Saatnya balasan review

66

Q : next thor

A : Siap

Orang asing biasa

Q : Keren. kalau agan bertanya "ko review pendek banget padahal saya kan udah menulis ceritanya lama". karena gini gan bicara panjang lebar itu merepotkan

A : Wkwkwkwk..1 kata sudah cukup bagi saya, gan. Thanks reviewnya

Faded Light505

Q : Usahakan alurnya dipertahankan seperti biasa.. Membuat alur sendiri itu terkesan berat, apalagi jika ada lawan utama OC, itu terkesan sangat dipaksakan... Lihat saja, meskipun aliansi bergabung bahkan edo tensei hokage, mereka tak bisa mengalahkan madara, dan bahkan naruto dan sasuke bagaikan tikus didepannya... Saranku, elemen naruto 4 saja. Api(kyubi)air/tanah(ibunya) dan angin dari ayahnya(dan tentu saja penguasaannya).. Kalau kekkai genkai, sebaiknya elemen debu saja(tanah,api,angin).. Fuinjutsu sampai tahap master dimana penggunanya dapat menulis fuin dgn mata tertutup.. Senjata(ryuuken no tsurugi) anggap aja peninggalan kushina dan tentu saja naruto ahli bahkan melebihi sasuke dibidang kenjutsu.. Control chakranya mungkin setara nidaime lah.. Dan sisanya seperti dicannon plus genjutsu setara nidaime.. Dan kurasa itu dah terlalu overpower. Tapi masih belum bisa sih mengalahkan madara menurutku.. Hmm, itu saja saranku untuk saat ini, kalau pair sebaiknya dimunculkan diarch shippuden saja.. Dan..GANBATTE!

A : Etto..gimana ya ngomongnya. Sebenarnya saya kurang bisa kalau mengikuti alur aslinya, karena cerita ini yang ada di pemikiran saya. Dan saya sebenarnya kurang suka dengan alur Naruto yang asli dan saya berusaha untuk mengikuti alur, tapi dari segi misinya saja. Tapi..tapi saya berterimakasih atas sarannya, hanya saja mungkin saya tidak bisa menggunakan saran dari Faded-san. Dan untuk pair, saya masih tidak yakin karena ini menonjol pada misi dan persahabatan Naruto dan teman-temannya. Sekali lagi terimakasih sarannya, dan maaf jika cerita saya kurang sesuai dengan harapan Faded-san

Ren Azure Lucifer D Kanedy

Q : next Thor. Buat zabuza dan haku hidup

A : Siap. Voting masih berlaku hingga misi di Nami no Kuni dimulai

Q : jangan dibuat matindibikin sadar ja gt biar bti nmbh tmn naruto nti'a..

A : Intinya Zabuza sama Haku hidup 'kan yak? Siap..tunggu voting berikutnya

Tegar 1

Q : lanjut thor ceritanya dan thor jangan lupa updatenya jangan lama lama ya saya tunggu chapter selanjutnya oke

A : Maaf updatenya lama. Karena senpai mulai sulit dihubungin dan masih sibuk dengan Tugas Akhirnya. Doakan saja senpai selesai dengan Tugas Akhirnya, karena saya kurang ahli dalam membuat scene pertarungan

Adhi Arisqian

Q : lanjuttttttt. fast up oyaji

A : Aye sir!

dianrusdianto39

Q : Kakau saya may terserah author yg penting ceritanya menarik. Lebih baik aurhor yg memutuskan gk seru kalau pembaca yg memutuskan karena fk bakalan terlalu penasaran nantinya

A : Terimakasih supportnya

hanny

Q : next kou-kun

A : Aye ma'am!

baka97

Q : lanjutinlah jgn setengah2 kalo bikin ff gua udah capek liat ff kaga maju2

A : Mohon maafkan saya. Ada beberapa halangan yang membuat saya sangat terlambat..lebih terlambat dari Kakashi-sensei. Terlebih senpai juga mulai sulit dihubungi dan sibuk dengan Tugas Akhirnya. Saya benar-benar minta maaf. Saya terlalu payah dalam membuat fighting-scenenya, karna itu saya bingung harus bagaimana dengan ujian tim 7. Tapi senpai sedikit memberi saran untuk hal-hal seperti itu dilihat dari karakter tim 7 versi saya dan saya bisa melanjutkan fanfic ini meski masih ada beberapa halangan dalam alur ceritanya. Selain itu saya juga harus fokus dengan tugas-tuga dari dosen, terutama tugas survei. Karena itu mohon dimaklumi dan maaf karena tidak memberikan pengumuman tentang keterlambatan saya yang keterlaluan ini. Sekali lagi maaf

Sebelumnya di Different Path

Naruto dan Shikamaru segera pergi dan Shikamaru memaksa Naruto untuk menginap di rumahnya agar mereka bisa membicarakan insiden tadi dengan lebih rinci dan Shikamaru sangat ingin mengetahui semua yang Naruto ketahui. Meski dirinya bisa dikatakan jenius, tapi ada kalanya otak jeniusnya tidak mengerti akan beberapa hal, termasuk eksistensi seorang Uzumaki Naruto. Tapi siapapun Naruto, Naruto tetaplah Naruto dan hal itu tidak akan pernah berubah

Saya ingin mengakui Naruto sebagai milik saya

Tetapi sepertinya bang Kishi tidak mengijinkan

Saya masih pemula dan masih perlu kritik dan saran yang membangun

Esok harinya, Naruto bersiap-siap untuk ke akademi karena hari ini adalah pembagian tim genin dan Naruto sebenarnya sudah bisa menebak dengan siapa saja dirinya dipasangkan dan tim lainnya. Tentu saja si kepala pirang itu tau, karena Naruto sudah membaca riwayat tim genin dari generasi pertama hingga generasi sekarang. Tapi Naruto akan tetap diam, tidak ingin menimbulkan kegemparan yang tidak perlu. Begitu Naruto masuk kelas, murid-murid di kelasnya menatapnya dengan heran dan menanyakan bagaimana dirinya ada di kelas sedangkan dirinya gagal dalam ujian kemarin

