Saatnya balasan review

Vilan616

Q : owh pa mau buat hajatan or syukuran nie, hmm aq cukup lp dgn crt nie krn jrng updet cpt, tp tak apa sekali lagi bc dari awal ckp menyenangkan. Aq jg ckp senang krn penambahan wordy jd agak pnjang n lm crty, gy penulisan jg mash sama dgn yg trakhir aq bc, sopan, baku dan mudah dicerna, gak berbelit2 da pantas dbc oleh anak dbwh umur yg masih belajar kosa kata yg baik. Ckp sekian, maaf bila membosankan komeny

A : Hmmh. Hajatan dan syukuran itu seperti apa ya? Sebenarnya acara pertunangan. Tapi persiapannya memang membutuhkan banyak waktu. Tertimakasih sudah meluangkan waktu untuk mereview. Sebenarnya ada beberapa kata yang kurang pantas dan mungkin bisa dikatakan cerita saya menggunakan bahasa semi-formal, ada beberapa kata makian sebenarnya jika kata itu terhitung sebagai makian. Tidak membosankan, justru saya berterimakasih karena dengan begitu saya bisa menginstopeksi diri. Terimakasih


Annur Azure Fang

Q : lanjut gan

A : Siap gan


Paijo Payah

Q : Next dong ya.

A : Oke


Hanny

Q : apa sifat naru kedepannya akan terus seperti itu?

A : Hmmh? Seperti itu? Seperti apa ya? Mungkin sifat Naruto akan sedikit berbeda saat sudah menjadi genin nantinya. Karena menjadi genin juga memiliki risiko


Sebelumnya di Different Path

Madara hanya diam, sedangkan Izuna kembali menghela napas melihat wajah Shisui yang penuh penyesalan. Dan sejak awal Izuna tau apa yang direncanakan Shisui dan Itachi, tapi Izuna memilih untuk diam, tidak ingin membuat Shisui dan Itachi melakukan hal yang lebih jauh lagi dengan entah apa yang dipikirkan oleh kedua Uchiha muda itu. Madara juga sebenarnya tau, tapi karena adiknya hanya diam, Madara memilih untuk diam juga


Saya ingin mengakui Naruto sebagai milik saya

Tetapi sepertinya bang Kishi tidak mengijinkan

Saya masih pemula dan masih perlu kritik dan saran yang membangun


Lagi-lagi 1 tahun berjalan dengan sangat cepat dan sejak kejadian itu, Shisui masih dihantui oleh rasa bersalah, bahkan terkadang sangat gugup jika bertemu dengan Naruto. Shisui kecewa pada dirinya sendiri yang telah menghancurkan kepercayaan Naruto yang diberikan padanya dan Naruto sendiri juga mulai sedikit menjaga jarak dengan Shisui. Itachi sendiri juga merasa bersalah, karena beberapa hari setelah kejadian itu adiknya selalu bertanya apakah ada masalah dengan Naruto

Sebenarnya Sasuke tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi disekitarnya, tapi sebelumnya Naruto cukup ramah dengannya, tapi mulai seperti menjaga jarak setelah acara makan malam itu. Dan karena Sasuke tau kakaknya terlibat, Sasuke memutuskan untuk menanyakan apa yang terjadi saat acara makan malam itu yang sayangnya hanya dibalas dengan senyuman bersama 3 buah kata, 'tidak terjadi apapun'

Beberapa hari yang lalu usia Naruto telah genap menjadi 10 tahun yang hanya dirayakan bersama Kurama. Tapi akhir-akhir ini Naruto sulit memanggil Kurama karena sudah beberapa tahun ini Kurama terlalu lama berada diluar tubuh Naruto. Dan beberapa bulan lalu Kurama memutuskan untuk kembali kedalam tubuh jinchuuikinya karena tubuh Naruto semakin lemah dan Kurama perlu mengembalikan semua chakra Naruto dan miliknya yang terbuang untuk memanggil dirinya keluar dari tubuh Naruto

Kurama yang mulai jarang muncul membuat yang lain penasaran terutama Sandaime dan Sandaime memutuskan untuk memanggil Naruto bersama Kurama untuk bertanya. Karena Sandaime berpikir bahwa Kurama berencana untuk membawa Naruto keluar dari desa yang tentunya akan membuat Naruto harus menghadapi dunia luar yang sama sekali belum pernah Naruto lihat. Sandaime tidak bermaksud untuk menahan Naruto di desa, tapi karena identitas Naruto yang menjadi rahasia SSS-Rank membuat Sandaime sangat berhati-hati

