Sial. Itulah kalimat yang terlintas dibenak Sehun saat ini, ketika ia mengerjabkan mata, bunyi pesan masuk langsung menyambut bangun pagi nya. Sehun melirik kesamping, Luhan masih tertidur pulas dengan banyak bekas kemerahan disekitar dada nya, ia termenung sejenak menatap pulasnya Luhan, kemudian disadarkan oleh bunyi pesan masuk yang kedua.
'Sehun, Ayah sudah berada didepan gerbang asrama mu'
'Cepatlah keluar, sebelum aku menyeretmu dari kamar'
Sontak Sehun langsung bergegas, ia hendak memutar knop pintu namun mata nya melirik si Rusa yang masih terlelap. Sehun merasa seakan ia pecundang meninggalkan Luhan sehabis melakukan seks, tapi ini darurat. Jika Ayah nya tidak menemukan Sehun dikamar asrama yang sesungguh nya, maka tamatlah riwayat dirinya.
"Luhan, mianhae" gumam nya, lalu ia keluar dari kamar
.
.
.
Chapter 05
By: HunHan SeRaXi
.
.
"Tuan muda, anda ingin langsung pulang ke asrama?"
"Tidak, antarkan aku ke rumah sakit"
Suara mesin mobil terdengar setelahnya, perlahan mobil yang Sehun tumpangi berjalan meninggalkan rumah nya. Sehun memandang jalanan dari kaca jendela, ia mengembuskan napas. Sudah 6 bulan lamanya Ibu nya terbaring koma di rumah sakit akibat kecelakaan beruntun yang menewaskan 9 orang saat itu, Wanita cantik itu mengalami kondisi kritis selama berminggu-minggu hingga akhirnya koma sampai sekarang.
"Tuan muda, kita sudah sampai"
Suara Paman Cha menyadarkan lamunan nya, ia lalu melepaskan seat belt dan keluar dari mobil. Paman Cha membungkuk hormat padanya, lelaki paruh baya itu menyalakan kembali mesin mobil dan meninggalkan Sehun di rumah sakit. Sehun menaiki lift, menyusuri lorong dan berhenti disebuah pintu yang merupakan ruang rawat VVIP, Sehun membuka perlahan pintu tersebut, diatas ranjang seorang wanita berumur yang masih tetap cantik tertidur dengan nyaman.
"Sampai kapan Ibu akan tetap tidur? Bangunlah bu, dan bela aku" monolog nya
Sehun menggenggam tangan wanita itu, dia adalah Oh Sooyoung yang tidak lain adalah Ibu nya. Sejujurnya, dibanding Ayah nya Siwon, Sehun lebih mencintai Ibu nya. Sejak kecil, ketika ia dimarahi Siwon, Sooyoung langsung memeluk nya dan membela Sehun meskipun dia salah. Sehun mengerti, Ibu nya sangat menyayangi nya karena untuk mendapatkan dirinya sangat sulit, 5 tahun menikah dan tidak kunjung mempunyai momongan membuat Sooyoung frustasi, ia lalu mengangkat anak dari panti asuhan yaitu Oh MinHo. Siwon awalnya amat tidak setuju, namun karena Sooyoung memaksa akhirnya ia mengalah.
3 tahun kemudian setelah Sooyoung menjalani terapi yang menghabiskan dana ratusan juta, akhirnya ia bisa mengandung keturunan nya sendiri. Wanita itu amat bahagia, ia sangat menjaga Sehun dari kecil, menyayangi nya dengan tulus dan selalu membela nya walaupun ia salah, Sooyoung juga tidak pernah memarahi nya, ia mencintai Sehun sepenuh hatinya.
"Ibu..." panggil nya
"Ibu, aku merindukanmu. Bangun bu, lindungi aku dari kemarahan Ayah" setitik air mata jatuh di pipinya
"Ibu sangat menyayangiku kan? Ayah begitu egois memaksa yang bukan keingananku"
"Aku tahu Ibu akan selalu mendukung keinginanku. Bahkan jika aku ingin jadi artis sekalipun"
"MinHo jugalah putramu, dia lebih tua dariku. Lalu kenapa harus aku?"
"Ibu, tidakkah kau ingin memelukku? Menenangkanku dengan kata-kata lembutmu?"
Sehun jatuh terduduk di pinggir ranjang Sooyoung, air matanya mengalir deras dari pelupuk mata nya. Hanya disinilah sisi Sehun yang sebenarnya terlihat, ia mungkin arogan dan dingin di luar tapi rapuh dan butuh perhatian didalam. Sehun tahu ia bodoh menangisi orang yang sedang koma hanya akan membuang waktu nya saja, ia lalu bangkit dan mengusap sudut pinggiran matanya, mengecup sekilas kening sang Ibu lalu memandanginya lamat-lamat.
"Cepatlah bangun, bu"
.
.
.
.
.
"Kupikir Guru Song sudah mengadakan ujian acapella, kemarin" seusai merapikan buku nya, Baekhyun dan Kyungsoo lantas berdiri dan hendak menuju ruang musik
"Guru Song berhalangan hadir kemarin. Untungnya kau sudah sembuh" Kyungsoo menjawabnya, ia berjalan sambil menggandeng lengan Baekhyun
Mereka berdua memasuki ruang musik dan duduk disalah satu bangku. Disana sang guru beserta seorang pianist sedang bersiap-siap untuk test kali ini. Awalnya Baekhyun duduk dengan tenang sampai akhirnya ia merasa ingin buang air kecil, diliriknya siswa yang tengah menyanyi di depan, ia berada di urutan absen terakhir dan akan sedikit lama baginya untuk menunggu, Bekhyun menyikut lengan Kyungsoo, sahabatnya itu menoleh dan Baekhyun membisikkan sesuatu
"Kyung, aku ingin ke kamar mandi"
"Cepatlah!" pesan Kyungsoo dan Baekhyun langsung keluar dari ruangan itu
...
