Balasan review
KidsNo TERROR13
Q: Lanjut
A: Siap gan
Devil del viso d'angelo
Q: Bagus. Masih sama seperti yang kubaca sebelumnya. Gak ada yang berubah sedikitpun kata-katanya. Chap 2 harus lebih menarik lagi. Tambahkan konfliknya kalo bisa. Kebanyakan readers mencari yang banyak konflik yang bikin penasaran itu
A: Makasih senpai. Gimana sama chapter ini? Masih sama seperti yang senpai baca kok. Gak ada pengurangan atau penambahan
Muhamad . khoirudin66
Q: Next
A: Udah next ini gan
Hanny
Q: Next Ko...seru nih cerita kayaknya
A: Ohohohoho, tentu seru. Ini hasil pemikiranku dengan senpai. Biarpun senpai yang lebih banyak bagiannya sih. Bagian saya masih belum mendominasi, tapi gaya penulisan mengikuti gaya saya mengingat ini aku saya. semua karena perintah absolut senpai
Santana
Q: Lanjut cuy. Gak puas nih ane Cuma 3k doang. Bagus sih nih menurut ane
A: Maafin saya karena belum bisa membuat santana puas. Saya akan tambahkan jika waktu yang memungkinkan. Kuliah saya hampir sibuknya dengan senpai saya
Sebelumnya di Different Path
ANBU bertopeng anjing itu langsung melaksanakan perintah Sandaime, sedangkan Sandaime membereskan semua gulungan-gulungan itu dan menyimpannya ke dalam laci meja yang tidak jauh dari tempat tidur Naruto. Sandaime menggunakan kesempatan ini untuk melihat sekeliling, kamar yang biasanya berantakan, kini terlihat sangat rapi bahkan dapur juga terlihat bersih, tidak ada cup ramen yang berserakan di tempat cuci piring seperti biasanya. Naruto benar-benar berubah, membuat Sandaime terkagum-kagum akan perubahan Naruto ini
Saya ingin mengakui Naruto sebagai milik saya
Tetapi sepertinya bang Kishi tidak mengijinkan
Saya masih pemula dan masih perlu kritik dan saran yang membangun
Tidak terasa 1 tahun telah berlalu dengan cepat. Sandaime perlahan mulai mengerti seperti apa Naruto. Sandaime juga tau bahwa Naruto termasuk tipe sensor karena seminggu setelah kedatangannya ke apartemen Naruto, Naruto mulai menunjukan tanda-tanda bahwa dirinya ninja tipe sensor. Seperti saat akan makan, Naruto pasti akan mengajak ANBU yang bersama dengan Sandaime meski menyembunyikan diri disuatu tempat
Selain itu, Sandaime menyadari bahwa Naruto terlihat sangat pasif. Selama setahun mengawasi, Sandaime tidak lagi melihat kejahilan Naruto. Naruto lebih menghabiskan waktu di perpustakaan Konoha atau membaca di rumah. Terkadang juga bercocok tanam yang tidak pernah disangka oleh Sandaime bahwa Naruto memiliki hobi bercocok tanam seperti itu. Naruto juga terlihat lebih diam dan tenang dari biasanya
Hari ini adalah upacara penerimaan murid baru di akademi dan Naruto salah satunya karena Sandaime mendaftarkannya sebagai murid akademi ninja. Naruto tidak terlihat senang, tapi juga tidak menolak. Hal itulah yang membuat Sandaime berpikir bahwa Naruto adalah anak yang cukup pasif. Menurut Sandaime Naruto akan kesulitan bergaul dengan murid lainnya dengan sifat pasifnya itu
Naruto berdiri di barisan paling belakang karena tidak ingin terlihat oleh para guru dan juga Sandaime yang tengah berpidato. Naruto memutuskan untuk mengikuti saran dari Kyuubi untuk tidak terlalu menarik perhatian. Kyuubi telah menceritakan semua tentang orangtuanya yang tidak lain adalah Yondaime dan istrinya yang berasal dari klan Uzumaki. Kyuubi juga mulai mengajari Naruto segala hal yang diketahuinya
Begitu upacara penerimaan murid baru selesai, para murid dipersilakan masuk ke kelas mereka masing-masing. Dan Naruto memilih tempat duduk paling belakang tepat di samping jendela agar tidak terlalu menarik perhatian para guru nantinya. Suasana kelas cukup gaduh hingga seorang pria 20 tahunan masuk. Pria dengan rambut yang diikat tinggi dan luka melindang di pangkal hidungnya, Umino Iruka guru pengajar di kelas Naruto
"Perkenalkan. Aku Umino Iruka dan mulai hari ini aku akan menjadi wali kelas kalian. Salam kenal." Sapa Iruka dengan senyum ramahnya yang di sambut dengan ceria sebagian murid di kelas, sebagian tampak acuh tak acuh termasuk Naruto
Perkenalan berlanjut dengan perkenalan para murid baru di kelas yang dibina oleh Iruka. Perkenalan berjalan cukup lancar dan tidak terlalu sulit bagi Iruka untuk mengendalikan suasana di kelas. Murid-muridnya tahun ini terlihat sangat penurut dan tidak terlalu berulah membuatnya sangat lega karena bisa mengajar dengan baik dan lancar. Mengajar dengan lebih baik daripada tahun lalu dimana murid-muridnya banyak yang sangat susah untuk diatur. Tapi Iruka merasa pertemuan pertama adalah hal yang tepat untuk membuat asumsi seperti tadi. Siapa yang tau kejutan apa yang akan diberikan murid-muridnya kali ini 'kan?
