Balasan review. terimakasih yang sudah mereview.
Yang login lewat pm yah.
Jeannee-san : terimakasih sudah membaca, semoga suka dengan chapter ini. :)
Bott!Kakashi
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : M
Pair : Asuma x Kakashi
Warning : Penuh dengan hubungan seksual sesama laki-laki.
A/n 1 : nulis pake Lumia 610 maaf kalo kalo tulisannya brantakan.
...
Happy reading minna-san...
.
.
Beberapa tahun yang lalu, jika ada yang bertanya padanya tentang Kakashi, dia akan menjawab : jenius, dingin, membosankan. Namun, beberapa hari kemarin pandangannya berubah. Sekarang jika ada yang bertanya padanya, akan ia jawab dengan antusias : Kakashi itu PANAS MEMBARA.
.
.
Sayang sudah ada yang punya.
.
.
.
Toilet Universitas Konoha, fakultas pertanian.
"sial! Seharusnya aku tidak termakan kata-kata Aoba" Asuma menggerutu sambil terus memanjakan adik besarnya (punyanya tidak kecil jadi bukan adik kecil, btw) setengah jam yang lalu Aoba mengajaknya nonton bluefilm, awalnya sih Asuma baik-baik saja, toh dia punya pacar. Tapi begitu dia mendengar Kurenai berkata "maaf sayang, tamu bulanan sedang datang", senyum Kurenai yang menawan jadi terlihat seperti seringai setan.
Berakhir ditoilet, ngocok sendirian. Asuma kesal bukan kepalang. dia itu sudah lama tidak main solo, jadi barangnya sudah gak mempan sama sentuhan tangan, si manja itu maunya lubang. masalahnya, lubang siapa sekarang? Maunya sih lubang perawan, tapikan dia punya ikatan. Kurenai itu mengerikan lo kalo lagi marahan.
"aaaaarrrrrrrggggghhht!" teriaknya jantan tapi sarat keputus asaan.
"Asuma, kau kenapa?" tanya suara datar dari luar.
Dia longokkan kepala keluar, terlihat Kakashi habis dari bilik depan, Menatapnya dengan mata bosan. Asuma menimbang-nimbang antara ragu tapi mau. lama dia berfikir, Sampai abai ada entitas lain didepan.
"butuh bantuan?" tanya Kakashi.
Asuma horror, matanya membulat, "ba...bagaimana...kamu...ta...tau?"
Kakashi mengangkat bahu, "jadi benar-benar butuh bantuan, ya?"
"ehhhhh?"
"jangan disini, terlalu sempit"
"eh...oh...iya...oh...oke..." dan sejak kapan bicara dengan Kakashi harus pakai gagap-gagapan. Ereksi sialan!.
.
.
Asuma itu omnivora, doyan yang hanya berlubang maupun yang punya batang, jadi begitu Kakashi menurunkan celana dan menyodorkan pantat padanya, Asuma kelabakan. Niat hati tak ingin menduakan sang pujaan, tapi apa daya dedek besar butuh perhatian.
Jadi dengan tampang garang ala-ala beruang kelaparan dia langsung saja menyerang.
Kakashi yang masih mengubek tasnya mencari pelumas(dia menungging karna tas ranselnya dibawah, bukan niat menyodorkan), kaget sekaligus kesakitan, hampir saja dia tersungkur jika tak reflek berpegangan, matanya terpejam erat, mulut terkatup rapat, batin mengumpat-umpat (karna dia tidak akan pernah mengumpati Asuma, entak kenapa). shit!, dua kali dalam seminggu lubangnya harus menerima rudal-rudal kurang pendidikan. Menjengkelkan.
"laki-laki...butuh...pelumas...Asuma!"
"eeehhhh?. Maaf aku lupa!"
.
.
.
Kakashi menumpukan tangan dan lututnya dilantai, pososisi anjing bercinta. dibelakang, lubangnya sedang di invasi habis-habisan.
"ini kelebihan bercinta dengan laki-laki, kita tak perlu hati-hati. Bukan begitu, Kakashi?" bisik Asuma ditelinga Kakashi. Lalu menjilat dengan erotis.
"sssssshhhh...aaaahhhnnnn...kau...coba...berada...diposisiku...baru...berkata...de...mikian!" Kakashi terbata, ucapannya harus berebutan dengan nafasnya. Ini benar-benar nikmat, tapi juga sakit sekali. "Itte, pelan sedikit Asuma!" hardiknya.
"ayolah, kita... sama-sama ...lelaki. Bermainlah...dengan... jantan ..." jawab Asuma.
Kakashi tidak menanggapi, dia harus berburu oksigen sebanyak-banyaknya.
.
.
.
Kakashi merasa ada liquid kental yang merayapi pahanya, dia menengoknya dari bawah, "Astaga...hhhh... Darah!" serunya kaget.
Asuma menyeringai, "baguskan, kau jadi terlihat seperti perawan"
'bajingan!' ucap Kakashi. sekali lagi, cuma dalam hati.
.
.
.
"ronde keenam. ganti posisi, duduk dipangkuanku" ajak Asuma.
Kakashi menghela nafas lalu berkata "tidak", tubuhnya masih tengkurap dilantai.
"kenapa?"
"aku tidak suka. Antarkan aku pulang. Aku lelah"
"kau tidak sejantan yang diceritakan orang-orang"
Kakashi jengkel, sudah dieksploitasi lima ronde dan tidak jantan katanya?. Dasar tidak tau terimakasih. "maaf mengecewakan imajinasimu, antar aku pulang"
"ayolah, Kakashi!"
