Saatnya balasan review

Vilan616

Q: Oh hai, aq cuma numpang riveuw, hmm hmm dari crty aq cukup suka, karna ini gak kyk fic yg lainy yg trlalu over or mainstrem, nie jg ceritay fress buat dibaca krn ada tata bahasa yg nyaman n gak terlalu kasar shngg bikin kesan yg bosan, n aq jg suka dngan peran naru yg grey daripada dark or ligh, kesanq membaca ini gak ada bosany malah tambh penasaran akan lnjtn crty dan untuk pesany tlng jgn rubh gaya tulisany krn ini sudah cukup, dan tlng kurangi efek dramatic dichapter2 dpn, krn pada bgian2 naru habis ujian genin selalu over dramatic. Sekian dan terimakash maaf bila ada ucpan yg kurang berkenan

A: Senang kalau kamu suka. Ini juga campuran antara ide saya dan senpai. Senpai juga sebenarnya yang memberikan arahan pada fanfic ini. Saya kurang bisa menentukan alur untuk cerita saya karena ide-ide saya terkadang tidak berurutan. Senang juga kamu tidak bosan dengan fanfic ini, semoga chapter-chapter kedepan tidak membuat kamu bosan. Saya tidak akan mengubah gaya penulisan saya dan saya juga senpai tidak terlalu suka Naruto yang overpower tanpa ada limitnya. Jadi tidak perlu khawatir dengan adanya adegan dramatisnya. Oh waw, ini review yang panjang. Terimakasih waktu luangnya untuk mereview


ck . akira . ck

Q: Next

A: Selalu next gan


Rikudou Pein 007

Q: Lanjut gan

A: Siap gan


No one

Q: Weew. Ada unsur shou-ai nih. Request dong, pairnya Shisui x Naruto. Demen gue baca pair itu. Oh nooo jiwa fujo gue makin membara. Plis kasih pair Shisui x Naruto. Plissss banget

A: Waduh gan. Ini tidak ada pairnya dan ini bukan fanfic shou-ai biarpun saya juga seorang fudan. Tapi fanfic ini tidak ada unsur romancenya. Mungkin nyelip sedikit sih, tapi bukan shou-ai kok. Maaf tidak bisa memuaskan hasrat fujomu


Santana

Q: Lanjut cuy. G usah peduliin review ntar juga banyak sendiri

A: Harus peduli dong cuy. Biar saya bisa lebih dekat dengan para readers fanfic saya dan saya bisa memuarkan kalian para readers. Karena itu saya butuh kritik dan saran yang membangun


Hanny

Q: Nanti Naru jadi adik angkat Shisui gak Kou?

A: Dibilang adik angkat sih bukan, tapi Shisui memang udah anggap Naruto sebagai adiknya kok. Mungkin chapter ini akan terjawab


Huu

Q: Keren bgt.. jujur. Tapi alurnya agak datar. Dah itu aja

A: Mhm. Makasih sebelumnya. Tapi alurnya datar itu maksudnya gimana ya? Saya tidak paham. Maklum otak lemot


Narto

Q: Hai. Ceritanya bagus. Gak mainstream. Ini ada pairnya gak? Kalo ada siapa? Trus nanti apa naruto tetep pake jurus seksinya? Boleh request gak buatin berita gaafemnaru? Demen gue sama pair itu ato gak tonefemnaru

A: Haii~~. Makasih ya. Maaf mengecewakan, tapi seperti jawaban untuk review dari no one, disini tidak ada pair. Hmmh mungkin Naruto akan tetap menggunakan jutsunya yang satu itu, tapi saya buat lebih tertutup, artinya wujud jutsunya itu memakai pakaian karena saya tidak kuat melihat Naruto wujud perempuan dalam keadaan telanjang. GaafemNaru? TonefemNaru? Bisa sih. Saya juga suka kedua pair itu yang sayangnya untuk TonefemNaru tidak ada yang membuat itu. Mungkin saya akan buat TonefemNaru setelah fanfic ini selesai


Sebelumnya di Different Path

Naruto bersweatdrop-ria mendengar candaan Shisui dan siapa yang menyangka bahwa Shisui termasuk orang yang humoris meski menurut Naruto sendiri candaan Shisui sama sekali tidak lucu, justru terdengar aneh di telinga mungilnya itu. Dan setelah mereka mendapatkan hasil dari `rapat` kecil mereka, Shisui akhirnya menginap di apartemen Naruto dengan Naruto yang tidur di futon yang awalnya ditolak oleh Shisui mengingat dirinya yang bertamu dan tidak seharusnya sang tuan rumah untuk tidur dibawah. Dan akhirnya Naruto juga yang menang dalam `rapat` sesi 2 mereka mengenai siapa yang tidur diatas dan siapa yang tidur dibawah


Saya ingin mengakui Naruto sebagai milik saya

Tetapi sepertinya bang Kishi tidak mengijinkan

Saya masih pemula dan masih perlu kritik dan saran yang membangun

Sebagai peringatan, di chapter ini dan seterusnya akan terjadi keOOCan


1 tahun berjalan dengan cepat dan sekarang usia Naruto menginjak usia yang ke-7. Baik Shisui dan Naruto menjadi lebih dekat bahkan terkadang Shisui akan menginap di apartemen Naruto hanya untuk sekedar menemani Naruto atau mengajarkan hal-hal yang Naruto tidak mengerti. Dan selama 1 tahun itu, Shisui mulai memahami Naruto. Shisui menyadari meski Naruto bukanlah termasuk anak yang jenius, tapi Naruto adalah anak yang cerdas, terbukti dari pemahamannya dan daya serapnya terhadap informasi yang diterimanya begitu cepat. Tidak hanya pemahamannya, Naruto juga cepat dalam menguasai jutsu yang telah dipelajarinya

