Friend or Love (EXO vers.) Chap 3
Author: Geu Shak Ki (Byun, Jung, Jun, dan Han)
Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Xi Luhan, Hwang Zi Tao, Do Kyungsoo, Wu Yifan, Kim Jongin
Pairing: Sesuai alur cerita
Genre: Friendship, Love, Drama, etc
Rate: T
Disclaimer: Byun Baekhyun dan Wu Yifan milik Byun, Oh Sehun dan Do Kyungsoo milik Jun, Park Chanyeol dan Hwang Zi Tao milik Jung, Xi Luhan dan Kim Jongin milik Han. Hehe tidak tidak tidak. Mereka bukan milik kami. Mereka milik orangtua dan diri mereka sendiri. Tapi FOL 100% milik kami.
Warning: GS for ukes! OOC! Typo(s) merajalela! Bahasa Babak Belur! Tidak sesuai EYD! Dan penyakit-penyakit sejenis lainnya.. xD
…
No comment!
Happy reading! ^^
.
.
.
"Jebal kajima…" pinta Baekhyun. Air mata telah membanjiri pipinya.
"Jebal!" ulang Baek Hyun, Chanyeol diam di tempat.
Setelah lama tak bergerak Chanyeol menoleh ke arah Baekhyun.
"Mianhae chagi." Chanyeol berlari menuju Baekhyun dan memeluk Baekhyun erat.
"CUT!" ucap Mr. Park.
"Akting kalian sangat alami," puji Mr. Park. Baekhyun, Chanyeol dan teman sekelompoknya saling ber-high five ria mendengar pujian tersebut.
.
.
.
~HESTEWMN~
.
.
.
"Ini waktunya kita tampil. Aku sangat gugup," ucap Tao pada Jongin.
"Tenangkan dirimu. Asal kau memperhatikan nada yang ku ajari tadi kita pasti berhasil." Jongin menyemangati Tao.
"Ne, arraseo. Fighting!" Tao berusaha menyemangati dirinya sendiri.
"Ayo kita tampilkan yang terbaik!"
Musik pun dimulai. Semua berjalan lancar tetapi karena gugup berlebihan yang dialami Tao, ia melupakan bagian yang sedari tadi sudah ia ingat-ingat yaitu di mana ia harus melakukan improve di ujung lagu. Jongin yang menyadari itu segera mengambil bagian Tao dan mengakhiri penampilan mereka dengan sangat baik. Mereka pun dihujani dengan tepuk tangan yang sangat meriah.
.
.
.
~HESTEWMN~
.
.
.
"Ani. Itu letakkan di sebelah kiri."
"Ya ya ya.. Itu diletakkan di sana saja."
"Ok. Semua sudah tertata rapi."
Di ruangan music terdengar perintah dari leader suatu kelompok yaitu, Do Kyung Soo. Ia mengarahkan semua hal yang bersangkutan dengan pagelaran music mereka nanti. Kyungsoo yakin kelompok mereka akan mendapatkan nilai yang baik karena mereka semua telah berlatih dengan sangat keras untuk pagelaran ini.
"Chingudeul, kita telah berusaha keras untuk hal ini, makanya kita tak boleh menyerah, kita harus mendapat nilai yang baik. Fighting!" Kyungsoo memberi semangat kepada teman-teman dikelompoknya.
"Fighting!" sahut teman-teman yang lain.
Pertunjukan pun dimulai dengan alunan lembut dari tuts keyboard Kyungsoo yang dengan perlahan-lahan temponya bertambah cepat. Gayageum dan drum yang masuk secara bersamaan, diiringi dengan alat music yang lainnya yang membuat nada-nada mereka terdengar harmonis. Mereka memainkan alat music dengan sangat sangat baik.
Di akhir pertunjukan, mereka dihadiahi dengan tepuk tangan yang meriah dari penonton. Kyungsoo pun tersenyum kepada semua temannya yang seolah-olah mengatakan "Kerja bagus teman-teman. Kita berhasil melakukannya."
.
.