Pagi ini sebelum pergi ke akademi, Naruto diminta untuk menemui Sandaime dan disinilah Naruto, berdiri didepan meja kerja Hokage, berhadapan dengan Sandaime. Sandaime memperhatikan Naruto sebelum angkat suara dan Naruto memilih diam, menunggu sang Sandaime berbicara, tapi Naruto tau Sandaime tengah memperhatikan dirinya, seperti sedang mencari sesuatu darinya

"Kamu tau alasanku memanggilmu ke sini?" tanya Sandaime tiba-tiba dengan masih memperhatikan Naruto

"Sama sekali tidak." Jawab Naruto

"Ini mengenai Kyuunoki-kun." Ucap Sandaime

"Ada apa dengan niichan?" tanya Naruto penasaran

"Akhir-akhir Kyuunoki-kun jarang sekali bersamamu. Apa dia mulai bepergian tanpamu?" tanya Sandaime

"Entahlah. Niichan tidak mengatakan apapun padaku. Tapi sepertinya memang ada urusan yang harus segera diselesaikan." Jawab Naruto lancar

Sandaime tidak membalas dan kembali memperhatikan Naruto yang masih berdiri dihadapannya. Sandaime menyadari bahwa rambut Naruto sedikit lebih panjang dari terakhir kali melihatnya dengan cermat, hampir menyamai ayahnya, Yondaime. Dan untuk itu benar-benar membuat Sandaime mengingat kembali saat-saat Yondaime begitu antusias dan khawatir tentang kelahiran Naruto. Sedikit pula Sandaime mengingat sosok Kyuunoki dari diri Naruto, ekspresi Naruto sedikit mirip dengan Kyuunoki

Membicarakan soal Kyuunoki, Sandaime baru menyadari bahwa Kyuunoki benar-benar mirip dengan Yondaime, bagaikan pinang dibelah 2, tidak termasuk warna mereka tentunya. Yahh, sejak pertama kali bertemu juga sempat terpikirkan hal itu, tapi Sandaime tidak terlalu memikirkan masalah itu. Naruto yang menyadari bahwa Sandaime kembali memperhatikannya membuatnya sedikit risih diperhatikan seperti itu

"Ada apa?" tanya Naruto kurang nyaman

"Ah maaf. Kamu boleh pergi. Sebentar lagi masuk, kan?" tanya Sandaime dan Naruto mengangguk

"Kalau begitu aku pergi." Pamit Naruto

Naruto pergi meninggalkan Sandaime yang tampak tenggelam dalam lamunannya. Ada hal lain yang disadari Sandaime sejak kemunculan Kyuunoki, yaitu chakra Naruto yang banyak berkurang tanpa diketahui penyebabnya, setidaknya untuk orang lain, tapi Naruto dan Kurama tau alasan chakra Naruto berkurang. Tapi sejak Kyuunoki jarang muncul bersama Naruto, chakra Naruto perlahan kembali normal dan Sandaime memyimpulkan bahwa Kyuunoki yang menyebabkan berkurangnya chakra Naruto

Tentu saja hal itu semakin membuat Sandaime semakin cemas dengan keberadaan Kyuunoki yang menurutnya akan membahayakan Naruto. Meski tidak terlihat dengan jelas, tapi Sandaime benar-benar menganggap Naruto sebagai cucunya sendiri

"Cari tau tentang keberadaan Kyuunoki-kun." Perintah Sandaime pada salah satu ANBU yang bersiaga disekitarnya

Beralih bersama Naruto yang sudah ada di kelasnya dan duduk tenang dibangkunya bersama Shikamaru disamping kanannya dan Chouji disamping kirinya

"Ada urusan apa kamu bertemu dengan Sandaime?" tanya Shikamaru malas, tapi bisa Naruto dengar nada penasaran didalamnya

"Bukan hal penting. Hanya menanyakan kemana niichan pergi." Jawab Naruto

"Aku juga penasaran. Akhir-akhir ini Kyuunoki-san jarang kelihatan bersamamu." Timpal Chouji, sedangkan Shikamaru menatap Naruto dengan tatapan yang sangat sulit diartikan, tatapannya terlihat malas, tapi ada sesuatu yang lain jika diperhatikan dengan lebih teliti

'Kurasa si rusa kepala nanas itu semakin tajam saja tentang hubunganmu denganku. Lihat saja mata kuachi malas itu.' Ucap Kurama tiba-tiba