"Kurasa kalian yang paling tidak pantas lulus dari akademi ini jika otak kalian tetap saja seperti itu. Selalu menilai dari luar tanpa tau kemampuan terpendam dari orang itu. Satu nasihat untuk kalian dariku, jangan pernah meremehkan Naruto atau orang-orang yang terlihat lemah ataupun bodoh. Karena bisa saja itu hanya kamuflase mereka agar diremehkan dan pada akhirnya hal itu akan menjadi bumerang untuk kalian." Terang Shikamaru dengan sedikit sinis dan serius membuat murid-murid di kelas itu terdiam sedangkan Naruto tampak tidak ambil peduli dan duduk dengan tenang di bangkunya

'Ada apa dengan Shikamaru? Ini pertama kalinya dia bicara sinis dan serius ditambah ekpresinya yang dingin itu.' pikir murid-murid lain tidak termasuk Chouji dan Naruto

Tidak berapa lama kemudian, Iruka masuk dan murid-murid segera kembali ke bangku mereka masing-masing

"Pagi semuanya! Sensei akan membacakan pembagian tim genin dan jounin yang akan membimbing." Ucap Iruka

Karena saya tidak tau tim 1 sampai tim 6 terdiri dari siapa saja, maka akan saya lewati bagian tim 1 sampai tim 6

"Tim 7, Uzumaki Naruto, Haruno Sakura dan Uchiha Sasuke. Jounin pembimbing tim 7 adalah Hatake Kakashi." Ucap Iruka membuat Sakura menggeram saat dirinya berada didalam tim yang sama dengan Naruto dan memekik senang begitu tau Sasuke 1 tim dengannya

"Tim 8, Inuzuka Kiba, Hyuuga Hinata dan Aburame Shino. Jounin pembimbing tim 8 adalah Yuuhi Kurenai." Lanjut Iruka membuat Hinata tertunduk kecewa, tapi kembali mengangkat kepalanya dan meyakinkan dirinya bisa dekat dengan rekan-rekan timnya

"Untuk tim 9 tahun ini tidak ada karena tim 9 masih aktif. Berikutnya tim 10, Nara Shikamaru, Yamanaka Ino dan Akimichi Chouji. Jounin pembimbing tim 10 adalah Sarutobi Asuma." Terang Iruka membaut Ino protes keras karena dimasukan kedalam tim yang berisikan 2 laki-laki yang menurutnya tidak berguna, tapi Shikamaru langsung membalas dengan tatapan tajam yang mampu membungkam Ino

Naruto hanya diam menatap Shikamaru penuh arti, tapi Naruto tau ada yang berubah dalam diri Shikamaru setelah insiden malam itu. Dan Naruto tau apa alasannya, hanya saja Naruto tidak ingin membicarakannya dengan Shikamaru yang pada akhirnya pasti akan membuat perasaan Shikamaru semakin memburuk dan akan berpengaruh pada kerjasama timnya. Shikamaru sendiri juga memilih diam, tidak ingin membicarakan masalahnya dengan Naruto, karena Shikamaru sangat yakin bahwa Naruto tau apa yang tengah mengganggunya dan Naruto mencoba untuk tidak membuat perasaannya semakin buruk

Setelah mengumumkan anggota tim beserta jounin pembimbing mereka, Iruka lembali ke ruang para guru, tentunya setelah meminta para muridnya yang telah lulus itu untuk menunggu jounin pembimbing mereka menjemput mereka. Semua tim telah dijemput oleh jounin pembimbing mereka, kecuali tim 7 yang masih menunggu didalam kelas. Sakura tampak kesal namun berusaha menjaga imagenya sebagai gadis manis didepan pujaannya, Sasuke. Sasuke sendiri tampak duduk diam dan tenang, tapi ekspresinya menunjukan bahwa dirinya siap menghabisi seseorang. Dan Naruto sendiri tampak bersantai dengan bertopang dagu menatap langit

3 jam telah berlalu dan akhirnya jounin pembimbing tim 7 datang dengan wajah yang tidak menampakan penyesalan sama sekali

"Kalian tim 7?" tanya jounin pembimbing tim 7, Hatake Kakashi

"Dengan hanya kami bertiga yang tersisa di kelas ini..kurasa kamu sudah tau jawabannya." Jawab Naruto santai namun terdengar sarkas

"Maa..kesan pertamaku..kalian masih bocah." Ucap Kakashi

"Tentu saja kami masih bocah. Dan kesan pertamaku..kamu itu jounin mesum yang suka membuat orang lain menunggu." Balas Naruto

"Maa maa..temui aku di atap." Perintah Kakashi yang langsung pergi menggunakan Shunshin

"Tinggal disini untuk beberapa menit. Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian." Pinta Naruto dengan serius

"Kenapa kami harus menurutimu?" tanya Sakura sinis yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Sasuke

"Diam dan dengarkan." Perintah Sasuke tegas

"Cukup, Sasuke. Aku ingin kalian lebih fokus pada kegiatan kita sebagai rekan tim." Ucap Naruto