Satu minggu telah berlalu dan Naruto mulai mengenali teman-teman sekelasnya. Ada Uchiha Sasuke yang terupakan anak paling pendiam, tidak suka berbaur dengan yang lain, cukup dingin dan sombong. Ada juga Haruno Sakura yang merupakan salah satu fans berat Sasuke begitu juga dengan Yamanaka Ino yang juga mengidolakan Sasuke dan selalu bertengkar dengan Sakura. Tapi Naruto tau bahwa sebelumnya Sakura dan Ino adalah teman dekat hingga mereka mulai mengenal sosok bernama Uchiha Sasuke itu
Selain mereka masih ada banyak lagi yang dikenalnya. Seperti Inuzuka Kiba yang selalu membawa anjing yang dinamainya dengan Akamaru yang selalu ada di atas kepala Kiba. Aburame Shino yang sangat misterius dan tertutup, lebih pendiam dari Sasuke karena Shino benar-benar jarang bicara bahkan hampir tidak pernah bicara. Lalu Hyuuga Hinata yang termasuk gadis paling pemalu, bicara yang selalu tergagap bahkan Hinata sempat pingsan saat berhadapan dengan Naruto
Masih ada Nara Shikamaru yang terkenal pemalas dan tukang tidur, selalu terlihat bosan dan menguap setiap saat, tapi Naruto akui bahwa Shikamaru adalah anak yang pintar. Dan Naruto tidak terkejut lagi mengingat dari klan mana Shikamaru berasal. Dan terakhir ada Akimichi Chouji yang hobi makan kripik kentang dengan tubuh paling besar diantara anak-anak lainnya, memiliki tanda lahir seperti lingkaran naruto pada topping ramen di kedua pipi bagai bakpao itu. Shikamaru dan Chouji bisa dibilang sangat dekat dan mereka terlihat selalu bersama
Di jam istirahat makan siang, Naruto memutuskan untuk ke atap seperti biasanya dan berbaring menggunakan kedua lengannya sebagai bantal sambil menatap langit berawan yang terlihat cerah. Tidak lama Naruto memandangi langit, Naruto perlahan terlelap dalam mimpinya karena hembusan angin yang menerpa tubunya dengan lembut membawa rasa kantuk pada diri Naruto. Dan saat Naruto sudah benar-benar terlelap datanglah 2 orang anak yang tidak lain adalah Shimamaru dan Chouji
"Wah! Ada Naruto di sini." Ucap Chouji cukup terkejut
'Baru pertama kali ini aku melihatnya seperti ini. Terlihat polos dan tanpa penjagaan.' Batin Shikamaru memperhatikan wajah lelap Naruto
"Ne, Shikamaru. Apa sebaiknya kita cari tempat lain saja? Aku tidak mau membangunkannya." Tanya Chouji
"Kenapa kita harus mencari tempat lain? Ini tempat umum dan siapa saja boleh ke sini. Aku tidak peduli mau ada orang di sini yang sedang tidur atau apapun itu." Balas Shikamaru malas
Shikamaru berbaring tidak jauh di samping Naruto dan Chouji duduk bersila di samping Shikamaru menjadi penengah antara Naruto dan Shikamaru. Shikamaru tidak tidur, hanya berbaring menggunakan kedua lengannya sebagai bantal seperti Naruto dan menatap langit atau lebih tepatnya awan-awan dengan berbagai macam bentuk. Sedangkan Chouji sibuk memakan kripik kentangnya
"Ternyata Shikamaru dan Chouji. Kupikir siapa yang datang ke sini." Ucap Naruto tiba-tiba membuat Shikamaru dan Chouji tersentak
"Oh maaf. Apa aku membangunkanmu?" tanya Chouji yang merasa acara makan kripik kentangnya cukup berisik untuk Naruto
"Tidak." Naruto bangun mengambil posisi duduk menggunakan kedua tangannya sebagai penyangga "Tidur siangku memang selalu sebentar. Tidak perlu minta maaf." Lanjut Naruto
"Mau kemana?" tanya Shikamaru begitu begitu melihat Naruto berdiri
"Kembali ke kelas. Kemana lagi?" balas Naruto sambil melangkah menuju kembali ke kelas
