Saatnya balasan review

muhamad . khoirudin66

Q : next lagi

A : Sudah next gan


DandiDandi

Q : yosh lanjut thor

A : Sudah lanjut nih


Annur Azure Fang

Q : lanjut gan ap naru nanti akan keluar desa untuk berlatih dan pair single ap harem gan?

A : Siap gan. Naruto tidak akan keluar desa jika bukan untuk misi dan tempat latihan Naruto itu ada di alam bawah sadarnya bersama Kurama. Disini tidak akan ada pair bahkan NaruHina sekalipun. Disini hanya difokuskan pada Naruto dan perjalanannya untuk mendamaikan dunia shinobi


Paijo Payah

Q : Hey, apa hidangan ringan yg dibikin naruto sudah habis? Bagi sini dong, pingin nyicipi masakan naruto. Next lho ya.

A : Wah sayang sekali sudah habis. Saya juga ingin merasakan masakan Naruto, tapi sudah keduluan sama yang lain. Wkwkwkwk. Udah next kok ini


Ann

Q : Wow menarik bgt. Aq penasaran ma kehidupan Naru selanjutnya. Next jangan lama2 ya. Semangat!

A : Terimakasih. Maaf ya lama, karena saya sudah mulai disibukan dengan dunia nyata saya


Portgas D ali

Q : Up

A : Udah cuman itu aja? Oke, sudah saya up cerita saya


Sebelumnya di Different Path

Suasana menjadi hening, tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka. Shikamaru sibuk menatap langit-langit kamarnya dan Naruto hanya menatap langit tanpa awan. Keduanya seperti tenggelam dalam pikiran masing-masing dan tidak berniat untuk menarik diri dari apapun yang tengah mereka lamunkan, terutama Shikamaru yang tampak seperti berpikir, seakan-akan mencoba untuk menebak entah apapun itu yang terpikirkan oleh otak jeniusnya


Saya ingin mengakui Naruto sebagai milik saya

Tetapi sepertinya bang Kishi tidak mengijinkan

Saya masih pemula dan masih perlu kritik dan saran yang membangun


1 tahun terasa begitu sebentar dan semakin hari, Naruto semakin membuka diri pada klan Nara. Bisa dikatakan Naruto seperti bagaian dari klan berotak jenius tapi pemalas itu. Hari-hari Naruto dihabiskan untuk berkunjung ke rumah Shikamaru setelah pulang dari akademi, terkadang Naruto juga akan menginap disana. Tidak jarang juga Naruto berlatih bersama Shikamaru atau bermain shogi dengan Shikaku ataupun Shikamaru untuk merilekskan tubuh mereka setelah berlatih atau hanya sekedar untuk menghabiskan waktu atau malah untuk mengasah kemampuan berstrategi mereka

Hubungan Naruto dengan Uchiha terlihat biasa, tapi mungkin tidak sedekat dulu. Madara dan Izuna juga tampak mulai menarik diri dari klan mereka, tapi kakak-adik legenda Uchiha itu masih menjaga hubungan mereka dengan klan mereka meski hanya salah satu dari kakak-adik itu yang akan hadir jika ada pertemuan besar klan Uchiha. Shisui dan Itachi juga mulai melatih Sasuke agar tidak salah mengartikan darimana asal kekuatan sharingan itu dan memperbaiki sejarah klan mereka

Kurama? Kurama sudah benar-benar tidak pernah muncul lagi di Konoha dan Naruto memberi alasan bahwa Kurama yang dikenal sebagai Kyuunoki di Konoha telah memutuskan untuk berkelana mencari para Uzumaki jika ada Uzumaki lain yang masih selamat atau malah keturunan setengah Uzumaki seperti Naruto

Hari ini Naruto diajak Shikamaru untuk kerumahnya, keduanya tampak saling berhadapan dan papan shogi sebagai penengah mereka. Ya, keduanya tengah beradu kecerdasan menyusun strategi melalui permainan shogi dan seperti biasa, keduanya tidak akan pernah mengalah dan mengerahkan semua kemampuan mereka untuk bisa menang. Meski pada akhirnya keduanya akan berakhir dengan seri, Shikamaru sulit mengalahkan Naruto dan Naruto juga kesulitan untuk mengalahkan Shikamaru

Kini keduanya tampak berbaring dengan kedua lengan mereka sebagai bantal

"Naruto. Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan sejak pertama kali kamu masuk ke kelas." Ucap Shikamaru tiba-tiba

"Tanyakan saja." Jawab Naruto tanpa mengalihkan pandangannya dari langit seperti pandangan Shikamaru yang terfokus pada awan-awan abstrak di langit

"Kamu bilang padaku kamu tau semua kebenaran tentang identitasmu danKyuubi sejak kamu berusia 5 tahun saat kamu terkena demam tinggi, kan. Artinya saat kita pertama kali masuk akademi, kamu sebenarnya sudah tau bahwa sejarah yang diceritakan di kelas itu tidak sepenuhnya benar. Apa aku salah?" tanya Shikamaru membuat Naruto menoleh untuk sesaat lalu kembali fokus pada langit

"Waw. Hari ini sepertinya kamu sedang bersemangat, Shika. Hmmh..yahh, bisa dibilang begitu. Aku tau sejarah Konoha yang diajarkan di akademi tidak sepenuhnya kenyataan terutama di periode kepemimpinan ayahku. Bahkan mungkin tidak sampai 50% dari yang sebenarnya terjadi." Jelas Naruto

"Kenapa kamu diam saja? Kamu ingin sejarah itu terus ditutupi dan membodohi generasi shinobi Konoha berikutnya termasuk generasi kita ini?" tanya Shikamaru

"Ada apa denganmu hari ini? Kenapa bicaramu seolah-olah kamu itu orang tua yang mencemaskan generasi setelahmu." Tanya Naruto balik dengan canda

"Jawab saja." Desak Shikamaru

"...Hahh. Aku tidak tau apa yang salah dengan otakmu hari ini. Tapi aku beritau padamu sesuatu yang aku inginkan." Ucap Naruto dan Shikamaru hanya diam, membiarkan Naruto menyelesaikan ucapannya

"Apa jadinya jika aku mengoreksi semua sejarah yang diajarkan di kelas? Apa jadinya jika jiijii dan para tetua mengetahui bahwa aku telah mengoreksi semua sejarah yang mereka buat? Apa jadinya jika kepalsuan dan kebenaran dari semua sejarah yang diajarkan pada kita sampai terdengar keseluruh negara shinobi?" tanya Naruto masih fokus pada langit membuat Shikamaru terdiam, kehilangan kata-katanya

"Hahh..Shikamaru. Aku tau kamu mengkhawatirkanku, tapi setidaknya biarkan aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Setidaknya agar tidak terjadi peperangan lagi." Lanjut Naruto membuat Shikamaru menoleh seketika

"Apa maksudmu? Peperangan? Peperangan apa?" tanya Shikamaru menuntut

"Sejarah yang dibuat oleh para tetua bukan tanpa alasan. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan peperangan jika kebenarannya sampai tersebar. Jika diajarkan di kelas, murid-murid dengan polosnya membicarakannya." Jelas Naruto

"Murid-murid? Kamu juga murid. Aku juga murid, tapi aku tidak ada niatan untuk bercengkerama mengenai apa saja yang aku dengar di kelas." Jawab Shikamaru

"Ayolah. Aku dan kamu itu berbeda. Otak kita terpaksa berpikir layaknya orang yang sudah tua." Balas Naruto

"Ya. Karena itu kalian harus berhenti membaca, berlatih, bermain shogi, mengisi teka-teki. Lalu perbanyak bermain dan melakukan apa yang anak-anak seusia kalian lakukan." Ucap sebuah suara orang dewasa tiba-tiba

Suara yang berasal dari seorang Shikaku yang kini berdiri dengan berkacak pinggang, badannya sedikit membungkuk membuat Shikamaru dan Naruto langsung mengambil posisi duduk. Shikaku sendiri memindahkan papan shogi kebelakangnya dan duduk diantara Shikamaru dan Naruto. Shikamaru dan Naruto memilih untuk kembali berbaring dengan kedua lengan mereka sebagai bantal, sedangkan Shikaku memperhatikan Shikamaru dengan seksama lalu beralih pada Naruto

