Saatnya balasan review

The Spectre215

Q : Kheh kuharap alurnya tdk banyak berubah

A : Semoga saja, karena saya juga tidak yakin. Karena saya ingin membuat Naruto sekeren dan sekuat mungkin


mrheza26

Q : cerita nya menarik thor

A : Terimakasih


menma

Q : dua orang yang sama mizuki itu orochimaru sama kabuto ya? duh makin gak sabar ane. lanjut dong

A : Hmmh. Untuk 2 orang itu bukan Orochimaru dan Kabuto. 2 orang itu hanya sebagai figuran saja


ank

Q : cepetan disambung ya kak author...ftom silent reader hehehehehehe

A : Ini saya sudah sambung lagi


Sebelumnya di Different Path

Naruto memilih untuk mengikuti perintah Kurama karena ingin mengikuti alur permainan Kurama yang memainkan emosional Shisui. Sebenarnya Naruto merasa bersalah dan kasihan pada Shisui, yah mungkin hanya sedikit. Dan ada sebagian dari diri Naruto yang ingin tertawa terbahak-bahak melihat permainan Kurama dan ekspresi Shisui. Kurama dan Naruto pergi meninggalkan Shisui yang masih terpaku di posisinya, tidak tau harus bereaksi seperti apa dengan bisikan-bisikan dari Kurama


Saya ingin mengakui Naruto sebagai milik saya

Tetapi sepertinya bang Kishi tidak mengijinkan

Saya masih pemula dan masih perlu kritik dan saran yang membangun


Sudah 2 hari ini Hinata tidak masuk dan Neji tidak ikut misi maupun latihan dengan timnya. Dan Naruto sendiri tampak tidak terlalu memikirkan tentang ketiga Hyuuga muda itu karena Naruto masih harus memikirkan menjatuhkan para pengkhianat itu. Naruto tau salah satu dari mereka adalah orang yang ada di akademi dan dua orang lainnya berasal dari luar Konoha. Tapi ada yang mengganjal tentang 2 orang asing itu yang berkomplot dengan orang di akademi yang sebut saja Mizuki dan Naruto sangat tidak suka akan ketidak-tahuannya tentang suatu hal

Selama 2 hari itu, Naruto telah menyiapkan beberapa rencana untuk mengatasi semua kemungkinan yang akan terjadi saat ujian kelulusan akademi nantinya. Dan tentu saja Kurama ikut andil dalam rencana yang telah dibuat oleh Naruto karena Kurama memaksa untuk ikut andil dalam rencana Naruto. Dan tidak lupa, Shikamaru semakin curiga pada Naruto yang lebih sering melamun di kelas dan suka menghilang dalam sekejap begitu waktunya jam makan siang atau waktu pulang

Di malam hari yang cukup dingin, Naruto berbaring terlentang dengan kedua tangan sebagai bantalan didalam pahatan wajah Yondaime sambil menatap langit dari lubang mata pahatan wajah Yondaime

'Aniki, menurutmu siapa yang paling bisa dipercaya di Konoha?' tanya Naruto dalam pikirannya

'Orang yang kupercaya tidak berarti menjadi orang yang kamu percaya juga.' Jawab Kyuubi malas

'Tidak. Aku percaya dengan apa yang aniki percaya. Jadi katakan saja.' Balas Naruto

'...Dari sudut pandangku, aku lebih percaya pada keturunan rambut nanas pemalas itu.' jawab Kyuubi

'Hmmh. Artinya Shikamaru juga termasuk dalam daftar orang yang aniki percaya?' tanya Naruto

'Begitulah. Apa kamu akan melibatkan orang lain?' jawab Kyuubi dengan bertanya

'Mungkin. Hanya sebagai rencana cadangan. Kita tidak tau kemungkinan yang akan terjadi kedepannya. Tidak semua rencana bisa berjalan dengan lancar.' Balas Naruto

'Aku bisa apa? Semua rencana, kamu yang buat dan semuanya ada di tanganmu. Aku hanya sedikit membantu.' Ucap Kyuubi

Tiba-tiba seorang ANBU bertopeng anjing dengan rambut perak muncul tepat disamping Naruto, tapi Naruto masih adem ayem diposisinya sambil memejamkan mata

