sebelumnya author minta maaf karena epep ini gak diupdate2 T.T ini udah ada di draft sejak lama, mau post tapi notebook penulis minta ganti baterai T.T akhirnya nungguin notebook balik yg berisi file2 epep ini :'' jeongmal mianhae... mohon pengertiannya...
.
.
.
.
.
.
.
.
*HunHan SeRaXi Present
Damn! Iam manly Oh Sehun!
Cast: Hunhan and other
Rate: T-M
Genre: Yaoi only
.
.
Rasanya hari ini berbeda bagi Luhan, itu karena ia mendapatkan teman baru. Setelah bel istirahat berdering Baekhyun langsung mengajaknya ke kantin bersama, Luhan duduk bersama ketiga Trio bandel dan uke-ukenya.
"Luhan-ah, dia Do Kyungsoo. Pacarnya kai." Baekhyun memperkenalkan Kyungsoo kepada Luhan
"Haii-Luhan, Aku Kyungsoo" Kyungsoo tersenyum manis kearah Luhan
"Senang berkenalan denganmu..." Luhan balas tersenyum
"Apa kau pacarnya Sehun?" Tanya Kyungsoo dan Baekhyun langsung menyenggol lengannya
"Ndee?" Luhan membelalak
Baekhyun memicingkan matanya kearah Kyungsoo "Ahh kau salah dengar Luhan, hehe.. maksudnya kau temannya Sehun?"
"Ahh Ya.. dia sekarang juga merangkap sebagai gym trainer-ku juga" Luhan sedikit kikuk dengan menggaruk tengkuknya
"Kau tidak perlu canggung, Luhan. Sekarang kita adalah teman!" Kai merangkul pundak Luhan yang langsung dihadiahi tatapan tajam oleh Sehun maupun Kyungsoo
"Ahh pegalnya...hehe" Kai langsung mengangkat lengannya, berpura-pura ia sedang meregangkan otot
"Jja, makanannya datang..." Chanyeol yang dari tadi mengantri makanan, kini datang dengan nampan berisi pesanan teman-temannya
"Chanyeol-ku baik sekali hari ini" Puji Baekhyun, ia membantu Chanyeol membagikan makanannya
"Kalau begitu selamat makan!" Seru Baekhyun
Mereka semua makan dengan Lahap, Baekhyun memakan ramennya dengan rakus. Membuat pinggiran bibirnya dipenuhi noda kemerahan kuah ramen, Chanyeol yang jengah melihat tingkah makan Baekhyun langsung menasehatinya dan Baekhyun sama sekali tidak peduli
"Uhukk..Uhukk..." Baekhyun tersedak
"Baek, sudah kubilang berapa kali? Pelan-pelan makannya" Chanyeol memberikan segelas air putih pada Baekhyun, Baekhyun menegaknya sampai habis namun cegukannya tidak kunjung hilang
"Uhukk..bagaimana ini, uhukk.." Baekhyun memegangi tenggorokannya yang tersiksa sekarang
"Berdirilah..." Chanyeol membantu Baekhyun dengan memeluk pinggangnya kemudian menekan perut Baekhyun dan sedikit mendorongnya keatas beberapa kali hingga ramen beserta kuahnya tersebut keluar dari tenggorokan Baekhyun
"Hahh.. akhirnya.." Baekhyun bernapas lega
"Awhhh... panas huft..huft.." Kini giliran Kyungsoo yang bermasalah
"Kau tidak apa-apa Kyung?" kai nampak khawatir
"Aku tak tahu jika kuahnya masih panas sekali, astaga lidahku!" Kyungsoo mengipasi mulutnya
"Astaga Kyung! Lidahmu membengkak.." Kai semakin khawatir
"Tapi tidak apa-apa sekarang, yang tadi membuatku kaget saking panasnya" Kyungsoo menyengir
"Lain kali tiup kuahnya dulu sebelum makan" Kai memperingati dan Kyungsoo mengangguk
Sedangkan pasangan HunHan hanya bisa melihat kegiatan mereka yang masih asik berlovey-dovey, Sehun maupun Luhan terlihat canggung karena hanya mereka yang daritadi hanya diam memperhatikan temannya yang saling memberi perhatian satu sama lain.
"Apa aku sedang menonton drama? Cihh.. sok romantis" Sindir Luhan
"Apa kau juga ingin seperti mereka?" Sahut Sehun cepat dan Luhan nampak salah tingkah
"Tentu saja tidak!" Luhan menolak dengan tegas
"Huhh..bilang saja jika kau iri" Ejek Chanyeol dan Luhan mendelik padanya
"Jika aku sudah mendapatkan ototku, maka wanita-wanita itu akan segera mendekat padaku" sungut Luhan dan Sehun terkekeh setelahnya
"Benarkah? Kemarin saja kusuruh push up dan skot jam 100 kali saja kau sudah KO" sindir Sehun dan Luhan mulai berkacak pinggang
"Yakk! Jangan buka aibku Oh SeHun!" Jerit Luhan histeris dan keempat temannya itu tertawa terbahak-bahak setelahnya
"Lain kali berlatih-lah yang keras sebelum berkeinginan membentuk otot kerempeng-mu itu" Chanyeol mengejeknya dan langsung mendapat jitakan keras dari Luhan
"Yakk sudahlah!" Baekhyun melerai Luhan dan Chanyeol "Karena sekarang kita kedatangan anggota baru dalam geng kita, bagaimana kalau kita merayakan bergabungnya Luhan nanti malam dengan jalan-jalan?" usul Baekhyun
"Ahh ide bagus, aku mau.." Kyungsoo bertepuk tangan setuju
"Chanyeol, Kai, Sehun, kalian juga ikut ya? Please..." Baekhyun memasang puppy eyes-nya. Dan mau tak mau Trio seme itu harus menuruti keinginan sang Duo Uke.
.
.
.