"Kenapa kalian selalu memikirkan hal-hal berat? Kalian masih terlalu muda. Bahkan akademipun belum lulus." Tanya Shikaku

"Entahlah. Aku tidak bisa memerintah otakku dengan baik, otakku selalu menolak perintahku." Jawab Shikamaru sekenanya

"Chakraku terlalu banyak hingga otakku tidak berfungsi dengan benar." Tambah Naruto membuat Shikaku ber-sweatdrop ria

"Naruto. Kamu terlalu banyak bermain dengan Shikamaru. Kamu mulai bertingkah seperti Shikamaru." Ucap Shikaku dengan canda yang begitu malas

"Aku anakmu, oyaji. Sifatmu menurun padaku." Cibir Shikamaru malas

"Ya. Aku terlalu banyak bermain dengan Nara. Otakku jadi terkontaminasi oleh otak Nara." Tambah Naruto

"Hahh. Pembicaraan ini mulai tidak jelas." Sinis Shikaku malas

"Oyaji yang memulai." Balas Shikamaru

"...Baiklah. Aku menyerah. Jadi, bagaimana dengan latihan kalian?" tanya Shikaku

"Sensor Naruto sudah berkembang dengan sangat pesat, tapi kontrol chakranya masih kurang baik. Yahh, setidaknya sudah lebih baik daripada yang dulu." Jelas Shikamaru

"Shikamaru juga sudah berkembang pesat. Kagemane no Jutsunya juga berkembang, dengan sedikit modifikasi tentunya." lanjut Naruto

"Kurasa kalian harus mengurangi intensitas latihan kalian." Ucap Shikaku membuat kedua anak yang berbaring disamping kanan-kirinya menoleh padanya

"Aku tidak melarang kalian berlatih, aku hanya minta kalian untuk mengurangi intentsitas latihan kalian hingga kalian benar-benar menjadi genin. Setelah kalian resmi menjadi genin, kalian bebas berlatih sepuas kalian." Jelas Shikaku

"Kenapa?" tanya Shikamaru

"Jika para tetua mengetahui kita memiliki kemampuan diatas rata-rata, kemungkinan besar kita akan direkrut dan dilatih menjadi ANBU. Jika kita beruntung dilatih dibawah Hokage secara langsung, itu tidak akan menjadi masalah. Masalahnya jika kita dilatih dibawah pengawasan Danzou." Bukan Shikaku yang menjelaskan, melainkan Naruto membuat Shikaku hampir tersedak ludahnya sendiri

"Bagaimana-" belum sempat Shikaku bertanya, Naruto sudah memotong ucapannya

"-Jangan lupa siapa aku ini, jisan. Banyak hal yang kalian sembunyikan, banyak pula hal yang aku ketahui." Potong Naruto

"Baiklah. Kenapa pembicaraan kita semakin serius? Bukankah oyaji yang bilang untuk menjadi seperti kebanyakan anak-anak yang seusia kami?" tanya Shikamaru malas

"Baiklah. Kita sudahi saja pembicaraan ini. Ini sudah hampir waktunya makan siang. Yoshino pasti sudah menyiapkan makan siang." Ucap Shikaku bangung dari baringannya

"Maaf, tapi aku akan makan siang diluar saja. Aku ada janji dengan seseorang." Tolak Naruto halus

"Kamu ingin kena ceramah dari kaasan?" tanya Shikamaru membuat Naruto tertawa kecil

"Untuk kali ini aku benar-benar tidak bisa membatalkan janjiku. Dan ya, aku akan dengarkan ceramah dari basan dengan senang hati." Jawab Naruto lalu beranjak dari baringannya menuju tempat pertemuannya

Sepeninggal Naruto, Shikaku dan Shikamaru masuk kedalam dan duduk berhadapan di ruang keluarga. Shikamaru tau ayahnya akan mengajaknya berbicara mengenai Naruto, tapi Shikamaru memilih untuk acuh tak acuh

"Shikamaru. Aku tau kamu hanya berpura-pura acuh tak acuh. Kamu tau aku ingin membicarakan sesuatu, kan?" tanya Shikaku tiba-tiba

"Yahh. Begitulah." Jawab Shikamaru seadanya

"Aku tidak akan bertanya apa yang terjadi diantara kalian. Tapi aku berharap apapun yang kalian sembunyikan dariku dan dari yang lainnya juga, tidak akan benar-benar membuat kalian kesulitan untuk kedepannya." Terang Shikaku tenang dan terdengar penuh harap

"Kurasa sulit mengabulkan hal itu. Setidaknya selama Naruto belum membicarakan masalah ini dengan yang lain, aku akan tetap tutup mulut dan selalu mendukung apapun keputusan Naruto. Keputusan terburuk sekalipun." Tegas Shikamaru cukup membuat Shikaku terkejut

"Sepertinya kamu sudah menemukan teman yang benar-benar berhasil membuatmu kerepotan." Cibir Shikaku

"Ya. Tapi akan lebih merepotkan jika Naruto tidak bisa menemukan seseorang untuk dipercaya." Balas Shikamaru

"Apa maksudmu?" tanya Shikaku bingung

"Bukan apa-apa." Jawab Shikamaru malas

Bersama dengan Naruto yang kini tengah berada didalam pahatan wajah Yondaime bersama dengan Izuna yang berdiri dihadapannya

"Bagaimana dengan Uchiha?" tanya Naruto

"Sesuai dengan apa yang kita inginkan. Setidaknya kutukan itu telah terlupakan." Jawab Izuna dengan senyum kemenangan

"Dimana Madara? Bukankah dia selalu bersamamu?" tanya Naruto melirik sana-sini

"Niisama ada sedikit urusan dengan klan. Akhir-akhir ini kami jarang bisa ikut pertemuan." Jawab Izuna sedikit merasa bersalah

"Kurasa waktu kalian juga sudah pada batasnya. Kalian harus mencari alasan yang benar-benar bisa diterima oleh mereka. Jangan sampai mereka kembali menjadi buta karena kesalah pahaman dengan apa yang nanti akan menjadi alasan kalian meninggalkan klan." Terang Naruto

"Tentu. Niisama juga sudah memikirkan beberapa alasan yang mungkin bisa mereka terima." Jawab Izuna

"Kurasa kakakmu benar-benar pandai membuat alasan." Cibir Naruto

"Tentu. Kita sedang membicarakan niisama, dia selalu mengelak dengan alasan yang hebat, bukan?" balas Izuna dengan tawa kecil

"Mungkin." Jawab Naruto singkat

"Oh, hampir aku lupa. Bagaimana dengan Hyuuga. Bukankah kamu ada rencana melakukan sesuatu pada mereka?" tanya Izuna

"Ya. Aku sudah ada rencana. Mungkin akan segera kulaksanakan. Dan mungkin aku sedikit butuh bantuanmu." Jawab Naruto

"Apa rencanamu?" tanya Izuna penasaran

"Kamu akan tau nanti. Sekarang ini tetaplah fokus pada Uchiha."