"Ada apa? Tidak biasanya ANBU menampakan diri didepan orang lain, apalagi didepan anak-anak sepertiku." Tanya Naruto pelan

'Naruto..dia tidak terkejut dengan kemunculanku yang tiba-tiba.' Pikir ANBU itu heran dan terkejut

"...Saya diperintahkan untuk menemani anda menemui Sandaime-sama." Jawab ANBU itu datar

"Jiijii ingin menemuiku? Malam-malam begini?" tanya Naruto yang kali ini menatap heran pada ANBU itu

"Ya. Dan anda diminta untuk segera menemui Sandaime-sama." Jawab ANBU itu masih dengan datar

"Baiklah. Tapi kenapa harus menemaniku?" tanya Naruto sambil bangkit dari berbaringnya

"Entahlah. Saya hanya menjalankan perintah." Jawab ANBU itu datar

"Tapi..aku tidak ingin kesana dengan shunshin atau melompati atap. Aku hanya ingin jalan santai saja. Karena itu, gunakan henge agar tidak ada yang tau bahwa kamu adalah seorang ANBU." Ucap Naruto

ANBU itu mengernyit dibalik topeng yang dikenakannya, tapi menuruti kemauan Naruto dengan mengubah dirinya menjadi seorang pria dewasa yang hampir mirip dengan Iruka. Hanya saja tidak ada bekas luka melintang di hidungnya dan tidak menggunakan pakaian chuunin dan ikat kepalanya. Keduanya segera menuju ke gedung Hokage dengan santai dan sedikit berbincang dalam perjalanan tentang beberapa hal. Dari mengenai makanan yang mereka suka hingga pendapat mereka tentang shinobi saat ini

Sampai di kantor Hokage, ANBU itu melepas Henge-nya dan meninggalkan Naruto sendiri bersama Sandaime

"Ada apa?" tanya Naruto tanpa basa-basi

"To the point seperti biasa." Jawab Sandaime dengan nada jenaka

"Ini pertama kalinya jiijii memanggilku malam-malam begini bahkan sampai menyiapkan bodyguard untuk kesini." Balas Naruto

"Ahaha. Karena malam hari cukup berbahanya untuk anak-anak sepertimu, aku harus mengirimkan salah satu orang terpercayaku untuk menjagamu dan mengantarmu kesini dengan selamat." Jawab Sandaime

"Aku bukan lagi anak kecil yang perlu jiijii khawatirkan. Sebentar lagi aku akan lulus dari akademi dan resmi menjadi genin. Karena itu berhenti memperlakukanku seperti bayi." Ucap Naruto penuh penekanan namun masih dengan tenang

"Baiklah, baiklah. Maafkan kakek tua ini." Balas Sandaime mengalah

"Jadi?" tanya Naruto singkat

"Aku hanya ingin memperingatkanmu. Akhir-akhir ini ada kejahatan di Konoha. Aku tidak ingin kamu menjadi sasaran orang-orang itu karena mereka masih belum tertangkap." Terang Sandaime

"Bukankah sudah ada 3 ANBU yang selalu berada didekatku? Mereka tidak akan diam saja saat terjadi sesuatu padaku, bukan?" tanya Naruto membuat Sandaime tersentak

"Bagaimana kamu tau ada 3 ANBU yang selalu berada didekatmu?" tanya Sandaime balik

"Entahlah. Aku hanya tau begitu saja." Jawab Naruto acuh tak acuh

"Begitu, kah? Kalau begitu kamu boleh pulang dan jangan pergi malam-malam." Tegur Sandaime

Naruto hanya mengangguk kecil dan pulang dengan diantarkan oleh ANBU tadi yang masih menggunakan Hengenya. Dan begitu sampai di apartemennya, ANBU itu segera pegi dan Naruto langsung berbaring di ranjangnya dengan posisi tengkurap dan kedua tangannya yang berada dibawah bantal dengan menenggelamkan wajahnya dibantal

'Sepertinya aku harus lebih berhati-hati mulai dari sekarang. Jiijii bahkan Shikamaru juga curiga padaku.' Pikir Naruto