Shikamaru dan Chouji tidak berkata apapun, tidak juga ikut Naruto kembali ke kalas. Tapi mereka penasaran dengan Naruto karena Naruto terlihat selalu menjaga jarak dengan orang lain. Dan Shikamaru tau bahwa saat ini Naruto menarik diri dari kerumunan yang bahkan hanya ada dirinya dan Chouji di atap. Tapi sepertinya Naruto tidak nyaman dengan kehadiran orang lain di dekatnya. Terbukti dari tindakannya tadi yang langsung pergi dari atap begitu menyadari dirinya dan Chouji datang
Tidak terasa sudah hampir sore dan akademi hari ini dibubarkan. Tapi Naruto masih bersantai di bangkunya, sedangkan anak-anak lain mulai berhamburan keluar. Dari sana Naruto melihat kakak beradik Uchiha di bawah di depan gedung akademi. Sepertinya sang kakak menjemput adiknya yang jika Naruto tidak salah ingat nama Uchiha sulung itu adalah Itachi yang terkenal akan kejeniusannya dan satu tahun lalu telah lulus menjadi seorang chuunin. Dan Naruto akui bahwa Naruto kagum pada Itachi
Begitu langit mulai berubah menjadi jingga, Naruto memutuskan untuk pulang. Tapi sebelum pulang ke apartemennya, Naruto pergi belanja terlebih dahulu. Dan siapa yang menyangka dirinya bertemu dengan kakak beradik Uchiha di sebuah toko bahan makanan yang tidak jauh dari akademi. Naruto memilih untuk tidak menyapa karena menurutnya juga tidak ada untungnya untuknya. Lagipula Naruto berpikir Sasuke tidak mengenalnya meski mereka satu kelas
"Kamu Uzumaki Naruto-kun?" sapa Itachi tiba-tiba membuat Naruto langsung menoleh
"Maaf. Bagaimana kamu mengenalku?" tanya Naruto
"Ah maaf. Aku Uchiha Itachi, kakak dari teman sekalasmu Uchiha Sasuke. Dan aku sering mendengar tentangmu dari adikku." Jelas Itachi dan Naruto ingin menatap Sasuke, tapi yang ditatap tidak ada di samping Itachi. Naruto melihat sekelilingnya dan mendapati Sasuke berdiri di depan box tomat sambil memilih tomat-tomat itu
"Ya. Aku Uzumaki Naruto. Ada urusan apa denganku?" tanya Naruto membuat Itachi sedikit salah tingkah
"Mhm tidak ada urusan apapun sebenarnya. Hanya ingin menyapa teman adikku saja." Jawab Itachi
"Begitukah? Kalau begitu selamat sore, Itachi-san. Senang bisa mengenalmu." Ucap Naruto sedikit menunduk sopan
"Ah iya, senang bisa mengenalmu juga Naruto-kun." Balas Itachi
"Aku masih harus mencari bahan lainnya. Jadi aku permisi dulu." Pamit Naruto sopan dan langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Itachi
Itachi menatap Naruto yang melangkah pergi dan mengikuti semua pergerakan Naruto yang tengah memilih bahan makanan yang ada. Hingga Sasuke datang dengan sekeranjang kecil tomat dan berniat memberikannya pada Itachi. Tapi niatnya terhenti begitu melihat kakaknya tengah memperhatikan sesuatu atau lebih tepatnya seorang anak yang dikenalnya. Anak berambut pirang yang satu kelas dengannya, Uzumaki Naruto
"Ada apa dengan anak itu niisan?" tanya Sasuke tiba-tiba membuat Itachi sadar akan kehadiran adiknya
"Ah tidak. Niisan hanya menyapa teman sekelasmu itu." Jawab Itachi
"Apa saja yang kalian bicarakan?" tanya Sasuke lagi
"Tidak ada yang penting. Tapi apa dia memang selalu begitu?" tanya Itachi penasaran
"Begitu bagaimana?" tanya Sasuke balik
"Hmh. Bagaimana ya? Seperti tidak ingin dekat-dekat dengan orang lain." Jawab Itachi
"Entahlah. Aku tidak pernah bicara dengannya. Dan selama ini aku tidak pernah melihatnya bicara dengan siapapun. Dia lebih suka duduk diam atau pergi ke atap kalau sudah waktu jam makan siang." Jelas Sasuke membuat Itachi sedikit takjub
