"apa bagaimana bisa ibu memutuskannya tanpa bertanya padaku dulu?, tidakk... aku akan tetap ke kantor"
"sasuke, dengarkan ibu...ini semua demi kebaikan mu, ibu telah berbicara dengan naruto dan kakashi, mereka sanggup menghendel perusahaan selama dua bulan"
" lalu ibu anggap apa aku? kemarahan sasuke terlihat jelas dari nada suaranya
mikoto hanya bisa terdiam, ia memang tidak mengajak sasuke untuk berunding terlebih dahulu, karena ia tahu sasuke pasti akan menolaknya. mikoto juga tidak ingin memperpanjang perdebatan dengan putranya tersebut.
"ini masih pukul 6 pagi, sebentar lagi tabib mu akan datang, siapkan dirimu"
"aarrrgghhhhh" sasuke naik ke kamar dan melampiaskan kekesalannya dengan membanting daun pintu dengan keras.
mikoto sendiri menyadari kesalahannya dalam hati, namun ini semua demi kebaikan sasuke.ia tidak bisa membiarkan sasuke terus sibuk bekerja tanpa memikirkan kesehatannya sendiri.
*
*
*
uchiha brother
"apa kau sudah menerima kabar tentang teme yang akan menjalani pengobatan" tanya naruto
"hmmmm...nyonya mikoto menghubungi ku kemarin, ia meminta ku untuk mengatur schedule perusahaan, dan seperti biasa, kita berdua akan mengurus segalanya selama sasuke pengobatan" jelas kakashi.
"apa menurut mu kali ini akan berhasil naruto?
" aku tidak begitu yakin, tapi jika kali ini juga tidak berhasil, aku rasa ini adalah kali terakhir sasuke akan melakukannya" naruto sendiri ragu dengan sahabatnya tersebut.
ha ha ha ha ha... keduanya terkekeh geli membayangkan sasuke yang harus rutin meminum obat.
"tapi aku tetap berharap ia mampu membuang masa kelamnya dulu, dan kembali cerita seperti masa kecil kami saat bermain bersama" kenang naruto
" yaaaa, kita semua berharap seperti itu, terlebih untuk kesehatan sasuke" tambah kakashi.
keduanya temenung membayangkan suka duka yang pernah mereka lalui bersama, dan keduanya ingin yang terbaik bagi sasuke. naruto dan sasuke sudah berteman sejak kecil, dan kakashi sendiri bisa dianggap sebagai kakak juga guru bagi mereka selama menekuni dunia otomotif. kakashi memiliki banyak pengetahuan tentang komponen- komponen dan berbagai macam perangkat otomotif, ia sudah menekuni dunia ini jauh sebelum sasuke dan naruto. ia tentu sangat mengenal adik sekaligus rekan kerjanya tersebut.
'baiklah, mari kita mulai bekerja...jika sasuke ada disini, kita tidak akan dibiarkan duduk sesantai ini" ceramah kakashi
"ha..ha.. siaaaapppp" ujar naruto semangat
*
*
*
"ya baiklah bu... aku akan segera berangkat, dan mengecek semua stok barang yang tersisa, dan melaporkannya, ibu jangan khawatir" terdengan suara karin yang memasuki ruang tamu, ia sudah bersiap menuju butik milik keluarganya
"ibu akan menunggu kabar darimu, banyak bahan baju kita yang sudah mulai habi, sebentar lagi memasuki musim salju, fashion akan berganti, kita jangan sampai kehabisan" jelas nyonya yuna
" baiklah, baiklah bu... aku akan melakukan semuanya, bye"
..tuuut tuuut..."huuuffft, merepotkan sekali" gerutu karin
*
*
*
tok...tok.., suara pintu memecah keheningan sasuke yang sedang memenangkan diri di kamar
" selamat pagi tuan, tabib anda sudah datang " pelayan yuma memberikan secangkir ramuan herbal di meja kecil yang terletak di sebelah pintu kamar sasuke
"praaakkkkkkk, " bawa ini pergi jauh dari ku, aku tidak membutuhkan itu semua, keluaaaarrrr" bentak sasuke
"ba..b..baik tuan" dengan tubuh gemetar dan wajah pucat, pelayan yuma menuruni anak tangga menuju dapur khusus dimana sakura meracik obat
" apakah sasuke memecahkan mangkuk herbalku" tanya sakura. ia sama sekali tidak terkejut, pertanyaannya terkesan datar.
