Saatnya balasan review
DekhaPutri
Q : Huwoh! Huwoh! Aku baru tahu kalau ada fic seperti punyamu, Author *plak*. Dari ch 1 aku udah tertarik sampe ch 4 kemaren, dan ternyata hari ini update. Ada beberapa hal yg membuatku mungkin ga merasa nyaman, entah apa itu. Seperti ada sesuatu yg janggal. Ato jumlah kalimat dalam 1 paragraf yg lumayan panjang ya? Tapi, yoweslah, lupakan. Semangat oke?!
A : Terimakasih, senpai. Ehehe, sengaja saya bikin narasinya agak panjang. Beberapa bagian juga banyak percakapannya sih. Tapi narasinya cukup penting kok. Semangat buat kita semua!
koro-sensei
Q : keren abis nih ff. tapi masih ada beberapa tipo. itu yang jadi madara sama izuna itu kurama dan naruto kah? lanjut terus gan. nrufufufu
A : Makasih gan. Iya saya nyadar masih ada typo di sana-sini. Chapter ini bakal ngejawab kok gan. Selalu gan
hanny
Q : good luck ya kou... jangan nyusah in ortu kmu yaaa...
A : Siap, senpai!
Sebelumnya di Different Path
Politik klan Uchiha mulai membaik sejak hari itu dan Itachi juga Shisui sedikit merasa lega dengan perubahan pemikiran para Uchiha yang keduanya pikir terlalu angkuh dan arogan. Ya semuanya berkat Madara dan Izuna yang muncul malam itu untuk mencegah kudeta para Uchiha kepada Hokage. Tapi Itachi dan Shisui juga belum bisa tenang dengan kemunculan Madara juga Izuna, ditambah dengan fakta bahwa mereka tidak tau efek samping yang mereka terima dari fuuinjutsu malam itu seperti yang dikatakan oleh Izuna
Saya ingin mengakui Naruto sebagai milik saya
Tetapi sepertinya bang Kishi tidak mengijinkan
Saya masih pemula dan masih perlu kritik dan saran yang membangun
Sekali lagi 1 tahun telah berjalan dengan begitu cepat bersama dengan Madara dan Izuna yang semakin sering menampakan diri di kompleks klan Uchiha
Kakak beradik itu sesekali mengadakan pertemuan dengan para tetua dan pemimpin keluarga di Uchiha untuk membimbing mereka kearah yang lebih baik lagi. Selain itu Madara dan Izuna selalu muncul disaat Kurama dan Naruto tidak ada yang tentu saja membuat Shisui dan Itachi berpikir bahwa keduanya menyamar menjadi sosok Madara dan Izuna. Seperti saat ini Shisui dan Itachi tengah duduk santai di pahatan wajah Shoudaime
"Itachi. Apa kamu berpikir seperti apa yang aku pikirkan tentang Madara-sama dan Izuna-sama?" tanya Shisui menatap kosong lampu-lampu perumahan
"Ya. Aku berpikir bahwa Madara-sama dan Izuna-sama adalah Kyuunoki-san dan Naruto-sama. Beberapa bulan ini aku menyadari bahwa setiap Madara-sama dan Izuna-sama muncul, pasti Kyuunoki-san dan Naruto-sama tidak ada di apartemen. Dan sebulan ini aku selalu mencari keberadaan keduanya begitu Madara-sama dan Izuna-sama hadir." Jelas Itachi yang juga menatap kosong lampu-lampu perumahan
"Bagaimana jika kita mengundang Kyuunoki-san dan Naruto-sama saat Madara-sama dan Izuna-sama berkunjung?" usul Shisui menatap Itachi dan Itachi menatap balik
"Ide bagus. Tapi, bisa jadi mereka menggunakan bunshin lalu menggunakan kawarimi secara bersamaan." Jawab Itachi
"Kamu benar. Tapi kita tidak akan tau jika kita tidak mencobanya 'kan?" tanya Shisui
"Ya. Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali." Jawab Itachi
Bersama dengan Kurama dan Naruto
