Six First Kisses ch. 6
Aktor sekaligus Idol Tampan, Sasuke!
Karin dan Tayuya menjengitkan alis mereka ketika melihat Tenten berteriak, begitu juga dengan beberapa pengunjung yang tampak menoleh heran. Tapi Tenten sendiri masa bodoh karena ia tahu ini hanyalah mimpi.
"Tenten, lekas kemari, persiapannya hampir selesai."
Manajer bidangnya, Shizune tampak tergesa-gesa menyeret Tenten ke loket tiket. Disana sudah tampak ramai dengan berbagai peralatan—
"PERALATAN SYUTING!?"
Sekali lagi Tenten berteriak dan membuat kru-kru salah satu tivi swasta itu menatapnya dengan heran.
"Tenten kenapa kau berteriak? Bukankah aku sudah memberitahumu bahwa hari ini kita akan mengiklankan pembelian tiket pesawat online?"
Gadis itu melongo, tidak, Shizune tidak pernah memberitahunya, dan kenapa harus Tenten yang terpilih? Apa? Apakah Tenten akan dijadikan relawan untuk menyetrika dan mencuci pakaian kru-kru tivi ini? Atau gadis itu disuruh memerankan sebatang pohon?
"Jadi ini bintang iklan kita hari ini?"
Pemuda itu tampak congkak dengan senyum merendahkan yang ditujukan pada Tenten. Sedangkan gadis yang dimaksud hanya menatap pemuda itu dari atas ke bawah.
"Baiklah-baiklah, sudah cukup mengagumi pesonaku." Ujar pemuda itu dengan sombong.
"Siapa?"
"Siapa kau bilang!? Aku ini Sasuke! Idol yang sedang naik daun!"
Tenten sweatdrop. "Ah! Aku ingat kau. Tapi sepertinya imej misterius dan pendiam mu selama berada diatas panggung ternyata tidak sesuai dengan karakter aslimu ya~"
Sasuke terdiam. Gadis ini, akan ia beri pelajaran.
Iklan kali ini akan mengambil adegan dua pasangan muda yang mau pergi berlibur dan harus kepayahan mengantre diloket tiket yang penuh pengunjung pada musim liburan. Persiapan stage telah siap, kamera on, dan action!
Sasuke tampak berperan mengantre di barisan loket pemesanan tiket, dengan memasang wajah suntuk dan bosan ia pun menguap beberapa kali dan melihat jam tangan terus-menerus. Lalu saat itu datanglah Tenten menghampiri Sasuke yang sedang mengantre.
Take-1
"S-s-sayang, a-apakah masih lama lagi?"
"CUT!"
"Seharusnya wajahmu sambil tersenyum dan jangan kaku, juga jangan tergagap seperti itu!"
Take-4
"Sayang, apakah antrinya masih lama lagi?"
"CUT!"
"Tersenyumlah dengan alami! Bukan dengan menggeretakkan gigimu begitu! Itu tampak menyeramkan, tahu!"
Take-12
"S-sayang, apa kau... he? Aku lupa dialognya!"
"CUTTO!"
"Baca dan hapal naskahnya!"
"Bagaimana ini Shizune? Kau bilang akan membawakan yang terbaik, kita sudah terlalu banyak membuang waktu."
"Maafkan aku, sutradara. Kalau memungkinkan untuk ganti peran disaat seperti ini—"
"Aku! Shizune-san pilih aku!" Karin tampak berseri-seri menatap Shizune dengan mata anjingnya, berharap dipilih untuk bersanding dengan aktor pujaannya.
"Aku mau istirahat!" ujar Sasuke tiba-tiba dan ia masuk ke kamar ganti, bersama para penata rias.
"Tapi dia memang sudah cocok untuk peran ini. Kita akan coba sekali lagi setelah istirahat, jika memang tidak bisa apa boleh buat. Tenten-san kau cobalah berbicara dengan Sasuke selama break, agar kalian saling mengenal dan kau tidak gugup."
"B-baiklah."
Tenten menuju kamar ganti sambil bersungut-sungut, ia sudah tahu kenapa ia yang terpilih untuk menjadi pemeran iklan ini padahal sangat banyak staf kantor yang lebih cantik dan berbakat. Ini pasti karena ciuman itu!
Sasuke menyesap kopi di cangkir karton, ketika Tenten datang ia tampak mendengus.