Pagi ini Shisui sengaja mengantar Naruto menuju akademi mengingat dirinya menginap lagi tadi malam dan seperti biasa mengajarkan Naruto apa saja yang belum Naruto mengerti dari gulungan-gulungan pemberian dari Sandaime atau gulungan-gulungan pemberiannya. Kegiatan semacam ini sudah menjadi keseharian Shisui jika menginap di apartemen Naruto, membantu Naruto belajar dan berlatih, paginya akan mengantar Naruto ke akademi setelah Naruto selesai masak dan mereka sarapan bersama tentunya

"Malam ini aku akan pulang, jadi aku tidak bisa menginap dan mengajarimu." Ucap Shisui diperjalanan menuju akademi

"Tidak apa. Malam ini aku juga ingin menemui seseorang." Jawab Naruto santai

"Siapa? Temanmu di akademi?" tanya Shisui penasaran

"Bukan. Seseorang yang sudah kukenal cukup lama." Jawab Naruto

"Apakah aku mengenalnya?" tanya Shisui

"Bisa dibilang begitu. Dan orang yang akan kutemui cukup mengalmu. Dia jauh lebih tua darimu." Balas Naruto dengan sedikit nada bercanda diakhir ucapannya

"Begitukah?" tanya Shisui yang dibalas dengan anggukan kecil dari si pirang Konoha itu

Shisui bertanya bukan karena apa-apa, dirinya hanya penasaran dengan orang yang dimaksud oleh Naruto. Cukup merasa waspada memang, tapi jika Naruto masih bersikap tenang dan santai seperti ini, orang itu pasti bukan orang yang jahat dan tentunya Naruto percaya pada orang itu. Shisui sudah menganggap Naruto sebagai adiknya sendiri dan sejak mengenal Naruto, ada sesuatu didalam hatinya yang tergerak untuk melindungi Naruto, menjaga Naruto dari bahaya apapun itu. Dan Shisui mendapatkan ijin dari Sandaime untuk melatih Naruto dan mengajarkan Naruto apa saja yang penting dalam hal menjadi seorang ninja

Tidak terasa mereka telah sampai didepan gerbang akademi dan Shisui berlutut untuk menyamakan tingginya dengan Naruto. Naruto hanya menatap diam Shisui yang mulai mengusap-usap kepalanya layaknya seorang kakak mengusap-usap kepala adiknya

"Nah, kita sudah sampai. Belajarlah dengan baik. Jangan mencari masalah lagi. Aku tidak ingin kamu mendapat masalah lagi dengan salah satu gurumu seperti beberapa bulan lalu." Pinta Shisui dengan senyum

"Aku tidak bisa janji. Jika terlalu membosankan, aku bisa apa?" balas Naruto membuat Shisui menghela napas pasrah

"Terserah padamu saja. Aku akan menjemputmu nanti." Ucap Shisui sambil kembali berdiri

"Ya. Hati-hati." Balas Naruto lalu melangkah masuk ke akademi dan Shisui juga segera menjalankan apa yang seharusnya dilakukannya sekarang

Di kelas, Naruto seperti biasa. Hanya duduk, melamun dan terkadang akan bertanya tentang hal-hal yang berhubungan dengan fuuinjutsu pada gurunya. Hal itu membuat sang guru yang tidak lain adalah Iruka menjadi penasaran dan heran. Pasalnya Naruto selalu bertanya tentang fuuinjutsu disaat dirinya tidak membahas tentang jutsu itu. Dan ketika dirinya membahas tentang fuuinjutsu, Naruto tidak pernah bertanya seperti beberapa minggu lalu saat dirinya menerangkan tentang fuuinjutsu, justru Naruto tidak bertanya apapun. Naruto hanya duduk diam, seakan-akan pikirannya sedang tidak bersamanya

"Naruto. Kenapa kamu selalu bertanya tentang fuuinjutsu? Dan kenapa kamu tidak bertanya beberapa minggu yang lalu saat aku menjelaskannya di kelas? Kenapa kamu bertanya sekarang?" tanya Iruka saat dirinya meminta Naruto untuk menemuinya di ruang guru saat jam istirahat

"Tidak ada. Aku hanya baru terpikirkan sekarang saja." Jawab Naruto acuh tak acuh sukses membuat Iruka menghela napas, mencoba menahan rasa kesalnya kepada si pirang Konoha

"Tapi kenapa kamu begitu tertarik pada fuuinjutsu? Apa kamu mau menjadi spesalis fuuinjutsu?" tanya Iruka

"Tidak. Aku hanya bertanya." Jawab Naruto lagi-lagi dengan acuh tak acuh

"Naruto. Apa kamu tau tentang..." tanya Iruka menggantung

"Apa?" tanya Naruto terdengar penasaran yang dibalas dengan gelengan kecil

"Tidak. Bukan apa-apa. Kamu sudah boleh kembali. Tapi sensei minta jika kamu ingin bertanya, tolong sesuaikan dengan materi yang sedang dibahas." Jawab dan pinta Iruka

"Aku tidak janji." Balas Naruto kembali acuh tak acuh dan keluar dari ruang guru

Iruka lagi-lagi menghela napas pasrah dengan perilaku Naruto yang membuatnya pusing dan bingung harus bagaimana menangani murid seperti Naruto. Sebenarnya Shikamaru hampir sama seperti Naruto, bedanya Shikamaru hanya pemalas. Sedangkan Naruto tidak bisa dibilang pemalas, si pirang Konoha itu hanya terlalu acuh tak acuh pada sekitar dan menarik diri dari keramaian atau lebih tepatnya menutup dirinya dari dunia luar. Dan Iruka pernah bertanya secara pribadi pada orang-orang yang pernah merawat Naruto bahkan Sandaime sendiri. Tapi jawaban yang didapatnya tetap sama, "Kami juga tidak tau bagaimana Naruto yang sebenarnya"

