Saatnya membalas review

Q : dibikin idup ja dua2'a biar nti jd tmn naruto nti'a...ditunggu ya next chapter'a..

A : Baik, saya tampung voting Yudi

666-avanger

Q : dua" nya biarin hidup aja biar Tobat dulu

A : Oke, saya tampung dulu

Ren Azure Lucifer D Kanedy

Q : next Thor buat keduanya hidup thor

A : Siap, saya tampung

Endan Bakufu

Q : Thank kouhai san uda mau update lagi. Cerita menarik ditambah imajinasiku sendiri akhirnya ngakak baca chapter ini. Btw buat zabuza and haku kayaknya cukup haku yang hidup, lumayan nambah keluarga naruto kalo zabuza berat di status missing nin. sekali lagi makasi udah mau update

A : Sama-sama, terimakasih juga sudah mau bersabar dengan keterlambatan saya. apa chapter ini membuat Endan ngakak lagi? Saya kurang percaya diri untuk memasukan humor ke dalam cerita

Sara Xavier

Q : terimakasih kouhai san sudah membuat fix yang bagus dan menarik ini dan jangan lupa untuk update yang lebih menarik di chap selanjutnya. Dan untuk soal haku dan zabuza sepertinya bisa dibiarkan hidup semua dan juga bisa bergabung menjadi shinobi konoha dan sandaime bisa mencabut status missing-nin zabuza dan haku dan juga mereka bisa dimasukan dalam team yang akan memback up team lain saat mengalami situasi yang menyulitkan sat misi. terimakasih dan semoga update chap nya tidak lama supaya saya tau bagaimana chap selanjutnya yang buat saya penasaran dan terimakasih jika nanti saran ini di balas dan dipertimbangkan. ganbatte ne kouhai-san

A : Wuahh~! Saya jadi malu sendiri. Terimakasih sudah membaca fanfic saya. saya tampung dulu ide Sara

Dhianty

Q : keduanya hidup.. lanjut Thor..

A : Sip, saya tampung. Hmmh..kayaknya banyak yang minta keduanya hidup ya?

Sebelumnya di Different Path

Shikamaru dan Naruto hanya bisa saling menatap untuk sesaat dan mengikuti perintah Shikaku. Lagipula mereka juga cukup lelah dengan ujian dari jounin pembimbing mereka, terutama Shikamaru yang sempat mengalami luka-luka kecil. Naruto sendiri lelah dengan apapun yang terlintas dalam pikirannya, baik itu tentang jounin pembimbingnya, Sasuke dan Sakura, maupun dengan pembicaraannya dengan Shikaku waktu itu

Saya ingin mengakui Naruto sebagai milik saya

Tetapi sepertinya bang Kishi tidak mengijinkan

Saya masih pemula dan masih perlu kritik dan saran yang membangun

Esok harinya Shikamaru dan Naruto segera pergi untuk berkumpul dengan tim mereka masing-masing dan menjalankan misi pertama mereka, tentu saja setelah sarapan dan membawa bekal makan siang mereka pastinya. Dan seperti yang Naruto perkirakan, Kakashi belum datang sedangkan kedua rekan timnya telah menunggu di tempat latihan tim 7. Naruto menunggu sambil membaca gulungan tentang kontrol chakra dan elemen dasar shinobi

"Hei Naruto." Panggil Sakura agak ragu

"Hmm?" respon Naruto masih fokus pada gulungannya

"Menurutmu..Hatake-sensei itu seperti apa?" tanya Sakura penasaran

"Hmmh..Kakashi-sensei? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Naruto balik

"Tidak..hanya saja ada sesuatu yang membuatku merasa gugup, tapi juga kesal di saat yang sama." Jawab Sakura

"Jika kamu ingin tau pendapatku, mungkin jawabanku akan membuatmu semakin gu-tidak, mungkin akan semakin kesal dengannya." Ucap Naruto sambil menggulung kembali gulungannya dan memasukannya ke dalam kantung gulungannya

"Aku juga penasaran." Ucap Sasuke tiba-tiba

"Haahh..Kakashi-sensei itu tipe orang yang suka terlambat jika memang bukan urusan mendadak dan penting. Ditambah selalu membawa buku kecil laknat berwarna orange di kantung senjatanya. Alasan yang selalu dikatakannya itu didapatnya dari temannya, dan aku berharap temannya bisa menendang bokong Kakashi-sensei karena selalu membuat kita menunggu." Terang Naruto dengan sengaja membuat suaranya cukup keras membuat Sasuke dan Sakura mengamati sekitar mereka kemudian menyeringai penuh arti

