"Eungh.. lu-luhan noona... Oh ti-tidak!"

Luhan menghentikan kegiatannya mencumbui leher kyungsoo. Ia menatap heran pemuda di bawahnya.

"Apa? Kenapa kau berteriak?"

"Kau menghisap darahku Noona!"

Luhan facepalm -_-

"Demi tuhan, aku hanya membuat hickey di lehermu"

Dengan nafas yang masih tak beraturan, kyungsoo terlihat berfikir.

"Hickey? Bukannya itu sejenis ikan?"

"Oh lupakan!! Kita mulai saja"

Luhan bergegas menaiki meja, dan melakukan hal yang sama seperti Minseok lakukan. Tapi pergerakan Luhan terhenti, ia memperhatikan penis kyungsoo yang sebentar lagi akan menyentuh bibir vaginanya. Dan mengerenyitkan dahi setelahnya.

"Eonni!!"

Minseok yang baru selesai merapihkan pakaiannya langsung menoleh.

"Apa?"

"Kau terlalu becek , ugh.. terlalu banyak lendir disini" Luhan menatap jijik pada penis Kyungsoo yang penuh dengan lendir. Seperti pisang berlumuran susu kental manis.

Minseok membiarkan matanya berputar. Ia sibuk mengenyeka keringat di dahinya seraya menata kembali riasan wajahnya.

"Baek, tolong lemparkan tissue yang ada di dalam tasku, cepat!"

Baekhyun dengan gerakan malas mulai meraba-raba tas Luhan di sampingnya, sementara kyungsoo masih saja mengatur nafasnya yang memburu, ia merasakan perih di bagian pergelangan tangan dan kaki nya karena lengan dan kakinya menegang ketika merasakan kenikmatan yang di berikan Minseok barusan. Pemuda itu merasa lelah sekarang.

"Tangkap"

Luhan dengan sigap langsung menangkap bungkusan tissue yang di lempar Baekhyun, ia mulai membersihkan sisa sisa sperma yang melumuri seluruh penis kyungsoo.

"Ini lebih baik"

Luhan memajukan tubuhnya, mendekatkan vagina miliknya ke wajah kyungsoo.

"Suck it, babe"

Kyungsoo hanya patuh saja pada perintah Luhan, ia mulai menjilat vagina Luhan dengan ragu, bau khas kewanitaan mulai menyeruak masuk ke hidungnya.

"Ah... Ya" Luhan mendesah merasakan benda lunak yang bergesekan di vaginanya.

Entah kenapa birahinya kembali naik setelah mencium bau khas vagina dan desahan Luhan yang terdengar sexy. Kyungsoo semakin bersemangat menjilati vagina Luhan.

"Akh... Kyungsoo-ya... Eungh"

Luhan menoleh, melihat penis kyungsoo di belakangnya tak tersentuh. Ia berinisiatif membalikan badannya, mendekatkan wajahnya pada penis Kyungsoo dan mulai meraupnya dengan rakus penis di depannya.

Kyungsoo lagi-lagi mendesah, vagina Luhan masih berada di hadapan wajahnya. Posisinya sekarang enam-sembilan. Kyungsoo mendesah seraya menjilat vagina Luhan yang sudah mulai berkedut.

Cukup lama mereka melakukannya dengan posisi enam-sembilan. Sampai akhirnya Luhan tak tahan dan mulai bangkit, memposisikan vaginanya di depan penis Kyungsoo. Perempuan itu mencoba menggoda kyungsoo dengan menggesekkan vaginanya dengan penis milik pemuda itu yang sudah memerah akibat birahi.

"Kau mau memasukannya ?" Luhan menyeringai menatap kyungsoo yang sudah putus asa dengan birahinya.

"Cobalah masukan sendiri" Luhan kembali menjauhkan vaginanya dari penis kyungsoo. Tapi tetap mengarahkan vagina ke penis pemuda itu.

Kyungsoo mengangkat bokongnya, mencoba memasukan penisnya ke dalam vagina Luhan, tapi Luhan dengan sengaja menjauhkan vaginanya ketika penis itu mendekat. Terus berulang-ulang hingga Kyungsoo terlihat tersiksa dengan keadaannya sekarang.

Luhan hanya tertawa, melihat wajah Kyungsoo yang tersiksa.

"Kau seperti anjing kelaparan kyungsoo-ya"

Wajah Kyungsoo seperti ingin menangis, birahi yang mencapai ubun-ubun kepalanya membuat ia pusing seketika.

