9.
Kuroko menarik selimut menutupi hingga pundaknya dan hendak tidur lagi. Bagaimanapun Kuroko tidak pernah percaya akan hal-hal berbau supranatural, hal seperti itu hanyalah fana belaka.
Tapi Kuroko tidak bisa tidur kembali. Lagi terdengar jerit melengking, lagi, dan lagi. Jeritan itu kian keras, melengking yang menukik, ditambah lagi suara itu terasa mendekat, terus naik tiap satu oktaf, sampai pada akhirnya seperti terdengar dibalik pintu kamar.
Ekor mata Kuroko menangkap suatu pergerakan serupa bayangan dikolong tempat tidurnya. Matanya berusaha fokus dalam gelap, namun cahaya bulan keemasan yang masuk dari celah gordin tidak banyak membantu. Setelah melongokkan kepalanya kekolong tempat tidur, Kuroko malah berharap tidak usah mencaritahunya, karena apa yang ia dapat adalah sepasang mata dengan sorot yang menakutkan. Bayangan itu menyeringai menampilkan dua buah taring tajam yang terlihat seperti kail pancingan—sekali terkait tidak akan bisa lepas.
Masih dengan mimik datar nan terkejut, Kuroko melompat dari ranjang ketika bayangan menyerupai manusia itu siap menerjang.
Ayo! buka HALAMAN 23.