'Si kepala nanas junior itu memang peka terhadap sekitarnya. Jadi tidak heran jika dia mulai mencurigai sesuatu dari tingkahmu.' Balas Kyuubi

'Aniki, apa menurutmu kita bisa lolos kali ini?' tanya Naruto

'Kemungkinan kita lolos kali ini sangat kecil. Si pencuri Sharingan itu juga sepertinya semakin memperhatikan gerak-gerikmu.' Jawab Kyuubi terdengar kesal

'Ya, saat ini yang lebih berbahaya adalah Danzou daripada si pengkhianat dan komplotannya itu.' balas Naruto geram

'Lalu bagaimana?' tanya Kyuubi

'Seperti biasa. Kita ikuti alur mereka lalu hancurkan.' Jawab Naruto dengan seringai rubahnya

Pagi harinya Naruto bersiap ke akademi seperti biasa dan tanpa sengaja berpapasan dengan Shikamaru yang berjalan beriringan dengan ayahnya. Tentu saja Naruto menyapa mereka dan mengajak mereka bicara dengan santai diperjalanan menuju akademi

"Tidak biasanya kamu diantar oleh ayahmu. Biasanya kamu berangkat dengan Chouji." Ucap Naruto

"Oh, itu karena aku ada urusan dengan beberapa chuunin pengajar disana. Jadi sekalian mengantar Shikamaru." Bukan Shikamaru yang menjawab melainkan Shikaku

Suasana mendadak sunyi hingga Naruto kembali membuka suara

"Kalian lebih memilih membela yang benar meski bukan dari Konoha atau tetap memihak pada Konoha?" tanya Naruto serius membuat ayah-anak Nara itu menghentikan langkah mereka yang diikuti oleh Naruto

"Apa maksudmu?" tanya Shikamaru bingung

"Jika ada seseorang dari desa lain yang mengatakan bahwa orang Konoha menyerangnya tanpa alasan..kalian akan berpihak pada siapa?" terang Naruto

"Kenapa kamu menanyakan seperti itu?" tanya Shikaku penasaran dan cukup curiga

"Tidak, aku hanya membaca sebuah buku yang mengisahkan kesalahpahaman antar negara." Jawab Naruto sedangkan ayah-anak Nara itu tampak memikirkan jawaban mereka untuk sesaat

"Jika memang orang dari desa lain itu tidak bersalah, tentu saja kami akan berusaha membantunya. Meski kami dari Konoha, tapi jika Konoha yang melakukan kesalahan, bukankah nama baik Konoha dan orang-orangnya akan hancur?" terang Shikamaru

"Shikamaru benar. Meski kita dari Konoha, tapi kita juga harus membela yang benar." Tambah Shikaku

"Seperti yang kuduga. Klan Nara memang paling bisa dipercaya." Gumam Naruto namun tidak terlalu jelas bagi ayah-anak Nara itu

"Kamu mengatakan sesuatu?" tanya Shikamaru

"Ya, tapi bukan sesuatu yang penting." Jawab Naruto

Begitu sampai di akademi, Shikaku segera menemui chuunin pengajar yang ingin ditemuinya. Sedangkan Naruto dan Shikamaru langsung menuju ke kelas mereka yang ternyata masih sepi mengingat ini masih terlalu pagi untuk ke akademi. Shikamaru langsung mengambil posisi tidur dengan melipat tangan di mejanya dan menenggelamkan kepalanya dilipatan tangannya, begitu pula dengan Naruto dan langsung tertidur dengan lelapnya, sedangkan Shikamaru hanya memejamkan matanya saja karena tidak bisa tidur di saat seperti ini. Otak jeniusnya itu terlalu banyak pikiran

Akademi berlangsung seperti biasa hingga hari ujian kelulusan akademi tiba dan saat ini Naruto tengah bersiap-siap di apartemannya

'Kamu benar-benar akan melakukannya? Bagaimana jika nanti ada ANBU yang sudah mengawasi bocah Mizuki atas perintah si monyet tua bangka itu. Kamu tau pasti bukan bahwa si monyet tua itu juga mencurigai bocah Mizuki itu.' tiba-tiba terdengar suara Kyuubi di kepala pirang itu

