Malam yang cukup cerah terlihat jelas di langit kota seoul, walau cuaca agak dingin tidak menghiraukan beberapa orang untuk tinggal berdiam diri didalam rumah dengan selimut tebal ataupun secangkir coklat panas.
Jalan dan beberapa pusat kota ramai dengan banyaknya orang-orang yang sekedar ingin melepaskan penatnya seharian baik dari lokal maupun beberapa turis lainnya.
Tak lain halnya dengan dua pria yang sedang memandang lekat satu sama lain itu.
Setelah beberapa lama pria itu lalu menarik tangan kiri Baekhyun sehingga bertubruklah dirinya dengan si pria.
"A-apa yang kau lakukan, lepaskan!" Baekhyun membolakan matanya, tidak percaya akan apa yang sedang pria ini lakukan kepadanya. Ia meronta, namun kekuatannya tak sebanding dengan pria kekar yang berhadapan dengannya ini.
Pria itu memegang dagu Baekhyun, memakasa ia untuk menatap matanya. Mau tak mau Baekhyun pun menatap sinis pria itu.
"Mau apa kau? Aku ini laki-laki tau, lepaskan"
"Hmm aku meragukan itu melihat parasmu yang lumayan cantik dan kulitmu juga putih" si pria itu tersenyum miring lalu menatap kearah selangkangan Baekhyun "bagaimana kalau kita memeriksanya"
"Andw_"
"Hyung!" Suara yang nyaring itu tiba-tiba muncul dari pintu utama, seorang pria tinggi memandang keduanya dengan tatapan aneh.
Dengan cepat pria kekar itu memperjauh jarak dirinya dari Baekhyun.
"Kris hyung, dari tadi anak-anak mencarimu ternyata kau disini" Pria itu berjalan menghampiri ke duanya tanpa meninggalkan eksistensinya ke Baekhyun yang sedang bersama dengan Kris itu.
Melihat ada celah untuk kabur, dengan cepat Baekhyun mengambil snikersnya di dekat kolam lalu berlari meninggalkan dua pemuda yang menatap heran kepadanya.
"Dia siapa hyung?" Tanya pria itu masih menatap punggung sempit pria yang berada di ambang pintu sampai akhirnya hilang dari pandangannya.
"Ahh bukan siapa-siapa Loey"
_
.
.
.
By ememlight
Just Remember Never Forget
Main Cast:
Baekhyun Chanyeol
Other cast:
EXO members and Find it yourself, bertambah seiring jalannya cerita.
Warning:
Yaoi - BxB - BL
Rate:
T
Disclaimer:
Isi cerita seutuhnya hasil pemikiran dan imajinasi author emem, apabila ada kesamaan cerita itu murni ketidak sengajaan, All Cast seutuhnya milik SM dan TYME
Note:
Saya bukan penulis yang baik JUST ENJOY THE STORY, gak suka? It's okay don't read this story. Suka? Please don't be siders tinggalkan review.
PLEASE DON'T PLAGIAT, DON'T REMAKE, DON'T COPY. AND SORRY UNTUK TYPO YG NYEMPIL.
.
.
.
_
Chapter 2
"Ahh aku rasa kau terlalu lama memasaknya Baek, liat ramennya membengkak" dengan sumpit Kyungsoo memperlihatkan hasil masakan Baekhyun sedang dirinya baru menyelesaikan urusannya di balik toilet.
"Aku kan sudah memberi tahumu aku tidak tau memasak Kyung, tapi kau terus memaksaku" elak Baekhyun.
Tanpa memperpanjang perdebatan, keduanya lalu memakan ramen itu dengan tenang, walau sebenarnya keduanya merasakan tekstur aneh saat ramen gembul itu memasuki mulutnya masing-masing, bersyukurlah karena ramen instan itu sudah memiliki bumbu jadi ramennya tidak sepenuhnya buruk. Tidak terbayangkan kalau Baekhyun sendiri yang harus memberinya cita rasa, bisa jadi masakannya berakhir di toilet semenit kemudian.
"Ohh iya Baek, aku boleh bertanya tidak? Yahh... sekedar untuk mempererat hubungan persaudaraan kita, bagaimana? Maukan?" Tanya si mata bulat masih dengan memakan ramen gembul itu.
"Persaudaraan apa? Kita bahkan belum bertemu setidaknya setelah 24 jam atau 48 jam ahh mungkin lebih tepatnya seminggu" balas Baekhyun ketus dengan sumpitnya mengambil ramen dari panci kecil itu.
