33.
"Weeee!" Kuroko memekik tanpa sadar, rambutnya berkibar-kibar seiring dengan kecepatan luncuran.
Kekuatan angin menarik pipinya ke belakang hingga terlihat mulut yang selalu mengkatup itu bagai tertawa lebar. Makin cepat dan kian cepat. Berputar-putar. Jungkir balik. Berbelok kiri. Berbelok ke kanan. Perutnya teraduk sempurna kini, ia mulai merasa mual.
Stop that already, before he threw up his dinner.
Kuroko menempelkan dagunya ke dada, agar kepalanya tidak terlempar kebelakang. Ia menelan ludah berkali-kali mecoba tidak muntah.
No way, he can't take this anymore.
Lalu putaran luncuran itu semakin mengecil, satu putaran lagi hingga,
Duk!—ia tersungkur dan berhenti.
"Sakit..." sambil mengusap-usap pantatnya yang baru saja mencium lantai.
Kepalanya berputar, telinganya berdenging, hidungnya hampir membentur dinding kaca, "Where am i ?"
Lalu matanya menangkap dua tombol, yang satu bertuliskan HEAD dan yang lain bertuliskan STORY.
Which one should he choose?
Jika Kuroko memilih HEAD klik HALAMAN 35.
Jika Kuroko memilih STORY klik HALAMAN 3.
