Desclaimer: semua karakter milik sm ent, saia hanya meminjam karakternya saja :v
Main cast: Byun baekhyun park chanyeol
other cast: oh sehun, do kyungsoo, kim jongin, xi luhan etc.
Genre: romance hurt/comfort
Rated: T
warning
Yaoi, typo bertebaran, OOC, BOY X BOY
ff ini murni dari saia
jadi jika terdapat kesamaan cerita atau hal lain yang berkenaan dengan ff saia. itu murni ketidak sengajaan.
Summarry:
kisah kehidupan yang rumit. antara dua manusia sesama jenis. mempertahankan sebuah cinta terlarang. menahan sakit akan hinaan. /"kau tidak normal baek".
.
.
.
SCREAM
.
.
.
Chapter2: kenyataan sulit
Dua hari berlalu sejak kejadian duetnya sang bintang sekolah dengan sang pangeran sekolah yang sampai saat ini belum mengikuti pelajaran seperti yang seharusnya dilakukan.
Entah alasan apa yang membuat chanyeol belum mengikuti pelajaran seperti yang seharusnya, namun yang jelas itu membuat salah satu murid bersuara emas kebanggaaan Smu seoul tampak tertunduk lesu tanpa semangat dibawah pohon belakang sekolah, sudah menjadi favorit baekhyun untuk menghabiskan waktu seorang diri dengan duduk melamun dibawah pohon rindang yang jarang tercium oleh siswa siswi sekolah ini.
Baekhyun bukannya tak punya teman, tetapi ia hanya malas bergaul bersama siswa-siswa lain dengan alasan mereka kurang asik dan membosankan.
Baekhyun hanya berpendapat bahwa tidak semua teman benar-benar tulus berteman dengannya, kerap kali ia dihianati orang-orang yang mengaku temannya, memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi dan meninggalkannya saat ia butuh pertolongan. hal itu membuatnya sulit mempercayai seseorang untuk menjadi temannya. Dan menyendiri menjadi sebuah pilihan yang tepat baginya, meskipun ia memiliki beberapa teman namun tak satupun dari mereka mengenal baekhyun secara dekat.
Namun akhir-akhir ini harinya terasa berbeda, tidak lagi membosankan seperti hari-hari sebelumnnya. Satu orang spesial telah mengisi bagian hidupnya yang rumpang, menjadikan satu lahan kosong terisi dengan segala macam kenangan manis, tentang bagaimana ukiran indah wajahnya, senyum manis memabukkan, dan suara berat penuh pesona itu terus terbayang dan mampu menumbuhkan satu perasaan berbeda dihatinya. sangat berbeda dan aneh.
Dimana jantungnya akan terus berdetak setiap mengingatnya, satu senyuman manis akan terukir secara otomatis ketika kenangan indah hari itu terputar diingatannya. begitu seterusnya dan akan terus terulang-uang bagai putaran waktu yang tak pernah berhenti.
Baekhyun bahkan tak begitu mengerti dengan perasaannya, tetapi yang jelas ia sangat merindukan sosok jangkung itu.
"apakah kita bisa bertemu kembali park chanyeol?" dan sekali lagi senyum itu terukir.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
e)(o
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi hari kembali lagi, sangat cepat bahkan terasa baru satu jam baekhyun tertidur dan pagi kembali meneriakinya untuk bersekolah.
Langkah lunglai tanpa semangat itu terus berjalan menuju halte bis, satu jam lagi kegiatan belajar mengajar akan dimulai dan ia masih punya banyak kesempatan untuk bersantai dibawah pohon langganannya, berharap sosok itu akan kembali ia temui.
lagi-lagi baekhyun merasa jantungnya berdetak kencang. oh ayolah, ia hanya mengingat sosok itu dan jantungnya terus terpompa. Perasaan itu sangat aneh karena orang yang ia pikirkan adalah laki-laki, sama sepertinya. Ia merasakan satu hal yang ia yakini adalah cinta.
Cinta normal dengan harapan saling memiliki, bukan cinta sahabat atau saudara.
