PARIS : Rise of the Demon

Chapter 5

Firts

.

.

.

.

.

Enjoy

.

.

.

Hai, aku Chanyeol mau kuceritakan bagaimana sex pertamaku dengan Baekhyun terjadi? Apa ada yang mau tau? Oke kita mulai saja karna aku kurang suka berlama-lama.

Sore ini Seoul di guyur hujan yg cukup deras. Jujur, dulu saat pertama kali datang ke bumi ku pikir hujan itu adalah pertanda peperangan. Aku pikir ajaib, bagaimana ada begitu banyak cipratan air yg jatuh dari langit. Dengan bodohnya aku mengagak, mungkin raja Apollo tengah mandi di kerajaan langit sehingga air darikolam tempat mandinya tumpah ke bumi. Sempat juga aku takut hujan yg turun dari langit akan membuatku lemah sebab kupikir hujan mengandung racun. Sungguh seperti manusia purba yg menemukan televisi, pengetahuan ku akan hujan sangat dangkal saat itu. Tapi kalian tahu aku tidak sebodoh itu sekarang.

Rumah Baekhyun berada di sebuah kompleks, bisa kusebut begitu mungkin. Kompleks rumah dengan ukuran minimalis namun asri. Baekhyun bilang dia bisa melunasinya bila sudah dapat menggantikan posisiku di perusahaan. Mendengar itu aku hanya tertawa sesaat, meski sebenarnya aku tidak mengerti apa yg dia katakan.

Mobilku tidak bisa masuk kedalam halaman rumah sewa Baekhyun yg kecil. Jadi untuk sampai di depan pintu kami harus keluar dari mobil dan berjalan beberapa meter. Itu membuat hampir seluruh pakaian kami basah, aku bahkan yg tengah melindungi tubuh Baekhyun jadi merasa seperti sehabis mandi tapi masih memakai pakaian. Kemeja putihku basah sampai tubuh bagian atasku terlihat dari kain yg transparan itu. Sementara Baekhyun hanya sedikit terkena impas, meski begitu kami sama-sama merasa kedinginan begitu sampai didalam rumah Baekhyun.

"Duduklah, aku akan mengambil handuk untuk kau mengeringkan tubuh."

Aku hanya mengangguk sembari membersihkansisa air hujan yg ada di wajahku dengan telapak tangan. Ruang tamu Baekhyun begitu kecil, berbeda sekali dengan apartemenku. Bisa ku perhitungkan, keseluruhan rumah Baekhyun hanya seukuran kamar tidurku bila digabungkan dengan kamar mandi yg memang berada di dalam.

Aku sombong? Ya, maaf tapi aku Paris.

Ngomong-ngomong sombong adalah nama tengahku. Jangan di eja. Oh baiklah. s. Tidak, Park Chan Yeol. Baik, aku tahu. Tidak ada 'sombong' disana. Lupakan saja.

Baekhyun lama sekali, tapi rumah ini tiba-tiba terasa panas. Aku merasa gerah di tambah pakaianku yg basah dari ujung kepala sampai ujung kaki. Jadi aku memutuskan untuk menanggalkan kemejaku dan meletakkannya di single sofa di sampingku. Kembali mengamati ruang tamu Baekhyun yg kecil padahal sebenarnya semua sudut ruangan ini sudah berada dalam penglihatanku tanpa ada yg tertinggal sama sekali sejak aku baru berada di ambang pintu.

Fokusku teralih pada satu hal, ada sebuah piring dengan benda asing di atasnya. Aku mendekat, mengamati benda itu yg berwarna coklat dan berbau aneh.

"Apa ini?" aku bergumam heran.

Setelah ku ingat-ingat, aku pernah melihat Wendy karyawanku memakan benda ini beberapa kali. Namanya kudapan atau kue kecil. Kurasa.

"Ini yg manusia makan?" aku menyentuh kudapan itu, menciumnya apakah ada bahan berbahaya atau tidak. Perlahan, aku memasukkan benda itu ke dalam mulutku. Mengunyah lalu menelannya. Biasa saja. Tidak ada rasanya. Aku tidak muntah atau mati, berarti makanan manusia tidak beracun seperti yg ku pikir dulu.

Tiba-tiba sosok Baekhyun masuk kedalam ruangtamu sambil membawa sebuah handuk. Ia langsung menghentikan langkahnya dan berteriak kaget.