Keduanya terlihat tengah duduk santai disamping ranjang dan bersandar ditepian ranjang. Naruto tengah membaca sebuah gulungan yang bertuliskan mengenai fuuinjutsu. Sedangkan Kurama hanya duduk diam menatap jendela yang dibiarkan terbuka juga menampakan perbukitan wajah para Hokage
"Si mata kucing dan si keriput itu sedang membicarakan kita di patung wajah bodoh Senju itu." Ucap Kurama cukup pelan
"Darimana niichan tau kalau Shisui-san dan Itachi-san ada disana?" tanya Naruto tanpa menoleh dan masih fokus pada apa yang dibacanya, begitu pula Kurama yang masih fokus pada apa yang dilihatnya
"Kheh! Sudah berapa lama kamu mengenalku? Mata, telinga dan hidungku ini sangat tajam dan dengan jarak seperti ini aku bisa melihat sampai ke bukit wajah orang-orang bodoh itu dengan jelas. Dan aku melihat si mata kucing dan si keriput itu bicara tetang Madara dan Izuna. Mereka berpikir kita adalah Madara dan Izuna." Jelas Kurama panjang lebar untuk pertama kalinya dengan nada yang kelas
"Baiklah. Kita hentikan saja perdebatannya. Jadi apa yang akan kita lakukan?" tanya Naruto yang masih fokus pada bacaannya
"Bagaimana jika kita membuat `sedikit kekacauan` di kompleks klan para tukang peniru itu?" Usul Kurama dengan seringai sadis membuat Naruto mengalihkan fokusnya pada Kurama
"Jangan macam-macam. Aku tidak ingin jiijii mengawasi kita lagi seperti pertama kali niichan tinggal denganku. Itu benar-benar membuatku tidak nyaman." Tolak Naruto cukup tegas
"Aku hanya mengusulkan. Jangan protes seperti itu." Balas Kurama dan Naruto kembali pada bacaannya
"Apa yang mereka rencanakan?" tanya Naruto
"Mereka ingin mengundang kita ke kompleks mereka dan memastikan bahwa Madara dan Izuna adalah aku dan kamu atau bukan. Meski si keriput itu menduga bahwa kita akan menggunakan bunshin dan kawarimi saat datang nantinya." Jelas Kurama
"Kalau begitu kita ikuti saja apa yang menjadi rencana mereka. Bukan kita juga yang menyamar menjadi Madara dan Izuna. Untuk apa khawatir tentang itu?" jawab Naruto santai
"Siapa juga yang khawatir dasar bocah kuning. Aku hanya ingin tau pendapatmu." Balas Kurama kesal
"Ya terserah niichan saja. Tapi hanya 1 hal yang aku inginkan." Jawab Naruto
"Apa?" tanya Kurama singkat bersamaan dengan Naruto yang menatap Kurama
"Jangan memancing mereka lebih dalam lagi." Jawab Naruto serius
"Apa maksudmu?" tanya Kurama tidak mengerti
"Niichan ingat beberapa bulan lalu niichan terlalu banyak memprovokasi mereka dengan panggilan yang niichan berikan pada mereka? Dengan sikap niichan itu benar-benar membuatku pusing karena harus menenangkan mereka. Itupun dengan bantuan Shisui-san dan Itachi-san." Jelas Naruto
"Ohh itu. Baiklah, aku akan mencoba menjaga sikapku." Balas Kurama
"Harus!" tegas Naruto
"Iya, aku akan menjaga sikapku saat bertemu dengan mereka!" jawab Kurama mulai kesal
"Bagus." Balas Naruto dengan senyum puasnya
Esok harinya Naruto berangkat ke akademi diantar oleh Kurama seperti biasa dan saat diperjalanan menuju akademi, keduanya bertemu dengan Shisui yang tampak sengaja menunggu mereka di tepi jalan yang selalu mereka lewati jika mereka ke akademi. Terlihat Shisui yang melambaikan tangannya pada Naruto dan Kurama dengan senyum lebar yang tercetak di bibir Shisui yang mengundang kenyitan heran dari Naruto dan Kurama, karena untuk pertama kalinya Shisui tersenyum selebar itu
"Pagi Kyuunoki-san, Naruto!" sapa Shisui cukup bersemangat