'Ya. Karena itu aku membutuhkan bantuan dari Iruka-sensei untuk menangkap Mizuki. Dan mungkin aku sedikit memerlukan bantuan Shikamaru.' Jawab Naruto

'Bantuan seperti apa yang kamu butuhkan dari si lumba-lumba bercodet dan si rusa malas junior itu?' tanya Kyuubi penasaran

'Tenang saja aniki. Ini akan menjadi kejutan untukmu.' Jawab Naruto dengan seringai rubahnya membuat Kyuubi berdecak kesal karena tidak bisa membaca apa yang dipikirkan oleh adiknya ini

Begitu siap, Naruto segera menuju akademi dan menjalankan ujian kelulusan akademi. Mulai dari ujian tulis hingga ujian praktik dan Naruto berhasil melewati semua ujian dengan sangat baik, tapi saat melakukan salah satu ujian praktik, Naruto sengaja menggagalkannya, yaitu ujian untuk membuat bunshin, tentu saja Naruto tidak lulus ujian meskipun nilai ujian tertulisnya sempurna begitu juga ujian praktik kawarimi dan henge serta bertarung dengan yang lainnya

Malam harinya Naruto duduk diam di atap akademi dan menunggu momennya untuk beraksi dan tepat saat dirinya memikirkan bagaimana wajah Mizuki yang menyedihkan itu nantinya, Mizuki sudah datang dan duduk di sebelah Naruto

"Naruto." Panggil Mizuki dengan anehnya terdengar penuh simpatik, tapi Naruto tau itu hanyalah tipuan Mizuki dan tentu saja Naruto ikut bermain dalam permainan Mizuki

"Mizuki-sensei." Jawab Naruto dengan suara yang pelan dan sedih

"Kenapa kamu masih disini? Ini sudah malam dan kamu harusnya segera pulang. Pasti kamu lelah setelah ujian hari ini." Ucap Mizuki yang terdengar penuh perhatian

"Aku..tidak bisa tidur. Aku tidak bisa istirahat. Aku..aku telah gagal." Jawab Naruto terdengar pilu

"..Naruto. Sensei tau perasaanmu sekarang, tapi kamu juga harus menjaga kesehatanmu." Ucap Mizuki

"Sensei, apa tidak ada cara lain bagiku untuk bisa lulus?" tanya Naruto menatap penuh harap yang tentu saja hanya sebuah pancingan dan membuat Mizuki menyeringai dalam hatinya

"..Sebenarnya, Naruto. Sensei ada alternatif lain untukmu bisa lulus." Jawab Mizuki

"Apa itu?" tanya Naruto penuh semangat

"Kamu harus mengambil sebuah gulungan terlarang yang dijaga oleh ANBU dibawah bimbingan Hokage langsung. Serelah itu pelajari isi gulungan itu dan bawa kebelakang akademi. Sensei akan melihat performamu dengan apa yang kamu pelajari dari gulungan itu." terang Mizuki

'Bagus. Target sudah masuk perangkap. Tinggal membawa Iruka-sensei dan Shikamaru kebelakang akademi.' Batin Naruto

Begitu Mizuki pergi, Naruto langsung membuat 2 Kagebunshin. 1 untuk mencari Iruka dan 1 lagi untuk mencari Shikamaru. Dan Naruto langsung menuju gedung Hokage, masuk ke perpustakaan yang hanya bisa diakses oleh Hokage dan dijaga ketat oleh beberapa ANBU bimbingan langsung Hokage. Naruto dengan mudah masuk ke perpustakaan itu tanpa diketahui oleh para ANBU itu dan mengambil sebuah gulungan yang cukup besar yang hampir menyamai tubuhnya dan Naruto membuka gulungan itu yang berisikan jutsu-jutsu tingkat atas dan hijutsu milik Nidaime

Naruto mengembalikan gulungan itu ditempatnya dan membuat 1 Kagebunshin lagi yang kemudian henge menjadi gulungan yang seukuran dengan yang dibacanya tadi lalu Naruto pergi menuju belakang akademi dan berpura-pura tengah mempelajari gulungan terlarang yang diminta oleh Mizuki. Tidak berapa lama kemudian Mizuki datang dan Naruto langsung menggulung kembali gulungannya dan menyampirkannya di punggunya

