3.
Akashi mulai bercerita, sesekali tangannya mengelus ukiran bunga teratai pada peti mati. Kise memeluk Kuroko kuat-kuat dari belakang, wajahnya siap menjerit histeris mendengar untaian kisah horror yang akan didengarnya.
"Kalau tidak salah buku itu bercerita bertahun-tahun lalu ada seorang pria tampan yang mengurung diri terus menurus didalam rumahnya yang tertutup rapat jauh dari rumah penduduk lain. Bahkan gorden di rumahnya tidak pernah sekalipun tersingkap. Pria itu hanya akan keluar dimalam hari, ketika ada seorang warga wanita yang bertanya padanya mengapa ia hanya keluar dimalam hari, pria itu menjawab—
'Hanya dimalam hari aku bisa mendapatkan makanan dengan tenang.'
Semula tidak ada yang terasa ganjil dengan perkataannya, tetapi ketika telinga warga itu menangkap suara bunyi berdetak teratur dari arah pria pengurung diri, ia kembali bertanya—
'Kau mau tau itu suara apa? Itu suara detak jantung makananku, lihatlah terlihat lezat bukan?'
Pria pengurung diri mengeluarkan sebongkah daging—jantung—yang masih berdetak dan meneteskan darah hangat. Sang wanita berteriak tertahan saking takutnya, ia langsung berlari tunggang langgang tidak mempedulikan belanjaannya terjatuh berserakan dijalanan.
Keesokan harinya seluruh warga desa berbondong-bondong datang membawa obor hendak membakar si pria pengurung diri yang diduga adalah vampire. Disaat sebelum api melalap habis tubuhnya pria pengurung diri berkata—
'Akanku makan kalian semua yang berada didesa ini, suatu hari nanti ketika aku terlahir kembali kupastikan daging kalian akan lumat sempurna didalam mulutku. Tunggu saja.'
Dan yang terakhir, tempat tinggal pria pengurung diri itu adalah mansion ini Tetsuya. Aku sudah mencarinya hingga nara sumbernya." Akashi mengakhiri ceritanya.
Kise memucat, menutupi mulutnya agar tidak berteriak dengan suara melengking. "Mengerikan ssu. Mengerikan sekali aku tidak kuat!"
"Lalu apakah ia akan terbangun malam ini Akashi-kun?" Masih dengan intonasi datarnya Kuroko menatap Akashi lekat-lekat.
Lihat jawaban di HALAMAN 15.