"Ada apa denganmu? Apa kamu kerasukan setan?" tanya Kurama sinis dan sedikit geli dengan keanehan Shisui
"Pagi juga, Shisui-san." Jawab Naruto dengan cukup ramah
"Aku hanya senang saja hari ini Kyuunoki-san." Balas Shisui masih dengan senyum lebarnya
"Senang? Kenapa?" tanya Naruto penasaran meski sudah menduga apa yang akan menjadi jawabannya
"Aku diminta tetua klanku untuk mengundang kalian makan malam. Mereka ingin tau seperti apa sosok adik yang aku sayangi dan sosok pemuda yang aku kagumi. Dan dua orang itu adalah kalian. Aku sudang menganggap Naruto sebagai adikku dan Kyuunoki-san adalah sosok pemuda yang hebat. Bisa menghadapi orang-orang yang menganggu Naruto dengan sangat mudah." Jelas Shisui
'Sudah kuduga.' Pikir Naruto
'Berhati-hatilah menjawab undangannya itu.' Tegur Kurama dalam pikiran Naruto
"Tapi apa tidak apa-apa kami masuk ke kompleks perumahan Uchiha? Kami bukan Uchiha." Tanya Naruto dengan nada cemas
"Aku sudah bilang pada mereka bahwa kalian bukan dari Uchiha. Justru mereka yang memaksa ingin mengundangmu dan Kyuunoki-san. Apa kalian mau datang?" tanya Shisui pada akhirnya
"Kapan?" tanya Kurama singkat
"Minggu ini, tapi jika kalian bisa malam ini juga tidak masalah. Kami sudah membuat persiapan yang cukup dan bisa digunakan malam ini. Dan sepertinya akan ada pembicaraan penting yang akan mereka bicarakan denganmu Kyuunoki-san." Jelas Shisui
"Baiklah. Malam ini juga tidak masalah." Jawab Naruto dengan senyum kecil di bibirnya
"Bagus. Kalau begitu aku tunggu didepan gerbang kompleks Uchiha." Ucap Shisui dengan senang
Shisui segera kembali ke rumahnya atau lebih tepatnya menemui Itachi untuk membicarakan kembali rencana mereka tentang membongkar identitas Madara dan Izuna
Di akademi, Naruto terlihat duduk diam sambil menatap jendela, atau lebih tepatnya menatap langit yang sedikit mendung
'Hahh. Itachi-san selalu menaruh curiga tanpa pandang bulu. Bahkan padaku juga curiga. Kenapa mereka begitu tegang dengan masalah identitas Madara dan Izuna?' pikir Naruto tidak mengerti
"Oi!" seru sebuah suara dan sebuah tangan yang menepuk pelan pundak Naruto membuat Naruto sedikit tersentak
Naruto mengalihkan pandangannya dari langit pada orang yang telah mengejutkannya, yang tidak lain adalah Sasuke
'Tumben sekali Sasuke mau menyapa dulu.' Pikir orang-orang di kelas, termasuk Naruto
"Ada apa?" tanya Naruto
"Aku sudah memanggilmu dari tadi. Kamu melamunkan apa?" tanya Sasuke balik
"Bukan hal penting. Jadi, ada apa?" tanya Naruto lagi
"Tidak. Aku dengar kamu akan ke kompleks perumahanku, kalau kamu mau, kamu bisa kesana bersamaku sepulang akademi nanti." Tawar Sasuke
"Tidak, terimakasih. Aku akan kesana bersama niichan. Dan darimana kamu tau aku akan kesana?" tanya Naruto
"Niisan yang bilang dan memintaku untuk pulang bersama denganmu." Jawab Sasuke sedikit kesal mengingat permintaan seenaknya dari kakaknya itu
"Maaf, tapi aku akan kesana bersama niichan saja. Terimakasih sudah menawarkan diri." Tolak Naruto halus
"Tidak masalah." Balas Sasuke lalu kembali ke bangkunya
Saat jam makan siang, seperti biasa Naruto pergi ke atap disusul oleh Shikamaru dan Chouji. Naruto berbaring menggunakan kedua tangannya sebagai bantalan, begitu juga Shikamaru. Sedangkan Chouji seperti biasa memakan kripik kentang kesukaannya. Ketiganya akhir-akhir ini terlihat lebih akrab, apalagi jika mereka hanya bertiga di atap seperti ini, mereka bisa bicara dengan santai
