Sejak insiden pemerkosaan itu, Luhan jadi kapok berhubungan lagi dengan Sehun. Sebisa mungkin ia akan menghindari laki-laki cabul itu jika melihatnya. Jangankan menghindari, latihan bersama pun ia tidak akan mau lagi, persetan dengan gratis. Ia akan lebih memilih latihan sendiri sesuai kemampuan dan keinginan nya bukan karena perintah semena-mena Sehun.
Seperti saat ini, mengabaikan rasa sakit pada anus nya. Luhan malah nekat keluar dari asrama menuju gym untuk berlatih sendiri. Masa bodoh dengan seorang gym trainer, yang penting otot idaman nya segera terbentuk secepat nya. Disamping alat-alat fitnes yang berjejer rapi, disana ada sebuah etalase yang dipenuhi botol-botol berisi kapsul atau suplemen pembentuk otot. Luhan jadi teringat ucapan LaoGao, ia lalu mendekat kearah etalase tersebut dan mengamati jejeran suplemen yang beraneka macam.
"Kau mencari apa?" suara berat seorang pria bertubuh dempal membuat Luhan tersentak dan membalikkan badan nya
"Eung...aku ingin membeli obat itu.." jari telunjuk Luhan menunjuk sebuah botol bergambar tubuh lelaki atletis
Pria itu mengangguk lalu menggeser penutup kaca etalase. Ia mengambil satu botol yang ditunjuk Luhan dan memberikannya, namun sebelum itu pria tersebut berpesan "Dosis nya satu kali sehari. Maksimal 2 kali sehari. Obat ini akan efektif jika dibarengi latihan yang terus-menerus"
"Ahh..Aku mengerti" Luhan mengamati botol tersebut sekali lagi lalu ia mengeluarkan dompet nya, mengeluarkan beberapa lembar Won dan menyerahkannya pada pria tersebut
"Terimakasih" gumam nya
Luhan menarik sudut bibir nya, sebuah smirk tipis tersirat akan makna 'Lihat saja, tanpa dirimu aku juga bisa membentuk otot ku sendiri. Selamat tinggal Luhan yang cantik, aku akan jadi Manly setelah ini hahaha...'
.
.
.
Chapter 4
By: HunHan SeRaXi
.
.
Ruang musik. Seperti namanya, ruangan itu dipenuhi oleh alat-alat musik yang beraneka macam. Ruangan ini selalu bising oleh suara-suara melodi yang enak didengar. Biasanya siswa akan singgah kemari jika ia ingin berlatih sambil melepas penat, ini juga dilakukan oleh Sehun dan Chanyeol yang masing-masing memegang gitar. Mereka baru saja menyelesaikan satu buah lagu hasil kolaborasi permainan gitar mereka.
"Hey! Apa kemarin kau bersama Luhan?" Chanyeol membuka suara, ia melirik Sehun disamping nya yang sedang menenggak air mineral
"Tidak" Sehun mengendikkan bahu nya, ia lalu balas menatap Chanyeol "Kenapa?"
"Semalam dia pulang larut" Chanyeol menyahut. Beberapa siswa lain mulai meninggalkan ruang musik karena jam istirahat sudah berdentang, dan sebagian memilih berdiam disana.
"Woah..nekat sekali dia" Sehun menyindir "Tapi bukankah dia masih sakit?"
"Itulah yang aku pikirkan juga" Seru Chanyeol "Tapi, sepertinya dia habis nge-gym" ungkap nya
"Benarkah?" Sahut Sehun tak percaya "Dia berlatih sendiri?"
"Sepertinya begitu, dia mungkin menghindarimu setelah kejadian itu" Chanyeol lalu meletakkan gitarnya, terdengar kekehan nyaring Sehun setelah nya
"Apa yang kau tertawakan?" Chanyeol mengernyitkan dahi, Sehun lalu berdehem
"Luhan bodoh itu, baru kugagahi sekali saja sudah ingin kabur. Lihat saja, dia takkan bisa lepas dari terkaman ku" ucap nya dengan angkuh lalu menyilangkan kedua tangan nya
"Hey! Pelankan suaramu" Chanyeol berbisik, beberapa siswa lain melirik mereka setelah Sehun berucap tadi. Untungnya tidak ada Luhan saat ini.
"Ohh maaf.." Sehun lalu mengatupkan bibirnya
...
"Hey! Kalian dengar itu? Sehun menggagahi Luhan? Ohh..Astaga!"
Siswa perempuan memang hobi menggosip, mereka yang tadinya sibuk berlatih dengan instrumen masing-masing sekarang malah duduk berkumpul membicarakan sesuatu secara lirih. Mereka adalah kumpulan Fujoshi yang sebagian besar adalah penggemar ChanBaek, bukan rahasia umum lagi karena mereka memang sangat real.