'Shikamaru itu dari Nara. Tidak heran jika dia menyadari sesuatu. Mungkin aku bisa bicara dengannya nanti.' Balas Naruto dalam hati

'Kamu ingin memberitau si rusa kepala nanas itu? Semuanya?' tanya Kurama tidak percaya

'Yahh, sekalian meringankan sedikit beban. Terlalu banyak yang disembunyikan akan membuat kita semakin lelah juga.' Jawab Naruto

'Asalkan si rusa kepala nanas itu bisa menjaga rahasia dengan benar. Aku tidak masalah dengan itu.' Ucap Kurama dan kembali tidur

'Tengan saja. Aku percaya pada Nara. Mereka lebih bisa dipercaya daripada yang lain.' Jawab Naruto

'Kuharap kamu benar.' Balas Kurama

'Tapi, karena Shikamaru adalah bagian dari Nara, tentu saja ayah atau bahkan ibunya pasti tau apa yang terjadi pada anak mereka, kan? Karena itu aku ingin mencoba agar hanya Shikamaru satu-satunya Nara yang tau. Tapi, jika tidak, aku tidak keberatan berbagi dengan Nara senior.' Terang Naruto

'Sesukamu saja. Tapi aku peringatkan, jangan terlalu percaya. Kamu tidak ingin pada akhirnya dikhianati, kan?' tanya Kurama

'Tentu saja. Serahkan padaku.' Jawab Naruto tegas

"Shikamaru. Bisa kamu ke apartemanku bersama sepulang akademi nanti? Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan." Tanya Naruto

"Chouji?" tanya Shikamaru ambigu

"Uhmm, maaf. Aku hanya ingin bicara denganmu." Jawab Naruto

"Kamu tidak apa-apa pulang sendiri, kan?" tanya Naruto beralih pada Chouji yang menggangguk sambil memakan kripik kentang kesukaannya sebagai jawaban

Sesuai permintaan Naruto, Shikamaru ikut pulang ke apartemen Naruto. Tentunya setelah Shikamaru berpamitan pada orangtuanya, karena sepertinya Shikamaru akan mengingap di aparteman Naruto. Dan disinilah Shikamaru, duduk bersama Naruto di meja makan dengan 2 gelas coklat hangat dan cemilan yang tentu saja buatan Naruto sendiri

"Tidak kusangka kamu bisa membuat makanan ringan seperti ini." Ucap Shikamaru dengan nada memuji setelah menyesap coklat hangatnya dan cemilan didepannya

"Tidak sulit untuk mengikuti apa yang tertulis." Jawab Naruto

"Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Shikamaru

"Sebelum itu..." ucap Naruto menggantung dan merapas segel tangan dengan cepat

"Fuuin : Sairento." Lanjut Naruto diakhir rapalan segel tangan

"Fuuin?" beo Shikamaru terkejut

"Ya. Bisa dibilang aku cukup ahli dalam fuuinjutsu, tapi untuk beberapa alasan, aku harus menyembunyikan masalah ini." Jawab Naruto

"Lalu?" tanya Shikamaru

"Aku tau kamu menyadari sesuatu tentang aku dan niichan." Jawab Naruto tenang

"Ya. Jujur saja, sejak Kyuunoki-san di Konoha, samar-samar aku merasa chakramu tersedot dan aku butuh konsentrasi yang cukup tinggi untuk merasakan chakramu. Dan akhir-akhir ini chakramu mulai kembali seperti semua, tapi disaat yang bersamaan Kyuunoki-san mulai jarang terlihat." Terang Shikamaru

"Hmmh. Benar-benar keturunan Nara. Shikamaru, niichan bukan dari Uzumaki, terlebih juga bukan shinobi." Ucap Naruto

"Lebih jelasnya?" tanya Shikamaru

"Kamu tau bijuu?" tanya Naruto balik dan Shikamaru mengangguk kecil

"Aku pernah membaca tentang bijuu. Ada 9 bijuu yang memiliki jumlah ekor yang berbeda-beda. Dari 1 ekor hingga 9 ekor. Dan yang paling kuat diantara mereka adalah si ekor 9, Kyuubi no..." ucap Shikamaru terhenti begitu menyadari sesuatu dan Naruto lebih memilih diam, menunggu apa yang akan dikatakan oleh Shikamaru

"Kyuunoki...Kyuubi no Kitsune. Maksudmu, Kyuunoki-san adalah Kyuubi no Kitsune? Bagaimana bisa?" tanya Shikamaru