Malamnya mereka berempat berkumpul digerbang asrama, setelah semua anggota lengkap, mereka bergegas keluar dari asrama sebelum penjaga gerbang mengetahui mereka keluar. Mereka berjalan kaki menyusuri jalanan yang tampak ramai dengan Baekhyun yang memimpin didepan.
"Baekki, kau ingin mengajak kita kemana?" tanya Chanyeol dan Baekhyun berpikir
"Emm..aku sendiri belum menentukannya, hehe" Baekhyun nyengir dan Chanyeol menepuk jidatnya
"Astaga Baek, jadi kau belum punya rencana?" Chanyeol menghela napasnya
"Bagaimana kalau kita ke tempat karaoke dulu" saran Kyungsoo
"Ahh...ide bagus, baiklah kita kesana!" seketika Baekhyun berbinar dan menggandeng Chanyeol menuju tempat karaoke
...
Setelah mendapatkan ruang kelas VIP, mereka semua duduk disofa yang telah disediakan. Kyungsoo hanya melihat daftar-daftar lagu yang tersedia sedangkan Baekhyun nampak berpikir
"Heii-aku punya rencana! Bagaimana kalau kita battle?" usul Baekhyun "Yang mendapat skor paling rendah, ia harus yang harus membayar. Bagaimana? Kalian setuju!" Baekhyun menambahkan dan berusaha memprovokasi teman-temannya
"Tentu saja aku setuju! Suaraku kan lumayann..." Luhan berbangga diri
"Aku juga setuju! Tapi apakah kita akan duet?" Kyungsoo bertanya
"Tentu, dengan pasangan masing-masing" Baekhyun menyerigai
Shit! Seharusnya Sehun tidak usah mengikuti penyambutan bodoh ini, karena ujung-ujungnya pasti ia yang akan membayar semuanya. Mentang-mentang ChanBaek dan KaiSoo punya suara yang bagus, mereka memanfaatkan ini agar Sehun kalah dan membayar semuanya. Karena mereka tahu suara Sehun terlalu bass, tapi jika dipadukan dengan Luhan, mungkin sedikit lebih baik..
"Untuk yang menentukan siapa duluan, mari kita bermain gunting batu kertas"
"Gunting, batu, kertas" Ucap mereka serempak dan dipastikan ChanBaek yang pertama, KaiSoo yang kedua dan pasangan HunHan yang terakhir
Chanyeol dan Baekhyun berdiri, mereka memilih lagu I yang dipoplerkan Taeyeon SNSD
Bicheul ssodneun Sky...
Geu arae seon ai (I)...
Kkumkkudeusi Fly...
My Life is a Beauty
[Chanyeol Rapp Part]
Eodiseo manhi deureobon iyagi
Miun oriwa baekjo, tto nalgi jeon-ui nabi
Saramdeureun molla, neoui nalge-reul motbwa
Nega mannan segyeraneun geon jan-inhaljido molla
But strong girl, you know you were born to fly
Nega heullin nunmul, nega neukkin gotong-eun da
Deo nopi naraoreul nareul wihan junbi-il ppun Butterfly,
Everybody's gonna see it soon
Bicheul ssodneun Sky...
Geu arae seon ai (I)...
Kkumkkudeusi Fly...
My Life is a Beauty...
Mereka menyanyikan lagu tersebut dengan saling menatap satu sama lain, Chanyeol mengagumi suara merdu Baekhyun ketika menyanyi, begitu juga dengan Baekhyun yang nampak tersipu ketika Chanyeol terus menatapnya, setelah lagu itu selesai, skor yang dicapai mereka yaitu 98. Sungguh fantastis
Kini giliran KaiSoo yang menyanyi, mereka memutuskan untuk memilih lagu eyes nose lips milik Taeyang untuk dinyanyikan mereka malam ini
(Kyungsoo Part)
mianhae mianhae hajima
naega chorahaejijanha
ppalgan yeppeun ipsullo
eoseo nareul jugigo ga
naneun gwaenchanha
majimageuro nareul barabwajwo
amureohji anheun deut useojwo
nega bogo sipeul ttae
gieokhal su issge
naui meorissoge ne eolgul geuril su issge
(Kai Part)
neol bonael su eopsneun naui yoksimi
jipchagi doeeo neol gadwossgo
hoksi ireon na ttaeme himdeureossni
amu daedap eopsneun neo
babocheoreom wae
neoreul jiuji moshae
neon tteonabeoryeossneunde
(KaiSoo Part)
neoui nun ko ip
nal manjideon ne songil
jageun sontopkkaji da
yeojeonhi neol neukkil su issjiman
kkeojin bulkkocccheoreom
tadeureogabeorin
uri sarang modu da
neomu apeujiman ijen neol chueogira bureulge
Sama seperti ChanBaek, mereka berdua menyanyikan lagu tersebut dengan saling berhadapan, meyelami perasaan mereka masing-masing, dengan Kai yang menggenggam tangan Kyungsoo berharap hubungan mereka tidak seperti lagu yang mereka nyanyikan. Setelah lagu itu selesai, mereka memperoleh skor 95, lumayan...