"Jika dipikir-pikir..kurasa dia benar-benar orang yang mesum. Lihat saja saat perkenalan waktu itu, dia sempat membaca buku kecil laknat itu." ucap Sakura dengan cukup keras

"Hn..sapaannya kemarin benar-benar payah, terutama alasannya terlambat. `Tersesat di jalan kehidupan`..benar-benar alasan paling payah yang pernah kudengar." Tambah Sasuke yang juga dengan cukup keras

Tiba-tiba Kakashi muncul dengan ekspresi kesal meski hampir seluruh wajahnya tersembunyi di balik maskernya, tapi ketiga genin itu bisa melihat persimpangan imajiner di kepala pria dihadapan mereka

"Oh, kamu sudah sampai?" tanya Naruto acuh tak acuh dengan senyum penuh artinya

"Apa yang terjadi? Kamu hanya terlambat 10 menit. Kemarin kamu terlambat 3 jam." Tanya Sasuke penuh sindiran

"Oh..apa mungkin kamu sudah hapal dengan jalan dari rumahmu ke sini dan tidak tersesat di jalan yang namanya kehidupan itu?" tanya Sakura sarkas

"Yaahh..walaupun aku tidak pernah tau ada jalan yang dinamai dengan kehidupan di desa ini." Ucap Naruto dengan seringai rubahnya

Tentu saja perkataan dari `calon` anak-anak didiknya itu membuatnya kesal, tapi dirinya tidak bisa menyangkal apa yang diucapkan oleh mereka. Dan jujur, Kakashi merasa malu dengan dirinya sendiri setelah mendengar ucapan yang menusuk hati kecilnya itu. Dan lagi, entah sejak kapan dirinya menjadi cengeng, cengeng bukan dalam artian yang menangis dari mata, tapi dari hatinya

'Sakit sekali rasanya disindir seperti itu oleh murid sendiri.' Batin Kakashi menangis bombai dan bisa dilihat chibi-Kakashi di atas kepalanya tengah memegangi dadanya dengan sebuah panah yang menusuk jantungnya

'Itu konsekuensi yang kamu dapat karena membuat kami menunggu. Meski kali ini hanya terlambat 10 menit.' Batin ketiga genin itu dengan tanduk iblis imajiner di kepala mereka dan ekor iblis di belakang tulang ekor mereka

Bagus..tim 7 akan menjadi tim dengan teamwork tertinggi yang pernah ada, terutama saat itu berhubungan dengan `menyiksa` jounin pembimbing mereka

"Ekhem! Maaf aku terlambat karena ada berapa hal yang perlu kuselesaikan sebelum pergi." Ucap Kakashi

"Hee~..bukan karena memata-matai kami seperti kemarin? Atau terlalu senang membaca buku tidak bergunamu itu?" tanya Naruto sarkas

"Ayolah..aku hanya terlambat 10 menit. Lebih baik daripada terlambat 3 jam, bukan?" bujuk Kakashi

"Untuk kali ini kami lepaskan. Tapi jika kamu terlambat lebih dari 5 menit, persiapkan dirimu untuk melihat buku kesayanganmu itu hangus hingga menjadi abu." Ancam Sasuke serius dengan tangan yang telah membuat segel tangan untuk katon no jutsunya

"Aku mengerti. Tolong batalkan segel tangan jutsumu itu." ucap Kakashi dengan kedua tangan terangkat di sisi kepalanya

Tim 7 bersama jounin pembimbing mereka langsung menuju gedung Hokage untuk mengambil misi pertama mereka. Dan sungguh sial bagi mereka karena mendapat misi menangkap Tora, kucing dari istri daimyo, dan Tora terkenal akan betapa seringnya sang kucing hitam berpita itu melarikan diri dari majikannya. Dan di sanalah mereka, bersembunyi di balik pepohonan, menunggu dengan tenang dan sabar. Berbeda dengan Kakashi yang tengah membaca buku orange kecil tercintanya

"Sial. Dari sekian misi di atas meja kenapa jiijii harus memilih misi menangkap Tora? Bahkan ANBU sekalipun memilih menjalankan misi yang beresiko antara hidup dan mati mereka daripada menangkap Tora." Terdengar suara geram kecil dari Naruto di seberang sana, tapi terdengar oleh yang lain melalui alat komunikasi mereka

