Friend or Love (EXO vers.) Chap 2
Author: Geu Shak Ki (Byun, Jung, Jun, dan Han)
Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Xi Luhan, Hwang Zi Tao, Do Kyungsoo, Wu Yifan, Kim Jongin
Pairing: Sesuai alur cerita
Genre: Frienship, Love, Drama etc
Rate: T
Disclaimer: Byun Baekhyun dan Wu Yifan milik Byun, Oh Sehun dan Do Kyungsoo milik Jun, Park Chanyeol dan Hwang Zi Tao milik Jung, Xi Luhan dan Kim Jongin milik Han. Hehe tidak tidak tidak. Mereka bukan milik kami. Mereka milik orangtua dan diri mereka sendiri. Tapi FOL 100% milik kami.
Warning: GS for ukes! OOC! Typo(s) merajalela! Bahasa Babak Belur! Tidak sesuai EYD! Dan penyakit-penyakit sejenis lainnya.. xD
...
Haloha kami kembali kkk. Ada yang nungguin gak? Hehe. Ya udah, dari pada banyak bacot, kita mulai aja ne. Happy reading our lovely readers ^^
.
.
.
Pagi hari yang cerah untuk memulai jadwal kuliah. Pagi itu dimulai dengan Kyungsoo yang menjemput Sehun, dilanjutkan dengan Chanyeol dan Tao yang menunggu kedatangan Kyungsoo dan Sehun, serta Baekhyun dan Luhan yang menunggu kehadiran Kyungsoo, Chanyeol, Tao dan Sehun. Rumah Kyungsoo sebagai terminal dan rumah Baekhyun sebagai tempat pemberhentian mereka.
Karena jarak rumah mereka yang dekat dengan Kyung Hee University mereka lebih memilih untuk berjalan kaki sembari menikmati kebersamaan. Hari demi hari selalu mereka lewati bersama tanpa pernah bosan.
Sesampainya di Kyung Hee University, mereka harus berpencar, bukan karena mereka lari dari ospek melainkan hobi dan bakat yang mereka miliki berbeda.
"Annyeong! Sampai bertemu nanti!"
Masing-masing dari mereka melambaikan tangan pada satu sama lain terkecuali bagi Chanyeol dan Baekhyun serta Sehun dan Luhan yang berada pada jurusan yang sama, action dan dance.
.
.
.
~HESTEWMN~
.
.
.
Sesampainya di kelas masing-masing..
Tao menduduki kursi yang berada di tengah-tengah kelas. Ia pun mengeluarkan kertas-kertas partitur dari dalam tasnya, mencoba untuk melanjutkan arransemen yang telah ia buat semalam.
"Yeogiyo! Bolehkah aku duduk disini?" tanya seseorang kepada Tao.
"…" tak ada jawaban dari Tao. Orang itu pun akhirnya tetap duduk di sebelah Tao walaupun tanpa izin dari Tao.
Tak lama kemudian Mr. Cho masuk ke kelas.
"Morning class!" sapa Mr. Cho.
Tao yang mendengar suara Mr. Cho segera merapikan partitur-partitur yang berada didepannya. Ia tidak sadar ada seseorang yang telah menduduki kursi di sebelahnya.
"Nuguseyo?" tanya Tao terkejut saat melihat seseorang di sebelah nya.
"Jongin Imnida." Jawab nya seraya menundukkan kepala. Tao membalas menundukkan kepala kikuk.
"Tao imnida. Hwang Zi Tao," sahut Tao seraya memperkenalkan dirinya.
"Sepertinya aku tak pernah melihat mu di kelas ini?" sambung Tao.
"Ne, aku mahasiswa pindahan dari Busan," jelas Jongin seraya tersenyum lebar. Tao hanya dapat termangu melihat senyuman Jongin. Hingga akhirnya…
"HWANG ZI TAO!" tegur Mr. Cho yang melihat Tao melamun.
