*HunHan SeRaXi Present

Previeous:

Luhan rasanya ingin bersalto ria saat ini, ia sudah tidak sabar menanti esok yang akan jadi hari pertamanya nge-gym, semoga keinginannya kali ini tidak membawa bencana lagi baginya. Dan Sehun? Ia tertawa jahat sekarang, huhh.. siapa juga yang mau meluangkan waktunya hanya untuk mengajari seseorang tanpa dibayar? Dan suatu hari nanti Luhan harus membayar sesuatu pada Sehun.

"Haha... I Got You Luhan!" Seru Sehun dalam hati

.

.

.

.

Damn! Iam manly Oh Sehun!

Cast: Hunhan and other
Rate: T-M
Genre: Yaoi only


.

.

Luhan merebahkan dirinya disofa setelah jam sekolahnya berakhir, ia memejamkan mata sejenak sambil mengambil napas

Cklekk...

Pintu asrama terbuka menampakkan Chanyeol yang sama letihnya dengan Luhan, Luhan yang tadinya sedang tiduran di sofa langsung bangkit ketika Chanyeol datang

"Yeol-ah.." panggil Luhan

"Hmm.."

"Menurutmu Sehun itu bagaimana? Apa dia galak?" Tanya Luhan penasaran

"Tidak juga" Chanyeol menggeleng "Malah dengan berbaik hati, ia sering mentraktir kami. Yahh.. kau tau sendiri kan kalau Sehun itu putra dari Oh Siwon yang kaya raya" lanjutnya

"Jadi Gym yang ia maksud adalah milik ayahnya?" Luhan memastikan dan Chanyeol mengangguk

"Dia sering menghabiskan waktunya untuk olahraga, bisa dibilang kalau Sehun itu sudah menguasai Teori-teori yang berhubungan dengan diet atau membentuk otot. Kau tenang saja, walaupun Sehun bukanlah seorang Gym Trainer, tapi ia juga profesional" Jelas Chanyeol panjang lebar

"Woahh.. beruntung sekali kau jadi temannya" sindir Luhan "Arraseo, terimakasih infonya" Ucap Luhan kemudian ia melenggang pergi menuju dapur

Setelah membersihkan dirinya, Luhan mendudukan dirinya dimeja belajar. Ia sedang memikirkan rencana untuk mengubah dirinya menjadi Manly yang sesungguhnya. Ia meraih sebuah note dan menuliskan rencananya

Yang harus diubah dari seorang Xi Luhan

1.Menurunkan berat badan sekitar 3kg

2.Meninggikan badan sekitar 25 cm lagi

3.Membentuk otot perut dan lengan

Ia telah menuliskan tiga poin utamanya, tapi Luhan merasa ada yang kurang, jika yang tadi adalah manly secara fisik maka sekarang adalah manly secara perilaku. Ia meraih ponselnya yang sejak tadi terabaikan dan mulai browsing di internet cara menjadi pria manly

1. Jadilah Pria yang Mandiri

Wanita cenderung menyukai pria mandiri karena mereka menginginkan seorang pria yang dapat memelihara diri dan keluarganya.

2. Penuh Tanggung jawab dan enggan mempermainkan hati wanita

Setiap wanita pasti mendambakan pasangannya bertanggung jawab dalam hal apapun. Dan wanita adalah makhluk yang paling anti dipermainkan perasaaannya.

3. Jangan bersikap Lemah dihadapan orang lain, apalagi Wanita!

Pernahkah anda melihat pria yang mengaku manly tapi karena hal sepele saja ia mudah menangis? Yapss.. menangis itu boleh tapi jika anda seorang pria dan sering melakukannya, sebaiknya anda segera mengubah kebiasaan tersebut.

Luhan menggelengkan kepalanya, sepertinya point terakhir harus ia ingat seumur hidup. Ia akui meskipun sudah 17 tahun tapi terkadang ia masih merengek pada mama nya karena tidak dibelikan DVD dragon ball terbaru, dan mulai sekarang ia akan membuang jauh-jauh sikap manjanya itu.

.

.

.

.

Keesokan harinya Luhan terbangun dengan wajah berseri, semalam ia membayangkan bagaimana rasanya menjadi manly dan malam nanti ia harus pergi ke Gym untuk membentuk ototnya dengan bimbingan Sehun

Begitu Luhan sampai di koridor, ia berpapasan dengan Trio sekawan atau lebih tepatnya Sehun, Chanyeol, dan Kai. Ia berlari mengejar mereka sambil meneriakkan nama Sehun, begitu yang dipanggil berhenti ia menolehkan kepalanya dan menemukan Luhan tengah terengah didepannya

"Sehun, Kau ingat janji kita yang kemarin?" Luhan memastikan

"Jam 8 tepat atau aku‑‑"

"Ya! Aku tau, aku hanya mengingatkanmu agar kau tak ingkar janji padaku"

"Terserah, jika aku tak kunjung melihatmu hingga jam 9, aku takkan pernah memaafkanmu Luhan!" sarkas Sehun dan Luhan bergidik takut

"Kenapa kau jadi marah padaku sih? Ya..ya..ya.. aku akan berusaha untuk datang tepat waktu, tapi sebenarnya aku hanya ingin berterimakasih padamu, Sehun! Kau begitu baik walaupun baru pertama kali mengenalku" Luhan tersenyum 5 jari dengan bodohnya

"Tapi suatu saat kau harus balas budi juga ,Luhan!" Sehun menyunggingkan smirk tipis andalannya lalu pergi membelakangi Luhan dan diekori oleh kedua temannya. Dan Luhan yang memang dasarnya tak peka hanya menganggap hal itu sebagai angin lalu saja.

Luhan berjalan menuju kelas, ia mengehentikan langkahnya sejenak ketika suasana sekolahnya yang dulu dengan sekarang berubah. ketika ia memasuki kelas misalnya, akan selalu ada penggemarnya yang memberikan kado padanya setiap hari, bukannya ia tidak suka dengan yang sekarang, hanya saja ia belum terbiasa. Ahh.. mengingat sekolahnya di Beijing ia jadi teringat LaoGao

Plukk..