"Apa maksudmu?" tanya Sakura tidak mengerti

"Sakura. Aku tau kamu tidak suka padaku bahkan sebagai teman sekalipun dan aku juga tidak suka padamu, tapi aku tetap menganggapmu sebagai rekanku. Dan lagi, sekarang ini kita adalah rekan tim, jadi tolong kesampingkan obsesimu pada Sasuke. Aku tidak ingin tim kita terhambat hanya karena keegoisanmu yang hanya memikirkan Sasuke." Terang Naruto membuat wajah Sakura memerah antara malu dan marah

"Naruto benar. Aku muak dengan kunoichi sepertimu ataupun Ino. Belajarlah dari Hinata. Dia adalah kunioichi terbaik yang aku tau di akademi. Pastikan dirimu berguna bagi tim. Jangan pernah menghambat kerjaku dan Naruto." Tambah Sasuke dengan sinis

"Sasuke!" tegur Naruto

"Apa? Kita harus tegas atau dia akan benar-benar meremehkan peringatan kita dan menjadi kematian kita suatu saat nanti saat menjalankan misi!" Balas Sasuke kesal

Ya, Naruto dan Sasuke memang cukup dekat, tapi tidak sedekat antara Naruto dengan Shikamaru yang sudah seperti saudara kandung. Tapi setidaknya Sasuke mulai mengerti apa yang harus dilakukannya dan apa yang harus tidak dilakukannya. Meski jarang bicara, Naruto dan Sasuke bisa saling mengerti dan itu semua berkat nasihat-nasihat dari Shisui dan Itachi pada Sasuke mengenai Naruto sebelum keduanya menjalankan misi jangka panjang mereka yang hingga saat ini belum kembali

Sakura terdiam menundukan kepalanya dan tampak tengah memikirkan peringatan dari Naruto juga Sasuke

"Kami tidak mengatakan kamu tidak berguna di tim, tapi kami ingin kamu lebih bisa membawa dirimu didalam tim dan misi-misi yang akan kita jalankan. Aku juga tidak menganggap rasa sukamu pada Sasuke sebagai hal yang konyol, tapi fokuskanlah pada siapa dirimu sekarang. Kamu bukan lagi murid akademi yang berada dibawah lindungan para guru, tapi kamu sudah menjadi seorang genin, seorang shinobi. Nyawamu sudah menjadi tanggungjawab terbesarmu. Kami tidak bisa menyelamatkanmu setiap saat." Jelas Naruto

"Aku mengerti." Jawab Sakura pada akhirnya dengan pelan

Ketiganya segera pergi ke atap dan ternyata Kakashi tampak menunggu mereka dengan berdiri bersandar pada pembatas dengan satu tangan dimasukan kedalam saku celananya dan satu lagi memegang sebuah buku orange kecil dalam posisi terbuka

"Kalian terlambat 15 menit." Ucap Kakashi tanpa beralih dari buku 'yang-kalian-tau-buku-apa-itu'

"Setidaknya kami tidak terlambat sampai 3 jam." Jawab Naruto tepat sasaran membuat Kakashi tertawa canggung lalu memasukan kembali buku laknat itu ke sarangnya

"Baiklah. Kita mulai dengan perkenalan. Sebutkan nama, hal yang kalian suka dan tidak kalian suka lalu hobi dan terakhir impian kalian." Ucap Kakashi

"Kenapa tidak sensei contohkan? Dilihat darimanapun, sensei tampak mencurigakan." tanya Sakura

"Baiklah..namaku Hatake Kakashi..apa yang kusuka dan tidak kusuka maupun hobiku belum pantas untuk kalian dengar..impianku..kalian tidak perlu tau." Ucap Kakashi sukses membuat Sakura bersweatdrop ria, sedangkan Naruto dan Sasuke tampak berface-palm dalam pikiran mereka

"Dimulai dari perempuan." Lanjut Kakashi

"Namaku Haruno Sakura..aku suka..makanan-makanan manis..aku tidak suka makanan pedas dan serangga..hobiku bermain trivia dan menghapal..impianku..aku belum tau untuk saat ini." Ucap Sakura terdengar kurang yakin

'Kupikir dia akan berteriak-teriak tidak jelas tentang orang yang disukainya dan pria idamannya itu. Apa terjadi sesuatu sebelum mereka datang kesini? Mereka juga terlambat 15 menit.' Pikir Kakashi heran

"Rambut hitam, kamu yang selanjutnya." ucap Kakashi

"Namaku Uchiha Sasuke. Aku suka onigiri dan tomat terutama buatan Naruto. Aku tidak suka nato maupun yang manis-manis. Hobiku jalan-jalan dan latihan. Impianku, aku ingin melampaui niisan dan Shisui-san." ucap Sasuke dengan tenang

'Tidak buruk. Setidaknya dia tidak terlihat arogan seperti saat masih di akademi.' Pikir Kakashi lega

"Kepala pirang, kamu yang terakhir." Tunjuk Kakashi

"Namaku Uzumaki Naruto. Banyak yang kusuka, tapi banyak juga yang tidak kusuka. Hobiku cukup banyak untuk disebutkan. Impianku untuk saat ini tidak terlalu penting." Ucap Naruto

'Apa-apaan ini? Aku tidak menyangka Naruto akan memperkenalkan diri dengan cara seperti ini.' Pikir Kakashi bersweatdrop ria

"Baiklah. Untuk hari ini cukup perkenalan saja. Persiapkan kalian untuk ujian besok." Ucap Kakashi

"Tunggu. Bukankah kami sudah lulus? Untuk apa kami mengikuti ujian lagi?" tanya Sakura bingung

"Kalian lulus dari akademi bukan berarti kalian resmi menjadi seorang genin. Layak atau tidaknya kalian sebagai seorang genin ditentukan oleh jounin pembimbing kalian." Terang Kakashi