"5 tahun lalu saat aku demam tinggi, tanpa sengaja aku masuk ke alam bawah sadarku dan bertemu dengan niichan. Niichan menceritakan apa yang terjadi saat penyerangannya itu dan semuanya bukan salah niichan. Ada seseorang yang mengaku sebagai Uchiha Madara mengambil kendali tubuh niichan dan menyerang Konoha. Tapi ayahku berhasil menggagalkannya dan menyegelnya kedalam tubuhku. Uzumaki memang terkenal akan chakra mereka yang hampir tidak terbatas, tapi tubuh kami tidak akan mempu lagi menampung bijuu jika setelah proses melahirkan dan bijuu itu telah berhasil keluar. Karena itulah, ibuku sudah tidak mampu lagi menampung Kyuubi dan pada akhirnya ayahku memutuskan untuk menyegelnya kedalam tubuhku mengingat bijuu sangat mustahil untuk dibunuh oleh shinobi seperti kita. Oh, dan tubuh yang digunakan sebagai penjara bijuu disebut jinchuuriki." Jelas Naruto

'Tunggu. Ayahnya? Yang saat itu melawan Kyuubi adalah Sandaime dan Yondaime, yahh meski sepertinya Sandaime tidak berbuat banyak. Aku sangat meragukan kalau Sandaime adalah ayahnya, tapi Yondaime...tunggu, aku tidak tau seperti apa Yondaime. Memang ada patung wajahnya, tapi aku tidak tau seperti apa warnanya. Dan semua tentang Yondaime dirahasiakan, tidak ada 1 bukupun yang memberikan keterangan tentang kehidupan Yondaime secara lengkap. Bahkan tidak ada foto Yondaime di buku-buku sejarah Konoha. Satu-satunya yang memiliki foto Yondaime hanya Hokage sendiri. Dan jika aku tidak salah, sepertinya terpajang dikantor Hokage. Tapi aku tidak pernah masuk kantor Hokage. Jangan-jangan...' Shikamaru tenggelam dalam pikirannya dan Naruto sendiri kembali diam, memperhatikan diamnya Shikamaru dengan gaya berpikir ala detektif

"Bagaimana? Sudah mendapat titik terang?" tanya Naruto tiba-tiba membuat Shikamaru tersentak kecil

"Yahh, begitulah. Tapi kenapa kamu membicarakan ini padaku? Bukankah informasi semacam ini sudah termasuk pada rahasia SSS-rank?" tanya Shikamaru

"Karena aku percaya padamu." Jawab Naruto singkat dan tegas membuat Shikamaru sedikit tersentak kaget

"Tapi kenapa?" tanya Shikamaru lagi

"Kupikir akan sedikit lebih baik kalau aku berbagi pada seseorang. Mungkin aku sudah tidak tahan lagi dengan semua rahasia yang kusimpan. Atau justru aku mulai bosan dengan permainan ini. Permainan yang bahkan aku yang memulainya." Jawab Naruto mendongak dan menatap langit-langit apartemennya

"Naruto. Bisa aku menanyakan beberapa pertanyaan padamu?" tanya Shikamaru yang dibalas anggukan singkat dari Naruto

"Darimana kamu belajar tentang fuuinjutsu? Bagaimana kamu bisa mengeluarkan Kyuuno- maksudku Kyuubi? Bahkan dengan wujud manusia." Tanya Shikamaru

"...Aku belajar dari gulungan-gulungan yang diberikan oleh jiijii juga buku yang kupinjam dari perpustakaan Konoha. Tapi gulunga-gulungan yang diberikan oleh jiijii tidak ada yang menuliskan tentang fuuinjutsu, karena itu aku meminjam buku di perpustakaan. Niichan membantuku memperlajari semua jutsu-jutsu di gulungan dan buku yang kuperlajari. Jutsu-jutsu itu termasuk jutsu yang kugunakan untuk mengeluarkan niichan dari dalam tubuhku. Tapi tidak dalam artian bebas, niichan masih ada didalam tubuhku." Jelas Naruto

Naruto tidak menjelaskan secara detil, tapi Naruto yakin bahwa Shikamaru bisa menebak dengan benar seperti apa cerita lengkapnya. Dan Shikamaru kembali berpikir, mencerna apa yang Naruto jelaskan padanya. Shikamaru tau Naruto tidak menceritakan semuanya, tapi dirinya berpikir bahwa Naruto sengaja melakukan itu untuk membuat dirinya menebak semua kemungkinan yang terjadi dalam cerita Naruto