"Catatan ku kemarin dimana ya? Apa dimeja Baekhyun?"
Sehun sedang bersiap-siap membereskan buku nya yang akan dibawa, sengaja ia berangkat siang karena ulah Ayah nya yang menculiknya secara tiba-tiba pagi tadi. Ia mengobrak-abrik laci nya dan juga Baekhyun namun tidak menemukan catatan itu, Sehun lantas kesal dan menelpon Baekhyun
Diujung sana, tepatnya disalah satu bilik toilet laki-laki. Baekhyun sedang mengeluarkan air kencing nya namun rasa nyaman itu terusik saat tiba-tiba ponselnya berdering yang membuat saku celananya bergetar, Baekhyun menggeram siapa yang tengah menelponnya diitengah situasi seperti ini, segera ia keluarkan ponselnya dari saku dan tidak sengaja bagian resletingnya terkena air.
Sial
"Woi Baek, apa buku catatanku ikut terbawa oleh mu?" Sehun tengah gusar dikelasnya
"Tidak, kau ini aishh..." desah Baekhyun
"Yang benar Baek, kau yakin tidak terba—"
"Sudah kubilang tidak ya tidak" karena kesal Baekhyun lantas mengakhiri panggilannya secara sepihak
"Dasar Byun Bacon itu" umpat Sehun yang juga kesal
...
"Ahh...bagaimana ini? Gara-gara Sehun juga nih aduhh..."
Baekhyun tengah gusar sendiri di toilet, bagaimana tidak? Ujung resleting nya terkena air sehingga basah. Tidak mungkin juga ia keluar dari toilet dalam keadaan seperti ini, berulang kali ia menyobek gulungan tisu toilet berusaha mengeringkan kain celana nya yang basah, namun tetap saja membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk mengeringkannya.
Di lain tempat Kyungsoo juga merasa cemas, sebentar lagi adalah giliran Baekhyun namun anak itu belum juga kembali. Kyungsoo sebagai sahabat benar-benar merasa khawatir, apakah terjadi sesuatu pada sahabat nya? Ahh..semoga jangan. Daripada berlama-lama memikirkan hal yang tidak-tidak, ia segera keluar dari ruangan dan berniat menyusul Baekhyun di toilet.
"Baek, apa yang kau lakukan? Cepat kembali ke ruang musik! Sebentar lagi giliranmu"
Begitu Kyungsoo menemukan Baekhyun, ia segera menarik sahabatnya yang tengah berdiri di depan uap pengering. Kyungsoo tak habis pikir, sebentar lagi gilirannya tapi anak ini malah santai-santai saja disini.
"Kyung, bagaimana ini? Resleting ku basah" cemas Baekhyun, ia menatap memelas pada Kyungsoo berharap dia akan dapat membantunya
Kyungsoo menghela napas, jadi ini alasan Baekhyun berlama-lama disini. "Aku sudah menyelesaikan test, kalau begitu kita akan bertukar celana sementara. Cepat! Sebelum terlambat"
Dan secara spontan kedua anak lelaki itu saling bertukar celana dan memakainya secara kilat, entah rapi atau tidak yang penting mereka harus segera sampai diruang musik secepatnya.
.
.
.
.
.
Luhan bersenandung sambil berjalan-jalan disekitar area sekolahnya, dikedua telinga nya sudah diapit oleh sebuah headset yang memperdengarkan lagu favorit nya. Tumbuhan yang nampak hijau serta jalanan setapak yang bebas sampah membuat mood nya sedikit membaik saat ini, terkadang kulit wajahnya juga diterpa semilir angin yang menyejukkan, refleks membuatnya memejamkan mata untuk sejenak.
Dan ketika ia membuka mata, pandangan nya menangkap sesosok lelaki remaja yang ia yakini sangat itu adalah Sehun. Sedang apa si cabul itu duduk menyendiri di bawah pohon oak? Tiba-tiba saja amarahnya yang ia pendam sejak pagi tadi meluap saat itu juga, dilepaskannya headset dari telinga nya kemudian berjalan cepat kearah Sehun yang juga tengah memejamkan mata.
Srakk
"Hey! Apa yang kau—" ucapan Sehun terhenti ketika ia menyadari yang menarik kerah leher nya adalah Luhan
"Brengsek" umpat nya, Luhan hendak melayang kan tamparan nya namun pergerakan tangannya ditahan oleh Sehun
"Dengarkan aku dulu Luhan!" Sehun berteriak, ia mengambil napas dalam-dalam kemudian menatap lawan bicaranya tajam
"Maafkan aku, tadi pagi Ayah membawaku ke rumah"
"Aku tidak peduli" potong nya lalu menatap angkuh Sehun "Kau membuatku kacau, semua orang memperhatikan cara berjalanku yang aneh. Ini semua gara-gara kau!" tuding nya yang juga memasang tatapan intimidasi satu sama lain
"Karena kau juga aku membatalkan jadwal latihanku kemarin" sambung Luhan, ia masih belum puas terus menyalahkan Sehun disaat seperti ini "Sebenarnya apa mau mu? Kau butuh pelampiasan? Kenapa aku yang selalu jadi korban mu? Apa hanya aku yang—"
"Ya. Hanya kau saja" tukas Sehun cepat, dan saat itu juga Luhan terdiam beberapa detik
Sehun membawa Luhan dalam pelukannya, mencoba memberi tahu bahwa jantung nya selalu berdetak cepat ketika ia berhadapan dengan nya, selama ini hanya Luhan lah yang mampu membuatnya gila seperti ini, walaupun ia tahu Luhan bukanlah gay.
