Saatnya balasan review

Ksatriabima38

Q: Bagusss. Next pak de

A: Oke. Sudah next pak de

Hanny

Q: Kou I MISS YOU. Knp w.a nya gc aktif huh?

A: Ehhm, mis yu tu han. Maaf ya, saya sibuk dengan paper dari ayah saya. Sedikit belajar mengelola perusahaan

Santana

Q: lanjut lanjut

A: Sudah lanjut

No one

Q: wow. Makin bagus aja nih. Tapi kok panggilan kurama ke naruto beda-beda sih? Tadinya bocah kuning trus tiba-tiba jadi bocah pirang. Lanjut terus ya. Semangat

A: Wah terimakasih. Oh itu karena saya sempat bicara dengan senpai mengenai panggilan Kurama untuk Naruto dan belum saya tentukan. Dan saya terkadang teringat panggilan senpai untu Naruto dari Kurama, karena itu saya terkadang salah menuliskan

Lil bro

Q: Woah, ceritanya bagus gan. Nggak ngebosenin dan nggak terlalu mainstream. Semangat terus nulisnya, ditungguin nih kelanjutannya

A: Aww terimakasih. Jadi ge-er saya. Semangat terus dong gan. Ini sudah lanjut dan saya up setiap hari minggu sebagai informasi aja sih

Guest

Q: Naruto x Shisui? Hmm... boleh juga

A: Eh? Naruto x Shisui? Ini yang dimaksud dalam hubungan kakak-adik atau yang humu? Kalau yang dimaksud humu, saya minta maaf, saya memang seorang fudan, tapi untuk cerita ini tidak ada pair karena kolab bersama senpai. Maafkan saya. Mungkin cerita berikutnya

Sebelumnya di Different Path

Dan mereka langsung mengelilingi Konoha tanpa memperdulikan tatapan-tatapan aneh dari orang-orang yang berpapasan dengan mereka. Shikamaru sendiri merasakan keanehan dari tatapan-tatapan orang-orang pada Naruto, tapi karena sifatnya yang pemalas dan acuh tak acuh membuat Shikamaru tidak ambil pusing. Kiba tampak asik memberikan penjelasan tempat-tempat yang mereka lewati kepada Kurama dengan sesekali diakhiri dengan gonggongan Akamaru. Chouji? Jangan tanyakan lagi karena Chouji sibuk dengan kripik kentangnya dan Naruto hanya diam memperhatikan begitu juga dengan Kurama

Saya ingin mengakui Naruto sebagai milik saya

Tetapi sepertinya bang Kishi tidak mengijinkan

Saya masih pemula dan masih perlu kritik dan saran yang membangun

Lagi-lagi 1 tahun berjalan dengan sangat cepat dan selama 1 tahun ini Kurama benar-benar berbaur dengan orang-orang Konoha terutama orang-orang yang cukup dekat dengan bocah kungingnya itu. Tentu saja Kurama tidak dekat dalam artian seperti layaknya orang-orang berinteraksi karena Kurama hanya sekedar berbaur dengan orang-orang Konoha. Kurama tidak akan segan-segan untuk menghukum siapa saja yang berani membicarakan hal-hal buruk tentang bocah kungingnya bahkan hanya sekedar menatap penuh rasa benci, amarah dan sebangsanya. Oh dan semua yang Kurama lakukan tidak akan pernah dicampuri oleh Sandaime karena dirinya dan Sandaime telah membuat kesepakatan beberapa hari setelah dirinya diperbolehkan tinggal bersama bocah kuningnya

Naruto tidak tau menau tentang hal itu, tentang perjanjian antara Kurama dan Sandaime karena Kurama telah memin- tidak lebih tepat adalah mengancam Sandaime bahwa jika Naruto tau akan perjanjian mereka maka Kurama tidak akan segan-segan menghancurkan Konoha. Dan Sandaime yang merasakan bahwa Kurama bukan sembarang orang bahkan mungkin bagaikan dewa tentunya menyanggupi perintah Kurama. Dan Kurama menjanjikan akan menjadi pelindung Konoha jika sesuatu yang buruk seperti perang entah itu antar klan maupun antar desa terjadi