Di kelas, Naruto kembali bersantai-santai dibangkunya dengan menyandarkan punggungnya disandaran bangkunya

'Mulai bosan?' tanya sebuah suara didalam kepalanya, Kyuubi

'Tidak juga. Aku hanya berpikir aku harus lebih berhati-hati pada Iruka-sensei.' Jawab Naruto

'Kenapa? Dia hanya manusia lemah.' Tanya Kyuubi

'Dia lemah, tapi instingnya cukup bagus. Otaknya tidak bisa diremehkan. Aku terlalu banyak bertanya tentang fuuinjutsu dan bisa jadi Iruka-sensei melaporkan hal itu pada jiijii.' Jelas Naruto singkat

'Kamu benar juga. Manusia memang memiliki otak yang licik. Seperti rubah.' Balas Kyuubi mencibir

'Hei. Bukankah niichan sendiri adalah rubah?' tanya Naruto menyeringai

'Keh! Jangan samakan aku dengan rubah busuk seperti itu. Aku rubah sejati.' Elak Kyuubi membuat Naruto terkekeh

'Ya, ya. Terserah apa katamu niichan.' Balas Naruto

Pembicaraan antara si rubah legendaris dengan si pirang Konoha terputus karena seseorang telah mengganggu konsentrasi Naruto dengan menyentuh bahu kanannya

"Apa yang kamu lamunkan kali ini?" tanya si pelaku pemecah konsentrasi Naruto

"Bukan apa-apa. Kenapa kamu ada disini? Bukankah biasanya kamu di atap bersama Chouji?" jawab Naruto sekaligus bertanya

"Apa enaknya memandangi awan mendung? Aku ingin tidur di kelas saja. Masih ada 15 menit sebelum masuk." Jelas si pelaku tadi dengan malas

"Tidak biasanya juga kamu di kelas. Biasanya kamu ada di perpustakaan." Ucap anak paling gendut di kelas itu

"Waktunya sedikit untuk membaca." Jawab Naruto

"Lalu darimana saja kamu tadi?" tanya si gendut

"Hanya ke ruangan Iruka-sensei." Jawab Naruto singkat

"Untuk apa?" tanya si pelaku tadi dengan singkat dan masih terdengar malas

"Shikamaru, Chouji. Kenapa kalian banyak bertanya hari ini?" tanya Naruto balik dan menatap penuh tanya ke arah si pemalas dan si gendut tadi

"Hanya penasaran." Jawab Shikamaru dan Chouji bersamaaan

Tidak lama kemudian Iruka masuk ke kelas membuat beberapa murid yang masih ada di kelas terheran-heran. Pasalnya jam istirahat masih ada sekitar 5-10 menit

"Sensei, jam istirahat belum selesai 'kan?" tanya sang ketua kelas

"Ya, kamu benar. Tapi sensei datang bukan untuk mengajar, sensei ingin memberitau kalian bahwa hari ini akan pulang cepat. Sensei dan yang lainnya ada pertemuan penting dan tidak bisa ditinggalkan. Bisa katakan pada teman-temanmu yang lain?" jelas dan pinta Iruka

"Baik!" jawab sang ketua kelas tegas

'Aku bertaruh si lumba-lumba bercodet itu mengadakan pertemuan untuk membicarakan dirimu.' Ucap Kyuubi tiba-tiba

'Kenapa niichan yakin sekali?' tanya Naruto

'Pikirkan saja kelakuanmu selama ini. Sudah jelas sifatmu yang urakan dan jahil itu menjadi lebih kalem sekarang ini.' Jawab Kyuubi memutar bola mata merahnya bosan dan belum sempat Naruto menanggapi, fokus Naruto kembali terpecah oleh Shikamaru yang lagi-lagi menepuk pelan pundaknya

"Lebih baik kita pulang saja sekarang." Ajak Shikamaru

"Aku juga berniat pulang cepat hari ini." Jawab Naruto lalu berdiri dari bangkunya

"Kita pulang bersama saja. Kiba dan Akamaru pasti sudah menunggu diluar." Ajak Chouji

"Tidak. Aku ingin menemui seseorang. Kalian bisa pulang saja duluan." Tolak Naruto halus

"Mau bertemu dengan Shisui-niisan?" tanya sebuah suara yang paling dielu-elukan oleh para murid perempuan

"Tidak. Shisui-san tidak tau kita akan pulang cepat dan Shisui-san janji akan menjemputku. Bisakah kamu sampaikan pada Shisui-san bahwa aku pulang duluan karena seseorang telah menungguku?" pinta Naruto

"Kenapa harus aku? Lalu siapa yang akan kamu temui?" tanya anak itu

"Hanya seseorang yang tidak suka bertemu banyak orang. Jadi bisakah kamu sampaikan ucapanku tadi pada Shisui-san?" tanya Naruto

"Terserahlah." Jawab anak itu dan langsung pergi

"Wow. Aku tidak tau bahwa Sasuke mau bertanya duluan pada orang lain. Setauku dia selalu diam dan akan menjawab jika memang itu perlu dijawab." Ucap Chouji terheran-heran

"Kamu sangat dekat dengan klan Uchiha ya." Tanggap Shikamaru malas, tapi Naruto tau ada rasa penasaran didalamnya

"Tidak juga. Aku duluan." Jawab sekaligus pamit Naruto dan langsung pergi meninggalkan Shikamaru dan Chouji yang saling pandang heran

Disisi lain, di sebuah ruangan yang berisikan para chuunin elit dan jounin elit serta Sandaime. Mereka tampak duduk melingkar

"Aku ingin kalian, para chuunin dan jounin elit mengutarakan semua yang kalian dapatkan selama mengawasinya." Tegas Sandaime