'Aku yakin suatu saat nanti kau akan jadi kekasihku' gumam Sehun dalam hatinya
Cup
Seketika binar rusa Luhan membola, apa yang baru saja Sehun lakukan tadi? Ohh tidak! Ini kedua kali nya ia dicium spontan seperti tadi. Segera ia melepaskan diri dan memberi jarak lebih antara ia dan Sehun "Kau! Kenapa kau –-"
Plakk
Tanpa bisa menunggu lagi, Luhan segera malayangkan tamparan kerasnya. Sehun nampak terkejut, bekas merah tercetak jelas di pipi kanan nya. Tamparan Luhan cukup keras hingga ia merasakan anyir di sudut bibirnya, seketika ia menatap Luhan tajam dan hendak membalas nya, namun urung saat kedua teman nya datang untuk menengahi.
"Sehun, hentikan! Apa yang ingin kau—"
"Lepaskan aku!" titah nya angkuh
Jika Sehun sudah berbicara datar seperti ini, itu artinya ia benar-benar marah. Sehun dapat mengacaukan segala nya bahkan teman nya sendiri bila perlu jika mood nya turun drastis, spontan Chanyeol dan Kai melepaskan tangan nya dari Sehun. Sehun melonggarkan dasi nya kemudian berbalik menyisakan 3 orang yang diam mematung disana.
"Luhan, apa yang baru saja—"
Tanpa menjawab pertanyaan Kai, Luhan juga berbalik, berjalan mendahului dengan hati yang terasa sakit bak habis diremat-remat. Ia terlalu gelisah hari ini, entah mengapa ia merasakan hal buruk akan terjadi setelah nya, ini semua gara-gara Sehun yang selalu membuat hati nya kacau sekaligus bimbang. Jujur saja ia sedikit merasa bersalah pada Sehun, laki-laki itu seperti memendam kesedihan yang tak terbaca, tidak bisanya Sehun bersikap demikian. Luhan merasa bahwa Sehun sedang menyembunyikan sesuatu dari tatapan wajah nya.
.
.
.
.
.
"Eonni!" seorang gadis memekik nyaring ketika memasuki kelasnya, ia berlari cepat kearah sekumpulan teman-teman nya yang tengah membicarakan sesuatu
"Lihat! Mereka berciuman" gadis itu menunjukkan foto di layar ponsel nya
Sontak sekumpulan gadis itu merebut ponsel si gadis dan melihat nya lamat-lamat, sebagian dari mereka berteriak histeris dan ada pula yang kegirangan. Ponsel gadis tersebut jadi rebutan teman-teman nya, mereka meminta foto itu untuk dikirim ke sebuah grup.
"Yerin-ah, mereka benar-benar berciuman kan?" si ketua geng bertanya, ia menatap gadis berkuncir itu dengan tatapan intimidasi
"Tentu saja Eonni, aku bersumpah melihatnya secara langsung! Dan foto itu buktinya" Yerin berusaha meyakinkan sang ketua
"Tapi kau mengambil foto nya dari belakang, aku jadi sedikit tidak yakin. Mungkin saja Sehun sedang berbisik sesuatu ditelinga Luhan atau jangan-jangan dia—"
"Berciuman?" sahut Hera, si gadis yang memakai bandana
"Tidak! Bisa saja Sehun sedang mengancam Luhan" pendapat si ketua, Han Sera
"Kita tidak bisa mempercayai sesuatu yang belum jelas. Kita memang Fujoshi tapi anti delusi, ingat itu! Kalian, kau dan kau mulai saat ini awasi Sehun dan Luhan. Mengerti?!"
"Ya. Ketua!" sahut mereka serempak
"Sera-yah, aku berpikir kalaupun Sehun dan Luhan tidak memiliki hubungan, mungkin kita bisa menjadi mak comblang nya. Sehun itu gay, dan Luhan? Kita tidak tahu apakah dia gay atau tidak tapi wajah nya seakan menunjukkan jika dia tercipta untuk pihak bawah. Aku merasa bahwa Sehun dan Luhan sangat lah cocok, bukan kah begitu girls?" Dayoung, salah satu dari mereka mengutarakan pendapatnya
Sebagian dari mereka mengangguk setuju, Dayoung melirik kearah Sera "Bukankah ini ide yang bagus? Kita yang akan jadi mak comblang nya" lalu Sera menyunggingkan senyum nya, sebuah ide jahil tiba-tiba terlintas.
"HunHan? They will be the best couple" guman Sera
...
"Hey! Dimana Baekhyun?" Sera tersadar saat Zico bertanya padanya
"Memangnya kenapa? Ini kan masih jam istirahat" Sera menjawab malas, ia duduk di meja dengan satu kaki diangkat
"Ponsel nya tertinggal di kamar mandi" ujar Zico
"Apa? Sini berikan padaku!" Sera menyahut cepat, Zico memberikan ponsel itu pada Sera dan berpesan "Nanti jika Baekhyun kembali berikan padanya"
"Iya aku tahu" acuh Sera yang sibuk mengotak-atik ponsel Baekhyun yang kebetulan tidak dikunci
Sera menelusuri foto-foto yang memenuhi galeri Baekhyun, kebanyakan isinya adalah foto Chanyeol bersama Baekhyun yang sedang kencan, pose mereka berdua yang romantis membuat sebagian gadis-gadis itu berteriak hingga pipi nya memerah "Aigoo Chanbaek lucunya..."