'Ternyata Sasuke memperhatikan teman-teman sekelasnya juga.' Batin Itachi bangga
Begitu mereka sampai di rumah, sepasang kakak beradik itu disambut dengan senyum hangat oleh sang ibu yang tidak lain adalah Uchiha Mikoto. Seorang Uchiha yang berbeda karena wanita cantik itu begitu lembut dan penuh pengertian, bukan tipikal seorang Uchiha pada umumnya. Itachi dan Sasuke meletakan belanjaan mereka di dapur lalu pergi ke ruang keluarga yang ternyata di sana sudah ada sang ibu yang tengah tersenyum sambil meletakan minuman dan makanan ringan
"Malam-malam begini makan makanan ringan?" tanya Sasuke heran, karena tidak biasanya saat hampir tengah malam ibunya membuat makanan ringan
"Kaasan ingin dengar cerita kalian saat belanja tadi." Jawab Mikoto masih dengan senyum
"Kenapa kaasan begitu penasaran?" kali ini Itachi yang terheran-heran
"Ayolah, kaasan tau terjadi sesuatu saat kalian belanja tadi. Buktinya kalian terlambat hampir 2 jam dari yang seharusnya." Jawab Mikoto
"Kaasan selalu tau apa yang terjadi pada kami." Timpal Itachi dengan senyum kecil
"Kita bisa apa? Kaasan itu lebih mengerikan dari tousan." Cibir Sasuke
Siapa yang berani membuat Mikoto marah? Bahkan sang kepala keluarga saja tidak ingin membuat sang istri marah. Karena biar bagaimanapun, selembut dan seramah apapun Mikoto, Mikoto tetaplah berasal dari Uchiha, sebuah klan yang cukup ditakuti oleh sebagian banyak shinobi. Dan jika Mikoto tidak mendapatkan apa yang diinginkannya atau tidak puas dengan apa yang didapatnya, maka bersiaplah untuk menerima amukan dari seorang Mikoto yang lebih mengerikan daripada istri dari Yondaime itu
"Kami bertemu dengan Naruto-kun di tempat belanja tadi dan berbincang sebentar." Ucap Itachi jujur
"Naruto-kun? Maksudmu itu Uzumaki Naruto 'kan?" tanya Mikoto memastikan
"Siapa lagi yang punya nama aneh di Konoha ini?" balas Sasuke sedikit tidak suka yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang ibu
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Mikoto penuh minat membuat Itachi bersweatdrop ria
"Aku hanya berkenalan saja. Lagipula sepertinya Naruto-kun tidak terlalu suka bicara dengan orang yang baru dikenalnya." Jelas Itachi
"Begitu ya? Kaasan ingin bertemu dengan Naruto-kun, tapi ibu tidak bisa keluar rumah lama-lama." Ucap Mikoto sedih
"Kaasan kenal dengan dobe?" tanya Sasuke curiga
"Kamu panggil apa tadi?" tanya Mikoto seram
"Err, maksudku Naruto, iya Naruto." Jawab Sasuke cepat
"Tentu saja kaasan kenal. Dia itu anak dari sahabat kaasan. Dulu saat kamu masih bayi dan Naruto-kun masih di dalam perut ibunya, sahabat kaasan itu memujimu dan tidak sabar untuk melihat anaknya lahir. Dia ingin anaknya dan kamu itu berteman baik." Jelas Mikoto penuh semangat
"Tapi dia tidak punya orang tua." Ucap Sasuke membuat Mikoto tertunduk sedih
"Karena tepat dihari kelahirannya, ayah dan ibunya tewas. Kaasan sangat kasihan padanya dan ingin mengadopsinya. Tapi tidak diijinkan." Jelas Mikoto sedih
"Tousan tidak mengijinkan?" tanya Itachi dan Mikoto menggeleng pelan
"Tidak, bukan tousan kalian. Tapi para tetua." Jawab Mikoto lirih
Bersama dengan Naruto
'Hei bocah. Sebaiknya kamu berhati-hati dengan Uchiha itu.' Tegur Kyuubi membuat Naruto menghentikan kegiatan memilihnya untuk sejenak