"Bagaimana dengan latihanmu bersama Nara junior?" tanya Izuna membuat Naruto memicingkan mata tajam

"Ada apa? Tidak biasanya bertanya tentang Nara junior." Tanya Naruto curiga

"Tidak. Aku hanya ingin tau saja. Karena kamu sangat percaya padanya." Jawab Izuna

"Latihan kami baik-baik saja. Mungkin kami sudah setara dengan chuunin atau mungkin sedikit dibawah jounin." Balas Naruto

"Senang mendengar itu darimu." Ucap Izuna dengan senyum bangganya

"Sebaiknya kamu kembali ke kediaman Uchiha. Sebelum mereka panik kehilangan `pengendali amarah Madara`." Canda Naruto

"Aku bukan `pengendali amarah Madara`!" protes Izuna cukup keras lalu pergi menggunakan Shunshin no Jutsu

Naruto juga pergi ke Ichiraku untuk makan siang karena terlalu malas untuk memasak dan bahan makanan di apartemennya juga sudah habis. Akhir-akhir Naruto sering makan di kediaman Nara bahkan sampai menginap disana. Selesai makan, Naruto segera kembali berlatih di hutan kematian, masih ada beberapa jutsu yang harus disempurnakannya

Naruto menggunakan Kage Bunshin untuk dikendalikan oleh Kurama, karena tubuh Naruto semakin lemah jika memakai Kuchiyose no Jutsu dengan Kurama dalam bentuk manusianya. Setidaknya dengan Kage Bunshin, Kurama bisa mengambil alih kontrol Kage Bunshin Naruto selama setengah hari. Dan Kurama mulai memberikan instruksi pada Naruto dengan apa yang harus Naruto lakukan dalam latihannya

Setelah hampir setengah hari Naruto berlatih, Naruto segera menarik kembali Kage Bunshinnya. Dan karena hari mulai gelap, Naruto segera pergi ke toko terdekat untuk membeli bahan makanan juga beberapa peralatan ninjanya. Saat kembali ke apartemen, di depan pintu kamar apartemennya terlihat sebuah siluet seseorang tengah berdiri disana. Siluet itu terlihat semakin jelas begitu Naruto mendekati sosok siluet itu

Sekarang Naruto berdiri tepat didepan siluet yang ternyata adalah Madara

"Kenapa kamu ada disini? Adikmu bilang kamu ada pertemuan." Tanya Naruto cukup heran

"Baru saja selesai dan aku ingin meminta pendapatmu tentang rencanaku untuk meninggalkan klan Uchiha." Jawab Madara

"Masuklah kalau begitu." Ucap Naruto sambil membuka pintu kamar apartemennya lalu masuk diikuti Madara yang menutup kembali pintunya

"Duduk saja disana selagi aku menyiapkan makan malam." Ucap Naruto yang dituruti oleh Madara, sedangkan Naruto mulai memasak makan malam untuk mereka berdua

"Mengenai rencana ini. Aku butuh bantuanmu untuk menyempurnakan rencana ini. Mereka tau hanya kamu yang aku dan adikku percaya." Ucap Madara memulai pembicaraan meski Naruto masih memasak dan tidak merespon, tapi Madara tau bahwa Naruto mendengarkan

"Rencana ini sedikit beresiko, terutama untuk para tetua klan. Mereka pasti akan kembali mencemari otak yang lainnya. Sampai saat ini, aku dan adikku masih belum bisa mengendalikan para tetua klan. Dan waktu kami semakin sedikit." Lanjut Madara

"Lalu? Kalian ingin aku malakukan apa?" tanya Naruto yang masih fokus pada masakannya

"Tidak sekarang, Naruto. Ada banyak yang perlu aku persiapkan sebelum menjalankan rencana ini." Jawab Madara

"Hahh..lalu untuk apa datang kesini jika rencanamu saja masih belum sempurna? Bahkan masih perlu waktu untuk menjalankannya." Gumam Naruto yang masih cukup didengar oleh Madara

"Setidaknya kamu bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik." Jawab Madara

"Tanpa tau apa yang harus aku lakukan untuk membantu rencana yang entah apa itu?" tanya Naruto sidikit mencibir

"Ayolah. Kamu tau bagaimana aku ini. Rencana ini akan berjalan dengan lancar." Jawab Madara

"Terserah kalian." Jawab Naruto pasrah

Makan malam telah siap dan keduanya makan dengan tenang sampai makanan mereka benar-benar habis dan perut mereka terisi cukup penuh

"Jadi, bagaimana dengan Hyuuga?" tanya Madara setelah Naruto selesai mencuci peralatan makan

"Aku sudah ada rencana sejak kedatangan kalian sebagai Madara dan Izuna." Jawab Naruto santai

"Kamu tidak akan meminta kami untuk menyamar sebagai salah satu orang penting di klan Hyuuga, kan?" tanya Madara curiga

"Tidak. Kalian cukup bermain di klan Uchiha. Ada rencana tersendiri untuk klan Hyuuga. Jadi kamu dan adikmu bisa tenang." Jawab Naruto

"Bagus kalau begitu. Aku tidak ingin lagi terjebak didalam sebuah klan, tidak peduli sebaik atau seburuk apapun klan itu." Ucap Madara

"Oh, hampir lupa. Bagaimana dengan chakra kalian? Kalian sudah beberapa tahun tidak kembali ke rumah." Tanya Naruto sedikit cemas

"Tidak ada masalah, terimakasih pada chakra yang telah kamu bagi padaku dan adikku." Jawab Madara tenang

"Bagus. Aku tidak ingin kalian mati karena rencana gilaku ini." Balas Naruto pelan

"Rencana gila? Ini rencana sempurna. Rencanamu sangat sempurna." Puji Madara

"Entahlah. Aku merasa rencana penyelamatan klan Uchiha ini belumlah sempurna. Masih ada para tetua klan Uchiha yang belum bisa kita takhlukan. Danzou juga menjadi pusat kecurigaanku." Balas Naruto dengan nada cemas dan tampak kurang tenang

"Danzou? Ada apa dengannya?" tanya Madara

"Aku belum tau pasti. Yang jelas dia merencanakan banyak hal pada Uchiha dan akhirnya menciptakan Uchiha yang haus akan kekuasaan dan balas dendam." Jawab Naruto

"..."

"..."

"Perlu kutuntaskan orang bernama Danzou itu?" tanya Madara pada akhirnya

"Tidak. Itu terlalu gegabah. Danzou tidak akan mudah untuk dikalahkan. Dia benar-benar orang yang licik dan cerdik." Jawab Naruto

"Lihat siapa yang biacara." Sindir Madara dengan suara pelan namun masih bisa cukup didengar oleh Naruto

"Aku tidak selicik Danzou." Elak Naruto

"Terserah padamu. Aku hanya ingin fokus pada tugasku yang ini saja. Aku tidak ingin terlibat dengan klan manapun lagi." Ucap Madara

"Aku sudah bilang tidak akan melibatkanmu atau adikmu dalam rencanaku untuk klan Hyuuga." Balas Naruto

"Ya, sudahlah. Lebih baik aku kembali sekarang sebelum mereka curiga kemana aku pergi." Pamit Madara dan langsung pergi meninggalkan Naruto yang termenung di ranjangnya

'Masalahnya sekarang bagaimana aku bisa menyusup kesana? Tunggu..kalau tidak salah Hinata berasal dari cabang utama. Aku bisa memanfaatkannya untuk bisa masuk kesana, tapi dengan sifat Hinata yang seperti itu akan menjadikan rencana ini semakin sulit. Aku butuh seorang Hyuuga yang berkemampuan dan sifat yang kuat.' Pikir Naruto

'Kenapa tidak cari dari cabang bawah saja? Cabang bawah lebih kuat daripada cabang utama karena cabang bawah dibuat untuk melindungi cabang utama.' Ucap Kyuubi tiba-tiba

"Mudah untukmu berkata, sulit untuk dilakukan. Ingat?" gumam Naruto lalu membaringkan diri

'Aku hanya memberi saran saja.' Balas Kyuubi

'Hahh. Sudahlah. Masih ada sedikit waktu untuk memikirkan bagaimana rencana ini akan dimulai.' Batin Naruto lalu dengan cepatnya terlelap

'Sesukamu saja. Aku ingin tidur. Jangan bangunkan aku jika bukan untuk hal penting.' Balas Kyuubi yang langsung terlelap

'Dasar tukan tidur. Benar-benar pangeran tidur.' Pikir Naruto pasrah

Esok harinya, karena akademi sedang libur Naruto memutuskan untuk menyempurnakan jutsunya di hutan kematian. Naruto membuat 500 Kage Bunshin, setengahnya untuk berpencar menjelajahi seluruh hutan kematian sekaligus mengawasi sekita, setengahnya lagi mempraktikan semua jutsu yang telah Naruto kuasai dan yang ingin disempurnakan