"Bagaimana Naruto? Kamu sudah mempelajari gulungan itu?" tanya Mizuki

"Ya. Aku sudah mempelajarinya dan ternyata cukup mudah untuk ukuran gulungan terlarang." Jawab Naruto dengan semangat dan dalam batinnya menyeringai begitu merasakan Iruka dan Shikamaru sudah berada di akademi dan menuju kearahnya

Shikamaru diminta Naruto untuk diam mengamati selagi Iruka hanya diminta untuk datang kesana tanpa ada penjelasan lebih rincinya dari Kagebunshin Naruto yang dianggapnya asli. Dan begitu Iruka melihat Naruto berhadap-hadapan dengan Mizuki bersama gulungan besar di punggung Naruto dan Iruka tau gulungan apa itu. Dan membuat Iruka curiga lalu memutuskan untuk menghampiri keduanya

"Naruto. Kenapa kamu bisa mendapatkan gulungan itu? seharusnya gulungan itu hanya ada di perpustakaan Hokage." Tanya Iruka

"Mizuki-sensei bilang aku akan lulus jika aku mempelajari gulungan ini. Dan aku bisa menggunakan jutsu dalam gulungan ini. Artinya aku lulus, 'kan?" jawab Naruto terdengar sangat polos dan senang

"Naruto. Yang kamu lakukan ini tidak akan pernah membuatmu lulus dari akademi, justru kamu akan dijadikan sebagai musuh yang mencoba untuk mengancam Konoha dengan mencuri gulungan jutsu terlarang bahkan mencoba untuk mempelajarinya." Terang Iruka dan bisa Iruka lihat Naruto terdiam dan menunduk, tampak merasa bersalah

"Dan kamu, Mizuki! Apa yang kamu lakukan? Bisa-bisanya kamu meminta Naruto untuk mencuri gulungan jutsu terlarang di perpustakaan Hokage! Jika Naruto tertangkap mencuri oleh para penjaga perpustakaan itu, Naruto bisa saja dieksekusi di tempat! Apa kamu sudah gila?!" murka Iruka

Shikamaru hanya duduk dia dibalik pohon dan menekan chakranya pada titik terendah agar tidak disadari oleh Iruka dan Mizuki bahwa dirinya ada disana sedari tadi. Tapi Shikamaru tau alasan Kagebunshin Naruto datang menemuinya dan memintanya untuk menjadi pengamat. Dan jujur, Shikamaru mulai kehilangan kesabarannya oleh sikap Mizuki maupun Iruka. Mizuki yang ternyata mengkhianati desa dan Iruka yang ragu-ragu pada keputusan yang akan diambilnya terhadap teman dekatnya itu. Tapi Shikamaru diminta untuk jadi pengamat dan hal itu yang akan dilakukannya selama Naruto tidak memintanya untuk bertindak

"Kenapa kamu begitu peduli pada bocah monster itu? Bukankah kamu juga membenci bocah monster itu? Dia yang telah membunuh orangtua kita!" murka Mizuki

"Apa maksudmu aku membunuh orangtua kalian?" tanya Naruto berusaha untuk terdengar bingung dan hal itu berhasil karena Iruka terlihat panik dan Mizuki terlihat menyeringai sinis

"Biar kuberitau sebuah rahasia yang hanya kamu saja yang tidak tau." Ucap Mizuki masih dengan seringainya

"Jangan! Kamu bisa dieksekusi ditempat, Mizuki!" seru Iruka

"Kalian membicarakan apa? Kenapa hanya aku yang tidak tau?" tanya Naruto

"Dengar baik-baik. Alasan para penduduk membencimu! Alasan para pemilik toko tidak membiarkanmu masuk! Alasan anak-anak lain tidak mau bermain denganmu! Semua itu karena kamu adalah seorang monster! Monster yang telah membunuh banyak penduduk Konoha!" terang Mizuki dengan sangat keras

Naruto terdiam, Iruka membeku dan Shikamaru tersentak. Naruto menunduk hingga bayangan poninya menutupi mata dan membuat yang lain tidak bisa melihat ekspresinya sekarang. Iruka menatap Naruto dengan was-was, takut dan juga merasa bersalah karena dirinya tidak mampu mencegah teman dekatnya untuk tidak membicarakan hal itu. Sedangkan Shikamaru tampak menatap penuh benci kearah Mizuki yang telah berani mengatakan bahwa sahabat pirangnya itu adalah monster