'Uchiha yang mana? Itachi-san atau Sasuke?' tanya Naruto kembali melanjutkan kegiatannya
'Keduanya. Lebih baik menjaga jarak dengan mereka.' Jawab Kyuubi
'Dan kenapa aku harus menjauhi mereka?' tanya Naruto lagi
'Aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Tapi jika kamu tetap ingin dekat dengannya, aku hanya bisa bilang untuk berhati-hati. Sharingan itu terkutuk.' Jelas Kyuubi
'Dan kenapa sharingan itu terkutuk?' tanya Naruto membuat Kyuubi menggeram kesal
'Sudahlah. Jangan banyak tanya. Jika sudah saatnya akan aku ceritakan.' Jawab Kyuubi kesal membuat Naruto tertawa pelan karena Naruto suka mendengar Kyuubi seperti itu
Hari menjelang malam dan Naruto sudah selesai dengan acara belanjanya. Dan lagi-lagi Naruto bertemu dengan orang dari Uchiha. Kali ini bukan Itachi maupun Sasuke, tapi ayah kakak beradik Uchiha itu, Uchiha Fugaku yang tengah berpatroli. Naruto sebenarnya tidak tau siapa Fugaku, tapi jika melihat pakaian yang dikenakannya dengan simbol Uchiha di bagian lengannya sudah membuktikan bahwa Fugaku dari klan Uchiha. Naruto yang tidak ingin kontak apapun lagi dengan orang Uchiha berkat peringatan Kyuubi memutuskan untuk terus berjalan tanpa memperdulikan Fugaku
Sungguh disayangkan bagi Naruto karena ternyata ada beberapa anak-anak yang menghadangnya. Anak-anak itu dulunya yang sering membullynya sebelum dirinya bertemu dengan Kyuubi. Naruto hanya bisa menghela napas begitu anak-anak itu menampakan seringai licik seperti dulu saat dirinya dibully. Setelah satu tahun mereka tidak muncul dan sekarang mereka tiba-tiba muncul lagi di depannya dengan ekspresi yang siap membully
'Kami-sama. Kenapa harus hari ini?' batin Naruto miris
Belum sempat anak-anak itu melakukan aksi pembullyan mereka, Fugaku telah berada tepat di belakang Naruto dengan kedua tangan bersilang di depan dadanya. Ekspresinya terlihat keras dan tegas membuat anak-anak di depan Naruto gemetar ketakutan. Naruto yang melihat anak-anak itu ketakutan langsung mendongak yang langsung disuguhi oleh sosok Fugaku yang berdiri menjulang tinggi di belakangnya
"Apa yang kalian lakukan diluar malam-malam begini? Cepat kembali ke rumah kalian masing-masing." Perintah Fugaku tegas yang sukses membuat anak-anak itu lari ketakutan kembali ke rumah masing-masing
Naruto masih tidak bergerak dan terus mendongak menatap Fugaku. Tentu saja hal itu membuat Fugaku tidak nyaman jika ditatap seperti itu, apalagi oleh anak kecil seperti Naruto karena dirinya merasa bahwa orang yang menatapnya itu menganggap dirinya aneh. Tapi Fugaku cukup terkejut dengan apa yang dilakukan Naruto berikutnya. Naruto berbalik lalu membungkuk singkat sambil mengucapkan terimakasih padanya
"Sebaiknya kamu juga harus segera kembali ke rumahmu." Ucap Fugaku dengan nada memerintah
"Itu niatku sejak tadi. Dan sekali lagi terimakasih. Selamat malam dan selamat bertugas." Pamit Naruto langsung pergi
Fugaku menatap punggung kecil itu menjauh darinya. Entah apa yang dipikirkan oleh Fugaku saat ini, tapi yang jelas sepertinya Fugaku akan sering-sering berpatroli. Tugasnya adalah menjaga keamanan desa dan penduduk. Fugaku kembali melanjutkan tugasnya hingga dirinya didatangi oleh seorang ANBU bertopeng anjing. ANBU itu membawa sebuah gulungan kecil dan diberikan pada Fugaku
"Apa ini?" tanya Fugaku setelah menerima gulungan itu