Baekhyun hanya mampu menghela nafas berat, ia benar-benar bingung.
Skip time
Baekhyun telah sampai didepan sekolah megahnya dan mulai melangkahkan kakinya melewati gerbang sekolah, namun tiba-tiba tali sepatunya lepas membuatnya harus menunduk untuk memperbaikinya.
TIIIN TIIN
Suara klakson mobil yang tepat berada dibelakangnya sungguh mengejutkan baekhyun hingga menghentikan acara menali sepatunya yang baru setengah terikat.
"bisakah kau menyingkir? aku ingin lewat" Suara bass itu tampak meneriaki baekhyun yang masih berdiri ditengah jalan.
Baekhyun berjalan menepi dengan tertatih membiarkan tali sepatunya tak terikat.
Sementara pandangannya fokus dengan pengendara mobil sport mewah, warna silver sebagai backroundnya. Dia tampak acuh terhadap pandangan baekhyun yang penuh keterkejutan.
Lelaki itu..
benar-benar sekolah disekolah yang sama dengan baekhyun, terbukti dari seragamnya yang tampak sama.
Jantung baekhyun kembali terpompa sangat kencang.
Ia telah mendengar suaranya yang teramat maskulin.
Ia bahagia
sangat.
Tanpa pikir panjang, ia segera menali sepatunya dan berjalan memasuki sekolahnya.
namun apa yang kini ia lihat?
chanyeol tampak sibuk tersenyum untuk gadis-gadis yang kini mengerubunginya seperti seekor lalat.
Mereka sangat banyak dan berteriak kala chanyeol tersenyum manis sampai memperlihatkan sebelah lesung pipinya.
dada baekhyun terasa sesak.
seperti itukah chanyeol yang sebenarnya?
haruskah ia menyerah akan perasaanya?
namun ini tak mudah, karena ia jatuh terlalu dalam.
kedalam jurang mematikan, bernama-
-cinta.
skip time
Baekhyun memasuki kelasnya dengan wajah muram yang amat kentara, bahkan mampu membuat Oh sehun-teman sekelasnya yang bisa dibilang teman karena sering bertegur sapa-tampak bingung melihat keanehan pada baekhyun.
"kau kenapa? tak biasanya wajahmu lusuh seperti baju pamanku?" tanya sehun, dengan sedikit nada gurauan.
"aku baik, sehun-ah" terlihat jelas bahwa baekhyun tengah berbohong, karena nada bicaranya seperti balita merajuk tak dibelikan permen.
"kau sangat buruk dalam berbohong, baek" sindir sehun.
"kau sangat baik dalam merusak mood, hun" baekhyun membalas dengan nada kesal.
"ck, jika sedang pms tak usah masuk sekolah baek, kau mengerikan" sehun mendorong kursinya sedikit menjauhi baekhyun.
Dugh
satu penghapus mendarat tepat dikepala sehun.
"Yak! anak ayam sialan" teriaknya karena candaan sehun yang amat menjengkelkan.
moodnya bertambah buruk.
skip time
Jam istirahat telah dimulai, langkah baekhyun telah terarah dengan pasti menuju tempat favoritnya.
berjalan dengan cepat, karena malas berada diantara orang-orang yang menurutnya membosankan.
namun langkahnya terhenti kala dilihatnya seorang lelaki cupu nampak kesulitan mengumpulkan bola basket yang jumlahnya puluhan.
"cepat kumpulkan, bodoh. aku bosan menunggu" ucap seorang lelaki yang tak asing sedang duduk santai sembari meminum sekotak susu rasa pisang seenak jidat menyuruh siswa cupu itu mengumpulkan bola.
baekhyun mengenal lelaki itu.
sangat mengenalnya.
Park chanyeol.
lelaki spesial yang mengisi hatinya.
kini dengan jelas ia lihat, tengah melakukan pembullyan.
menyuruh seakan dia raja.
hanya karena dia kaya maka dia berkuasa.
menindas yang lemah.
baekhyun benci itu.