Di sebuah taman, Naruto dan Kurama tengah berbincang dengan Naruto yang duduk di ayunan sambil berayun santai dan Kurama yang berdiri bersandar pada penyangga ayunan

"Niichan. Apa niichan merasakan hal-hal aneh akhir-akhir ini?" tanya Naruto

"Aneh bagaimana?" tanya Kurama balik

"Mungkin lebih tepatnya beberapa minggu setelah niichan tinggal denganku, sebenarnya. Aku merasa para penduduk terlihat enggan untuk menatapku terutama saat niichan bersamaku. Dan entah mengapa aku merasa mereka jadi lebih baik padaku." Jelas Naruto

"Entahlah." Jawab Kurama singkat

"Niichan sedang tidak menyembunyikan sesuatu dariku 'kan?" tanya Naruto penuh curiga

"Untuk apa aku menyembunyikan sesuatu darimu bocah kuning. Apa gunanya untukku?" tanya Kurama sinis

"Hei, aku 'kan hanya bertanya. Kenapa niichan jadi sinis begitu?" tanya Naruto heran

"Dapat sesuatu dari si mata kucing hari ini?" tanya Kurama mengalihkan pembicaraan

"Belum. Aku masih harus berhati-hati. Shisui-san itu seorang Uchiha terlebih lagi adalah salah satu kebanggaan Konoha. Jadi aku harus membuat Shisui-san lengah." Jawab Naruto

"Kenapa tidak kamu ajak saja si mata kucing itu ke rumahnya, lalu masukan obat tidur saat kalian minum dan bongkar semua rumahnya." Usul Kurama asal membuat Naruto menggeleng-geleng pasrah

"Sudah aku lakukan sejak dulu kalau semudah itu. Niichan tau sendiri tidak sembarang orang yang bisa masuk ke kompleks Uchiha bahkan itu saudara jauh mereka sekalipun." Jelas Naruto singkat

"Yaah kamu ada benarnya juga." Balas Kurama pelan

"Wah ada Naruto-kun dan Kyuunoki-san. Selamat sore." Sapa seorang laki-laki 15 tahun dengan ramah membuat Kurama dan Naruto menoleh ke sumber suara

'Si keriput itu...' batin Kurama kesal

"Itachi-san. Selamat sore juga." Jawab Naruto dengan ramah juga

"Kebetulan sekali aku bertemu dengan kalian disini. Apa yang kalian lakukan?" tanya Itachi

"Kuharap kamu memeriksakan matamu itu." Sinis Kurama yang langsung mendapat cubitan peringatan seperti biasa

"Ahahaha, maafkan aku. Aku tau ini tempat bermain, tapi Naruto-kun hanya duduk di ayunan, sedangkan Kyuunoki-san hanya berdiri bersandar pada penyangga ayunan saja. Jadi aku asumsikan kalian sedang tidak bermain." Jelas Itachi

"Bisa dibilang begitu. Jadi apa yang Itachi-san lakukan?" tanya Naruto mencoba ramah

"Oh. Aku diminta untuk menemui Sandaime-sama. Mungkin misi." Jawab Itachi sedikit ragu

"Hoooh. Si mata kucing itu juga bilang akan ada misi untuknya karena itu dia tidak bisa menemui bocah kuning ini." Ucap Kurama cukup pelan namum masih bisa didengar oleh Itachi

Itachi sedikit tersentak begitu mendengar ucapan pelan Kurama dan tentu saja Kurama dan Naruto langsung melihat kearah Itachi dan berpikir ada yang salah dengan kata `misi` itu

'Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?' tanya Kurama pada Naruto melalui telepati

'Entahlah. Tapi sepertinya misi rahasia dan hanya Itachi-san dan Shisui-san yang tau tentang misi itu.' Jawab Naruto

'Ingin mencari tau?' tanya Kurama

'Ya. Aku ingin niichan mengirim Sora dan Zora untuk mengawasi Shisui-san dan Itachi-san.' Jawab Naruto