Kyungsoo mempoutkan lovelip nya "Kenapa lama sekali Baek?"
"Dari pada bahas tentang diriku, bagaimana kalau kita bahas tentang dirimu saja?"
Terdapat jeda yang cukup lama untuk Kyungsoo berfikir "Ahh kurasa tidak usah Baek, lebih baik kita bahas..."
"Emangnya kenapa Kyung? Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan?" Baekhyun menunjuk Kyungsoo dengan sumpit lalu memicingkan matanya.
"A-anii, tidak ada kok. Kenapa kamu berfikiran seperti itu" Karenanya Kyungsoo nampak sedikit terkejut.
Tiba-tiba saja Baekhyun tertawa terbahak-bahak, Kyungsoo yang melihatnya sedikit kesal. Emang apanya yang lucu, fikirnya.
"Yyak Kyung, mata bulat terkejutmu tadi benar benar lucu. Tapi kurasa ekspresi mu tadi sangat berlebihan"
Kyungsoo yang merasa kesal lalu berlalu meninggalkan Baekhyun.
"Yyak Kyung! Kau mau kemana?" Baekhyun yang tadinya mau melahap ramennya terhenti saat melihat Kyungsoo berdiri dari tempatnya.
Kyungsoo tak menghiraukan Baekhyun, dan malah menuju ke kasurnya. Merasa ada yang aneh Baekhyun mencoba mendekati Kyungsoo.
"Yyak Kyungsoo kalau kau marah karena aku tadi tertawa kau benar-benar kekanakan sekali masa hanya kar_"
"JENG! JENG!"
*bruk
"Ahkk kapcagiya! yyak! Kau mengagetkanku!"
Kyungsoo yang tiba-tiba berbalik, membuat Baekhyun terkejut hingga dirinya dengan tidak elit terjatuh kebelakang. Dengan kedua tangannya sudah memegang dua botol cola, matanya memandangi Baekhyun yang sedang memegangi bokongnya dengan heran.
"Kok jadi salahku, mana aku tahu kalau kau ada di belakangku"
"Aih sudahlah, bantu aku berdiri" Baekhyun mengangkat tangan kanannya sedang tangan kirinya masih sibuk mengelus-elus sumber sakitnya.
Merasa tak ada pergerakan dari Kyungsoo, ia mendongak menatap Kyungsoo yang tak bergeming ditempatnya. Seolah mengerti dengan tatapan Baekhyun, Kyungsoo lalu mengangkat tinggi-tinggi botol cola yang ada di masing-masing tangannya.
"Ihh kau jahat Kyung" Baekhyun lalu berdiri, kemudian beralih ke kasurnya. Merebahkan diri kemudian menarik selimut hingga menutupi seluruh badannya.
"Baek? Bagaimana dengan ramennya?-oh dan bagaimana dengan colanya?"
"Aku lelah, besok saja kita rayakan ulang oke"
"Hmm oke"
Setelah beberapa menit Kyungsoo membereskan ramennya dan panci serta kompor kecil yang digunakannya tadi, ia lalu merebahkan diri di kasurnya. Ia memandangi kasur Baekhyun yang bersebelahan dengannya, dengan si empunya beberapa kali merubah posisi tidurnya.
"Baek? Kau sudah tidur?"
Tak ada jawaban, hanya dengkuran halus yang dapat di dengar Kyungsoo.
"Eih kau sudah tidur rupanya. Mmh tentang.. Loey. Mmhh aku rasa kau jangan dekat-dekat dulu dengannya"
Setelahnya Kyungsoo pun mengikuti Baekhyun mengarungi alam bawah sadar masing-masing.
--[JRNF]
Jam weker menjadi pengingat dua remaja itu untuk terbangun dari tidurnya. Si mata bulat sudah lebih dulu bangun untuk mematikan jam weker, setelah nya ia berlalu ke kamar mandi.
Berbeda dengan si mata sipit, yang masih dengan setia mengatupkan mata sipitnya itu, seolah cahaya yang mulai menembus jendela kamar bukan sebuah penghalang untuk ia terbangun dari tidur nyamannya.
Kyungsoo telah selesai mandi dan memakai baju seragam sekolahnya, ia mengusapkan handuk kecil ke rambutnya yang masih basah sambil memperhatikan makhluk sipit yang masih terlelap.