Tao tersadar dari lamunannya. Dan menatap Mr. Cho takut, ia takut akan dikeluarkan lagi dari kelas karena ketahuan melamun. Tapi Mr. Cho hanya memandang Tao tajam dan kembali melanjutkan materi pelajaran yang terpotong akibat ulah Tao. Samar-samar dari sebelah Tao terdengar kekehan kecil. Jongin! Dia menertawakan Tao.
"Kau mengagumi ku ya?" goda Jongin.
"Tsk.." desis Tao kesal.
Teng Teng..
Akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Tao segera melarikan diri dari kelas walau Mr. Cho masih berada di dalam kelas. Ia berlari menuju pojokan kafetaria tempat ia dan lima temannya yang lain berkumpul. Ia menghempaskan pantatnya tepat di sebelah Chanyeol dan merebahkan kepala ke pundak Chanyeol.
"Kenapa mukamu kusam seperti itu?" tanya Chanyeol. Tao hanya diam.
"Jangan-jangan kau ditegur lagi oleh Mr. Cho karena melamun saat jam pelajaran berlangsung?" tebak Sehun. Tao tetap diam. Namun tampak dari perubahan raut wajah Tao bahwa apa yang baru saja ditebak Sehun adalah benar.
"Hahaha.. tebakan ku benar kan?" ejek Sehun sembari tertawa terbahak-bahak.
"Yak!" bentak Tao seraya mencoba untuk menggapai kerah baju Sehun.
"Sudahlah, jangan bertengkar lagi!" lerai Kyungsoo sembari mendelik kesal ke arah Tao dan Sehun yang sudah bersiap-siap untuk bertempur.
Kyungsoo sudah hafal jika Tao dan Sehun bertengkar mereka berdua tak segan-segan untuk adu kekuatan. Dan pada akhirnya ia dan Chanyeol lah yang kerepotan untuk menghentikan pertengkaran Tao dan Sehun.
Mendengar bentakan dari Kyungsoo, Tao kembali duduk dan mengerucutkan bibirnya karena ia tak berhasil melampiaskan kekesalannya pada Sehun. Akhirnya Tao hanya mengaduk-aduk makanannya bosan.
Teng Teng..
Bel akhirnya berbunyi lagi menandakan waktu istirahat mereka telah usai. Tanpa dikomando Sehun, Kyungsoo, Tao, dan Luhan meninggalkan kafetaria menuju kelas masing-masing. Ketika Baekhyun akan beranjak pergi tiba-tiba tangannya ditahan oleh Chanyeol.
"Hmm.. Baekhyun-ah, apa kau memiliki acara nanti malam?" tanya Chanyeol canggung. Ia menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal untuk mengatasi salah tingkahnya.
"Nanti malam? Sepertinya tidak. Memang ada apa Chanyeol-ah?" tanya Baek Hyun polos.
"Aku mau mengajak mu keluar nanti malam. Apa kau mau?" tanya Chanyeol lagi.
"Ne. memang kau ingin mengajak ku ke mana?"
"Rahasia. Aku akan memberitahu mu nanti malam. Kalau begitu kita masuk kelas sekarang?"
"Ne!" sahut Baekhyun singkat.
.
.
.
~HESTEWMN~
.
.
.
To : Baekhyun
From : Chanyeol
Aku sudah berada di depan rumahmu, Baekhyun-ah.
Begitulah isi pesan yang teks yang dikirim Chan Yeol untuk Baek Hyun. Baek Hyun mengambil tasnya dan berlari menuju pintu depan.
"Kita mau ke mana?" tanya Baekhyun.
"Sudahlah, kau ikut saja dengan ku!" balas Chanyeol.
Jawaban Chanyeol membuat Baekhyun sedikit kesal, namun ia tetap mengikuti Chanyeol. Mereka pun mulai berjalan ke suatu tempat yang hanya Chanyeol dan Tuhan yang tahu.
"Baekhyun! Chanyeol!" teriak seorang yeoja dari kejauhan.
'Aish.. Siapa sih itu' geram Chanyeol di dalam hati. Baekhyun menoleh ke belakang, ternyata Tao lah yang memanggil mereka dan mengikuti di belakang nya Kyungsoo dan Sehun.