Ia kecewa, pada cinta. tepatnya, pada seseorang yang menumbuhkan cintanya.
tapi ia tak bisa membenci. karena cinta itu jauh lebih kuat ketimbang rasa benci.
Haruskah dia akhiri?
dengan resiko rasa sakit sangat dalam.
baekhyun terjebak diantara sakit dan kecewa.
Diantara benci dan cinta.
yang mana jalan terbaik untuknya?
semua jadi serba salah.
"kau sedang apa?"
Deg
suara bass itu membuyarkan lamunan baekhyun, refleks tatapannya tertuju pada kedua mata lebar chanyeol.
dan ia terpaku, terjebak untuk menyelami lebih dalam dua bola mata jernih penuh pesona menipu.
baekhyun jatuh untuk kedua kalinya.
kedalam lubang yang salah.
Park chanyeol itu brengsek.
"kau akan terus menatapku? apa otakmu berjalan dengan baik? kutil?" chanyeol bertanya dengan blak blakan, tanpa peduli dengan akibat dari ucapannya.
baekhyun kesal. siapa yang disebut kutil? bukankah ia cukup tinggi dan tidak sekecil itu. setidaknya ada yang lebih pendek darinya disekolah ini.
"otakku normal dan namaku byun baekhyun" ucap baekhyun yang segera melangkah pergi tanpa menunggu respon chanyeol.
Sosok chanyeol yang sebenarnya membuat baekhyun kecewa, tapi ia benar-benar tidak bisa membenci chanyeol.
apa yang harus ia lakukan?
lagi-lagi, ia hanya mampu bertanya pada dirinya sendiri. mencari arah dari sebuah langkah penuh liku.
Langkah kaki itu semakin dipercepatnya, perasaannya kacau.
ia mencintai tetapi kenyataan memukulnya secara telak.
ia ingin berhenti tetapi perasaan itu semakin kuat hanya dengan memandangnya.
haruskah ia ungkapkan sebelum benar-benar berhenti?
kepada park chanyeol.
yang brengsek.
baekhyun terduduk lemas dibawah pohon. hari ini seharusnya indah karena lelaki spesial itu telah bersekolah seperti yang ia harapakan.
tetapi laki-laki yang ia lihat tadi berbeda dengan lelaki yang menolongnya dua kali.
mereka seolah dua orang berbeda dalam satu raga.
ia gelisah karena perasaannya sendiri. yang terus berputar-putar tak tentu arah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
e)(o
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hari berganti malam.
menjadi gelap dan suram.
sebagian remaja yang berkepribadian baik pasti akan memilih herada didalam rumah dan berkutat pada berbagai macam pelajaran sekolah.
namun tidak bagi remaja nakal kurang perhatian orang tua atau remaja salah pergaulan.
dunia malam adalah surga bagi mereka.
bersenang-senang dan berhura-hura diclub, menghabiskan waktu bersama kekasih masing-masing dan melakukan balap liar.
tunggu
balap liar?
saat kau mendengar kata balap liar.
maka kau akan menemukan park chanyeol.
master dari balap liar, memenangkan banyak balapan hanya untuk bersenang-senang. mengencani banyak gadis yang datang padanya, memohon untuk dikencani. park chanyeol yang pada dasarnya brengsek akan dengan senang hati menerima tawaran gadis-gadis nakal tersebut.
baekhyun benar-benar mencintai orang yang salah.
chanyeol menarik gas pada motor kesayangannya bersiap untuk melakukan balapan yang ke ribuan kali.
ia menyeringai dibalik helmnya, melirik dua pembalap yang akan menjadi lawannya.
'park chanyeol akan selalu menjadi yang nomor satu' batinnya menyombongkan diri.
kesombongan yang tak pernah salah.
karena lagi-lagi motornya melewati garis finish sebagai yang pertama.
sorakan terdengar begitu memekakkan telinga. semakin menambah ke angkuhan pada diri chanyeol.
ia adalah yang terbaik, tak satupun dapat meruntuhkan prestasinya.