Luhan yang tadinya melamun didepan kelas sambil berdiri langsung terkesiap ketika ia merasakan sesuatu menghantam dahinya, ia mengusap dahinya pelan dan melihat seorang yeoja mungil tengah berlari kearahnya

"Mianhae..Luhan, tadinya aku ingin melemparkan spidol ini kearah MinHa. Tapi aku terlalu keras sehingga mengenaimu, maaf ya aku tak sengaja" sesal yeoja yang tertulis di name tag nya Jung Yerin

"Ahh..tidak apa-apa" Luhan menggaruk tengkuknya

"Sungguh?" Yerin memastikan dan Luhan mengangguk

Entah mengapa Luhan menjadi kikuk ketika ia berhadapan dengan gadis itu, ia memang sempat terkesima dengan keimutan gadis yang baru saja meminta maaf padanya dan diam-diam Luhan mulai memperhatikan gadis itu intens

.

.

.

.

.

Setelah melewati KBM yang begitu panjang rasanya, kini Luhan bernapas lega ketika mendengar bel istirahat tiba. Ia memasukkan peralatan tulisnya dan ketika hendak keluar ia berpapasan dengan sang guru yang kebetulan tengah membutuhkan bantuannya

"Heii-nak, bisakah kau mengembalikan buku ini ke perpustakaan?. Aku ada urusan penting yang mendadak" pinta sang guru dan sebagai murid yang baik Luhan menurutinya

"Baiklah Saem, kebetulan aku juga ingin kesana" Luhan tersenyum dan segera mengambil alih tumpukan buku tersebut

"Aku berterimakasih padamu, Xi-Lu-Han" sang guru mengeja name tagnya

"Ya, saya permisi Saem" Luhan membungkuk sopan dan berjalan menuju perpustakaan

Luhan mengamati sebuah gedung yang letaknya tersendiri dari ruang asrama dan sekolah, ruangan ini terlihat besar dengan jajaran rak buku yang mendominasi, ia melangkahkan kakinya masuk dan berhadapan dengan seorang perempuan penjaga perpustakaan, Luhan mendekati meja perempuan tersebut sambil meletakkan buku yang tadinya ia bawa

"Permisi, saya ingin mengembalikan buku-buku ini" Ucap Luhan sopan, dan perempuan tadi langsung membuka buku-buku tersebut untuk mencek data yang tertera di halaman belakang

"Yang meminjam buku ini atas nama Lee Jong Suk?" tanya perempuan itu memastikan

"Ya, beliau menitipkan buku-buku ini pada saya" Luhan menjelaskan dan perempuan tersebut mengangguk

"Baiklah, pengembalian buku selesai. Kau dapat membaca atau meminjam buku disini"

Brukk..

Luhan terkejut ketika ada seseorang yang menabraknya, yeoja itu membungkuk padanya dan Luhan terkejut ketika mengetahui Yerin-lah yang menabraknya lagi

"Mianhae Luhan, aku terburu-buru" Yerin langsung pergi setelah mengucapkan kata maafnya, Luhan menengok kebawah dan menemukan sebuah komik terjatuh tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini, ia mengambilnya dan disana tertera nama Yerin namun tunggu, ia menatap lekat-lekat komik tersebut dan terkejut ketika mendapati komik tersebut adalah komik BL

"Kenapa isinya menjijikkan sekali, huhh.. apa sih bagusnya percintaan sesama jenis itu" sindir Luhan

Luhan tak habis pikir dengan yeoja yang sempat ia kagumi itu, biasanya yeoja akan menyukai komik detective atau novel romantis, dan sungguh ia tak menyangka jika Yerin ini ternyata Fujoshi. Dan Luhan sangat benci dengan hal-hal yang berhubungan dengan gay.

Terlalu lama berkutat dengan pemikirannya, Luhan memutuskan untuk kembali ke kelasnya. Ketika ia melewati halaman sekolah, ia melihat banyak siswa yang mengerubung disana, Luhan penasaran dan ia ikut bergabung untuk melihat lebih jelas apa yang sedang terjadi

"Woahh.. astaga! Lihat! Chanyeol begitu gentle"

"Beruntung sekali Byun Baek itu"

"Ahh.. senangnya jadi penggemar mereka! Hidup CBHS!"

Begitulah komentar para fujoshi yang mengatakan dirinya sebagai fans ChanBaek, dan Luhan sungguh tak percaya, dengan mata kepalanya sendiri ia tengah melihat Chanyeol tengah melakukan French kiss dengan Baekhyun di depan umum

"Mereka telah kehilangan akal sehat" gumam Luhan, ia melirik kesekeliling dan menemukan Yerin tengah mencabut tisunya untuk mengusap darah yang terus keluar dari hidungnya.

"Yerin-ah, Gwaenchanha?" tanya Luhan khawatir, dan Yerin mengangguk

"Astaga! Hidungku terlalu sensitif ketika mereka melakukan skinship" curhat Yerin

"Kau Fansnya?" Luhan memastikan dan Yerin mengangguk semangat

"Tentu saja, mereka sering melakukan skinship yang membuatku mimisan" Luhan menepuk dahinya pelan, astaga! Mimpi apa dia semalam?

"Tunggu, kau bilang mereka sering melakukannya?"

"Hu'um.. bahkan ada diantara kami yang pernah merekam video mereka ketika bercin-, Uhmppt.." Yerin yang hampir keceplosan segera menutup mulutnya

"Rommateku dan kau sama-sama gila" sindir Luhan dan ia menyodorkan komik Yerin yang hendak ia kembalikan tadi

"Ini komik gay mu jatuh tadi" Luhan menekankan kata gay dalam kalimatnya dan ia segera melenggang pergi membuat kerutan di dahi Yerin tercetak jelas

Luhan mengacak rambutnya kesal, ini adalah bencana!, ia terdampar disebuah sekolah yang menganggap hal menyimpang adalah kejadian biasa, hell.. para gay yang tak tahu malu itu mengumbar kemesraannya didepan umum dan yang membuatnya miris, para yeoja-yeoja itu malah mengidolakannya. Huhh..benar kata orang yang mengklaim dunia ini mendekati akhir zaman.

"Sepertinya mengencani gadis disekolah ini adalah pilihan yang buruk" gumam luhan

Dan setelahnya semua berjalan seperti biasanya, kini jam sekolah Luhan berakhir. Ia mengingat janjinya dengan Sehun tadi pagi, segera ia percepat langkahnya menuju asrama untuk mandi dan ganti baju

Luhan mencek kembali penampilannya ketika ia selesai bersiap. Outfit sport warna hitam yang ringan serta sepatu yang matching membuatnya terlihat lebih sporty boy. Luhan tersenyum bangga setelahnya, ia segera bergegas menuju gym walau jam masih menunjukkan pukul 7 malam.