Naruto menguasai semua level jutsu, dari jutsu E-rank sampai S-rank jutsu. Naruto telah menguasai 5 elemen dengan sempurna, bahkan menciptakan beberapakekkei genkai dari gabungan kelima elemen yang telah dikuasainya. Selain itu memanipulasi Rasengan dengan elemen yang dimiliki Naruto. Naruto yang asli tampak terhenti dari latihannya diikuti para Kage Bunshinnya karena salah satu Kage Bunshin miliknya menghilang atas kemauan Kage Bunshin itu sendiri dan informasi dari Kage Bunshin itu masuk kememori Naruto beserta Kage Bunshinnya yang lain

"Sial. Disaat aku hampir menyempurnakan semua jutsu yang kupelajari dan yang kubuat, kenapa justru dia muncul?" gumam Naruto kesal dan dengan segera menarik kembali Kage Bunshinnya dan menghilangkan mereka

Naruto segera pergi dari hutan kematian karena ada beberapa orang yang telah memasuki hutan dan mulai mencari sesuatu. Dan Naruto dengan rasa penasarannya yang tinggi memutuskan untuk membuat 1 Kage Bunshin lalu Kage Bunshin itu merubah dirinya menjadi seekor burung elang putih untuk mengawasi apa yang orang-orang itu lakukan di hutan kematian

Naruto yang asli memilih untuk ke kediaman Nara untuk menghabiskan waktu seperti biasa. Dan sekarang Naruto tengah duduk santai dibawah pohon besar yang teduh sambil bersandar pada batang pohon itu. Disamping Naruto ada Shikamaru yang tengah berbaring dengan tangan kiri sebagai bantal

"Darimana saja kamu tadi?" tanya Shikamaru basa-basi

"Hutan kematian. Aku ingin menyempurnakan semua jutsuku, tapi ada pengganggu." Jawab Naruto terdengar kesal meski hanya samar

"Siapa?" tanya Shikamaru

"NE. ANBU dibawahi oleh Danzou." Jawab Naruto sukses membuat Shikamaru terduduk dari posisi berbaringnya tadi

"Apa? Apa yang mereka lakukan disana? Apa mereka mancarimu?" tanya Shikamaru sedikit panik

"Pelan-pelan Shikamaru. Tidak perlu sepanik itu. Aku tidak tau, tapi aku meninggalkan 1 Kage Bunshin disana untuk mengawasi." Jawab Naruto

"Kamu harus berhati-hati dengan Danzou. Oyaji bilang Danzou merencanakan sesuatu yang sangat buruk." Ucap Shikamaru memperingatkan

"Ya. Sejak dulu aku sudah curiga dengan gerak-gerik Danzou, kamu tau. Tapi karena tidak ada bukti yang jelas dan kuat, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Para tetua juga memiliki bau yang sama seperti Danzou. Bau para pengkhianat." Geram Naruto pelan

"Lalu, apa yang akan kita lakukan?" tanya Shikamaru

"Tidak ada. Kita tunggu saja." Jawab Naruto

"Hahh. Terkadang aku tidak tau jalan pikiranmu." Cibir Shikamaru

"Tidak akan menarik jika kamu bisa membacaku dengan mudah, Shikamaru. Semuanya akan menjadi sangat membosankan." Balas Naruto dengan senyum yang menurut Shikamaru sangat menyebalkan, sebuah senyuman penuh arti dan meremehkan

"Cih. Aku benci melihatmu tersenyum menyebalkan begitu." Ucap Shikamaru kesal

"Ayolah. Jangan marah begitu." Pinta Naruto

"Bukan marah. Hanya sedikit kesal." Balas Shikamaru

"Sesukamu saja." Jawab Naruto

"Sebelum aku lupa, apa yang ingin kamu sempurnakan? Jutsu ayahmu?" tanya Shikamaru

"Ya, dan beberapa ingin aku modifikasi menggunakan elemen-elemenku." Jawab Naruto santai

"Kurasa tahun ini kamu sudah bisa langsung menjadi Hokage." Ucap Shikamaru membuat Naruto tertawa renyah

"Mungkin aku akan meminta jiijii untuk segera pensiun dan membiarkanku menggantikan dirinya di posisi itu." Jawab Naruto

"Levelmu sekarang mungkin sudah setara dengan para Kage, kamu tau itu, kan?" tanya Shikamaru

"Begitu juga dirimu. Darah Nara yang mengalir deras didalam tubuhmu itu membuatmu menjadi saingan yang pantas diwaspadai oleh para Kage." Jawab Naruto

"Kuharap teman-teman kita di akademi tidak akan mati karena serangan jantung begitu melihat sekuat apa dirimu sekarang ini." Gumam Shikamaru yang masih didengar dengan jelas oleh Naruto

"Aku juga penasaran. Mungkin lain kali akan aku perlihatkan apa yang aku bisa." Balas Naruto dengan santai

Suasana menjadi sunyi dan Shikamaru sama sekali tidak ingin bersuara, kerena tentu saja dirinya terlalu malas. Sedangkan Naruto sendiri tidak ada niatan untuk memulai pembicaraan lagi, suasana tenang seperti ini benar-benar membantunya untuk berpikir apa yang akan dilakukannya kedepan atau merencanakan sesuatu jika terjadi hal buruk nantinya. Keduanya memang bisa dikatakan bagaikan seorang Hokage dan penasihatnya. Naruto sebagai Hokage dan Shikamaru sebagai penasihatnya

"Shikamaru. Bangunkan aku jika sudah siang." Ucap Naruto sambil memejamkan mata

"Kuharap aku juga akan bangun saat siang sebelum kamu bangun. Dasar merepotkan." Balas Shikamaru yang ikut memejamkan mata

Keduanya tertidur dengan sangat pulas bahkan beberapa burung bertengger manis hampir seluruh tubuh mereka. Tanpa mereka sadari, seseorang tengah mengawasi mereka dengan seksama. Seseorang dengan pakain ANBU dengan topeng anjing yang menutupi wajahnya. ANBU itu terus mengamati tanpa bergerak sedikitpun, tatapannya sama sekali tidak berpaling dari mereka, atau lebih tepatnya terarah pada Naruto

"Sepertinya untuk saat ini tidak ada masalah. Dia baik-baik saja." Gumam sosok ANBU itu lalu menghilang

Di sisi lain, di alam bawah sadar Naruto, Naruto tengah tengkurap di kepala Kyuubi

"Kurasa dia sudah pergi." Ucap Naruto

"Ya. Sepertinya si tua bangka itu sudah mulai curiga denganmu karena kamu menarik perhatian Danzou." Jawab Kyuubi

"Kuharap aku segera bisa menyempurnakan jutsu itu. Jika tidak, habis sudah Konoha di tangannya." Balas Naruto

"Kamu itu seperti ayahmu. Memikirkan kemungkinan yang bahkan tidak terpikirkan oleh si tua bangka itu." Sinis Kyuubi

"Ayolah, tidak seburuk yang kamu pikirkan. Kamu janji akan membantuku dan aku akan mencari cara untuk mengeluarkanmu." Jawab Naruto

"Kamu hanya perlu melepas kertas segel itu dan aku bisa keluar dari tubuhmu." Ucap Kyuubi

"Dan membiarkan orang lain tau bahwa salah satu bijuu telah lepas dari jinchuuriki? Jangan bercanda. Kelima negara besar pasti akan memburumu. Dan aku sedang mencari cara agar kamu bisa mendapatkan kembali setengah bagian dari dirimu yang terbawa oleh ayahku." Terang Naruto

"Terkadang aku tidak bisa menebak apa yang tengah kamu pikirkan. Dan itu membuatku kesal." Sinis Kyuubi

Tidak terasa sudah siang dan untungnya Shikamaru terbangun lebih dulu daripada Naruto dan Shikamaru membangunkan Naruto untuk makan siang di rumah. Shikamaru tidak ingin penolakan karena itu adalah perintah dari ibunya dan Shikamaru tidak ingin mendapat masalah karena tidak menuruti keinginan sang ibu. Naruto sendiri juga lebih memilih menurut karena memang sedang malas untuk makan diluar atau memasak