"Sepertinya kita perlu memanggil detektif" usul salah seorang siswa perempuan
"Untuk apa? Bukankah kita sudah tahu jika Sehun itu gay. Mungkin saja sekarang dia menjalin hubungan dengan Luhan" sanggah yang lain
"Ahh...kelihatan nya mereka cocok sekali. Sehun yang tampan dan Luhan yang cantik, perfect" komentar siswa perempuan yang mengenakan jepitan rambut berbentuk pita
"Aku mau jadi penggemar mereka!" Seru nya menggebu "HunHan Shipper? Bukankah kederangannya cocok?" cetus siswa perempuan itu
"Aku setuju, mulai sekarang awasi mereka berdua" komando sang ketua geng
"Baik, Eonni" jawab yang lain serempak
Dan sebentar lagi akan ada penggemar Luhan yang baru, bukan teriakan para lelaki yang mengelu-elukan namanya, tapi teriakan sekumpulan wanita yang meng- couple kan dirinya dengan Sehun. Seperti apa reaksi Luhan setelah ini?
.
.
.
"Uhukk...Uhuk..."
Baekhyun mengutuk dalam hati. Bisa-bisanya ia tengah dilanda flu ketika ujian acapella akan diadakan sebentar lagi, ia sudah berlatih dengan keras dan penyakit sialan ini seakan merusak segala nya.
"Baek, kau tampak kurang sehat. Sebaiknya tidurlah diruang kesehatan" saran Kyungsoo yang berempati padanya
"Tidak! Uhukk.. astaga apa yang harus kulakukan Soo. Suaraku jadi serak begini" sesal Baekhyun, kemarin malam ia sempat ditraktir es oleh Chanyeol dan ia tidak menyadari bahwa daya tahan tubuhnya sedang menurun.
"Kau bisa meminta izin pada Guru Song" Kyungsoo lalu bangkit dan mengulurkan tangannya kearah Baekhyun "Ayo kuantar ke keruang kesehatan"
...
Sebagai kekasih yang baik, Chanyeol langsung melesat keruang kesehatan setelah mendengar kabar Baekhyun sakit dari Kyungsoo. Ia membuka pintu ruang kesehatan dengan kasar dan hal itu membuat istirahat Baekhyun yang nyaman menjadi terusik.
"Baek, kau sakit?" Chanyeol bertanya khawatir
Jika aku tidak sakit untuk apa aku disini? Bodoh.
"Apanya yang sakit heum..?" Chanyeol mengusap dahi Baekhyun, dapat ia rasakan suhu yang hangat ketika menyentuh dahinya
"Aku hanya lelah" Baekhyun menjawab nya lirih
"Sebaiknya kau tidur diasrama, akan kumintakan surat izin" Chanyeol hendak melangkah namun ditahan oleh Baekhyun
"Tidak! Temani aku saja disini" rengek nya, Baekhyun menjadi lebih manja jika ia sakit
"Tidak! Aku masih ada latihan dan kau harus istirahat lebih" Chanyeol memang dasarnya keras kepala, ia lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang
"Oii Kai, tolong mintakan surat izin. Baekhyun sedang sakit dan aku harus mengantarnya pulang ke asrama, ohh ya sekalian ambilkan tas nya dikelas" dan sebelum Kai membantah, Chanyeol langsung memutuskan sambungannya
"Sialan, dia pikir aku babu nya?" umpat Kai yang tengah berada dikelas
.
.
.
Chanyeol yang tengah menggendong Baekhyun di punggung menjadi pusat perhatian siswa yang melihat. Beberapa dari mereka bersiul dan sebagian lainnya –terutama para CBHS berteriak nyaring karena mendapatkan fanservice bertubi-tubi. Chanyeol melirik Baekhyun yang menyadar lemah dibahu kanan nya, ia sedikit mempercepat langkah nya agar Baekhyun bisa segera beristirahat.
"Dia kenapa?" ditengah jalan Sehun menghadang mereka yang kebetulan tengah berpapasan
"Baekhyun sedang sakit. Boss nanti malam kita tukar kamar ya? Kasihan dia sakit" Chanyeol berujar memelas yang terselip modus didalamnya
"Terserahmu saja" Sehun menjawab acuh, ia boleh-boleh saja bertukar kamar. Tapi mengingat kelakuan Luhan yang berisik itu membuat Sehun jengah. Mungkin saja jika Rusa Cantik itu terus berteriak, Sehun tidak akan segan-segan menggagahi nya lagi.
"Thanks bro.." Chanyeol menarik sudut bibirnya dan berjalan mendahului Sehun
Sehun melirik kesamping, sekumpulan wanita penggemar Chanyeol dan Baekhyun berteriak histeris sepanjang perjalanan kedua Couple itu. Sehun tidak mengerti kenapa mereka bisa jadi idola, mungkin jika ia dan Luhan bisa seperti itu suatu saat nanti pasti rasanya akan menyenangkan. Sehun lalu menggaruk tengkuk nya, sungguh angan-angan yang konyol.
...
Setelah mengambil satu setel bajunya di kamar sendiri, Sehun lalu beranjak menuju asrama Chanyeol. Ia sedikit kasihan melihat kondisi Baekhyun dan Chanyeol nampak nya juga sibuk mengurusi kekasihnya yang sedang sakit, jadilah Sehun mengalah sekarang. Sehun lalu memasuki asrama yang dulunya sangat kotor –khas Park Chanyeol namun kini berubah menjadi rapi dan bersih semenjak kedatangan Luhan –walaupun laki-laki itu cerewetnya luar biasa. Tanpa ragu ia masuk ke kamar mandi dan membasuh tubuhnya yang lengket akibat keringat sepulang sekolah.