"Saya ingin mengutarakan sesuatu." Ucap Iruka sambil berdiri

"Lanjutkan." Titah Sandaime

"Selama 2 tahun belakangan ini, saya merasa ada yang aneh dengan Naruto-sama. Dulu Naruto-sama terkenal akan kejahilannya dan keaktifannya. Meski saat ini kejahilannya masih ada, tapi hal itu sangat jarang terjadi. Sekarang Naruto-sama menjadi lebih acuh tak acuh pada sekitanya dan saya rasa ada seseorang yang telah dianggap Naruto-sama sebagai kakak." Terang Iruka

"Apa yang anda maksud adalah saya?" tanya Shisui yang juga ikut dalam pertemuan itu

"Tidak. Bukan kamu Shisui-kun. Beberapa kali saya mendengar Naruto-sama mengucapkan kata `niichan` jika dirinya tengah melamun." Jawab Iruka beralih pada Sandaime

"Saya juga ingin mengutarakan sesuatu." Ucap Shisui yang dibalas dengan anggukan singkat dari Sandaime

"Pagi ini saat saya mengantarkan Naruto-sama ke akademi. Naruto-sama mengatakan ingin menemui seseorang. Dan Naruto-sama bilang seseorang itu mengenal saya dan saya juga mengenal orang itu." Lapor Shisui

"Apa kamu tau siapa orang yang dimaksud?" tanya Sandaime dibalas dengan gelengan kecil

"Sayang sekali tidak. Saya tidak bisa mendapatkan petunjuk apapun tentang orang itu." Jawab Shisui

"Sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan pada anda Sandaime-sama." Ucap seorang jounin elit perempuan

"Silahkan tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan Kurenai." Jawab Sandaime

"Beberapa minggu lalu Naruto-sama mendatangi saya dan menanyakan hal-hal mengenai genjutsu. Dan saat saya bertanya alasannya, Naruto-sama hanya menjawab bahwa dirinya hanya ingin tau." Jelas Kurenai mengingat beberapa minggu lalu Naruto mendatanginya

"Saya ingat Naruto-sama tadi menanyakan tentang fuuinjutsu. Saya sempat mencurigai bahwa Naruto-sama tau tentang segel Kyuubi dan ingin mempelajarinya. Tapi sepertinya saya terlalu khawatir." Tambah Iruka teringat tentang pertanyaan Naruto tadi

Yang sedang dibicarakan justru duduk santai di patung wajah Yondaime dengan posisi seperti meditasi. Mata biru langit itu bersembunyi dibalik kelopak mata. Saat ini Naruto tengah menemui Kyuubi didalam pikirannya

"Aku datang lebih awal." Ucap Naruto lalu duduk diatas kepala Kyuubi

"Berhentilah bertingkah semaumu. Kepalaku bukan tempat untuk duduk, bocah kuning." Protes Kyuubi

"Jadi. Apa yang akan niichan ajarkan padaku?" tanya Naruto tidak menanggapi protesan Kyuubi

Kyuubi menghela napas lalu mengubah wujudnya menjadi manusia yang sukses membuat Naruto terjatuh dari kepalanya. Kyuubi yang sudah dalam wujud manusianya terkekeh melihat Naruto jatuh dan mengaduh sakit karena bokongnyalah yang berciuman terlebih dahulu dengan lantai berair itu

"Jangan tertawa. Aku jatuh karena ulahmu niichan." Protes Naruto

"Ya, ya, ya. Terserahmu saja. Sekarang aku akan mengajarkanmu cara memanggil dan menggunakan kuchiyose." Ucap Kurama

"Kuchiyose? Bukankah itu jutsu tingkat tinggi?" tanya Naruto

"Ya. Dan kuchiyose yang akan aku ajarkan padamu bukanlah kuchiyose sembarangan." Jawab Kurama

"Bisa diperjelas?" pinta Naruto

"Tentu saja bocah kuning. Kuchiyose yang akan aku ajarkan padamu adalah kuchiyose yang hanya bisa dilakukan oleh seorang jinchuuriki atau siapapun yang telah membuat kontrak dengan seekor bijuu." Jelas Kurama sedangkan Naruto masih diam mendengarkan

"Aku akan mengajarkanmu cara untuk memanggilku keluar tanpa perlu membuka segelku dan kamu bisa memegang kendali penuh atas diriku." Lanjut Kurama

"Wow. Terdengar menarik dan menantang." Ucap Naruto cukup kagum dan tertantang

"Hanya jika kamu berjanji padaku." Balas Kurama

"Dan apa itu?" tanya Naruto penasaran

"Jangan pernah menggunakan kuchiyose katak dan jangan pernah mencoba untuk mempelajari sennin mode." Jawab Kurama dengan nada tidak suka yang terdengar jelas

"Baiklah. Jadi bagaimana caranya?" tanya Naruto sedikit tidak sabar

"Konsentrasi. Bayangkan diriku dalam wujud Kyuubi. Kamu bisa mengatur ukuran tubuhku. Gigit ibu jarimu hingga mengeluarkan darah dan lakukan segel tangan yang seperti aku lakukan." Ucap Kurama sambil melakukan segel tangan babi, anjing, burung, monyet, domba dan naga

"Tunggu. Naga? Bukankah segel tangan untuk kuchiyose hanya sampai pada domba?" tanya Naruto membuat Kurama menyeringai

"Aku ini spesial. Aku bijuu tidak seperti hewan panggilan biasa lainnya." Jawab Kurama

Naruto hanya bergidik bahu lalu mempraktikan apa yang telah diperlihatkan oleh Kurama. Tidak lupa menggigit ibu jarinya sebelum menggerakan tangannya untuk membentuk rangkaian segel tangan lalu menghentakan telapak tangan kanannya keatas genangan air. Dan Kurama menghilang dalam kepulan asap merah kekuningan dan muncul Kyuubi dengan ukuran anjing biasa tidak lupa dengan 9 ekornya yang melambai-lambai

