19.

"Kita akan membuka menggunakan kunci putih." Kepala merah memutuskan.

Kuroko mengangguk setuju mereka tidak ingin menanggung resiko. Ia berjalan mendekan menelan ludah sesaat sebelum akhirnya memasukan kunci kedalam lubang .

Crkekdan,

Hening.

"Kosongkah ssu?" Terdengar nada lega dari pita suara kepala kuning.

"Ya kosong." Merah menjawab. "Ada-ada saja ayo kembali."

Kise melompat kegirangan akhirnya ia bisa keluar dari ruangan berbau pengar ini. Tapi baru saja Kise berjalan beberapa langkah menuju pintu garasi saat sesuatu menghadang jalan keluar.

"Aaahhh!" Jerit Kise sambil meloncat menjauh, menabrak Kuroko yang berada tepat dibelakangnya. Tidak sengaja kepala biru muda menjatuhkan senternya, menimbulkan bunyi berdebam keras di lantai. "Ada yang melilit kakiku ssu! Akashicchi, Kurokokocchi!"

"Ryouta!"

Gelap. Buta. Tak terlihat apapun, yang bisa dirasakan Kuroko hanyalah kuku-kuku tajam mencakar pipinya.


Bergegaslah! Buka HALAMAN 18.