'Kenapa kamu tidak memanggil mereka saja? Kenapa harus aku yang menyuruh mereka?' tanya Kurama heran

'Niichan lupa? Kuchiyoseku masih belum sempurna, aku tidak bisa memanggil keduanya sekaligus. Sora dan Zora yang paling sulit untuk dipanggil dan hanya mereka yang cocok untuk mengintai.' Jelas Naruto singkat

'Baiklah. Akan aku panggil setelah si keriput ini pergi.' Balas Kurama

"Kenapa kalian diam saja?" tanya Itachi penasaran

"Tidak. Aku hanya penasaran bagaimana rasanya menjalankan misi." Jawab Naruto lancar

"Mau kami diam atau berisik, itu bukan urusanmu keriput. Berpikirlah lebih lama lagi untuk mencampuri orang lain." Sinis Kurama yang langsung diberi teguran dari bocah kuningnya

"Kalian ini benar-benar dekat ya." Ucap Itachi polos

"Karena aku ini kakaknya. Dasar keriput." balas Kurama sinis dan lagi-lagi mendapat teguran dari Naruto

"Itachii-san." Panggil Naruto dan Itachi langsung menatap Naruto dengan senyum seperti biasa

"Bukankah Itachi-san harus segera menemui jiijii?" tanya Naruto

"Oh. Kamu benar. Sampai jumpa lagi." Pamit Itachi lalu pergimenemui Sandaime

Kurama langsung memanggil 2 ekor rubah seukurang anak kucing. Salah satunya memiliki bulu jingga terang dan satunya memiliki bulu jingga gelap. Yang terang bernama Sora dan yang gelap bernama Zora. Keduanya memiliki 5 ekor dan diujung ekor mereka memiliki warna yang berlawanan dengan warna bulu mereka. Ujung ekor-ekor Sora berwarna jingga gelap dan ujung ekor-ekor Zora berwarna jingga terang. Seperti yang terlihat, keduanya adalah kembar 6, keempat saudara mereka tidak bisa dipanggil karena telah memiliki tuan yang tetap berbeda dengan Sora dan Zora, mereka belum memiliki tuan yang tetap dan Kurama memanggil mereka karena Kurama adalah penguasa rubah

"Ikuti si keriput dan si mata kucing itu. Jangan sampai ketahuan dan cari tau apa misi mereka. Apapun yang terjadi, laporkan semua pada kami." Perintah Kurama

"Siapa si keriput dan si mata kucing itu?" tanya Zora

"Meraka dari klan Uchiha. Kalian akan tau siapa yang niichan maksud jika kalian sudah melihat wajah mereka." Jelas Naruto sambil mengusap-usap kepala Sora dan Zora membuat kedua rubah kecil itu mengerang nyaman (A/N : Ada yang tau gimana suara rubah? Kalau kucing 'kan mengeong atau kalau anjing 'kan menggonggong. Bantu saya untuk mengoreksi)

"Kami mengerti." Jawab Sora dan Zora bersamaan setelah Naruto berhenti mengelus-elus mereka dan kedua rubah kembar itu segera menghilang dalam kepulan asap putih kemerahan

Bersama dengan Itachi dan Shisui yang sudah berada dihadapan dengan Sandaime

"Kalian benar-benar menyanggupi misi itu?" tanya Sandaime

"...Ya. Kami sanggup." Jawab Itachi dan Shisui bersamaan setelah terdiam beberapa saat

"Aku tidak ingin kalian menanggung beban ini. Kalian bisa mencoba bicara baik-baik dengan mereka. Aku tau peran kalian sangat penting untuk mereka." Ucap Sandaime

"Kami tidak ada pilihan lain selain menjalankan misi itu. Mereka orang-orang yang keras kepala. Kamilah satu-satunya yang masih bisa berpikir dengan baik dan tenang." Jelas Shisui singkat