"Hmph. Apa hal seperti itu bisa dikatakan sebagai rahaisa disaat aku sudah mengetahuinya sejak usiaku 5 tahun?" tanya Naruto yang kini menatap sinis ke arah Mizuki dan sontak respon yang diberikan olehnya membuat Iruka dan Mizuki terkejut

"Naruto..apa maksudmu?" tanya Iruka was-was

"Maaf saja. Tapi selama ini yang terbodohi oleh peraturan itu adalah kalian sendiri. Kalian tidak tau bagaimana Kyuubi berakhir tersegel didalam tubuh seorang bayi yang bahkan belum ada beberapa jam terlahir ke dunia. Kalian tidak tau alasan Kyuubi yang tiba-tiba keluar dari tubuh jinchuuriki sebelumnya dan menyerang Konoha. Kalian tidak tau apa-apa selain kenyataan bahwa sekarang Kyuubi tersegel didalam tubuhku." Jelas Naruto dengan tenang

"Bagaimana bisa kamu tau hal-hal seperti itu?" bentak Mizuki

"Aku tau dari Kyuubi sendiri. Dia yang mengatakan semuanya padaku. Kebenaran dibalik penyerangan Kyuubi 12 tahun yang lalu. Bahkan Kyuubi juga menceritakan seperti apa orangtuaku." Jawab Naruto masih dengan tenangnya

"Kamu tau siapa orangtuamu? Memangnya siapa yang membiarkan anaknya menjadi penjara monster?" sinis Mizuki sedangkan Iruka masih terdiam karena terlalu terkejut

"Kamu benar-benar ingin tau?" tanya Naruto yang tidak mendapat jawaban dari Mizuki

"Ayahku adalah Namikaze Minato atau yang lebih kalian kenal sebagai Yondaime Hokage dan ibuku adalah jinchuuriki Kyuubi sebelumku dan aku adalah cicit dari istri Shodaime Hokage yang juga merupakan seorang jinchuuriki." Ucap Naruto membuat Mizuki dan Iruka terkejut begitu juga dengan Shikamaru

Mizuki terkejut karena dirinya tidak mengetahui bahwa Naruto adalah anak sekaligus cicit dari Hokagenya, tapi Iruka terkejut karena mengetahui bahwa Naruto adalah cicit dari istri Shoudaime Hokage dan terkejut karena Naruto mengetahui siapa jati dirinya yang sebenarnya. Sedangkan Shikamaru hanya diam karena dirinya memang sudah tau siapa sebenarnya Naruto, tapi Naruto tidak memberitaunya bahwa sahabat pirangnya itu memiliki hubungan darah dengan istri Shoudaime Hokage

"Nah, sekarang saatnya kamu dieksekusi. Benar begitu, 'kan, Inu-san?" tanya Naruto pada sosok ANBU bertopeng anjing yang ternyata bersembunyi seperti Shikamaru dan muncul tepat dibelakang Mizuki dan membuat Mizuki tidak sadarkan diri dengan memukul dengan keras tepat di perutnya

"Kamu tau apa yang kamu bicarakan tadi adalah rahasia SSS-rank, 'kan?" tanya ANBU yang dipanggil Inu oleh Naruto

"Tentu. Aku akan menemui jiijii setelah aku mengurus kekacauan ini. Terimakasih atas kerjasamamu, Inu-san." jawab Naruto santai

Inu segera pergi dengan Mizuki yang tidak sadarkan diri menggunakan shunshin meninggalkan Naruto dan Iruka juga Shikamaru. Setelah merasa aman, Shikamaru menampakan dirinya dan menghampiri Naruto dan Iruka yang tampak masih terdiam dengan apa yang terjadi barusan. Dan Shikamaru tau bahwa pasti akan sangat merepotkan berurusan dengan Iruka mengingat Iruka sangat perhatian pada murid-muridnya terutama Naruto