Setelah makan siang, Naruto kembali latihan di hutan kematian karena Danzou maupun bawahannya telah pergi dari sana dan Naruto kembali latihan dengan leluasa, tapi tidak lupa Naruto membuat Kage Bunshin untuk memantau keadaan dan untuk latihan seperti tadi. Dan setelah beberapa jam latihan, Naruto mampu menguasai dengan sempurna semua jutsu yang dimilikinya bahkan dengan sedikit modifikasi dalam jutsunya

Karena hari menjelang malam, Naruto segera kembali ke apartemennya dan tanpa sengaja bertemu dengan Shisui dalam perjalanan kembali ke apartemen. Dan Shisui menawarkan Naruto untuk menginap di rumahnya untuk malam ini karena ada yang ingin Shisui bicarakan dengan Naruto secara pribadi tanpa ada gangguan dari siapapun. Dan disinilah Naruto, duduk berhadapan dengan Shisui di kamar sang pemilik rumah

"Jadi, apa yang ingin Shisui-san bicarakan?" tanya Naruto tanpa basa-basi

"Langsung kepermasalahannya seperti biasa." Keluh Shisui pelan dan Naruto hanya diam menunggu jawaban yang diinginkannya

"Ini masalah Madara-sama dan Izuna-sama." Tambah Shisui

"Ada apa dengan mereka?" tanya Naruto heran

"Mereka bilang, mereka akan meninggalkan klan untuk selamanya. Aku tidak tau atas dasar apa mereka membuat keputusan seperti itu, tapi jika mereka benar-benar akan pergi, maka klanku akan kembali menjadi klan yang buruk. Aku tau selama ini beberapa orang didalam klan hanya bertindak baik jika ada Madara-sama dan Izuna-sama." Jelas Shisui

"Lalu, kenapa Shisui-san menceritakan ini padaku? Kenapa tidak dengan Itachi-san atau Uchiha lain yang Shisui-san percaya?" tanya Naruto

"Karena Madara-sama dan Izuna-sama lebih dekat denganmu. Mereka pasti mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan keputusan mereka itu. Aku sudah mencoba untuk membicarakan ini dengan Izuna-sama, tapi Izuna-sama sama sekali tidak menjawab pertanyaanku mengenai ini." Jawab Shisui

"...Aku tidak tau. Mereka tidak mengatakan apapun tentang entah itu kepergian mereka atau semacamnya." Jawab Naruto pada akhirnya

"Begitukah?" tanya Shisui terdengar kecewa

"Tidak ada lagi yang ingin dibicarakan?" tanya Naruto balik

"Ada banyak sebenarnya. Tapi sepertinya kamu sedang ada banyak urusan." Jawab Shisui

"Begitulah. Jadi bolehkah aku kembali sekarang?" tanya Naruto yang hanya dibalas dengan anggukan dan Naruto langsung kembali ke apartemennya

Seminggu setelah bertemu dengan Shisui, Naruto sudah jarang terlihat bahkan sering membolos dari akademi. Shikamaru dan orangtuanya juga tidak tau apa yang Naruto lakukan, tapi yang jelas akhir-akhir ini Naruto lebih banyak menghilang. Menghilang dalam artian sama sekali tidak menampakan diri bahkan chakranya juga tidak bisa dirasakan karena beberapa hari yang lalu Sandaime memerintahkan beberapa ANBU untuk mencari keberadaan Naruto karena menghilang selama 3 hari tanpa jejak

Awalnya Shikamaru mengira bahwa Naruto lebih berkonsentrasi pada latihannya hingga lupa waktu. Tapi sepertinya dugaan Shikamaru salah begitu mendengar tentang menghilangnya Naruto dari ayahnya. Shikamaru sempat menanyakan kebenaran tentang itu dan memang selama 3 hari Naruto menghilang bagaikan ditelan bumi, tapi dihari ke-4 Naruto mulai lagi menampakan diri meski tidak lama. Hanya untuk membeli sesuatu atau hanya sekedar mampir ke rumahnya untuk menyapa keluarganya dan menceritakan sedikit tentang apa saja yang dilakukannya selama menghilang itu

Shikamaru tau bahwa Naruto menyembunyikan sesuatu darinya, tapi Shikamaru juga tidak ingin memaksa Naruto untuk membagi semua rahasianya karena Shikamaru juga memiliki rahasianya sendiri yang benar-benar ingin disembunyikannya dari Naruto. Tapi tetap saja, jika itu Naruto yang menyembunyikan rahasia darinya justru membuatnya semakin penasaran dan ada perasaan khawatir juga takut saat Naruto merahasiakan sesuatu darinya

Selain menghilangnya Naruto, selama seminggu ini ada yang aneh dengan klan Hyuuga. Mereka terlihat begitu tegang dan mungkin ada hubungannya dengan Naruto. Dan hari ini di akademi Naruto lagi-lagi tidak masuk dan Shikamaru memutuskan untuk bicara dengan Hinata setelah pulang dari akademi. Hinata sendiri entah itu malu atau takut membuat kecurigaan Shikamaru semakin jelas bahwa Naruto ada hubungannya dengan keanehan Hyuuga akhir-akhir ini

"Hinata, apa Naruto sering datang ke kediaman Hyuuga?" tanya Shikamaru tanpa basa-basi

"A-aku rasa tidak. A-aku tidak pernah melihat Na-Naruto-kun di kediaman Hyuuga. A-apa terjadi se-sesuatu pada Na-Naruto-kun? A-apa ada hubungannya de-dengan bolosnya Na-Naruto-kun?" jawab sekaligus tanya Hinata

"Tidak. Lupakan saja. Mungkin aku terlalu berlebihan. Terimakasih atas waktumu. Sampai jumpa besok di kelas." Jawab Shikamaru sekalian pamit pulang

Di kediaman Nara, tepatnya di ruang keluarga terlihat pasangan Nara yang tidak lain adalah orangtua Shikamaru tengah duduk berhadapan dengan segelas teh dihadapan mereka juga makanan ringan. Shikamaru memilih untuk duduk disamping ayahnya

"Aku pulang." Salam Shikamaru

"Ya, selamat datang. Jadi, kamu sudah menemukan sesuatu?" tanya Yoshino

"Tidak. Sepertinya Naruto tidak ada hubungan dengan apa yang terjadi di klan Hyuuga seperti yang aku dan oyaji pikirkan." Jawab Shikamaru

"Tapi bukankah Naruto-kun masih masuk ke akademi? Kenapa tidak kamu tanyakan langsung saja pada orangnya?" tanya Yoshino

"Tidak ada waktu untuk bicara dengannya. Begitu kelas selesai, Naruto langsung meninggalkan kelas dan aku tidak menemukannya di tempat biasanya didatangi saat tidak ada di kelas." Jawab Shikamaru terselip rasa kesal dalam suaranya

"Mungkin Naruto melakukan sesuatu yang berbahaya dan tidak ingin melibatkan orang disekitarnya." Ucap Shikaku tiba-tiba membuat sang istri dan anak menatapnya heran

"Bagaimana kamu mendapat kesimpulan seperti itu?" tanya Yoshino

"Seharusnya kalian juga mengerti setelah mengenalnya cukup lama." Jawab Shikaku malas

"...Tapi..." ucap Shikamaru ditahan

"Apa?" tanya Yoshino tidak sabar

"Beberapa bulan belakangan ini Naruto sedikit berbeda dari biasanya." Jawab Shikamaru

"Berbeda?" beo pasangan Nara

"Bagaimana ya menjelaskannya? Hmmh..Naruto memang terlihat seperti biasa, tapi cara bicaranya jadi sedikit berbeda." Jawab Shikamaru sedikit bingung

"Cara bicara? Hmmh..aku jarang bicara dengan Naruto, jadi aku tidak terlalu memperhatikannya." Balas Shikaku

"Cara bicaranya jadi sedikit arogan dan sinis, mungkin." Ucap Shikamaru

"Benarkah? Mungkin hanya perasaanmu saja." Jawab Shikaku santai

"Tidak. Aku benar-benar mendengar perbedaan cara bicara Naruto. Memang terdengar santai dan tenang seperti biasa, tapi jika sudah membahas beberapa k..." Shikamaru terhenti begitu teringat akan masalah yang selalu mereka bicarakan dan karena Naruto memintanya untuk diam, akhirnya tidak melanjutkan apa yang ada dipikirannya