"Jiijii yang kamu maksud itu Sandaime, kan?" tanya Shikamaru yang dibalas dengan anggukan singkat Naruto

"Jika Sandaime memberikan semua jenis gulungan, kecuali fuuinjutsu, itu artinya Sandaime tidak ingin kamu mempelajari fuuinjutsu mengingat Kyuubi ada dalam tubuhmu. Dan Sandaime tidak tau sama sekali tentang kamu yang telah mempelajari fuuinjutsu dan semua jutsu dalam gulungan-gulungan itu, termasuk tentang Kyuubi yang menyamar menjadi Kyuunoki-san?" tanya Shikamaru yang lagi-lagi dibalas dengan anggukan

Shikamaru menghempaskan punggungnya pada sandaran kursi dan menghela napas cukup keras sambil menggumamkan kata favoritnya 'mendoukusai'. Sedangkan Naruto dengan tenang menyesap kembali coklat hangatnya yang mulai mendingin sambil melirik Shikamaru dari balik gelasnya. Dan bisa Naruto lihat Shikamaru tengah menatap langit-langit apartemannya

"Ini memang mereportkan. Tapi aku akan tutup mulut." Ucap Shikamaru tiba-tiba

"Terimakasih." Jawab Naruto dengan senyum kecilnya

"Ya, sama-sama." Balas Shikamaru

"Cukup untuk hari ini. Lain kali aku akan bicara lebih jelasnya padamu. Atau mungkin jika sesuatu terjadi." Ucap Naruto sambil membuat 1 segel tangan dan melepaskan fuuinjutsunya tadi

"Hahh. Hari yang melelahkan." Keluh Naruto menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi

"Hei, Naruto." Panggil Shikamaru yang sudah menegakan kembali badannya begitu juga Naruto yang langsung menegakan badannya menatap Shikamaru

"Besok 'kan tidak masuk akademi. Bagaimana kalau kamu main ke rumahku? Kurasa ibu dan ayahku tidak keberatan." Tawar Shikamaru

"Baiklah." Jawab Naruto sambil membereskan meja makan dan mencuci gelasnya dan Shikamaru

"Kamu bisa tidur di ranjang. Ranjangku cukup untuk kita berdua." Ucap Naruto mengeringkan kedua tangannya dengan sapu tangan

Dan keduanya tidur dengan tenang, tanpa ada yang mengganggu. Dan begitu matahari telah menyambut mereka, Naruto dan Shikamaru segera bersiap untuk pergi ke rumah- atau lebih tepatnya ke kediaman Nara, tentunya setelah keduanya selesai sarapan

"Tadaima." Salam Shikamaru yang langsung disambut oleh ibunya, Yoshino

"Okaeri- oh, ada tamu. Ayo cepat masuk. Apa kalian sudah sarapan?" tanya Yoshino

"Ya. Kami sarapan dulu sebelum kesini." Jawab Shikamaru

"Selamat pagi, Nara-san." Sapa Naruto sopan

"Panggil basan saja. Namamu siapa?" tanya Yoshino dengan senyum ramah meski sudah tau siapa Naruto sebenarnya

"Uzumaki Naruto. Salam kenal, basan." Jawab Naruto dengan senyum simpul

"Ah Naruto-kun ya. Maaf jika anak basan merepotkanmu tadi malam." Ucap Yoshino

"Tidak. Justru aku yang membuat Shikamaru repot." Balas Naruto

"Ya. Kamu itu orang paling merepotkan yang pernah aku temui." Timpal Shikamaru malas

Yoshino mengiring anak tunggal dan teman putranya itu ke ruang keluarga yang ternyata disana sudah ada sang kepala keluarga, Shikaku yang tengah bersantai sambil minum teh. Shikaku tersentak kaget begitu melihat sosok Naruto masuk kesana bersama dengan putranya dan istrinya. Shikaku menatap istrinya yang dibalas dengan anggukan kecil

"Selamat pagi, Nara-sama." Sekali lagi Naruto menyapa

"Pagi. Kamu Naruto?" tanya Shikaku yang dibalas anggukan kecil

"Hmmh. Shikamaru banyak bercerita tentangmu, Naruto-kun. Dan tolong panggil saja jisan." Ucap Shikaku membuat Naruto menoleh pada Shikamaru dengan tatapan heran, sedangkan Shikamaru menatap ayahnya dengan tatapan protes khasnya