.
~HESTEWMN~
.
.
.
Waktu menunjukan pukul 11.00 menandakan waktu istirahat telah tiba. Semua mahasiswa bersegera menuju kafetaria untuk mengisi perut mereka yang telah keroncongan. Begitu juga dengan 6 sekawan tersebut, tanpa dikomando mereka menuju kafetaria.
"Baekhyun-ah! Palliwa. Aku benar-benar sudah kelaparan," rengek Chanyeol pada Baekhyun yang sejak tadi tidak beranjak dari meja rias untuk memperbaiki make up-nya yang berantakan akibat menangis saat sedang beradu akting.
"Ne. Chamkkanman," balas Baekhyun seraya merapikan bajunya.
"Kaja~" rengek Chanyeol tak sabar dan menarik Baekhyun menuju kafetaria.
.
.
.
~HESTEWMN~
.
.
.
"Kau mau ke mana?" tanya Jongin ketika melihat Tao beranjak dari kursinya.
"Aku mau ke kafetaria. Kau mau aku traktir sekarang?" tanya Tao, ia berjanji akan mentraktir Jongin karena telah membantunya saat ujian.
"Baiklah. Kebetulan aku juga lapar," jawab Jongin.
.
.
.
~HESTEWMN~
.
.
.
Alunan musik yang menghanyutkan mengiringi gerak lemah gemulai dari dua orang yang tengah menari, Xi Lu Han dan Oh Se Hun. Mereka berdua menyuguhkan penampilan yang sangat memukau.
Tetapi kecelakaan kecil terjadi di pertengahan penampilan mereka, yaitu ketika Luhan melakukan double spin dan ia salah menjejakkan kakinya yang membuat ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Sehun melirik cemas.
Karena tak ingin mengacaukan penampilan dan mengecewakan Sehun, Luhan pun segera berdiri dan berakting bahwa yang ia lakukan barusan termasuk dalam skenario tarian mereka. Luhan pun melanjutkan tarian hingga musik berhenti. Penonton memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.
Luhan terduduk tepat setelah ia menyelesaikan tariannya. Ia benar-benar tak sanggup menahan perih dikakinya. Sehun berlari ke belakang panggung dan mengambil kotak pertolongan pertama dan mengambil spray pereda nyeri dan menyemprotkannya ke kaki kanan Luhan.
"Gwaenchana?" tanya Sehun cemas.
"Ne. Akh.. Appo.." Luhan meringis saat Sehun tak sengaja menyentuh kakinya yang cedera.
"Mianhae," tutur Sehun.
"Apa kau ingin dibawa ke rumah sakit?" tambah Sehun.
"Anio. Nan gwaenchana. Sekarang kita ke kafetaria saja. Ini sudah sedikit mendingan," balas Luhan, ia tak ingin membuat Sehun terlalu cemas.
"Yak! Apa yang kau lakukan?" teriak Luhan terkejut karena sekarang ia berada di punggung Sehun. Sehun hanya diam dan terus menggendong Luhan meninggalkan ruangan dance. Semua mata memandang ke arah mereka berdua.
.
.
.
~HESTEWMN~
.
.
.
Kafetaria sudah disesaki mahasiswa Kyung Hee University. Kyungsoo pun sedang mengantri untuk mengambil makanan. Luhan dan Sehun masuk ke kafetaria melalui pintu yang berada di sebelah barat, semua mata tertuju ke sepasang yeoja dan namja itu.
Kyungsoo yang sudah selesai mengambil makanan, berjalan menuju meja tempat Chanyeol dan Baekhyun duduk. Tak sengaja manik matanya menangkap sosok seseorang yang telah mengisi relung hatinya sedang menggendong seorang yeoja. Matanya terfokus kepada sepasang yeoja dan namja itu, hatinya terasa tersayat karena sepasang yeoja dan namja itu terlihat sangat mesra.
Di belakang Kyungsoo, Tao dan Jongin masuk dari pintu sebelah timur. Tao yang melihat Kyungsoo segera memanggilnya.
