14.

Lampu mati.

Terdengar suara pekikan tertahan yang Kuroko tahu dari Kise. "Sudah hentikan kekonyolan ini ssu aku capek. Nee... Akashicchi hentikan."

"Aku tidak merangcang ini Ryouta." Sergah Akashi suaranya terdengar disamping kiri Kuroko—mungkin jaraknya hanya beberapa jengkal dari Kuroko.

"Aku mengantuk." Kise melantur, kemudian terdengar suara dengkuran halus.

"Rasanya akupun mengantuk Tetsuya." Disusul satu lagi.

"Aku juga merasa mengantuk Kise-kun, Akashi-kun." Kuroko menguap. Bagaimanapun ditahannya kelopak mata pembungkus iris biru mudanya terasa berat sekali.

Pada akhirnya Kuroko menyerah, ia merebahkan tubuhnya dilantai.


Kuroko terbangun sendirian maju ke HALAMAN 20.