Six First Kisses Ch. 7 : Jodoh yang Sebenarnya!
Tenten menopang dagunya dengan lesu, jika wanita itu kembali ia pasti sudah berteriak didepan wajahnya karena berhasil membuat Tenten galau dengan pertemuan-pertemuannya dengan cowok ganteng itu. Tapi apakah benar ini semua karena perbuatan wannita itu? Sedari kecil Tenten adalah orang yang selalu berpikir realistis bahwa kejaiban seperti di dunia dongeng itu hanyalah mitos, bahkan kejadian yang sekarang sedang menimpanya pun ia masih belum mempercayainya.
"Tayuya-senpai, siapa pemuda tampan yang saat ini sedang viral?"
Tayuya dan Karin yang baru kembali dari toilet pun memasang wajah aneh dengan pertanyaan Tenten, jika dipikir-pikir pun pertanyaan itu memang aneh. Tapi tidak juga, bukankah wanita itu mengatakan "Pria hebat"? berarti bisa jadi pria yang saat ini sedang viral kan.
Haa~gadis itu pasrah saja, ia ingin mengetahui siapa yang akan jadi yang terakhir?
.
.
.
.
.
Hari menjelang malam. Tidak ada satupun kejadian aneh dan mencurigakan, semuanya berlalu dengan normal seperti hari-hari normal sebelumnya. Ada apa ini? Mengapa? Apakah karena Tenten mengeluh sehingga orang terakhir tidak jadi didatangkan?
Tenten menatap kartu-kartu dengan wajah tampan itu, mengelus-elusnya seperti jomblo yang kesepian. Tapi satu kartu lagi masih menjadi misteri, siapa seharusnya orangnya? Mengapa ia tidak datang?
Satu minggu berlalu, tanpa sadar Tenten telah lupa bahwa harusnya ada satu orang lagi yang datang padanya, orang terakhir dan terbaik yang disimpan hanya untuknya.
Pagi itu gadis bercepol dua tersebut bersiap berangkat ke bandara, bekerja seperti biasa. Ketika ia keluar dari flatnya, ia mendapati teman lama yang tampak berdiri disana, seolah menunggunya.
"Tenten?"
"N-Neji-senpai!"
Tenten tampak sedikit kaget, dan mendapat kejutan. Pasalnya Neji adalah kakak kelasnya sewaktu SMP dulu, dan adalah cinta pertamanya yang selalu ia pendam hingga detik ini. Neji sendiri sejak dulu tampak tidak tertarik dengan wanita, satu-satunya hal yang membuatnya bersemangat hanyalah belajar belajar dan belajar sampai dibanjiri prestasi. 4 tahun lalu Neji berangkat ke luar negeri untuk menyelesaikan pendidikannya sebagai seorang mahasiswa yang mendapat beasiswa karena merupakan murid terbaik se angkatannya, bahkan ia terbaik dalam beberapa angkatan.
Dan kini ia berdiri di hadapan Tenten! Bisa kau bayangkan rasanya jika dirimu jadi Tenten?
"Kau kembali."
"Aku baru saja menyelesaikan pendidikanku. Mendapat tawaran pekerjaan disana dengan imbalan yang cukup menggiurkan. Tapi aku ingin mereka mencarikanku lapangan pekerjaan di negeriku. Jadi disinilah aku, aku pulang."
Tenten sendiri masih tidak paham mengapa Neji menceritakan hal itu padanya? Dan ia harus menjawab apa?
"B-baguslah kalau begitu! Selamat atas kerja kerasnya Neji-senpai."
"Jadi..."
"Jadi?"
"Aku datang kesini untuk melamarmu."
"!"
Terkejutnya bukan main, apakah ini main-main? lelucon? Kurasa akan sangat kejam sekali jika mengerjai seorang yang jomblo dengan cara seperti ini.
"He? Apa kau bilang? Senpai kau sedang bercanda kan?"