"Bagaimana? Berhasil bukan?" tanya Kyuubi

"Wow. Sepertinya aku benar-benar hebat. Aku bisa melakukannya dalam sekali praktik saja. Meski aku membayangkan ukuranmu itu seukuran anak kucing." Jawab Naruto sedikit kecewa diakhir ucapannya

"Kheh! Konsentrasimu itu masih kurang bocah pirang." Balas Kyuubi

"Baiklah, baiklah. Bisakah niichan berhenti memanggilku bocah pirang? Aku benar-benar merasa kurang nyaman dipanggil begitu." Pinta Naruto sedikit memelas membuat wajahnya terlihat lucu dan Kyuubi tertawa terbahak-bahak melihat wajah penahannya itu

"Jangan tertawa!" sentak Naruto dengan wajahnya yang memerah karena malu

"Salahkan wajah anehmu itu." Balas Kyuubi begitu berhasil menghentikan tawanya

Tubuh Kyuubi kembali dikelilingi kepulan asap merah kekuningan dan kembali ke wujud manusianya membuat Naruto menatapnya penuh tanya

"Aku bisa kembali atau pergi setelah 5 menit kamu memanggilku menggunakan kuchiyose." Jelas Kurama singkat begitu melihat tatapan penuh tanya si pirang Konoha itu

"Jadi jutsu ini hanya berlaku sampai 5 menit saja?" tanya Naruto

"Tidak. Waktu jutsu ini tidak terbatas. Aku hanya akan bisa pergi setelah 5 menit kamu memanggilku. Dan selama 5 menit itu aku tidak bisa pergi tanpa ijin darimu." Jelas Kurama

"Apa aku bisa menganggil kuchiyose lain? Tidak mungkin aku memanggilmu selagi dirimu adalah bijuu yang sangat ditakuti oleh orang-orang." Tanya Naruto

"Ya. Kamu bisa memanggil hewan panggilan biasa. Tapi aku hanya akan mengijinkanmu untuk memanggil rubah sebagai kuchiyosemu." Jawab Kurama

"Kenapa?" tanya Naruto singkat

"Aku ingin kamu menjadi penguasa rubah." Jawab Kurama

"Penguasa rubah?" beo Naruto

"Ya. Ada banyak hal yang kalian para manusia tidak tau. Menjadi seorang pertapa bukan hanya dengan memegang kendali pada energi alam seperti seorang pertapa katak. Kami para rubah juga memiliki kemampuan tersendiri." Jelas Kurama

"Lanjutkan." Pinta Naruto

"Jika tubuhmu sudah siap untuk menampung semua kekuatan para rubah aku akan mengajarimu untuk mengendalikannya." Lanjut Kurama

"Terdengar seperti pertapa untukku." Timpal Naruto

"Seperti yang kukatakan tadi. Pertapa tidak hanya untuk pengendali katak. Kami para rubah memiliki kekuatan tersendiri untuk menjadi seorang pertapa. Sebut saja sebagai Kitsune Mode." Jawab Kurama

"Baiklah. Aku akan menunggu sampai saat itu tiba. Dan aku ingin memastikan sesuatu." Ucap Naruto

"Memastikan apa?" tanya Kurama

"Jika aku bisa memanipulasi ukuran tubuhmu saat menggunakan kuchiyose apa aku juga bisa memanipulasi bentukmu? Maksudku memanggilmu dalam wujud manusiamu ini." Jelas Naruto

"...Tentu. Tapi akan membutuhkan chakra yang lebih besar untuk memanggilku dalam wujud manusia." Terang Kurama setelah beberapa saat terdiam

"Ada lagi yang ingin niichan ajarkan padaku?" tanya Naruto

"Tidak. Setidaknya tidak untuk sekarang. Cepat kembali ke apartemen. Tubuhmu sudah basah karena hujan." Jawab sekaligus perintah Kurama bersamaan dengan menghilangnya tubuh Naruto dari hadapannya

Perlahan mata biru langit itu menampakan diri secara perlahan. Rambut pirang itu terlihat layu karena terguyur air hujan begitu juga dengan tubuh dan pakaiannya yang basah kuyub. Naruto menghela napas pasrah karena tidak juga sadar dari alam bawah sadarnya bahkan disaat tubuhnya tengah diguyur oleh air hujan yang dingin. Naruto bangkit dari duduknya lalu melompati atap-atap perumahan agar lebih cepat sampai ke apartemennya dan betapa terkejutnya melihat Shisui berdiri dengan kedua tangan bersilang didepan dada bidangnya saat dirinya membuka pintu apartemen

"Naru-chan." Panggil Shisui dengan senyum manis yang menjanjikan rasa sakit

"Oh ada Shisui-san. Bukankah hari ini Shisui-san tidak akan menginap?" tanya Naruto dengan santai namun dalam hatinya cukup takut

"Aku janji akan menjemputmu dan ternyata kelasmu berakhir lebih cepat. Dan saat aku kesini ternyata kamu tidak ada. Jadi darimana saja kamu?" tanya Shisui balik

"Karena aku pikir Sasuke sudah mengatakan apa yang aku katakan padanya padamu." Jawab Naruto masih santai dan langsung masuk

"Jangan menyusun kalimat yang rancu seperti itu." Tegur Shisui mengekori Naruto

"Itu tidak rancu dan itu kata-kata yang bisa kususun untuk menjawab pertanyaanmu." Balas Naruto mengambil handuk dan pakaian santainya yang kering kemudian masuk ke kamar mandinya

"Jadi darimana saja kamu sampai basah begitu?" ulang Shisui

"Menemui seseorang." Jawab Naruto menggema dalam kamar mandi dan suasana menjadi hening untuk beberapa menit, hanya terdengar suara air dari shower