"Lihat! Chanyeol berpose sambil mencium pipi Baekhyun"
"Kenapa tidak di bibir sih?"
"Apa mereka tidak pernah mengabadikan momen saat diran-upss" Yujin menghentikan kalimatnya karena teman-temannya sontak menatap kearahnya
"Kau terlalu banyak menonton porno gay" sindir Sera, ia lalu beralih fokus ke ponsel Baekhyun lagi dan men-scroll nya kebawah. Tiba-tiba fokusnya teralihkan pada sebuah video
"Video apa ini?" gumam nya, taman-teman nya segera mendesak untuk melihat video itu dan tanpa menunggu lama lagi ia segera memutar video tersebut.
Awalnya mereka biasa saja sampai pada akhirnya "Astaga! Aku tidak salah lihat kan?"
"Luhan? Benarkah itu dirinya?"
"Ya Tuhan mereka sangat—"
"Ohh hidungku, berhentilah mengeluarkan darah"
"Kyaaa mereka real!"
Video tersebut adalah video saat Luhan menerima tantangan Sehun untuk berciuman mulut dengan nya, Baekhyun yang pada waktu itu memang sengaja mengabadikan momen menggelikan itu dengan mem-video nya, alasannya karena jika sewaktu-waktu ia terdesak, ia bisa mengancam Luhan dengan video tersebut.
"Sera Eonni, kalau begini apakah bisa dikatakan delusi?" cetus Dayoung tiba-tiba
"Benar! Ini adalah bukti yang kuat jika mereka memang menjalin hubungan" sahut yang lain, sebagian besar mereka setuju jika Sehun dan Luhan diam-diam menjalin hubungan.
"Foto yang kuambil ini bisa jadi mereka memang berciuman" bela Yerin
"Ya. Benar! Sehun dan Luhan mereka berpacaran diam-diam" ujar Yujin bersemangat
"Aku sendiri juga tidak dapat mengelak" Sera menjeda sejenak "Luhan mencium Sehun dengan sangat berhasrat, mereka berdua tampak menikmatinya. Tidak mungkin mereka akan seperti itu jika tidak saling mencintai" pendapatnya yang sebagian menyutujui anggapan tersebut
"Kalian semua, awasi Sehun dan Luhan mulai saat ini juga" titah Han Sera si ketua geng
.
.
.
.
"Arghh...kenapa aku terus kepikiran sih?" Luhan berulang kali mengacak rambutnya, ia seharusnya senang karena telah berhasil menampar Sehun, namun sebaliknya ia sedikit merasa bersalah
"Sehun dia baik-baik saja kan? Dia suka berkumpul dengan teman nya tapi kenapa tadi menyendiri?" Luhan mulai berpikir
"Ahh tapi apa peduliku juga" Luhan membuang muka nya, ia tersadar jika mengurusi orang lain bukanlah gaya nya sama sekali
"Tapi dari wajah nya ia seperti merasa sedih" Luhan tiba-tiba murung, Sehun tidak pernah seperti itu. Dimata nya laki-laki itu selalu dingin dan tak pernah menunjukkan masalah hidupnya. Luhan pikir Sehun adalah tipe anak orang kaya yang suka bermain-main tapi peristiwa tadi seakan ada yang mengganjal dalam hatinya.
"Mungkinkah Sehun—"
"Hey! Sadarlah Luhan, kenapa kau begitu mengurusi hidup nya sih?!" tegur nya pada diri sendiri. Luhan jadi bingung sendiri, disatu sisi ia merasa senang telah menampar Sehun, disisi lain pula ia juga merasa bersalah secara bersamaan.
Luhan menggelengkan wajah nya, ini hanya perasaannya saja, Sehun mana mungkin bersedih? Dia anak orang kaya, apapun yang ia inginkan akan langsung dituruti. Lalu apa masalah Sehun? Dia juga tidak memikirkan tagihan dan Saham kan? Ya, bisa dibilang ini hanya perasaan Luhan saja yang terlalu berlebihan.
"Selamat siang semuanya, kali ini siaran radio akan dimulai kembali bersama penyiar kita hari ini Bae Sana dan Jo Kwon. Ya, seperti yang kita tahu bahwa sekolah selalu mengadakan siaran radio setiap sebulan sekali dan kali ini berita apa yang akan dibawakan?"
Luhan menghela napas, siaran tak penting yang didengarkan seluruh penjuru sekolah. Ia memilih acuh dan tak mendengarkan ocehan yang berasal dari speaker diujung kelas, membicarakan masalah sekolah sebulan ini dan siapa saja yang meraih juara di berbagai lomba, tidak ada penting nya untuk didengarkan. Luhan meraih sebotol air mineral, meneguknya dan menyisakan setengah botol. Ia lalu menenggelamkan wajah nya di meja, entah mengapa ia merasa terlalu letih hari ini.
"Mungkin itu saja berita seputar sekolah hari ini dan—" tiba-tiba suara si penyiar terhenti karena panggilan seorang siswa, sampai akhirnya si penyiar tersebut kembali mengeluarkan suara
"Sebelum aku mengakhiri siaran ini, ada berita penting yang harus kalian dengarkan"
"Wahh..apa itu?"
"Han Sera memberitahuku bahwa Sehun dan Luhan, mereka jadian"
Whoaaa...