"Sandaime-sama ingin bertemu dengan anda besok siang. Dan anda diminta untuk membaca gulungan itu sebelum menghadap Sandaime-sama." Jawab ANBU berkode nama Inu itu
"Baiklah. Kamu bisa kembali bertugas." Tegas Fugaku
Inu mengangguk singkat dan menghilang menggunakan shunshin meninggalkan Fugaku yang kembali berpatroli. Berbeda dengan Naruto yang ternyata juga masih ada di dekat Fugaku, tapi terimakasih pada Kyuubi yang membantu Naruto menutupi chakranya agar tidak ketahuan oleh Fugaku. Naruto memutuskan untuk tinggal sebentar di sana begitu seorang ANBU menghampiri Fugaku tadi. Naruto penasaran dengan apa yang mereka bicarakan terlebih ANBU itu pernah menjadi pengasuhnya saat dirinya sakit
Merasa sudah tidak ada lagi yang perlu diamati, Naruto memutuskan melanjutkan langkahnya menuju apartemennya hingga lagi-lagi Naruto merasakan sesuatu yang mengganggunya di sekitar apartemannya. Dan Naruto segera menuju ke arah yang dirasakannya mengganggunya. Begitu sampai disana, Naruto bisa melihat beberapa orang laki-laki yang kira-kira seusia dengna Itachi tengah berkumpul di sebuah gang kecil di dekat apartemennya. Atau mungkin lebih tepatnya salah satu laki-laki itu berdiri dihadapan 3 laki-laki lainnya yang tengah duduk berlutut dengan wajah yang penuh dengan luka memar bahkan sampai berdarah-darah
Naruto kembali menyembunyikan chakranya dan lagi-lagi mengamati dengan diam-diam, mempertajam pendengarannya mengingat jaraknya dengan gerombolan itu cukup jauh. Samar-samar namun cukup jelas Naruto bisa mendengar percakapan gerombolan itu
"Jika Sandaime-sama mengetahui akan hal ini. Aku tidak tau apa yang akan Sandaime-sama lakukan pada kalian. Seharusnya kalian sadar bahwa Naruto-sama berada di bawah perlindungan Sandaime-sama bahkan Sandaime-sama membuat peraturan yang berkaitan dengan Naruto-sama." Ucap laki-laki yang mengenakan pakaian berlambang Uchiha dan berdiri dihadapan laki-laki lainnya
'Naruto-sama? Apa laki-laki itu bawahan jiijii. Sepertinya dia berasal dari Uchiha. Lambang Uchiha di punggung bajunya terlihat jelas.' Pikir Naruto masih mengamati orang-orang itu
"Cih! Hanya karena kamu berasal dari Uchiha dan bawahan langsung dari Hokage tidak akan membuatmu istimewa untuk Hokage!" seru laki-laki yang bersimpuh di antara laki-laki lainnya
"Monster seperti dia tidak berhak untuk hidup! Dia sudah membunuh keluargaku!" tambah laki-laki yang berada di sisi kanan
"Katakan hal itu sekali lagi dan kupastikan kepalamu akan terlepas dari tubuhmu." Ancam laki-laki Uchiha itu dengan tentounya yang berada tepat di leher sisi kiri laki-laki itu
'Niichan. Apa kamu kenal dengan laki-laki Uchiha itu?' tanya Naruto pada Kyuubi
'Kalau tidak salah ingat. Dia itu dijuluki sebagai Shunshin no Shisui karena kecepatannya yang hampir setara dengan ayahmu. Dia termasuk anak jenius seperti si keriput itu.' Jelas Kyuubi
'Keriput? Maksud niichan Itachi-san?' tanya Naruto
'Apapun namanya bukan urusanku. Kenapa kamu bertanya tentang si mata kucing itu?' jawab Kyuubi dengan pertanyaan
'Mata kucing?' beo Naruto
'Hahhh, Shunshin no Shisui itu punya mata seperti kucing. Jadi ada apa?' tanya Kyuubi lagi
'Tidak. Aku hanya penasaran saja dengannya. Dia mengatakan sesuatu yang membuatku tertarik.' Jawab Naruto
'Memangnya apa yang dia katakan? Aku tertidur tadi, jadi tidak tau apa yang terjadi padamu.' Tanya Kyuubi
'Aku bertemu dengan Uchiha lain. Sepertinya ayah dari Itachi-san.' Jawab Naruto