"Naruto." Panggil Shisui memecah keheningan

"Apa?" tanya Naruto yang sudah selesai mandi dan berganti pakaian

"Boleh aku bertemu dengan orang itu? Aku ingin tau seperti apa orang yang kamu temui." Pinta Shisui mencoba memelas

"...Akan aku tanyakan besok padanya. Besok aku juga masih ada janji dengannya." Jawab Naruto setelah terdiam untuk beberapa saat

"Baiklah. Kalau begitu aku pulang dulu. Sampai jumpa besok." Pamit Shisui dan pergi menggunakan shuunshin

Naruto menghela napas lalu membaringkan diri diatas ranjangnya. Memejamkan mata untuk kembali bertemu dengan Kyuubi

"Sudah dengar permintaan Shisui-san 'kan?" tanya Naruto begitu duduk diatas kepala Kyuubi

"Kheh! Manusia dengan rasa penasaran mereka." Jawab Kyuubi sinis

"Jadi?" tanya Naruto meminta ijin

"Kamu masih belum bisa menggunakan kuchiyose dengan sempurna. Dan tidak mungkin aku keluar dengan wujud bijuuku." Jawab Kyuubi

"Lalu bagaimana?" tanya Naruto

"Aku ada cara lain. Besok gunakan kagebunshin dan aku akan masuk kedalam bunshinmu." Jelas Kyuubi

"Kagebunshin?" beo Naruto membuat Kyuubi ingin menepuk jidatnya

"Aku lupa kalau bocah ini belum bisa jutsu itu." Gumam Kyuubi

"Hei! Aku bisa dengar itu!" protes Naruto

"Besok akan aku ajarkan. Jadi lebih baik sekarang kamu tidur. Besok akan menjadi hari yang panjang." Usul Kyuubi

Perlahan tubuh Naruto menjadi lebih ringan diatas kepalanya dan tubuh Naruto terlihat samar yang menandakan bahwa penahannya itu tengah tertidur. Kyuubi juga memejamkan matanya untuk tidur dan tidak terasa waktu telah berjalan dengan cepat karena matahari telah menampakan dirinya lagi. Naruto langsung bersiap-siap untuk pergi ke hutan kematian mengingat hari ini tidak ada jadwal ke akademi. Didalam hutan kematian Naruto duduk dibawah pohon yang lebat dengan posisi medetasi dan masuk kedalam alam bawah sadarnya

"Jadi bagaimana cara menggunakan kagebunshin?" tanya Naruto lagi-lagi duduk diatas kepala Kyuubi dan Kyuubi langsung mengubah wujudnya kedalam wujud manusianya yang sukses Naruto terjatuh lagi dari kepalanya

"Jangan main berubah begitu!" protes Naruto

"Salahmu sendiri bocah pirang." Balas Kurama

Kurama langsung mempraktikan segel tangan untuk kagebunshin dan Naruto mengikuti apa yang telah diperlihatkan oleh Kurama padanya. Tidak sulit bagi Naruto untuk membuat sebuah kagebunshin dan Kurama langsung tersenyum bangga pada penahannya itu

"Bagus. Kagebunshinmu sempurna. Sekarang pergi dari sini dan buat kagebunshin. Aku akan masuk kedalamnya." Ucap Kurama dengan nada memerintah

"Baiklah. Sampai bertemu diluar." Pamit Naruto langsung menghilang dari hadapan Kurama

Naruto membuka matanya perlahan dan segera melakukan segel tangan untuk kagebunshin. Munculah kepulan asap putih yang perlahan menampilkan sosok Naruto. Tapi sosok Naruto itu perlahan berubah menjadi Kurama membuat Naruto terpukau apalagi sosok Kurama kini tangah mengenakan pakaian shinobi yang tertutupi oleh jubah. Benar-benar mirip seperti Yondaime

"Nah sekarang kita perlu nama palsu untukmu niichan." Ucap Naruto begitu tersadar dari keterpukauannya

"Kyuunoki." Balas Kurama singkat

"Kyuunoki?" beo Naruto

"Ya. Kyuubi no Kitsune." Jawab Kurama

"Baiklah. Sekarang kita harus temu jiijii dulu baru kita temui Shisui-san." Ucap Naruto

"Untuk apa menemui monyet tua bangka itu?" tanya Kurama

"Kita tidak bisa langsung menemui Shisui-san. Kita harus temui jiijii dan minta ijin agar niichan bebas berkeliaran disini." Jelas Naruto

"Apa maksudmu berkeliaran?" tanya Kurama kesal

"Aku ingin niichan tetap disini. Niichan sudah memberitauku untuk menggunakan kagebunshin supaya niichan bisa memegang kendali dari kagebunshinku. Dan aku ingin niichan seperti ini. Dengan tubuh yang nyata, bisa kusentuh." Jelas Naruto dengan lirih membuat Kurama menepuk pelan kepala pirang dihadapannya itu

"Bilang saja kamu ingin aku temani terus bocah pirang." Sindir Kurama

"Jika niichan tau. Untuk apa aku menjelaskannya?" tanya Naruto kesal

"Sudahlah. Sekarang kita temui monyet tua bangka itu." Ajak Kurama 'Aku tidak sabar untuk berkeliling desa bodoh ini.' Tambah Kurama dalam pikirannya

Dan pergilah Kurama dengan menggandeng tangan mungil Naruto untuk menemui Sandaime. Naruto hanya diam membiarkan Kurama menggandeng tangannya meski kurang nyaman saat mereka telah berada di jalan utama dan menjadi pusat perhatian. Pasalnya untuk pertama kalinya Naruto berjalan bersama seseorang terlebih lagi bergandengan tangan. Kurama sendiri sedikit mempererat genggamannya pada tangan mungil Naruto dan Naruto sendiri masih tetap diam. Apa yang dilakukan oleh Kurama sedikit memberi kenyamanan pada Naruto dan sedikit melupakan tatapan-tatapan aneh yang diberikan oleh orang-orang yang melihat mereka