"Kyung Soo-ah!" panggil Tao dari kejauhan.
Kyung Soo tersentak dari lamunan nya karena mendengar seseorang memanggil namanya. Ia pun melirik ke belakang untuk melihat siapa yang telah memanggilnya. Tetapi karena kafetaria sangat penuh dengan mahasiswa yang berlalu lalang, Kyungsoo tak melihat seseorang pun yang ia kenal.
Kyungsoo pun melanjutkan langkahnya menuju meja tapi ia kembali teringat bayang-bayang Luhan dan Sehun. Tak terasa genangan air mata mulai melingkupi ruang matanya. Kyungsoo terus melangkah, air mata mengaburkan pandangannya sehingga ia tak melihat troli besar yang melaju lumayan kencang mendekatinya.
"Kyungsoo! Awas!" teriak Tao memperingati, tapi sepertinya teriakan itu sia-sia karena troli itu semakin berjalan mendekat.
Sekonyong-konyong Jongin langsung berlari dan menarik Kyungsoo ke pelukannya. Tepat waktu, hampir saja Kyungsoo tertiban piring-piring kotor yang berada di troli tersebut. Tao berlari menghampiri Kyungsoo yang masih berada di pelukan Jongin.
"Kyungsoo-ah, gwaenchana? Apa ada yang terluka?" tanya Tao, raut wajahnya memancarkan kecemasan.
Kyungsoo hanya diam tak mengeluarkan suara sedikitpun, tetapi sayup-sayup terdengar isakan yang berasal dari mulut Kyungsoo. Tao segera mengambil alih dan memeluk Kyung Soo erat. Tak biasanya Kyungsoo, yeoja yang jauh dari kata cengeng meneteskan air mata yang menurutnya sangat berharga itu.
Jongin hanya termangu melihat yeoja cantik yang baru saja ditolongnya menangis terisak-isak, entah mengapa hatinya sakit saat air mata itu jatuh dari mata yeoja itu.
"Waeyo Kyung Soo-ah?" tanya Tao tapi tetap tak ada respon dari Kyungsoo. Tao hanya mengelus-elus kepala Kyungsoo untuk menghentikan tangisannya. Tak lama kemudian Kyungsoo menghentikan tangisannya. Kyungsoo melepas pelukan Tao dan berdiri. Mereka bertiga berjalan menuju meja Baekhyun dan Chanyeol berada yang juga sudah ditempati oleh Luhan dan Sehun.
Baekhyun, Chanyeol, Luhan dan Sehun memandang Kyungsoo cemas tapi Tao memberi isyarat agar mereka tak banyak bertanya pada Kyungsoo. Jongin hanya berdiri canggung di sebelah Tao. Tao lupa bahwa ia mengajak Jongin bersamanya. Jongin menyenggol Tao pelan. Ia melirik ke arah Jongin dan terkejut saat sadar bahwa ia telah melupakan Jongin.
"Ah ya. Kenalkan ini Kim Jong In, mahasiswa baru di fakultasku. Dia berpasangan dengan ku saat ujian tadi," ucap Tao memperkenalkan Jongin.
"Annyeong!Kim Jong In imnida. Panggil saja aku Jongin."
Setelah memperkenalkan diri, Jongin pun mulai bercengkerama dengan yang lain, namun pandangan Jongin tetap tertuju pada Kyungsoo. Tampaknya Jongin masih khawatir tentang Kyungsoo karena kejadian tadi.
"Teman-teman, aku ke kelas duluan!" kata Kyungsoo singkat.
Kyungsoo beranjak dari tempat duduknya dan berjalan kekelas, teman-teman yang lain mengiyakan karena mereka berpikir bahwa Kyungsoo ingin menenangkan diri terlebih dahulu.
"Aku juga akan ke kelas duluan. Senang berkenalan dengan kalian!" Jongin juga berpamitan kepada Tao dan teman-temannya.