"Chanyeol-ah, aku mungkin akan pulang larut. Tolong kau jaga kamar asrama kita ya" Luhan mengingatkan dan langsung beranjak keluar, sedangkan Chanyeol tersenyum girang setelahnya

"Ayeyy.. aku akan menghubungi Baekki"

.

.

.

.

.

Luhan keluar asrama dengan berjalan kaki, ditengah jalan ia kepikiran sesuatu, tunggu! Jika para gay bisa berbuat seenaknya seperti tadi, apa para BP tersebut tidak menegurnya? Atau jangan-jangan itu memang sengaja dirahasiakan oleh mereka? Ahh sepertinya point kedua lebih masuk akal, ia mengecek jam tangannya dan jam 8 masih lama, akhirnya Luhan memutuskan untuk menuju ruang BP terlebih dahulu.

"Annyeonghaseyo songsaenim.." Luhan masuk ke ruang BP setelah ia mengetuk pintu tadi

"Ahh nde.. ada apa?" sang guru BP yang diketahui bernama Jaejong ini tengah tersenyum kerahnya

"Euhmm.. aku ingin konsultasi saem" Luhan sedikit gugup

"Ohh.. duduklah, apa yang ingin kau konsultasikan?" Jaejong bertanya ramah

"Jadi begini, aku tadi melihat sepasang lelaki tengah berciuman di depan umum dan saem tahu kan kalau itu menyimpang? Tapi kenapa saem tidak menegurnya? Malah warga sekolah disini menganggapnya biasa" Luhan bertanya degan serius

Jaejong tersenyum setelahnya "Kau tahu, setelah dilegalkannya hubungan sejenis banyak siswa disini yang gay maupun lesbi. Kita tidak melarang mereka melakukan skinship hanya saja jika sudah keterlaluan dan mengganggu ketertiban umum, maka aku akan turun tangan"

Luhan melongo setelahnya, belum sempat ia mengajukan protesnya pintu ruang BP terbuka dan menampakkan seorang laki-laki berjas hitam dengan wibawanya berjalan kearah sang guru BP tersebut dan menciumnya

"kenapa kau tak mengangkat panggilanku, Chagi?"

"Yunho-ya, berhenti bermesraan didepan umum! Kau tak lihat ada seorang siswa yang sedang konsultasi?" kesal Jaejong mendorong bahu Yunho pelan

"Araaseo, mian mengganggumu. Kutunggu di mobil ne" YunHo mengecup Jaejong sekali lagi dan meninggalkan ruang BP

"Ahh..suamiku memang manja seperti itu" Jaejong berucap kikuk "Ahh..apa ada yang kau keluhkan lagi? Aku harus segera pulang karena suamiku sedang menungguku" Jaejong mengingatkan

"Pulanglah saem, aku sudah selesai. Gamsahamnida" Luhan membungkuk sopan kemudian berlari meninggalkan ruang BP

"Astaga! Aku benar-benar gila, ternyata guru BP nya pun juga Gay? Heoll.. ini benar-benar lucu! Sekolah ini bahkan lebih parah dari sekolahku yang dulu" Luhan terus mengumpat dalam hati, maksud tujuannya datang kesana agar para guru BP tersebut segera membinasakan siswanya yang menyimpang dan yang membuat Luhan tak percaya adalah suatu fakta bahwa gurunya pun juga menyimpang

Luhan mengecek jam nya, masih kurang 30 menit lagi. Ia melambai pada sebuah taksi dan menaikinya menuju alamat gym yang diberikan sehun tadi siang lewat sms

.

.

.

Sesampainya disana, Luhan disambut oleh seorang perempuan atau lebih tepatnya seperti seorang resepsionis, perempuan itu menyambut Luhan dengan senyum

"Selamat sore, bisa tunjukkan kartu anggota anda?" tanya sang resepsionis dan Luhan menggelang

"Aku baru pertema kali kesini, namaku Xi Luhan"

"Ahh baiklah, Tuan Sehun sudah menunggu anda. Mari saya antar" ucap sang resepsionis itu dan Luhan mengikutinya

Sambil berjalan Luhan melihat kesekelilingnya, ruangan gym yang luas dengan berbagai aneka peralatan fitness tersedia disini, Luhan sedikit bersiul tatkala ia mendapati gadis-gadis dengan pakaian minim tengah berkeringat diatas tredmill, dan ia juga terperangah melihat beberapa lelaki yang dengan gagahnya mengangkat barbel dan memperlihatkan otot tubuhnya yang atletis.

Luhan menghentikah langkahnya saat ia kini sudah dihadapan Oh sehun yang tengah berbincang dengan seseorang sambil menaik turunkan barbelnya, Luhan meneguk ludahnya kasar, pantas saja banyak yeoja yang tergila-gila pada si albino datar itu jika melihat lengannya yang begitu kekar

"Bagus, kau datang tepat waktu rupanya" Sehun tersenyum dan orang disebelahnya itu ikut memperhatikan Luhan

"Dia-kah orang yang kau ceritakan Sehun?" orang disampingnya itu memastikan dan Sehun melakukan wings nya diam-diam

"Ahh.. aku temannya Sehun, Choi MinHo" lelaki itu mengajak Luhan berjabat tangan, Luhan ingin membalas jabatan tangan itu tapi tiba-tiba Sehun menyentak lengan MinHo

"Ayo kita pemanasan dulu, Luhan!" gertak Sehun dengan tatapan tajam dan Luhan menurutinya

Luhan meregangkan seluruh otot-otot tubuhnya, Sehun dengan kejamnya meminta Luhan melakukan Push up 50 kali dan skot jam 50 kali, dan tiap kali Luhan protes maka Sehun akan menambahnya, disaat-saat Luhan terlihat letih maka Sehun akan menyindirnya "Katanya Manly? Pemanasan seperti ini saja sudah mengeluh" dan sindiran Sehun berhasil membuatnya semangat lagi sedangkan Sehun? Ia hanya tertawa melihat tingkah konyol Luhan

"Sehun..aku capek" Luhan merengek dengan nada manjanya setelah melakukan 100 kali push up dan skot jam, Sehun hanya diam dan melempar minuman isotonik padanya

"istirahatlah selama 10 menit, setelah itu kau harus berlatih dengan tredmill"

"Yakk! Daritadi kau menghabiskan waktuku hanya untuk push up dan skot jam, dan sebentar lagi kau menyuruhku dengan tredmill? Heii-Sehun, aku kesini ingin membentuk otot! Bukan menguruskan badan" Luhan berdecak kesal