Seisi kelas termasuk kelas Luhan, tiba-tiba menjadi ramai. Luhan langsung terbangun dari meja nya dan hendak pergi menemui si penyiar sialan tersebut namun terhenti ketika ia mendengarkan lagi
"Ini bukanlah gosip semata, Han Sera sudah mempunyai buktinya! Tunggu sebentar, tataplah masing-masing LCD dikelas kalian. Kami akan menunjukkan bukti nya"
Sontak seluruh siswa menatap LCD di depan mereka yang tengah menayangkan adegan Luhan dan Sehun yang saling memangut dan melumat satu sama lain. Beberapa dari mereka menatap tak percaya video tersebut, Luhan sudah dibuat merah padam. Ia malu sekaligus marah, siapa Han Sera itu? Ia ingin memberi pelajaran.
"Daebak! Video itu akhirnya tersebar" gumam Chanyeol menatap tak percaya
"Si Rusa saat ini pasti sedang ribut" Kai lalu tertawa
"Untung nya Sehun saat ini tidak ada" timpal chanyeol
"Ehh tapi dimana Sehun? Dari jam ke delapan sampai sekarang belum kembali juga?" Chanyeol lantas menyadari, Kai hanya mengangkat bahu sebagai respon
Sedangkan dikelas lain, tepatnya Baekhyun dan Kyungsoo saling tatap muka. Mereka tidak tahu bagaimana video itu bisa dimiliki Sera, tiba-tiba ia jadi merinding sendiri "Kyung, apa setelah ini Luhan akan mengahajarku?"
...
Luhan berjalan cepat-cepat menuju ruang siaran, kedua penyiar sialan itu pasti belum beranjak dari sana, lalu juga siapa Han Sera itu? Luhan merasa ia tidak pernah berurusan dengan seseorang bernama Sera, lalu dapat darimana dia video itu? Ternyata diam-diam ada yang mem-video kegiatan nya saat itu bersama Sehun, pasti diantara mereka berenam salah satunya. Luhan akan mencarinya sendiri nanti
Brakk
"Hentikan siaran kalian!" Luhan berucap tegas, Sana maupun Jo Kwon terperanjat kaget karena kehadiran Luhan yang tiba-tiba
"Kami sedang siaran, jangan ganggu kami" ucap Sana, yang tidak lain ia mengusir Luhan secara halus
"Aku perlu bicara denganmu, kau—"
"Apa kau mencariku, Luhan-ssi? Aku Han Sera" Sera muncul dari belakang Luhan, Luhan langsung membalikkan badan nya kebelakang dan menatap gadis yang ceroboh tersebut
Seorang siswa perempuan biasa, mengenakan seragam dengan rapi, rambut nya dijepit disisi kanan, memakai kaus kaki panjang hingga ke paha, sekilas gadis ini terlihat biasa saja namun sangat berbahaya bagi Luhan"Sudah puas mengamatiku? Apa perlu kita bicara berdua?"
...
Luhan maupun Sera tengah berada di balkon, kedua nya saling memberikan tatapan tajam dan intimidasi, baik Luhan dan Sera seperti tidak ada yang mau mengalah, persetan dengan Sera adalah perempuan tapi gadis itu sudah kelewat batas
"Dapat darimana video itu?" Luhan langsung menuju inti, Sera sedikit menyunggingkan bibirnya kemudian menatap kedua mata Luhan
"Aku akan menjawabnya jika kau mau menjawab pertanyaanku dulu" ujar Sera, ia menyilangkan kedua tangan nya di dada
"Kenapa kau malah mengaturku? Aku bahkan senior mu!" Luhan sedikit meninggi kan suara nya, agar gadis ini takut. Namun nyata nya tidak berefek sama sekali bagi Sera
"Aku tidak peduli kau Senior ku atau bukan, tapi bukankah disini yang lebih penasaran adalah kau? Aku akan mengatakan nya jika kau mau menjawab pertanyaan ku dulu" Sera mengingatkan sekali lagi
"Baiklah, apa yang ingin kau tahu?" Luhan akhirnya menyerah
"Kau benar-benar sudah jadian dengan Sehun kan? Jangan mengelak karena satu sekolah sudah melihat bukti nya" Sera tersenyum misterius kemudian menatap Luhan "Sudah berapa lama?" lanjut nya
"Bodoh! Hanya dengan ciuman kau menyimpulkan bahwa kami jadian?" Luhan mengembuskan napas nya kasar, jari telunjuk nya terangkat kemudian menuding Sera "Dengarkan aku baik-baik, satu fakta bahwa aku bukan lah gay! Dan video itu memang benar namun saat itu aku bermain tantangan dengan Sehun jadi kami hanya—"
"Hanya berciuman panas, begitu?" potong Sera lalu ia terkikik geli
"Kami hanya bermain-main astaga!" Luhan memegangi kepala nya, ia terlalu pusing menghadapi gadis ini "Aku ini masih normal, aku menyukai gadis cantik dan seksi" lanjut Luhan
Detik berikutnya Sera tertawa sejadi-jadi nya, Luhan ini ternyata begitu Lucu "Hahaha... kau masih normal? Omo, cobalah berkaca hey! Kau itu cantik"
Sebuah kalimat laknat menyapa telinga nya lagi, ia paling anti dikatai cantik. Ia adalah lelaki dan seharusnya dipuji dengan kata tampan, bukan cantik. Spontan Luhan meraih dagu Sera dan bertatapan secara empat mata, ia terlalu lelah menghadapi gadis ini dengan cara baik-baik. Sera yang diperlakukan seperti itu mendadak terdiam dan berusaha mengontrol dirinya
"Ku katakan sekali lagi bahwa aku masih lurus, sama sekali tidak belok seperti kelima teman idiot ku. Dan juga jangan katakan kalimat laknat itu lagi jika pipi putih mu ini tidak ingin lebam, demi Tuhan aku ini laki-laki jadi tentu saja aku tampan" Luhan menjauhkan wajah nya, Sera terdiam beberapa saat, hawa disekitar mereka menjadi lebih dingin
"Kau mengatakan jika kelima teman mu itu belok, kenapa tidak ikutan belok sekalian? Kau dan Sehun sangat cocok. Walaupun kau laki-laki tapi wajah mu tidak tercipta untuk memikat perempuan, apapun alasanmu suatu saat nanti kau akan ikutan belok seperti mereka, kau akan jatuh pada pesona Sehun yang tampan secara laki-laki"
"Ohh apa kau seorang peramal?" Luhan berdecih, Sera lalu tersenyum
"Bahkan Chanyeol dulu juga pernah memiliki mantan seorang perempuan" Sera memberitahu "Tidak ada yang tidak mungkin dalam dunia ini, Luhan-ssi" Sera menatap pergelangan tangan kiri nya yang dililit jam tangan, saat ini sudah menunjukkan pukul 5 sore
"Luhan-ssi, sebentar lagi Guru Kang akan datang ke kelas. Aku permisi dulu" Sera berjalan mendahului, lima langkah kemudian ia berhenti dan teringat sesuatu "Maaf, aku tidak bisa mengatakan dari siapa aku mendapatkan video terbeut, itu privasi" Sera tersenyum dan berbalik lagi, berjalan keluar dari balkon dan meninggalkan Luhan seorang diri
"Bodoh, aku dikelabuhi gadis itu" sesal Luhan
.