"Kalian mau ke mana?" tanya Sehun penasaran.
Ketika Baekhyun akan menjawab pertanyaan Sehun, Chanyeol langsung mendahului Baekhyun.
"Kami ingin menjemput fotocopy -an tugas di depan. Kalian dari mana?" balas Chanyeol sambil mengode Baekhyun untuk diam.
"Kami dari supermarket membeli beberapa makanan. Ya sudah, kami duluan pulang. Tidak apa-apa kan?" timpal Kyungsoo.
"Gwaenchana, kalian duluan saja. Annyeong!" balas Chanyeol seraya bernafas lega.
Tao, Kyungsoo dan Sehun pun meninggalkan mereka berdua. Mungkin mereka berpikir bahwa Chanyeol dan Baekhyun benar-benar menjemput tugas. Tentu saja itu bukan alasan sebenarnya. Chanyeol akan mengajak Baekhyun ke tempat favoritnya saat malam hari.
"Wow! Indah sekali!" puji Baekhyun dengan wajah sumringah seperti sedang berada di surga.
Tempat yang dituju Chanyeol dan Baekhyun adalah sebuah bukit yang ditumbuhi pohon hijau. Jika kita melihat ke bawah di sana kita bisa melihat indahnya kota yang diterangi oleh kerlap kerlip lampu. Dan jika kita melihat ke atas kita bisa menikmati pemandangan bintang-bintang yang selalu mendampingi sang bulan. Baekhyun melamun terbawa suasana bukit itu.
"Ini.."
Chanyeol memberikan sebuah naskah kepada Baekhyun yang entah dari mana datangnya.
"Apa ini? Naskah? Untuk ujian?" tanya Baekhyun kebingungan.
"Ajari aku dialog ini. Aku tak mengerti bagaimana cara memerankannya," jawab Chan Yeol.
"Ah.. Ini. Baiklah. Tapi.." kata Baekhyun.
"Tapi?" tanya Chanyeol bingung.
"Tapi kau harus mentraktir ku makan sesudah ini!" canda Baekhyun.
"Gurae. Aku akan membelikan mu makanan setelah ini."
Senyum simpul terpancar dari bibir Chanyeol. Entah apa maksud Chanyeol mengajak Baekhyun mengajarkan nya akting malam itu. Entah benar karena dia tak mengerti naskah atau entah ada maksud lain yang sengaja disembunyikan Chanyeol. Mereka pun mulai beradu akting. Hingga tak terasa malam semakin larut.
"Ini sudah terlalu larut Chanyeol-ah. Lebih baik kita segera pulang," ajak Baekhyun.
"Baiklah. Ayo pulang!"
Chanyeol mengambil naskah ditangan Baekhyun dan menarik telapak tangan Baekhyun. Baekhyun mencoba melepaskan genggaman tangan Chanyeol, namun Chanyeol tetap menahan tangan Baekhyun. Karena tidak kuat untuk melepas nya, Baekhyun 'terpaksa' berjalan dengan tangannya digenggam Chanyeol.
"Dingin. Karena itulah aku ingin menggenggam tanganmu, kau tidak keberatan kan?" ungkap Chanyeol menjelaskan alasannya menggenggam tangan Baekhyun.
"Ne." jawab Baekhyun singkat yang bercampur dengan alunan jantung yang berdetak semakin kencang.
"Aw!" teriak Baekhyun yang langsung melepaskan tangannya dari Chanyeol dan mengucek matanya yang kemasukan debu.
"Ada apa?" tanya Chanyeol cemas.
Chanyeol memegangi kepala Baekhyun dan berusaha menjauhkan tangan Baekhyun dari matanya yang sudah memerah akibat kemasukan debu. Chanyeol pun meniupi mata Baekhyun yang kelilipan.
"Eotte?" tanya Chanyeol.
"Gomawo, sekarang sudah tidak apa-apa," jawab Baekhyun sambil menjauhkan badannya dari Chanyeol. Seketika terasa kecanggungan antara mereka akibat kejadian itu.