Park chanyeol yang brengsek.
"mau berkencan denganku? tampan?" satu gadis nakal dengan pakaian minim mencoba menggoda chanyeol.
"hm, tentu manis" ucap chanyeol tak lupa dengan senyum mautnya.
"baiklah, kutunggu kau dimobil warna merah" ucap gadis itu sembari melangkah pergi, tak lupa satu kedipan nakal ia layangkan sebagai tahap akhir dalam menggoda chanyeol.
chanyeol lagi-lagi tersenyum bangga pada dirinya sendiri.
"waw, satu kemenangan dan satu mangsa lagi eoh? kau benar-benar brengsek park" satu lelaki dengan ketampanan diatas rata-rata tampak memuji kehebatan chanyeol.
"seperti biasa hun" chanyeol menyeringai kepada Oh sehun- lelaki yang begitu teladan disekolah namun berandal dimalam hari.
mereka sama-sama brengsek.
"hei apa aku ketinggalan sesuatu?" satu lagi lelaki berkulit tan yang erotis nampak menyela pembicaraan sehun dan chanyeol.
"dari mana saja kau jong?" sehun menanggapi pertanyaan kim jongin- lelaki sejenis oh sehun yang sama-sama bermuka dua.
"gadis-gadis itu terus menggodaku hun, aku tidak bisa mengabaikannya" dan jongin juga brengsek.
mereka hebat dalam hal wanita, mempermainkan dan menyakiti.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
e)(o
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Baekhyun hendak berjalan menuju perpustakaan untuk meminjam beberapa buku yang ia perlukan, tak sengaja tatapannya bertemu dengan chanyeol yang kebetulan lewat.
jantungnya kembali terpompa
ia segera memalingkan wajahnya agar mampu mengurangi rasa gugupnya.
chanyeol tampak acuh.
hal itu membuat sesuatu dalam dada baekhyun terasa sesak.
ia terlalu banyak berharap. dasar bodoh.
setelah merasa cukup dengan buku-buku yang ia butuhkan, ia segera kembali kekelas.
langkah itu terhenti secara mendadak didepan pintu kelasnya.
matanya membola, refleks ia berlari menuju oh sehun yang tengah berdiri didepan kelas sembari membacakan satu buku miliknya yang seharusnya tak seorangpun boleh membacanya.
"kembalikan bukuku Oh sehun" teriak baekhyun yang terus mencoba merebut kembali buku miliknya, sedikit sulit karena perbandingan tinggi yang cukup signifikan.
"park chanyeol pangeran penyelamatku, aku mencintainya dari dalam hatiku" Oh sehun membacakannya secara keras. membuat baekhyun mati-matian menahan malu, baekhyun akhirnya terpaksa menggigit tangan sehun sekuat tenaga, membuat sehun melemah dan menjerit. Hal itu dimanfaatkan baekhyun untuk merebut bukunya dan berlari menjauh. ia sangat malu.
"cih, ternyata byun baekhyun seorang gay"
"aku menyesal telah mengaguminya"
"pantas ia selalu menyendiri dan kurang peduli pada gadis"
"dia sangat menjijikkan"
lontaran-lontaran kalimat menyakitkan itu masih terus terngiang dalam pikirannya, ia ingat betul bagaimana ketika kumpulan gadis dikelasnya terus mencemoohnya.
memangnya apa salahnya menyukai sesama jenis?
ia tak ingin jadi gay, tetapi perasaaannya tak mudah dihentikan.
hanya karena sebuah aksi penyelamatan.
ia merasa sangat bodoh.
karena pada kenyataannya, lelaki spesial itu tak memiliki perasaan yang sama dengannya.
kini ia tahu betul arti dari sebuah luka.
tetapi ia tak akan pernah menangis.
karena dia seorang lelaki.
to be continued
Holaaa~
yuhuuu, saia update chapter dua hehe:v
masih mengecewakan?
mian yah, karena saia masih amatir.
butuh saran dan kritikan.
lanjutkah?
saia usahakan.
ripiuw plis.
gomawo
