20.
Kuroko terjaga. Hal terakhir yang ia ingat sebelum terlelap adalah potongan perkamen berbunyi.
Sekali ku melihatmu, aku akan menangkapmu.
Kuroko menggosok kedua bola matanya, mencoba memfokuskan pandangannya yang mengabur, ia mengedarkan pandangannya dan tidak menemukan Akashi dan Kise dimanapun, dan baru disadari ia sudah tidak lagi berada didalam ruang bawah tanahnya yang pengap dan apek namun berada disebuah hutan pohon pinus dingin dan berkabut—beruntung ia mengenakan mantel tidurnya, bayangkan saja jika ia hanya mengenakan selembar kemja tidur tipisnya, dipastikan ia membeku.
"Akashi-kun?" ia menengok ke kiri. "Kise-kun?" kini ke kanan—namun tersumpal oleh segumpal lumpur yang membungkam mulutnya.
Plok—!
Lanjut HALAMAN 11.