Namun bukan kelaslah tujuan Jongin sebenarnya. Jongin membuntuti Kyungsoo yang ternyata juga tidak menuju kelas. Ternyata Kyungsoo menuju taman belakang kampus yang cukup sepi.
Kyungsoo duduk disalah satu kursi yang ada di taman itu sembari menikmati pemandangan.
"Hai!" sapa Jongin.
"Siapa kau?" tanya Kyungsoo sambil memandang heran ke arah Jongin.
"Tadi aku sudah memperkenalkan diriku, apa kau tidak tahu?"
"Ah, mianhae. Tadi aku sedang tidak fokus," jawab Kyungsoo.
"Kim Jong In imnida." Jongin memperkenalkan dirinya kembali.
"Ne, bangapseumnida, Jongin-ah." sahut Kyungsoo.
"Tampaknya kau sedang bersedih. Aku tidak ingin bertanya karena aku tidak mau ikut campur karena kita juga baru saja berkenalan. Tapi bolehkah aku di sini menemanimu?" tanya Jongin.
"Hmm.. silahkan. Terserah kau saja," jawab Kyungsoo yang masih terlihat galau.
Teng Teng!
Bel masuk telah berbunyi, tapi sepertinya Kyungsoo tidak menyadarinya, Kyungsoo masih bermain dengan lamunannya. Jongin menyadarkan Kyungsoo dan mengajaknya untuk masuk ke kelas. Kyungsoo bangkit dari kursi dan berjalan menuju kelas, Jongin mengikutinya dari belakang.
"Aaaaaa!" teriak Kyungsoo. Ia menabrak tiang, badannya terdorong kebelakang dan kehilangan keseimbangan yang menyebabkan ia hampir terjatuh, tetapi..
Hap!
Badan Kyungsoo terjatuh dalam dekapan Jongin.
Deg!
Jantung Jongin kembali berdegup tak normal, matanya menatap tepat ke manik hitam mata Kyungsoo.
"Ah, gomawo!" tutur Kyungsoo seraya bangkit dari dekapan Jongin, Jongin tersentak, ia membawa kedua tangannya kesisi tubuhnya dengan canggung.
"Ne," balasnya agak kikuk.
"Hati-hatilah kalau berjalan," tambahnya. Kyungsoo mengangguk lalu tersenyum.
.
.
.
~HESTEWMN~
.
.
.
"Ehem!" Chanyeol berdehem sembari melacahkan pantatnya di kursi, di sebelah Baekhyun. Baekhyun tak beralih untuk menoleh ke arah Chanyeol, ia terlalu fokus dengan laptopnya.
"Ehem!" ulang Chanyeol, dia mendekatkan jarak dengan Baekhyun.
Baekhyun masih tak memberi respon bahwa ia menyadari kehadiran Chanyeol. Chanyeol sedikit kesal, sekali lagi dia berdehem dengan nada dan gaya yang dilebih-lebihkan.
"E..ee..he..m..e..e..hemm..e..hemm.." Namun betapa tak disangka Baekhyun tetap tak beralih dari laptopnya.
"Yak! Byun Baek Hyun!" bentak Chanyeol gusar, badannya agak memiring menghadap Baekhyun, kekesalan Chanyeol semakin menaik karena Baekhyun (masih) saja tak merespon.
Chanyeol menatap Baekhyun garang, matanya menangkap tali cukup halus menyerupai kabel menempel di baju Baekhyun, dia mendesah berat, disibaknya rambut Baekhyun yang tergerai hampir menutupi setengah wajahnya hingga Chanyeol dapat melihat sesuatu yang menyumbat lubang telinga Baekhyun.
"Yak! Mwohae?" bentak Baekhyun, kesal dengan perbuatan Chanyeol yang melepas earphone dengan kasar dari telinga kirinya.
"Jadi, sedari tadi kau tak mendengar apapun?" timpal Chanyeol geram.
"Yak! apa kau tuli? Kau tak mendengar suara Ryeowook, my lovely oppa sedang berteriak-teriak?" balas Baekhyun ikut geram.