'Jangan pedulikan mereka. Fokus padaku saja. Aku disini. Nyata. Dan menggenggam tanganmu.' Bisik Kurama dalam pikiran Naruto yang hanya dibalas dengan anggukan kecil dari Naruto

Mereka telah sampai didepan ruang kerja Sandaime dan Naruto yang mengetuk pintu

"Masuk saja." Perintah Sandaime yang langsung membuat Kurama dan Naruto masuk

Semua yang ada di ruangan itu terlihat terkejut dengan kedatangan Naruto bersama seorang laki-laki yang menyerupai Yondaime. Tidak hanya Naruto saja yang sempat berpikir bahwa Kurama terlihat seperti Yondaime, tapi semua orang yang melihat Kurama termasuk oleh orang-orang yang berpapasan dengan mereka di jalan tadi

"Siapa laki-laki yang bersamamu itu?" tanya Sandaime tanpa basa-basi

"Aku Uzumaki Kyuunoki. Bisa dibilang aku juga salah satu yang selamat dari pembantaian di Uzushio." Sapa Kurama dengan seringai tipis begitu melihat wajah terkejut Sandaime dan Iruka yang juga ada disana

"Naruto. Apa dia yang kamu panggil dengan `niichan`?" tanya Iruka hati-hati

"Ya. Niichan sangat baik denganku. Jadi bolehkan niichan tinggal disini? Di apartemenku?" tanya Naruto dengan mata memohon yang terlihat sangat sulit untuk ditolak dan Kurama menyeringai semakin lebar melihat akting penahannya itu

"...Baiklah." jawab Sandaime setelah menimbang-nimbang kehadiran laki-laki itu akan mempengaruhi Naruto kedepannya

Jawaban dari Sandaime sukses membuat Naruto tersenyum lebar dan Kurama menyeringai penuh kemenangan. Sedangkan orang-orang yang ada disana termasuk para ANBU yang bersembunyi terkejut dengan keputusan Sandaime. Naruto segera pamit untuk menemui Shisui dan menarik tangan Kurama agar bisa menemui Shisui lebih cepat karena Naruto dan Shisui berjanji akan bertemu pagi ini. Keduanya berjanji bertemu di taman dibawah bukit Hokage dan disana sudah ada Shisui yang menunggu sambil duduk di ayunan saat Naruto dan Kurama sampai

"Shisui-san!" panggil Naruto dengan nada anehnya terdengar sangat senang membuat Shisui mengernyitkan alis

"Diakah yang kamu maksud?" tanya Shisui tanpa basa-basi yang dibalas anggukan senang dari Naruto

"Uzumaki Kyuunoki. Salam kenal." Ucap Kurama singkat

"Uchiha Shisui. Salam kenal juga. Dan Uzumaki?" tanya Shisui

"Ya. Aku salah satu yang selamat dari pembantaian di Uzushio." Jawab Kurama lancar

"Niichan juga ingin bertemu dengan Shisui-san. Niichan bilang dulu pernah bertemu dengan orang Uchiha juga." Ucap Naruto yang tentu saja tidak benar juga tidak salah

"Oh. Begitukah? Siapa kira-kira Uchiha itu?" tanya Shisui penuh rasa penasaran

"Mungkin dia sudah mati sekarang." Jawab Kurama acuh tak acuh yang membuat Shisui kembali mengernyitkan alis

"Tidak penting juga dia mati atau tidak. Aku kesini untuk bertemu langsung dengan adikku." Lanjut Kurama

"Adik? Maksudmu Naruto?" tanya Shisui

"Siapa lagi?" tanya Kurama balik dengan sinis

"Niichan." Tegur Naruto dengan mencubit pelan lengan kiri Kurama

"Ya, ya. Maaf." Ucap Kurama setengah hati

"Kalian bertemu dimana? Tidak mungkin kalian baru pertama kali ini bertemu bukan? Karena Naruto sendiri sudah sering melamun dan memanggilmu dalam lamunanya." Tanya Shisui

"Mungkin. Aku juga tidak yakin pernah bertemu dengan niichan sebelumnya. Aku pernah bermimpi melihat seorang laki-laki menggendongku. Tapi rambutnya pirang sepertiku. Ah! Laki-laki itu mirip dengan niichan." Jelas Naruto yang tentu saja hanya karangan namun sukses membuat Shisui tertegun

'Mungkinkah Naruto-sama memimpikan tentang Yondaime? Tapi bagaimana bisa? Naruto-sama saat itu masihlah sangat kecil. Baru saja lahir.' Pikir Shisui

'Hei. Sepertinya dia menduga-duga bahwa laki-laki yang kamu maksud adalah ayahmu. Ceritamu benar-benar membuatnya berpikir keras.' Ucap Kurama dalam pikiran Naruto

'Begitulah.' Jawab Naruto dalam pikirannya

'Kamu tau bahwa si mata kucing ini akan semakin mengawasimu jika kamu berkata seperti tadi?' tanya Kurama masih melalui telepati

'Tentu. Tujuanku justru untuk memfokuskan Shisui-san padaku. Aku ingin mencari informasi tentang Uchiha darinya.' Jawab Naruto dalam pikiran

"Shisui-san. Kenapa malah melamun begitu? Apa ada yang salah dengan ucapanku?" tanya Naruto menarik Shisui dari lamunanya

"Eh? Oh tidak. Aku hanya terpikirkan sesuatu. Sepertinya aku melupakan gulungan yang ingin aku berikan padamu." Jawab Shisui