"Dan ujian apa yang kamu maksud?" tanya Naruto

"Kalian akan tau besok. Dan kurasa kalian sebaiknya tidak sarapan..atau kalian akan memuntahkannya." Jawab Kakashi memperingatkan dan lagi-lagi langsung pergi dengan Shunshin tanpa pamit

"Jangan dengarkan saran darinya. Dia hanya menggertak. Kita tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa mengisi energi kita, 'kan? Kusarankan kalian untuk sarapan, tidak peduli nantinya kita akan memuntahkannya atau tidak. Kita harus memiliki tenaga lebih untuk tes besok." Terang Naruto

"Ya, kamu benar. Kita tidak tau apa yang akan terjadi besok." Tambah Sasuke membenarkan

"Kalau begitu, aku pulang duluan. Banyak yang perlu kupersiapkan untuk besok." Pamit Sakura dengan pelan dan kepala sedikit menunduk

Naruto dan Sasuke hanya menatap punggung Sakura yang menjauh dan terlihat aura suram di sekitar Sakura. Baik Naruto maupun Sasuke tidak merasa kasihan atau lainnya, karena mereka tau peringatan mereka tadi benar-benar diperlukan oleh Sakura untuk bisa maju dan menjadi kunoichi yang baik dan hebat. Naruto juga tau shinobi tipe apa Sakura itu dan Naruto sudah mempersiapkan menu latihan yang cocok untuk Sakura begitu juga Sasuke. Tapi untuk saat ini, Naruto harus fokus pada penyempurnaan jutsu-jutsunya, karena meski Naruto kuat namun beberapa jutsunya masihlah belum sempurna

Naruto dan Sasuke kembali, tapi Naruto tidak segera ke apartemennya. Naruto menuju ke kediaman Nara untuk bertemu dengan Shikamaru dan ingin membicarakan tentang tim mereka. Sayangnya saat itu Shikamaru belum kembali yang pada akhirnya membuat Naruto harus menunggu sambil bermain shougi dan berbincang dengan Shikaku yang saat itu berada di rumah. Selesai bermain, Shikaku dan Naruto memilih berbaring dengan kedua tangan sebagai bantalan serta papan shougi yang membatasi mereka

"Bagaimana dengan tim barumu?" tanya Shikaku malas

"Baik, kurasa. Setidaknya Sasuke satu tim denganku dan Kakashi-sensei sebagai jounin pembimbingku." Jawab Naruto santai

"Hmmh..pasti Kakashi terlambat menjemput kalian tadi." Ucap Shikaku tepat sasaran

"Ya. Tentu saja terlambat, karena Kakashi-sensei selalu saja dengan sengaja datang terlambat jika memang hal itu bukanlah hal yang mendesak dan sangat penting. Benar-benar tidak berubah." Jawab Naruto tenang namun kesal

"Siapa lagi yang ada di timmu?" tanya Shikaku singkat

"Haruno Sakura. Dia memang bukan berasal dari klan shinobi melainkan dari penduduk biasa yang memiliki sistem chakra yang baik. Kontrol chakranya juga bagus, otaknya cukup cerdas dan mungkin tenaganya cukup besar jika kontrol chakranya diasah. Tapi untuk saat ini Sakura tidak akan bisa membantu banyak meski aku sudah memberikannya beberapa saran." Terang Naruto

"Apa lebih parah dari Ino?" tanya Shikaku dengan singkat-lagi-

"Ya. Tapi untuk sekarang sudah lebih baik. Setidaknya Sakura bisa berpikir dengan jernih tanpa terhalang rasa suka berlebihannya pada Sasuke." Jawab Naruto

"Haahh. Aku jadi kasihan pada Shikamaru." Ucap Shikaku

"Apa karena Ino seorang perempuan?" tanya Naruto

"Salah satunya." Jawab Shikaku singkat yang tidak mendapatkan balasan dari Naruto

"Formasi Ino-Shika-Chou dari dulu semuanya laki-laki dan sekarang, salah satu dari ketiganya adalah perempuan dan lebih parahnya lagi terlalu memperdulikan penampilan dan ketertarikan berlebihannya terhadap Sasuke. Tapi untungnya masih bisa diajak kerja sama meski harus membujuknya dengan kata-kata yang memotivasinya." Terang Shikaku

"Bagaimana jisan tau hal itu selagi hari ini mereka baru saja dimasukan dalam satu tim?" tanya Naruto

"Aku dengar dari Inoichi bahwa putrinya itu bisa diajak kerja sama jika dimotivasi. Dan aku berpikir bahwa Shikamaru juga telah mengetahui itu sejak kalian di akademi. Kurasa kerja sama timnya tidak akan sebaik generasi sebelum mereka." terang Shikaku

"Jangan terlalu percaya diri, jisan. Kita tidak akan pernah bisa menebak dengan pasti apa yang akan terjadi di masa yang akan datang." Ucap Naruto

"Aku hanya mengatakan apa yang kupikirkan. Tapi kamu benar, kita tidak akan pernah bisa menebak dengan pasti apa yang akan terjadi kedepan." Jawab Shikaku

"Jisan..aku ada sedikit permintaan. Jisan bisa mengabulkannya?" tanya Naruto dengan serius namun tenang

"Tidak biasanya kamu mengajukan permintaan padaku. Maa, selama aku bisa, akan aku kabulkan." Jawab Shikaku dan Naruto langsung merapal segel Fuuin : Sairento dan menjelaskan perintaannya pada Shikaku

Tidak terasa hari sudah menjelang sore dan Shikamaru sudah kembali dari pertemuan pertamanya dengan jounin pembimbingnya beberapa puluh menit yang lalu tepat setelah Naruto selesai bicara dengan Shikaku. Dan kini Naruto tengah berbaring dengan kedua tangannya sebagai bantalan, sedangkan Shikamaru duduk bersila disamping Naruto. Keduanya tampak bersantai dan bermalas-malasan dengan dua gelas teh dan beberapa cemilan untuk menemani pembicaraan mereka