"Chanyeol! Apa yg kau lakukan?! Apa yg terjadi pada pakaianmu?"

Lelaki itu berjinjit-jinjit menatap ngeri kearah dada bidangku yg terekspos. Sesekali menutup kedua mata dengan telapak tangannya tapi tetap saja dia ingin melihat. Aku hanya menaikkan bahuku lalu melanjutkan memasukkan kudapan kedalam mulut hingga penuh.

"Bajuku basah. Jadi aku membukanya."

Baekhyun sudah tidak lagi terlihat shock, dia hanya menghela nafas pelan sambil menatap mataku. Wajahnya mulai berubah kemerahan. Eeeyyy aku tahu apa yg dia pikirkan.

"I-ini.. Keringkan tubuhmu dengan handuk ini.." tangan Baekhyun menyodorkan handuk berwarna putih itu dihadapanku. Kalian tahu, aku cukup cerdas dalam satu hal. Sex.

"Aku sedang makan, tanganku penuh. Aku tidak bisa melakukannya sendiri."

Baekhyun menelan salivanya secara paksa, tak lama aku tersenyum menang. Kena kau Baekhyun.

Perlahan dengan langkah ragu dia mendekat hingga sampai di hadapanku. Tangannya terangkat dan menggantung di udara.

'Ayo lakukan' batinku berteriak.

Aku hanya mengangguk saat Baekhyun menatapku, lalu dia mulai meletakkan handuk itu dan mengusap dadaku yg tanganku ku rentangkan ke samping saat dia hendak lanjut mengeringkan lenganku. Sesekali kontak diantara kami terjadi saat Baekhyun secara tidak sengaja menyentuh kulitku. Meski dengan cepat dia menutupi tangannya kembali dengan handuk agar tidak menyentuhku. Tapi sungguh, aku menikmati sentuhannya. Kedua mataku terpejam, aku menggigit bibir bawahku menahan sesuatu saat lagi-lagi kulit Baekhyun menyentuh dadaku. Tak lagi mampu ku tahan, aku pun mengeluarkan suara beratku.

"Hmmm..."

Baekhyun langsung mendongakkan kepalanya menatapku, dia baru sadar tindakannya itu telah membuatku horny. Tiba-tiba dia menghentikan aktivitasnya dan menunjukkan raut kesal.

"Aku tidak mau melakukannya lagi."

Aku membuka mata lalu menatapnya kecewa. Tapi aku tidak kehabisan akal, sudah kubilang kan aku ini cerdas?

"Terimakasih, tubuhku sudah kering." Baekhyun mengangguk lega, aku tersenyum pervert,

"Sedangkan tubuhmu masih basah, sekarang giliranku untuk mengeringkanmu."

Detik itu juga, aku dapat mendengar suara Baekhyun yg menelan salivanya kasar. Seolah menelan batu dan terasa betul kesusahan. Sebenarnya setelah aku berucap dia juga ingin mengatakan sesuatu yg aku yakini pasti berupa_-

"Ta..tapi.." atau -"Jangan, tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri", tapi aku segera menghentikannya.

Aku mengambil alih handuk yg ada di tangannya yg masih menggantung di udara. Mengelap wajah dan kepala Baekhyun yang basah.

Aku baru sadar sepenuhnya ternyata sedari tadi Baekhyun hanya mengenakan kemeja putihnya yg masih basah. Tanpa celana ataupun boxer apapun yg membalut kaki mulus itu. Tubuhnya hanya ditutupi sehelai kain putih yg basah dan sedikit kebesaran sehingga sebagian pahanya tertutupi. Rawrrr.. betapa aku merasa sangat lapar saat ini.

Handuk yg ada di tanganku beralih turun ke bawah, ke arah dada Baekhyun. Kini giliran aku yg menelan salivaku kasar, pasalnya kemeja Baekhyun yg basah membuat kain itu menjadi transparan dan kedua benda manis berwarna kecoklatan milik Baekhyun terlihat dengan tidak bisa lepas dari benda itu, puting Baekhyun yg terlihat begitu menggiurkan. Membuat Baekhyun sadar akan tatapan anehku dan langsung tertunduk malu. Tak lama aku tersadar dan mulai menggerakkan handuk itu di atas dada Baekhyun. Membuat gerakan berputar, naik turun, sesekali menekan-nekan tepat di atas puting Baekhyun yg masih terbalut kain.