"Aku pelatihmu dan aku lebih tau soal gym daripada kau!" Sehun menyombongkan diri "Tredmill juga termasuk pemanasan, kau mau mengalami cidera karena kurang pemanasan?" Sehun bertanya balik dan Luhan hanya menghembuskan napas kesal

Dan setelahnya mereka melanjutkan latihan dengan menggunakan tredmill, ini sudah ke-30 menitnya Luhan berlari diatas tredmill dan tiap 5 menit sekali sehun menambahkan kecepatan tredmill tersebut membuat napas Luhan terengah

"Sehun..Jangan ditambah hoshh.. aku lelah bodoh!" Luhan bahkan sudah tak bisa mengatur napasnya

"Protes, maka akan kutambah" dan dengan tak berperi kemanusiaannya, Sehun menekan tombol kecepatan di tredmill tersebut hingga membuat Luhan tepental kebelakang karena tak kuat berlari lagi

"Yakk! Sudah kubilang Oh Sehun" geram Luhan yang mengusap punggungnya setelah terjatuh tadi

"Jadi inikah yang kau sebut Manly eoh?" lagi-lagi sehun menyindirnya

"Brengsek kau Oh sehun" Luhan mengumpatinya

"Lihat! kau tak malu dengan para yeoja yang kini tengah memperhatikanmu? Sungguh! Latihan tredmill saja kau sudah jatuh" Sehun terkekeh setelahnya dan melemparkan handuk kearah Luhan

"Sialan kau bedebah" kesal Luhan dan segera mengusap keringatnya yang mengucur deras

"Heii- kau terlihat kelelahan, setelah ini pulanglah! Aku sudah tahu kemampuan fisikmu dan itu tadi bukanlah pemanasan, melainkan latihan fisik untuk mengetahui seberapa kuat dirimu. Dan aku sudah mengetahui Latihan mana yang cocok untukmu" Jelas Sehun dan Luhan membelalak setelahnya

"Jinjja? Kapan aku bisa latihan lagi?" Luhan bertanya dengan semangat

"Terserah, tapi tolong hubungi aku ketika ingin latihan" Luhan mengangguk setelahnya dan bergegas pulang

"Terimakasih sehun, kau baik sekali" Luhan tersenyum dan segera meninggalkan gym

Sesampainya Luhan di asrama, ia ingin sekali segera mandi dan mengistirahatkan dirinya yang begitu lelah malam ini. Luhan memutar knop pintu asrama nya dan lagi-lagi terkejut mendapati kamarnya begitu berantakan dengan aroma sperm yang begitu menguar

"Chanss-akhh.. terusshh..ouchh" Baekhyun menahan berat tubuhnya didinding dengan Chanyeol yang menyodoknya dari belakang tanpa ampun

"Fuck.. kau sempit baek.. ashh" Chanyeol menggerakkan pinggulnya dengan kuat menghujam hole baekhyun yang memerah dan tangannya juga tak tinggal diam memelintir nipple baekhyun dengan mulut yang terus membuat kissmark

"Chan-ah aku akan segera sampai..akhh" sperm baekhyun menyembur mengenai dinding

Sungguh Luhan yang menyaksikkan adegan keduanya terlihat idiot saat ini, ia menggeram dan menarik jalang tak tahu malu itu dari chanyeol, membuat kejantanan chanyeol terlepas begitu saja dari sarangnya , Luhan benar-benar tak peduli meskipun chanyeol belum menuntaskan hasratnya

"Sudah kubilang berapa kali jangan bercinta disini Chanyeol! Aku muak melihatnya!" Luhan membentak Chanyeol dengan Baekhyun yang jatuh terduduk akibat dorongan Luhan, sedangkan Chanyeol yang hasratnya tengah diubun-ubun malah terganggu dengan kehadiran Luhan

"PERGILAH DARI SINI LUHAN! KAU MENGGANGGU KEGIATANKU!" Chanyeol balas mendorong bahu Luhan dengan raut tajamnya yang membunuh

"Jadi kau mengusirku sekarang? Baik, aku juga tak tahan tinggal dengan gay menjijikan sepertimu, dan jalang lelaki ini sungguh membuatku muak" sarkas Luhan

Plaak...

"Berhenti mengatainya jalang sialan!" Chanyeol menggeram dan menampar pipi luhan, sedangkan yang ditampar itu sudah hampir menangis karena ini pertama kalinya ia ditampar oleh seseorang

"Hiks..Aku benci dengan kalian!" Luhan keluar dari asramanya dengan air mata yang mengalir deras, ia mengacak rambutnya frustasi. Hari ini ia ditimpa begitu banyak kesialan mulai dari Yerin yang seorang fujoshi, Guru BP nya juga seorang gay, Sehun yang menginjak harga dirinya sebagai manly dan yang terakhir ia baru saja ditampar oleh roomatenya.

Disinilah Luhan sekarang disebuah kedai dipinggir asramanya, ia memesan sebotol soju untuk ia nikmati sendiri. Dan luhan terus saja merasa kurang, ia memesan 2 botol lagi, setelahnya ia merasa pusing sekarang

"gay menjijikkan heuhh.. kenapa hidupku dikelilingi oleh mereka?"

Glekk..

"Jalang itu juga tak tahu malu..hhh.."

Glekk...

"Semuanya benar-benar tak waras"

Glekk..

Brakk...

Luhan merasa pengelihatannya semakin memudar, ia berdiri dan membayar ahjumma kedai itu dengan asal dan tak menghiraukan kembaliannya. Luhan berjalan dengan terhuyung ke asramanya, ia bahkan tak menyadari jika ia tengah berjalan ditengah jalan dan meskipun suara klakson mobil berulang kali terdengar, Luhan tak bergeming

Ckittt...

"Apa kau sudah gila? Tak bisakah kau minggir!" umpat sang pengemudi mobil dan mendorong bahu Luhan sedangkan Luhan yang terdorong pun langsung pingsan dengan wajah yang memerah

"Xi Luhan?" pengemudi itu baru menyadari

"Oh sehun.. menyebalkan" umpat Luhan yang setengah sadar karena melihat sehun mengangkat tubuhnya sekarang

"Bodoh! Apa yang kau lakukan eoh?' geram Sehun dan memasukkan Luhan dalam mobilnya

.

.

.

.

.

.