"Jadi.." ucap Naruto

"Benar-benar merepotkan. Sangat merepotkan sampai aku ingin mati saja." Jawab Shikamaru membuat Naruto terkekeh kecil

"Benar-benar kebiasaan Shikamaru. Selalu menganggap semua hal itu merepotkan bahkan hal-hal kecil sekalipun." Balas Naruto

"Bagaimana denganmu?" tanya Shikamaru singkat tanpa minat

"Jika tidak ingin tau, tidak perlu bertanya." Jawab Naruto

"Ayolah, jawab dengan benar." Bujuk Shikamaru

"Hmmh..setidaknya Sasuke tidak searogan saat di akademi dan mungkin Sakura juga mulai memikirkan bagaimana menjadi seorang kunoichi yang benar." Terang Naruto

"Jounin pembimbingmu?" tanya Shikamaru singkat

"Sebut saja dia si jam karet yang mesum." Jawab Naruto terdengar cukup kesal

"Jounin pembimbingku cukup keras juga. Tapi kupikir itu yang terbaik dengan formasi Ino-Shika-Chou, dia bisa mengendalikan Ino dengan baik." Terang Shikamaru

"Sarutobi Asuma, benar 'kan?" tanya Naruto yang dibalas anggukan kecil dari Shikamaru

"Tadi..sebelum aku pulang..apa yang kamu bicarakan dengan oyaji?" tanya Shikamaru serius

"Kenapa kamu bisa bertanya seperti itu?" tanya Naruto balik

"Aku tau kalian membicarakan hal serius. Aku menyadari wajah oyaji tadi." Jawab Shikamaru

"...Bukan hal yang harus kamu pikirkan." Balas Naruto setelah terdiam beberapa saat

"Naruto..kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku, 'kan?" tanya Shikamaru

"Untuk kali ini aku benar-benar tidak ingin melibatkanmu. Maaf, Shikamaru." Jawab Naruto merasa bersalah

"Tidak masalah. Jika memang tidak ingin aku mengetahuinya, aku tidak akan mencari tau atau memaksamu dan oyaji untuk cerita. Setidaknya oyaji akan menyelamatkanmu jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kalian." Ucap Shikamaru malas

"Pikiranmu semakin tajam saja." Balas Naruto

"Shika-chan! Naru-chan! Saatnya makan malam!" tiba-tiba suara Yoshino terdengar dari ruang makan

"Ha? Sudah malam?" tanya Naruto tidak menyadari bagaimana Yoshino memanggilnya

"Lebih baik kita segera datang kesana sebelum wanita itu datang kesini dan mengamuk." Jawab Shikamaru bangkit dari duduknya

"Dan wanita itu adalah ibumu." Balas Naruto juga bangkit dari baringannya

Keduanya langsung melangkahkan kaki mereka menuju ke ruang makan yang ternyata sudah ada Shikaku yang duduk manis bersama dengan Yoshino. Naruto dan Shikamaru segera mengambil duduk mereka di depan Shikaku dan Yoshino. Mereka makan dengan tenang sampai makanan mereka habis dan setelahnya membuka pembicaraan-pembicaraan ringan dan itu membuat Naruto benar-benar seperti salah satu anggota keluarga. Naruto merasa senang tapi juga sangat merasa bersalah

Selesai makan malam, Naruto memutuskan untuk kembali ke apartemennya karena besok akan ada ujian dari jounin pembimbingnya. Naruto membaringkan dirinya di ranjangnya dengan kedua tangan sebagai bantal seperti biasa, menatap langit-langit kamar apartemennya dengan tatapan kosong seolah pikirannya tidak bersama dengannya. Naruto memikirkan kemungkinan seperti apa ujiannya besok, tapi jika dilihat dari biografi Kakashi, Naruto tau garis besar dari ujian besok namun Naruto belum tau cara untuk melewati ujian itu dengan baik

Perlahan rasa kantuk bergelayut manja di kedua mata sapphire Naruto yang pada akhirnya menyerah, terpejam. Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat, matahari dengan perlahan menampakan dirinya dan Naruto segera menyiapkan sarapannya, juga menyiapkan 4 bekal makan siang untuk timnya. Selesai bersiap, Naruto langsung menuju ke tempat latihan timnya yang ternyata sudah ada Sasuke dan Sakura menunggu sambil duduk bersandar di balok kayu. Naruto menghampiri kedua rekannya lalu duduk di tengah-tengah keduanya.

"Pagi." Sapa Naruto singkat yang dibalas singkat juga oleh keduanya

"Kau bawa bekal? Apa itu buatanmu sendiri? Kenapa ada 4?" tanya Sakura penasaran

"Sakura..pertanyaanmu berlebihan. Ya, aku bawa bekal dan bekal ini buatanku sendiri. Tentu saja ada 4, karena kita ada 4 orang. Jangan lupakan jounin pembimbing kita meski dia tipe orang mesum yang suka terlambat." Jelas Naruto dengan sarkas khasnya membuat Sakura tertawa kecil

"Lalu?" tanya Sasuke penasaran

"Tenang saja, kutambahkan ekstra toman khusus untukmu." Jawab Naruto membuat Sasuke tersenyum puas

"Kalian tidak lupa sarapan tadi 'kan?" tanya Naruto terdengar serius dan dijawab dengan anggukan dari kedua rekan timnya