"Mwo? Lovely oppa?" nada suara Chanyeol berubah tinggi.
"Ne, Ryeowook oppa. My lovely oppa!" Jawab Baekhyun dengan wajah berseri-seri.
Chanyeol merasa marah mendengar Baekhyun menyebut Ryeowook 'My Lovely Oppa', dia sekonyong-konyong melempar earphone Baekhyun yang dari tadi masih ia pegang lalu berjalan cepat keluar kelas, meninggalkan Baekhyun yang penuh dengan kebingungan melihat tingkah Chanyeol yang hampir selalu sama setiap kali Baekhyun menyebut Ryeowook dengan sebutan 'My Lovely Oppa' di depan Chanyeol.
"Yak! Chanyeol-ah. Kau kenapa?" sorak Baekhyun seraya bergegas menutup laptopnya dan berlari menyusul Chanyeol.
"Chanyeol-ah!" panggil Baekhyun manja, begitu ia mencapai sisi kanan Chanyeol.
"Yaa.. Wae? Kenapa kau marah?" tanya Baekhyun sembari terus berlari kecil menyeimbangi langkah kaki Chanyeol yang lumayan lebar.
"Eii, kau cemburu, ne?" celetuk Baekhyun, maksud dia hanya bercanda namun siapa sangka pertanyaan Baekhyun menimbulkan respon yang sedikit berlebihan dari Chanyeol. Namja itu menegang di tempat, kakinya berhenti secara otomatis. Baekhyun terkikik.
"M..m..mwo? ti..tidak mungkin!" timpal Chanyeol berusaha tenang sementara jantungnya berdegup kencang, sangat kencang bahkan seolah Baekhyun akan bisa mendengarnya.
"Yaa.. Kenapa kau gugup? Aku hanya bercanda," ujar Baekhyun, hatinya sedikit kecut, bagian terdalam hatinya berharap Chanyeol akan membenarkan bahwa ia cemburu. Baekhyun tersenyum kecut. Chanyeol yang memperhatikan perubahan ekspresi Baekhyun, memekik dalam hati, "mwo? Apa arti ekspresi mu itu? Kau berharap aku cemburu?" batin Chanyeol. Chanyeol mencubit hidung Baekhyun.
"Eii.. Kau berharap aku cemburu bukan?" celetuk Chanyeol penuh kemenangan. Giliran Baekhyun yang gugup, jantungnya berdebar tak karuan.
"A..a..ani.. nio.." jawab Baekhyun terbata-bata.
Chanyeol terkikik, sekonyong-konyong dirangkulnya pundak Baekhyun. Hal itu membuat Baekhyun terkejut.
"Kaja!" Chanyeol tersenyum pada Baekhyun.
Di sisi lain, sedari tadi ada seseorang yang terus memerhatikan keakraban Chanyeol dan Baekhyun. Sakit? Entahlah, entah perasaan apa yang sedang berkecambuk di hati Tao melihat keakraban temannya itu. Ia cemburu, dulu Chanyeol paling dekat dengannya, sangat sangat dekat, hingga apapun yang terjadi pada Chanyeol, bahkan jika hanya masalah yang terkecil, Tao selalu tahu, tapi semenjak Baekhyun dan Luhan bergabung dengan Chanyeol, Tao, Sehun dan Kyungsoo, perhatian Chanyeol lebih sering terpusat pada Baekhyun, bukan berarti Tao tak menyukai kehadiran Baekhyun, dia juga sangat menyayangi Baekhyun seperti Chanyeol, tetapi tetap saja perasaan cemburu itu tak bisa ia atur.
"Tao-ah!" teriak Sehun di telinga Tao, yang sukses membuyarkan lamunan Tao dan membuat gendang telinganya berteriak kesakitan.
Tao membalik badan dan menatap Sehun garang, Sehun dan Luhan tertawa puas.
"Yak! Kau pikir ini apa?" teriak Tao gusar sembari menunjuk telinganya.
Sehun dan Luhan makin puas tertawa. Tao menghentakkan kakinya sekali sebelum meninggalkan Sehun dan Luhan.