"i.iii..iiyaaaa nona, jawab pelayan yuma terbata, ia masih terkejut dengan perlakuan tuan mudanya tadi.
" baiklah, aku akan mengantarnya lagi"
" tapi nona, sepertinya tuan muda sasuke sedang tidak ingin di ganggu" jelas pelayan yuma.
namun sakura tetap membawa nampan dengan mangkuk kecil berisi herbal, menuju kamar sasuke. ia tidak menghiraukan himbawan tersebut, baginya kedisiplinan tidak hanya ada pada seorang tabib, tapi juga pada pasien.
tok...tok... (1)
tok...tok...(2)
"pergilah, jangan pernah datang kemari lagi" terdengar sasuke menyahut dari dalam kamar
tok...tok...(3)
tookk...tooo " apa yang kau inginkan" bentak sasuke sambil membuka pintu.
celah pintu yang terbuka sediki, yang hanya berfungsi untuk menampilkan kedua mata onyx yang terlihat menyimpan amarah tersebut segera dimanfaatkan sakura. tanpa izin sasuke terlebih dahulu, sakura langsung melangkah masuk, memperlebar jarak pintu dan langsung ke dalam kamar, meletakkan nampan ditangannya, membuka tirai jendela, membuka pintu balkon yang langsung berhadapan dengan pohon rindang. melihat pemandangan hijau nan asri, mengajak sakura untuk berjalan keluar menuju balkon, dan merentangkan tangannya, mengambil nafas panjang, mengeluarkannya dari mulut secara perlahan.
" hei, apa yang kau lakukan di kamar ku? geram sasuke
"hei apa kau tidak mendengarku, keluar sekarang juga ku bilang???
"kaaauuu..
ucapan itu terhenti saat sakura meraih tangannya, ini kali pertama tabibnya tersebut memegang tangannya diluar tindakan medis
" kemarilah"...
sakura menarik sasuke keluar menuju balkon.
"apa kau pernah menyelaraskan hidup mu dengan alam, mereka bisa membantu mu menjadi lebih baik, tidak hanya tumbuhan yang bisa dijadikan obat, terapi udara pagi ini juga cukup baik" ujar sakura
"aku tidak mengerti yang kau ucapkan, keluarlah dari kamar ku"tegas sasuke
" jangan biarkan amarah mu merusak kesehatan mu, merusak dirimu, merusak lingkungan mu" sakura merentangkan tangannya dan mengambil nafas panjang seperti yang tadi ia lakukan
"ciiihhhhh, desis sasuke
sakura mendekati sasuke dan berdiri di belakang tubuhnya, tinggi sakura hanya sebahu sasuke, ini membuatnya terlihat kecil dan mungil. sakura merentangkan tangan sasuke sejajar dengan bahu
" tarik nafas mu panjang, dan keluarkan secara perlahan, kau bisa melakukannya, ini tidak akan melukaimu"
merasakan sentuhan tangan sakura di pergelangan tangannya, terasa seperti strum kecil sedang merambat di seluruh tubuhnya.sasuke sendiri bahkan terbuai oleh itu. bagaimana bisa begini?...sentuhan itu tanpa di sadari membawa kesejukan di tubuh sasuke. seakan hal tersebut membuatnya menuruti permintaan tabibnya, sasuke mengambil nafas dan menghembuskannya kembali. wajah sasuke terlihat lebih cerah, emosinya perlahan mereda.
sakura sendiri melihat wajah sasuke, ia tau apa yang ia lakukan belum tentu bisa dengan mudah di terima oleh sasuke, namun ia tidak akan menyerah. ia ingin mengenal sasuke lebih dekat, ia sungguh ingin membantu sasuke melepaskan trauma masa lalunya.
baru melakukan 2 gerakan pernafasan, tiba - tiba sasuke tersadar apa yang sedang ia lakukan "ee..eeggg...apa yang ku lakukan? menjijikan!!!...ketus sasuke, ia dengan cepat menurunkan tangannya dan kembali memasang sorot mata tajan pada sakura.