.
.
.
.
Seorang laki-laki sedang menginjak-injaki papan yang diirngi musik pop, dilayar nampak panah-panah berjalan dari bawah keatas yang mengharuskan ia bergerak sesuai arah panah yang diminta. Ia sebenarnya lelah namun apa yang ia lakukan sejenak dapat melepas penat nya, semua harinya kacau akibat sang Ayah yang yang menculik .. Sehun memang sudah tidak niat mengikuti pelajaran sekolah hari ini, ia memanjat pagar kemudian keluar dari area sekolah dengan masih mengenakan seragam yang saat ini sudah acak-acakan.
Sehun berhenti, ia turun dari papan itu dan berjalan gontai menuju sebuah stand untuk memesan segelas cup float. Setelah ia mendapatkannya, ia keluar dari mall dan berjalan-jalan menyusuri kawasan dekat sungai Han yang ramai ketika sore hari. Ia berhenti di pinggir pagar, memandang aliran sungai yang nampak deras, serta warna-warna indah yang seakan menghiasi gerojokan air tersebut. Sehun menghirup napas dalam-dalam yang ketika dikeluarkan terlihat kepulan udara dari hidung nya, suhu diluar semakin mendingin, dan ia sama sekali tidak berniat untuk kembali ke asrama.
Ayah yang memaksa nya, sang Ibu yang juga tak kunjung bangun serta Luhan, seorang laki-laki mungil yang mengaku normal seakan menambah masalah hidup nya hari ini, Sehun tak tahu kenapa ia bisa jatuh dalam pesona lelaki cantik tersebut, dipegang nya pipi kanan yang merupakan bekas tamparan Luhan tadi, tiba-tiba Sehun tersenyum. Ia memang pantas mendapatkan nya
"Kau membolos?" suara seseorang yang menegur nya membuat Sehun menoleh
"Minho Hyung?" Sehun mengangkat satu alis nya, tidak percaya bahwa kakak angkat nya bisa berada disini
"Kenapa Hyung disini?" Sehun bertanya lalu Minho berdecih
"Seharus nya aku yang bertanya kenapa kau malah disini? Kau sengaja membolos kan?" tuduh Minho
"Ya, aku tidak berniat mengikuti pelajaran hari ini" ujar Sehun, ia menundukkan kepala nya
"Aku tahu, tadi pagi kau dirumah kan?" Minho menatap adik nya lekat, ia memegang pundak Sehun "Ayah memaksamu lagi?"
"Kau bahkan sudah tahu" jawab Sehun, Minho menghela napas nya "Kau seharusnya mematuhi ucapan Ayah"
"Tidak akan pernah" sahut nya tegas
"Bodoh! Kau adalah anak yang diharapkan, seharus nya kau lah penerus perusahaan Ayah, bukan aku" pandangan Minho berubah menjadi sendu "Kau terlalu dimanja oleh Ibu, kau bersikap sesuka hati sejak kecil, kau bahkan memaksa ingin masuk akademi musik daripada sekolah biasa" Minho menjeda sejenak, Sehun hanya terdiam "Setelah ini kau mau masuk agency? Sama sekali tidak tertarik untuk mengambil jurusan administrasi?" Minho berdecih lalu tersenyum pahit
"Sejak kau lahir seluruh perhatian tercurah padamu, aku mengerti bahwa aku adalah anak angkat. Ibu tidak pernah memarahi mu dan selalu membela mu, sekarang apa? Ibu bahkan tidak kunjung membuka mata nya, siapa yang akan membela mu lagi hmm?"Minho menyindir nya, mata nya nampak berkaca-kaca dan ia menatap adik nya tajam
"Jika Ayah tahu kau berada disini ia pasti akan marah, sekolah lah yang benar jangan membolos. Ibu pasti tidak suka jika melihat putra kesayangannya seperti ini" Minho berpesan, tangan nya tergerak untuk menyentuh pucuk kepala sang adik, sebenarnya ia juga menyayangi Sehun namun rasa iri selalu menyelimutinya sejak kecil, ia ingin menjadikan Sehun musuh nya namun Minho menyadari bahwa Sehun sama sekali tidak menginginkan apapun
Jduaak
"Hyung..." Sehun memegangi pipi nya yang sehabis ditinju oleh Minho
"Anak nakal! Mentang-mentang kedua orangtua mu kaya kau bisa bebas melakukan apapun? Ini ganjaran untukmu, berhentilah menyukai musik dan fokus kan dirimu pada bisnis, kau harapan mereka berdua" suara Minho berubah dingin, ia hendak meninggalkan adiknya namun Sehun meraih pergelangan kakak nya
"Hyung dengarkan aku..." Sehun mengatur napas, ia sedikit terkejut atas perlakuan Minho tadi "Walaupun aku anak yang lebih diinginkan, tapi kau tetaplah Hyung-ku. Kau lah yang menemani Ayah dan Ibu saat aku belum lahir, mereka tidak kesepian karena kehadiranmu. Dan tolong..." Sehun menjeda, ia mengatur napas nya kembali "Jangan pernah iri padaku, aku lahir karena mereka menginginkannya. Apa aku bersalah dalam hal ini?"