'Apa ini hari Uchiha se-Konoha? Kenapa hari ini kamu bertemu Uchiha terus? Tadi Uchiha bersaudara lalu Uchiha senior dan sekarang si kucing Uchiha.' Cibir Kyuubi
'Kalau dipikir-pikir benar juga. Hari ini aku bertemu banyak Uchiha.' Pikir Naruto
Belum sempat Kyuubi membalas, tiba-tiba orang yang dijuluki sebagai Shunshin no Shisui itu mendekati Naruto dengan menampakan aura keramahan yang tercetak jelas di wajah tampan itu. Naruto melirik ke arah laki-laki lain yang ternyata sudah melarikan diri lalu Naruto kembali fokus pada laki-laki bernama lengkap Uchiha Shisui itu. Shisui masih berekspresi ramah yang terlihat tulus itu berlutut untuk menyamakan tingginya dengan Naruto
"Naruto-sama, anda sudah kembali?" sapa Shisui yang jujur saja membuat Naruto sedikit risih
"Iya. Tapi kalau boleh tau siapa kamu? Dan kumohon jangan bicara formal seperti itu padaku. Itu membuatku tidak nyaman." Pinta Naruto
"Ahahaha, maaf. Karena biar bagaimanapun kamu itu lebih tinggi dariku. Dan namaku adalah Uchiha Shisui, salam kenal Naruto-kun." Jawab Shisui
"Salam kenal juga, Shisui-san. Dan apa maksudmu aku lebih tinggi?" tanya Naruto membuat Shisui sedikit tertegun
"Itu...bukan apa-apa. Mungkin hanya pemikiranku saja yang sedang kacau. Jadi, kenapa di jam seperti ini kamu di luar? Bukankah sangat berbahaya? Apalagi anak seumuranmu." Tanya Shisui
"Aku habis belanja bahan makanan dan beberapa perlengkapan mandi." Jawab Naruto sambil memperlihatkan barang belanjaannya tadi
"Biar aku bantu." Shisui menawarkan bantuan
"Tidak perlu. Apartemenku sudah ada di depan mata." Tolak Naruto halus, tapi Shisui tetap mengambil barang belanjaan Naruto dengan senyum ramahnya
"Aku memaksa." Tambah Shisui membuat Naruto menghela napas pasrah, Naruto menyerah
"Baiklah. Terimakasih. Dan kalau boleh aku tau, apa kamu bersaudara dengan Itachi-san dan Sasuke?" tanya Naruto
"Tidak. Kami hanya berasal dari 1 klan saja. Kami bukan dari 1 keluarga, hanya dari 1 klan saja. Tapi kuakui aku menganggap mereka seperti saudaraku sendiri." Jelas Shisui melangkah menuju apartemen Naruto diikuti Naruto di sampingnya
Sampai di depan pintu apartemen, Naruto segera membuka pintu dan mempersilakan Shisui untuk masuk. Shisui tentu saja mengikuti keinginan Naruto dan meletakan barang belanjaan Naruto di meja dapur. Naruto sendiri langsung membuatkan minuman hangat untuk dirinya dan Shisui juga makanan ringan untuk sekedar menghangatkan tubuh mereka. Shisui sendiri ingin segera pulang, tapi karena Naruto yang meminta untuk tinggal barang sebentar dan menerima jamuan kecil Naruto sebagai tanda terimakasih telah membantu membawakan barang belanjaannya
"Jadi kamu bertemu dengan Itachi dan Sasuke saat belanja tadi?" tanya Shisui setelah Naruto sedikit menceritakan pertemuannya dengan Itachi dan Sasuke tadi saat berbelanja
"Ya begitulah. Apa yang Shisui-san lakukan tadi?" tanya Naruto
"...Hanya memberi sedikit pelajaran pada orang-orang yang tidak tau berterimakasih." Jawab Shisui
"Begitukah?" tanya Naruto memastikan lagi yang dibalas dengan anggukan
"Hmmh, ternyata kamu pandai membuat makanan ringan ya." Puji Shisui tulus karena mamang makanan ringan yang dibuat Naruto sangat enak
"Kita hanya perlu mengikuti langkah-langkah yang tertulis dan selesai." Balas Naruto lalu menyesap coklat hangatnya
