second Drabble dump.

By Oshzt

[ Just random drabble. Dedicated for my sweet boy, Kim Jongin. I love bottom!Jongin. ]

I told you first, don't blame the pairings. Event u don't like this fic please don't read as well. Or i'll fuck u.


.

Wrong.

author: oshzt | cast: tao/kai | genre: lit bit fantasy, fluff, romance | rated: PG

Jongin pemuda yang cukup frustasi dalam hidupnya. Young and free! Setidaknya dia telah melakukan berbagai hal yang menyenangkan. Berpetualang adalah salah satu hobi ekstrim dari berbagai hobi lainnya. Ia tidak percaya tahayul sebelumnya, tidak—hingga saat ini dia berada dalam ruangan kosong. Itu apa yang ia lihat di sekelilingnya.

Ia merintih, apa yang ia lakukan sebelumnya? Mengingat adalah apa yang dibenci Jongin. sial—ia memiliki daya ingat yang lemah. Tubuhnya terasa kaku, seperti ada yang menariknya.

"YOU ARE LOSSER!"

Tersentak!—Jongin menyentakkan tubuhnya saat ruangan itu berbicara sendiri? Asal mula ruangan putih bersih ini tiba-tiba saja ada kilatan merah yang tak teratur dan jatuh menyoroti Jongin yang terpuruk di lantai.

Bayangannya mengerikan.

"Kau memiliki kesempatan satu kali lagi untuk memenangkan permainan ini! jika kalah, kau akan selamanya di masa ini!"

"TUNGGU! APA MAKSUDMU? SIAPA KAU?" Jongin menggeram keras. Tidak tahu apa-apa tentang permainan yang dimaksud suara tanpa rupa itu.

"..."

Bug!

Jongin semakin melebarkan matanya saat melihat mobil yang tiba-tiba muncul di depannya. Seperti halusinasi, mobil itu hanya seperti benda 3D yang sering Jongin beli.

"Terakhir kali kau bermain GTA dan kau kalah melawanku!" suara itu kembali terngiang ditelinga Jongin. untuk sejenak, Jongin kembali mengingat-ingat.

"Tapi aku bermain sendiri! Dengan dua player tapi yang satunya 'kan CPU?!" bantah Jongin, tidak mengerti akan orang yang mengklaim dirinya melawan Jongin. padahal—sudah jelas Jongin bermain sendiri sedangkan lawannya dimainkan oleh perangkat PS3 itu sendiri.

Atau, jangan bilang...

"Ya. Aku lah yang kau sebut CPU itu."

"HA? AH? Bagaimana bisa?" Jongin kembali menatap sekelilingnya. Siapa tahu—ada dalang di balik semua permainan bodoh ini.

"Ouch!" geram Jongin saat ada yang menarik badannya untuk berdiri.

"Aku akan menampakkan wajahku, dan bersiap-siaplah."

Jongin menelan salivanya berat saat melihat sosok yang tembus dari dinding putih di depannya. Lama kelamaan, sosok transparan itu menjadi semakin nyata dan menatap Jongin dengan seringai puas dibibirnya.

"Huang Zi Tao. Programer GTA PS3 dari China." Jongin tidak ingin menyambut salamannya namun lagi-lagi, tangannya bergerak dengan sendirinya. "Well, ini sebenarnya tidak diperbolehkan. Karena aku hanya mengawasi gamer dari wilayah China saja. dan kau begitu sialan membuat mataku berbelok untuk melihatmu."

".." Jongin tidak bisa menjawab, tidak juga bisa bergerak. Mata Tao itu seolah menyengatnya dan memberikan aliran listrik tersendiri untuknya.

"See? Aku menantangmu sekali lagi untuk adu balap. Jika kau kalah, kau selamanya di sini," bisik Tao tepat di ceruk leher Jongin yang membuatnya tiba-tiba merinding. Ugh—sialan.

"What the fuck heh?! I've dreaming? I must be dreaming!"

"Sayangnya kau tidak bermimpi sayang, dan bisa dipastikan kau tidak akan menang. karena aku tidak akan mengalahkanmu."

Shit—

Pertahanan tubuh Jongin tidak sekuat sebelumnya untuk memikirkan semua ini adalah nyata. Bagaimana dengan hidupnya kalau begitu?

"HUAAA EOMMMAAAAAAA!" Jongin merengek dan meronta-ronta saat tubuhnya ada dalam pelukan Tao. Semua kekuatan yang tersisa Jongin habiskan untuk menangis tersedu.

5 menit..

10 menit..

15 menit..

Lelah..

Tidur..

.

Jongin terbangun saat merasakan rasa dingin yang mengelus pipinya. Ia mengedipkan matanya beberapa kali, membuat sang pengelus pipi Jongin itu malah berganti alih menjadi mencubit pipi Jongin gemas.