"Sekarang kamu sudah tau, bukan? Aku bukan anak kecil yang tidak tau apa-apa. Aku mewakili Kyuubi meminta maaf atas apa yang telah terjadi pada orangtuamu, Iruka-sensei." Ucap Naruto tenang dan menatap Iruka dengan rasa bersalah

"Tunggu! Kenapa Shikamaru juga ada disini? Apa Shikamaru tau tentang semua ini? Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan?" cecar Iruka bingung

"Pertama, aku yang meminta Shikamaru untuk kesini sebagai saksi, tapi sepertinya tidak perlu karena Inu-san sudah ada disini. Kedua, Shikamaru sudah tau sejak kami masuk akademi dan jangan salah, Shikamaru mengetahui siapa jati diriku dengan analisanya sendiri, jangan lupa bahwa Shikamaru berasal dari Nara. Terakhir, Kami tidak menyembunyikan apapun, kami hanya mencoba untuk bersikap normal seperti anak-anak lainnya." Terang Naruto

"Kenapa kalian melakukan semua ini? Kenapa kalian menyembunyikan kemampuan kalian?" tanya Iruka yang mulai tenang

"Karena akan sangat merepotkan jika kami menjadi yang paling unggul." Kali ini Shikamaru yang menjawab dengan malasnya

"Ya, jika kami menjadi murid diperingkat tertinggi, akan menjadi masalah bagi kami begitu mengetahui siapa kami sebenarnya. Aku yang sebagai seorang jinchuuriki dan Shikamaru yang merupakan calon penerus klan Nara. Konoha tidak sebaik yang terlihat, ada beberapa orang yang meinginkan kekuasaan tanpa memikirkan orang lain dan memilih memenuhi keinginan egois mereka." jelas Naruto

"Bagaimana dengan gulungan itu?" tanya Iruka melirik gulungan di punggung Naruto

"Oh, ini.." jawab Naruto lalu gulungan itu berubah menjadi sosok Naruto atau dengan kata lain Kagebunshin Naruto

"Aku sengaja menggagalkan ujian mempraktikan bunshin karena aku memang tidak bisa menggunakan bunshin biasa mengingat chakraku yang besar dan karena itu aku bisa menggunakan Kagebunshin yang merupakan jutsu A-rank dan hanya shinobi-shinobi tertentu yang bisa menggunakan Kagebunshin terlebih dalam jumlah yang besar." Jelas Naruto

"...Naruto.." panggil Iruka setelah terdiam sesaat

"Ya?" jawab Naruto

"Kamu..lulus." ucap Iruka dengan senyum senangnya yang dibalas dengan senyum tipis oleh Naruto

"Kamu boleh memiliki hitai-ateku." Tawar Iruka yang dibalas gelengan pelan oleh Naruto

"Tidak, terimakasih. Aku ingin memakai hitai-ate milik ayahku. Tentu saja aku akan bicara dengan jiijii mengenai masalah ini." Ucap Naruto

Setelah itu, Naruto dan Shikamaru pergi ke gedung Hokage untuk menemui Sandaime. Sedangkan Iruka memilih untuk pulang dan merenungi insiden hari ini. Dan terlihat Naruto dan Shikamaru berdiri berhadapan dengan Sandaime yang menatap mereka dengan intens

"Aku sudah mendengar semuanya dari Inu. Apa yang dilaporkan oleh Inu itu benar?" tanya Sandaime dengan nada yang serius

"Ya. Aku tau apa yang ada didalam tubuhku. Aku tau siapa orangtuaku dan aku tau bagaimana penyerangan Kyuubi 12 tahun lalu terjadi. Dan jika jiijii ingin tau darimana aku mendapatkan informasi seperti itu, aku mendengarnya sendiri dari Kyuubi." Terang Naruto membuat Sandaime terkejut

"Kyuubi bicara padamu?" tanya Sandaime memastikan dan Naruto mengangguk

"Ya. Saat aku terkena demam tinggi, aku bertemu dengan Kyuubi di alam bawah sadarku. Kami menjadi lebih dekat dan aku tau Kyuubi adalah sosok yang baik. Dan aku ingin mengatakan bahwa identitas asli dari Kyuunoki adalah Kyuubi yang sekarang menjadi Kuchiyoseku." Jelas Naruto yang kembali mengejutkan Sandaime