Akhirnya mereka pun sampai di depan rumah Baekhyun. Baekhyun membuka gerbang rumahnya dengan senyuman merekah. Begitu pun dengan Chanyeol, namja tampan itu berjalan dengan kedua tangan pada saku jaketnya. Dia tersenyum-senyum sendiri sembari mengingat beberapa adegan yang membuat jantungnya berdetak tak normal, sangat tak normal.
.
.
.
~HESTEWMN~
.
.
.
"Aish! Ke mana Sehun bawel itu? Ini sudah lewat 10 menit dari janjinya!" gerutu Luhan yang semakin gusar berdiri seperti orang bodoh di depan rumahnya.
Hari ini merupakan jadwal ujian bagi mahasiswa Kyung Hee University semester kedua. Tadinya Chanyeol, Baekhyun, Tao, Kyungsoo, Luhan, dan Sehun telah berkumpul dan siap berangkat. Baru saja akan mengangkat kaki, Sehun menjerit histeris, yang sontak mengejutkan kelima temannya.
"Yak! Kau kenapa bodoh?" bentak Kyungsoo kesal.
Hampir saja keyboard yang dibawanya menimpuk kaki indahnya karena terkejut dengan jeritan Sehun. Kyungsoo yang berada di jurusan musik khususnya piano, ujian bulanannya kali ini tidak menggunakan piano melainkan keyboard, karena itulah pagi ini otot-otot tak terlihatnya terpaksa bekerja keras agar keyboard miliknya bisa sampai di kampus.
"Luhan-ah! Aku lupa mengeluarkan CD itu dari CD room!" pekik Sehun, matanya membulat cemas ke arah Luhan.
"Mwo?" timpal Luhan terkejut setengah mati sekaligus kesal, kesal pada Sehun yang benar-benar bodoh dan tidak bisa diandalkan.
CD yang Sehun maksud adalah CD yang berisi musik pengiring untuk ujian bulanan mereka kali ini, tema ujian mereka adalah 'couple dance', dan Luhan berpasangan dengan Sehun. Tadi malam sebelum mengizinkan Sehun membawa CD itu, Luhan sudah memperingatkan Sehun berkali-kali agar ia tak lupa, bahkan pagi-pagi tadi pun Luhan sudah menelepon Sehun untuk mengingatkan nya, tapi pada kenyataannya tetap saja namja itu lupa.
Chanyeol dan Baekhyun tak bisa ikut menunggu Sehun yang balik kembali ke rumahnya untuk menjemput CD dikarenakan naskah drama yang akan Chanyeol, Baekhyun serta kelompoknya tampilkan berada di tas Chanyeol. Jika mereka terlambat dan tak mengumpulkan naskah itu tepat waktu, dosen tak akan mengizinkan mereka ikut ujian. Kalau hanya Chanyeol dan Baekhyun yang tak mengikuti ujian tak apa, karena toh sahabat-sahabatnya juga tak akan mengikuti ujian, bukankah itu namanya saling berbagi? Tapi ini juga menyangkut nilai orang lain, jadi mereka memohon maaf karena harus duluan.
Begitu juga dengan Tao dan Kyungsoo, mereka juga mengikat nilai orang lain. Tema ujian Tao adalah 'duet' dan dia harus berpasangan dengan mahasiswa pindahan, Kim Jong In, selain belum mengenal kepribadian satu sama lain, mereka juga baru sekali berlatih. Kemarin dia berjanji pada Jongin akan datang awal hari ini agar mereka dapat berlatih, Tao tak enak hati melanggar janjinya pada orang yang baru ia kenal.
Sedangkan Kyungsoo tema ujiannya 'Group', 5 orang lainnya bergantung padanya karena ia adalah leader dikelompoknya. Dia lah yang paling banyak bermain, tentu saja sebelum ujian mereka harus berlatih terlebih dahulu. Karena itu dengan sangat menyesal Tao dan Kyung Soo juga berangkat duluan.
Tinggalah Luhan sendirian yang menunggu Sehun. Luhan sudah semakin gusar, tangannya merogoh saku tasnya, dia menekan tombol panggil cepat nomor 1, yang langsung tersambung kepada Sehun.