"Benar kamu mau ke kompleks perumahan Uchiha?" tanya Shikamaru
"Ya, begitulah. Ada apa?" jawab sekaligus tanya Naruto
"Tidak ada apa-apa." Jawab Shikamaru
"Kami hanya berpikir bahwa kamu itu benar-benar akrab dengan klan Uchiha. Itu saja." Tambah Chouji
"Tidak juga. Tidak baik saling memusuhi, bukan? Yahh kuakui aku kurang suka dengan Uchiha, tapi tidak semua Uchiha itu kaku. Contohnya saja Itachi-san, Shisuii-san, Sasuke juga tidak terlalu kaku." Jelas Naruto singkat
"Mungkin juga." Balas Shikamaru malas
"Tapi, biar bagaimanapun, mereka tetaplah Uchiha. Sebuah klan yang menjunjung tinggi kekkei genkai mereka, sama seperti klan Hyuuga." Ucap Naruto pelan
"Apa kamu tidak suka klan yang seperti itu? Bukankah tiap klan memang membanggakan kekkei genkai mereka atau jutsu andalan mereka?" tanya Chouji
"Bukan begitu. Aku memaklumi hal yang seperti itu. Hanya saja untuk Uchiha dan Hyuuga, entah mengapa aku sedikit kurang suka. Tapi bukan berarti aku membenci mereka." Jawab Naruto
"Yahh, aku terlalu malas untuk membanggakan diri terhadap klanku. Itu terlalu merepotkan." Ucap Shikamaru
"Memangnya ada yang tidak merepotkan untukmu? Selain tidur dan bermalas-malasan tentunya." Balas Naruto sedikit mencibir
"Bukankah sama saja denganmu?" tanya Shikamaru
"Apa maksudmu?" tanya Naruto balik
"Kamu dari Uzumaki, kan? Yang aku tau Uzumaki itu adalah klan yang sangat ditakuti karena fuuinjutsu mereka. Kamu dan Kyuunoki-san berasal dari Uzumaki dan kalian tidak pernah sekalipun membanggakan klan kalian sendiri. Selain itu, kurasa alasannya bukan hanya untuk menyembunyikan diri. Apa aku salah?" terang Shikamaru
"...Kamu benar-benar dari Nara. Tidak, kamu tidak salah. Tapi juga tidak benar." Jawab Naruto
"Aku juga tidak terlalu suka membanggakan klanku, karena itu sepertinya terlalu merendahkan orang lain." Ucap Chouji
Malam harinya, Naruto menuju ke kompleks perumahan Uchiha bersama Kurama dan di depan gerbang sudah ada Shisui dan Itachi yang menyambut kedatangan mereka
"Kalian benar-benar datang." Sapa Shisui dengan senyum senangnya
"Selamat malam, Naruto-kun, Kyuunoki-san." Sapa Itachi dengan senyum ramahnya seperti biasa
"Ayo segera masuk." Ajak Shisui mengantarkan Naruto dan Kurama ke dalam
"Kalian tidak ikut?" tanya Kurama heran
"Kami ingin, tapi kami ditugaskan untuk berjaga." Jawab Itachi
"Lalu untuk apa kami kesini kalau kalian malah berjaga? Dan kenapa juga harus dijaga? Ini hanya makan malam, kan?" tanya Kurama mulai kesal
"Ada berubahan mendadak, dan kami tidak bisa membantah." Jawab Itachi tenang, sedangkan Shisui diam
Didalam ruang pertemuan khusus klan Uchiha
Disana sudah berkumpul para tetua dan kepala keluarga Uchiha berkumpul disana bersama Madara dan Izun juga ada Kurama dan Naruto
"Jadi kenapa aku dan bocah kuning ini juga dindang kedalam pertemuan sialan ini?" tanya Kurama sinis yang langsung mendapatkan cubitan peringatan dari bocah kuningnya
"Maafkan niichan. Niichan sedang dalam suasana hari yang buruk." ucap Naruto
"Tidak apa. Mungkin waktunya yang kurang tepat." jawab Izuna dengan senyum ramah
"Apanya yang tidak tepat? Si mata kucing dan si keriput itu mengajak makan malam! Bukan pertemuan semacam ini!" balas Kurama kesal yang kembali mendapat cubitan