"Yaa.. Jangan marah! Mianhae. Aku hanya bercanda!" sorak Sehun.
Sehun mengejar Tao dengan Luhan di punggungnya, kaki Luhan belum benar-benar sembuh dari cedera yang dia dapat saat ujian kemarin.
Ke-enam sahabat itu telah berkumpul di gerbang Kyung Hee University bersiap untuk pulang, mereka semua terlihat cerah hari ini, kecuali dua yeoja diantaranya, Tao dan Kyungsoo, mereka cemberut saja. Sudut mata Kyungsoo tak lepas dari sepeda Sehun yang dinaiki oleh Sehun dan Luhan, tepatnya Kyungsoo melirik tangan Luhan yang melingkari pinggang Sehun, karena kaki Luhan yang masih cedera, Sehun memutuskan untuk memboncengi Luhan dengan sepedanya.
Sebenarnya Sehun memiliki sebuah mobil, tapi dia tidak berminat untuk menggunakannya karena jika ia menggunakan mobil tak akan ada waktu dimana hanya ada dia dan Luhan berdua, jika ada mobil tentu saja teman-teman yang lain juga akan mengikut, bukan berarti ia tak senang bersama dengan teman-temannya, tapi dia juga menginginkan waktu berduaan dengan yeoja yang disukainya. Dan yang paling penting, tentu saja jika ada mobil tidak akan ada adegan di mana tangan Luhan memeluk pinggang Sehun.
Sedang Tao memandang gusar pada Chanyeol dan Baekhyun yang tak hentinya bercanda satu sama lain sedari tadi.
"Kami duluan ne!" pamit Sehun.
"Ne. Hati-hati. Arrachi? Jangan sampai menabrak truk buah lagi!" balas Baekhyun.
Kemarin ketika di tengah perjalanan menuju rumah Luhan, Sehun hampir saja menabrak truk buah yang sedang nangkring di depan kios buah dekat rumah Luhan. Chanyeol, Sehun, Luhan dan juga Baekhyun tertawa keras. Tapi Kyungsoo dan Tao diam saja.
"Annyeong!" Seru Luhan sebelum sepeda Sehun melaju dengan kencang.
.
.
.
~HESTEWMN~
.
.
.
Ponsel Baekhyun berdering, dengan segera di tekannya tombol jawab begitu melihat nama penelepon.
"Yeoboseyo.." sapa Baekhyun.
"…."
"Ani. Aku sedang memasak dengan Eomma dan Appa. Wae?"
"…..."
"Ah. Ye. Kemana?"
"…."
"Arraseo. Mianhae."
Bip! Sambungan terputus.
"Ada apa?" tanya Mrs. Byun, ibu Baekhyun.
"Chanyeol mengajakku keluar," jawab Baekhyun sembari mengiris mentimun.
"Lalu kenapa kau masih di sini?" timpal Mr. Byun, Ayah Baekhyun. Baekhyun terkekeh.
"Aku masih ingin bersama Appa dan Eomma," balas Baekhyun manja sembari melingkari perut Eommanya.
Memang benar kedua orang tua Baekhyun sangat sibuk, mereka sering keluar negeri atau keluar kota untuk mengurusi bisnis mereka dan kemarin Mr. dan Mrs. Byun baru pulang dari Perancis setelah hampir sebulan di sana, wajar saja jika Baekhyun masih merindukan orangtuanya.
"Chagi.. kami masih akan di sini besok. Pergilah dengannya. Eomma tau kau sangat menginginkan itu," goda Mrs. Byun. Baekhyun merona.
"Lihatlah wajahmu. Sudah seperti kepiting rebus!" ledek Mr. Byun. Baekhyun terkekeh malu.
Sementara itu seorang namja tampan -Chanyeol sedang menggerutu, lagi-lagi rencananya gagal. Dia terus menggerutu hingga merasakan ponselnya bordering. Matanya terbelalak melihat nama yang tertera di layar ponselnya 'Baek Hyun'. Dengan sigap ditekannya tombol jawab.
