18.
Kuroko melompat mundur juga meraba pipinya yang tercakar. Terasa ada bilur panjang. Didalam kegelapan Kuroko berusaha meraba saklar yang entah berada dimana—meski ia seringkali berekpresi datar dan tenang, kadang kala ada saatnya ia panik, seperti saat ini.
Klik—cahaya lampu bohlam kuning redup memenuhi seluruh ruangan dengan cahaya suram. Sekonyong-konyongnya semuanya sunyi.
Kuroko menengok kearah asal muasal monster yang baru saja mencakar pipinya yang ternyata adalah penggaruk rumput.
Monster yang Kise kira adalah tali tambang pangjang yang menghubung pada orang-orangan sawah—Kuroko tidak mengerti mengapa ada benda se-absurb itu diruang bawah tanah.
"Sialan ssu!" Kise melepaskan lilitan tali tambang dari kakinya dengan kasar. "Aku bisa mati muda kalau begini!"
Sayangnya belum selesai. Peti itu tiba-tiba bergerak kedepan, menabrak Kise hingga tersungkur.
Lampu bohlam yang tergantung mulai berpendar.
Lampu bohlam mati maju ke HALAMAN 14.