Bahkan ketika Sehun selesai mandi, si Rusa itu tak kunjung muncul juga. Entahlah, Sehun tidak mau ambil pusing. Ia lalu merebahkan tubuhnya di kasur dan menarik selimutnya hingga menutupi kepala, segar nya sehabis mandi ditambah lelah sepulang sekolah membuat berbaring di kasur terasa sangat nyaman sekali.
...
Luhan berulangali mengucap syukur hari ini, sejak pagi sampai sekarang ia tak pernah melihat Sehun –memang karena ia menghindarinya. Ia lalu membuka pintu asrama nya dan tak mendapati Chanyeol, mungkin si jerapah itu masih nongkrong dengan geng nya –pikir Luhan
Ia lalu mendudukkan dirinya di sofa yang empuk. Luhan mengembuskan napasnya, ia lalu menarik kedua tangan dan meregangkan ototnya.
"Hahh..." desah nya panjang
"Entah kebaikan apa hingga hari ini aku tak melihat Sehun sama sekali" gumamnya keras, ia sengaja melakukannya karena ia pikir sekarang disini tidak ada siapa-siapa
Ia meneguk air putih dari lemari es, lalu merenung "Sehun cabul itu, dia pikir aku tak bisa manly huh?! Haha.. aku kan sudah punya solusi" Luhan lalu tersenyum miring, ia meletakkan gelasnya lalu beranjak menuju kamar
Ketika membuka pintu, Luhan terkejut mendapati gundukan sesuatu di kasurnya –mungkin Chanyeol "Ohh..Chanyeol, kupikir kau belum pulang. Ternyata sudah tidur ya?" monolog nya, Luhan tak mau ambil pusing. Ia segera membuka laci nya dan meraih botol suplemen disana
"Ahh ini dia.." girang nya, ia lalu mengambil 2 kapsul dan menelannya
"Tanpa si cabul itu aku juga bisa, haha..mulai sekarang aku akan giat latihan! Jiayou Luhann!" Luhan memberi semangat pada dirinya sendiri lalu beranjak keluar untuk bersiap-siap menuju gym lagi.
Sehun membuka matanya, hampir saja ia tertidur. Namun suara nyaring Luhan membuyarkan rasa kantuk nya. Sejak tadi ia mendengarkan semua gumaman Luhan, Sehun lalu tersenyum miring. Sebuah ide cemerlang melintas di otak nya
"Kau yang lebih bodoh Luhan, ckck dasar!"
.
.
.
"Hei Boss! Semalam bagaimana tidurmu?"Celetuk Chanyeol di pagi hari ketika ia melihat Sehun datang ke kelas
"Dia mengira itu kau" degus Sehun, lalu ia melanjutkan "Itu baik daripada aku harus mendegar ocehan nyaring nya"
Chanyeol lalu terkekeh "Hari ini Baekhyun tidak masuk, aku sedikit khawatir membiarkannya sendirian di asrama" curhat nya
"Baekhyun sudah besar asal kau tahu" Sehun menghela napas, ia duduk di kursinya dan memutar tubuh menghadap Chanyeol "Hari ini aku tidur ditempatmu lagi ya?"
Chanyeol sempat terdiam, tapi buru-buru Sehun menyela "Kau harus menjaga Baekhyun lebih lama, bukankah itu keinginanmu juga? Jangan sungkan padaku" Sehun tersenyum penuh misteri
"Kau itu kenapa?" Chanyeol ingin tahu, tapi pada akhirnya ia menyetujui juga
"Baiklah, terserahmu saja"
...
"Guru bedebah sialaaaan! Bisa-bisanya dia dengan seenak jidat menyuruhku membuat satu buah lagu dalam waktu seminggu! Tugasku yang lain masih menunggu untuk dikerjakan astaga..."
Sore itu, begitu Luhan memasuki asrama. Ia langsung marah-marah , penyebab nya adalah sang maha benar guru memberinya tugas membuat satu buah lagu yang diberi waktu hanya dalam seminggu. Dia pikir membuat lagu itu gampang huh?! Yang benar saja, selera lagu tiap orang itu berbeda. Jika nanti lagu yang ia buat tidak cocok ditelinga sang guru, bukan tidak mungkin ia akan mendapat nilai rendah, kan?
Luhan mengacak rambutnya kesal, ia hendak berbalik untuk mengambil minum di lemari es. Namun suara pintu kamar mandi terbuka membuatnya terkejut, bukan karena Chanyeol tidak memakai handuk atau sebagainya melainkan yang keluar dari sana adalah sosok Sehun, hey ia tidak salah lihat kan?
"Kau..." tunjuk nya sambil terbata, selangkah demi selangkah ia mundur kebelakang ketika Sehun melangkahkan kakinya semakin mendekat kearahnya
"Jangan mendekat!" Luhan memperingatkan, ia terus melangkah mundur hingga rasanya punggungnya menabrak tembok. Sehun berada tepat dihadapan Luhan dengan jarak yang sangat minim, ia lalu mendekatkan wajahnya, secenti lagi mungkin ia dapat mencium Luhan.