"Baiklah. Aku menghargai keputusan kalian. Tapi Itachi-kun, apa kamu benar-benar yakin dengan pilihanmu kali ini? Tidakkah itu terlalu berlebihan untuk adikmu?" tanya Sandaime

"Tidak. Ada Naruto-sama yang bisa membantu Sasuke nantinya." Jawab Itachi membuat yang lain menatapnya heran

"Apa hubungannya misi ini dengan rencanamu dan Naruto-sama?" tanya Shisui was-was

"Tenang. Aku tidak akan melibatkan Naruto-sama dalam rencanaku. Tapi aku merasa bahwa rencanaku akan sempurna jika Naruto-sama ikut andil didalamnya." Jelas Itachi

"Aku masih tidak mengerti." Ucap Sandaime jujur

"Naruto-sama satu-satunya yang bisa membantu Sasuke menyelesaikan masalahnya. Dan hanya Naruto-sama yang bisa menyelamatkan Sasuke." Jawab Itachi penuh keyakinan

"Itachi. Aku memang tidak menentang rencanamu. Tapi aku sangat berharap kamu tidak melibatkan Naruto-sama. Naruto-sama sudah menanggung beban yang berat, jangan kamu tambah lagi. Dan aku tidak suka Naruto-sama kehilangan masa kanak-kanaknya." Tegas Shisui

"Shisui. Aku juga tidak ingin menambah beban Naruto-sama, tapi hanya ini jalan satu-satunya untuk menyelamatkan Konoha juga adikku. Apa kamu ingin kita lebih hancur dari sebelumnya? Tidak cukupkah tragedi antara Shoudaime dengan Madara?" tanya Itachi terdengar sedih

"Cukup!" tegur Sandaime membuat kedua Uchiha muda berbakat dihadapannya diam

"Aku mengerti kamu sudah menganggap Naruto sebagai adikmu. Tapi pikirkan juga nasib kalian. Aku yakin Naruto akan dengan senang hati membantu kalian. Dan kalian tau Naruto bukan lagi Naruto yang dulu kita kenal. Naruto yang sekrang bisa diandalkan dan lebih bisa dipercaya daripada yang dulu." Lanjut Sandaime

"...Kapan kami bisa memulai?" tanya Shisui yang terdiam untuk beberapa saat

"Malam ini. Lebih cepat, lebih baik." Jawab Sandaime

Keduanya hanya mengangguk mengerti. Dan orang-orang dalam ruangan itu tidak menyadari bahwa Sora dan Zora tengah mengawasi mereka sejak tadi, sejak kedua Uchiha muda berbakat itu memasuki ruang kerja Hokage. Bahkan ANBU bawahan Hokage langsung tidak menyadari keberadaan Sora dan Zora yang sebenarnya berada di langit-langit ruangan itu bersama beberapa ANBU yang bersembunyi untuk mengawasi dan menjaga Sandaime. Dan begitu pembicaraan selesai, Itachi dan Shisui keluar dengan Sora yang mengikuti Itachi dan Zora mengikuti Shisui

Kembali bersama Kurama dan Naruto yang sedang makan siang di Ichiraku Ramen. Kurama berhenti makan membuat Naruto menatapnya heran namun tidak menghentikan kegiatan makannya mengingat Naruto sangat menyukai ramen. Kurama sendiri tampak termenung dan pikirannya tampak berjalan-jalan meninggalkan tubuh tegap itu yang lagi-lagi membuat Naruto terheran-heran dengan tingkah orang yang dianggapnya sebagai kakaknya itu

"Niichan." Panggil Naruto membuyarkan pikiran Kurama

'Sepertinya malam ini akan terjadi sesuatu yang hebat. Bersiaplah.' Ucap Kurama memperingatkan dalam pikiran Naruto