"Apa maksudmu, Naruto?" tanya Sakura dari seberang sana

"Oh..bukan apa-apa. Hanya saja dulu saat aku sering menyelinap ke markas ANBU, aku sering mendengar mereka mengeluh sesuatu tentang menangkap seekor kucing hitam berpita. Tidak kusangka kucing itu adalah Tora dan hebatnya Tora masih hidup setelah 6 tahun berlalu. Tubuhnya juga masih sama seperti dulu." Jelas Naruto dan terdengar suara terkesiap Sakura, terkejut

"Kamu sering menyelinap ke markas ANBU tanpa ada yang menyadari keberadaanmu di sana? Bagaimana bisa? Dan setelah 6 tahun? Artinya kamu masih 6 tahun saat itu 'kan?" bombardir Sakura pada Naruto

"Sakura, kamu berisik. Hei, Kakashi-sensei. Aku tau kamu mendengarkan pembicaraan kami, berpartisipasilah sedikit dalam misi ini. Jangan membaca buku tidak bergunamu itu terus-terusan, terutama saat menjalankan misi." tegur Naruto kesal

"Kakashi..kamu lupa dengan apa yang kukatakan tadi?" tanya Sasuke di seberang sana membuat Kakashi bergidik dan segera memasukan buku kesayangannya itu ke dalam sarangnya

'Darimana Sasuke tau aku sedang membaca buku kesayanganku?' batin Kakashi heran

"Tentu saja kami ta., Bukankah sudah kukatakan tadi? Justru ini sangat aneh bahwa kamu tidak menyadari sejak tadi Kagebunshinku tidak hanya mengawasi Tora, tapi juga kamu?" tanya Naruto seolah membaca apa yang tengah dipikirkannya

Tiba-tiba terdengar suara dari semak-semak dan dengan tenangnya Naruto berjalan mendekati semak-semak itu. Si pelaku pembuat suara itu tidak lain adalah Tora yang tengah memakan sesuatu seperti serangga. Naruto berlutut di depan Tora yang anehnya diam dan memperhatikan Naruto

"Berhentilah melarikan diri dari majikanmu. Asal kamu tau, semua orang lelah mengejarmu setiap kali kamu melarikan diri. Jika kamu ingin keluar dari rumah, tinggal ajak majikanmu sekalian atau kamu bisa bermain di taman sekitar rumah majikanmu. Rumah majikanmu pasti sangat besar 'kan?" ucap Naruto

Membuat timnya yang mendengar dari alat komunikasi mereka hanya bisa berpikir bahwa Naruto mulai kehilangan kewarasannya karena terlalu lama menunggu dan Naruto bukan tipe orang yang menunggu dengan tenang tanpa melakukan sesuatu yang berguna. Yang lebih aneh lagi adalah Tora mengeong seolah membalas apa yang diucapkan oleh Naruto

"Jadilah kucing baik dan ikut denganku." Pinta Naruto sambil mengulurkan kedua tangannya seolah-olah ingin memeluk Tora

Awalnya Tora menatap kedua tangan Naruto lalu ke wajahnya yang masih terlihat tenang dan aura sekitar Naruto sangat menenangkan. Dan saat merasa dirinya yakin, Tora melompat dan dengan mulusnya mendarat dalam pelukan Naruto yang langsung mengelus-elus kepala hitam itu

"Aku sudah menangkapnya. Kita kembali." Ucap Naruto membuat timnya tercengang karena betapa singkat dan lancarnya Naruto menangkap Tora hanya dengan bicara

Saat mereka sampai di gedung Hokage, Sandaime menatap mereka dengan heran. Pasalnya mereka belum ada 1 jam menjalankan misi dan mereka sudah menyelesaikannya tanpa ada yang memiliki luka cakaran di tubuh mereka, tanpa ada dedaunan yang terselip di sela rambut mereka

"Bagaimana bisa kalian menyelesaikan misi ini dengan cepat dan tetap bersih tanpa luka?" tanya Sandaime

Tiba-tiba atmosfer ruangan itu berat dan Naruto memberikan Tora ke pelukan Sakura. Naruto mendekati meja kerja Hokage dan berdiri tepat di depan Sandaime yang terlihat gugup dengan aura Naruto yang gelap, wajahnya tertutupi bayang-bayang poninya yang membuatnya terlihat sangat mengintimidasi

"Jiijii..jangan bilang kamu sengaja memilih misi ini dari sekian banyak misi yang ada di meja ini hanya untuk melihat bagaimana kami menangkap Tora yang bahkan bagi para ANBU Tora masuk ke dalam buku bingo mereka dengan julukan `kucing sialan dari neraka` yang paling mereka benci." Ucap Naruto dengan nada penuh penekanan membuat yang lain bahkan ANBU yang bersembunyi di dalam ruangan itu ikut gugup