Dan yang terakhir giliran HunHan, Luhan memilih lagu yang akhir-akhir ini hits, yahh.. siapa yang tidak tahu lagu Everytime yang dipopulerkan Chen ft Punch yang menjadi OST dalam DOTS, drama yang sedang booming di korea
[Luhan Part]
OH EVERY TIME I SEE YOU
Geudae nuneul bol ttaemyeon
Jakku gaseumi tto seolleyeowa
Nae unmyeong-ijyeo
Sesang kkeuchirado
Jikyeojugo sipeun dan han saram
BABY OH OH OH OH
OH OH OH OH
BABY OH OH OH OH
[Sehun Part]
OH EVERY TIME I SEE YOU
Geudae nuneul bol ttaemyeon
Jakku gaseumi tto seolleyeowa
Nae unmyeong-ijyeo
Sesang kkeuchirado
Jikyeojugo sipeun dan han saram
Keempat temannya itu sedikit tertawa melihat mereka, Luhan asik sendiri ketika bernyanyi tanpa memperhatikan Sehun yang nampak ogah-ogahan jika bukan karena permintaan Luhan. Sungguh lagu yang dinyanyikan mereka sangat romantis, semoga saja mereka juga seperti lagu yang mereka nyanyikan kelak
Begitu bagian Sehun, Baekhyun dan Kyungsoo sempat merutuki suara Sehun yang sangat tidak pas, entah suara sehun yang fals atau memang Sehun sengaja, tapi itu merusak suasana lagu yang begitu romantis, Huhh..dasar Sehun menjengkelkan
Setelah lagu itu selesai, mereka mendapat point 85. Luhan amat terkejut, bagaimana bisa?, Perasaannya tadi ia terlalu menghayati lagu itu tapi kenapa skor yang ia dapat hanya 85!, keempat temannya itu bersorak senang, sudah dipastikan bahwa HunHan lah yang harus membayar setelah ini
"Huhh..bilang saja kalian sudah merencanakan ini sejak awal kan?" kesal Sehun
"Yakk! Salah sendiri tampilmu ogah-ogahan begitu" Sahut Baekhyun
"Sehunna, kau yang bayar ya. Aku lupa membawa dompet" Luhan memasang Aegyo nya dan Sehun lagi-lagi menjadi sasaran, seakan-akan ia adalah ATM berjalan.
.
.
.
Setelah puas berkaraoke, mereka menuju sauna untuk merileks-kan tubuh. Seusai mengganti pakaian dengan baju sauna, mereka berkumpul di kolam air hangat untuk berendam sejenak kemudian dilanjutkan ke sauna kering. Setelah ritual sauna itu selesai mereka menuju rest area untuk beristirahat
"Luhan-ah, apa kau senang hari ini? Ini adalah penyambutan dari kami, khusus untukmu" Baekhyun tersenyum manis kearah Luhan
"Yahh..ini menyenangkan, ini pertama kalinya aku pergi ke sauna dengan teman-teman di Korea" Jujur Luhan
"Saat kau di Beijing, kau pergi ke sauna bersama siapa?" Sahut Chanyeol
"Aku jarang menghabiskan waktuku pergi ke sauna, yahh mungkin hanya LaoGao.." jawab Luhan
"Siapa itu LaoGao?" timpal Sehun dengan nada dingin
"Temanku! Kau pikir pacarku gitu? Cihh.." Luhan membuang mukanya
"Ohh Ohh.. Boss kita ini kenapa?" Chanyeol menyerigai berusaha menggoda Sehun
"Diam kau jerapah!" gertak Sehun, dan setelahnya Kai datang dengan membawa beberapa camilan dan minuman untuk mereka
"Ahh pas sekali ada ice coffee.." Luhan berujar senang dan menyedot minuman tersebut dengan rakus
"Ughh..telurnya panas sekali,huft.." Baekhyun meniup jarinya sehabis menyentuh kulit telur yang masih panas tesebut
"Sini biar aku kupaskan.." Chanyeol dengan berbaik hati mengupas kulit telur rebus tersebut
"Kau baik sekali pada Baekhyun-mu.."sindir Luhan "Lihat aku!, akan kutunjukkan cara yang tepat!" Luhan mengambil satu buah telur dan..
Praakk..
"Yakk!" Sehun mengusap dahinya yang dijadikan keprukan telur oleh Luhan
"Hehehe..bukankah dengan begini telurnya lebih cepat terkupas" Luhan nyengir kearah Sehun
"Kau ini!" Sehun memberikan deathglare pada Luhan tapi ia tidak peduli
"Heii-ayo kita main truth or dare!" Seru Kai bersemangat
"Ide bagus, ayo.. kita batu gunting kertas!" Timpal Baekhyun
"Batu, gunting, kertas.."
"Kyungsoo kau duluan!" Seru Baekhyun
Kyungsoo memutar botol bekas soda tersebut dan ujung botolnya mengarah pada Sehun
"Aku pilih truth.."pasrah Sehun yang lagi-lagi nampak tidak tertarik
"Jawab dengan jujur, berapa koleksi film porn-mu sekarang!" Kyungsoo nampak menyerigai kearah Sehun
"50, wae?" Sehun mengucapkannya tanpa dosa yang membuat kelima temannya melongo berjamaah
"Sebanyak itu?!, haish..kenapa tak mengatakannya padaku, bolehkah aku meminta koleksi mu?" Kai nampak berharap dan Kyungsoo langsung menjitaknya
"Mungkin lain kali kita bisa nobar hehe.." usul Chanyeol dan dihadiahi tatapan tajam Baekhyun
"Sudahlah! Sekarang giliranku.." Sehun mengingatkan, ia mengambil alih botol tersebut dan memutarnya. Dan tanpa diduga mulut botol tersebut mengarah pada Luhan
"Jika aku mengatakan truth, huhh.. itu tidak gentle. Aku pilih Dare!" Luhan sedikit menyindir Sehun tadi, tapi Sehun tidak kehabisan akal
"Kalau begitu mari kita adu french kiss" Sehun tersenyum mesum
"Mwo!, bagaimana bisa?! Aku kan normal.." Bela Luhan
"Huhh.. katanya tadi gentle, apa kau ingin menjilat ludahmu sendiri?" Sahut Chanyeol dan ia sedikit terkikik
"Kalau kau manly, buktikan kalau kau lebih mendominasi dengan Sehun" timpal Kai dengan smirknya
"Tapi aku dan Sehun kan Laki-laki! Bagaimana bisa - -"
"Anggap saja Sehun itu perempuan dan ini latihanmu ketika akan berciuman nanti" Baekhyun mendapat tatapan tajam dari Sehun namun sedetik kemudian ia menyerigai
"Baiklah..."