"Tenang saja, Shikamaru tidak menceritakan hal buruk tentangmu." Sambung Shikaku

"Jangan pernah dengarkan ocehan ayahku, Naruto." Bisik Shikamaru cukup keras, dengan sengaja pastinya yang sukses mendapatkan sebuah jitakan `sayang` dari sang ibu

"Jangan bicara begitu!" tegur Yoshino dan Shikamaru mengusap kepalanya yang menjadi sasaran jitakan tadi

"Kalau begitu aku akan bawakan makanan ringan." Lanjut Yoshino

"Bisa aku bantu? Aku ingin mencoba membuat sesuatu sebenarnya." Tanya Naruto

"Hmmh? Kamu bisa memasak? Membuat makanan ringan?" tanya Yoshino penasaran yang dibalas dengan anggukan dari Naruto

Yoshino dan Naruto segera ke dapur, meninggalkan duo Shika itu di ruang keluarga. Shikamaru duduk berhadapan dengan ayahnya yang kini terlihat serius dan Shikamaru tau bahwa dirinya akan segera diinterogasi oleh ayahnya mengenai Naruto. Tentu saja Shikamaru tau ayahnya tidak akan memandang Naruto sebelah mata mengingat klan Nara adalah klan yang jenius, pasti bisa membedakan antara Naruto dan Kyuubi

"...Kamu tau apa yang ingin kutanyakan, bukan?" tanya Shikaku

"Yahh, pertanyaan-pertanyaan yang merepotkan. Tapi aku tidak bisa menceritakan detilnya. Karena aku tau pasti oyaji sudah tau." Jawab Shikamaru dengan malas

"Jadi, bagaimana kamu bisa dekat dengan Naruto-sama?" tanya Shikaku

"-sama?" beo Shikamaru

"Jawab saja." Desak Shikaku

"...Hahh. Entahlah. Aku tidak ingat kapan, dimana dan bagaimana." Jawab Shikamaru jujur, karena Shikamaru benar-benar tidak ingat bagaimana dirinya bisa sedekat ini dengan Naruto

"Hahh. Kalau begitu, kenapa kamu baru mengajak Naruto-sama kesini?" tanya Shikaku

"Hanya ingin saja. Dan mengenai seperti apa Naruto yang sebenarnya, aku benar-benar tidak bisa mengatakannya, aku sudah berjanji dan Naruto mempercayakan rahasianya padaku. Tapi kurasa oyaji sudah tau setengah dari kebenarannya." Jelas Shikamaru

"Setengah dari kebenaran? Apa maksudmu?" tanya Shikaku bingung

"Mengenai identitas Naruto." Jawab Shikamaru singkat membuat Shikaku tersentak

"Tunggu! Kamu tau siapa Naruto-sama sebenarnya? Apa Naruto-sama juga tau?" tanya Shikaku masih terkejut

"Awalnya aku hanya menduga-duga, tapi tidak dengan siapa ayahnya sebenarnya. Aku hanya menduga bahwa Naruto ada hubungan dengan penyerangan Kyuubi 10 tahun yang lalu. Dan dugaanku benar, tapi aku tidak menyangka bahwa ayahnya adalah Yondaime. Dan ya, Naruto tau. Bahkan Naruto sendiri yang menceritakannya padaku." Terang Shikamaru

"Bagaimana Naruto-sama bisa tau hal itu?" tanya Shikaku was-was

"Aku tidak bisa jawab yang itu. Dan mungkin pertanyaan oyaji berikutnya tidak mungkin kujawab." Jawab Shikamaru

Bersama dengan Naruto dan Yoshino yang sedang membuat makanan ringan, keduanya mengenakan apron coklat kehitaman dan menggerakan tangan mereka dengan lihai dengan apa yang mereka pegang, telaten memasukan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat makanan ringan

"Naruto-kun. Kalau boleh tau sejak kapan kamu bisa memasak?" tanya Yoshino memulai pembicaraan

"Oh masalah itu sudah sejak lama. Hmmh, sejak usiaku 4 atau 5 tahun mungkin. Selama bisa mengikuti semua yang tertulis dengan benar, tidak akan ada masalah." Jawab Naruto sedikit tersenyum

"Wahh, kamu hebat ya. Berbeda dengan Shikamaru. Dia itu anak yang malas dan tidak ada motivasi sama sekali." Keluh Yoshino tanpa sadar

"Tidak baik membeda-bedakan anak sendiri dengan orang lain, basan. Shikamaru memang malas dan kurang motivasi, tapi Shikamaru memiliki darah Nara yang mengalir deras didalam tubuhnya. Mungkin suatu saat nanti potensi Shikamaru akan muncul." Jelas Naruto sopan