"Maaf karena aku tidak piawai berakting."
Gadis itu duduk di kursi samping Sasuke. Pria itu tertawa sinis.
"Maksudmu kau mau langsung bisa berakting bahkan di saat pertamamu? Aku yang pro saja membutuhkan waktu cukup banyak."
"Benarkah?"
"Aku memaklumi orang yang tidak bisa disaat pertama mencoba, disana lah kita bisa melihat apakah ia akan berusaha keras melanjutkan atau berhenti ditengah-tengah karena menyerah."
"Apa artinya kau mau aku untuk tidak menyerah supaya bisa bersamaku lebih lama?"
"Apa? Yang benar saja!."
Tenten tertawa sambil meninju pundak Sasuke, ia senang menggodanya.
Take-13
"Sayang, apakah masih lama?"
"Aa, antriannya masih panjang."
Tenten mengeluarkan Smartphone nya dan langsung menghadap ke kamera, background pun berubah ala iklan-iklan.
" Kini sudah ada aplikasi online buking tiket tanpa harus keluar rumah, tanpa harus mengantri manja. Banyak potongan harga sampai 1,5%. Tinggal download aplikasi Travelsuka! Beli tiket hanya dengan satu tombol jempol! Liburan aman, berduaan dengan dirimu iqbal! Pasangan!"
"Wahhh Sugeee, darling!" Sasuke merebut smartphone Tenten dan menekan tombol install Travelsuka di hapenya.
"CUT!"
Hampir semua orang tampak bertepuk tangan, kerja bagus kata mereka. Selanjutnya pindah ke adegan kedua sekaligus adegan penutup. Disana telah disusun dua buah kursi pantai lengkap dengan payungnya dan 2 buah minuman kelapa ijo yang disajikan dengan utuh. Latar belakang yang merupakan stiker tempelan itu menunjukkan gambar pantai. Mereka diminta berganti baju dengan kostum pantai.
Siap-siap mengambil adegan, Tenten disuruh memakai outfit-outfit seperti topi pantai dan kacamata hitam, Sasuke juga mengenakan kacamata hitam dan mereka berdua mengenakan kalung bunga di leher. Sepertinya latar belakang ini ada di bali ya? Atau hawaii? Asudah bali saja, cinta indonesia.
Mereka berdua duduk santai diatas kursi, eceknya menikmati pemandangan pantai, taklupa sebuah kipas angin besar sengaja diletakkan demi menambah kesan realistis ala pinggir pantai. Pada adegan ini tidak ada dialog, mereka hanya harus duduk sambil berhadap-hadapan dan Sasuke akan memegang tangan Tenten, selanjutnya adegan pura-pura ciuman.
"Adegan ini hanya pura-pura kan?" bisik Tenten pada Sasuke.
Pria itu tersenyum jahil. "Menurutmu?"
"Ini hanya akan mengarahkan kamera dan mengambil sudut yang pas kan?"
Gadis itu tampaknya mulai panik, sementara Sasuke semakin ingin menggodanya.
"Bagaimana ya? Aku tidak menginginkan seperti itu."
Karena ini memang hanya iklan, jadi iklan ini akan diakhiri dengan adegan penutup ketika sepasang muda-mudi itu saling mencondongkan diri satu sama lain saja, tapi pak sutradara kelupaan bilang "cut" sehingga adegan tersebut menjadi kebablasan dan berakhir dengan wajah mereka yang semakin dekat dan Sasuke yang tidak sabar langsung mendorong tengkuk Tenten untuk menciumnya, namun naas sebab belum lagi bibir mereka bersentuhan, chapter ini sudah harus bersambung ke chapter depan.
Tenten merenung lagi ketika ia sudah berada kembali dibalik meja kerjanya, bosan, sudah 5 kali ia mengalami hal ini.
"Sasuke-ku yang tampan." Ratapnya sedih.
Gadis itu menatap kartu kelima yang membentuk wajah Sasuke, hanya tinggal 1 kartu lagi. Ini bukan hadiah! Ini hanya sesuatu yang dilakukan untuk membuatnya iri! Apa maksudnya memamerkan cowok-cowok ganteng tapi tidak bisa dimilikinya? Tidak bisa diterima! Ini pelecehan!
Bersabarlah Tenten, bukankah hidangan yang paling manis selalu disajikan paling terakhir?
NEXT