"Yeolli.. tidakkah kau keterlaluan pada Luhan?" Baekhyun menunduk takut

"Sial, biarkan saja dia!" geram Chanyeol mengusap rambutnya frustasi

"Kau pikir dia akan pergi kemana malam-malam begini? Dia anak China yeol, aku takut dia tersesat" Baekhyun semakin khawatir "Sebaiknya kau telpon dia" saran Baekhyun dan Chanyeol menyetujuinya

Tuuutt...tuuutt..

Drrtt...Drttt..

"Shit! Dia meninggalkan ponselnya" Chanyeol terlihat gusar

Sedangkan disisi lain, Kini Sehun tengah kesusahan menggendong tubuh Luhan karena sedari tadi Luhan terus menggumam tak jelas dan kadang Luhan bergerak gelisah dalam gendongannya membuat Sehun ingin segera menjatuhkan tubuh Luhan dikasur

Braaak..

"Eunghh.." Luhan melenguh ketika tubuhnya menyetuh kasur

"ck, bodoh! Tadi ia terlihat bahagia sekarang malah mabuk" komentar Sehun, ia memperhatikan Luhan yang tengah memejamkan matanya dengan wajah memerah dan kulit sedikit pucat karena kedinginan, 'cantik' gumaman Sehun dalam hatinya

"Chanyeol menjijikkan hhh.." dan lagi, Luhan masih menggumam tak jelas. Sehun yang jengah melihat tingkah bodoh Luhan saat mabuk berniat meninggalkannya untuk mandi sejenak

"Oh Sehun keparat! Aku manly bodoh!" gumaman Luhan barusan sukses membuat Sehun menghentikan langkahnya, ia berbalik dan mendekat kearah Luhan

"Heol.. teruslah mengatakan dirimu Manly Lu" jengah Sehun

"Aku ini Man..ly..yeahh, dan normal.." Sehun memijat pelipisnya pelan, astaga.. Luhan begitu cerewet ketika mabuk. Sejak awal ia terus mengoceh, mengatakan dirinya manly. Membuat Sehun begitu gemas ingin menerkam rusa manly ini

Chup..

Mmmmhh...

Sehun mencium bibir ranum Luhan agar ia berhenti mengoceh, dapat ia rasakan sisa soju yang menguat dimulutnya, dan itu membuat Luhan melenguh sekali lagi, tak menyadari apa yang Sehun lakukan padanya karena ia begitu lelah

Zzzz..fiuhh..

Setelah ciuman itu terlepas, Luhan langsung mendengkur dan Sehun tersenyum. Ia mengelus surai madu Luhan dan menelusuri lekuk wajah Luhan yang indah "Jjalyo Luhan, mimpi yang indah" Sehun mencuri satu kecupan lagi di dahi Luhan dan ia beranjak dari kamarnya.

Sehun mencari kontak Chanyeol diponselnya dan ia menekan menu call nya..

"Ada apa Sehun?" sahut Chanyeol diseberang sana

"Luhan malam ini tidur dikamarku, kau tidak usah khawatir. Dan apakah Baekhyun ada disana? Jika ya..lanjutkan malam kalian" Sehun to the point

"Syukurlahh..anak itu membuatku pusing"keluh Chanyeol

"Apakah kau bertengkar dengan Luhan? Ia terus menggumamkan namamu ketika mabuk" Jelas Sehun

"Apa! Dia mabuk? Astaga..sebaiknya kuceritakan saja besok padamu" terdengar nada kekesalan disana

"Baiklah" Sehun mengakhiri sambungannya

.

.

.

.

.

Pagi harinya Luhan terbangun dengan perut yang terasa bergejolak, nafsu ingin muntahnya begitu besar membuatnya harus berlari ke kamar mandi dan dengan kasar ia membuka penutup kloset dan langsung memuntahkan soju yang ia teguk semalam.

Huekk..Huekk..

Cairan soju itu keluar dan perutnya terasa agak ringan sekarang, ia mengusap sudut bibirnya dan menghela napas

"Apa yang terjadi semalam?" gumam Luhan

Brakk...

Luhan terkejut bukan main saat pintu kamar mandi terbuka secara kasar dan ia melihat Sehun setelahnya, astaga! Dimana ia sekarang?

"Sehun, kau..."

"Keluarlah Lu, aishh aku tak tahan" Sehun mendudukkan dirinya dikloset dengan tidak sabar dan sebelum Luhan melihat hal yang menjijikkan lagi, ia segera keluar

"kenapa aku bisa berada disini sih?" gerutu Luhan, ia mengamati kamar asrama Sehun yang terlihat lebih rapi dan nyaman, tidak seperti kamarnya dengan Chanyeol yang penuh sampah karena ulah si jerapah itu

Lama Luhan berdiri disana, hingga Sehun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe "Apa kau ingat tentang semalam?" Sehun menyadarkan lamunan Luhan dan ia terkesiap

"Eungh..tidak" Luhan menggaruk tengkuknya

"Bagus, kau mabuk semalam" Sehun memberi tahu

"Benarkah?, ahh maaf Sehun.." Luhan menunduk

"Umpatanmu ketika mabuk benar-benar konyol, ckck" sindir Sehun dan Luhan tiba-tiba memerah malu

"Mandilah, kita akan sarapan sebentar lagi" Luhan mengangguk, ia hendak menuju kamar mandi namun langkahnya terhenti ketika mengingat sesuatu

"Sehunna, bisakah hari ini aku tidur dikamarmu lagi? Aku muak dengan Chanyeol" Luhan memasang wajah berharapnya

"Sebenarnya ada apa kau dengan Chanyeol?" Sehun penasaran

"Semalam dia bercinta dikamarku, dan AKU JIJIK SEHUN!" Luhan mengacak rambutnya kesal

"Ohh.. mungkin dia akan senang jika Baekhyun tidur disana, baiklah" Sehun menyetujui

Luhan tersenyum senang dan ia langsung melenggang pergi kekamar mandi, hari ini ia berniat menjauhi Chanyeol untuk sementara waktu, setelah kejadian Chanyeol yang menamparnya kemarin membuatnya begitu marah

Setelah bersiap, Luhan mendudukkan dirinya dimeja makan, dapat ia lihat sepotong roti yang baru saja dipanggang sudah tersaji diatas piringnya, ia meraih sebuah kaleng selai dan mengoleskannya dirotinya.

