29.

Ternyata rasa penasaran mengalahkan pria bersurai biru muda itu. Ia mengulurkan tangan ke pintu kecil di atas jam itu, mengintip kedalam.

KUKUK!—burung paling mengerikan yang pernah Kuroko lihat, melayang keluar. Karena tidak siap mendapat serangan seperti itu Kuroko terjatuh. Kulitnya terasa berdenyut dan tergores. Sesaat kemudian semuanya mengabur, hitam.

Ketika sadar, Kuroko tidak ingat apa-apa lagi yang ia tahu badannya terasa sangat aneh—entahlah bagaimana menjelaskan.

Bunyi tik, tok, tik, tok terus terdengar dalam kegelapan yang melingkupi—pelan, pelan—pintu kecil didepannya terbuka.

"KUKUK. KUKUK." Kuroko merasakan sensasi gatal untuk mengibaskan sayapnya.

Sayap? Aku jadi burung?

Lalu sunyi. Begitulah, hingga jam berikutnya. Sinting?

Bukannya menemukan kedua saudaranya yang ada ia berubah menjadi burung kukuk.

Sinting memang.


The End.

(A/N dihalaman terakhir ssu~)