12.

Insting.

Saat ini hanya insting yang dapat menolong Kuroko. Lelaki pucat itu kebingungan setengah mati atau bisa dikatan ia mendadak pikunsalahkan kemampuan otaknya yang juga menua.

Sekali dengan insting yang saat ini satu-satunya yang ia punya, kepala biru yang rambutnya mulai memutih secara keseluruhan itu mendapat akal. Mungkin bila jarum jam itu ia dorong maju maka vampire ungu tukang makan tulang orang tua tersebut akan ikut menua—tapi bisa saja ia yang mati terlebih dulu, oh shit!

Tak ada waktu untuk bimbang bila terus seperti ini ia akan hanya menjadi makanan untuk kepala ungu.

Dengan tangan gemetar, tangan tuanya pelan-pelan mendorong. Jarum jam itu maju menit demi menit, mereka terus menua namun si vampire yang sepertinya tidak hanya seorang vampire tapi merangkap menjadi seorang kanibal itulah yang paling cepat menua.

"Stop! Hey you! Stop!" Teriaknya, "Hey!"

Ten...

Nine...

Eight...

Seven...

Six...

Five..

Detik berlalu Kuroko menyandarkan punggung tuanya yang lemah dan melihat pria berkepala ungu itu menyusut, ia tidak sanggu memalingkan wajah.

Four...

Three...

Two...

One...

And

—he disappeared.

Kini Murasakibara Atsushi tidak lebih dari seonggok kulit tipis dilantai, riwat pria tersebut telah,

Tamat.


(Tapi buat Kuroko masih ada yang menunggunya dihalaman 6)