7.
"AAAAAAAAAAAAAAAA!" terdengar kembali jerit seram, lebih keras daripada sebelumnya. Mereka bertiga terjaga—tidak bisa tidak mengacuhkan suara jeritan melengking—Kuroko memegangi kedua tangan saudaranya.
Suasana malam terpecah oleh jeritan berikutnya. Akashi memutuskan mereka akan memeriksa apa yang ada di diruang bawah tanah tempat peti mati berada—atau mungkin dibalik pintu kamar—Kuroko berada ditengah-tengah, kedua tangan kanan-kirinya digengam oleh saudaranya. Akashi meraih senter dari meja tidur dan berjalan keluar menuju kegelapan malam, sampai akhirnya sampai di depan pintu ruang bawah tanah kelabu kusam. Mereka bertiga berhenti sesaat, terdengar suara jerit lagi.
"Siap... " kata Akashi mengulurkan tangan ke bawah, meraih kenop pintu, dan mengangkatnya.
—CKLEK.
Ada apa kira-kira? Lanjut HALAMAN 31.