"Ne?" jawab Chanyeol.
"…."
"Jinjja? Ah, geureom!" Wajah Chanyeol berubah berseri-seri.
"…."
"Arraseo! Aku akan segera ke rumahmu!"
Tuut! Sambungan terputus, Chanyeol melompat-lompat riang.
"Kau kenapa Chanyeol-ah?" tanya Mrs. Park, ibu Chanyeol. Dahinya mengernyit melihat tingkah putranya Chanyeol sekonyong-konyong berhenti, tangannya mengusap-usap tengkuknya kikuk.
"Anniyo Eomma, hehe.." jawabnya sembari terkekeh.
.
.
.
~HESTEWMN~
.
.
.
"Kita mau kemana?" tanya Baekhyun pada Chanyeol.
"Ikuti saja aku. Jangan banyak tanya. Arrachi?" balas Chanyeol sembari tersenyum, Baekhyun mengedikkan bahu tanda ia bingung.
Mereka mulai jalan bersisian, tiba-tiba tangan Baekhyun merasakan genggaman, tangan Chanyeol lah yang menggenggam tangannya, Baekhyun melirik Chanyeol bingung, jantung Baekhyun berdegup kencang, Chanyeol hanya tersenyum lebar tanpa menoleh pada Baekhyun.
"Bukankah itu Chanyeol dan Baekhyun?" gumam Tao yang baru saja kembali dari kampus karena ada suatu urusan. Tanpa diperintah kedua kakinya berjalan mengikuti Baekhyun dan Chanyeol.
"Whoa! Tempat ini lagi!" pekik Baekhyun begitu ia dan Chanyeol sampai di sebuah bukit yang di bawahnya menampakkan keindahan kota Seoul pada malam hari, tempat di mana Chanyeol meminta Baekhyun mengajarinya dialog untuk ujian mereka waktu itu.
"Ini!" Chanyeol memberikan sebuah kembang api kepada Baekhyun. Baekhyun menerimanya dengan kening berkerut.
"Untuk apa?" tanya Baekhyun bingung.
"Let's have fun, girl!" balas Chanyeol santai.
Chanyeol menyodorkan api ke kepala kembang api Baekhyun dan juga kembang apinya. Bunga api menyembur dari kembang api mereka dan terbang ke angkasa, menghiasi langit kelam berbintang.
"Whoa! Neomu yepposeo!" pekik Baekhyun senang. Chanyeol tersenyum lebar ke arah Baekhyun.
Sudah hampir satu jam Tao berdiri di belakang sebuah pohon besar yang ada di bukit tempat Chanyeol dan Baekhyun bersenang-senang. Dia mulai merasa jengah.
"Ah, aku lelah!" keluh Baekhyun sembari duduk di salah satu kursi yang ada di taman, Chanyeol mengambil tempat di sampingnya.
"Apa kau senang?" tanya Chanyeol. Baekhyun menatap Chanyeol.
"Neomu neomu kippeuro. Gomawo Chanyeol-ah!" timpal Baekhyun.
Chanyeol menatap Baekhyun tajam dan serius, Baekhyun jadi gugup karenanya.
"Ada apa?" tanya Baekhyun gugup.
Chanyeol masih menatapnya tajam, dalam dan serius. Tiba-tiba tangannya menangkup wajah Baekhyun. Jantung Baekhyun berdegup kencang, begitupun dengan jantung Chanyeol.
.
.
.
~HESTEWMN~
.
.
.
"Hiks.. Hiks.." isak Tao sepanjang jalan, air matanya tak hentinya mengalir, kakinya terus berjalan tanpa tahu arah. Perkataan Chanyeol tadi terus terngiang di telinganya.
"Baekhyun-ah!" panggil Chanyeol dalam.
"Ne?" sahut Baekhyun.
.
.
.
.
TeBeCek
Terima kasih untuk semua yang udah mau review. Jangan lupa riview lagi ne.. Sampai jumpa chap depan ^^