"Gomawo Sehun" seru Luhan dan Sehun tak menanggapi, ia hanya asik mengunyah dengan pandangan datarnya

Acara sarapan pagi mereka begitu senyap, setelah selesai Sehun mencuci tangannya dan segera pergi ke sekolah meninggalkan Luhan yang masih menghabiskan rotinya

"Heii-tunggu Sehun!" seru Luhan mengejar Sehun dengan roti yang masih menggantung dimulutnya

Sehun berjalan sangat cepat dan Luhan kesusahan menyamai langkahnya, saat ia hendak memasuki kelas tiba-tiba Chanyeol menghadangnya dengan ekspresi memelas

"Maafkan aku Lu, aku terlalu kasar padamu kemarin" Chanyeol menunduk

"Menyingkir dari hadapanku Park Chanyeol!, aku muak melihatmu" Luhan memasuki kelasnya dengan sedikit menyenggol bahu Chanyeol sedangkan Chanyeol hanya terdiam

Chanyeol akui ia kemarin salah, ini semua karena Luhan yang datang diwaktu yang salah, dimana ia tengah kesusahan menggapai puncak hasratnya, namun urung karena Luhan mengacaukan segalanya. Ia tentu saja marah, apalagi saat Luhan mengatai Baekhyun jalang membuat emosinya meledak dalam sekejap

.

.

.

.

.

.

Luhan kini berada diruang musik, ia terlihat sedang memainkan sebuah biola. Matanya terus memandang kearah partitur yang terpampang dihadapannya, sesekali menengok kearah biolanya untuk memastikan ia telah menggesek senar biola yang benar.

Saat ia sudah sampai dibagian kedua sebuah lagu, Luhan merasakan nadanya terdengar fals, Luhan mencoba sekali lagi namun tidak berhasil, ia akui biola itu membutuhkan disiplin dan ketelitian tinggi ketika bermain, disaat ia tengah berpikir keras untuk mencapai nada yang tepat tiba-tiba Baekhyun membuyarkan konsentrasi Luhan dengan menepuk bahu kanannya.

"Luhan-ah..." panggil Baekhyun

"Yakk! Bisakah kau tidak menggangguku? Aku sedang berlatih" Luhan membentak Baekhyun

"Aku tahu, tapi aku kesini hanya ingin meminta maaf padamu.." Baekhyun menunduk

"Huhh..setelah Chanyeol sekarang kau? " Luhan membuang mukanya

"Chanyeol terlalu kasar padamu kemarin, dan aku juga lalai, maafkan aku Luhan" Baekhyun meremat jarinya sambil terus menunduk

"Aku lelah Baekhyun" Luhan menghela napasnya "Pergilah! Jangan ganggu konsentrasiku" usir Luhan secara halus, Baekhyun semakin merasa bersalah, dengan terpaksa ia keluar dari ruang musik dengan rasa penyesalan yang masih ada dihatinya

"Bagaimana Baek? Kau sudah dimaafkan" tanya Chanyeol ketika Baekhyun keluar dari ruang musik

"Tidak" Baekhyun menggeleng dan Chanyeol menghembuskan napasnya

"Kenapa anak itu egois sekali" Chanyeol merutuki roomatenya

"Sudahlah Yeol, dia sedang serius, sebaiknya kita tinggalkan dia" saran Baekhyun dan Chanyeol menurut

Jam istirahat sudah berakhir namun Luhan tetap pada tempatnya, yaitu ruang musik. Luhan itu tipe ambisius, ia akan terus mencoba sampai bisa, jika gagal ia tidak akan merasa puas. Luhan sudah mencoba berkali-kali untuk menyelesaikan bagian-bagian lagu yang memiliki teknik bermain yang berbeda, setelah ia berhasil menyelesaikan satu lagu penuh, Luhan tersenyum puas dan segera meletakkan biola tersebut ke tempatnya semula.

Luhan melangkahkan kakinya menuju kelas, setelah bermain biola ia harus mengikuti jam pelajaran selanjutnya tanpa memperdulikan dirinya yang belum makan siang, sesampainya dikelas, Luhan menemukan sepotong sandwich dan cola dimejanya, Luhan menengok ke sekeliling nya, siapa gerangan yang memberikan makanan ini padanya?

"Itu dariku Luhan, cepat makanlah sebelum Kim Songsaenim datang! Kau belum makan sejak tadi kan?" Sehun berucap pelan dan tersenyum kearah Luhan

"Darimana kau tahu jika aku belum makan? Baiklah, gomawo sehunna" Luhan langsung membuka plastik sandwich tersebut dan memakannya, diujung sana Chanyeol bernapas lega karena sebenarnya sandwich itu darinya tapi ia sungkan untuk memberikannya secara langsung pada Luhan karena kejadian kemarin.

Sehun mendudukkan dirinya disamping Luhan, ia memandangi Luhan ketika mengunyah sandwich dengan polosnya, setelah sandwich itu habis beserta colanya, Sehun membuka pembicaraan

"Kau masih marah dengan Chanyeol" tanya Sehun

"Tentu, aku sudah memperingatkannya,tapi ia melanggar" Luhan menyilangkan kedua tangannya dengan angkuh

"Kau tahu?,Sandwich dan cola tadi itu dari Chanyeol" Sehun berunjar santai

"Mwo! Jadi kau berbohong padaku?" Luhan membelalakkan matanya

"Wae? Kau menyesal telah menghabiskannya?" Sehun bertanya balik dan Luhan terdiam, "Dia berusaha baik padamu, sebaiknya kau maafkan dia dan Baekhyun" saran Sehun dan lagi-lagi Luhan terdiam

"Aku tahu kau membenci gay, tapi setidaknya kau bisa menghormati mereka yang berbeda denganmu. Apakah mereka merugikanmu? Tidak! Mulai sekarang belajarlah menerima perbedaan, Luhan!" Sehun menasehati dan Luhan terdiam ditempatnya

Setelah mendengar nasehat Sehun tadi, Luhan merasa bersalah. Sehun benar, ia harus menerima perbedaan, ia masih ingat ketika Chanyeol mengingatkannya untuk sarapan, itu artinya Chanyeol masih peduli padanya dan Luhan baru saja sadar,mengapa sampai sekarang ia belum mendapatkan teman disekolah barunya.

"Aku tahu bagaimana perasaanmu Luhan, aku hanya menyadarkanmu, tapi tolong renungkan kata-kataku tadi" Sehun mengusap anak rambut Luhan, dan ia menghapus satu tetes air mata yang jatuh dari mata Luhan. Luhan menangis, ia akui ia bisa berubah jadi cengeng jika ia mengalami konflik batin.