"Apa yang kau pikirkan?" Sehun lalu menjauhkan wajah nya, Luhan nampak gelagapan. Pipinya bersemu merah dengan tatapan gagu, ia lalu menggaruk tengkuk nya
"Kudengar kau sekarang latihan gym sendiri ya?" nada bicaraya terdengar santai, namun cukup menyinggung bagi Luhan
"Ohh..memang kenapa hmm.." Luhan sedikit percaya diri, ia mendongakkan kepalanya dan berani bertatapan langsung dengan iris tajam Sehun. Kedua tangannya mendorong bahu Sehun pelan agar sedikit menjauhkan jarak antar dirinya
"Kau tahu, sekarang tanpa dirimu aku juga bisa" terdengar nada penuh kesombongan disana "Kau secara sukarela mau menjadi gym trainer ku hanya untuk memuaskan hasratmu kan? Maaf aku tidak semurah itu" Luhan membuang mukanya lalu ia berdecih "Diluar banyak, kenapa kau malah tertarik padaku yang bukan gay? Dasar cabul" ejek nya
"Ok, mari kita buktikan apakah usahamu nanti akan berhasil" Sehun berucap santai, dalam hati ia tersenyum setan
"Tentu saja Oh Cabul, aku ini laki-laki sejati asal kau tahu" Luhan menepuk dada kiri nya, bagaikan semangat 45 ia akan buktikan pada Sehun bahwa ia mampu tanpa dirinya
"Ya..ya..kau lelaki sejati atau bukan, aku tidak peduli" Sehun mendengus, lalu beranjak menuju kamar untuk ganti baju
"Sialan.." umpat Luhan
...
Luhan yang sehabis mandi menganakan bathrobe nya dan menuju kamar untuk ganti baju, ia akan bersiap-siap untuk menuju gym lagi. Mulai saat ini dan seterusnya ia bertekad untuk giat latihan agar otot idaman nya cepat terbentuk, ia akan buktikan pada si Oh sialan itu bahwa ia juga bisa manly sepertinya. Luhan lalu tersenyum menyerigai, ia menarik lacinya dan menemukan botol kapsul itu lagi, menegak langsung 2 kapsul sekaligus dan ia berjalan menuju lemari untuk mengganti bajunya.
Tapi sebelum ia benar-benar melepas bathrobe nya, ada rasa gelanyar aneh yang mengalir disetiap tubuhnya, tiba-tiba hawanya menjadi panas, sangat panas. Luhan yang hendak mengambil baju malah jatuh terduduk sambil merengkuh tubuhnya sendiri, ia berkeringat hebat. Napasnya mulai tidak teratur, ingin rasanya tubuhnya ini bergerak lebih, tapi ia tidak tahu apa yang sedang terjadi pada tubuhnya? Kenapa rasanya aneh seperti ini? Siapapun saat ini tolong Luhan, ini sakit.
Sehun memasuki kamar Luhan, ia menatap Luhan yang tak kunjung mengganti bajunya. Sehun lalu mendekat kearahnya, ia berlutut menyamakan posisinya dengan Luhan. Ditatapnya laki-laki yang tengah menunduk dengan wajah memerah sempurna, Sehun tahu apa yang terjadi pada Luhan. Karena ini memang ulahnya.
"Kau ingin aku membantumu meringankan rasa sakitmu hmm?" Sehun tersenyum menyerigai
"Apa maksudmu" Luhan menatap Sehun tajam
Sehun lalu terkekeh, ia mendekatkan wajahnya pada Luhan dan berbisik "Aku sudah menukar obatmu dengan obat perangsang, bagaimana rasanya?"
Otomatis tanduk imajiner muncul dikepala Luhan "Sialan bedebah kau Oh Sehun!" desisnya. Dari tatapan Luhan sekarang menunjukkan bahwa ia benar-benar marah, namun sayang nya tubuhnya merespon lain, ia telah hilang kendali.
Sehun mengulurkan tangan nya, ia mengusap permukaan pipi kanan Luhan yang halus. Hanya dengan membelainya memberikan sensasi tersendiri ketika Hard, Luhan mendesis bagai ular, napasnya tidak teratur, suhu tubuhnya semakin naik dan ia menginginkan sekujur tubuhnya untuk disentuh.
"Sshhh..."
Sehun tersenyum penuh kemenangan, ingin sekali rasanya saat ini ia mempermainkan Luhan. Ia sengaja memperlambat gerakan tangannya mengusap bahu mulus Luhan, biarkan si Rusa ini bergerak sendiri nanti. Bukankah dia pernah mengatakan bahwa ia ingin jadi dominan? Mari kita buktikan sekarang!
Sehun mengecupi ceruk leher Luhan yang masih harum khas bau sabun, ia menggesekkan batang hidungnya disana berniat membuat Luhan merasa geli. Luhan benar-benar dibuat frustasi, ia ingin Sehun bergerak lebih. Bedebah sialan! Persetan jika ia normal, ia butuh menuntaskan hasratnya sekarang. Luhan menarik tengkuk Sehun, semakin mempersempit jarak diantara keduanya kemudian saling menyatukan bibir, kedua tangan Luhan mengalung dengan sempurna di leher Sehun, dan siapa juga yang mau menolak jika ada mangsa tersaji didepan mata? Sehun jelas tidak akan diam saja, ia juga membalas pangutan bibir Luhan.