"Sudah selesai omong kosong nya?" sahut Minho, ia melanjutkan "Ada banyak tugas yang harus kuselesaikan daripada mendengar ucapan tak penting mu"
"Hyung kumohon, dengarkan aku sekali ini saja" Sehun memegang erat lengan Minho, berjaga-jaga agar ia tak meninggalkan nya "Meskipun begitu, kau anak Ayah dan Ibu juga. Kau yang tertua, kau yang paling mengerti atas masalah perusahaan, fakta bahwa kau anak angkat tetaplah memiliki hak untuk menjadi penerus perusahaan, aku mohon sebagai adikmu, Hyung saja yang jadi penerus Ayah. Aku sama sekali tidak tertarik menjadi seorang pemimpin"
"Tapi kau—"
"Aku mohon Hyung, aku meminta itu sebagai adik mu bukan saingan mu" Sehun memeluk kakak nya erat, Minho jadi terdiam dibuat nya "Kumohon bantulah aku, Ibu tidak dapat membela ku, bisakah kau menggantikan posisi Ibu saat ini Hyung?" Sehun akhirnya menangis, ini adalah pertama kali nya ia memohon seperti ini dihadapan Minho
"Kau sudah memikirkan ini? Kau yakin?" Minho bertanya sekali lagi, Sehun mengangguk
"Ya. Aku sama sekali tidak tertarik" sahut nya
"Baiklah, maafkan aku kalau begitu" Minho memeluk Sehun erat, ia sangat menyayangi adik nya, karena kehadiran Sehun pula membuat keluarga nya semakin bahagia, jika Sehun menangis pasti ibu nya akan ikut sedih, sebisa mungkin ia akan menghindari hal itu "Aku akan membantu mu sebisa nya, kau tahu bahwa kami sangat merindukan kehadiran mu dirumah, tapi kau memilih tinggal di asrama. Seharus nya kita bertemu di kafe dan saling tertawa bukan menangis seperti sekarang. Maafkan Hyung"
"Aku baik-baik saja, senang bisa bertemu Hyung hari ini" Sehun mengusap pelupuk mata nya
"Pulang lah ke asrama, aku akan mengantarmu"
.
.
.
.
.
"Hey Lao Gao! Aku mendapat masalah lagi hari ini, bisakah kau membantuku?" Luhan berbicara lewat telepon dengan Lao Gao, ia sedang duduk di bangku dekat kawasan asrama putra
"Kau menghubungiku ketika ada butuh nya saja, kau pikir aku penjual online?" dengus Lao Gao
"Kau ini! Tadi satu sekolah mengira bahwa aku pacaran dengan seorang lelaki, hey! Mereka menganggapku gay, astaga! Ini tidak akan bisa dipercaya" Luhan mulai bercerita lewat ponselnya
"Lalu kau ingin aku memberimu solusi begitu?" tebak Lao Gao
"Tepat sekali. Jadi bagaimana ini? Aku ingin membuktikan bahwa aku bukan lah gay" ujar Luhan
"Kencani saja satu gadis disekolah mu, dan katakan bahwa kau dengannya jadian"
"Apa kau bilang? Hey! Gadis-gadis disini rata-rata pendukung homo!" Luhan nampak tak setuju atas saran Lao Gao
"Apakah keseluruhan nya begitu? Cobalah gaet satu dan ajak lah berkencan. Wajah mu kan lumayan"
"Lumayan apa hahh?" sahut Luhan
"Lumayan..ehmm.. lumayan tam..pan hehe" Lao Gao tertawa garing, ia sengaja berbohong daripada terkena amukan sahabat nya, tiba-tiba Luhan menyungging kan senyum ketika mendengar nya
"Mereka semua buta, hanya kau yang normal. Baiklah aku akan mencoba saran mu, Xie Xie" Luhan lalu memutuskan sambungan nya
"Kupikir Lao Gao benar juga, pasti ada salah satu gadis yang normal disini" gumam Luhan
...