Akhirnya, Luhan yang tak tega dengan pemuda di bawahnya perlahan ia mulai memasukan penis kyungsoo ke dalam vaginanya dengan sekali hentak. Membuat pemuda di bawahnya meloloskan desahan nikmat yang tertahan.

"Ini tak sebesar penis Sehun, tapi cukup untuk mengenai dinding rahimku"

Luhan dengan gerakan perlahan mulai menaik-turunkan tubuhnya dengan wajah yang di buat sensual mungkin. Kedua tangannya bertumpu di sisi kepala kyungsoo. Membuat payudara Luhan bergoyang indah di hadapan wajah kyungsoo.

"Ahh.. ahh.. eungh.. ini nikmat" Luhan terus meracau tak jelas, bokongnya mulai bergerak dengan cepat.

Kyungsoo hanya bisa mendesah dengan mata tertutup, sekilas bibirnya terlihat tersenyum menikmati pijatan di area penisnya. Ia sangat menikmati apa yang Luhan lakukan terhadapnya. Sesekali bokong kyungsoo naik turun membantu Luhan bergerak. Ia sudah tak memikirkan apapun sekarang. Yang ada di kepalanya hanya vagina, vagina, dan vagina. Mungkin ia sudah gila, tapi ia sangat menikmati pemerkosaan ini.

"Akh... Eungh... Kyung... Yah... Yahhh... Feels godhhh... Eumh"

Bokong Luhan bergerak dengan brutal, tangannya sudah tak bertumpu lagi di sisi kepala kyungsoo. Lengannya ia gunakan untuk meremas kedua payudara nya sendiri. Rahimnya terasa penuh oleh penis pemuda di bawahnya. Bunyi kulit yang saling beradu mulai menggema di seluruh gudang sekolah.

Mulut kyungsoo terbuka dengan lebar. Kenikmatan ini sungguh tak bisa di jelaskan oleh kata-kata. Ia hanya bisa menikmati wajah Luhan yang terlihat sangat menikmati penisnya yang berada di dalam sarangnya. Sungguh, Luhan seperti maniak penis jika di perhatikan sekarang. Seakan-akan ia tak lelah menunggangi penis kyungsoo seharian.

"Akh... Yes... Akh... Fuck... So deep"

Payudara Luhan bergoncang hebat di hadapan kyungsoo. Seperti mengundang dirinya untuk menjamah kedua payudara kenyal itu. Tapi jangan lupakan kedua lengan dan kakinya yang terikat oleh tambang sialan itu. Membuat dirinya tak leluasa untuk bergerak atau melakukan sesuatu.

"ah.. eungh.. sebentar laghi.. akh.."

Luhan bergerak tidak beraturan. Bunyi kulit yang beradu makin kencang menggema di seluruh ruangan.

Kyungsoo menggeram merasakan penisnya di jepit semakin rapat oleh dinding vagina Luhan. Keduanya sebentar lagi akan mencapai ejakulasi nya. Kyungsoo dan Luhan berlomba-lomba untuk mendapatkan kenikmatan nya masing-masing.

Sampai akhirnya keduanya mendesah puas ketika ejakulasi yang di tunggu-tunggu akhirnya datang.

Luhan ambruk di tubuh kyungsoo.

Keduanya terengah-engah setelah pelepasannya. Keringat di tubuh mulai menyatu ketika Luhan menggesekkan tubuh mereka. Dan lelehan sperma mereka yang menyatu di dalam vagina Luhan merembes keluar, melumuri seluruh penis Kyungsoo.

Luhan yang sudah puas pasca orgasme nya langsung menyambar bibir Kyungsoo, memberinya beberapa french kiss sampai keduanya sesak, karena kehabisan oksigen.

Baekhyun yang sudah gelisah dan keringat dingin akhirnya protes.

"Luhan cepatlah! Aku sudah tak tahan" ia merasakan celana dalamnya basah karena melihat adegan kedua kakak sepupunya barusan. Sungguh ia sudah sangat gatal!

Luhan menghentikan kegiatannya, lalu menoleh malas kepada Baekhyun. "Baiklah-baiklah"

Luhan mengeluarkan penis kyungsoo dari vaginanya. Terdengar suara desahan dari pemuda di bawahnya. Lagi-lagi penisnya masih saja tegang. Kyungsoo di buat heran karena itu, setahunya pasti penis akan melemas ketika ejakulasi datang. Tapi ia sudah 2 kali orgasme dan penisnya masih saja tegang. Apakah dia se perkasa itu ?. Oh atau mungkin karena dia menahan pipis selama jam pelajaran ? Jadi penisnya tak kunjung melemas akibat banyak air seni yang tertampung ? Oh dia harus bertanya kepada kakaknya setelah ini. Oh seluruh tubuhnya terasa pegal-pegal sekali.