Luhan mendekatkan dirinya kearah Sehun, ia meraih tengkuk Sehun dan mendaratkan bibirnya tepat dibibir Sehun. Sehun juga tak tinggal diam, ia melumat bibir bagian atas Luhan, begitu juga Luhan yang nampak beringas menyesap bibir Sehun dengan rakusnya.
Sehun menempatkan kedua tangannya dipinggang Luhan dan menariknya agar semakin merapat, Luhan juga tanpa sadar mengalungkan kedua tangannya dileher Sehun. Lidah mereka bertarung memperebutkan sang dominan, keduanya tak mau kalah, Sehun sibuk menjelajah deretan gigi Luhan, terkadang ia menggelitik rahang atas Luhan dengan lidah nya dan dibalas dengan mendorong-dorong lidah Sehun yang terus menggodanya. Luhan sebentar lagi rasanya akan kehabisan napas, ia memukul dada Sehun, namun Sehun menahannya, ia merubah posisi hidung mereka menjadi sejajar agar bisa berbagi napas bersama melalui kedua hidung mereka secara bergantian.
"Mmmhh..."
Luhan kewalahan menghadapi ciuman brutal Sehun, Shit! Dia lebih berpengalaman, Luhan merutuki itu dan ia juga tidak mau kalah, Luhan membalas pergulatan lidah Sehun didalam mulutnya, tak peduli bahwa salivanya berceceran melalui celah-celah lidahnya yang terbuka
Kegiatan mereka jadi tontonan menarik bagi kedua couple yang masih memperhatikan pasangan HunHan tersebut, Chanyeol dan Kai menahan tawa mereka hingga berguling-guling sedangkan Baekhyun dan Kyungsoo juga terkikik geli bahkan Baekhyun yang iseng itupun juga merekam kegiatan mereka untuk dijadikan senjata jika Luhan sewaktu-waktu mengancam nya
Sehun tersenyum puas dalam hati, hanya dengan memancingnya dengan kata 'Manly' membuat Luhan jadi seliar itu, menurutnya Luhan berbakat menjadi uke ganas seperti dalam video-video koleksinya. Luhan semakin kesal, Sehun selalu mendominasi disetiap pergerakannya, Luhan yang tidak mau kalah akhirnya sedikit bangkit dan berusaha menerobos mulut Sehun bagaimanapun caranya.
Ia semakin mendekatkan tubuhnya, tak peduli bahwa dengkul nya sedari tadi menabrak kebanggan Sehun, membuat sang pemilik merasa tersiksa dibagian bawahnya karena terus diberikan rangsangan oleh Luhan, Sehun lengah dan akhirnya Luhan yang mendominasi. Luhan tertawa senang dalam hati sebelum akhirnya ia melepaskan pangutan panas tersebut yang bertahan selama 25 menit lamanya.
"Sepertinya aku harus ke kamar mandi.." Pamit Sehun yang terlihat seperti menahan sesuatu, sedangkan keempat temannya itu sedikit merasa iba pada Sehun
"Kau keterlaluan sekali padanya..." sindir Kai, ia tahu maksud Sehun menuju kamar mandi tadi
"Kalian lihat sendiri kan jika aku yang mendominasi, haha.." Luhan tertawa bangga
"Suatu saat nanti kau pasti akan dikalahkan, Luhan!" Baekhyun memperingati
Akibat insiden HunHan tadi, mereka langsung menghentikan permainan truth or dare. Mereka menunggu Sehun yang sedang menyelesaikan masalahnya dikamar mandi sekitar 45 menit lamanya, setelah itu bergegas pulang ke asrama sebelum gerbang utama ditutup.
.
.
.
"Baekhyun, Chanyeol, Kai, Kyungsoo, dan Sehun. Gomawo, aku sangat senang hari ini" Ucap Luhan sebelum mereka akan berpencar ke kamar masing-masing
"Yahh.. itu tadi bukan apa-apa" Baekhyun mengendikkan bahunya
"Ohh ya, bagaimana kalau kita bertukar kamar, kau dengan Chanyeol, dan aku dengan Sehun? Eotte? Kau pasti mau kan?" tawar Luhan dan Baekhyun seketika berbinar
"Tentu saja Luhan! Tapi jaga dirimu ya.." Baekhyun berbisik diakhir kalimatnya dengan smirk ambigu
"Kalau begitu selamat malam Luhan!" Ucap Baekhyun dan setelahnya mereka memasuki kamar masing-masing
Cklekk..
Luhan melepas alas kakinya begitu juga dengan Sehun, namun tiba-tiba Luhan merasa tubuhnya ditarik dengan kasar dan dihempaskan hingga membentur tembok
"Kau harus diberi pelajaran malam ini, Luhan!" Sehun mengeluarkan smirk iblisnya
"Apa maksudmu?" nyali Luhan semakin ciut ketika dirinya dengan Sehun semakin terhapus jaraknya
Sehun menatap manik Luhan lekat, tatapan intim tersebut berhasil membuat Luhan terhipnotis sejenak dengan pesona Sehun yang berada dalam jarak sedekat itu, tanpa sadar bibirnya merasakan sesuatu yang kenyal, Luhan mematung ditempatnya, ia menatap Sehun yang sudah memejamkan matanya, kesempatan ini Luhan gunakan untuk mendorongnya namun gagal, karena Sehun telah mengantisipasi pergerakan Luhan selanjutnya.
Sehun yang daritadi hanya mengemut bagian bawah bibir Luhan merasa kesal karena Luhan tak kunjung membuka mulutnya, ia menggigit bibir Luhan kencang yang membuat si pemilik mengaduh kesakitan dan kesempatan itu Sehun gunakan untuk menerobos goa hangat Luhan
Luhan terkejut, ia berusaha melepaskan diri dari lilitan tangan Sehun, namun ia kalah kuat, Sehun tak memperdulikan gerakan Luhan, ia hanya fokus mengeksplor bibir ranum tersebut dengan lidahnya yang lihai, Luhan tak bisa berbuat apa-apa, dan pada akhirnya ia hanya diam menikmati ciuman Sehun yang terus menguasainya.
