaimana kabarmu disana? Apa kau makan dengan baik?" mamanya tampak pucat dalam layarnya, dan luhan menghela napasnya pelan
"Mama, aku baru sehari disini dan Mama terlihat seperti bertahun-tahun tidak bertemu denganku" komentar Luhan
"Kau kan anak semata wayangku Luhan!" kesal mamanya "bagaimana sekolah barumu apakah menyenangkan?" tanya mamanya
"Biasa saja kurasa..." Luhan merutuki sekolah pilihan babanya
"apa kau tidak nyaman disana? Aku akan mengatakannya pada babamu!" ucap mamanya dengan tidak santai
"Tidak Ma, ini lebih baik daripada sekolahku yang dulu" Jika Luhan mengatakan bahwa sekolah pilihan babanya lebih parah, mungkin babanya akan memilihkan sekolah yang elit lagi dan bisa jadi lingkungannya bertambah buruk
"Ohh syukurlah, Heii-mama ingin melihat teman sekamarmu! Tunjukkan pada mama sekarang Luhan!" pinta mamanya menuntut
"Ni Hao Mama, aku Chanyeol teman sekamarnya Luhan" belum Luhan memanggilnya chanyeol tiba-tiba merebut ponselnya dan berbicara pada mamanya
"Ahh..teman sekamarnya Luhan tampan sekali! Beruntungnya kau nak" ucap mamanya, Luhan langsung berakting muntah dan memaki mamanya dalam hati
"Mama! Aku bisa mengadukanmu pada Baba" Luhan memperingati
"Aishh.. aku kan hanya memujinya, teman sekamarmu itu sepertinya pria yang baik. Chanyeol-ah jaga Luhan baik-baik, maafkan dia jika sering merajuk dan manja padamu. Ia memang sering merepotkan" ucap mamanya
"Ahh tidak kok, Luhan itu mandiri. Hehe " bohong Chanyeol
"Aku tahu kalau kau berbohong Chanyeol!, ini sudah malam, tidurlah Luhan. Mama hanya merindukanmu saja malam ini" mamanya tersenyum
"Baiklah Ma, selamat malam juga" Luhan memberikan flying kiss pada mamanya lalu mengakhiri pesan videochat nya.
"sejujurnya aku ingin bertanya banyak padamu, tapi sudahlah kurasa itu tak penting" Luhan menatap Chanyeol intens dan lawan bicaranya itu hanya mengendikkan bahunya
"Heii-malam ini aku tidur dimana?"tanya Luhan begitu menyadari hanya ada satu ranjang disana
"Tentu saja kita seranjang, Tunggu! Kau berpikir aku akan menerjangmu begitu? Huhh..aku tak semesum itu Luhan"kesal Chanyeol
"Apa kau terbiasa tidur dengan sprei berbau sperma seperti itu? Dan kulihat kamar kita penuh dengan sampah! Aku risih Chanyeol!" Luhan mengacak rambutnya kesal
"Aku bahkan sering meminum sperma baekhyun" Damn! Frontal sekali ucapannya
"Kontrol ucapanmu Park Chanyeol! Kau membuat moodku buruk" Luhan bergegas mengganti sprei kamarnya yang baru, dan merapikannya "Ingat park Chanyeol, jika kau bercinta disini lagi aku takkan segan mengulitimu" ancam Luhan dan Chanyeol sama sekali tak peduli dengan ucapan roomate barunya.
Pagi harinya adalah hari pertama Luhan merasakan sekolah barunya di Korea, ia mengikuti pria paruh baya yang akan menjadi wali kelasnya, kelas yang semula ramai kini menjadi hening ketika sang guru datang dengan Luhan dibelakangnya
"Hari ini kita kedatangan murid baru dari Beijing, ayo! perkenalkan dirimu"
"Aku Xi Luhan, siswa pindahan dari Beijing. Senang bertemu kalian" Luhan membungkukkan badannya
"Keahlianmu di bidang seni apa?" tanya salah satu temannya
"Aku lebih condong ke menyanyi" Luhan tersenyum menanggapi
"Lalu Cita-citamu?" timpal lainnya
"Aku ingin menjadi manly" jawab Luhan tegas
Krikk...Krikk...