"Ma-maa maa..Naruto, tenang dulu. Bukan itu maksudku, aku benar-benar tidak sengaja mengambil kertas misi yang berisikan misi untuk menangkap Tora. Sebagai permintaan maaf, kamu bisa makan ramen sepuasmu hari ini dan katakan para Teuchi aku yang membayar." Tawar Sandaime

"Buat itu 1 minggu penuh..tidak, 1 bulan penuh." Ucap Naruto dengan nada final, tidak ingin dibantah

"Bagaimana jika 2 minggu." Tawar Sandaime

"Buat itu 1 bulan penuh atau buku koleksi tercintamu yang ada di ruangan ini, di dalam laci kedua paling bawah akan kumusnahkan dan kulaporkan pada baabaa untuk memusnahkan koleksimu yang kamu simpan di kamarmu dan baabaa yang ada di bawah ranjang dan meja kerjamu." Ancam Naruto

"Baiklah..baik. 1 bulan penuh, karena itu jangan musnahkan kolekse-koleksi tercintaku." Pinta Sandaime memelas yang menjatuhkan imagenya sebagai shinobi terkuat di Konoha dan yang dikenal sebagai God of Shinobi atau profesor shinobi

'Sandaime-sama..anda benar-benar menjatuhkan image anda sebagai orang yang terhormat. Dan anda dikalahkan oleh Naruto dari semua orang yang ada hanya dengan ancaman seperti itu. Naruto..kamu benar-benar sadis.' Batin orang-orang yang ada di dalam ruangan itu, tidak termasuk Sandaime dan Naruto tentunya

Dan dengan begitu misi selesai setelah Sakura memberikan Tora pada pemiliknya

"Naruto..apa kamu tidak berlebihan pada Sandaime-sama?" tanya Sakura penuh prihatin pada pemimpin desanya

"Tidak. Dia pantas mendapatkannya. Lagipula kamu juga benci dengan orang mesum 'kan? Dan jiijii termasuk kategori orang mesum dengan koleksinya yang bahkan lebih banyak dari Kakashi-sensei." Jawab Naruto santai

"Tapi benar-benar..siapa yang menyangka seorang Hokage bisa begitu mesum." Gumam Sasuke yang masih bisa di dengar kedua rekannya

"Kalian bisa menyalahkan anak didiknya dulu, karena buku itu ditulis oleh anak didiknya itu. Oh mereka lebih dikenal sebagai sannin Konoha, dan salah satu dari mereka adalah penulis buku mesum itu, yang satu lagi paling buruk untuk urusan judi bahkan sebatas pertaruhan kecil sekalipun dia akan kalah. Lalu yang satu lagi seorang pedofil maniak ular dan terobsesi pada Sharingan. Berhati-hatilah Sasuke, atau kamu akan menjadi korban pedofil itu." terang Naruto

"Apa yang kamu bicarakan?" tanya Sakura bingung

"Oh..bukan apa-apa. Kalian bisa ikut aku makan ke Ichiraku, jiijii yang traktir." Tawar Naruto

Keduanya mengangguk dan mereka langsung menuju ke Ichiraku tanpa ambil peduli dengan apa Naruto katakan tadi. Sampai di sana, Naruto langsung memesan ramen porsi jumbo sedangkan kedua rekannya hanya memesan porsi normal. Dan belum sampai kedua rekannya menghabiskan ramen mereka, Naruto telah menghabiskan 5 mangkuk ramen porsi jumbo dalam sekejap

"Naruto..kamu benar-benar ingin menghabiskan uang Sandaime-sama, ya?" tanya Sakura bersweatdop ria

"Tenang saja. Aku masih bisa menghabiskan beberapa mangkuk lagi." jawab Naruto yang sama sekali tidak menjawab pertanyaan Sakura

Sasuke dan Sakura hanya bisa bersweatdrop ria mendengar ucapan rekan tim pirangnya dan keduanya bersumpah dirinya bisa melihat sepasang tanduk kecil imajiner di kepalanya dengan sayap kelelawar kecil di punggung Naruto dan ekor iblis di tulang ekornya. Dan hanya ada 1 kata terlintas begitu di kepala mereka begitu melihat Naruto yang seperti ini dan kata itu adalah `oni`