"Kenapa? Apa kamu tau sesuatu?" tanya Yoshino

"Tidak, bukan hal penting. Mungkin besok saat aku melihatnya aku akan bicara dengannya." Jawab Shikamaru

Beralih pada Naruto yang tengah duduk bersandar di sandaran ranjangnya sambil membaca sebuah gulungan yang cukup panjang

'Sudah mendapat petunjuk?' tiba-tiba suara Kyuubi terdengar dalam kepalanya

'Sama sekali, tapi sepertinya aku bisa menggunakan fuuin untuk menggantinya atau menggunakan Hantaisoku no Fuuin.' Jawab Naruto

'Hantaisoku no Fuuin? Jutsu buatan sendiri, kah?' tanya Kyuubi penuh ketertarikan

'Begitulah. Tapi aku masih belum yakin keduanya akan berhasil. Jika aku asal mencoba mungkin akan memberikan efek samping yang lebih buruk lagi untuk mereka." jawab Naruto

'Sepertinya darah Uzumaki milikmu mulai bekerja dengan baik. Darah ayahmu juga benar-benar menuntunmu dengan sangat baik. Bisa kupastikan levelmu sekarang sedikit dibawah ayahmu dan mungkin diatas ANBU.' Ucap Kyuubi

'Kuanggap itu sebagai pujian. Apa ada cara lain untuk menyatukan mereka? Tahun depan sudah ujian kelulusan akademi dan beberapa bulan setelahnya pasti akan ada ujian chuunin.' Tanya Naruto

'Bagaimana kamu bisa tau apa yang akan terjadi tahun depan? Bukankah ujian chuunin masih belum dibicarakan oleh para tetua bau tanah itu?' tanya Kyuubi

'Ujian chuunin diadakan dalam setahun sekali dan tahun ini akan diadakan dalam beberapa minggu kedepan. Aku tidak merasa akan ada ancaman dalam ujian chuunin tahun ini mengingat ujian chuunin tahun ini dilaksanakan diluar Konoha. Karena itu aku tidak akan ikut campur.' Jelas Naruto

'Sesukamu saja. Aku hanya berharap kamu tidak terjebak masalah.' Ucap Kyuubi

'Aku sudah mencoba semampuku untuk tidak terkena masalah. Tapi sepertinya masalah itu selalu saja menemukanku.' Jawab Naruto santai

'Tidak heran mengingat darah yang mengalir dalam tubuhmu ini.' Balas Kyuubi lalu kembali tidur membuat Naruto menghela napas maklum

"Sekarang aku harus menentukan fuuinjutsu mana yang harus kugunakan untuk mereka. Kedua fuuinjutsu ini bisa dikatakan lebih kompleks daripada yang dituliskan. Aku tidak bisa mengambil risiko yang terlalu besar dan nantinya justru akan menjadi masalah. Lagipula Hantaisoku no Fuuin adalah modifikasiku sendiri, jadi aku harus mencobanya sebelum menggunakannya pada mereka." Gumam Naruto masih fokus pada gulungan yang dibacanya

Esok harinya, Naruto memilih untuk masuk kelas mengingat sudah cukup banyak dirinya membolos dan tentu kehadiran Naruto hari ini menjadi pusat perhatian bahkan hampir semua orang di akademi termasuk guru menanyakan keberadaan Naruto saat dirinya membolos. Shikamaru juga salah satu yang bertanya, hanya saja kini mereka bicara di atap akademi, tanpa adanya Chouji, hanya ada mereka berdua disana

"Ceritakan padaku apa yang kamu lakukan selama menghilang?" tanya Shikamaru menuntut

"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semuanya berjalan dengan baik dan kamu tidak perlu turun tangan untuk masalah ini." Jawab Naruto terdengar menyebalkan bagi Shikamaru yang seolah-olah mengatakan bahwa dirinya tidak akan mampu membantu masalah yang Naruto hadapi

"Kamu tau, Naruto. Akhir-akhir ini kamu berubah dan perubahanmu itu cukup banyak." Ucap Shikamaru

"Seperti?" tanya Naruto santai dan tanpa ada ketertarikan

"Cara bicaramu akhir-akhir ini terdengar cukup arogan seperti Sasuke, terkadang kamu menatap orang lain dengan tajam tanpa alasan yang jelas dan itu termasuk padaku juga. Jadi, ada apa denganmu?" jelas Shikamaru

"...Entahlah. Mungkin karena aku terlalu kuat dan lebih pintar darimu bahkan ayahmu." Jawab Naruto acuh tak acuh dan terdengar sombong untuk Shikamaru

"Kamu mengulanginya lagi. Bahkan kamu menyombongkan dirimu. Kamu pernah bilang tidak akan membicarakan kekuatan dan kepintaranmu segamblang ini karena bagimu masih ada yang lebih kuat dan lebih pintar darimu. Kamu dulu mengakui bahwa Nara lebih pintar darimu." Hardik Shikamaru

"Mungkin sudah takdirku berubah seperti ini. Aku tidak menyadari ada yang berubah dalam diriku. Mungkin hanya perasaanmu saja." Balas Naruto santai

"Sejak kapan kamu mempercari adanya takdir?" tanya Shikamaru tajam

"Serius, Shika. Kenapa hari ini kamu tegang sekali?" tanya Naruto bali dan terdengar kembali seperti biasa membuat Shikamaru sedikit rileks

"Jangan membuatku bingung, Naruto. Kamu membuatku takut dengan sikapmu itu." Jawab Shikamaru menghela napas lelah

"Bingung? Takut? Kenapa kamu merasa begitu?" tanya Naruto tidak mengerti

"Karena aku takut kamu menjadi sosok yang tidak kukenal. Aku takut Naruto yang kukenal berganti menjadi Naruto yang sama sekali tidak kukenal." Jawab Shikamaru

"...Baiklah. Mungkin aku akan memikirkan apa yang kamu maksud dengan berubah itu. Jangan terlalu memikirkan hal-hal seperti itu, Shika. Aku tetaplah Naruto, si anak penuh kejutan nomor 1 di Konoha. Karena itu lebih baik kamu mempersiapkan diri dengan kejutan-kejutan yang akan mendatang." Balas Naruto dengan senyum santai dan bersahabatnya membuat Shikamaru menjadi tenang

'Lalu, apa kamu tau apa yang terjadi pada klan Hyuuga?" tanya Shikamaru

"Apa maksudmu? Apa terjadi sesuatu?" Naruto balik

"Kamu pernah mengatakan padaku akan melakukan sesuatu pada klan Hyuuga. Dan saat ini terjadi sesuatu pada mereka meski aku tidak tau jelasnya." Jawab Shikamaru

"Aku tidak yakin membicarakannya disini. Kita bicarakan di apartemenku sepulang akademi nanti." Balas Naruto

Shikamaru sendiri hanya mengangguk setuju dan mereka kembali ke kelas mengingat waktu istirahat mereka sudah habis. Keduanya sama sekali tidak memperhatikan sang guru yang tengah menjelaskan teori-teori untuk hari ini karena dalam pikiran mereka penuh akan tentang apa yang akan mereka bicarakan nanti. Naruto memikirkan bagaimana dirinya menceritakan pada Shikamaru tentang klan Hyuuga. Dan Shikamaru berpikir kemungkinan akan apa yang nantinya Naruto bicarakan dengannya mengenai klan Hyuuga

Sesuai dengan kesepakatan Shikamaru dan Naruto, keduanya segera ke apartemen Naruto begitu pulang dari akademi dan Naruto segera memang Fuuin : Sairento miliknya di kamar apartemennya agar ANBU yang mengawasi keseharian Naruto tidak bisa mendengar apa yang dirinya dan Shikamaru bicarakan. Akan menjadi masalah besar jika para ANBU itu melaporkan apa yang Naruto ceritakan pada Shikamaru

"Jadi?" tanya Shikamaru singkat dan menuntut

"Hahhh...kamu tau aku sudah menghilang beberapa hari dan mulai jarang masuk kelas, kan?" jawab Naruto dengan pertanyaan dan Shikamaru hanya menggangguk