Luhan melumat bibir bawah Sehun penuh nafsu, tidak peduli rasa gengsi nya sekarang. Itu urusan nanti ketika selesai, yang penting sekarang ia butuh belaian. Perlahan lidah Sehun telah menerobos masuk kedalam mulut Luhan, membelit lidah sang pemilik dan mengajaknya berduel untuk membuktikan siapa yang lebih dominan, tapi kali ini Sehun ingin mengalah. Biar Luhan yang bergerak aktif disini.
"Nnggghh..."
Liur Luhan sudah menetes dimana-mana, puas menjelajah isi mulut Luhan, Sehun lalu beranjak turun mengecup sekaligus menjilat-jilati bagian dada Luhan. Kain bathrobe yang menempel pada tubuh Luhan ia lepaskan talinya sehingga Luhan polos sekarang, dengan begini ia lebih leluasa menikmatinya. Kedua tangan nya terulur untuk menyentuh kedua puting kecil Luhan, merangsang kedua tonjolan itu dengan ibu jarinya lalu menyesapnya dengan mulut. Hal itu sukses membuat Luhan mendesah erotis dibawahnya, sungguh pemandangan yang membuat kebanggaan Sehun perlahan bangkit.
"Sehun...kumohon.."
Sehun tak mengindahkan permintaan Luhan, ia akan tetap menghukum nya saat ini. Salah siapa menyalahi aturan yang telah disepakati, Sehun menurunkan sedikit kepalanya, ia merunduk mengecupi daerah pusar Luhan, lalu kemudian menjilatinya hingga menimbulkan bekas merah akibat giginya yang ikut andil. Fuck that Shit! Sehun biadab! Ia benar-benar tega menyiksa Luhan sekarang.
Luhan rasanya hampir menangis, tubuhnya kelewat panas padahal jika Sehun sentuh pun suhunya masih tetap normal. Ia menjauhkan kepala Sehun dari pusarnya kemudian menarik satu tangan nya untuk mengocok penisnya sendiri, Sehun menyerigai. Ia menjauhkan tangan Luhan dari penisnya kemudian dengan telaten ia mengurut penis Luhan yang semakin ereksi, jari-jari nya juga ikut andil menggoda kedua buah zakar Luhan, Sehun sempat melirik keatas melihat ekspresi Luhan. Hand job nya kali ini sukses membuat Luhan merem-melek keenakan.
"Ngaahh...Hun..Mmh.."
Dengan keadaan terangsang juga sentuhan-sentuhan yang mengalirkan sengatan aneh dalam tubuhnya, Luhan merasa seakan dirinya melayang jauh diatas awan, rasanya nikmat dan mengagumkan, seperti itulah kesannya. Ketika ia hampir berada dipuncak, ia merasakan sebuah kehangatan akibat milik nya dikulum oleh Sehun. Gaahh! Ini gila, ia merasa sebentar lagi akan...
"Akhhh..."
Luhan klimaks. Seluruh cairan mani nya tumpah dimulut Sehun, Sehun lalu menenggaknya. Susu hangat di sore hari tidak buruk juga, lagipula rasanya gurih bahkan lebih enak daripada susu sapi. Setelah mendapat klimaksnya, Luhan terengah. Ia masih mengatur napas nya yang tak beraturan, tapi rasanya ia masih dalam keadaan Hard. Ini salahnya karena meminum obat tersebut 2 kapsul sekaligus.
Luhan telah mendapatkan puncak nya, sedangkan Sehun? Penisnya yang ereksi minta dikeluarkan secepatnya dari sarangnya, perlu diingat bahwa ukurannya akan lebih besar jika menegak dan Luhan harus bersiap akan itu. Sehun membuka resletingnya, ia menurunkan jeans nya dengan cepat beserta dalaman nya, sejenak ia mempersiapkan miliknya sendiri lalu menatap Luhan yang masih tergolek di lantai.
"Kau siap?" Sehun memberi aba-aba
"Nghh...cepat lakukan" Luhan memohon dengan ekspresi sange khasnya
Begitu Sehun siap, ia menaikkan satu kaki Luhan ke pundak nya. Ia memposisikan miliknya tepat berada didepan anus Luhan yang berkedut, perlahan ia mendorong penis nya semakin kedalam dan..
"Ngaaahhhh..."
Sehun telah mendapatkan sweetspot nya. Ia menggerakkan pinggul nya, menghujam titik kenikmatan Luhan dengan tempo yang terkesan lambat, ini adalah hukuman walau sebenarnya ia sendiri juga ingin bermain kasar tapi tidak untuk kali ini, biar Luhan lah yang mendominasi.
Tidak butuh waktu lama, Luhan akhirnya ikut berpartisipasi dengan menggerakkan pinggul nya berlawanan arah. Ia menurunkan sebelah kakinya dipundak Sehun, punggung nya perlahan bangkit dan ia sudah berada dalam posisi duduk sekarang, ia memegang kuat kedua pundak Sehun lalu menggerakkan dirinya dengan kasar dan cepat, Sehun hanya diam. Membiarkan Luhan bergerak sendiri sesuai keinginan nya, Luhan terus mendesah-desah sepanjang tempo genjotan nya, suaranya sangat merdu bagaikan nyanyian surga.
"Ahngg..."
"Terus...Lu"
"Hhh...Ngaaahh...Ahh..."