Ia lalu menghampiri kasurnya, dan mengguncang-guncangkan badannya, "Yyak Baek, Ireonaa! Ini sudah jam 7, apa kau tak berniat buat belajar?"
Bukannya bangun, Baekhyun malah memperbaiki posisinya supaya lebih nyaman dan ohh ia malah memunggungi Kyungsoo.
"Baek, Banguuuuuun!" Kyungsoo berteriak keras sekali. Namun bantal menjadi senjata kedua Baekhyun ia menggunakan itu untuk menutupi telinganya dari kebisingan Kyungsoo.
Kyungsoo cukup geram melihat tingkahnya, karena notabennya Kyungsoo anak yang baik maka ia tak patah semangat buat membangunkan si mata sipit, "BAEKHYUN BANG-"
"STOP!" dan jari telunjuk Baekhyun sudah mendarat di love lip milik Kyungsoo.
Baekhyun meregangkan seluruh anggota badannya, "eihh~ kau ribut sekali Kyung, aku kan belum kesekolah baju seragamku belum ada dan kata Pak Jidae kemarin Aku kan baru mulai aktif belajar lusa".
Kyungsoo cuman melongo, "Ohh begitu, mana aku tahu"
Baekhyun menguap lebar sekali hingga bibirnya itu berbentuk O "Jadi, besok - besok jangan membuat kebisingan pagi hari seperti tadi, oke"
Baekhyun lalu bangkit dari tempat tidurnya, sambil mengusap kedua mata sipitnya yang sedari tadi masih setia mengatup dengan punggung tangannya. Ia lalu beranjak ke kamar mandi.
"Ohh iya, kau berangkat deluan saja, jangan lupa mengunci pintunya Kyung" Baekhyun berbicara di ambang pintu tanpa menoleh kearah Kyungsoo. Setelahnya ia kembali memasuki kamar mandi.
"Aku merasa seperti pendatang baru saja di kamar ini, eih benar-benar anak itu"
Kyungsoo kemudian memasukkan semua keperluan nya kedalam tas, setelahnya ia mengambil kunci kamarnya yang berada di meja nakas miliknya. Ia sempat melirik kasur Baekhyun yang sangat berantakan.
"Eihh~ berantakan sekaliㅡohhoo bahkan dia ngiler sampai bantal nya basah begitu. Eihh jinjja"
Kyungsoo lalu berlalu kemudian memakai sepatunya "Baekhyun kalau kau keluar jangan lupa bersihkan kamar terlebih dahulu" Dan dibalas deheman cukup keras dari balik kamar mandi.
--[JRNF]
Baekhyun menyusuri koridor sekolah. Nampak lenggang sebab proses belajar mengajar sedang berlangsung. Ruang guru menjadi tujuan utama nya kini. Seperti koridor sekolah, ruang guru juga nampak lenggang. Namun sosok yang ia cari sedang duduk dengan beberapa buku dan berkas-berkas diatas mejanya. Terdapat sebuah papan nama pada mejanya. Ahn Jidae.
"Annyeonghaseyo seongsaenim, saya Baekhyun murid pindahan kemarin"
Pak Jidae memperbaiki letak kacamatanya, "Oh Baekhyun-ssi, kau isi berkas biodatamu terlebih dahulu dengan lengkap lagi. Setelahnya kau menemui Pak Choi, kau ingatkan?"
"Ne seongsaenim, Kepala asrama bukan?"
"That's right," Pak Jidae lalu membuka lemari yang berada di samping mejanya itu, kemudian mengeluarkan beberapa berkas, "Kau minta kunci lokermu ke dia, kau belum mempunyai nya kan?"
"Nee.. belum"
"Kalau begitu isi biodata ini secara lengkap, lalu setelahnya kau pergi menemui Pak Choi, di dalam lokermu sudah ada baju olahraganya. Untuk baju seragam sekolah mungkin besok atau lusa sudah ada" Kata pak Jidae sambil memberi selembar kertas ke Baekhyun.
Baekhyun menarik salah satu kursi di depan meja Pak Jidae lalu mendudukinya dan ia mulai mengisi biodatanya-nama,alamat,ttl,dsb- secara lengkap.
Setelahnya Baekhyun lalu menemui Pak Choi yang kata Pak Jidae sedang mengajar murid-muridnya. Selain sebagai ketua asrama, Pak Choi juga bertugas mengajar anak-anak olahraga khusunya anak kelas tiga. Seperti halnya hari ini, Pak Choi sedang memberi evaluasi teknik berenang ke murid-muridnya yang notabennya senior Baekhyun.
