8.
Akashi menyeringai ke arahnya, sebelah tangannya tengah menekan gunting yang menekan mata kiri Kise Ryouta hingga menembus belakang kepalanya. Terdengar lolongan kesakitan dari si pirang.
Blank.
Waktu Kuroko terasa terhenti. Semua sunyi sekarang, dan entah mengapa Kuroko merasa amat sangat mengantuk, seperti ada lullaby yang memaksanya untuk menutup mata.
Segumpal awan bergulung menutupi bulan. Semuanya tidak kelihatan. Kuroko membiarkan dirinya ditangkap oleh sepasang lengan dingin ketika nyaris ia melorok jatuh tertidur.
Matanya berat sangat berat.
Ia mendengar hembusan napas. Napas yang dingin meremangkan bulu kuduk.
"Akashi-kun... aku mengantuk." Kuroko heran, untuk apa pula ia berkata seperti itu.
"Then go to sleep dear," suara akashi persis nyanyian lullaby Kuroko membiarkan dirinya jatuh tertidur menjemput alam mimpi. "good night and have a nice dream."
Akashi menggoreskan gunting yang tadi ia gunakan untuk melubangi mata Kise pada leher Kuroko, meninggalkan garis horizontal memanjang, membasahi leher Kuroko dengan darahnya sendiri, mecolek sedikit lalu menjilatnya.
"Sweet," Komentarnya dibarengi dengan lidahnya yang tengah asik menjilat darah segar langsung dari leher putih pucar Kuroko.
"Bon appetito tetsuya." Gigi taringnya menancap sempurna sebagai penutup.
The End.
(A/N ada di halaman terakhir ssu~)