"Naruto-kun...hahh, sepertinya basan perlu berpikir 2 kali sebelum bicara. Maafkan basan." Ucap Yoshino menyesal

"Tidak. Itu hal wajar. Memuji, tapi juga mengeluh. Basan tidak salah, jadi tidak perlu minta maaf. Tapi mungkin aku lebih suka basan mencoba untuk sedikit memuji Shikamaru akan lebih baik." Jawab Naruto

"Naruto-kun benar-benar anak yang baik ya. Tidak heran Shikamaru bisa dekat denganmu." Balas Yoshino

"Basan." Panggil Naruto yang dibalas gumaman riang dari Yoshino

"Apa basan tidak keberatan Shikamaru berteman denganku?" tanya Naruto dengan nada pelan membuat Yoshino menghentikan kegiatannya

"...Karena Shikamaru percaya pada Naruto-kun. Shikamaru bukan tipe anak yang mudah percaya pada orang lain. Dan sulit untuk menaruh ketertarikan pada sesuatu. Naruto-kun, kamu berhasil menarik semua itu dari Shikamaru." Jawab Yoshino dengan senyum lembut tercetak di bibir pink lembut itu

"...Begitu?" gumam Naruto yang dibalas dengan anggukan kecil serta senyum senang oleh Yoshino

Kembali bersama dengan Shikamaru dan Shikaku, keduanya masih sibuk dengan pembicaraan mereka. Dan sepertinya Shikaku masih kurang puas dengan apa yang didengarnya dari putra tunggalnya itu

"Apa saja yang kamu tau tentang Naruto-sama? Apa yang Naruto-sama ceritakan padamu?" tanya Shikaku menuntut

"Sudah kubilang aku tidak bisa menceritakannya. Aku sudah berjanji. Aku tidak ingin menghancurkan kepercayaan Naruto padaku." Tegas Shikamaru

'Shikamaru. Dia jadi berani menolak dengan tegas. Dan cara bicaranya sedikit berubah dari biasanya. Apa semua ini karena Naruto-sama?' pikir Shikaku

"Kurasa jika itu adalah Nara, aku tidak keberatan kamu bercerita apa yang aku ceritakan padamu, Shikamaru." Ucap Naruto yang ternyata sudah ada didepan pintu bersama Yoshino sambil membawa makanan ringan yang mereka buat

"Kamu sendiri yang bilang jangan bicarakan pada siapapun. Dan kupikir itu termasuk orangtuaku." Jawab Shikamaru

Naruto dan Yoshino meletakan makanan ringan itu di meja lalu Naruto duduk disamping Shikamaru dan Yoshino duduk disamping Shikaku

"Tidak. Aku hanya minta untuk menjaga rahasiaku. Karena aku percaya padamu dan aku juga percaya pada Nara. Kalian berbeda, kalian menggunakan pikiran kalian, tidak seperti yang lain. Mereka terlalu mengandalkan apa yang mereka dengar dari orang lain tanpa menyaring informasi yang mereka dapat." Jelas Naruto

"Jadi, bisa ceritakan apa yang anda ketahui, Naruto-sama?" tanya Shikaku dengan sangat sopan

'Oyaji masih memanggil Naruto dengan -sama? Jadi benar Naruto benar-benar anak Yondaime? dan oyaji tau? Kalau begitu ketua klan yang lain juga tau.' Pikir Shikamaru

"Tidak perlu memanggilku seperti itu. Cukup Naruto. Dan kuanggap kalian juga sudah tau siapa aku sebenarnya." Jawab Naruto menatap pasangan Nara didepannya

"Ya. Kami tau sejak anda lahir. Tepat di hari kelahiran anda juga kami dipanggil untuk menghadiri pertemuan pemimpin klan dan para tetua juga beberapa ANBU dan jounin elit." Balas Shikaku

"Begitu? Jadi, yang tau siapa aku sebenarnya hanya kalian dan orang-orang menghadiri pertemuan itu?" tanya Naruto

"Benar. Tapi saya ingin tau seberapa jauh anda mengetahui jati diri anda." Tegas Shikaku membuat Naruto menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan

"...Aku tidak bisa mengatakan semuanya. Tapi aku tau siapa ayah dan ibuku, bagaimana dan kenapa Kyuubi bisa tersegel didalam tubuhku." Jawab Naruto

"Tunggu! Jika anda tau bagaimana dan kenapa Kyuubi bisa tersegel didalam tubuh anda. Artinya anda sudah..." ucapan Shikaku yang menggantung membuat suasana ruangan itu menjadi sedikit tegang