Dan sekarang Baekhyun melangkahkan kakinya ketempat yang masih hangat di ingatannya.
Yup! Ia menuju ruang berenang.
Baekhyun tak menggubris dan mencoba menghilangkan kejadian semalam dari fikirannya, dan ia harap ia tak bertemu lagi dengan seseorang yang ia yakini seniornya yang sangat mesum itu.
Tak sulit menemukan ruang renang tersebut, karena memang ini bukan yang pertama kalinya Baekhyun ke sini. Baekhyun lalu memasuki ruang renang dan ia memilih berjalan melewati tempat duduk yang tersedia di sana, ia tak mau mengganggu para senior nya yang sedang asyik belajar itu dan lagipula Pak Choi terlihat sangat serius. Ia pun memilih duduk di salah satu bangku paling belakang dan paling ujung sambil menunggu Pak Choi selesai mengevaluasi para seniornya.
Ruang renang itu cukup luas, dan biasanya diadakan turnamaen disini, makanya tak ayal kalau banyak kursi yang berjejeran. Dan bagusnya lagi itu membuat Baekhyun tak disadari kehadirannya dari para senior maupun Pak Choi.
Baekhyun mengamati beberapa seniornya yang sedang berenang ituㅡohh jangan salah paham, pakaian mereka memang sangat ketat dan membentuk tubuh mereka, namun Baekhyun tak berniat sama sekali buat memperhatikan sesuatu yang menggembung di balik selangkangan atau pun dibalik dada. Ia hanya memperhatikan gerakan berenang setiap siswa tersebut.
Semuanya cukup bagus dan bahkan ada yang gaya berenangnya sudah menyerupai atlet renang yang sebenarnya, sampai satu siswa yang berbadan gemuk mulai terjun ke dalam air suasana ruang renang menjadi riuh karena gelak tawa masing-masing siswa maupun siswi senior dan siswa bertubuh gemuk itu juga ikut tertawa.
Siswa tersebut tak dapat mengembangkan tubuhnya ataupun berpindah dari tempatnya, maka dari itu Pak Choi menyuruhnya kembali naik ke permukaan. Tapi saat ia mulai berusaha naik, celana renang miliknyaㅡlebih mirip ke boxerㅡ tersingkap hingga memperlihatkan sedikit belah pantatnya yang ekstra lebar dan itu membuat pekikan dari siswi dan gelak tawa dari para siswa, tak hanya siswanya bahkan Pak Choi juga sedikit terkikik Ohh dan jangan lupakan Baekhyun yang sedang memegang perutnya menahan gelak tawanya itu.
"Eih Berisik sekali"
Deg. Suara berat itu mengalihkan asistensi Baekhyun dan mulai melirik kanan maupun kirinya dangan bola mata yang melebar. Tapi ia tak menemukan siapapun di dekatnya kecuali para senior serta Pak Choi yang masih tertawa di area kolam.
Baekhyun baru saja ingin beranjak dari tempatnya, namun tiba-tiba saja se sosok pria tinggi menjulang berada di kursi depan miliknya sambil mengucek kedua matanya.
"Eihh menganggu tidurku saja" Ucapnya lagi.
'Lo-loey? sedang apa dia di siniㅡohh apa dia baru saja tidur di kursi itu ohh tidak, kenapa ia memakai baju olahraga yang sangat ketat sekali? Apa ia sedang membolos sekarang ini?' monolog Baekhyun tanpa mengalihkan eksistensinya dari pria bernama Loey itu.
Loey lalu membuka kedua mata bulatnya, dan itu membuat ia bertatapan langsung dengan si mata sipit.
"Kau? Apakah kau yang tertawa sangat cempreng hingga merusak tidur indah ku barusan?"
"Aku tidak, bahkan aku tidak tertawa. Aku tertawa tapi aku menahannya. Sungguh"
Loey sedikit memicingkan matanya, "Tapi kau membuatku tertangkap basah"
Baekhyun mengernyit bingung, "tertangkap? Basah? A-apa maksudmu?"
"YYAK! PARK LOEY! KAU MEMBOLOS PELAJARANKU LAGI!"
Baekhyun melirik ke arah kolam, dan benar saja seluruh pasang mata yang berada disitu menatap ke arah dia dan Loey.
Loey tak mengindahkan ucapak Pak Choi, ia masih setia menatap mata si sipit dihadapannya itu.