Seketika hening setelah mendengar jawaban Luhan, lalu disusul dengan tawa riuh seisi penghuni kelas termasuk sang guru, Luhan dengan kesal menggebrak salah satu meja
"HEYY JIKA AKU MASUK DISEKOLAH INI JELAS-JELAS AKU INGIN JADI PENYANYI!, Kenapa masih bertanya eoh?" Luhan terengah diakhir kalimatnya
"Luhan, kau adalah laki-laki. Aku baru pertama kali mendengar jika ada laki-laki yang tidak mengakui bahwa dirinya manly ckck" sahut seorang yeoja, dan seluruh murid kembali tertawa
"Hentikan!" setelah sang guru berucap, suasana hening kembali "Luhan hanya ingin membuat lelucon dihari pertamanya, Kau duduklah!" perintah sang guru dan Luhan menurut, dalam hati ia sedikit membenarkan ucapan sang guru walau sebenarnya yang ia katakan termasuk kejujuran
"Kalian mengenalnya?" bisik salah seorang siswa namja bername tag Oh Sehun
"Dia rommate ku boss" sahut Chanyeol
"Tumben kau meladeni siswa baru?" timpal Kai
"Cks.. Kurasa dia menarik" ucap Sehun dengan sorotan tajamnya yang terus memperhatikan Luhan
"Tapi dia normal boss, kemarin dia pingsan saat melihatku sehabis bercinta dengan Baekhyun" bisik Chanyeol
"Mwo!" Kai yang mendengar bisikan itu mendadak terkejut
"Heuhh.. namja sepertinya lebih pantas jadi penerima" ejek Sehun
"KALIAN BERTIGA KELUAR DARI KELASKU SEKARANG!" bentak sang guru yang sedari tadi memperhatikan 3 sekawan tersebut yang terus berbicara tanpa memperhatikan materi yang diajarkannya, dan tanpa dosa sedikitpun mereka berdiri dari bangkunya dan berjalan keluar dari kelas
Di jam istirahatnya, Luhan menghabiskan jam makan siangnya sendirian. Ia takut jika berteman dengan siswa disini setelah mengetahui penyimpangan rommatenya yang membuatnya waspada. Sambil makan ia terus mengamati Chanyeol, jika ditelaah secara detail Chanyeol itu hampir mendekati sempurna. Tubuhnya yang tinggi tegap serta wajahnya yang lumayan tampan, sangat disayangkan jika ia seorang gay.
Luhan berdecih setelahnya, jika saja ia bisa melakukan apapun mungkin ia akan menukar raganya dengan Chanyeol agar banyak wanita yang menggemarinya bukan pria menjijikkan yang setiap hari selalu meneriaki namanya.
Luhan tersadar dari lamunannya ketika ia hendak menyendok nasinya namun sudah tidak ada apapun di nampannya, ia menoleh kesamping dan terkejut ketika mendapati Chanyeol tengah bersendawa setelah menghabiskan jus nya pula
"Yakkk! Punyaku kau makan juga eoh?" protes Luhan tak terima
"Habisnya kau melamun sih ckck" Ucap Chanyeol tanpa dosa
"Aishh pergi kau! Dasar gay menjijikkan"sarkas Luhan
"Daripada kau, bermuka cantik tapi mengaku manly, week" balas Chanyeol sambil menjulurkan lidahnya
"Aishh kau ini.." Luhan menarik telinga Chanyeol karena telah mengucapkan kata Laknatnya
"Yaakk! Sakit babo" ringis Chanyeol
"Aku kesini hanya ingin menemanimu Lu, kulihat kau sedari tadi terus memperhatikanku, Wae? Atau jangan-jangan kau.." Chanyeol menunjukkan smirknya
"Sudah kubilang aku Normal, idiot!" teriak Luhan
Sedangkan diujung sana Kai dan Sehun terus memperhatikan mereka, sejak awal kai tertawa hingga terpingkal-pingkal melihat reaksi Luhan ketika digoda oleh Chanyeol, sedangkan Sehun? Huhh.. tak ada yang bisa membaca ekspresinya, patut diakui jika Chanyeol itu si tukang jahil yang suka memancing amarah orang lain.