"Fuck! So tight"
"Ummhh..."
Sehun tidak tahan lagi, ia lalu ikut bergerak memompa penisnya semakin dalam menumbuk prostat Luhan. Kedua insan yang saling menyatukan diri dari arah berlawanan itu pun sama-sama menggeram dan mendesah nikmat, tidak peduli keringat yang mengucur akibat olahraga hebat ini. Olahraga seperti ini bahkan dapat membakar kalori lebih banyak dengan aktifitas yang lebih menyenangkan, lalu jika begitu. Untuk apa Luhan susah-susah nge-gym?
Sehun mendorong Luhan menjadi terlentang, ia lalu menaiki tubuh Luhan dan saat ini posisinya memimpin. Ia sedikit merunduk mengecapi leher putih Luhan sekaligus memberikan tanda kepemilikan didana, sedangkan dibawah tubuhnya tetap bekerja menggenjot lubang anal Luhan dengan gerakan cepat. Sehun sedikit mendongak menatap ekspresi liar Luhan, si Rusa itu wajahnya memerah padam sempurna, matanya terpejam erat dengan bibir terbuka yang sedari tadi terus mendesah, sialan! Ini erotis sekali.
"Ssshh...Sehh..Hun..Ak..Aku..."
Belum sempat Luhan menyelesaikan kalimat nya, ia sudah klimaks untuk kedua kali. Tapi dia masih harus tersentak ketika penis Sehun masih aktif menumbuk didalam sana, Luhan mau tak mau dibuat mendesah lagi dan akhirnya auman khas Sehun berhasil terdengar setelah ia mendapatkan klimaks nya untuk yang pertama.
Ini masih belum selesai. Luhan memang telah mendapatkan apa yang tubuhnya inginkan, tapi, sengatan panas yang mengalir dalam setiap nadi nya memicu hormon remaja nya untuk disalurkan. Ia merutuki dirinya sendiri, bisa-bisanya ia ceroboh sebelum meminum kapsul tersebut, tapi Sehun yang juga cerdik berusaha mencari kapsul yang serupa namun beda kegunaan. Luhan mati-matian menahan rasa ego dan gengsi nya, ia butuh bantuan Sehun lagi, sedikit mendongak keatas dan menatap Sehun dengan tatapan seduktif, Sehun terpaku sesaat pada kecantikan Luhan, ia lalu mendengar suara Luhan yang memohon sambil mendesah...
"Sehun, aku masih ingin..."
Shit!
"Ayo sentuh aku... kumohon cepatlah..."
Double Shit!
"Lu, kepalamu tadi tidak sedang terbentur kan?"
Sial!
Sehun terlalu bertele-tele dan Luhan jengah akan itu, tanpa sungkan ia langsung menarik tengkuk Sehun dan menyatukan kedua bibir tersebut. Ciuman Luhan terkesan lebih menuntut daripada Sehun, sejenak ia mendominasi dikarenakan Sehun sedang kalut dengan pikirannya, hey Sehun sedang tidak bermimpi basah kan? Lama ia dikalahkan hingga tersadar dan lidah nya bergerak lincah yang langsung melengserkan posisi dominasi Luhan.
Sehun bergerak merubah posisi nya, ia naik keatas Luhan yang sedang duduk berselonjor, ia gesekkan paha nya dengan paha ramping nan putih mulus milik Luhan. Luhan menggeram ketika Sehun juga tak tinggal diam ikut menggesekkan penis nya dengan menggunakan lutut, memberikan friksi aneh namun geli yang memabukkan pada ujung selatan tubuhnya.
Lagi-lagi ia merasakan Sehun memberikan tanda kepemilikan di sekitar puting nya, terkadang kedua puting nya ia gigit sehingga menyebabkan Luhan menjerit tertahan. Ia lalu merasa penis nya berada di genggaman tangan, meremas itu dengan teratur dan sukses membuatnya ereksi. Sehun lalu menjauhkan dirinya, ia menatap Luhan tak kalah seduktif lalu berbisik sambil menjilat cuping telinga nya
"Kulum milikku, Luhan!"
Tapi sebelum Luhan menjawab, mulutnya telah disumpal oleh penis panjang Sehun yang langsung memenuhi mulutnya. Luhan tidak bodoh, ia lalu mengecap penis tersebut dengan gerakan maju mundur, liur nya seakan menjadi selai coklat bagi pisang tersebut, giginya juga ikut andil bagaikan ia memakan es pisang coklat. Diatas sana, Sehun memejam erat. Luhan benar-benar membuatnya gila, sungguh ini nikmat sekali, ingin rasanya ia berlama-lama di goa hangat Luhan tapi ia lebih menginginkan sperma nya keluar dilubang anal Luhan.
Sehun segera menghentikan blow job Luhan, ia langsung membalikkan tubuh mungil tersebut sehingga menungging, well..gaya doggy style masih menjadi favoritnya sampai saat ini. Dengan keras ia menepuk atau bisa dikatakan menampar bongkahan pantan Luhan hingga memerah, kedua bongkahan yang tadinya putih itu langsung memerah karena Sehun berungkali menepuk nya, entah kenapa Luhan juga ikutan masokis, ia memang mengaduh namun malah terdengar seperti mendesah sekaligus menikmati. Diposisikan nya tepat didepan anal Luhan dan dalam sekali hentak Sehun berhasil memasukkan keseluruhan batang kemaluannya.