Sehun menarik tubuh Luhan dan mengarahkannya menuju ranjang tanpa melepaskan pangutan mereka, ia dengan tergesa melepas coat yang dikenakan Luhan dan tangannya ia arahkan masuk kedalam kaos Luhan, mecari dua tonjolan kecil yang bisa ia mainkan untuk menghukum rusa nakalnya.
Luhan menggeliat ketika Sehun melepaskan ciumannya dan beralih pada leher mulus Luhan, Sehun mendorongnya hingga ia jatuh dikasur dengan Sehun diatasnya. Sehun memainkan nipple-nya bergantian membuat Luhan seakan dibuat melayang geli
"Damn! Apa yang kau lakukan Ahhhss.." Luhan masih sempat-sempatnya mendesah ketika ia mengumpat sekalipun
"Nikmati saja hukuman-mu rusa cantik.." Sehun meledeknya tepat dibawah telinga Luhan, ia menjilat leher itu bagaikan ice cream dan sesekali menggigitinya hingga meninggalkan bekas keunguan
Luhan makin terkejut ketika kaosnya dilepas secara paksa oleh Sehun, ohh..tidak ini pemerkosaan, Luhan berusaha memberontak tapi tiba-tiba Sehun meraih syal yang melilit dilehernya dan mengikat syal tersebut dikedua pergelangan tangan Luhan agar ia tak bergerak.
"Kau licik Oh Sehun!" geram Luhan, semakin ia menggerakkan kedua tangannya maka ikatan syal tersebut semakin erat dan membuat pergelangannya semakin sakit
"Kau juga curang tadi, aku ingin kita impas sekarang" Sehun mendesis tepat dihadapan Luhan yang membuat tengkuknya semakin meremang
Sehun mengabaikan umpatan Luhan, ia sibuk membuat tanda disekitar leher dan bahu Luhan, begitu ia sampai di kedua tonjolan imut tersebut, Sehun menyesapnya tanpa ampun, ia menghisapnya dengan kuat seakan-akan itu akan mengeluarkan susu, giginya juga tak tinggal diam dan ikut berpartisipasi menggelitik ujung nipple Luhan yang semakin memerah karena ulah Sehun
"Ahhngg..Lepas Sehun, ini gelihhh...ouchh.." Luhan mencengkram kuat helaian rambut Sehun demi menyalurkan hasrat terpendamnya ketika dijamah oleh sang dominan
Lidah Sehun semakin turun menuju pusarnya, ia menjilat area sekitar sana dan membuat pola melingkar, tangannya juga berusaha membuka resleting Luhan dan menariknya hingga terlepas, tak ingin mubadzir, ia sekalian menarik celana dalam Luhan dan terpampanglah mini junior Luhan yang sudah menegang dengan sedikit precum diujungnya
Tanpa menunggu lagi, segera Sehun lahap kebanggan Luhan itu dan melumatnya perlahan, mulai dari ujung hingga ke pangkalnya, Luhan memekik nikmat, ini sensasi gila yang pertama kali ia rasakan, Sehun mengoral penisnya dengan sangat profesional, membuat ia berungkali terus melengkungkan badannya menahan nikmat duniawi yang tengah ia rasakan
Sehun mengurut kedua bola kembar Luhan, giginya juga ikut andil dalam memanjakan junior sang rusa nakal, Sehun menghisap penis Luhan dengan kuat berharap namja dibawahnya akan segera sampai dan tak butuh waktu lama akhirnya Luhan mencapai puncaknya
"Ahhh..." Luhan melenguh nikmat merasakan penisnya mengeluarkan sperm hangat akibat perbuatan Sehun tadi
"Kau sudah mendapatkannya, sekarang giliranku!" Sehun berucap tegas, ia membuka seluruh pakaiannya yang sejak tadi masih menempel ditubuhnya. Luhan makin dibuat terkejut lagi ketika ia melihat kebanggan Sehun yang begitu besar mengacung tegak dihadapannya
"Kulum dia!" perintah Sehun, Luhan masih membelalak, tak mau mengulur waktu lebih lama lagi Sehun menarik leher Luhan dan mengarahkannya pada penisnya yang langsung menerobos goa hangat Luhan, Sehun memaju mundurkan kepala Luhan agar penisnya termanjakan didalam sana
"Lakukan seperti apa yang kulakukan tadi padamu!" Perintah Sehun mutlak, Luhan masih tidak mau menurut dan Sehun geram, ia mencubit nipple Luhan sekali lagi dan berhasil membuat Luhan mematuhi keinginannya.
Luhan melakukan seperti yang apa Sehun lakukan tadi padanya, ia dengan hati-hati megulum penis besar tersebut dan sedikit kewalahan karena mulut Luhan yang kecil tidak sebanding dengan ukuran penis yang sedang dimanjakannya. Sehun tak tahan, ia menarik kepala Luhan agar tempo kulumannya semakin cepat dan bahkan mengenai tenggorokan Luhan yang membuat sang penerima terbatuk setelahnya
"Ahngg..hentikan!" Sehun menarik kepala Luhan sekali lagi dan ia menatap wajah sang uke yang nampak berantakan karena ulahnya, ia mendorong Luhan hingga jatuh terbaring dan Sehun langsung menindihnya, ia memegang kedua siku Luhan dan menariknya agar terbuka lebar, bisa ia lihat lubang perawan Luhan yang nampak menggoda dimatanya siap untuk memanjakan penis besarnya.