"Jika Kyuunoki benar-benar Kyuubi, artinya kamu sudah berhasil mengendalikan kekuatan Kyuubi, benar?" tanya Sandaime

"Ya. Aku bisa mengendalikan kekuatannya sepenuhnya. Dan aku ingin mengatakan bahwa Uchiha Madara dan Uchiha Izuna hanyalah salah 2 dari Kuchiyose yang kumiliki." Ucap Naruto membuat Sandaime terkejut dan panik

"Kamu menggunakan Edo Tensei?" sentak Sandaime

"Tidak. Aku belum bisa menggunakan Edo Tensei dan aku belum mempelajarinya secara menyeluruh. Aku tidak membutuhkan ijinmu untuk mempelajari jutsu yang diciptakan oleh Nidaime, karena aku lebih cepat dan kuat daripada yang kalian bayangkan." Terang Naruto

"Lalu siapa Madara dan Izuna sebenarnya?" tanya Sandaime

"Mereka Kuchiyose milikku dan mereka juga kakak-beradik seperti Madara dan Izuna. Sosok asli Madara dan Izuna selama ini adalah Sora dan Zora, 2 rubah Kuchiyose milikku. Mereka aku minta untuk menstabilkan pikiran dan kepercayaan para Uchiha bodoh dan arogan itu." jelas Naruto

"..Naruto-kun..kamu benar-benar.." ucap Sandaime yang bingung ingin mengatakan apa lagi pada anak dihadapannya ini

"Oh, dan aku ingin menggunakan hitai-ate milik ayahku. Jiijii pasti menyimpannya, 'kan?" tanya Naruto yang dibalas dengan anggukan kecil oleh Sandaime dan mengambil hitai-ate milik Yondaime yang disimpannya di laci meja kerjanya lalu memberikannya pada Naruto

"Terimakasih, jiijii." Ucap Naruto langsung memasang hitai-ate milik Yondaime di dahinya dan membiarkan poninya menutupi lambang di hitai-atenya seperti halnya Yondaime mengenakan hitai-ate

"Dan Shikamaru-kun juga tau masalah ini?" tanya Sandaime beralih pada Shikamaru yang sedari tadi diam

"Ya. Sejak kami masuk akademi tahun." Jawab Shikamaru singkat

"Kenapa kamu diam saja setelah tau semua ini?" tanya Sandaime penasaran

"Karena bicara panjang lebar itu merepotkan." Jawab Shikamaru malas membuat Sandaime terkekeh

"Baiklah. Kalian terbebas dari hukuman kalian karena kalian telah menangkap Mizuki yang telah mengkhianati desa." Ucap Sandaime

"Kalau begitu, kami pulang dulu. Besok adalah pembagian tim, bukan?" pamit Naruto

"Ya. Kalian bisa pulang dan istirahat." Jawab Sandaime

Naruto dan Shikamaru segera pergi dan Shikamaru memaksa Naruto untuk menginap di rumahnya agar mereka bisa membicarakan insiden tadi dengan lebih rinci dan Shikamaru sangat ingin mengetahui semua yang Naruto ketahui. Meski dirinya bisa dikatakan jenius, tapi ada kalanya otak jeniusnya tidak mengerti akan beberapa hal, termasuk eksistensi seorang Uzumaki Naruto. Tapi siapapun Naruto, Naruto tetaplah Naruto dan hal itu tidak akan pernah berubah

BERSAMBUNG...


Terimakasih telah setia dengan cerita saya

Dan maaf atas keterlambatan saya

Semoga chapter ini tidak mengecewakan

Saya benar-benar menyesal karena terlambat dan membuat kalian semua menunggu. Senpai saya juga ingin meminta maaf karena belum bisa up dikarenakan kesibukan senpai yang padat

Dan sebagai kouhai yang baik, saya meminta maaf atas nama senpai dan mohon pengertiannya

Matta raishuu

P.S saya akan melakukan voting. Untuk para readers saya yang tercinta, tolong ikut voting untuk menentukan hidup-matinya Zabuza dan Haku atau salah satu dari mereka. Kalian bisa memvoting keduanya tetap hidup atau hanya salah satunya saja. TERIMAKASIH