Thank you banget buat reviewnya yacchhh.,.,
Buat kejelasan disini gaara dan naruto berumur 25 tahun dan Neji 27 tahun…
Maaf kalau di chapter satu banyak yang bilang endingnya nggantung banget…
Ini aku kasih chapter selanjutnya.,.,.
Summary : Neji adalah seorang direktur muda paling berbakat yang akan melakukan pertunangan dengan Gaara. Pemuda paling tampan dan pintar di Suna. Namun, Neji menemukan buku harian Gaara yang menyembunyikan rahasia terdalam Gaara dengan Naruto.
Pair : NaruGaa
Warning : OOC, Yaoi, yg ga suka jangan dibaca.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Fic ini punya Chibi
Have nice reading.,.,.,
Chapter 2
"Kau mengerti Neji?"
"Baiklah, Tsunade-san. Saya akan segera memberitahukan pada keluarganya."
"Sebaiknya kau mengatakannya dengan hati-hati. Jangan sampai kau menambah pasien lagi."
"Saya mengerti." Dengan tampang lemas Neji berjalan menuju ke tempat Kankuro dan Temari
"Neji…" Temari bangkit dari duduk dan segera menghampiri Neji
"Bagaimana keadaan Gaara? Dia baik-baik saja kan? Dia akan sembuh kan?" raut wajahnya semakin sedih ketika Neji tak bergeming, diam tanpa kata. "Hey…jawab aku!"
"Nee-san… tenanglah."
"Bagaimana aku bisa tenang, jika adikku sedang berjuang menghadapi maut?!"
"Aku tahu." Kankuro memeluk Temari dengan erat "Aku tahu itu nee-san. Tapi kita harus tenang. Yang bisa kita lakukan hanya berdoa agar tidak terjadi apa-apa."
Suasana hening terpecah ketika terdengar tangis dari wanita muda itu. Kankuro dan Temari tahu, mereka mengerti. Mereka sudah lama ingin mengobati Kanker Otak yang diderita Gaara. Namun Gaara menolak dengan alasan biaya operasi dan kemoterapi yang diperlukan sangat mahal. Walau begitu tidak bisakah mereka meminta waktu untuk bersama adik mereka lagi?
"Kami-sama, hiks… Kenapa bukan aku? Hiks… Kenapa harus Gaara?"
"Sudahlah nee-san… Gaarapun pasti ingin sembuh. Dan gaara tidak akan senang jika melihat nee-san menangis seperti ini."
"Maafkan aku!" Neji yang sedari tadi terdiam akhirnya membuka mulutnya
"Hoy… Ini bukan salahmu."
"Tidak ini salahku. Kalau saja aku lebih perhatian padanya" isakan halus Neji terdengar oleh Kankuro
"Sudahlah. Yang bisa kita lakukan hanyalah berdoa."
Neji's POV
Aku kembali ke rumah Gaara untuk mengambil beberapa kebutuhan untuk Gaara dan kedua kakaknya.
"Aku harus cepat membereskan barang-barang Gaara."
BRUUUK…
Tanpa sengaja aku menyenggol tumpukan buku di meja belajar Gaara. Buru-buru aku membereskan buku itu ketika tanpa sengaja aku membaca sebuah buku yang berjudul DIARYKU dengan tinta merah yang menyala. Tanpa ba bi bu aku menyambar buku itu dan ikut memasukkannya ke dalam tas.
Normal POV
"Neji, kenapa kamu lama sekali? Apa rumah kami sekarang menjadi lebih jauh?" Tanya Temari sambil mengeluarkan aura gelap dibelakangnya
"Maaf, aku bingung memutuskan barang-barang apa saja yang harus dibawa."
"Ya sudah. Kamu sudah makan? Itu ada bento."
"Ah, terima kasih. Oh ya, kemana Kankuro?"
"Dia ada urusan sebentar."
"Oh." Neji hanya ber-oh ria tanpa menyadari kenyataan yang akan dihadapinya nanti.
Setelah selesai menghabiskan bentonya, neji berjalan menuju ruang merokok sambil membawa buku yang ditemukannya di kamar Gaara tadi.
"Kira-kira ini isinya apa ya? Apa mungkin Gaara menulis diary? Hm… biar ku intip halaman depannya saja."
Neji pun mulai membaca buku harian itu.
5 Oktober
Hari ini aku menatapnya lagi. Dari jauh dia kelihatan semakin bersinar ditambah dengan beberapa tetes kering yang mengalir di pelipisnya. Andai aku bisa mengusapnya. Tapi itu semua hanya anganku belaka, karena aku tidak bisa mendekatinya. Kau tahu kenapa? Karena dia adalah seorang LELAKI. Apa kau paham?! Ya dia adalah lelaki. Pemuda yang sejak beberapa bulan lalu telah berhasil mencuri separuh jiwaku ini adalah pemain basket nomor satu di KHS. Dialah Uzumaki Naruto.
"Eh?!" seakan tak percaya dengan apa yang dibacanya pada halaman awal buku itu, Neji memutuskan untuk membaca beberapa halaman lagi.
9 Oktober
Besok adalah hari ulang tahun Naruto. Aku ingin memberikan hadiah padanya tapi… Apa aku bisa memberikan hadiah padanya? Apa aku berani? Aku ingin tapi tak sanggup… Kami-sama kenapa tak kau ciptakan aku sebagai wanita yang bisa menyukainya terang-terangan?
TBC AGAIN.,.,.,.