'Ada apa? Ada kabar tentang Itachi-san dan Shisui-san?' tanya Naruto

'Ya. Kita harus bersiap untuk malam ini.' Jawab Kurama

Malam harinya di kompleks kediaman Uchiha. Semua kepala keluarga tampak berkumpul di sebuah ruangan yang berada dibawah tanah. Disana juga ada Itachi dan Shisui. Wajah para kepala keluarga terlihat sangat kaku, dingin dan tanpa ekspresi membuat suasana menjadi sangat tegang dan berat. Itachi dan Shisui sendiri terlihat tenang dan mempertahankan wajah datar mereka meski atmosfer disekitar mereka begitu berat dan tidak nyaman karena aura menuntut dari pada kepala keluarga

Diantara para kepala keluarga berdirilah seorang pemimpin klan Uchiha yang tidak lain adalah Uchiha Fugaku, ayah dari Itachi dan Sasuke serta paman dari Shisui

"Kita sudah lama mengalah kepada Senju dan kali ini kita harus mereput apa yang menjadi hak kita dari Sarutobi, penerus Senju." Ucap Fugaku dengan lantang dan tegas

"Maaf sebelumnya. Tapi apa kita harus melakukan kudeta untuk mengambil gelar Hokage tersebut?" tanya Shisui memberanikan diri yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari orang-orang yang lebih tua disana

"Aku juga. Aku tidak mengerti kenapa kita harus melakukan kudeta untuk mendapatkan gelar Hokage itu. Kita bisa membicarakannya dengan baik-baik bersama Sandaime-sama. Aku yakin Sandaime-sama akan mengerti situasi kita." Tambah Itachi yang juga mendapatkan tatapan tajam seperti Shisui

"Hanya ini satu-satunya cara dan hanya ini kesempatan kita untuk mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milik kita sejak dulu." Balas salah satu kepala keluarga dengan tegas

Itachi menatap ayahnya secara diam-diam saat semua kepala keluarga mengalihkan perhatian mereka pada Shisui yang mulai membicarakan cara-cara yang lebih aman untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Fugaku sendiri menggeleng pelan dengan wajah penuh sesal yang terlihat begitu jelas di wajah yang menua itu. Itachi memejamkan matanya sejenak dengan kernyitan sedih dan menghembuskan napasnya perlahan

'Sepertinya tidak ada pilihan lain. Maafkan aku. Aku harus melakukan ini pada kalian. Maaf tousan, kaasan, Sasuke.' Batin Itachi miris

Diluar kompleks Uchiha, terlihat 2 sosok laki-laki yang terlihat seperti 20 tahun memakai jubah yang menutupi seluruh tubuh mereka juga tudung kepala yang menutupi kepala mereka juga bayang-bayang yang menutupi wajah mereka. Jubah mereka berwarna hitam dengan lambang Uchiha dibagian punggung jubah, sebuah lambang Uchiha yang cukup besar seperti ukuran 3 kali lipat dari yang biasa digunakan oleh para Uchiha dipakaian mereka. Kedua laki-laki itu mengangguk kecil saat saling berhadapan dan menghilang dalam kilatan hitam lalu mucul secara tiba-tiba ditengah-tengah para kepala keluarga Uchiha yang tengah berkumpul dengan Itachi dan Shisui yang tengah bersiap untuk menjalankan misi mereka

Kemunculan kedua sosok laki-laki itu tentu saja membuat para Uchiha terkejut ditambah dengan lambang di jubah mereka

"Siapa kalian?" tanya Fugaku cukup keras

"Hmmh. Kalian bisa panggil aku Uchiha Madara dan adikku Uchiha Izuna." Jawab sosok laki-laki yang sepertinya lebih tua dari laki-laki yang satunya

Tentu saja mendengar kedua nama itu membuat para Uchiha bahkan Itachi dan Shisui terkejut bukan main, pasalnya Uchiha Madara telah mati bersama Shoudaime dan Uchiha Izuna yang merupakan adik Madara mati dengan alasan yang tidak diketahui. Dan kini dihadapan mereka muncul 2 sosok Uchiha yang melegenda dengan penampilan yang jelas tidak lebih dari laki-laki berusia 20 tahun terbukti dari suara laki-laki tadi