"Ya, Aku akan berusaha menerima perbedaan" Luhan berucap setelah keterdiamannya dan Sehun tersenyum

.

.

.

.

.

Jam sekolah Luhan hari ini ia lewati dengan lesu, selama pelajaran berlangsung kata-kata Sehun masih terngiang dipikirannya, ia bingung harus melakukan apa, meminta maaf pada Chanyeol dan Baekhyun?, tapi Luhan terlalu gengsi karena mereka yang bersalah, disisi lain mereka berdua sudah meminta maaf namun ia tolak, maka tak ada yang bisa Luhan lakukan kecuali kejadian tadi bisa di replay.

Luhan memasuki asrama Sehun dengan langkah gontai, ia mendudukkan dirinya di sofa. Luhan terdiam cukup lama disana hingga pintu terbuka menampakkan sosok Sehun tengah berjalan kearahnya

"Kau baik-baik saja Luhan?" tanya Sehun memastikan

"Menurutmu?" tanya Luhan balik

"Sepertinya kata-kataku tadi membuatmu terbawa perasaan ya?" Sehun menggaruk tengkuknya

"Bolehkah aku meminjam bajumu, Sehun? Aku gerah..." Luhan meregangkan ototnya dan berusaha mengalihkan topik

"Seharusnya kau memakai bajunya Baekhyun, tubuhnya sama mungilnya denganmu" Sehun mengoreksi

"Yakk! Bisakah kau membuatku tidak semakin baper,Oh Sehun!" Luhan dengan kesal menghentakkan kakinya menuju kamar mandi dan menutup pintunya dengan kencang, sedangkan Sehun hanya geleng-geleng kepala melihatnya.

Sementara itu diasrama Chanyeol, Chanyeol dan Baekhyun tengah berpikir keras untuk meminta maaf pada Luhan, mereka sedang berunding cara yang paling ampuh untuk mendapatkan maaf Luhan

"Selama kau tinggal dengannya, kira-kira apa yang dia sukai?" Baekhyun bertanya pada Chanyeol

"Entah, dia baru seminggu disini, jelas aku belum mengenal Luhan sepenuhnya" Jelas Chanyeol, terlihat gurat keputus asaan diwajah mereka berdua

Ddrrrtt..Ddrttt..

Ponsel milik Luhan bergetar menampilkan nama Mamanya dalam layar, segera Chanyeol mengangkatnya walau ada rasa keraguan disana

"Selamat Ulang Tahun, Luhan!" Ucap sang mama begitu panggilannya terjawab

"Euhm..Ma, ini Chanyeol. Luhan sedang mandi sekarang" Chanyeol berbohong dan Baekhyun terlihat khawatir disampingnya

"Hari ini dia ulang tahun. Biasanya dia akan merayakannya bersamaku, babanya, dan LaoGao, aku sedikit khawatir karena sekarang ia sendirian di Korea" terdengar nada sedih dari mamanya Luhan

"Ahh..pantas saja Luhan tadi terlihat murung" Chanyeol baru menyadari "Mama tidak usah khawatir, aku akan menggantikan mama merayakan ulang tahunnya. Kira-kira Luhan suka apa Ma?" tanya Chanyeol

"Dia suka brownies, saat kau membeli kue tart nanti pastikan kuenya brownies. Dan ia juga suka mengoleksi DVD Dragon Ball, ya setauku hanya itu.." Ucap mamanya

"Baiklah, terimakasih mama"

"Ohh ya Chanyeol, tolong kau jaga Luhan baik-baik. Kau tahu kenapa Luhan pindah sekolah ke korea?"

"Tidak ma, tolong ceritakan!" pinta Chanyeol

"Dia menghindari para penggemar gay nya, saat itu ada namja asing yang berani menciumnya hingga membuat Luhan takut, kau tahu kan jika wajah putraku sangat cantik? Karena itulah dia bersikeras mengatakan dirinya manly haha.." Mamanya sedikit tertawa ketika menceritakannya

"Tolong kau jaga Luhan, Chanyeol! Dia putraku satu-satunya, dan yang tadi, jangan kau ceritakan pada yang lain. Cukup hanya kau saja yang tahu, mengerti!"

"Ya, aku mengerti Ma" Chanyeol meremat jarinya dan setelah itu sambungan berakhir

"Kita telah melakukan kesalahan besar, Baek" setelahnya Chanyeol menceritakan semuanya pada Baekhyun, membuat Baekhyun dan Chanyeol merasa semakin bersalah pada Luhan

.

.

.

.

.

Saat ini Luhan tengah berkutat dengan kertas-kertas berisi coretannya tentang not-not lagu, sore tadi ia diberi tugas untuk menciptakan sebuah instrumental yang berdurasi hanya semenit, walau hanya semenit tapi itu bisa dibilang cukup sulit bagi Luhan

Ia menekan tuts-tuts piano secara acak, memikirkan kira-kira instrumental nya akan menjadi nada Mayor atau Minor, ahh..Luhan semakin pusing saja, ia mencoba menekan Fa, tapi nadanya terdengar aneh, Luhan menggeleng lalu mencoba Sol, terdengar agak lumayan tapi kurang pas menurutnya, lalu ia mencoba Sel namun...

Jreepp..

"Yaakk!" Luhan terkeju ketika tiba-tiba asrama Sehun mengalami mati lampu, semuanya terlihat gelap dan Luhan merasa takut, ia meraba depannya dan jemarinya tak menemukan ponselnya untuk penerangan, Luhan merutuki kebodohannya, ia baru ingat jika ponselnya tertinggal diasrama Chanyeol

"Saengil Chukka Hamnida...Saranghaneun Luhannie...Saengil Chukka Hamnida" setelahnya Luhan dapat melihat sebuah lilin dan suara orang tengah bernyanyi mendekat kearahnya, Luhan tersentak ketika menyadari Chanyeol dan Baekhyun lah yang datang dengan membawa kue

Lampu menyala kembali, Chanyeol dan Baekhyun tengah tersenyum kearahnya "Selamat ulang tahun, Luhan! Cepat tiup lilinnya sebelum meleleh" Seru Baekhyun bersemangat

Fiuhh..