Selama perbincangan itu, ada seseorang yang mengawasi ketiganya dari atas pohon yang tak jauh dari ketiganya. Sosok itu tampak menatap penuh rasa ketertarikan kepada ketiga genin baru itu, terutama pada si genin berambut pirang yang terlihat seperti moodmaker diantara mereka. Kembali bersama dengan ketiga genin yang masih berbincang dengan santai sembari menunggu jounin pembimbing mereka, dan mereka terlihat begitu akrab dengan perbincangan kecil mereka, ketiganya terlihat seperti saudara

"Yo!" sapa sebuah suara yang tak asing bagi ketiganya, tidak lain adalah Kakashi yang menyapa dengan gaya khas seorang Kakashi

Ketiganya saling menatap satu sama lain lalu beralih pada Kakashi kemudian kembali berbincang seakan-akan Kakashi tidak ada disana sama sekali. Tentu saja Kakashi bersweatdrop ria melihat ketiga genin dihadapannya mengabaikan kedatangannya

"Apa-apaan reaksi kalian itu?" tanya Kakashi

"Oh..kau sudah datang?" tanya Naruto balik dengan sarkas

"Oii oii..aku tau aku terlambat, tapi aku punya alasan." Jawab Kakashi

"Hee~..dan alasan apa itu?" tanya Sakura

"Aku..aku tersesat dijalan kehidupan." Jawab Kakashi sambil menggaruk bekalang kepalanya yang tidak gatal

Ketiga genin dihadapannya tampak menatapnya penuh arti dan Kakashi dapat melihat seulas senyum penuh arti dan hal itu membuat Kakashi tanpa sadar mengambil 1 langkah ke belakang yang membuat senyum misterius ketiganya semakin lebar. Kakashi berdoa dalam hatinya agar ketiga genin dihadapannya ini tidak akan membuat dirinya mendapatkan mimpi buruk atau apapun itu nantinya, karena Kakashi tau mereka merencanakan sesuatu padanya sebelum dirinya mendatangi ketiganya

"Nah, Hatake-sensei. Apa yang akan kamu ujikan pada kami? Tidak mungkin kamu ingin kami mengambil lonceng yang jumlahnya hanya 2 sedangkan kami ada 3 orang, benar?" tanya Sakura dengan senyum `manis`nya dan Kakashi kembali mengambil 1 langkah ke belakang

"Dan jangan bilang jika salah satu dari kami harus dikorbankan jika memang lonceng itu hanya memang ada 2. Aku memilih untuk mengundurkan diri dan kembali ke akademi." Tambah Sasuke dengan senyum sarkasnya membuat Kakashi kembali melangkah mundur

"Bagus juga, Sasuke. Sepertinya kembali ke akademi tidak akan menyakitkan dan kita bisa lebih bersantai daripada dilimpahi misi yang membosankan dan berbahaya." Lanjut Naruto dan hilanglah keinginan Kakashi menguji ketiga genin dihadapannya

"Baiklah..baiklah. Kalian menang, kalian lulus." Ucap Kakashi kalah telak

"Eh? Tidak ada pertarungan? Tidak ada pelajaran tentang shinobi?" tanya Sakura sarkas

"Kalian sudah memenuhi syarat lulus untuk ujianku. Kalian tidak memerlukan lonceng ini lagi." jawab Kakashi membuat ketiganya tersenyum penuh kemenangan

"Tapi, ada yang membuatku penasaran." Ucap Kakashi serius membuat ketiganya ikut serius

"Tanyakan apapun yang ingin sensei tanyakan." Balas Naruto tenang

"Apa kalian mengetahui tujuan ujianku sebelum aku datang dan merencanakan semua ini?" tanya Kakashi

"...Bisa dibilang begitu. Aku tidak pernah mendengar ada tim dengan 2 genin dan 1 jounin, selain itu aku dengar isu seorang jounin pembimbing tidak pernah meluluskan genin yang baru saja lulus dari akademi. Dan jounin pemimbing itu juga selalu menggunakan metode yang sama dalam ujiannya, 2 lonceng." Jelas Naruto tenang

"Niisan berpesan padaku untuk jangan bertindak sendirian, karena shinobi sekalipun membutuhkan bantuan." Tambah Sasuke

"Orangtuaku juga terlihat ragu begitu mendengar nama Hatake Kakashi dan karena itulah aku berpikir ada sesuatu antara jounin pembimbing baru kami dengan sifatku. Aku menyadari sifatku yang dulu benar-benar akan membunuhku secara perlahan, dengan semua keegoisanku dan perasaan kekanakan ini, aku menyadari semua itu dan memutuskan untuk mengasah semua kemampuan yang kumiliki." Lanjut Sakura

"Jadi kalian merencanakan ini saat kalian berbincang-bincang tadi?" tanya Kakashi penuh ketertarikan, tapi segera tersadar begitu melihat ekspresi yang sulit dibaca olehnya

"Jadi..keterlambatanmu bukan karena tersesat dijalan kehidupan, tapi terlalu senang memperhatikan kami sampai kamu melupakan berapa jam yang telah kamu habiskan untuk membuat kami menunggu?" tanya ketiga genin itu dengan suara yang terdengar `manis` ditambah dengan senyum `manis` yang menjanjikan penyiksaan yang menyakitkan dan itu membuat Kakashi merasa harus segera melarikan diri dari sana

Tapi, sebelum Kakashi bisa melarikan diri, ketiga genin itu telah mengelilinginya dengan Naruto yang menggenggam sebuah bando telinga anjing, Sakura dengan ekor anjing berbulu lebat dan Sasuke dengan kalung anjing bertuliskan nama `KakashINU` di bandul kalung itu. Melihat hal itu membuat wajah Kakashi yang hampir tidak terlihat karena tertutupi oleh hitai-ate dan masker terlihat semakin pucat, matanya membulat ketakutan, sedangkan ketiga genin yang telah resmi menjadi tim 7 itu memulai `penyiksaan` mereka

