23.

"Menakutkan ssu!" bayangan berkata.

Kuroko mengenali suaranya, pria bertubuh mungil itu memerhatikan saudara berkepala pirang menyembulkan kepalanya keluar dari kolong ranjang. "Kise-kun," Kuroko menghela nafas panjang, jantungnya yang semula berdebar kencang kembali normal "Ku bunuh kau."

"Hwaa... maaf ssu! Tadinya aku dan Akashi mau menakutimu Kurokocchi tapi ternyata aku sendiri ketakutan!" jawabnya sambil menutupi kedua telingannya. "Jangan bunuh aku Kurokocchi, akukan sayang padamu~"

"Setan." Akashi tiba-tiba berbisik sambil melirik pintu oakwood dibelakang Kise, seketika Kise terhenti. "Ada yang aneh disini." Di sinari lampu remang meja tidur, wajah Kise tampak pucat.

"Hentikan Akashicchi kau membuatku takut," Kise memprotes berusaha terlihat berani, nyatanya cengkraman tangannya pada lengan Kuroko mengerat. "Di dunia ini tidak ada setan. Oke mungkin dulu ada tapi kan sekarang sudah jaman modern Akashicchi yang seperti itu tidak ada, hanya cerita rekaan."

"Setan itu ada." Akashi berkata dengan wajah tenang. "Dan sepertinya kita telah membangungkannya dengan merapalkan mantra yang tidak sengaja ku baca tadi"

Ketika bulan penuh bercahaya keemasan

Saat itulah nyawa yang bersemayam akan terbangun

Dibangunkan oleh takdir mengikat

Mengulang cerita dari awal

"—kita dalam bahaya."

Kuroko sesungguhnya tidak mengerti juga masih tidak percaya dengan hal supranatural. Namun ia mengetahui satu hal, ia tidak dapat kembali tidur.

Setidaknya sampai fajar menyingsing.


Bukalah HALAMAN 7.