Holaaa minna-san.,.,.,
Habis dikritik habis-habisan chibi langsung update terus nech.,..,
Takut kyaaa #dilempar sandal
Okey ehem…ehem… chibi mulai kehabisan ide gyaaa!
Jadi di chapter ini chibi buat flashback waktu gaara ama naruto sekolah…
Semoga chapter ini tidak mengecewakan #bow
ENJOY THIS…
Summary : Neji adalah seorang direktur muda paling berbakat yang akan melakukan pertunangan dengan Gaara. Pemuda paling tampan dan pintar di Suna. Namun, Neji menemukan buku harian Gaara yang menyembunyikan rahasia terdalam Gaara dengan Naruto.
Pair : NaruGaa
Warning : OOC, Yaoi, yg ga suka jangan dibaca.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Fic ini punya Chibi
Chapter 3
#School Life#
"Naruto, besok kau berulang tahun. Apa hadiah yang kau inginkan?" Kiba bertanya dengan antusias sampai menyediakan kertas dan pulpen
"Eto…hm… Aku rasa tidak ada yang benar-benar aku inginkan untuk saat ini."
"Benarkah?"
"Hu_um."
"Kau bilang untuk saat ini, artinya ada yang kau harapkan?" Shikamaru yang sedari tadi terdiampun ikut bicara
"Eh, iya juga ya?" Kiba setuju dengan pertanyaan Shikamaru
"Ya mungkin saja. Tapi aku juga tidak yakin."
#Flashback#
"Hey, Naruto."
"Uhm?"
"Dia melihatmu lagi. Coba liat itu." Tunjuk Kiba pada Gaara yang memandang Naruto
"Eh, benarkah? Mana?" Naruto menoleh kearah yang ditunjuk Kiba. Tanpa sengaja pandangan mata mereka bertemu.
"Oh, tidak. Dia melihatku. Lebih baik aku segera pergi."
"Hey, tunggu." Naruto berusaha mengerjar Gaara "Ah…dia pergi."
"Kenapa kamu segitu ingin mendekatinya?"
"Entahlah Kiba. Aku hanya merasa bahwa aku harus mengejarnya." Jawaban itu membuat Kiba dan rekan-rekan se-teamnya memandang Naruto dengan tatapan heran.
#End of Flasback#
"To… Ruto… Naruto!"
"Ah… Gomen… Nani?"
"Kenapa kamu melamun terus daritadi? Apa kamu gak enak badan?"
"Aku tidak apa-apa Kiba."
"Kau yakin?"
"Ya sangat yakin." Naruto menjawab dengan senyum khas lima jari miliknya.
Malam Hari di Kediaman Sabaku
"Haaaah…" sudah sekian kali Gaara menghembuskan nafas sambil menatap bungkusan yang ada di tangannya. Dibuka kotak berbungkus kertas biru dengan pita orange itu. Diambil kalung berliontinkan batu permata biru yang indah seindah mata orang yang Gaara sayangi.
"Apa aku bisa memberikan hadiah ini? Arrrrgggghhh…" Gaara yang frustasi mengacak-acak rambutnya sendiri
"Lebih baik aku tidur saja. Hadiah ini aku pikirkan besok lagi saja."
Malam itu, Gaarapun memutuskan untuk tidur dengan berbagai pikiran menghantuinya dalam tidur.
Keesokan harinya di KHS
"Naruto! Terimalah hadiahku."
"Otanjoubi Omedetto Naruto-kun."
"Naruto aku berikan diriku untuk hadiah." Untuk yang satu ini membuat Naruto yang baru tiba di KHS sweetdrop
Begitulah suasana KHS saat Naruto yang berulang tahun memasuki Kelasnya.
Sementara itu, Gaara hanya bisa menggenggam erat bungkusan di tangannya. Walaupun dia sudah memutuskan untuk memberikan hadiah itu, tapi fansgirl Naruto membuat nyali Gaara menciut lagi dan hnya bisa membuat Gaara menghela nafas.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa menghela nafas seperti itu?"
Gaara's POV
"Apa yang kau lakukan? Kenapa menghela nafas seperti itu?"
Aku tersentak. Aku mengenali suara ini. Apa mungkin? Dengan perlahan ku tolehkan kepalaku kearah suara yang memanggilku.
"Tidak. Aku hanya heran kenapa kau tidak rishi dengan kebisingan dari wanita-wanita itu." Aku menjawab dengan nada sura dan ekspresi sedingin mungkin.
"Maaf. Aku sendiri tidak bisa menghentikan mereka. Apa kamu terganggu?"
"Sudah jelaskan!" aku langsung masuk ke dalam kelas selesai membentak Naruto.
"Waaa! Bodohnya aku! Harusnya yang aku ucapkan adalah kata-kata selamat bukan malah membentaknya seperti itu. Hebat Gaara, kau sudah membuang kesempatan emas di depan matamu. Lebih baik hadiah ini ku buang saja, aku juga tidak akan bisa menyerahkannya pada Naruto."
Normal POV
Gaarapun membuang kotak berisi kalung yang akan diberikan kepada Naruto tanpa mengetahui bahwa ada sepasang mata yang mengawasinya.
Tbc again
Hyaaaa akhirnya udah update sampe chapter 3
Minna-san mohon reviewnya yach.,.,.,
Berharap dapet ide dari reviewnya ini.,.,.