"Ughh...Aaakkk..Hhh.."
Sehun menusuk-nusuk rektum Luhan dengan kuat, si pemilik rektum menjerit tak kalah keras nya. Sehun juga tak tinggal diam, ia melukis goresan warna merah keunguan di punggung bersih Luhan, Luhan yang berkulit putih bagaikan selembar kertas yang siap untuk kapan saja dikotori dengan tinta. Dengan dibawah yang terus menggenjot, Sehun menarik dagu Luhan kebelakang dan mengajaknya berciuman, mereka beradu mulut ditengah panas nya seks yang mereka lakukan, bunyi decakan bibir ditambah suara tepukan antara pantat dan buah zakar seakan menambah kesan seksual diantara mereka.
Sehun melepaskan ciuman nya, ia lalu menjilati sekitar tengkuk Luhan yang membuat si empu kegelian. Tak lupa ia juga memberikan tanda disana, puas dengan melukis, Sehun lalu meremas kedua bongkahan pantat Luhan yang terasa kenyal ketika disentuh. Penis kecil Luhan yang menganggur ia genggam dan memijatnya hingga...
"Nngg..Kyaaahhh..."
Luhan mendapatkan klimaks nya untuk yang ketiga kali. Benar-benar menakjubkan! Ini rekor terbaik yang tak pernah Luhan raih sebelumnya. Sehun masih terfokus pada kegiatannya di bawah sana, ia juga mencari kenikmatan agar segera mencapai puncak, bosan dengan gaya yang ia lakukan saat ini lalu ia balikkan tubuh Luhan tanpa melepas tautan kelamin nya memposisikan Luhan dibawahnya kembali. Sehun membelai paha dalam Luhan yang terasa amat halus bagai sutra dengan warna kulit yang juga putih bersih seperti miliknya, Luhan jika seperti ini kecantikannya bahkan melebihi bidadari, dengan mata yang memejam seksual dan desahan erotis yang terus mengalun dari bibir plum nya. Sehun rasanya sebentar lagi juga akan mencapai klimaks dan...
"Arrgghhh..."
Sehun telah berhasil mencapai puncak nya untuk yang kedua kali. Ia lalu mencabut penis nya dari anal Luhan, seketika cairan sperma itu merembes keluar dari hole nya hingga mengenai lantai. Sehun tak peduli, biarkan Chanyeol yang mengepel nya atau bila dibiarkan akan mengering sendiri. Luhan merasa letih sekali, ia sudah malas untuk bangun, rencana nya untuk nge-gym sore ini batal karena ulah si Oh Sialan ini! Tapi ini bahkan rasanya lebih menguras tenaga dibanding mengangkat barbel 10 kg.
"Kau hebat sayang..." Sehun memuji nya
Cup
Hey! Apa itu tadi? Sehun menciumnya –Oh Shit, ingin rasanya Luhan mengamuk hebat tapi tubuh nya sudah terlalu lelah untuk itu, tapi setelah ia rasakan, gelanyar panas tersebut sudah hilang dari tubuhnya, ia sembuh. Seharusnya ia berterimakasih pada Sehun untuk itu, tapi mau ditaruh dimana muka nya huh?! Luhan sudah terlalu out of character saat ini, tadinya ia memohon, merintih, dan mendesah pada Sehun untuk minta dipuaskan. Benar-benar jalang
"Suaramu pasti habis kan? Ayo biar kumandikan"
Sehun tidak setega itu pada Luhan, mana mungkin ia akan meninggalkan pria yang sehabis bercinta dengan nya tergeletak tak berdaya tanpa busana dilantai, apalagi Luhan itu berhasil mencuri separuh pusat perhatian nya, Sehun akui ia kagum terhadap Luhan.
Mereka saling membersihkan diri di dalam kamar mandi sana, Sehun lalu memakaikan piyama tidur Luhan dan membaringkan tubuh ringkih tersebut di kasur, ia juga membenahi pakaian nya, sedikit tidak adil tadi mengingat ia hanya half naked sedangkan Luhan benar-benar polos. Sehun membawa tubuh mungil tersebut dalam dekapan nya, memeluk nya serta mengusap anak rambut Luhan yang dihadiahi ciuman bertubi-tubi oleh nya, Luhan tidak memperdulikan itu, sejak tadi ia sudah terbang kealam mimpi mendahului Sehun, dan tidak lama kemudian Sehun juga menyusul kealam mimpi.
.
.
.
"Byun..Baeek!"