Setelah lilin-lilin itu mati, ChanBaek bertepuk tangan disusul dengan Sehun yang datang terlambat "Selamat ulang tahun, Lu!"ucap Sehun dan ia menyerahkan sebuah kado berbentuk persegi panjang yang tipis

Luhan mengusap airmatanya "Darimana kalian tahu?" Luhan menuntut penjelasan

"Mama mu yang mengatakannya Luhan" Chanyeol meyerahkan ponsel Luhan, dan disana mamanya tersenyum kerahnya, ternyata sejak tadi ponselnya menyala dengan pesan VideoChat dari mamanya

"Selamat ulang tahun, nak" Ucap mamanya dan Luhan menangis terharu

"Mama...hikss.." Luhan tak kuasa membendung air matanya

"Heyy..anak mama jangan cengeng! Cup..cup.. katanya manly eoh?" Mamanya berusaha menggoda Luhan

"Jangan membuatku malu, Ma!" rengek putranya dan sang mama tertawa disana

"Sepertinya kalian butuh waktu untuk bersenang-senang, baiklah mama akhiri saja ya.. selamat malam Luhan" Mamanya mengakhiri pesan VideoChat nya dan Luhan masih terlihat sesenggukan

"Kau lucu jika menangis Lu, mari kita abadikan momen ini" Seru Sehun dan ia segera mempersiapkan kameranya

"Hana..dul..Set.."

Sehun segera berlari untuk ikut berpose, sedangkan Luhan tengah memerah karena ia berfoto dengan wajah absurdnya sehabis menangis, dan jangan lupakan Chanbaek yang sudah menyiapkan gaya andalannya

Ckrekk..

Momen tersebut telah berhasil diabadikan, Chanyeol dan Sehun tersenyum melihat hasilnya, "Sebaiknya kau pajang ini dikamar asramamu" saran Sehun dan Chanyeol mengangguk

"Tentu saja" Sahut Chanyeol bersemangat

"Kalian membuatku terharu" Ucap Luhan setelahnya, ketiga temannya itu menoleh dan mereka tersenyum sekali lagi kearah Luhan

"Maafkan aku dan Baekhyun, Lu" Ujar Chanyeol pada akhirnya

"Jadi kau menyogok ku dengan kue?" Luhan bertanya balik dengan tatapan tajamnya

"Bukan begitu, Lu.." potong Baekhyun cepat

Grepp..

Luhan langsung memeluk Baekhyun, dan yang dipeluk hanya bisa mematung "Aku mengerti, seharusnya aku yang meminta maaf padamu. Maafkan aku Baekhyun karena saat itu aku sedang lelah dan emosiku tak terkontrol hingga kata jalang keluar dari mulutku" Luhan menatap Baekhyun sendu

"Aku juga salah karena tak tahu waktu dan tempat, Luhan" Baekhyun memeluk Luhan sekali lagi dengan erat

"Heii-kalian melupakan aku?" rengek Chanyeol dan Luhan tersenyum "Maafkan aku juga Chanyeol, aku tahu bagaimana keadaanmu saat itu, pasti menyakitkan haha..." Luhan tertawa ketika mengingatnya kembali

Pletakk...

"Kau masih tertawa ketika meminta maaf padaku?" Chanyeol mendelik kearah Luhan

"Kenapa kau menjitakku Chanyeol" Luhan mengusap dahinya dengan nada manja

"Lu, aku tahu kenapa kau bisa membenci gay seperti kami, mama mu menceritakannya. Sekali lagi aku minta maaf padamu" ucap Baekhyun menunduk

"Dan aku baru sadar kenapa aku belum mendapatkan teman sampai sekarang?" Luhan ikut menunduk "Itu karena aku tak bisa menerima perbedaan" Luhan tersenyum kearah Baekhyun

"Kau mau menjadi temanku?" Baekhyun memastikan dan Luhan mengangguk

"Astaga,aku senang sekali Luhan! Baiklah mulai sekarang kita sahabat, Sehun,Chanyeol,Kai, Luhan, Baekhyun, dan Kyungsoo. Kau mau kan Luhan?" Baekhyun bertanya sekali lagi

"Tentu saja aku mau" ujar Luhan bersemangat

"Luhan! Kau melupakan kado ku?" Sehun menyudahi acara lovey dovey mereka

"Ahh ya! Aku penasaran apa isinya" Luhan langsung merobek kertas kado yang membungkus kado tersebut, setelahnya Luhan terkejut karena Sehun memberinya DVD Dragon Ball terbaru

"Kyaaa! Gomawo Sehunna" Luhan berjingkrak senang "Ayo kita nobar!" sahut Chanyeol dan Sehun menyerigai

Dengan tidak sabaran, Luhan memasukkan CD tersebut dengan cepat kedalam laptopnya dan ia mengambil tempat duduk paling depan sendiri, beberapa saat kemudian, film tersebut mulai berputar dan yang membuat Luhan terkejut adalah...

"Ahh master... ampuni aku..akhh.." dalam film tersebut terlihat seorang uke yang tengah disiksa oleh masternya dengan menjatuhkan lelehan lilin di pahanya

"Merintihlah terus bitchku..." sang seme terus mengemut nipple sang uke yang tengah merintih kesakitan

"Kyaaaaa!" Luhan menjerit, dan dengan seringaiannya, Sehun dan Chanyeol langsung menahan tangan kiri dan kanan Luhan agar tidak kemana-mana dibantu dengan Baekhyun yang menahan kaki Luhan agar tidak lari

"Ini kejutan dari kami, haha... nikmati saja filmnya Luhan!"Seru Sehun sedangkan Chanyeol dan Baekhyun tertawa melihat ekspresi Luhan saat ini

"Sialan! Kalian menukar isi DVD itu dengan video porn gay?, Lepaskan! Aku jijik melihatnya!" Luhan terus meronta yang membuat cengkraman Sehun dan Chanyeol semakin erat dilengannya, dan dengan iseng Baekhyun menambah volume suara pada laptop tersebut yang tentu saja membuat suasana menjadi panas seketika.

"Itu kado dari kami Luhan, Selamat ulang tahun rusa manis" Sehun tersenyum tanpa dosa kearah Luhan, membuat Luhan ingin mencincang Sehun saat ini juga karena ia telah merusak kepolosannya.

.

.

TBC

Makasih buat yang udah nungguin FF ini selama sebulan T.T maafinauthor yang nge-php'in readers mulu, ini sebenarnya 2 chap author jadikan satu supaya panjang dan readers puas bacanya. Seorang author yaoi pasti tahu apa yang diinginkan readers, yahh...scene NC, mohon maaf baru bisa chap depan :D ditunggu ya ^^

btw, met idul fitri :) selamat beryadong ria kembali :''v