"Jangan pikirkan bagaimana kami bisa disini. Aku dan kakakku ingin kalian menghentikan tindakan konyol kalian. Kalian hanya akan menghancurkan nama baik Uchiha. Oh, maaf. Biar aku perjelas. Jika kalian melakukan kudeta, orang-orang yang dulu kagum pada Uchiha akan menjadi murka. Orang-orang yang mengenal Uchiha sebagai pencuri jutsu orang lain akan semakin memaki kita. Aku tidak ingin klan Uchiha yang susah payah dibangun oleh leluhurku menjadi sasaran kebencian orang-orang." Jelas laki-laki yang diperkenalkan sebagai Uchiha Izuna

"Tidak mungkin kalian Uchiha Madara dan adiknya. Mereka berdua sudah tiada." Tegas Shisui

"Semua tergantung pada kalian. Jika kalian ingin meneruskan kudeta kalian. Maka kalian akan berhadapan denganku dan adikku juga kedua Uchiha muda itu." Tegas Madara

"Kalian hanya orang-orang yang mengakui diri kalian sebagai Uchiha Madara dan adiknya. Kami tidak akan mundur. Kalian kalah jumlah dan kekuatan kami tidak akan terkalahkan jika kami bergabung." Tantang kepala keluarga Uchiha yang lain

"Jika itu yang kalian inginkan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Niisama, kita lakukan sekarang." Ucap Izuna sambil merangkai segel tangan yang rumit dan sama sekali tidak dikenali oleh para Uchiha dihadapan keduanya

Madara langsung menghilang dalam kilatan hitam dan tiba-tiba sudah berada diseberang dimana adiknya berada dan memulai merangkai segel tangan yang sama seperti adiknya. Itachi dan Shisui yang merasa bahaya juga tertolong langsung melompat kesamping kedua laki-laki itu. Shishui berada disisi Madara dan Itachi berada disisi Izuna. Madara dan Izuna menggigit ibu jari mereka hingga mengeluarkan darah kemudian menghentakan telapak tangan mereka ke tahah

Muncul sebuah lingkaran hitam yang memancarkan cahaya dengan tulisan kanji yang rumit melingkari para Uchiha termasuk Fugaku. Lingkaran itu mengurung para Uchiha didalamnya dan mereka yang mencoba untuk keluar berakhir dengan jiwa mereka terhisap kedalam lingkaran yang sama namun berukuran kecil dibawah telapak tangan Izuna. Hampir setengah dari para Uchiha yang terhisap kedalam lingkaran dibawah telapak tangan Izuna dan sisanya mencoba untuk tidak bersentuhan dengan pelindung lingkaran itu

"Itachi! Shisui! Serang pengguna jutsu ini! Kalian yang berada diluar dan berada di dekat mereka!" perintah Fugaku tegas

"Maaf saja. Tapi putramu dan keponakanmu tidak akan menurutimu. Misi mereka melenyapkan klan mereka sendiri karena telah berani merencanakan kudeta. Dan aku juga adikku berbaik hati untuk mengambil alih misi mereka dan memberikan kesempatan pada kalian untuk hidup lebih baik lagi." Jelas Madara

"Dan jutsu ini bukan sembarang jutsu. Ini adalah hijutsu, tepatnya fuuinjutsu yang kukembangkan bersama kakakku belum lama ini dan mencobanya pada kalian. Dan tampaknya fuuinjutsuku dan kakakku sukses. Jadi kuserahkan sisanya padamu niisama." Ucap Izuna

Madara menggunakan tangannya yang bebas untuk mengambil sebuah gulungan kecil dari balik jubahnya lalu membuka gulungan itu. Meletakan gulungan yang terjulur ditanah dan menggigit ibu jarinya lagi lalu menghentakannya pada gulungan yang telah bertuliskan tulisan yang rumit. Cahaya hitam terpancar dari tulisan-tulisan itu dan melayang memasuki lingkaran yang mengepung para Uchiha lalu tulisan-tulisan itu memasuki kepala para Uchiha melalui dahi mereka membuat mereka kesakitan dan berteriak tidak kuasa menahan sakit dikepala mereka