"HYAAA KENAPA KAU LAGI?!" Teriak Jongin histeris sembari menatap Tao horor. Ia rasa ia sudah berada di kamarnya. Ini benar-benar kamarnya! Tapi kenapa ada Tao di sini?!

"JONGIINN JANGAN TERIAK-TERIAK! KAU HARUS PATUH DENGAN SUAMIMU." Ini teriakan Ibu Jongin.

"APA APA APA APA APAAN?! SUAMI?!"

"AH beruntungnya Huang Zi Tao~ begitu mudahnya memprogram manusia~" sedangkan Jongin dan Ibunya bersautan teriakan tak jelas, Tao hanya menyeringai dan menidurkan dirinya di ranjang Jongin. bersiul~ seolah tidak ada hal yang terjadi.

end!

.


.

Someday.

Author: oshzt | cast: Luhan/Kai | genre: AU, fluff, pedo!luhan | rated: PG

Lelaki mungil itu tengah berayun di bawah pohon di samping rumahnya, Bibir mungil namun terkesan kissable sedang bergerak mengalunkan lagu anak-anak yang indah. Ia mencoba menikmati setiap semilir hembusan angin sore.

"Jongina~" bocah itu tersentak saat merasakan kedua bahunya di remas oleh tangan kekar. "Kenapa sendirian?"

Jongin—nama sang pria mungil itu—merasakan bola yang di drabel berkali-kali. "Itu sudah pasti Luhan Hyung!" Batinnya lega.

Luhan berhenti mendribel bolanya saat berhadapan dengan anak manis di depannya. Umur mereka terpaut cukup jauh. Luhan yang sekarang menginjak 17 tahun dan Jongin yang baru berumur 10 tahun.

"Luhan Hyung kenapa tidak bermain dengan teman-teman Hyung? Kenapa Hyung malah di sini?"

Luhan tak bisa untuk tidak tersenyum setiap kali Jongin menyebut 'hyung' Luhan sangat menyukainya, karena bibir gemuk Jongin akan mengerucut dan itu benar-benar lucu! –asdfghjkl

"Tadi Hyung melihatmu sih sepertinya kesepian jadi Hyung ke sini deh buat Jongin loh~" tapi, Luhan tetaplah Luhan. Seorang tetangga Jongin yang terkenal playboy dan gombal.

Dan si kecil Jongin lah salah satu korbannya setiap hari, karena Lu Han tidak akan puas jika tidak melihat semburat merah padam di pipi Jongin yang menggemaskan.

Semua yang ada pada Jongin dimata Luhan hanya—

Menggemaskan.

Dan Luhan suka hal yang lucu! Itu membuatnya semakin ingin menerkam mangsa lucu itu.

Rawr!

"Ah Hyung~ aku tidak apa-apa kok."

Gemas! Cubit!

"Ih Hyung selalu begitu deh. Nanti kalo pipi Jongin tambah gemuk bagaimana?"

Asdfghjkl

Gemas!

Cubit cubit!

"KYAAA LUHAN HYUNG HENTIKAN!" Jongin meronta-ronta saat Luhan mencoba untuk menggelitiknya. Badannya yang mungil itu sedikit terhuyung dari ayunan dan akhirnya terjatuh. Dengan Luhan di bawah Jongin.

Luhan menyeringai, yang nampaknya hanya senyuman bagi Jongin.

"Jongin. Jongin. Jongin kalau besar nanti ingin jadi apa?" Luhan semakin menarik tubuh Jongin yang ingin melepaskan dirinya dari rengkuhan Luhan.

Tarikan Luhan yang keras, membuat Jongin terhuyung kedepan lagi. Jadi, posisi mereka seperti uke-on-top-lol. Jongin akhirnya pasrah dan menidurkan kepalanya di dada Luhan.

"Hm.. Jongin ingin jadi penari terkenal. Kalo Hyung ingin jadi apa?"

"Oh begitu ya. Kalau seperti itu Hyung nanti jadi pelatih tari aja deh, biar bisa sama Jongin terus~"

Blush!

"Kalo sudah sama Jongin terus. Dan Jongin sudah sama Hyung terus. Nanti kita akan seperti lem Jongin. jadi, Luhan Hyung harus jadi suami Jongin juga biar lemnya gak abis."

Blush

Blush

Blush~

Jongin tidak bisa membantu, tapi ia mengerti apa yang Luhan katakan. "Omoooo! Memikirkannya hanya membuatku malu saja!" teriaknya dalam hati dan memukul-mukul dada Luhan.

END

.


A/N: How? This is a second drabble dump! My midtest was ended yey! But my homework is never get down T_T i miss Jongin so much. And his fingers are sick omfg T_T I hope this can make u feel better and happy (for who read this) I'm glad and please give the review.

Bye~ see you next time...

oshzt©