Naruto memang suka coklat, tapi karena tidak tau apa yang disukai oleh Shisui, Naruto memutuskan untuk membuat teh panas saja meski dirinya bisa bertanya minta dibuatkan minuman apa. Shisui sendiri memperhatikan kamar Naruto yang memang terlihat rapi, tapi di ranjangnya terlihat banyak sekali gulungan-gulungan yang terbuka dan berserakan di atas ranjang. Shishui sebenarnya pernah mengurus Naruto saat Naruto berusia 2 tahun dan saat itu Naruto tengah demam. Dulu Naruto adalah anak yang ceria dan jahil, tapi sekarang Naruto menjadi sosok yang pendiam, tenang dan jujur saja terlihat bergitu berkarisma
"Ini hampir tengah malam. Shisui-san ingin menginap atau pulang?" tanya Naruto menawarkan
"Mungkin lebih baik aku pulang saja. Aku tidak ingin mengganggu waktu istirahatmu. Dan bukankah besok kamu harus ke akademi?" jawab Shisui diakhiri pertanyaan
"Aku tidak keberatan. Lagipula mungkin aku bisa bertanya sesuatu tentang hal-hal yang aku tidak mengerti dari gulungan-gulungan itu." Balas Naruto
"Kamu ingin aku mengajarimu?" tanya Shisui
"Jika Shisui-san tidak keberatan." Jawab Naruto
"Tentu saja tidak. Aku suka mengajarkan orang lain apa yang aku ketahui." Balas Shisui dengan senyum senang membuat Naruto tersenyum simpul
Naruto mengambil beberapa gulungan tentang Uchiha membuat Shisui terkejut, berpikir bahwa Naruto sengaha memilih gulungan-gulungan itu untuk bisa mencari informasi tentang klannya. Tapi segera ditepisnya pemikiran tanpa dasarnya begitu melihat Naruto menampakan wajah seriusnya saat membaca gulungan-gulungan itu. Dan Shisui sendiri juga membaca salah satu gulungan yang membautnya sedikit sedih dan Naruto yang menyadari hal itu langsung mengalihkan perhatiannya pada Shisui
"Shisui-san. Ada yang salah?" tanya Naruto
"Ah, oh tidak, tidak ada. Aku hanya mulai sedikit tidak fokus. Efek mengantuk mungkin." Jawab Shisui
"Kalau begitu lebih baik kita tidur saja. Tidak baik juga tidur terlalu malam." Tawar Naruto
"Kalau begitu aku akan pulang saja." Ucap Shisui
"Tidak perlu. Shisui-san bisa tidur di ranjang. Aku masih punya futon." Tawar Naruto lagi
"Tapi itu akan mengganggumu kan? Jadi lebih baik aku pulang saja. Lagipula besok aku harus pergi pagi-pagi sekali." Tolak Shisui mencoba untuk halus
"Tidak apa. Tidur saja di sini. Aku juga ada urusan pagi-pagi, jadi sebelum berangkat mungkin aku bisa memasakan sarapan untuk kita." Tawar Naruto yang sebenarnya tidak terlalu peduli, tapi entah mengapa Naruto merasa orang di hadapannya ini bisa dipercaya, karena itulah Naruto ingin sedikit lebih lama berada di dekat Shisui
"Ahahaha, kamu terdengar seperti pacarku saja." Canda Shisui
Naruto bersweatdrop ria dengan candaan Shisui dan siapa yang menyangka bahwa Shisui termasuk orang yang humoris meski menurut Naruto sendiri candaan Shisui sama sekali tidak lucu, justru terdengar aneh di telinga mungilnya itu. Dan setelah mereka mendapatkan hasil dari `rapat` kecil mereka, Shisui akhirnya menginap di apartemen Naruto dengan Naruto yang tidur di futon yang awalnya ditolak oleh shisui mengingat dirinya yang bertamu dan tidak seharusnya sang tuan rumah untuk tidur di bawah. Dan akhirnya Naruto juga yang menang dalam `rapat` sesi 2 mereka mengenai siapa yang tidur di atas dan siapa yang tidur di bawah
BERSAMBUNG...
Terimakasih untuk senpai tercinta dan terimakasih pada readers yang bersedia menunggu kelanjutan dari chapter minggu lalu
Matta raishuu