Begitu tulisan-tulisan itu habis memasuki kepala mereka, lingkaran yang mengelilingi para Uchiha itu memudar dan menghilang bersama tubuh para Uchiha yang jatuh berlutut dengan napas pendek juga keringat dingin yang bercucuran dari seluruh tubuh mereka. Tidak hanya para Uchiha yang tampak kelelahan namun juga Madara dan Izuna yang tampak tengah mengatur napas mereka yang mulai pendek. Sedangkan Itachi dan Shisui hanya bisa diam karena tidak tau harus berbuat apa dengan kemunculan kedua orang yang mengaku sebagai Madara dan Izuna itu

"Kalian berdua. Sebaiknya mengembalikan orang-orang ini ke rumah mereka dan biarkan mereka tidur. Besok pagi mereka akan bersikap seolah-olah mereka hanyalah Uchiha pada umumnya. Mereka akan melupakan semua tentang rencana kudeta mereka dan tentang diriku juga adikku." Ucap Madara setelah berhasil mengembalikan napasnya

"Dan satu lagi. Jangan katakan apapun pada Sandaime mengenai malam ini. Anggap kalian tidak melihat apa-apa. Dan jika kalian melanggar, kalian akan tau sendiri akibatnya. Fuuinjutsu yang kugunakan telah mempengaruhi kalian yang melihat cahaya dari lingkaran tadi. Jadi lebih baik kalian menjaga mulut kalian." Tambah Izuna

Itachi dan Shisui hanya bisa mengangguk tanpa bisa menjawab sepatah katapun dan Madara juga Izuna kembali menghilang dalam kilatan hitam meninggalkan Itachi dan Shisui yang masih mematung, mencoba memproses apa yang telah terjadi. Dan begitu mereka berhasil menarik kesadaran mereka, keduanya langsung memulangkan para kepala keluarga Uchiha dengan bantuan bunshin mereka mengingat jumlahnya yang cukup banyak. Juga Itachi dan Shisui sepakat untuk merahasiakan semua yang terjadi malam ini untuk diri mereka sendiri

Esoh harinya para kepala keluarga Uchiha terbangun dengan kepala yang terasa berkunang-kunang dan berat. Mereka merasa seperti melupakan sesuatu yang sangat penting namun tidak bisa mengingatnya sedikitpun. Mereka kembali seperti semua, dimana mereka belum merencanakan kudeta juga tentang Madara juga Izuna. Semua yang menjadi latar belakang mereka melakukan kudeta telah lenyap dari otak mereka berkat fuuinjutsu yang digunakan oleh Madara dan Izuna tadi malam

Seperti dikediaman utama Uchiha, Fugaku terlihat bingung meskipun tidak tampak di wajah yang mulai menua itu

"Ada apa tousan?" tanya Itachi mencoba memancing ingatan sang ayah

"Tidak. Bukankah hari ini kamu ada pertemuan dengan Shisui dan yang lainnya?" tanya Fugaku

"Pertemuan dibatalkan. Hari ini aku berniat melatih Sasuke melempat kunai." Jawab Itachi

"Hn." Balas Fugaku ambigu

'Tousan benar-benar tidak ingat apapun mengenai tadi malam.' Batin Itachi lega

Bersama Kurama dan Naruto yang tengah menyusuri jalanan Konoha untuk ke akademi hingga mereka berpapasan dengan Shisui

"Selamat pagi Naruto, Uzumaki-san." Sapa Shisui dengan senyum ramahnya

"Pagi." Jawab Kurama dan Naruto bersamaan

"Wajahmu terlihat menakutkan. Terjadi sesuatu sebelum kamu ke sini?" tanya Kurama

"Ah tidak. Hanya mimpi buruk." Dusta Shisui

"Hoooh mimpi buruk. Seperti apa? Apa tubuhmu yang dicabik-cabik oleh sekumpulan rubah liar?" tanya Kurama dengan seringai rubah liciknya