Kulihat lelaki itu memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya menikmati sentuhanku, aku menyeringai mendekat dengan tubuh Baekhyun, hingga aku dapat merasakan tubuh mungilnya menempel di dadaku. Tanganku telah beralih ke belakang. Mengusap punggungnya yg masih basah. Kesempatan dapat memeluknya tidak akan pernah ku sia-siakan. Aku mulai mencium dan menjilati leher Baekhyun. Menghembuskan nafas berat dan panasku disana. Baekhyun menggeliat geli atas turun kembali, masih di hadang oleh handuk sebagai pengering tubuh Baekhyun, tapi itu modus yg bagus untuk di gunakan. Aku meremas pinggul Baekhyun lalu mengusap-usapnya dengan gerakan seduktif. Mengundangdesahan dari Baekhyun yg aku yakini telah ia tahan sedari tadi.

"Aaahhh... hhhhhh"

Seringaiku semakin lebar, aksiku berlanjut dengan beralih ke bokong Baekhyun. Tanganku dengan nakal memijit, meremas dan mengelus bongkahan benda kenyal itu sambil terus menikmati aroma ambrosia yg menguar dari tubuh Baekhyun.

Hujan masih turun di luar sana. Namun yang dapat kudengar kini hanya suara desahan halus yg takut Baekhyun keluarkan sebab masih merasa -tiba saja di tengah aksiku, Baekhyun melepaskan diri dari pelukan dan segala aktifitas tanganku di tubuhnya. Dia berusaha menjauh sambil mengatur nafasnya.

"Ku rasa sudah cukup, aku sudah kering."

Aku menautkan alisku, membuang handuk ke sembarang arah sambil berjalan ke arah Baekhyun lagi. Dia berusaha menghindar dengan melangkah mundur, tapi dinding menghentikan langkahnya. Aku mengelus pipi Baekhyun yg terlihat ketakutan.

"Kita sudah terlanjur basah, untuk apa di keringkan."

Senyumku berhasil membuat mata Baekhyun membulat sempurna tidak percaya. Aku yang akan membuat Baekhyun semakin basah sebentar lagi. Secara tidak terduga, aku menggendong tubuh mungil itu ala bridal. Tanpa petunjuk maupun arahan aku berhasil menemukan sepetak ruangan berisi ranjang yg tidak terlalu besar. Kamar Baekhyun. Aku melempar tubuh namja yg tidak berdaya itu di atas kasur. Lalu menindihnya dan mengunci pergerakannya.

Yeah! I wanna fuckin' Baekhyun all night long. Ini yang pernah ku katakan dulu, aku ingin menelanjangi dan meniduri Baekhyun di atas langsung menyatu dengan bibir Baekhyun. Secara otomatis, kedua mata Baekhyun terpejam menikmati cumbuanku. Aku menghisap kuat bibir bagian bawah Baekhyun sehingga lelaki mungil itu dapat merasakan bibir atasku. Liar dan tanpa henti, kepalaku mulai terasa pening saat kusadari sebentar lagi tubuh demonku akan bereaksi. Tato kupu-kupu di punggungku bercahaya serta menjalar, seolah hidup dan bergerak dalam kulitku. Itu pertanda bahwa aku mendapat kekuatan baru, hal yg sama akan terjadi setiap kali aku melakukan sex. Masih ingat bukan? Aku demon birahi. Sex membuatku bertambah kuat.

Aku melepaskan tautan bibir kami yang menyatu sangat kuat hingga menciptakan bunyi yg sangat unik. Kepalaku turun kebawah, menyusu pada kedua puting Baekhyun yg sudah menegang. Baekhyun sampai membusungkan dadanya merasakan betapa nikmat service yg kuberikan. Ohh.. Bahkan kulit Baekhyun pun terasa amat manis dan harum. Setelah puas bermain dengan puting Baekhyun dan kulihat bercak kemerahan di sekitarnya, lidahku turun kebawah ke arah perut Baekhyun. Berhenti di tengah-tengah dan menghembuskan nafasku tepat di depan pusar milik Baekhyun. lelaki itu mengejang meremas sprei di sekitarnya atas telah melepaskan seluruh pakaian kami hingga tiadapun benang yg menempel. Sampai pada satu titik, benda yg sempat ku mimpi-mimpikan sejak beberapa malam yg lalu.