"Oh ya. Setelah ini bisa kalian ikut denganku ke rumah Shika? Selagi ini masih siang." Ajak Naruto membuyarkan pikiran kedua rekan timnya

"Untuk apa ke tempat rusa pemalas itu?" tanya Sasuke yang sedari tadi diam menikmati ramen ekstra tomatnya

"Ada sesuatu yang ingin kuberikan pada kalian, tapi tertinggal di rumah Shika." Jawab Naruto

"Tunggu! Kamu tinggal bersama klan Nara?" tanya Sakuta terkejut

"Tidak juga. Tapi aku sering menginap di sana. Bisa dibilang mereka seperti keluargaku." Jawab Naruto setelah menghabiskan ramen jumbonya yang kesembilan

'Sejak kapan dia menghabiskan 4 mangkuk ramen jumbo?' batin kedua rekan timnya bersweatdrop ria

Dan selesai makan siang, mereka segera menuju ke kediaman utama klan Nara. Baik Sasuke maupun Sakura terlihat sedikit terkejut dengan rumah Shikamaru yang terlihat begitu besar dan di samping rumahnya terlihat seperti hutan yang sangat terawat. Dan untuk sekilas, mereka melihat beberapa rusa terlihat seperti mengintip dari balik pohon

"Aku pulang." Ucap Naruto membuat kedua rekannya mengernyit

"Naru-chan, kamu pulang cepat sekali. Shika-chan belum pulang dari misi pertamanya." Jawab seorang wanita cantik-Yoshino- yang terlihat terkejut melihat kedatangan 2 anak yang cukup dikenalnya

"Ara~, Sasuke-kun, Sakura-chan, selamat datang. Dan Naru-chan, kenapa tidak bilang rekan timmu akan datang? Kaasan belum menyiapkan makanan ringan untuk tamu hari ini." Tanya Yoshino

"Tidak perlu, kaasan. Mereka tidak akan lama. Aku ingin memberikan mereka sesuatu, tapi tertinggal di kamar Shika." Terang Naruto

'Kaasan?' batin kedua rekan tim Naruto heran dan berpikir bahwa Naruto sudah benar-benar seperti bagian dari keluarga di rumah ini

"Lagipula kami sudah makan siang." Lanjut Naruto

"Baiklah. Sasuke-kun, Sakura-chan, anggap saja di rumah sendiri." Ucap Yoshino dengan senyum keibuannya dan segera kembali dengan urusannya di dapur

Naruto bersama kedua rekan timnya juga segera ke kamar Shikamaru dan mengambil sesuatu dari laci meja belajar Shikamaru. Naruto mengambil sebuah kotak kecil yang berisikan 3 buah anting..atau lebih tepatnya tindik berwarna perak dengan bentuk yang sama dengan lambang klan Uchiha, lambang keluarga Haruno dan lambang klan Nara

"Aku menyiapkan ini semalam. Aku memasukan chakraku ke dalam anting ini dan kita bisa bicara melalui telepati melalui anting ini. Kita juga bisa tau posisi yang lainnya yang menggunakan anting ini. Cukup alirkan sedikit chakra pada anting ini saat ingin bicara melalui telepati dan saat kalian ingin memberitau posisi kalian." Jelas Naruto dengan memberikan tindik berlambang klan Uchiha pada Sasuke dan lambang keluarga Haruno pada Sakura

Keduanya langsung memasang tindik itu di telinga kanan mereka meski sakit saat melubangi telinga mereka, tapi berkat ninjutsu medis yang Naruto lakukan pada mereka luka mereka sembuh dalam sekejap

"Kalian bisa mendengarku?" kedua rekan Naruto terkejut mendengar suara Naruto di kepala mereka dan menatap Naruto yang mulutnya masih tertutup rapat

"Apa? Bagaimana?" tanya Sakura

"Sudah kukatakan, jika kalian ingin bicara menggunakan telepati, alirkan sedikit chakra kalian pada anting itu." jawab Naruto

"Begini?" tanya Sasuke dengan telepati

"Ya. Kalian bisa memilih dengan siapa kalian ingin bicara. Saat mengalirkan chakra kalian, kalian harus fokus pada siapa kalian ingin bicara." Terang Naruto