"Niichan." Tegur Naruto

"Baiklah. Maaf." Ucap Kurama setengah hati

"Tidak. Bukan mimpi yang seperti itu." Elak Shisui bersweatdrop ria

"Daripada membahas mimpi. Shisui-san ingin kemana?" tanya Naruto mengganti topik pembicaraan

"Oh aku ingin menemui Sandaime. Aku ingin melaporkan misi yang kemarin aku terima." Jawab Shisui sedikit ragu

"Melapor? Bukankah baru kemarin Shisui-san menerima misi? Apa misinya mudah dan hanya butuh waktu sehari?" tanya Naruto penuh rasa penasaran

"Bisa dibilang begitu. Ada bantuan tidak terduga kemarin, jadi misiku selesai lebih cepat." Jawab Shisui jujur

"Bantuan? Uchiha sepertimu menerima bantuan?" tanya Kurama mencibir yang mendapat teguran dari Naruto berupa cubitan dipinggangnya

"Ya. Itachi datang membantu." Jawab Shisui yang tentu saja berbohong

"Eh? Itachi-san?" beo Naruto yang dibalas anggukan kecil dari Shisui

"Kenapa yang melapor hanya Shisui-san? Jika Itachi-san membantu bukankah juga harus ikut melapor?" tanya Naruto lagi-lagi penasaran

"Tidak. Saat kita menyelesaikan misi bersama orang lain, kita tidak perlu melapor bersama orang itu. Cukup seorang saja yang melapor dan biasanya adalah pemimpin dalam misi itu. Dan kebetulan misi kemarin adalah misi untukku seorang dan Itachi hanya secara tidak sengaja ada di tempat itu dan membantuku." Jelas Shisui

"Hmmh. Ternyata jika menjalankan misi secara berkelompok tidak perlu semua ikut melapor." Gumam Naruto yang cukup terdengar oleh Kurama dan Shisui

"Ya. Begitulah. Kalau begitu aku pergi dulu ya. Selamat belajar." Pamit Shisui lalu kembali melangkah menuju ke ruang kerja Hokage

Di ruang kerja Hokage terlihat Sandaime tampak membaca laporan yang dituliskan oleh Shisui tadi malam

"Tidak kusangka mereka sepakat untuk membatalkan kudeta. Tapi kemana perginya sebagian kepala keluarga?" tanya Sandaime saat tidak melihat keterangan tentang kepala keluarga yang mengilang dalam laporan tertulis itu

"Saya sendiri tidak tau. Tapi mereka mengatakan akan mencari kebenaran dibalik kedudukan Nidaime yang seharusnya dipegang oleh Uchiha Madara." Dusta Shisui

"Begitukah? Apa menurutmu mereka akan merencanakan kudeta lagi setelah berhasil menemukan kebenarannya?" tanya Sandaime

"Saya tidak yakin namun saya percaya mereka tidak akan pernah merencanakan kudeta lagi." Jawab Shisui yakin

"Baiklah. Misimu dan Itachi telah berhasil. Aku memberimu dan Itachi cuti untuk beberapa hari." Ucap Sandaime

"Terimakasih. Saya permisi." Pamit Shisui lalu menghilang dalam kepulan asap shunshinnya

Politik klan Uchiha mulai membaik sejak hari itu dan Itachi juga Shisui sedikit merasa lega dengan perubahan pemikiran para Uchiha yang keduanya pikir terlalu angkuh dan arogan. Ya semuanya berkat Madara dan Izuna yang muncul malam itu untuk mencegah kudeta para Uchiha kepada Hokage. Tapi Itachi dan Shisui juga belum bisa tenang dengan kemunculan Madara juga Izuna, ditambah dengan fakta bahwa mereka tidak tau efek samping yang mereka terima dari fuuinjutsu malam itu seperti yang dikatakan oleh Izuna

BERSAMBUNG...

Terimakasih telah menunggu chapter ini up

Untuk senpai dan hanny saya juga ingin minta maaf karena untuk sementara saya tidak bisa dihubungi sebab saya dilatih ayah saya untuk menjalankan bisnis

Semoga chapter ini memuaskan dan menambah rasa penasaran readers tercinta

Matta raishuu