37.
Tangan kecilnya menyentuh sesuatu yang keras. 'Laser?' Kuroko mengeluarkannya, menatap sebuah laser berwarna biru terang. Sebesit pikiran terlintas dipikiranya.
Vampire takut cahaya bukan? Baik cahaya matahari sebenarnya. Tapi, ayo dicoba.
Rambling—kemungkinan hanya setengah. Jika kemungkinannya salah maka Kuroko akan habis. Dengan satu sentakan cepat Kuroko berlari menembus pertahan manusia lumpur. Menangkap Midorima dan menarik kerah bajunya, melemparkan kacamatanya sejauh mungkin mengarahkan leser biru cerah kearah iris hijau, menusukan benda logam itu kedalam mata sedalam mungkin.
Jeritan mengerikan terdengar—melengking naik. Kuroko melepaskan genggamannya, berjalan mundur dengan gemetar.
Kuroko memerhatikan Midorima yang lambat berubah menjadi pasir, lalu lenyap bersama pasukan lumpur yang lainnya.
Helaan nafas lega keluar. Sepotong perkamen yang seperti terbuat dari kulit rusa turun terselip diantara ribuan butir pasir—dengan sedikit mengernyit Kuroko mengambil perkamen itu dengan hati-hati.
Selamat, kau telah mengalahkan salah satu dari kami
Silahkan lanjutkan.
Bibir mungilnya terperangah, jangan katakan Kise dan Akashi sedang ditawan.
Bergegas menuju HALAMAN 4.