"Gulungan?" beo Naruto

"Ya. Gulungan untuk bisa mengontrol chakra." Jawab Shisui

"Tidak perlu. Mulai sekarang aku yang akan melatih bocah ini." Sergah Kurama tajam

"Kenapa?" tanya Shisui penuh curiga dan Kurama mendekatkan kepalanya kesamping kepala Shisui

"Karena aku seorang Uzumaki dan aku tau siapa bocah ini sebenarnya." Bisik Kurama pada Shisui lalu kembali kesamping Naruto

"Apa yang niichan katakan?" tanya Naruto berpura-pura tidak mendengar

"Bukan apa-apa. Aku hanya memberitaunya sesuatu yang menarik untuknya." Jawab Kurama

"Apa itu?" tanya Naruto lagi

"Itu urusan orang dewasa." Jawab Kurama

"Dewasa darimana? Shisui-san bahkan belum berusia 14 tahun." Balas Naruto

"Sesukaku." Sinis Kurama membuat Shisui bersweatdropria

"Apa kamu akan tinggal di Konoha?" tanya Shisui

"Tentu saja. Aku berencana untuk pindah dengan bocah ini. Apartemennya terlalu kecil." Jawab Kurama

"Pindah kemana?" tanya Shisui

"Masih kupikirkan. Yang jelas dalam waktu dekat ini aku akan mencari tempat tinggal yang lebih luas untuk bocah ini." Jawab Kurama

"Berhenti memanggilku bocah!" protes Naruto

"Ya, ya. Terserahlah. Aku ingin mengelilingi Konoha. Jadi sampai jumpa lagi mata kucing." Pamit Kurama menggenggam tangan mungil Naruto dan pergi

'Mata kucing?' beo Shisui dalam hati

Kurama dan Naruto mengelilingi jalanan Konoha dan tidak sengaja bertemu dengan beberapa teman Naruto. Ada Shikamaru dan Chouji juga Kiba dengan Akamaru yang setia berada di kepala Kiba

'Bukankah mereka teman-temanmu?' tanya Kurama

'Ya. Berhati-hatilah dengan Shikamaru dan Kiba. Shikamaru memang pemalas, tapi dia jenius. Kiba bisa tau siapa niichan sebenarnya dari aroma karena penciumannya sangat tajam.' Jawab Naruto memperingatkan Kurama untuk berhati-hati

"Hai." Sapa Naruto dengna senyum ramah

"Yoo. Tidak biasanya kamu senang begini. Dan siapa dia?" tanya Shikamaru

"Oh. Kenalkan, dia niichanku, Uzumaki Kyuunoki. Kalian bisa memanggilnya Kyuu-nii." Jawab Naruto membuat ketiga temannya terkejut

"Kamu punya kakak?" tanya Kiba dan Chouji bersamaan

"Ya. Begitulah." Jawab Naruto menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal

"Tapi..." ucap Kiba mengendus sejenak "Kenapa aku mencium bau rubah dari kakakmu?" lanjut Kiba

"Karena kakakku ini Kitsune Master." Jawab Naruto tidak salah juga tidak benar

"Kitsune Master?" beo Shikamaru

"Ya. Semacam sennin, tapi niichan juga bisa dibilang sebagai penguasa rubah." Jelas Naruto singkat

"Hei bocah-bocah lemah. Senang bisa melihat kalian. Kurasa aku akan tenang jika kalian yang berteman dengan bocahku ini." Ucap Kurama tidak lupa dengan seringai rubahnya

"Siapa yang kamu panggil bocah lemah?" tanya Kiba kesal

"Maaf Kiba. Niichan memang seperti ini. Dan niichan, aku berharap niichan tidak memanggil teman-temanku dengan panggilan yang aneh-aneh." Tegur Naruto

"Sesukamulah bocah kuning." Jawab Kurama acuh tak acuh

"Hei Naruto. Kamu ingin main? Kami ingin ke taman." Ajak Kiba

"Maaf bocah-bocah. Bocah kuning ini janji padaku untuk mengajakku keliling Konoha." Ucap Kurama

"Kalau begitu kenapa tidak sekalian dengan kami? Kami juga bisa menemanimu berkeliling Konoha." Usul Shikamaru

"Masuk akal." Balas Naruto

'Oi bocah kuning. Kamu serius membiarkan mereka dekat-dekat denganku?' tanya Kurama dalam pikiran Naruto

'Diam dan perhatikan saja. Mereka akan menjadi batu sandungan yang sempurna.' Balas Naruto

'Hooo licik juga cara berpikirmu.' Ucap Kurama menyeringai

'Aku belajar dari yang terbaik niichan.' Balas Naruto

Dan mereka langsung mengelilingi Konoha tanpa memperdulikan tatapan-tatapan aneh dari orang-orang yang berpapasan dengan mereka. Shikamaru sendiri merasakan keanehan dari tatapan-tatapan orang-orang pada Naruto, tapi karena sifatnya yang pemalas dan acuh tak acuh membuat Shikamaru tidak ambil pusing. Kiba tambak asik memberikan penjelasan tempat-tempat yang mereka lewati kepada Kurama dengan sesekali diakhiri dengan gonggongan Akamaru. Chouji? Jangan tanyakan lagi karena Chouji sibuk dengan kripik kentangnya dan Naruto hanya diam memperhatikan begitu juga dengan Kurama

BERSAMBUNG...


Saya ucapkan selamat Idul Fitri bagi yang merayakan meskipun saya terlamabat mengucapkan

Dan saya sebagai author baru yang juga memiliki banyak kesalahan dan telah update terlambat ingin meminta maaf kepada readers

Terimakasih juga telah setia menunggu chapter ini up

Untuk senpai dan hanny saya juga ingin minta maaf karena untuk sementara saya tidak bisa dihubungi

Matta raishuu