"Berhenti mencubitku bocah kuning!" protes Kurama keras
Tiba-tiba sebuah kunai melesat dan mengenai pipi kiri Izuna hingga meninggalkan sebuah sayatan yang mengeluarkan cukup banyak darah. Izuna refleks menyentuh lukanya dan Madara juga yang lain termasuk Kurama berdiri. Madara merentangkan tangan kirinya didepan tubuh adiknya begitu juga Kurama yang merentangkan tangan kanannya didepan tubuh Naruto. Baik Madara dan Kurama bersiap melindungi adik mereka
"Siapa yang berani menyerang adikku?" murka Madara
"Niisama. Ini hanya luka kecil." ucqp Izuna mencoba menenangkan kakaknya
"Apa ruangan ini tidak dijaga dengan benar?" tanya Kurama tajam
"Tentu saja penjagaan rugangan ini sangat ketat. Dan penjaga ruangan ini tidak lain adalah Shisui dan putra sulungku, Itachi. Mereka adalah kebanggaan Konoha dan Uchiha." jawab Fugaku dengan penuh keyakinan
"Lalu kenapa ada kunai yang melesat kearah adikku? Atau kalian berniat mengkhianati kami? Apa aku benar?" Madara kembali murka
"Kami tidak akan mengkhianati siapapun terutama klan kami sendiri. Anda yang telah membangkitkan klan ini setahun yang lalu. Kami tidak akan pernah mengkhianati anda dan adik anda. Anda adalah panutan kami." tegas Fugaku
"Niisama. Aku yakin pasti ini bukan ulah mereka. Jadi tenanglah." ucap Izuna kembali mencoba menenangkan Madara
Shisui dan Itachi masuk dengan napas terengah
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Shisui setelah berhasil menormalkan kembali napasnya
"Apa yang terjadi?" tanya salah serang tetua
"Saat kami berjaga, kami merasakan seseorang yang bersembunyi cukup dekat dari tempat kami berjaga. Dan saat kami pergi untuk memastikan, seseorang memuat kami tertidur." jelas Itachi singkat
"Kalian melihat siapa yang membuat kalian tertidur?" tanya Izuna yang dibalas dengan gelengan kecil dari Shisui dan Itachi pertanda mereka menyesal
"Baiklah. Aku dan bocah kuning akan keluar. Sepertinya tempat ini kurang aman." ucap Kurama
"Maafkan kami Kyuunoki-san." ucap Shisui penuh penyesalan
"Tunggu. Bukankah lebih baik kita mencari orang itu? Mereka pasti akan datang lagi." usul Naruto
"Bocah ingusan sepertimu tidak perlu ikut campur. Turuti saja perintahku." tegas Kurama lalu mencengkram lengan kiri Naruto kemudian menghilang dalam kepulan asap merah kekuningan
Terdengar helaan napas Izuna membuat semua kepala menoleh kearahnya
"Aku tidak tau apa yang terjadi. Tapi apakah kalian harus melalakukan ini?" tanya Izuna membuat Shisui tersentak samar-samar
"Apa maksudmu?" tanya Madara
"Tidak. Bukan apa-apa. Lebih baik kita temui Kyuunoki-kun dan Naruto-kun." jawab Izuna
"Kalian saling kenal sebelum ini?" tanya Itachi
"Ya. Beberapa hari yang lalu. Ada apa?" jawab sekaligus tanya Izuna
"Tidak. Kupikir kalian tidak ingin bertemu orang-orang Konoha selain Uchiha." jawab Itachi
"Karena mereka adalah Uzumaki." jawab Madara dengan seringai penuh arti
Ucapan dan seringai di bibir Madara membuat Uchiha lainnya tidak termasuk adiknya mengernyit bingung dan penasaran. Tapi mereka tidak bertanya atau berucap sepatah katapun. Lalu Madara dan Izuna menyusul Naruto juga Kurama bersama dengan Shisui yang memaksa untuk ikut, karena dirinya takut Naruto akan marah padanya