Sehun sadar diri jika ini pertama kalinya bagi Luhan, ia tidak bisa langsung seenaknya menyodok Luhan tanpa persiapan dahulu, Sehun menjilati area sekitar penis Luhan, sesekali ia juga memberikan kissmark disana yang membuat Luhan sekali lagi melenguh nikmat, melupakan bahwa dirinya saat ini tengah dilecehkan tapi nafsu nya membuatnya lupa akan segalanya
Sembari membuat kissmark Sehun telah menyiapkan jarinya sebagai penetrasi, awalnya ia memasukkan jari telunjuknya, ia menengok keatas melihat reaksi Luhan saat jarinya masuk kedalam lubang analnya, Luhan memekik kaget. Ia meminta Sehun mengeluarkan jarinya, namun Sehun mengabaikannya, ia menambahkan jari tengahnya kemudian menggerakkannya maju mundur secara teratur, Luhan menangis, ia merasa lubangnya begitu perih, tapi Sehun seakan menyiksanya, ia bahkan menambahkan jari manisnya lagi didalam hole-nya, Luhan merasa sebentar lagi lubangnya akan lecet
Luhan bisa bernapas lega ketika jari-jari sialan itu keluar dari lubangnya, namun tak lama kemudian, sesuatu yang bahkan lebih besar dan keras berusaha menerobos hole-nya yang sempit, Luhan merintih kesakitan, ia memejamkan matanya kuat hingga kerutan-kerutan di dahinya terlihat jelas, Sehun menggenjotnya dengan tidak sabaran, ia berusaha menemukan titik kenikmatan Luhan dengan terus menusuknya
"Ahhh..." akhirnya pekikan itu terdengar, Sehun tersenyum puas dan menyodok titik itu dengan kuat
"Ahhsss..Sehun, akuhh..Hahh.." Luhan tak dapat mengutarakan apa yang ia rasakan sekarang, ini begitu nikmat namun juga sakit, ia ingin Sehun menghentikan kegiatannya tapi Luhan menginginkan lebih
"Fuck! Kau nikmat Luhan" Sehun mendesis keenakan, penisnya dimanjakan oleh urat-urat hole Luhan yang terus memijat kepemilikannya didalam sana. Sehun terus menyodok titik tersensitif Luhan dengan brutal, bahkan dapat dilihat jika keringatnya sudah membanjiri dahinya sejak tadi.
"Ughhh...lebih cepat Sehunnnhh..." akhirnya Luhan memohon padanya, ia ingin segera mendapat kebebasan dan tak lama kemudian Luhan mencapai puncaknya. Tapi Sehun belum selesai, ia masih fokus menggenjot hole Luhan dengan kuat dan terkadang memberi kissmark tambahan disekitar pundak Luhan yang belum terjamah
Sehun tidak memberikan Luhan waktu istirahat karena dirinya sendiri belum tuntas, Luhan hanya bisa mendesah menerima perlakuan Sehun padanya, sebenarnya Luhan sangat lelah, ia ingin segera mengakhiri aktifitas ini, Luhan dengan nakal mengetatkan hole-nya yang membuat penis Sehun kesusahan menyodoknya sekaligus memberikan massage gratis disana, tak tanggung-tanggung bahkan Luhan menggerakkan dirinya berlawanan arah dengan Sehun agar prostatnya ditumbuk semakin dalam dan...
"Akhhhh..." Sehun mendapatkan puncaknya, ia jatuh didada Luhan dengan nafas yang masih terengah
"Kau gila Sehun!" geram Luhan yang saat ini mendelik tajam kearahnya
"Tapi kau juga meminta lebih tadi" Sehun mengingatkan ke-khilafan Luhan
"Itu gara-gara kau juga bodoh!" kesal Luhan
"Baiklah, aku akan bertanggung jawab jika kau hamil, Luhan!" Sehun berucap tegas
"Sialaaannn! Aku laki-laki Oh Sehunn!" Luhan memekik nyaring
.
.
.
Pagi ini Luhan bangun dengan cara jalan yang berbeda, ia berulang kali merintih memegangi pantatnya yang masih sakit akibat kegiatan semalam, Luhan kali ini bertindak seolah ia adalah majikan dan Sehun babunya, Luhan meminta Sehun menggendongnya ke kamar mandi, memakaikan seragamnya, dan menyuapinya ketika makan, semuanya Sehun lakukan karena Luhan begini juga karena ulahnya.
"Heii-apa sebaiknya hari ini aku tidak usah masuk saja?" Luhan berucap sambil mengunyah rotinya
"Mereka akan berpikir yang macam-macam jika kau tiba-tiba sakit" pandangan datar Sehun sukses membuat Luhan kesal
"Aku seperti ini juga karenamu, bodoh!" Luhan melempar rotinya yang mengenai dahi Sehun
"Lalu aku harus apa?, menggendongmu sampai kelas?" Sehun menatapnya intens
"Ani, tapi bagaimana jika Baekhyun bertanya yang macam-macam?, aku harus menjawab apa?!" Luhan mulai panik
"Bilang saja kau sudah tidak perawan.."
Jdduakk..