Itu tadi suara teriakan lantang Kyungsoo ketika melihat sahabat nya itu sudah masuk sekolah lagi
"Kau sudah sembuh Baek? Ahh..syukurlah" Kyungsoo mengusap dada nya
"Dia sembuh karena aku yang merawat nya" bangga Chanyeol
Kyungsoo menatap jengah kearah Chanyeol, ia memutar bola mata nya malas "Baek, kau mau memesan sesuatu? Setidaknya setelah sembuh, kau harus banyak-banyak makan" nasehat nya
"Ya, bulgogi satu" Baekhyun berujar
"Baiklah, aku akan segera mengambil nya untukmu" Kyungsoo beranjak bangkit dan menuju kafetaria
"Kyungsoo ku baik sekali, dia peduli dengan sahabat nya. Tidak seperti kau Yeol" Kai berucap setelah nya
"Apa katamu? Aku tidak baik apanya padamu Huh!?" bela Chanyeol
"Yeolli, sudahlah. Aku bosan mendengar ocehan kalian" Baekhyun menengahi
"Ohh ya tapi dimana Sehun? Aku belum melihat nya 2 hari ini" Baekhyun lantas menyadari, Chanyeol mengangkat kedua alis nya, ia lalu menatap Baekhyun tajam
"Jangan bilang kau merindukan nya"
Ctaak
"Bodoh, si albino itu kan juga teman mu!" Baekhyun berucap ketus
"Semalam, Sehun pindah kamar di asrama ku. Dia yang meminta nya sendiri" Chanyeol memberi tahu. Tanpa ia duga matanya melirik kearah barat, dimana Luhan tengah berjalan tertatih nan terseok-seok begitu. Chanyeol yang terfokus pada satu objek membuat Baekhyun maupun Kai mengikuti arah pandang nya
"Bukankah itu Luhan?" gumam Kai
"Kenapa cara berjalan nya seperti siput?" Baekhyun juga menggumam
"Mereka pasti melakukan—"
"Kalian membicarakan ku? Puji tuhan, aku panjang umur kalau begitu" sarkas Luhan, ia tengah berada di didepan meja mereka. Lalu kemudian Kyungsoo datang dengan membawa nampan berisi mangkuk bulgogi
"Ohh Luhan, kau ada disini?" kyungsoo menyapa
"Dimana Sehun?" mengabaikan sapaan Kyungsoo, Luhan langsung bertanya pada inti. Dimana si Oh Cabul itu? Saat pagi ketika ia bangun, Sehun sudah pergi tanpa jejak. Dirinya merasa bagai Jalang yang ditinggalkan pelanggan nya ketika pagi, Luhan lantas menahan amarah nya yang sudah sampai keujung kepala, ia ingin mematahkan leher Sehun sekarang juga.
"Bukankah dia bersama mu? Kami tidak melihat Sehun sampai saat ini" Kai akhirnya berucap
Luhan menarik napas, kedua tangan nya telah mengepal erat sejak tadi, bersiap-siap untuk meninju Sehun nanti nya, tapi seakan laki-laki itu penegecut. Dia hilang entah kemana dan Luhan rasanya ingin meluapkan kemarahannya pada Sehun saat ini juga.
"Awas saja kau Oh Sialan! Kau benar-benar..." Luhan menggeram, wajah nya sudah memerah matang bak tomat rebus
...
Sehun saat ini sedang berada di rumah nya. Ya, rumah nya sendiri, bukan asrama. Ia duduk berhadapan dengan laki-laki berumur yang merupakan ayah kandung nya, laki-laki itu nampak santai sambil sesekali menyesap kopi nya dipagi hari
"Kenapa Ayah membawaku kemari?"
Sehun mengeluarkan suara nya, ia menatap takut pada Oh Siwon yang bisa saja laki-laki itu merencanakan sesuatu pada dirinya. Siwon melirik Sehun sejenak, lalu senyuman di bibir nya tersungging
"Bagaimana sekolahmu?"
Cih, Pertanyaan klise.
"Kupikir kemampuan mu tidak lebih dari itu-itu saja" Siwon menyindir anak bungsu nya
Sehun tidak bergeming, ia tetap diam daripada harus meladeni ucapan Ayah penuntut nya itu. "Ayah menculikku agar aku duduk di kursi perusahaan dengan menjadikan Ibu sebagai alasannya kan?" Sehun langsung menuju inti, Siwon terbahak dengan kejeniusan anak nya yang langsung bisa menebak apa tujuan nya menculik Sehun pagi ini.
"Kau tahu kan, Ibumu semakin sakit-sakitan. Ia ingin melihat anak kandung nya memimpin di tahta perusahaan ketika ia bangun nanti" Siwon berakting memelas, Sehun tidak memperdulikannya. Ia tahu itu hanya akal-akalan Siwon saja.
"Aku tetap pada pendirianku Ayah, biar MinHo Hyung yang menjadi pemimpin di perusahaan" Sehun juga tak kalah keras kepala, sifat nya ini menurun dari Ayah nya, Oh Siwon.
"Sehun! Sudah kukatakan berapa kali padamu! MinHo hanyalah anak angkat, kau yang seharusnya berhak menduduki jabatan itu" Siwon menggebrak meja, ia sudah sangat lelah menyadarkan anak kandung nya ini.
"Itu bukan Passion ku, jangan memaksaku Ayah" lirih Sehun
.
.
TBC
Haloo.. saya selama ini kemana saja? Well, saya sudah kelas 9 dan tahun depan ujian kelulusan pasti terjadi. enaena dengan buku sudah menjadi rutinitas saya sehari-hari :'' maaf ya, jujur saya gak niat banget buat hiatus tapi mungkin update ff nya jarang, bisa jadi sebulan 2 kali atau malah 1 kali T.T mohon pengertian nya ya ^^ I Need Your Review Guys ^^ See you...