Keesokan pagi nya, Luhan hampir telat masuk kelas akibat sibuk menata rambut nya yang diangkat keatas, sama sekali bukan gaya nya sehari-hari memang karena membutuhkan banyak gel rambut dan juga boros waktu. Luhan amat tidak telaten, tidak seperti perempuan yang dapat menghabiskan berjam-jam untuk sekali dandan. Jika biasanya ia hanya menata poni nya ke depan sekarang poni itu terangkat ketas bak jambul gorong-gorong, ia menatap dirinya sekali lagi di cermin dan tersenyum puas menatap dirinya yang terlihat Manly
Sebenarnya ada alasan lain mengapa ia tampil beda hari ini, sesuai atas saran Lao gao semalam, ia akan menggaet satu gadis normal di sekolah ini dan mengajak nya berkencan. Ia akan membuktikan pada seluruh warga sekolah bahwa dirinya normal dan ia meyakinkan diri sendiri bahwa ia masih tertarik pada wajah cantik dan tubuh sexy seorang wanita
"Wow, Luhan! Apa yang kau lakukan pada rambut mu?" Chanyeol jadi terkikik sendiri melihat penampilan Luhan
"Kau ingin menyaingi ayam jago? Kukuruyuuk.." Kai memonyongkan bibir nya, berkokok bak ayam yang bertujuan menggoda Luhan
"Ishh..diam kalian semua!" Luhan menggebrak meja, awalnya kedua nya terdiam sampai sebuah tawa membahana setelah nya
"Hahahaha..." Chanyeol dan Kai tertawa keras, mereka menertawakan Luhan dari belakang. Chanyeol sampai memegang perut nya karena terlalu berlebihan, beberapa siswa yang lainnya juga ikut tertawa karena tertular virus ChanKai ini
"Lama-lama aku bisa gila disini" Luhan yang kesal memilih keluar dari kelas
...
"Maaf, pena mu jatuh" Luhan menaruh sebatang pena di meja dekat seorang gadis yang sibuk membolak-balikan buku
"Ohh..gomawo sunbae-nim" gadis itu menunduk
"Boleh aku duduk disamping mu" ijin nya dan gadis itu mengangguk
"Silahkan Sunbae" gadis itu tersenyum dan mempersilahkan Luhan duduk disamping nya
"Boleh aku tahu, apa yang sedang kau lakukan disini?" Luhan membuka suara, gadis itu nampak menoleh kearahnya
"Ahh..aku sedang mengerjakan tugas dan tidak tahu jawaban nya, karena itu aku mencari nya disini" jawab gadis itu lalu ia bertanya balik "Sunbae sendiri sedang apa disini?"
"Aku sedang kesal dengan teman-teman ku" jawab Luhan, ia tersenyum menatap gadis manis tersebut. si gadis nampak nya telah selesai dengan pekerjaan nya lalu ia menutup buku tersebut
"Perpustakaan memang selalu sepi, cocok bagi mereka yang ingin menyendiri" gadis itu berucap "Ohh ya namaku Kim Dayoung, senang bertemu denganmu" Dayoung mengulurkan tangan nya yang dijabat oleh Luhan
"Nama ku Luhan" balas nya. Dayoung berdiri hendak mengembalikan buku ke rak namun pergerakan nya ditahan oleh Luhan "Mau kemana? Ada yang ingin kubicarakan" Luhan berujar, tanpa ia sadari Dayoung menarik sudut bibir nya
"Dayoung-ah.." Luhan menghentikan kalimat nya, ia melirik ke kanan dan ke kiri. Memastikan bahwa saat ini hanya ada dirinya dan Dayoung "Duduklah.." tiba-tiba Luhan jadi gugup, Dayoung hanya menurut saja perintah Luhan
"Dayoung-ah, maukah kau..menjadi pacarku?" akhirnya Luhan mengatakannya juga, sejujurnya ia malu setengah mati namun ia terpaksa
"Apa aku tidak salah dengar?" Dayoung seakan tidak percaya
"Tidak, aku serius mengatakan nya. Kumohon jadilah pacarku untuk sementara" pinta Luhan memelas
"Sunbae, bukan kah kau telah jadian dengan Sehun sunbae? Lalu apa maksud nya?" Dayoung berpura-pura tidak mengerti
"Asal kau tahu bahwa aku ini normal. Sera menyebarkan berita hoax" Luhan berusaha menjelaskan
"Tapi video itu—"
"Ya. Video itu memang aku dan Sehun, tapi aku bersumpah saat itu aku hanya bermain tantangan" Luhan meyakinkan Dayoung, gadis itu lalu menggeleng lemah
"Tidak sunbae, walaupun kau normal sekalipun aku tidak bisa" ujar Dayoung pada akhirnya
"Kenapa?" sahut Luhan putus asa
"Bagaimana mungkin aku berkencan dengan lelaki yang bahkan lebih cantik daripada si perempuan. Aku tidak mau seperti itu, aku...aku merasa minder" Dayoung berhasil membuat Luhan tersinggung, ia sengaja memancing lawan bicara nya untuk menuju pembicaraan ini
"Apa katamu?" suara Luhan berubah menjadi dingin
"Sunbae, maafkan aku. Aku tidak bermak—"
"Lupakan saja" Luhan terlanjur dibuat kecewa, sejujur nya ia merasa amat tersinggung dengan ucapan Dayoung "Anggap saja tadi itu aku hanya main-main" ujar Luhan yang terakhir kalinya sebelum ia meninggalkan Dayoung sendiri di perpustakaan
Dan ketika Luhan sudah hilang dihadapan nya, Dayoung tertawa keras. Menyadari bakat akting nya yang luar biasa tanpa ia sadari.
TBC
.
.
satu hal yang membuat gw update nih epep adalah BUNDA LIBURAN KE KOREA OEYY MAU KETEMUAN AMA SI TERCINTA WILIS OH :'' KALIAN NGERASA GAK BANYAK HAL GANJIL YANG TERJADI SEJAK LUHAN KE KOREA? UDAHLAH PERCAYA AJA MEREKA EMANG RAJA NYA KODE-KODEAN. GW KOBAM WOOY TOLONGIN NIH :''v
.
Who's gonna catch me when I fall, are you?-Luhan said
.
Yes. I will catch you if you fall -Sehun answered
.
Someone will catch me when I fall, I know :3
.
Yang udah dengerin nih lagu pasti tahu deh apa yang gw maksud .
