11.
Pria berperawakan kecil itu tebatuk-batuk sampil meludahkan lumpur coklat tebal dari dalam mulutnya. Sekarang ia melihat sesosok manusia berkepala hijau tengah mengomando beberapa mahluk lumpur pendek melemparkan lumpur basah-tebal kearahnya.
"Baru kali ini kulihat manusia datang kemari, nanodayo," Segumpal lumpur terbang mengenai telinga Kuroko, ia melebarkan matanya.
"Menurut ramalan bintang Oha-asa lucky item cancer bulan ini patung berbentuk manusia." Satu lagi gumpalan lumpur mengenai mata kiri Kuroko.
"Siapa kau?" Kuroko membuka suara. Suaranya begitu lirih. Badannya tidak bisa digerakan barang sedikitpun, bagai terpaku pada tanah hisap dibawahnya.
Kepala hijau menyeringai. "Aku? Kau bertanya siapa aku?" Nadanya seolah meremehkan. "Aku Midorima Shintarou, kaum elit vampire. Kau percaya vampire, nanodayo?"
Kuroko menggeleng, lagi segepok lumpur mengenai keningnya. "Tidak." Lanjut satu lagi serangan lumpur. "Apa kau akan menghisap darahku?"
Plok—jawab ukuran satu kepalan tangan lumpur sebagai hadiah.
"Tidak, aku tidak menyukai darahmu walau harus kuakui darahmu wangi, hanya saja Oha-asa bilang lucky item cancer bulan ini adalah patung berbentuk manusia," Ia menyeringai. "—dan kurasa aku menyukai patung manusia berbentuk mungil."
Jika Kuroko putus asa dan membiarkan dirinya menjadi patung buka HALAMAN 30.
Jika Kuroko berusaha melawan buka HALAMAN 24.