"Maka dari itu_" Loey dengan kaki panjangnya berpindah ke samping Baekhyun dengan satu langkah saja ia lalu memegang pergelangan tangan kurus si sipit "_Kau harus bertanggung jawab"
Dan kemudian menarik paksa tangan Baekhyun dan melangkah pergi dari tuang renang.
--[JRNF]
"Yyak! Awk sakit, le-lepash" Baekhyun mencoba melepaskan pergelangan tangannya yang digenggam sangat erat oleh Loey.
Tanpa sadar keduanya sudah berada di ruang musik, mungkin ruang musik yang sudah tak terpakai lagi. Banyak alat musik yang terlihat rusak dan satu piano besar yang ada di dekat jendela dengan debu yang menebal di setiap sisinya.
Loey lalu melepaskan genggamannya dari pergelangan tangan Baekhyun.
"Kkau? Kenapa kau membawaku kesini? Aku bahkan tak tau apa masalahmu atau bahkan apa salahku hingga kau menarik kasar pergelanganku ini" Ucap Baekhyun sambil mengusap-usap pergelangan tangannya yang tadi di tarik oleh Loey.
"Masalahnya adalah kau dan salahnya adalah kau"
Baekhyun mengernyit bingung menatap tajam si mata bulat dihadapannya itu, tapi ia tak bisa berlama-lama lagi disini. Maka dari itu ia mulai berjalan ahh bahkan sedikit menabrak bahu lebar si mata bulat.
Namun belum sampai lima langkah pergelangan tangannya kembali digenggam oleh si mata bulat, bahkan Loey membawanya ke dinding dan mengurungnya dengan masing-masing kedua tangan di samping bahu Baekhyun.
"Yyak! Apa yang kau lakukan" Baekhyun mencoba kabur, namun tenaganya tak sebanding dengan pria yan ada dihadapannya itu.
"Kau? Apakah kau tak mengenaliku sama sekali, ck bahkan aku mengenali hanya dengan menatap mata sipit jelek milikmu itu"
"Apa maksudmu? Aku tak paham dengan apa yang kau bicarakan, jadi tolong lepaskan aku" Baekhyun masih mencoba melepaskan kungkungan pria dihadapannya itu.
"Jadi kau benar-benar tak mengingatku? Kau tak mengenali ku?" Sorot mata Loey mendadak senduh, Baekhyun dapat melihat itu dengan jelas.
"Mengingat? Aku bahkan tak mengenalmu. Tidak. Kita memang tak saling kenal, tapi aku mengetahui namamu, Loey bukan? Ck aku kira Loey itu semacam merek cat dinding, tapi bukan berarti kita kenal. Eih~ apa yang coba kubicarakan ini, intinya kau paham dengan yang kuucapkan ini bukan?"
Loey terkikik, bahkan berubah menjadi gelak tawa. Itu membuat si sipit menjadi merah padam.
"Yah aku yakin kalau itu adalah kau, sikapmu bahkan tak berubah"
"Apa tadi kau baru saja mengejekku?"
Loey hanya tersenyum menampilkan lesung pipinya itu sambil membawa tangan kanannya mengelus surai hitam milik si sipit di hadapannya.
"Oke, karena kau tak mengenaliku atau bahkan kau sedang berpura-pura tak mengenalku. Aku akan membuat kita kenal satu sama lain. Ayo kita berkenalan. Aku akan memberitahu namaku yang sebenarnya, asal kau memberitahuku juga namamu yang sebenarnya"
"Apa maksudmu?" Dan untuk kesekian kalinya Baekhyun kembali mengucapkan hal yang sama dengan kernyitan di dahi yang semakin dalam.
Loey mundur selangkah, menepuk tangannya pada bagian samping baju olahraga yang dikenakannya lalu menjulurkan tangannya ke Baekhyun,
"Kenalkan, aku. PARK CHANYEOL. atau orang biasa menyebutku dengan Park Loey. Tapi terkhusus untukmu kau boleh memanggilku Chanyeol. Dan Kau?"
Baekhyun tak bergeming di tempatnya ia hanya memandang tangan Loey oh atau sekarang bisa di sebut Chanyeol secara bergantian dengan wajahnya yang dihiasi senyum lesung pipit nya itu.
Dan entah dorongan apa Baekhyun membawa tangannya mengenggam tangan milik Chanyeol dan berucap, "Kenalkan, Aku_"
"Kau BYUN BAEKHYUN. Dan akan ku ubah menjadi PARK BAEKHYUN" ucap Chanyeol lantang sambil menekankan saat ia mengucap namanya dan Baekhyun.