Tim 7 meninggalkan Kakashi setelah puas dengan perhitungan mereka pada jounin pembimbing mereka, tentu saja mereka tidak lupa mengambil gambar dari pemandangan seorang Kakashi yang menggunakan bando telinga anjing di kepala peraknya, ekor anjing berbulu lebar di bokongnya dan kalung anjing bertuliskan `KakashINU` di lehernya. Ketiganya tertawa puas dengan hasil kerja mereka dan mereka bisa menggunakan foto yang mereka ambil untuk mengancam jounin pembimbing mereka. Dan terlahirlah sebuah tim dengan keisengan tingkat dewa dalam tim bimbingan Kakashi

Setelah menarik rasa kasihan pada dirinya sendiri, Kakashi segera membuang ketiga benda laknat yang telah dipasangkan oleh ketiga genin didikannya itu jauh-jauh. Dan Kakashi bersumpah tidak akan terlambar sedetikpun, setidaknya tidak dengan alasan yang bisa diterima ketiga muridnya

'Kenapa timku jadi seperti ini? Bagaimana aku melaporkan ujian ini pada yang lain? Mereka pasti akan mentertawaiku.' Batin Kakashi merana

Bersama dengan tim 7, mereka tampak puas dengan apa yang telah mereka lakukan pada jounin pembimbing mereka. Mereka benar-benar berterimakasih pada orang yang memberitaukan tentang Kakashi pada mereka sebelum mereka ujian dan mereka sangat tidak ingin selalu menghabiskan waktu mereka untuk menunggu selagi waktu itu masih bisa mereka gunakan untuk kegiatan yang lebih penting daripada menunggu

Ketiganya memilih untuk kembali ke rumah masing-masing mengingat baru besok mereka memulai misi pertama mereka karena Kakashi masih harus memberikan laporan tentang ujiannya pada Hokage dan lainnya. Naruto tidak kembali ke apartemennya melainkan ke rumah Shikamaru karena Naruto ingin bicara santai dengan Shikamaru dan membantu Yoshino menyiapkan makan siang dan makan malam sekalian. Dan sore harinya Shikamaru pulang dengan pakaian cukup kotor dan beberapa luka goresan di wajah dan kedua tangannya

"Sesulit itukah ujian dari Asuma-sensei?" tanya Naruto sambil menyembuhkan luka-luka Shikamaru dengan ninjutsu medisnya

"Begitulah. Bagian paling sulit ada pada Ino, dia sulit diajak bekerja sama." Jawab Shikamaru malas seperti biasa

"Selesai. Cepat mandi dan ke ruang makan. Aku dan ibumu sudah menyiapkan makan malam. Ayahmu juga pulang cepat hari ini." Ucap Naruto sambil lalu

"Cih..kenapa sekarang Naruto jadi lebih cerewet dari ibuku?" gumam Shikamaru begitu sosok Naruto menghilang di balik pintu

Selama makan malam berlangsung, keluarga Nara bersama Naruto berbincang-bincang seperti biasa

"Bagaimana dengan tes kalian?" tanya Yoshino dengan semangat

"Paling tidak aku dan timku berhasil mendapatkan apa yang kami perlukan agar jounin pembimbing kami tidak terlambat. Kami juga lulus tanpa perlu melawannya." Jawab Naruto

"Timku lulus dan Ino masih jadi perempuan yang sangat merepotkan." Jawab Shikamaru terselip nada kesal disana

"Naruto, jelaskan lebih detil lagi. kaasan ingin tau." Ucap Yoshino penasaran

"Aku dan timku hanya memberi sedikit pelajaran pada Kakashi-sensei agar tidak membuat kami menunggu selagi dirinya terlambat hanya untuk memata-matai kami sambil membaca buku mesumnya itu. Tidak ada yang menarik dari ujian timku dan kami sama sekali tidak perlu bertarung untuk lulus dari ujiannya. Karena kerjasama adalah kuncinya dan kami bekerja sama untuk membuat Kakashi-sensei tidak membuat kami menunggu terlalu lama." Jelas Naruto dengan tanduk imajiner di kepalanya dan ekor iblis di belakangnya membuat kedua Nara dewasa di sana bersweatdrop ria

'Bagus..kali ini Kushina yang menguasai menguasai tubuh Naruto. Semoga Konoha berhasil menghadapi Kushina #2.' Pikir kedua Nara senior itu

"Kalian memikirkan sesuatu tentangku?" tanya Naruto dengan `manis`nya membuat kedua Nara senior itu bergidik ngeri

"Tidak, sama sekali tidak memikirkan apapun, apalagi tentangmu." Jawab keduanya dengan serentak

Shikamaru menatap heran pada kedua orangtuanya karena terlihat gugup dan takut pada Naruto dan Shikamaru tau, ada sesuatu tentang Naruto yang membuat kedua orangtuanya begitu gugup menghadapi Naruto yang sekarang. Shikamaru juga menyadari perubahan Naruto yang begitu mencolok apalagi dengan cara bicara dan senyum manis tapi menyimpan sesuatu yang mengerikan itu. Shikamaru tau ada yang Naruto rencanakan dengan semua perubahan sikapnya saat ini

'Tapi Naruto sama sekali tidak memberitauku apapun.' Batin Shikamaru cukup kesal

"Oh ya, Naru-chan. Malam ini menginap saja ya. Besok 'kan hari pertamamu dan Shikamaru menjalankan misi resmi, jadi Shikaku bisa memberikan kalian saran untuk mempermudah setiap misi kalian." Tawar Yoshino