"lelah" sebenarnya bukan itu alasannya, tapi ini jam makan siang. Obito pasti mencarinya, dia tidak ingin ditemukan saat bercinta begini, itu akan menyakiti hati pacarnya. Kakashi tau dia brengsek, tapi dia tetap berusaha menekan kebrengsekannya untuk kekasihnya.
Asuma menaikkan sebelah alisnya, lalu mengamati Kakashi(tepatnya lubang belakangnya), spermanya mengalir dari dalam lalu menggenang diantara kaki Kakashi yang sedikit terentang. Ada perasaan aneh dihati Asuma saat melihat darah yang bercampur sperma, semacam perasaan bangga namun terasa ganjil. Aneh sekali. Apalagi dengan tangan Kakashi yang terikat, menambah daya tarik tersendiri dimatanya.
"Kakashi, siapa yang memerawanimu?" tanya Asuma penasaran.
"kau ini bicara apa, sih?"
"jawab saja, aku penasaran sekali. Atau, dia orang spesial yang kau rahasiakan?"
"ha...ha...ha..." (bayangkan saja tawa Kakashi pas Sukea ketemu Gai, tawa canggung gitu). "Orochimaru-sensei"
"siapa?" Asuma ingin memastikan, sepertinya dia tuli mendadak tadi.
"Ular-sensei"
"UAPAAAAAAH?"
.
.
.
Obito bersumpah akan mengikat Kakashi jika bertemu nanti, sudah dua jam dia mencarinya dan manusia bermasker itu tidak ditemukan dimana-mana. makan siang sudah lewat tiga jam yang lalu, dan anak buahnya yang dia tugasi mengantar makan siang Kakashi sudah kencing di celana gara-gara ketakutan, takut karena perintah atasannya tak terlaksanakan, obyeknya tidak diketemukan dimana-mana.
"Gai...oi, Gai!" seruan Obito yang lumayan keras tertangkap telinga makluk berspandek hijau.
"yo Obito, senang kau sudah kembali!" Gai berseru dengan semangat.
"begitulah" Obito mengedikkan bahu.
"kembalimu sangat kunantikan Obito temanku, aku mulai kawatir dengan kesehatan rival abadiku itu, dia tidak bisa makan teratur tanpamu" Gai menjabat tangan Obito saking semangatnya.
"ya ya Gai" Obito memutar mata jengah, "sekarang katakan padaku dimana Kakashi sembunyi. Dia harus memakan makan siangnya"
"DITOILET!"
"kenapa toilet?"
"KARENA DIA SEDANG BERCINTA, mungkin?"
"shit, aku lupa!"
.
.
.
BRAK!
Pintu yang terkunci lepas dari engselnya.
Kedua mahluk sama jenis dibilik washtafel terkejut.
"OBITO!" seru keduanya, untuk Asuma dengan nada kaget yang sangat kentara, karena dia sedang memaksa Kakashi untuk menelan spermanya.
Sedangkan Kakashi lega luar biasa, penolongnya telah tiba. Mulutnya kebas, dia sudah lelah tapi Asuma terus memaksa. Bosan menyodomi anusnya, si pecandu rokok itu ganti memperkosa mulutnya. Perutnya sampai kembung karena terus dicekoki sperma. "Obito..." Kakashi mengulurkan tangannya yang terikat, minta dilepaskan.
Tanpa berkata-kata, Obito berjongkok disamping Kakashi, melepaskan ikatanya. Kemudian mengambil sapu tangan dari saku celananya dan mengelap sekitar mulut Kakashi yang belepotan sperma, turun keleher, lalu dada dan perut, lalu turun lagi kebagian inti. setelah bagian depan bersih, dia membalik tubuh Kakashi dan melakukan hal yang sama, begitu mendapati sperma yang bercampur darah, Obito langsung memelototi Asuma yang hanya mampu menunduk. Setelah yakin tidak ada sperma yang tertinggal, si Uchiha memunguti pakaian kekasihnya lalu memakaikannya pelan-pelan. Semua dilakukan dalam diam, dengan aura mencekam. Dia marah tentu saja, siapapun akan marah saat mendapati kekasihnya terikat bermandikan sperma temannya. tapi dia mencoba tenang dan tenang, bukan tempatnya memarahi keduanya, ataupun salah satunya.
Tas ransel Kakashi dia kenakan di depan, mencium keningnya sebelum menggendong Kakashi dipunggungnya.
Kakashi merasa sangat nyaman begitu tubuhnya menempel dipunggung kekasihnya, "aku mengantuk, Obito"
"tidurlah..." Obito tersenyum sayang.
Asuma yang menyaksikan semua interaksi dua orang tersebut merasa tercubit hatinya. "Obito, maaf..." Asuma menyesal. Mereka berteman baik, tidak seharusnya dia meniduri temannya(Kakashi) yang juga kekasih temannya(Obito). Ini benar-benar kekacauan.
"bukan salahmu" Obito berkata datar, dia sadar manusia dipunggungnya ini penggoda kelas kakap. Bukan salah Asuma kalau dia hilaf. "tapi maaf, aku tak bisa melihatmu dengan sama lagi. Aku mengagumi kesetianmu pada kekasihmu, tapi mulai sekarang tidak lagi. Maaf mengacaukan sesi bercintamu, dia harus makan siang"
Obito berlalu, meninggalkan Asuma yang menunduk penuh penyesalan.
.
.
.
"Tuhan, kenapa ini terjadi padaku..." ratap hati Obito putus asa. Dia kesal, marah, juga benci, bukan pada Kakashi atau Asuma atau siapaun yang meniduri Kakashi, tapi pada dirinya sendiri yang tak becus menjaga kekasihnya.
.
.
.
Tbc.
Terimakasih udah baca, ada yang reques pairing gak? Mumpung saya lagi baik hati. Hehe. (syaratnya, harus karakter yang seumuran sama Kakashi)