"Byeontae!" Luhan mencebikkan bibirnya kesal, sedangkan Sehun mengelus kepalanya yang sekali lagi diberi bogeman mentah oleh Luhan
Sesudah sarapan mereka mulai keluar dari kamar asrama menuju kelas seperti biasanya, Sehun dengan teganya meninggalkan Luhan yang kini berjalan dengan sangat lambat bahkan melebihi siput sekalipun, dibelakang sana Luhan terus saja mengumpati Sehun dalam hati karena ia tengah jadi pusat perhatian sekarang, bahkan ada yang sampai terkikik geli melihatnya
"Aku tak akan mengampunimu setelah ini, Oh Sehun!" Luhan bersusah payah menuju kelas dengan membawa tas besar berisi biola dan beberapa buku-bukunya, ia tak peduli bahwa kini dirinya mulai digunjingkan karena cara berjalannya yang tidak wajar
"Piggy back!" Luhan terkejut ketika Chanyeol tiba-tiba berada dihadapannya dan menawarkan bantuan
"Aku bisa sendiri" Ketus Luhan, ia berjalan lagi meskipun sangat lamban
"Apa semalam kau melakukan this and that?" Chanyeol mengangkat sebelah alisnya dengan smirk yang terkembang jelas dibibirnya
"Bodoh!, kau sama mesumnya dengan albino bermuka triplek itu!" Luhan mengerucutkan bibirnya
"Ckck, jangan bohong! Melihat cara berjalanmu seperti ini, apakah semalam sangat menggairahkan?" Chanyeol mengeluarkan tampang mesumnya
"Menggairahkan Matamu Park!, sakit bodoh!" Luhan mulai geram
"Huhh.. Baekhyun yang berulang kali kumasuki saja tidak akan merengek sepertimu!" sindir Chanyeol
"Slut sepertinya sudah terbiasa, Yeol" Luhan memalingkan wajahnya
"Apa katamu!" Chanyeol melotot geram kearah Luhan
"Sudahlah!, aku ingin ke kelas" Luhan mengabaikan roomate-nya dan berjalan mendahului
Begitu pelajaran berlangsung, Luhan sama sekali tidak fokus dengan materi yang diberikan guru paruh baya tersebut, sungguh hari ini ia kesal setengah mati karena ulah Sehun sialan itu, Luhan juga berulang kali menggigiti bibirnya ketika ia teringat semalam, dimana dirinya meminta dipuaskan layaknya jalang, salahkan hasrat remajanya yang begitu melonjak-lonjak ketika diberi rangsangan, Luhan mengacak rambutnya sesekali melirik kearah Sehun yang nampak fokus kedepan, sama sekali tidak memikirkan perasaannya yang sudah diperawani ini.
.
.
.
"Boss, ukemu itu kenapa?" Sejak Luhan memasuki kelas, kai mulai curiga dengan gelagat Luhan, ia tampak lebih pendiam dari biasanya dengan bibir yang terus mengerucut
"Ohh..keperawanannya sudah kuambil, semalam" Sehun berucap tanpa dosa
"Mwo! Jinjja daebak! Keke.." Kai terkikik setelahnya
"Tapi setelahnya aku harus rela jadi babu-nya.." Sehun menghela napasnya kesal
"Yaa..itulah resikonya, tapi bagaimana rasa hole-nya?"
Ctakk..
"Awwhh..."
"Aku daritadi mendengarmu, hitam!" Kyungsoo mendelik padanya, saat ini mereka tengah berada dikantin, Luhan memilih duduk menyendiri lagi dan Baekhyun masih ada ulangan harian, jadi Kyungsoo-lah satu-satunya uke diantara Trio Bandel
"Kau lebih nikmat dari apapun kok chagi" Kai berusaha merayu Kyungsoo agar kekasihnya itu berhenti ngambek
"Kau tahu boss? Luhan lebih menyebalkan hari ini" adu Chanyeol
"Kita bisa apa kalau rusa sok manly itu sudah mengamuk, ckck" Sehun menggelengkan kepalanya ketika mengingat kemarahan Luhan semalam
.
.
.
Begitu jam sekolahnya berakhir, Luhan berinisiatif pulang kekamar asramanya sendiri, setelah kejadian semalam ia kapok untuk tinggal dikamar Sehun lagi, biarpun Luhan memprediksi bahwa saat ia pulang nanti kamarnya bau sperma, Luhan tidak peduli karena ia harus menghindari Sehun sekarang
Cklekk...
"Eoh, Luhan?" Baekhyun terkejut ketika yang membuka pintu tersebut adalah Luhan, seingatnya ia masih diijinkan untuk tinggal sekamar dengan Chanyeol
"Kau kembalilah ke kamarmu sendiri!" perintah Luhan
"Kenapa tiba-tiba?" tanya Baekhyun bingung
"Ini kamarku, kau seharusnya berada dikamar Sehun sekarang" ketus Luhan
"Aku tahu, tapi—" ucapan Baekhyun terhenti ketika melihat Luhan yang berjalan tertatih, sedetik kemudian ia mengerti kenapa Luhan tiba-tiba mengusirnya
"Kau baik-baik saja?, Apa Sehun bermain kasar,semalam?"
Uhukk...
Luhan yang tadinya sedang minum air putih itu langsung tersedak ketika mendengar ucapan Baekhyun "Apa maksudmu, eoh!" Luhan mendelik kesal pada Baekhyun
"Sebagai pihak yang dimasuki, tentu aku tidak bodoh ketika melihat jalanmu, itu" Baekhyun menunjuk kaki Luhan "Berbaringlah!, akan kuambilkan obat untukmu.." Baekhyun beranjak dan mulai mengacak kotak obatnya untuk mencari sesuatu
Luhan menurut dan ia berbaring diranjangnya, Baekhyun mungkin berpengalaman soal ini, jadi lebih baik ia mengikuti sarannya daripada harus menahan perih seharian ini
"Ini, oleskan ke lubangmu, atau perlu kubantu?"