Baekhyun menatapku sambil menggelengkan kepalanya, 'Jangan' tersirat dalam yg jangan, pikirku. Aku menggenggam penis Baekhyun yg sudah menegang sepenuhnya lalu mulai mengoralnya. Mengocoknya dengan tempo sedang sampai cepat. Baekhyun kelimbungan dan semakin menggeliatkan tubuhnya sebab kenikmatan.

"Aahh... Oh aahh... Ahh..." racau Baekhyun dengan kepala yg ia gelengkan ke kiri dan ke kanan. Tak lama kau merasakan penis Baekhyun membesar di tanganku.

Untuk itu aku menambah tempo gerakan tanganku. Karna tak sabar aku pun membuka kedua kaki Baekhyun dan memasukkan penisnya kedalam mulutku. Mengeluarkan dan memasukkannya dengan gerakan cepat membuat Baekhyun berteriak.

"Ahh.. Chanyeol! hhhhhh..."

Tak lama aku merasakan muntahan cairan memenuhi rongga mulutku. Cairan berwarna putih dan kental itu terasa manis, tak lain halnya sama seperti ambrosia. Membuatku tak membiarkan satu tetespun tertinggal dan melahapnya secara rakus. Dada Baekhyun naik turun mengatur nafasnya, aku tidak memberinya kesempatan untuk menikmati orgasme pertamanya. Aku kembali membuka paha Baekhyun, kali ini lebih lebar dan meletakkan kakinya di atas pundakku. Dengan sekali hentakan yg kuat, aku berhasil langsung mencapai prostat Baekhyun dan hampir merobek manhole nya.

"Aaaaaakh! Sungguh! Chanyeol hentikan!" teriak Baekhyun nyaring di telingaku.

Aku terkejut sebab melihat Baekhyun menangis menitikan air matanya. Wajahnya terlihat begitu kesakitan dan ia meremas lenganku kuat. Dia masih menangis membuatku tidak tega untuk melanjutkan aksiku. Aku mendekatkan wajahku,menjilat air matanya serta mengecup kedua matanya yg tertutup. Berusaha menenangkannya dan menggantikan rasa sakit itu dengan rasa nikmat. Aku mencium bibir Baekhyun kembali kali ini dengan lembut dan penuh kasih sayang.

"Maafkan aku sayang, maafkan aku." tak henti-hentinya aku mengucapkan kata itu di telinga Baekhyun. Aku mengerti kenapa dia bisa jadi seperti ini, mungkin ini pertama kalinya manhole nya dimasuki dan aku juga tidak tahu sehingga tidak melakukan penetrasi terlebih dahulu. Setelah kurasa Baekhyun tak lagi tersedu, aku mulai menggerakkan pinggulku maju mundur. Baekhyun kembali bersuara, aku masih menikmati ekspresinya yg mengerang nikmat atas tusukan penisku di lubangnya.

"Aah.. Ahh.. Ahh..." tanpa basa-basi lagi, aku langsung menggerakan pinggulku dengan tempo cepat.

Merasakan penisku mulai linu sebab dinding lubang Baekhyun meremas penisku yg ada didalamnya. Aku mendongkkan kepalaku ke atas, godd, sex belum pernah senikmat ini jarang berkat ulahku yg kembali seperti binatang buas di atas ranjang, aku mendengar Baekhyun berucap dengan nada memohon;

'Ooh.. Chanyeol pelan-pelan...' atau 'Hentikan yeolliehhh... ampuun...'

Tubuhku semakin terasa mengambang di atas awan, Baekhyun membawakanku surga baru yg tidak pernah ku rasakan sebelumnya. Empat ronde dan aku masih belum puas. Sementara Baekhyun sudah terkapar di atas ranjang, mengangkat bendera putih tanda menyerah. Sebenarnya aku masih ingin lebih, aku ingin begini terus. Menggenjot dan bercinta sampai pagi. Tapi Baekhyun bahkan sudah tidak sadarkan diri membuatku mengakhiri permainan kami dengan mengecup kening dan bibirnya.