"Yak! Eodiga?" teriak Luhan.
"…"
"Mwo? Hilang?" teriakan Luhan semakin keras. Wajahnya merah padam.
"…"
Begitu mendengar balasan Sehun, Luhan langsung membongkar tas Sehun, yang ditinggalkan Sehun padanya, matanya membulat, wajahnya makin merah padam.
"Yak! Pabo! CD itu ada dalam tasmu bodoh! Cepat ke sini!" teriak Luhan geram. Dia mematikan ponselnya dengan kesal.
"Jinjja Paboya!" rutuk Luhan.
Tak lama kemudian Sehun datang dengan sepedanya, sesampainya di depan Luhan, kepala berukuran sedang milik Sehun mendapat pukulan keras dari tas Luhan. Ok, maksudnya Luhan lah yang memukulkan tasnya ke kepala Sehun, tidak mungkin tas itu bisa bergerak sendiri.
"Ah, mianhae. Aku lupa," lirih Sehun.
"Ya sudah! Cepatlah! Kita akan terlambat jika tak sampai dalam waktu 5 menit!" timpal Luhan dan langsung menaiki sepeda Sehun.
Sehun mengendarai sepeda dengan kecepatan tinggi. Perut Luhan melilit dibuatnya, ia juga sedikit cemas akan terjatuh alhasil tangannya memeluk perut Sehun spontan.
"Yak! Jangan mencuri kesempatan!" teriak Sehun.
PLAK!
Satu pukulan mendarat kembali di kepala Sehun.
"Perhatikan saja jalanmu, kau yang memaksa ku untuk melakukan ini!" ketus Luhan.
Wajah Sehun merekah, hal itu sontak membuat nya semakin semangat mengayuh sepeda dan tak terasa mereka telah sampai di gerbang Kyung Hee University.
.
.
.
~HESTEWMN~
.
.
.
"Jebal kajima…" pinta Baekhyun. Air mata telah membanjiri pipinya.
"Jebal!" ulang Baek Hyun, Chanyeol diam di tempat.
.
.
.
.
TeBeCek
Huaa segini dulu ne, maaf kalau ceritanya makin gaje, bahasa makin babak belur, typo(s) terus merajalela.
Big thanks to : Imeelia, PrincePink, YeahSooyoung, BekiYeollo, Tania3424, and
Balas ripiu yang gak bisa di pm dulu yaa..
BekiYeollo: Aduh, kenapa bisa lupa kata sandi dear? Kkk gak apa..
Kyaaaa benarkah seperti itu? Masa siiih? Hehe gomawo *hug bekiyeollo/plak*
Iya nih. Hidupnya adem-ayem, habisnya keseringan minum adem sari sih *ngiklan/plak*
Yah kayaknya belum muncul deh tu konflik, masih ditahan ama sooman *apalah/plak*
4 orang dear, kalo bingung kenapa gak liat bio aja? :)
Boleh dengan sangat :) , kami malah senaaaang bgt kalau kamu mau fav n foll hehe
Ne, gomawo udah review. Tetap setia baca dan ripiu yaa.. ^^
Tania3423: Whoaa indah yaa? Eh jangan nangis, cup cup cup hehe
Gomawo udah ripiu.. ^^
...
Whoaa gak nyangka, chap sebelumnya ada yang ninggalin ripiu walaupun hanya sedikit. Tapi sungguh, ripiu chingudeul membuat kami semakin semangat. Lebih gak nyangka lagi, ada yang fav n foll. Kkk jeongmal gomawo. Kami merasa sangat tersanjung. :)
Tapi kami juga sangat kecewa dengan silent reader. Gak nyangka ternyata banyak banget yang jadi sider. Huhu sedihnya T.T
Kami harap chap ini lebih banyak yang ninggalin ripiu. Ayo dong teman, jangan jadi sider. Satu kata aja yang kalian tinggalkan begitu berkesan bagi kami.
Ah ya sudah, sampai jumpa chap depan ne. :) Jangan lupa ripiu ya.. ^^