"Kenapa harus aku? Kamu 'kan juga bisa." Tanya Shikaku malas

"Kamu bilang apa?" tanya Yoshino balik dengan senyum `manis` yang memberikan kesan buruk pada Shikaku

"Tidak, aku tidak bilang apapun." Balas Shikaku dengan cepat

Selesai makan malam, Yoshino mencuci alat makan mereka dibantu oleh Naruto sedangkan Shikamaru bermain shogi melawan Shikaku di ruang keluarga mereka

"Kenapa kalian terlihat gugup menjawab pertanyaan Naruto tadi?" tanya Shikamaru tanpa basa-basi

"Apa maksudmu?" tanya Shikaku balik sambil menggerakan bidaknya

"Kalian terlihat gugup menjawab pertanyaan Naruto tentang kalian yang tengah memikirkannya." Jawab Shikamaru juga menggerakan bidaknya

"Bukan sesuatu yang perlu kamu khawatirkan. Hanya saja Naruto yang sekarang benar-benar seperti ibunya, dengan bentuk wajah yang sama dan senyum yang sama membuatku benar-benar berpikir bahwa ibunya hidup kembali. Dan orang yang paling ingin kuhindari adalah ibunya." Jelas Shikaku tanpa minat dan kembali menggerakan bidaknya

"Jangan bilang ibunya juga hobi menjahili orang-orang." Ucap Shikamaru sambil membalas gerakan bidak milik ayahnya

"Berharap saja Naruto tidak lebih parah dari ibunya. Cukup dengan semua kejahilan dari ibunya saja yang perlu didapatnya, jangan ditambah dengan kecerdasan ayahnya. Atau kejahilannya akan semakin menggila." Jelas Shikaku dan menggerakan bidaknya yang mengakibatkan mengunci semua gerakan bidak Shikamaru

"Kurasa doamu itu terlambat, oyaji. Otak Naruto itu warisan dari ayahnya." Ucap Shikamaru

"Aku tau sejak awal kamu mengenal Naruto. Kurasa kali ini kita tidak bisa lari dari apa yang akan Naruto lakukan dengan semua yang didapatnya dari orangtuanya." Gumam Shikaku sambil mengembalikan shogi pada tempatnya

Dan saat itulah Naruto datang membawa sepiring cemilan dan 3 jus jeruk lalu meletakannya di meja kemudian duduk di samping Shikamaru

"Kemana Yoshino?" tanya Shikaku

"Di kamar. Kaasan bilang ada sesuatu yang perlu diselesaikan." Jawab Naruto

"Besok kalian akan mulai misi pertama kalian 'kan?" tanya Shikaku sambil makan cemilan dihadapannya

"Ya, dan pasti akan sangat merepotkan." Jawab Shikamaru

"Tidak ada hari tanpa kata `merepotkan` dari mulutmu itu ya, Shikamaru." Cibir Naruto

"Terserahlah." Balas Shikamaru

"Kuberitau kalian 1 hal. Misi pertama kalian sampai 1 bulan ini akan benar-benar merepotkan dan membosankan." Ucap Shikaku membuat Shikamaru dan Naruto menatapnya tidak mengerti

"Genin yang baru saja lulus akan diberikan misi D-rank hingga jounin pembimbing kalian mengatakan kalian siap untuk misi tingkat selanjutnya. Dan Asuma pernah mengatakan akan menguji murid-muridnya dengan misi rendah itu dalam sebulan. Sedangkan untuk Kakashi, aku tidak tau pasti karena dia tidak pernah meluluskan genin dari ujiannya." Jelas Shikaku menenggak habis jusnya

"Haahh..pasti akan merepotkan." Gumam Naruto tanpa sadar

"Sepertinya bukan hanya aku saja yang suka dengan kata `merepotkan` yang kamu katakan tadi." Cibir Shikamaru dengan seringai malasnya membuat Naruto menatapnya

"Baiklah, kamu menang kali ini." Ucap Naruto kalah

"Sejak awal tidak ada menang-kalah di sini, Naruto." Ucap Shikamaru malas

"Sudah hampir larut. Sebaiknya kalian segera tidur, besok kalian harus bangun pagi 'kan?" ucap Shikaku

"Baiklah. Kamu duluan saja, Shikamaru. Aku bereskan ini dulu." Pinta Naruto

"Biar aku yang bereskan ini. Kalian langsung tidur saja." Perintah Shikaku mutlak

Shikamaru dan Naruto hanya bisa saling menatap untuk sesaat dan mengikuti perintah Shikaku. Lagipula mereka juga cukup lelah dengan ujian dari jounin pembimbing mereka, terutama Shikamaru yang sempat mengalami luka-luka kecil. Naruto sendiri lelah dengan apapun yang terlintas dalam pikirannya, baik itu tentang jounin pembimbingnya, Sasuke dan Sakura, maupun dengan pembicaraannya dengan Shikaku waktu itu

BERSAMBUNG...

Terimakasih telah setia dengan cerita saya

Dan maaf atas keterlambatan saya

Semoga chapter ini tidak mengecewakan

Saya benar-benar menyesal karena terlambat dan membuat kalian semua menunggu. Senpai saya semakin sibuk dengan Tugas Akhir dann konsulnya

Dan sebagai kouhai yang baik, saya meminta maaf atas nama senpai dan mohon pengertiannya

Matta raishuu

P.S saya akan melakukan voting. Untuk para readers saya yang tercinta, tolong ikut voting untuk menentukan hidup-matinya Zabuza dan Haku atau salah satu dari mereka. Kalian bisa memvoting keduanya tetap hidup atau hanya salah satunya saja. TERIMAKASIH