Di seperempat malam, aku merasakan tubuh Baekhyun yg tertidur dalam pelukanku menggeliat dan tak lama mulai terjaga. Sementara aku sendiri tidak bisa menyusulnya ke alam mimpi sedari tadi. Aku hanya ingin terusmenatap wajahnya yg terlihat begitu kelelahan sehabis berperang denganku. Saat sudah terbangun, dia masih sadar saat ini belum sepenuhnya pagi sebab langit diluar masih terlihat gelap. Matanya mengerjap beberapa kalimenunjukkan ekspresi menggemaskan. Melihat itu akupun mencium bibirnya sekilas membuatnya sempat terkejut. Lalu ikut memeluk pinggangku dan membenamkan wajahnya di dadaku.

"Kenapa kau tidak tidur?" tanyanya dengan suara serak, lucu sekali. Aku menciumi rambutnya dan menghirup aroma ambrosia yg khas.

"Siapa yg butuh tidur saat ada kau terlelapmu membuatku terjaga. Aku bisa apa.."

Baekhyun menggeliat kembali, aku tertawa karna dia membuatku merasakan geli. Tangan mungilnya menggelitik pinggangku.

"Aku mencintaimu Paris."

Aku memejamkan mataku, merasakan suara lembut Baekhyun yg telah memanggil nama asliku membuatku merasa seperti terlahir kembali. Sudah lama sekali aku tidak di panggil dengan nama itu oleh seseorang yg spesial. Wanita-wanita yg pernah ku tiduri dulu tidak pernah mengetahui nama asliku sebab aku tidakpernah memberitahu mereka. Jadi suara Baekhyun yg memanggil nama asliku benar-benar membuatku merasa bahagia. Senang tiada tara.

"Baekhyun, apa itu cinta?"

Dia langsung mengangkat kepalanya untuk menatapku, matanya yg sipit itu berubah membulat sempurna.

"Kau bertanya padaku akuapa itu cinta? Kau adalah kekasihku tapi kau tidak tahu apa itu cinta?" Aku hanya menaikkan bahuku dan menatap Baekhyun.

"Ya, aku tidak pernah tahu apa itu cinta." Kulanjutkan mencium hidungnya sekilas,"Cepat beritahu aku."

"Well, baiklah."Baekhyun kembali memelukku erat."Segala sesuatu yg kau, dan aku lakukan. Atas dasar sebab kita sama-sama merasakan kebahagiaan saat kita bertemu, saling menyebutnama satu sama lain, bahkan sekedar memikirkan diri kita dan merasa nyaman. Itu adalah cinta, kurasa."

"Ah itu,,," aku memberi jeda atas ucapanku, terlihat berpikir namun sebenarnya tidak. Baekhyun yg mengharapkan aku berbicara namun masih enggan membuka mulut pun segera merocos."Penjelasanku kurang spesifik ya? Aku tidak tahu cara menjelaskannya. Cuma itu yg kutahu."

"Tidak," aku menggeleng. "Penjelasanmu membuatku mengerti sampai disuatu titik dimana pikiran kita telah menjadi satu. Kita tengah memikirkan hal yg sama sekarang."

"Apa itu?" tantang Baekhyun tidak percaya aku bisa mengintip isi kepalanya. Aku cuma tersenyum. "Memikirkan diri kita masing-masing."

Baekhyun terseyum cerah, membuat darahku terpompa dengan cepat menuju jantungku. Selain bibir dan aromanya, mungkin satu lagi yg akan membuatku candu dari namja ini. Senyumannya. Aku bisa gila kalau memikirkan tidak bisa melihat senyumannya satu hari.

"Aku tidak pernah tahu apa itu cinta, makanya jangan heran aku melakukan sesuatu atas dasarhal tersebut tanpa merasa terbebani atau berdosa. Aku hanya berpikir enteng bahwa bersama dan berada disisi orang yg kukasihi sepertimu tidak punya istilah yg rumit."Baekhyun menautkan alisnya, lantas menggeleng.

"Cinta tidak rumit." Ya, mungkin memang benar. Cinta tidak rumit. Buktinya saat melihat Baekhyun aku merasa bahagia. Sederhana saja.

"Dulu... dahulu sekali. Aku pernah jatuh cinta kurasa." mataku menerawang jauh ke arah langit-langit kamar. Baekhyun mendengarkan dengan seksama kisah lama yg akan ku ceritakan ini.

"Pada seorang wanita elegan yang tidak bisa kusebutkan namanya."

"Siapa?" tanya Baekhyun penasaran.

