28.
Tangan Kuroko memutar jarum ungu tua itu sekaligus dikit mendorong jamnya, segera saja persendian pada pundaknya terasa kaku, "Aw..." ringisnya, ia kemudian tersedak dan terbatuk, menutup mulutnya dengan kedua tangan.
It's so hurt!—belum pernah ia tersedak semenyakitkan ini.
Lalu sesuatu yang baru saja dilihatnya membuat ia terperangah.
Seingatnya, ia adalah seorang anak muda berumur tujuh belas tahun, dengan kulit kencang tanpa kerutan.
Kerutan yang mana hanya akan dimiliki ketika umurnya menginjak angka empat puluh.
Dan kini ia melihat kedua tangannya berkerut-kerut dan berbonggol-bonggol—hope this is just a dream.
Sayangnya bukan karena ketika ia nyaris memekik melihat pantulan dirinya di permukaan logam jam kukuk yang semakin jelek, keriput, dan—ah... he doesn't know anymore, he's too afraid to look at him self.
Muncul seseorang dengan tubuh tinggi menjulang berambut ungu terang.
Don't say it was a vampire again.
"Who's there?" kepala ungu berkata, memicingkan matanya seketika bersenandung senang. "Ah! FOOD!" ia berseru lantang menudingkan jarinya yang besar.
Lanjut ke HALAMAN 10.