Sebenarnya Chanyeol kesana karena perintah Sehun, ia hanya ingin membuktikkan ucapannya tentang kebenaran bahwa Luhan bersikeras mengatakan dirinya normal, dan perlu diketahui pula bahwa Sehun juga sangat jengkel karena Luhan terus memperhatikan si tiang listrik itu.
"Astaga Sehun hahaha... bukankah dia terlihat menggemaskan jika seperti itu" komentar kai sambil memegangi perutnya yang mulai kram karena terlalu sering tertawa
"Kurasa dia mudah untuk ditaklukkan" Sehun tersenyum licik dalam hati
Sehun dan 2 kawannya termasuk siswa yang bandel, ingat hanya bandel! Bukan brandal yang suka berkelahi. Mereka bertiga memiliki kelainan seksual alias menyimpang dan dari ketiga namja tersebut hanya Sehun yang belum memiliki kekasih, padahal ialah yang memiliki wajah paling bangsat diantara temannya, alasannya simple... hanya karena belum menemukan yang pas.
Bel tanda masuk bergema diseluruh ruangan, para siswa berbondong-bondong mulai meninggalkan kantin termasuk Chanyeol dan Luhan yang terus bertengkar tanpa henti.
Pelajaran selanjutnya adalah kelas menari, Luhan diarahkan kesebuah ruangan dengan kaca besar yang mendominasi disetiap sudutnya, sebelumnya mereka telah berganti pakaian dengan kaos casual yang nyaman untuk digunakan menari
"Baiklah sebelum kita mulai pelajaran hari ini, mari kita pemanasan terlebih dahulu" ucap sang guru dan setelahnya para siswa tersebut mulai mengambil tempat
"Astaga! Lihatlah lengan kekar Chanyeol uhh... menggairahkan sekali ketika ia menggunakan kaos tanpa lengan" samar-samar Luhan mendengar bisikan para yeoja dibelakangnya, ia menoleh kebelakang dan terheran-heran karena perhatian para yeoja tersebut fokus kearah lain
Luhan mengikuti arah pandang mereka, disana terlihat Chanyeol dan kedua temannya tengah melakukan pemanasan sendiri, sungguh Luhan sangat iri. Kenapa pria gay seperti chanyeol malah digilai wanita?
"Pemanasan selesai, hari ini aku‑" ucapan sang guru terpotong karena getaran ponselnya
Ddrt..drrtt
"Yeoboseyo... ahh nde sajangnim...arraseo"
"Hari ini aku ada urusan mendadak, untuk materi kali ini aku mempercayakannya pada Sehun, Kai, dan Chanyeol yang sudah ku ajari sebelumnya. Jika ada materi yang tidak kalian pahami, kalian bisa menanyakannya padaku di pertemuan selanjutnya" Jelas sang guru
"Ndee saem..." jawab para siswa serempak, setelahnya sang guru tersebut keluar dari ruang dance dan posisi guru sekarang diambil oleh ketiga namja bandel itu.
"Hari ini aku akan mempraktekkan yang sudah diajarkan oleh Kim Songsaenim, perhatikan! posisikan tangan kalian seperti ini dan berjalan seirama dengan ayunan tangan kalian lalu melompat kemudian angkat siku kalian ke kiri dan kanan secara bergantian" Jelas Sehun sambil mempraktekkan gerakannya (Bts-fire yang part pertama)
"Hidupkan musiknya Kai" perintah Sehun
Mereka bertiga mempraktekkan gerakan yang barusan diajarkan, para yeoja yang duduk dibelakang Luhan menjerit histeris menyaksikkan tarian mereka.