"Tidak bisa kuberitahu, sudah kubilangkan.." Baekhyun merengek, Baekhyun adalah bayi yg bisa membuatku bergairah. Dasar.

"Kenapaaa?"

"Karna cinta kami terlarang. Dia adalah seorang dewi langit yg pernah mengunjungi kotak pandora. Menyebut namanya membuat kulitku terasa terbakar. Kami para demon terlalu hina untuk menyebutkan namanya. Aku juga tidak pantas bahkan untuk sekedar membuat namanya berkeliaran di pikiranku." Baekhyun diam tanpa berkomentar, barangkali dia tidak mengerti apa yg ku katakan tapi aku mencoba untuk melanjutkan.

"Cinta terlarang. Ya. Itu kosakata baru yg ku ambil darimu. Dulu aku menyebutnya hanya sebagai dosa. Setelah keluar dari kotak pandora membuatku tidak bisa memikirkan apapun lagi selain kebebasan. Aku bahkan lupa untuk apa aku di ciptakan." Aku kembali pada kedua mata mungil milik Baekhyun.

"Ku rasa kau sudah tahu, aku adalah demon birahi. Sex adalah kekuatanku. Jadi sebelum dirimu, ada banyak lubang wanita yg telah kusinggahi." lelaki itu tidak terlihat terkejut, dia masih mendengarkan kisahku dengan seksama.

"Tapi aku akan mengaku, selama ratusan tahun berkelana dan mendatangi berbagai jenis tipe wanita maupun pria, aku tidak pernah merasakan perasaan yg disebut cinta. Yg ada pada saat itu hanya tuntutan untuk menjadi semakin kuat dan alat pemuas nafsuku. Beratustahun yg ku habiskan sebagai pelarian membuatku kembali dalam sifat demonku. Bengis, kejam, tanpa perasaan maupun kasih sayang. Butuh ribuan tahun bagiku untuk jatuh cinta kembali. Meski aku tidak ingin mengakui cinta pertamaku adalah sang dewi yg suci itu. Apa yg kurasakan padanya masih terasa kental kaitannya dengan dosa, bagaimanapun aku berusaha menerjemahkannya kedalam bahasa baru yg lebih halus."

"Tapi Chanyeol..."Baekhyun tiba-tiba memotong ucapanku. Dia menatap kedua mataku.

"Tapi cinta kita juga terlarang. Kau demon dan aku manusia. Lalu dosa macam apa yg coba kau terjemahkan saatini?"

"Kata yg baru saja kupelajari darimu, CINTA. Aku tidak mau ambil pusing kita adalah musuh bebuyutan. Memangnya hal itu mengganggumu?" aku bertanya enteng, merasa seolah hidupku tidak mempunyai beban.

"Tidak." jawab Baekhyun tak kalah ringan. Mendengar itu telingaku kembali merasa damai.

"Karna sangat sulit bagiku untuk jatuh cinta, dapat ku pastikan untuk 800 sampai 1000 tahun kedepan aku tidak akan pernah berpindah ke lain hati." Tatapan kagum Baekhyun seolah mengatakan; 'woaah benarkah?' tatapan senang layaknya anak tk yg mendapat gulali secara cuma-cuma.

"Tapi Chanyeol..."

"Hm? Tapi apalagi? Kenapa dalam hidupmu ada begitu banyak kata 'tapi'nya?" ucapku jengah, Baekhyun terlihat berpikir sebelum melanjutkan kalimatnya.

"800 atau 1000 tahun lagi, ku rasa aku tidak akanhidup sampai saat itu. Aku manusia biasa. Aku tidak abadi sepertimu." Benar juga. Aku jadi menyesal menyela ucapan Baekhyun tadi. Sebelum aku selesai berpikir danmenemukan jawaban yg tepat, ku dengar dengkuran halus dari tubuh yang terbaring di sampingku. Baekhyun telah kembali terlelap.

"Kalau begitu caranya, aku akan meminta penciptamu untuk membuatmu terlahir aku akan menunggumu di kehidupan yg berikutnya." gumamku halus di telinga Baekhyun. Aku yakin dia masih dapat mendengarnya sebab bibirnya terlihat melengkung tak lama kemudian.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

Hayoooo siapa yang kemaren minta anu-anu nya? Tuh udah dikasih hehe

Makasih buat yang udah sempatin baca^^

Masih ada yang nunggu ff ini kah?