Luhan berjalan ke arah Baekhyun, ia merapikan kembali setelannya dan riasannya juga. Ugh.. dia benci keringat.

Baekhyun yang sudah tak sabar, langsung menghampiri kyungsoo yang tergeletak tak berdaya. Tersenyum dengan sangat imutnya kepada pemuda yang terlihat kelelahan itu.

"Hai kyungsoo-ya"

"Oh- hai Noona.." nafas kyungsoo terdengar sangat jelas sekali. Seperti habis lari maraton dengan jarak 2 kilometer.

"Oh jangan panggil aku Noona, kita hanya beda beberapa bulan" Baekhyun berkata sambil melepas semua kancing seragamnya. Ia terlihat sangat bersemangat sekali.

Luhan yang sibuk memoles lip balm nya tersentak karena mendengar nada dering handphone nya yang berada di dalam tas.

'sehun's calling'

"Sial!" Luhan buru-buru mengangkat telepon nya. Ia mempersiapkan suaranya seimut mungkin

"Hallo sehun-ah"

"A-ah... Maaf hun-ah, aku lupa. Aku akan berangkat sekarang"

Dan sambungan telepon terputus setelah nya. Luhan dengan sigap merapihkan barang bawaannya. Mengecek kembali penampilannya.

"Oh, shit" kini Minseok yang tersentak.

Luhan dan baekhyun menoleh melihat Minseok yang terlihat uring-uringan.

"Ada apa eonni?" Luhan bertanya dengan matanya yang tak lepas dari cermin kecil di tangannya.

"Aku lupa hari ini ada janji dengan Jongdae" Minseok pun bergegas mengambil tasnya dan hendak keluar dari gudang sekolah.

"Eonni tunggu aku!" Luhan pun ikut menyusul Minseok karena Sehun memintanya untuk menemui dirinya.

Baekhyun yang melihat kedua kakak sepupunya pergi meninggalkan dirinya langsung protes.

"Hey! Kalian mau kemana? Kenapa aku di tinggal?"

Langkah Minseok dan Luhan terhenti ketika ingin membuka pintu gudang. Keduanya berbalik menatap Baekhyun sambil tersenyum. Senyum yang memuakan -_-

"Bersenang-senanglah, dia milikmu sampai pagi" Luhan melambaikan tangannya dengan senyum mengejek.

"Pelan-pelan lah ketika memasuki penis itu, akan sangat perih asal kau tau" Minseok berkata dengan wajah yang sama menyebalkannya dengan Luhan.

BLAM!!!

Mereka pergi begitu saja, meninggalkan Baekhyun yang sudah toples dengan bra yang masih menempel di dadanya dan tatapan kyungsoo yang terlihat bingung.

setelah peninggalan kedua BITCHES itu, Baekhyun dan kyungsoo terlihat saling menatap. Keadaan menjadi canggung Seketika.

"Noona, tolong selesaikan ini. Penis ku sudah sangat pegal" kyungsoo berkata seolah-olah tak ada hari esok. Ia terlihat putus asa sekali.

Dengan entengnya, Baekhyun mengangguk dengan cepat dengan senyuman cute yang masih terpatri di wajahnya. Terlihat sangat antusias dan kekanak-kanakan dalam waktu yang bersamaan.

"Ah-akh... Noona..."

TBC/END?

HOLLA, aku balik lagi

maaf lama ya, revisi kerjaan yang menumpuk membuat kepala ku mumet seketika. tologn di maklumi ya

oh iya, untuk chapter depan tamat ya, nanti di jelasin kenapa trio cabe-cabean itu perkosa kyungie yang imutnya mantap jiwa itu.

Btw thanks ya, bagi yang udah ninggalin jejakaku seneng babget liat review kalian. apalagi yang panjang-panjang, aku suka #apasih?

Terkadang review kalian yang buat aku semangat nulis. Jadi tetep review ya, biar akoh nya semanat nulis terus. Review sepanjang yang kalian bisa. itu bikin mood ku naik seketikaDan maaf juga untuk readers yang kebingungan karena aku gak nulis GS di sumary. nanti aku ubah janji deh

love yo

Sign

Meumeuq