Shisui tau Naruto bukan anak yang bodoh, Naruto anak yang pintar dan Naruto pasti tau ada yang salah dengan insiden tadi. Madara sendiri tampak tidak peduli, sedangkan Izuna hanya menghela napas pasrah begitu Shisui memaksa ingin ikut menemi duo Uzumaki itu. Dan disinilah mereka, di pahatan patung Sandaime
"Apa lagi yang kalian inginkan?" tanya Kurama sinis
"Aku mewakili seluruh Uchiha yang hadir dan menjaga ruangan itu meminta maaf, karena sudah membuat kalian tidak nyaman." Jawab Izuna penuh penyesalan
"Kheh! Untungnya bukan Naruto yang menjadi sasaran." Sinis Kurama
"Apa kamu bilang? Biarpun kamu itu Uzumaki, tapi kelakuanmu yang menyebalkan ini bisa membunuhmu! Dan apa? Untungnya? Jadi, maksudmu lebih baik adikku yang terkena serangan itu daripada Naruto? Begitu?" murka Madara
"Niisama. Tenanglah. Kita menemui mereka untuk meminta maaf, bukan untuk bertengkar." Izuna mencoba menenangkan kakaknya
"Hahh. Niichan juga. Niichan sudah berjanji untuk menjaga sikap saat ada disana. Kendalikan emosimu itu. Jangan memula permusuhan lagi." Tegur Naruto pada Kurama
"Cih! Jika itu maumu. Tapi jika sampai hal ini terulang. Jangan salahkan aku akan terjadi peperangan antara Uzumaki dan Uchiha." Ancam Kurama
"Kamu mendeklarasikan perang? Baiklah, aku tidak akan mundur." Balas Madara
"Niisama. Jangan memulai lagi." Tegur Izuna
Shisui hanya menjadi penonton, hanya menyaksikan pembicaraan antara kakak-adik Uzumaki dan Uchiha. Tapi wajah Shisui menunjukan rasa bersalah yang besar dan Naruto menyadari hal itu, hanya saja Naruto memilih untuk diam, menunggu Shisui mengucapkan sesuatu. Sayangnya Shisui terlalu larut dalam rasa bersalahnya, hanyut dalam mencari alasan atas keputusan yang telah diambilnya
"...Hahh. Tidak ada yang perlu disalahkan dan tidak perlu juga minta maaf. Yang tadi itu hanya insiden kecil dan tidak ada yang menjadi korban. Izuna-san juga tidak terluka parah, hanya goresan kecil. Nyawanya tidak terancam." Ucap Naruto bijak
"Naruto-kun benar. Aku tidak apa-apa. Luka seperti ini akan segera sembuh. Jadi, masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan." Tambah Izuna
"Kalau tidak ada yang dibicarakan lagi, kami ingin undur diri. Aku mulai mengantuk." Ucap Naruto
"Hmh. Sudah terlalu larut sepertinya. Kalau begitu pulanglah dan segera tidur. Anak-anak perlu tidur yang cukup." Balas Izuna
"Kalau begitu, selamat malam." Pamit Naruto
Kurama langsung mengangkat tubuh kecil Naruto dan menghilang tanpa kepulan asap membuat Shisui sedikit terkejut dan kembali memfokuskan pikirannya
"Maafkan kelalaian kami." Ucap Shisui penuh penyesalan dan membungkukkan badannya
"Tidak apa. Kamu juga perlu istirahat. Pulang dan istirahatlah." Perintah Izuna
"Baik. Selamat malam." Pamit Shisui dan menghilang menggunakan shunshin khasnya
Madara hanya diam, sedangkan Izuna kembali menghela napas melihat wajah Shisui yang penuh penyesalan. Dan sejak awal Izuna tau apa yang direncanakan Shisui dan Itachi, tapi Izuna memilih untuk diam, tidak ingin membuat Shisui dan Itachi melakukan hal yang lebih jauh lagi dengan entah apa yang dipikirkan oleh kedua Uchiha muda itu. Madara juga sebenarnya tau, tapi karena adiknya hanya diam, Madara memilih untuk diam juga
BERSAMBUNG...
Terimakasih telah menunggu chapter ini up
Maafkan saya karena chapter ini cukup pendek daripada biasanya
Saya masih ada urusan keluarga yang belum terselesaikan. Ada banyak persiapan sebelum acaranya dimulai
Matta raishuu