" untuk apa melakuakan ini, sangat tidak berguna, bawa obat-obatan mu, dan keluar dari kamar ku"
sakura melihat sasuke sejenak, dalam hati ia berkata " hmmmm, mungkin belum saatnya", kemudian sasuke, menuju pintu keluar...namun ia tidak berhenti berpikir bagaimana cara membuat bungsu uchiha ini mau menjalani pengobatannya
"hheeggg...akhirnya kau keluar juga" desis sasuke
namun sepertinya tebakan sasuke salah, langkah kaki sakura terhenti tepat di depan meja dimana ia menaruh mangkuk berisi herbal, pandangan matanya turun kebawah, mendapati bidak catur di antara selah- selah buku. ia mengambil benda itu, sedikit membersihkannya, lalu...
" bagaimana kalau kita bermain ini saja" ajak sakura
sasuke yang berharap sakura segera keluar dari kamarnya semakin geram
" hai kau seenaknya saja menyentuh barang, yang bukan milik mu...kembalikan!
sasuke berusaha meraih bidak catur tersebut dari tangan sakura, namun ggrakan tangan sakura lebih gesit untuk mengelak
" ini bukanlah permainan biasa, kita memainkannya dengan taruhan, bagaimana? tantang sakura
sasuke terdiam sejenak, hmmmm...sepertinya menarik, dengan begini aku bisa menghentikan pengobatan ini semua.
"baiklah, apa taruhan mu?
" aku tidak bertaruh apapun, tetapi aku punya dua permintaan yang harus kau kabulkan jika aku menang? bagaimana????
"heeegghhh"...pandangan sasuke sungguh sinis, tidak lain ada uang dan perhiasan, apalagi yang akan diminta wanita selain ini, hal inilah yang ada di benak sasuke, paling-paling dia hanya ingin meminta gajinya menjadi 2 atau 3 kali lipat.
" baiklah" jawab sasuke tanpa pikir panjang
"yang pertama, jika aku menang maka, anda harus bersedia menjalani pengobatan sampai selesai"
" haaaahhhh, sudah ku tebak" ujar sasuke
" dan yang kedua.. "
" apa yang kedua" tanya sasuke
" yang kedua, sebentar lagi akan memasuki musim salju, dan saat musim salju tiba, saya minta anda tetap di jepang, hingga musim berganti"
sasuke terdiam, saljuuuu??? musim salju??? sunggu terlalu lancang, gadis yang tidak tau apa-apa tentang masa lalu sasuke berani meminta hal tersebut.
" kauuuuu...beraninya kau, kau sudah melewati batasan mu! keluar!!!!!...
" aku tidak tau jika ternyata putra bungsu uchiha tidak bisa memegang ucapanya" sanggah sakura
" sial, dia menjebakku" sasuke semakin geram dengan situasi saat ini.. namun bagi sasuke harga diri adalah harga mati, tidak seorang pun bisa merendahkan harga dirinya. tak lama , senyum tipis muncul dari sudut bibir sasuke, bagaimana tidak, sasuke adalah ahlinya bermain catur, ia juga atlet catur dengan beragam piagam penghargaan. ia bahkan sudah bermain catur sejak kecil bersama naruto, dan ia selalu menang.
" baiklah, jika itu yang kau inginkan, sekarang giliran ku bukan?"
"silahkan apa, taruhan anda tuan sasuke?
" sama dengan mu, bukanlah berupa taruhan, melainkan permintaan"
" hmmm, sudah kutebak, baiklah...apa itu? tanya sakura
" jika aku menang, aku ingin melihat wajah mu, dan aku sendiri yang akan membukanya"
*Bersambung*
maaf kalo ceritanya banyak yang salah dan keliru, buat nya sambil ngantuk