"Bisa diperjelas?" tanya Naruto dengan tenang

"Saya berpikir bahwa anda sudah menemui Kyuubi dibawah alam sadar anda. Karena tidak ada buku sejarah yang menuliskan tentang penyegelan Kyuubi. Baik itu gulungan maupun buku sejarah tentang Konoha hanya menuliskan bahwa Kyuubi mengamuk dan berhasil dikalahkan oleh Yondaime. Jadi, saya menarik kesimpulan bahwa anda telah bertemu dengan Kyuubi dibawah alam sadar anda. Meski saya meragukan itu." Jelas Shikaku dan Naruto kembali menatap Shikaku dengan tatapan penuh arti

"...Hahh. sepertinya memang sangat sulit menyembunyikan sesuatu dari Nara. Ya, aku memang sudah bertemu dengan Kyuubi dibawah alam sadarku saat aku terkena demam tinggi 5 tahun lalu. Dan Kyuubi sendiri yang menceritakan semuanya padaku, baik itu orangtuaku maupun bagaimana dan kenapa Kyuubi bisa tersegel didalam tubuhku." Ucap Naruto

"Tapi bagaimana bisa anda setenang ini? Untuk anak seperti anda, setidaknya anda akan merasakan banyak emosi yang akhirnya menyebabkan anda mengalami banyak gangguan." Tanya Shikaku mencoba untuk memperhalus ucapannya

"Kurasa jawabannya sudah jelas mengingat anak siapa aku ini." Jawab Naruto

Shikaku memperhatikan Naruto. Naruto benar-benar terlihat miniatur dari Yondaime, bedanya anak rambut Naruto terlihat sedikit lebih pendek dan mata birunya terlihat sedikit lebih lebar dari Yondaime, tidak lupa dengan tanda lahir dikedua pipi Naruto. Tapi wajah Naruto mengingatkannya pada istri Yondaime dan jika Shikaku tidak tau bagaimana Naruto, mungkin dirinya akan mengira bahwa Naruto adalah anak perempuan yang tomboy, seperti ibunya

'Kuharap Naruto-sama tidak berubah seperti Yondaime. Akan sangat merepotkan nantinya. Fangirls berkeliaran, musuh juga akan semakin banyak.' Pikir Shikaku

"Ya, anda benar. Mengingat siapa orangtua anda, saya yakin anda bisa menangani masalah ini dengan sangat baik." Ucap Shikaku

"Apa sudah selesai acara tanya-jawab ini? Aku ingin bicara dengan Naruto di kamarku." Tanya Shikamaru

"Tentu." Jawab Yoshino yang sejak tadi berdiam diri

Shikamaru berdiri begitu pula Naruto dan keduanya segera ke kamar Shikamaru, meninggalkan pasangan Nara dalam keheningan. Sedangkan Shikamaru dan Naruto ada di kamar Shikamaru dengan Shikamaru yang berbaring menggunakan kedua lengannya sebagai bantal seperti biasa dan Naruto hanya duduk bersila disamping kanan Shikamaru, menatap jendela kamar Shikamaru yang terbuka memperlihatkan langit yang cerah tanpa awan

"Apa yang ingin kamu bicarakan padaku?" tanya Naruto memecah keheningan

"Tidak ada." Jawab Shikamaru

"...Kamu berusaha menarikku dari interogasi ayahmu?" tanya Naruto memastikan

"Begitulah. Aku tidak suka terjebak dalam situasi merepotkan seperti tadi." Jawab Shikamaru

"...Hmmh...Kalau begitu terimakasih." Ucap Naruto dengan senyum simpul

"Ya." Jawab Shikamaru singkat

Suasana menjadi hening, tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka. Shikamaru sibuk menatap langit-langit kamarnya dan Naruto hanya menatap langit tanpa awan. Keduanya seperti tenggelam dalam pikiran masing-masing dan tidak berniat untuk menarik diri dari apapun yang tengah mereka lamunkan, terutama Shikamaru yang tampak seperti berpikir, seakan-akan mencoba untuk menebak entah apapun itu yang terpikirkan oleh otak jeniusnya

BERSAMBUNG...


Terimakasih telah setia dengan cerita saya

Semoga chapter ini tidak mengecewakan

Persiapan acara keluarga saya masih banyak yang kurang, jadi saya mencoba untuk up hari minggu semampu saya seperti biasa

Matta raishuu