"Ouchh..lihat bajunya yang tersingkap itu ketika melompat! Astaga aku dapat melihat otot perutnya yang sexy itu" pekik salah seorang yeoja histeris
"Mereka benar-benar mempesona hingga aku rasanya ingin kehabisan darah" yeoja yang satunya terus mengeluarkan tisu untuk mengusap darah yang terus mengalir dari hidungnya
Shit! Luhan mengumpat dalam hati, banyak yeoja yang memekik histeris ketika mereka menari, hell..Luhan juga bisa! Dan ia baru saja mendapat kesimpulan bahwa seorang yeoja sangat tergila-gila pada tubuh atletis namja, lalu ia melirik perutnya sendiri, Damn! sepertinya ia harus berguru pada Chanyeol setelah ini.
Ketika kelas menari telah berakhir, satu-persatu siswa meninggalkan ruangan untuk berganti pakaian, Luhan melirik sejenak kearah 3 sekawan yang tengah berbicara tersebut, ia memberanikan diri melangkah kearah mereka berniat ingin membicarakan sesuatu dengan Chanyeol
"Chanyeol.." panggil Luhan gugup yang sekaligus mengalihkan perhatian mereka bertiga
"Ohh Heii-Luhan, duduklah sini!" tawar Kai, dan Luhan mengambil duduk disebelah Sehun
"Chanyeol-ah aku minta maaf atas kata-kataku tadi" Luhan sedikit berbasa-basi
"Ahh aku tidak menganggapnya serius kok tadi" Chanyeol menggaruk tengkuknya
"Sebenarnya aku ingin bertanya padamu..." Luhan menggantungkan ucapannya "Kau itu makan apa sih?"
"Hehh?" ketiga namja itu tercengang secara bersamaan
"Maksudku, ehm.. begini saat kalian menari tadi, banyak yeoja yang berteriak histeris karena melihat tubuh atletismu" Luhan menjelaskan
"Lalu?" sahut Sehun
"Aku ingin tahu caranya kalian membentuk otot" ucap Luhan
"Kau tanyakan saja pada Sehun" sahut Chanyeol
"Tapi— "
"Bahkan kita punya otot seperti ini karena Sehun juga" timpal Kai
"Kalau kau ingin berguru, belajarlah padanya" Saran Chanyeol
"Aishh... aku kan—" Luhan semakin terpojok
"Memangnya kenapa kalau aku?" Tanya Sehun jengah
"Aku kan tidak terlalu akrab denganmu" jawab Luhan polos
"Aku bisa saja mengajarimu, tapi ada syaratnya" ucap Sehun santai
"Apa syaratnya?" seketika Luhan mengerjabkan matanya
"Kau harus mematuhi semua ucapanku, arra!" Sehun menatap Luhan intens
"Baiklah, aku mau" Sahut Luhan dengan semangat 45 nya
"Bagus, mulai besok kau boleh datang ke gym milik ayahku dan ingat! aku akan menunggumu tepat jam 8 malam. Jika kau terlambat sedetik saja akan kuberi sanksi" ancam sehun
"Nde songsaenim" serah Luhan
Luhan rasanya ingin bersalto ria saat ini, ia sudah tidak sabar menanti esok yang akan jadi hari pertamanya nge-gym, semoga keinginannya kali ini tidak membawa bencana lagi baginya. Dan Sehun? Ia tertawa jahat sekarang, huhh.. siapa juga yang mau meluangkan waktunya hanya untuk mengajari seseorang tanpa dibayar? Dan suatu hari nanti Luhan harus membayar sesuatu pada Sehun.
"Haha... I Got You Luhan!" seru sehun dalam hati
TBC
Hohoho... Sehun sudah muncul dan sebentar lagi petualangan Hunhan akan dimulai :3 setelah chap prolog kemarin author lihat hasil RFF nya seimbang tapi pas lihat grafiknya ternyata masih ada yang jadi siders -_- buat yg udh RFF kemarin mksih ya ^^ dan buat siders mksih banyak juga yg udh nyempetin berkunjung kesini T.T
Eniwei karena sebentar lagi puasa sepertinya FF ini harus hiatus dulu, karena mulai chap 2 sampai seterusnya bakal ada adegan tak pantas :3 author yg juga seorang muslim menghormati bulan suci ini, tapi tenang, author bkal ganti sama ff lain kok yg tentu saja berating T :3 tunggu saja kapan keluarnya ok! ) annyeong...