"Aku memutuskan untuk bernegosiasi dengan pemimpin dan tetua klan Hyuuga. Aku meminta mereka untuk menghapus adat cabang di klan mereka dan aku akan mengganti sesuatu yang hanya dimiliki oleh keluargabunke dengan milikku sendiri. Tentu saja mereka tidak menerima tawaranku itu dengan senang hati, mereka tidak ingin mengubah adat mereka maupun sesuatu yang hanya dimiliki oleh keluargabunke." Terang Naruto

"Tunggu..sesuatu itu apa?" tanya Shikamaru

"Untuk yang itu aku tidak bisa memberitaumu, aku janji tidak akan membocorkan informasi yang sepertinya sekarang mereka anggap sebagai aib mereka." jawab Naruto

"...Merepotkan sekali. Ya sudah, lanjutkan saja." Balas Shikamaru

"Mereka memutuskan untuk mengujiku terlebih dahulu, apakah aku layak untuk dipercaya. Tapi seperti para tetua desa, tetua klan Hyuuga memiliki keegoisan yang cukup tinggi dan mereka mempersulit rencanaku. Untungnya aku berhasil mendapatkan kepercayaan dari pemimpin klan saat ini, Hiashi-san dan Hiashi-san membantuku untuk menghancurkan keegoisan para tetua klan." Jelas Naruto

"Sebelum kamu melanjutkan. Bagaimana caramu menghancurkan keegoisan mereka?" tanya Shikamaru penasaran

Naruto diam dan mengingat kembali peristiwa beberapa hari yang lalu

Flashback no Jutsu

Disebuah ruangan yang hanya diterangi oleh lilin disetiap sudut ruangan, terlihat para tetua klan Hyuuga duduk saling berhadapan dengan pemimpin klan tampak duduk paling ujung dan berhadapan dengan Naruto yang juga duduk diujung. Suasana terasa begitu tegang dan udara terasa berat namun hal itu tidak membuat Naruto gemetar sedikitpun karena menurutnya aura mengintimidasi para Hyuuga dihadapannya ini belum ada apa-apanya dengan milik Kyuubi

"Jadi, apa kamu menerima kami mengujimu untuk masalah ini?" tanya salah satu tetua

"Ya." Jawab Naruto dengan singkat dan tegas

"Jika memang benar. Kami ingin kamu mengalahkan 5 Hyuuga dari shouke dan 5 Hyuuga dari bunke. Dan jika kamu berhasil, kami akan menuruti semua permintaanmu." Ucap tetua yang lain yang terdengar sebagai tantangan bagi Naruto, tapi Naruto menyeringai begitu mendengarnya

"Kalian yakin? Kurasa ujian ini akan menjadi aib besar untuk klan ini." Jawab Naruto dengan nada yang meremehkan dan masih setia dengan seringai kecilnya

"Apa maksudmu?" tanya Hiashi was-was

"Jangan pernah sekalipun berpikir bahwa seorang Namikaze Uzumaki Naruto datang menemui orang-orang yang terbilang kuat tanpa ada persiapan yang matang." Jawab Naruto sambil berdiri dengan tegapnya

Mendengar nama lengkap Naruto membuat orang-orang didalam ruangan itu tersentak. Tentu saja, mereka sangat terkejut mendengar kenyataan bahwa Naruto mengunakan marga ayahnya yang merupakan Yondaime Hokage. Naruto tertawa dalam hatinya melihat reaksi para Hyuuga dihadapannya saat ini, wajah mereka benar-benar sangat lucu mengingat ekspresi yang selama ini bertengger di wajah mereka bukanlah ekspresi yang berarti

Dan sekarang wajah mereka menampakan betapa terkejutnya mereka dan ada sedikit rasa takut terselip dari mata pucat mereka membuat Naruto semakin tertawa keras dalam hatinya. Hiashi adalah orang pertama yang berhasil menarik kembali kendali akan keterkejutan dan ketakutannya diikuti oleh para tetua tidak lama kemudian

"Kamu tau siapa orangtuamu?" tanya Hiashi tenang namun bisa Naruto dengar ada kegugupan didalamnya

"Tentu saja. Aku bukan orang bodoh. Aku tau apa yang kalian tidak tau." Jawab Naruto dengan suara begaikan seorang pemimpin

"Apa maksudmu?" sentak tetua lainnya

"Seperti yang kukatakan, aku tau apa yang kalian tidak tau. Kalian tau bahwa Kyuubi tersegel dalam tubuhku, tapi kalian tidak tau apa alasannya dan bagaimana detil dari penyegelan Kyuubi kedalam tubuhku. Kalian tau masih ada doujutsu yang mampu mengalahkanByakugan, tapi kalian tidak tau ada satu orang yang mampu membuat Byakugan dan jutsu-jutsu khas kalian tidak berdaya tanpa orang itu memilikidoujutsu sekalipun." Terang Naruto santai

"Siapa? Bagaimana orang itu menjadi kelemahan kami?" kembali tetua itu bertanya dengan amarah

"Siapa lagi? tentu saja aku." Jawab Naruto masih dengan santai

"Bagaimana bisa?" tanya Hiashi dengan tenang

"Byakugan memiliki penglihatan 360 derajat, tapi juga ada titik buta yang tentu saja akan berakibat fatal jika lawan menyadari hal itu. Jarak penglihatan kalian rata-rata mencapai 2km dan mampu menembus benda padat, tapi lagi tentu saja ada kelemahan, yaitu penglihatan kalian tidak akan mampu menembus hambatan tertentu seperti sebuah jutsu Formasi Empat Kabut Hitam. Dan jutsu khas milik kalian tidak akan bisa menghentikanku karena aku tidak hanya memiliki 1 sistem chakra, setidaknya saat ini aku memiliki 2 sistem chakra dan kalian tidak akan bisa menutup kedua sistem chakraku sekaligus. Jadi, kalian memilih lawan yang salah jika kalian mengujiku dengan cara bertarung." Terang Naruto membuat para Hyuuga tidak mampu berkata apapun

"Bisa dikatakan kelemahan kalian adalah aib untuk kalian dan aku adalah aib terbesar kalian. Jika kalian ingin melawanku, lupakan saja karena pada akhirnya aku yang akan menang. Dan jangan salahkan aku jika aib kalian tersebar luas keseluruh negara besar shinobi." Ucap Naruto dengan seringai yang melebar

"Jika kamu melakukan itu, akan terjadi perang antar klan dan Konoha pasti akan melemah." Balas Hiashi mencoba terdengar tenang

"Oh, tenang saja, Hiashi-san. Tentang perang antar klan tidak akan melemahkan Konoha, mungkin hanya klan kalian yang dalam posisi diujung tanduk." Jawab Naruto santai

"...Apa yang kamu inginkan dari kami?" tanya Hiashi pada akhirnya

"Hiashi!" sentak para tetua namun tidak dipedulikan

"Seperti yang kukatakan. Aku ingin kalian menyatukan keluarga shouke dan bunke. Aku akan mengganti Juin Jutsu dengan Fuuinjutsu yang telah kubuat dan itu termasuk keluarga shouke." Jawab Naruto membuat para Hyuuga lagi-lagi terkejut luar biasa

"Beraninya kamu-" hardikan para tetua terputus oleh ucapan Naruto

"Jika kalian menolak. Persiapkan diri kalian untuk pembantaian klan Hyuuga begitu aku menyebarkan aib kalian ini." Ancam Naruto dengan penuh tekanan dan tatapan yang menjanjikan bahwa dirinya tidak akan menahan diri

Tidak ada yang bisa menjawab atau membalas ucapan Naruto

"Aku tunggu jawaban kalian besok. Aku akan datang lagi." Pamit Naruto menginggal para Hyuuga yang mematung dalam rasa panik

Flashback no Jutsu End

"Tentu saja dengan apa yang aku tau. Aku berhasil mendapatkan beberapa informasi yang bisa dikatakan sebagai aib klan Hyuuga, aku juga mendapatkan informasi mengenai kelemahan mereka dan aku termasuk dalam kelemahan mereka, mungkin aku-lah yang menjadi kelemahan terbesar mereka. Dan dengan informasi yang kutau, aku mengancam mereka untuk menuruti semua keinginanku." Terang Naruto yang tentu saja tidak mengatakan secara detilnya karena biar bagaimanapun, Naruto berjanji untuk merahasiakan itu dan Shikamaru tampak tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan dari penjelasan Naruto