"Lalu yang 1 lagi untuk siapa?" tanya Sakura penuh dengan rasa penasaran

"Siapa lagi? Tentu saja Shikamaru." Jawab Naruto membuat Sakura bersweatdrop ria

Ketiganya berlanjut dengan berbincang-bincang ringan yang tentu saja setelah Naruto membuatkan makanan ringan dan minuman untuk mereka. Dan tidak lama kemudian Shikamaru pulang dengan wajah kusam begitu juga pakaiannya. Setelah selesai membersihkan diri, Shikamaru kembali ke kamarnya yang ternyata masih ada Sasuke dan Sakuya yang berbincang-bincang dengan Naruto

"Ini sudah sore. Kalian tidak pulang?" tanya Shikamaru yang memang menyindir kedua rekan tim Naruto untuk segera pulang karena Shikamaru kurang suka kamarnya didatangi oleh orang lain selain Naruto dan kedua orangtuanya

"Maaf Shikamaru. Aku lupa kamu benci kamarmu dimasuki orang luar. Aku akan mengantar mereka dan kembali ke apartemen. Aku lupa membersihkannya kemarin." Ucap Naruto sambil berdiri diikuti oleh kedua rekan timnya

"Oh dan pakailah anting yang ada di mejamu. Itu untukmu dan aku memasukan sedikit chakraku ke dalamnya. Kamu tau anting apa itu, kan?" Lanjut Naruto sambil keluar yang lagi-lagi hanya diikuti oleh kedua rekan timnya

Setelah Naruto berpamitan pada kedua Nara senior, Naruto pulang bersama dengan Sasuke dan Sakura

"Naruto..sejak kapan kamu kenal dengan keluarga Shikamaru?" tanya Sakura tanpa basa-basi

"Sejak aku masih 5 tahun mungkin..aku tidak terlalu ingat. Memangnya ada apa?" jawab Naruto

"Tidak..hanya saja sepertinya kalian sudah benar-benar saling kenal, bahkan kamu memanggil ibunya Shikamaru dengan `kaasan`." Terang Sakura

"Mereka yang memaksa..aku bisa apa?" balas Naruto

"Kenapa Kakashi tidak kamu beri anting seperti ini juga?" tanya Sasuke tiba-tiba melalui telepati pada Naruto dan Sakura

"Kenapa kamu bertanya menggunakan telepati?" tanya Sakura penasaran

"Naruto tidak bilang dia memberikan ini pada Kakashi dan aku yakin pasti ada alasan tertentu. Mengingat seperti apa Naruto, dia pasti tidak ingin Kakashi mengetahui sesuatu tentangnya." Jelas Sasuke

"Ya..karena Kakashi-sensei adalah alasan kenapa aku memberikan anting itu pada kalian. Kakashi-sensei selalu mengamati kita dari kejauhan dan sekarangpun kita sedang diawasi olehnya." Terang Naruto

"Tunggu..kamu tau darimana sekarang kita sedang diawasi?" tanya Sakura heran

"Katakanlah aku ini tipe sensor." Jawab Naruto

"Kenapa dengan Kakashi yang selalu mengawasi kita?" tanya Sasuke kembali pada topik

"Aku hanya tidak ingin Kakashi-sensei melaporkan hal-hal yang tidak perlu pada jiijii. Kakashi-sensei ditugaskan untuk mengawasiku." Jelas Naruto

"Tapi..kenapa Sandaime-sama ingin Kakashi-sensei mengawasimu?" tanya Sakura heran, tidak mengerti kenapa Naruto mendapat perhatian lebih dari pemimpin desanya

"Tanyakan saja langsung pada jiijii." Jawab Naruto santai

"Kita berpisah di sini. Aku harus kembali ke apartemen." Ucap Naruto lalu pergi menuju apartemennya

Kedua rekan timnya hanya menatap punggung Naruto lalu saling menatap sebelum mereka pulang ke rumah mereka masing-masing. Naruto segera membersihkan kamar apartemennya begitu sampai di sana dan menyiapkan makan malam untuknya

'Naruto.' Panggil Kyuubi tiba-tiba membuat Naruto menghentikan acara makannya untuk sesaat lalu melanjutkan kegiatan makannya

'Ada apa?' tanya Naruto

'Ini hanya perasaanku saja atau sepertinya `penguntit`mu semakin bertambah?' tanya Kyuubi balik

'Tidak, `penguntit`ku memang bertambah 2 orang dan mereka bukan suruhan jiijii. Sepertinya dari luar Konoha.' Jawab Naruto

'Apa sudah dimulai? Bukankah masih ada waktu 2 atau 3 bulan lagi?' tanya Kyuubi

'Entahlah. Mungkin persiapan awal atau memang mereka mempercepat rencana awal mereka. Tapi aku penasaran, bagaimana mereka bisa masuk Konoha tanpa ada masalah dengan kekkai yang di pasang oleh pertahanan Konoha?' terang Naruto