"Sayangnya tidak. Aku serius. Jika kau setuju, aku akan mendaftarkan pernikahan kita ke KUA. Tidak perlu ada tunangan, aku ingin kita lewat jalan tol saja dan langsung menuju KUA secepatnya."
Neji menunjukkan sepasang cincin perak dalam kotak. Tenten shock setengah hidup. Dari dulu Neji memang misterius dan selalu bertindak dengan cara anti mainstream.
"A-aku, aku, ak-u—"
Tenten gelagapan, mendadak ia teringat dengan kartu itu, kartu misterius terakhir yang selalu ia bawa-bawa dalam tasnya. Gadis itu segera merogoh tas kecilnya, dan mengintip kartu misterius itu. Dan oh! Itu benar, wajah Neji ada disana! Apa? Bagaimana bisa? Mereka bahkan belum berciuman-gagal dan waktu tidak dimundurkan kembali, ini sudah lewat satu minggu!
Jika Tenten bilang "Ya", maka pernikahan ini tetap takkan terjadi karena ia akan tetap bangun dari mimpi dengan keadaan yang menyedihkan, jadi daripada lama-lama dan keburu baper, ia bisa mengakhiri ini dengan cepat dan melupakannya!
"Kau cium saja aku."
Syit! Mengapa kata itu yang keluar dari mulutnya? Neji tampak tertawa konyol sejenak, tapi ia mengartikan perkataan Tenten sebagai jawaban "Ya".
"Aku anggap itu sebagai ganti dari kata "Yes", baiklah aku akan menciummu, di depan penghulu."
Dan Pria berambut bak iklan syampoo itu pun berlalu begitu saja. Egois sekali! Tapi Tenten seneng 'sih.
Gadis itu mengeluarkan kartu misterius tersebut dari tasnya dan kini ia merentangkannya di udara, memelototinya dengan jelas seperti orang yang menerawang uang palsu. Jelas-jelas itu memang foto wajah Neji yang tampan rupawan, dibalik kartunya terdapat tulisan "Jodoh yang sebenarnya, menikah di tanggal 25 agustus 201x"
Itu artinya... bulan depan!?
Tenten pasrah, ia rela dinikahi oleh pemuda tampan yang merupakan cinta pertamanya. Tapi jika dipikir-pikir, dibandingkan dengan kelima pemuda sebelumnya, sepertinya Neji tidak hebat, tidak terkenal, atau tidak kaya. Ia hanyalah pria sederhana yang misterius. Tapi sebenarnya ukuran orang hebat itu bukan dari seberapa tampankah ia, seberapa populer dan terkenalnya, atau seberapa kaya nya ia. Pria hebat adalah ia yang mampu mengambil keputusan untuk menghabiskan sisa hidup denganmu, dan tentunya pria hebat dimatamu adalah pria yang kau cintai, apalagi jika ia yang menjadi cinta pertamamu.
Neji memang tidak kaya atau terkenal, namun diantara kelima pemuda sebelumnya, Neji adalah pria hebat yang menduduki posisi pertama di hati Tenten, sebab ia merupakan cinta pertama bagi gadis itu.
.
.
.
.
Daaannnn memang bukan hoax! Entah bagaimana ceritanya Tenten sekarang sudah duduk disamping Neji dengan gaun pengantin, siap-siap untuk melaksanakan ijab kabul! Ini hari yang sangat membahagiakan dan sudah sangat ditunggu-tunggu oleh semuanya!
"Terimakasih atas hadiahnya yang sangat indah, Kami-sama."
Tenten berbisik kecil, di umurnya yang ke 20 tahun, ia mendapatkan hadiah yang takkan pernah dilupakannya seumur hidup. Hadiah yang akan menemaninya sehidup semati sampai tua.
END.
Doain author juga ya!
Cepet lulus kuliah kayak Neji maksudnya :3
Thanks for read n review ^,^