"Kamu benar-benar berubah banyak. Bahkan sekarang kamu mulai memakai rencana yang licik untuk mendapatkan apa yang kamu mau." Ucap Shikamaru tidak habis pikir

"Kita ini shinobi, jadi jangan terlalu berharap dunia ini akan bermanis-manis ria dengan kita." Jawab Naruto

"Yahh, sejak awal aku masuk akademi juga sudah berpikir begitu. Aku berpikir kehidupan tenangku akan berakhir dan hal-hal merepotkan akan terus bermunculan. Termasuk kamu. Kamu sumber hal-hal merepotkan itu." Balas Shikamaru

"Maaf saja jika aku ini sumber hal-hal merepotkanmu itu." Sinis Naruto

"...Hei, Naruto." Panggil Shikamaru

"Apa?" tanya Naruto singkat

"Jujur saja. Aku merasa sangat kesal dengan perubahanmu ini. Aku merasa kamu menjadi sangat arogan, sombong dan meremehkan." Jawab Shikamaru

"...Aku tidak tau aku berubah menjadi seperti itu. Hmmh, tapi kurasa perubahanku itu akan sangat membantuku nantinya." Balas Naruto

"Tapi perubahanmu itu juga akan menjadi kematianmu suatu hari nanti." Jawab Shikamaru

"Mungkin." Balas Naruto singkat tanpa minat

Naruto segera melepas Fuuin : Sairentonya dan bangkit dari duduknya lalu melangkah ke dapur untuk membuat makan malam karena ternyata sudah hampir waktunya makan malam. Shikamaru juga akan menginap setelah tadi sempat berpamitan pada orangtuanya begitu pulang dari akademi sebelum ke apartemen Naruto. Begitu makan malam siap, keduanya segera makan malam dan langsung pergi tidur

Paginya Naruto menyiapkan sarapan dengan porsi yang cukup banyak mengingat Shikamaru menginap di apartemennya dan keduanya sarapan dalam diam hingga selesai makan

"Shikamaru. Hari ini aku harus ke kediaman Hyuuga dan mungkin Hinata juga tidak akan masuk. Bisa kamu katakan pada sensei yang mengajar nanti bahwa aku dan Hinata ada urusan penting. Tapi jangan katakan aku pergi ke kediaman Hyuuga. Cari alasan lain." Ucap Naruto

"Bukankah urusan dengan Hyuuga sudah selesai?" tanya Shikamaru heran

"Tidak. Masih ada urusan yang belum terselesaikan." Jawab Naruto

Shikamaru pergi ke akademi sementara Naruto kembali mendatangi kediaman Hyuuga untuk memasang fuuinjutsu buatannya pada klan Hyuuga dan itu artinya bukan hanya bunke, shouke juga akan mendapatkan fuuinjutsu buatan Naruto mengingat kedua keluarga cabang telah sepakat untuk menjadi 1. Dan disinilah Naruto, berdiri ditengah-tengah sebuah ruangan yang sangat luas dengan semua anggota klan Hyuuga termasuk Hinata dan Neji bahkan Hanabi yang masih sangat kecil mengelilingi Naruto. Semua anggota klan Hyuuga tidak memakai hitai-ate mereka karena perintah Naruto

"Sebelum aku memasang fuuinjutsu buatanku pada kalian, kalian harus tau konsekuensi dari fuuinjutsu ini terhadap mata kalian." Ucap Naruto

"Dan apa yang akan menjadi konsekuensi bagi mata kami?" tanya Hiashi cukup tenang

"Jika kalian membocorkan tentang siapa yang membuat dan memasang fuuin ini pada orang lain tanpa ijinku, maka Byakugan kalian akan hancur, tapi tenang saja. Kalian akan tetap bisa melihat, hanya saja kalian tidak akan pernah bisa menggunakan Byakugan kalian." Terang Naruto

"Jika Byakugan kami hancur, bagaimana kami bisa menggunakan jutsu klan kami?" tanya salah seorang anggota klan yang tampak masih muda

"Hancurnya Byakugan kalian tidak akan mempengaruhi jutsu andalan kalian. Menggunakan Jyuken ataupun Kaiten bahkan Hakke Jutsu tidak memerlukan Byakugan. Tapi kalian hanya akan bisa menggunakan Hakke Jutsu pada Hakke Sanjuuni Sho karena Byakugan kalian telah hancur." Jelas Naruto

"Ke-kenapa Na-Naruto-kun melakukan ini p-pa-pada kami?" tanya Hinata takut-takut dan terlihat mata pucat itu berkaca-kaca

"Kenapa? Tentu saja untuk menyatukan kalian. Dan aku tidak ingin ada perpecahan di Konoha. Aku sebagai pewaris Yondaime Hokage akan melakukan apapun untuk memubat kedamaian." Jawab Naruto mengejutkan anggota klan Hyuuga, tentu saja selain Hiashi dan para tetua yang sudah tau siapa Naruto sebenarnya

"Dan agar kalian tidak berkhianat padaku." Lanjut Naruto dengan datar

Tanpa menunda lagi, Naruto membuat sebuah lingkaran yang didalamnya tertulis tulisan kanji yang cukup rumit dengan darahnya. Begitu selesai dengan ritualnya, Naruto berdiri tepat ditengah-tengah lingkaran itu lalu membuat beberapa shirushi

"Fuuinjutsu : Hantaisoku." Gumam Naruto

Diakhir rapalan Naruto, tulisan-tulisan itu melayang mengarah pada dahi mereka dan Juin Jutsu yang terpasang di dahi para bunken menghilang tergantikan Fuuinjutsu yang digunakan Naruto dengan simbol yang yang sama seperti yang ada di perut Naruto namun dengan ukuran yang lebih kecil seperti ukuran untuk Juin Jutsu. Neji, Hinata dan Hanabi kehilangan kesadaran sedangkan anggota Hyuuga yang cukup dewasa tampak kesulitan bernapas dan merasa kesakitan dibagian kepala mereka

Naruto sendiri tampak terengah karena menggunakan chakra yang cukup besar lalu berjalan kearah Neji, Hinata dan Hanabi. Meletakan telapak tangan kanannya di dahi mereka satu-persatu dengan menggunakan tangan kirinya untuk melakukan shirushi

"Fuuin : Chikan Memori." Gumam Naruto dan muncul cahaya biru kehijauan dari telapak tangannya yang berada di dahi ketiga Hyuuga muda itu secara bergantian

Naruto bangkit dan menghadap pada anggota Hyuuga lainnya yang berlutut dengan napas pendek mereka

"Aku mengganti ingatan mereka tentang apa yang terjadi malam ini. Katakan pada mereka bahwa yang melakukan semua ini adalah seorang Hyuuga yang telah lama hilang. Dan katakan pada mereka bahwa aku yang sebagai Hyuuga telah mati dalam ritual penyegelan ini." Terang Naruto yang tidak mendapatkan balasan apapun karena mereka masih sibuk mengatur napas mereka

Naruto segera kembali ke apartemennya dan memasang jutsu agar tidak ada seorangpun yang bisa masuk kesana karena Naruto membutuhkan istirahat. Mungkin dirinya akan tertidur selama 3 hari mengingat jumlah chakra yang digunakannya untuk menggunakan 2 Fuuinjutsu buatannya sekaligus. Tapi sebelum Naruto jatuh tertidur, Naruto mengirimkan sebuah surat pada Shikamaru dan Sandaime Hokage agar mereka tidak khawatir dan membiarkannya sendiri untuk 3-4 hari kedepan

BERSAMBUNG...


Terimakasih telah setia dengan cerita saya

Dan maaf atas keterlambatan saya

Semoga chapter ini tidak mengecewakan

Kemungkinan saya akan mulai terlambat dalam up mengingat masuk semester 3 ini sudah mulai disibukan oleh tugas lapangan

Matta raishuu