'Kurasa yang 1 lagi bukan sekutu mereka. Chakranya cukup familiar untukku.' Ucap Kyuubi

'Benarkah? Kurasa kita harus ekstra hati-hati. Mungkin saja orang itu punya hubungan dengan orang di masa lalumu itu.' Balas Naruto sambil menyelesaikan makannya dan mencuci peralatan masak dan makannya tadi

'Kuharap dia tidak ada hubungannya dengan orang di masa laluku, tapi jika mamang dia ada hubungan dengan orang di masa lalumu, kurasa kita benar-benar harus memiliki rencana cadangan.' Terang Kyuubi

'Aku sudah memikirkannya beberapa waktu lalu. Mungkin kurang efektif..tidak, mungkin bisa dibilang rencana bunuh diri.' Ucap Naruto membuat Kyuubi mengernyit di dalam `kandang`nya

'Sejak kapan? Kenapa aku tidak tau? Rencana apa itu?' tanya Kyuubi penasaran masih tidak terima dirinya mendapatkan akses terbatas terhadap apa yang penahannya ini pikirkan

'Seperti yang kukatakan. Mungkin rencana terakhirku bisa dikatakan sebagai rencana bunuh diri. Dan aku kurang yakin rencana terakhir ini akan berhasil. Karena itu, setidaknya kita fokus pada rencana awal. Kesampingkan saja rencana terakhirku.' Terang Naruto

'Jika itu yang kamu inginkan. Sebaiknya kamu segera tidur, besok kamu ada misi 'kan?' tanya Kyuubi

'Ya. Selamat tidur.' Jawab Naruto yang langsung tidur di ranjangnya

Esok harinya Naruto menemui rekan timnya dimana biasanya mereka berkumpul dan hebatnya adalah Kakashi tidak datang terlambat sedetikpun

"Pagi murid-murid tercintaku." Sapa Kakashi dengan eye-smilenya seperti biasa

"Pagi. Akhirnya kamu tidak terlambat. Bagus, kamu datang tepat waktu." Jawab Sasuke tajam

"Pagi juga, Hatake-sensei. Sungguh di sayangkan, sebenarnya aku sudah melatih kekuatanku dan aku ingin mencobanya pada Hatake-sensei jika sensei berani datang terlambat lagi." ucap Sakura kecewa yang dibuat-buat

"Pagi." Balas Naruto singkat

Dan reaksi dari ketiga muridnya itu membuat Kakashi bersweatdrop ria dan menangis bombai dalam hatinya, meratapi dirinya yang terkesan seperti anak tiri..tidak, mungkin lebih tepatnya guru yang tidak dianggap. Tapi tiba-tiba perhatian Kakashi beralih pada telinga kanan ketiga muridnya, ada sesuatu di telinga kanan mereka..sebuah tindik yang anehnya memiliki bentuk dari marga mereka, Uchiha, Haruno dan Uzumaki

"Sejak kapan kalian memakai tindik?" tanya Kakashi penasaran

"Kemarin." Jawab Sasuke singkat, padat dan dingin

"Lalu..bagaimana denganku?" tanya Kakashi penuh harap yang dibuat-buat

"Maaf, sensei. Kami hanya tidak sengaja menemukannya dan kami ingin memakainya." Jawab Sakura

"Menemukan?" beo Kakashi tidak mengerti

"Aku menemukan anting ini saat membersihkan apartemen kemarin." Terang Naruto yang diikuti anggukan dari kedua rekan timnya

"Begitukah?" tanya Kakashi memastikan dan ketiganya mengangguk

1 minggu telah berlalu setelah Naruto memberikan tindik itu pada kedua rekan timnya dan Shikamaru. Naruto hanya akan bangun, membersihkan diri, menyiram tanaman kesayangannya, membuat sarapan dan bekal makan siang untuk timnya lalu pergi menemui timnya. Itulah yang Naruto lakukan akhir-akhir ini, dengan puluhan D-rank misi yang didapatnya, Naruto tidak bisa berbuat banyak dan itu cukup mengesalkan. Ditambah dengan Kakashi yang terkadang menatap ketiganya penuh curiga dan sesekali melirik pada tindik mereka