"Tidak!, terimakasih" Luhan langsung merebut obat tersebut dan meminta Baekhyun keluar
"Hahaha...santai saja, besok juga akan sembuh.." ucap Baekhyun "Tapi rasanya nikmat kan Lu?" bisik Baekhyun menyerigai
"Yahh..sementara" Luhan semakin kesal saja
"Itu sebanding dengan perihmu, ckck" Baekhyun menepuk pundaknya dan keluar dari kamar Luhan
"Arghh.. aku tidak akan seperti ini jika bukan karenamu, Oh Sehun sialan!" geram Luhan
Mengumpat sampai seribu kalipun juga tidak ada gunanya, Luhan menyesali keputusannya untuk tukar asrama semalam, maksud hati ingin menyenangkan Baekhyun agar ia bisa bersama Chanyeol, namun malah Luhan yang ditimpa kesialan saat sekamar dengan Sehun
Mengingat kejadian semalam-pun juga membuat Luhan semakin naik pitam saja, ia memijit pelipisnya pelan, ia butuh sesuatu untuk menghibur dirinya, ahh.. tiba-tiba ia teringat ponselnya, segera ia raih ponselnya yang tergeletak di meja nakas dan membuka aplikasi game yang tersedia
Setidaknya dengan bermain game ia dapat melupakan masalahnya sejenak, Luhan begitu fokus bermain game hingga tak menyadari ada orang yang memanggil dikamarnya
"Baekki, kau dimana?!" teriak Chanyeol yang baru saja pulang
"Dia kembali ke kamarnya..." jawab Luhan dengan fokus yang tetap ke ponselnya
"Kau disini, Luhan?, apa kau mengusir Baekhyun?" Chanyeol langsung menghampiri Luhan dan meminta penjelasannya
"Inikan kamarku. kau bilang aku mengusirnya? Huhh..dia kan yang menumpang" Luhan mengoreksi ucapan Chanyeol
"Haishh..Kau ini, aku kan masih ingin bersamanya.." rengek Chanyeol
"Bisakah kau diam, Chanyeol! Aku sedang menghindari Sehun saat ini, jadi kumohon..." Luhan beralih menatap Chanyeol dan berakting memelas
"Heuhh..terserah kau saja" Chanyeol menjatuhkan tasnya dimeja belajar miliknya, dan bergegas menuju kamar mandi meninggalkan Luhan yang masih sibuk dengan game-nya
Luhan telah menyelesaikan 3 level sekaligus dalam gamenya, ia merasa lelah dan merebahkan punggungnya di headbed ranjangnya, sejak menghindari ChanBaek saat itu hingga penyambutan kemarin, ia melupakan ponselnya yang tertinggal dinakas.
Luhan membuka kontaknya dan ia melihat jajaran 3 teratas nomor orang-orang terdekatnya, hanya Mama, Baba dan LaoGao, ahh..semenjak ia pindah kesini ia jarang menghubungi sahabat baiknya di China, LaoGao. Luhan menekan menu call-nya dan menunggu sang sahabat untuk mengangkat panggilan darinya
"LaoGao, bagaimana kabarmu? Apa kau tidak merindukanku?" begitu LaoGao menerima panggilannya, Luhan langsung menyerbunya dengan pertanyaan
"Bukankah aku yang seharusnya bertanya seperti padamu?" Ucap LaoGao disana
"Kenapa kau tak menghubungiku sejak aku sampai disini?" Tanya Luhan
"Itu karena kupikir kau sibuk disana, jadi aku menunggumu..." jawab LaoGao dan Luhan sedikit terharu mendengarnya
"Astaga, teman macam apa kau ini?! Kau tahu?, sejak hari pertama aku menginjakkan kaki disini, aku ditimpa begitu banyak masalah" Luhan mulai bercerita
"Apa kau punya penggemar gay disana? Atau kau diputuskan lagi oleh seorang yeoja?" LaoGao mulai menebak
"Jauh dari kata itu, disini bahkan lebih parah daripada sekolahku yang dulu" Luhan mendengus sebal
"Benarkah? Kenapa kau tak mengatakannya pada mama-mu?" sahut LaoGao
"Husstt...Kuharap setelah mengetahui ini, kau tidak menceritakannya pada mama" ancam Luhan
"Ok, tapi Heii-kau sudah menemukan pengganti XuanYi disana?" LaoGao mengalihkan topik
"Kupikir gadis-gadis disini lebih menjijikkan, sekolahku ini sarangnya gay dan fujoshi jika kau tahu" terdengar helaan napas disana
"Jaman sekarang kau masih berkencan dengan teman satu sekolahmu?, heii-cobalah untuk menjajal aplikasi cari pacar diponsel-mu itu, aku sudah menemukan couple-ku disini" LaoGao memberitahu
"Benarkah?, apa hubunganmu dengannya masih berjalan sampai sekarang?" Sahut Luhan bersemangat
"Tidak, ia langsung menolakku ketika kencan pertama" LaoGao mengerucut kesal disana
"Huahaha..." Luhan tertawa nyaring setelahnya, "Cobalah untuk me-make over dirimu, pergilah ke gym untuk menguruskan badan gembulmu itu dan mulailah untuk ke salon sebulan sekali" Saran Luhan
"Huhh..ini sudah bawaan genetik, Lu" LaoGao mendengus sekali lagi
"Ohh ya, selama aku disini, aku sering ke gym untuk membentuk ototku. Dan kebetulan teman sekelas-ku mau menjadi gym-trainer ku, hahh..beruntungnya aku LaoGao. Kau lihat saja saat aku pulang ke China nanti, aku akan berubah jadi manly" Bangga Luhan dan disana Laogao memijit pelipisnya pelan, sepertinya temannya ini belum tobat dari cita-cita anehnya.
"Apa sekarang sudah terbentuk ototmu?" Tanya LaoGao
"Haishh..kau ini, baru 2 minggu nge-gym mana mungkin terlihat hasilnya" kesal Luhan
"Kenapa kau tak mencoba membeli suplemen saja agar ototmu terbentuk lebih cepat, biasanya dijual di gym dengan harga tertentu, dengan begitu kau tidak perlu susah payah latihan kan?" usul LaoGao
Seketika Luhan tersadar lagi akan kebodohannya, LaoGao benar, kenapa ia tak membeli obat saja agar ototnya terbentuk lebih cepat tanpa susah payah, dengan begitu ia juga tidak akan berurusan dengan Sehun keparat itu.
"Astaga, kenapa kau pintar sekali sekarang?, aku bahkan tak kepikiran untuk membeli obat saja" Luhan memuji LaoGao dan merutuki kebodohannya sendiri
"Yahh..cobalah, semoga berhasil. Kututup dulu ya, panggilan internasional lebih mahal" setelahnya sambungan tersebut terputus
"Huhh..lihat saja Sehun, aku akan mengungguli mu sebentar lagi" seringai Luhan lebar
~TBC~
Review sangat diperlukan guys...
see you next chap ;)