"W-what? Bisa-bisanya kau merubah margaku apa-apaan Byun dan apa maksudmu merubah margaku mirip denganmu. Yyak! Asal kau tau tuan sok kenal dan sok akrab aku itu Ooh Baekhyun. Aku cukup terkejut tadi saat kau mengetahui namaku, bagaimana bisa kau mengetahuinya? Aku bahkan tak pernah mengucapkannya sedari tadi? Ahh tidak kau tak usah menjawabnya, kau sudah mendapat tujuanmu membawaku kesini bukan? Jadi biarkan aku pergi sekarang!" Ucap Baekhyun panjang lebar, setelahnya ia benar-benar berlalu meninggalkan Chanyeol yang mematung di tempatnya mencoba mengingat kalimat apa saja yang diucapkan Baekhyun tadi.
--[JRNF]
Baekhyun baru saja keluar dari wc, setelah berdiam diri di dalam seorang diri menatap cermin sambil mengeluarkan segala makiannya ia kemudian kembali berjalan ke arah ruang renang.
Ruang renang sudah tampak sepi, eksistensinya tak menemukan sosok Pak Choi tapi satu sosok yang masih ia ingat dengan jelas, ia lalu berjalan kearahnya.
"Annyeonghaseyo seonbae? Apa seonbae tahu Pak Choi kemana?
"Ahh Pak Choi, itu~" ucap siswa senior berbadan gemuk yang menjadi bahan tawa semua temannya sekitar sejam yang lalu, ia lalu menunjuk ke arah kolam.
Pak Choi tiba-tiba muncul dari dasar air, bahkan ia mengeluarkan sisa-sia air dari mulutnya persis seperti pancuran. Setelahnya Pak Choi lalu naik ke permukaan dan menghampiri Baekhyun dan seniornya.
"Sekarang kau boleh ke kelas" Ucap Pak Choi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil punya senior Baekhyun tadi.
"Ahh nee.. terima kasih seongsaenim" senior Baekhyun itu kemudian beranjak pergi.
"Dan kau? Ada urusan apa?"
Baekhyun yang tersadar kemudian membungkuk sopan "Annyeonghaseyo seongsaenim, saya Baekhyun murid pindahan kemarin"
"Hhmm yah ada apa Baekhyun-ssi?"
"Seongsaenim saya mau meminta kunci loker, kata Pak Jidae wali kelas saya, kunci loker ada sama seongsaenim"
Pak Choi lalu menghentikan gerakan mengeringkan rambutnya, "Kunci loker? Bukannya kau sudah meberimanya?"
"Menerima? Ah belum seongsaenim, maka dari itu saya kesini untuk memintanya?
"Apa siswa tadi tak memberimu kunci loker?"
"Siswa? Maksud seongsaenim senior tadi? Baekhyun nampak terlihat bingung.
"Bukan, siswa yang bersamamu tadi. Park Loey. Ia sudah mengambil kunci lokermu tadi pagi, katanya ia akan memberikannya padamu. Awalnya aku kira dia sedang mempermainkanku, tapi tadi aku lihat kalian cukup akrab. Apa ia belum memberikannya kepadamu?"
Baekhyun lalu menggaruk tengkuknya "Ahh begitu yahh, yasudah terima kasih seongsaenim" Baekhyun lalu kembali berbungkuk sopan setelahnya ia berlalu pergi dari ruang renang, dan dengan tangan yang mengepal di masing-masing sisi tubuhnya, ia kembali menuju ke ruangan musik yang tadi.
"Sialan! Jadi baju ketat yang tadi ia pakai itu baju olahraga milikku? Aihh jinjja!"
.
.
.
JUST
REMEMBER
NEVER
FORGET
.
.
.
[TBC]
Bacot:
Wahhh tqyu untuk fav, foll, dan penyemangatku buat nulis yaitu review dari kalyan.
Aku mau curhat sdkit, masa kemarin niyah bukan kmrin sih intinya hari yg lalu aku udah ngtik chp2 ini udah 2k lebih dan bum! Tiba-tiba filenya menghilang secara misterius dan menyebalkan membuatku sempat mengacuhkan chp2 ini:" siapa yg tak kezl coba. Untung emem naks sabhaar... udah ahh bacotnya heheh
Ciyunestaim egein eilepyu comad ges~