Seperti saat ini, tim 7 tengah menjalankan misi D-rank, yaitu mencabut tanaman liar dan menggantinya dengan tanaman hias di salah satu rumah penduduk. Sasuke terlihat tengah mencabuti tanaman liar, Sakura mengganti tanaman liar yang dicabut oleh Sasuke dengan menanam tanaman hias, sedangkan Naruto memasukan tanaman liar yang Sasuke cabut ke dalam kantong sampah. Kakashi sendiri hanya mengamati ketiga muridnya itu yang hebatnya tanpa buku orange kecil tercintanya itu di tangannya. Tentu saja Kakashi tidak berani lagi membaca buku laknat itu di depan ketiga muridnya, atau buku tercintanya akan langsung di bakar di tempat

Dan sekarang akhirnya Kakashi menyadari sesuatu, timnya bekerja dengan baik, membagi tugas dengan baik. Tapi dari sekian pekerjaan yang dilakukan ketiga muridnya, Naruto tidak terlalu mengambil andil dalam semua misi yang telah mereka lakukan, jika dibandingkan, Sasuke 40%, Sakura 40%, sedangkan Naruto 20%. Dan Kakashi sudah beberapa kali memberikan Naruto tugas lebih yang langsung dijalankan oleh Sasuke atau Sakura, tentunya jika tugas keduanya selesai, mereka akan mengambil alih tugas Naruto yang diberikan oleh Kakashi

Kakashi sama sekali tidak mengerti dengan cara kerja timnya sendiri, Naruto seolah menjauhkan diri dari kedua rekan timnya yang beberapa waktu lalu masih terlihat baik-baik saja. Tidak hanya Naruto, Sasuke dan Sakura juga. Ketiganya menjadi jarang bicara saat menjalankan misi, mereka lebih banyak diam dan menggerakan tubuh mereka sesuai dengan tugas mereka

Tapi Kakashi tidak suka dengan suasana ini

"Hei, kalian bertiga." Panggil Kakashi tiba-tiba membuat ketiga muridnya menghentikan kegiatan mereka

"Apa kalian sedang bertengkar? Akhir-akhir ini kuperhatikan kalian jadi jarang bicara saat misi." Tanya Kakashi penasaran

"Tidak, kami baik-baik saja. Mungkin hanya perasaan sensei saja." Jawab Naruto kembali fokus pada tugasnya

"Tidak, kalian memang sudah jarang bicara. Dan Sasuke juga Sakura hampir melakukan semuanya. Naruto, kamu yang paling pasif dalam misi." Terang Kakashi serius

"Aku tau. Karena itu kamu membagikan upah misi sesuai dengan apa yang kami lakukan." Jawab Naruto membuat Kakashi sedikit tersentak

"Maaf soal itu, tapi aku harus adil di sini. Jadi, kenapa kamu begitu pasif dalam tim?" tanya Kakashi

"Tidak, tindakanmu memang yang paling benar. Dan untuk alasan itu, sepertinya aku juga tidak tau jawabannya." Jawab Naruto

"Aku merasa ini sudah natural bagi kami sendiri. Aku tidak merasa terganggu, justru aku bisa fokus pada apa yang kukerjakan." Tambah Sasuke

"Aku tau kamu orang yang cukup adil, karena itu aku sengaja melakukannya karena aku membutuhkan uang lebih untuk sesuatu. Aku tidak bisa memintanya pada ayah dan ibu, karena itu aku melakukannya." Lanjut Sakura

"Dan aku tidak masalah. Lagipula kami sudah setuju untuk melakukan sesuka kami saat misi." Tambah Naruto

Kakashi hanya bisa menghela napas mendengar jawaban-jawaban dari ketiga muridnya, tidak tau harus bagaimana. Jika boleh jujur, Kakashi ingin melepaskan frustasinya dengan berteriak sekencang-kencangnya dan mengeluarkan apa yang dipikirkannya. Atau dia bisa mengeluhkan sikap ketiga muridnya pada mantan guru mereka atau bahkan pada Sandaime sekalian. Kakashi kali ini benar-benar tersesat di jalan yang bernama kehidupan-bukan lebih tepatnya jalan kebimbangan

BERSAMBUNG...

Terimakasih telah setia dengan cerita saya

Dan maaf atas keterlambatan saya

Semoga chapter ini tidak mengecewakan

Matta raishuu

P.Suntuk para readers saya yang tercinta, saya masih membuka voting `hidup-matinya Zabuza dan Haku` tolong ikut voting untuk menentukan hidup-matinya Zabuza dan Haku atau salah satu dari mereka. Kalian bisa memvoting keduanya tetap hidup atau hanya salah satunya saja. TERIMAKASIH