Kneelx Present

ChanBaek

HunHan

KaiSoo

Disclaimer : Fanfic ini benar-benar berasal dari pemikiran author sendiri, author hanya meminjam nama untuk kepentingan cerita. Tidak suka dengan cerita ataupun cast silahkan menekan/memencet tanda kembali/back. Terima kasih.

Yo yo, author back. Nulis lanjutannya ternyata lebih cepet daripada yang author kira.

So, enjoy it ;)


Retina Chanyeol tak henti berpindah dari satu sisi jalan ke sisi yang lain, udara dingin mulai menembus kulitnya, seakan tak peduli dia masih duduk di sana menunggu seseorang.

Pandangannya berpindah lagi dan kali ini sosok mungil itu terlihat jelas memasuki halte sambil menenteng paper bag yang di duganya berisi jas kemarin.

Chanyeol merasakan ponsel di sakunya bergetar, sebuah kontak yang dinamainya dengan emot puppy kecil memanggil

"Ah, yeobseyo. Saya sudah di halte, anda sedang berada di mana sekarang?"

"Saya? Disini.."

Si mungil menoleh saat merasa suara yang tersambung seperti berada di sebelahnya.

Chanyeol yang melihatnya terkekeh geli melihat si mungil terdiam di tempatnya tanpa berkata apapun. Chanyeol akui, wajahnya memang tampan. Chanyeol menurunkan tangannya yang sempat naik dan mendadah singkat.

"Anyeonghaseyo" sapa yang lebih pendek duluan

"Ne annyeong" sapa balik Chanyeol, sesaat keduanya diam, tak tahu harus memulai percakapan dari mana

Pemuda yang lebih pendek dari Chanyeol itu menyerahkan paper bag yang sedari tadi dia genggam "I-ini"

"Ah ya, makasih"

"Tidak, seharusnya saya yang mengucapkan terima kasih"

"Kalau begitu sama-sama eum.."

"Baekhyun, Byun Baekhyun"

Chanyeol tak dapat menahan senyumnya. Akhirnya..

"Sama-sama Baekhyun-ssi. Saya Park Chanyeol, salam kenal"

Baekhyun menyambut uluran tangan Chanyeol dan tersenyum tipis.

\/

2 hari setelahnya, Chanyeol dan Baekhyun bertemu lagi di sebuah cafe di daerah Gangnam karena casing hp baekhyun tertinggal di dalam paper bag kemarin dan Chanyeol dengan senang hati mengantarkan barang tersebut.

Selama 2 hari ini, Chanyeol dan Baekhyun selalu berhubungan, baik itu saat jam makan siang, maupun saat akan terjun ke alam mimpi. Tak tahu bagaimana, tapi mereka merasa seperti sudah kenal lama.

Meskipun awalnya terkesan canggung, tapi sekarang mereka bisa tertawa bersama meskipun hanya melalui via suara ataupun via pesan.

"Maaf jadi ngerepotin Chanyeol-ah"

"Kkkk.. gak apa Baek, deket sama kantor juga. Kalem kalem"
"Kau sudah makan? Belum kan? Kita makan disini saja. Ok? Siip, ok"

Baekhyun menganga, dia bahkan belum memberikan jawaban apapun. "Ya yaa.. berhubung cacing di perutku sudah mulai demo jadi ku iyakan saja"

"Kau bilang tidak juga, aku tetap akan memaksamu untuk makan" terkekeh pelan saat melihat Baekhyun mem poutkan bibirnya

'Pout aja imut. Homina homina hominaa' pikir Chanyeol. Ya, hanya dipikirannya, mana mungkin dia se frontal itu.

Mereka mulai menyantap hidangan dengan diselingi beberapa cerita. Dari pengamatannya beberapa hari ini, Baekhyun mulai memahami sifat Chanyeol yang terkesan terlalu santai dantampak tak punya beban.

Padahal saat pertama bertemu, Baekhyun mengira Chanyeol mempunyai sifat angkuh dan sombong. Namun semua pemikirannya buyar saat mendengar dan melihat lelaki itu tertawa seperti idiot.

Lagi pula Baekhyun merasa nyaman. Tunggu, nyaman? Baekhyun merasa ada sesuatu yang salah dengan otaknya. Bagaimana tidak, dia baru bertemu dengan Chanyeol tiga hari yang lalu dan langsung merasa nyaman.

'Itu sama sekali tidak wajar' pikirnya.

Byun Baekhyun-ssi, semua memang akan terasa tak wajar jika menyangkut perasaan. Terbiasalah dengan itu.

Sementara disudut ruangan, Jongin dan Sehun memicingkan mata dan pendengarannya, mereka kepo, tapi tidak bisa mendengar apapun dan mereka frustasi. Ekhem, sebenarnya hanya satu orang yang seperti itu.

"Kampret tu raksasa, punya gebetan kagak bilang-bilang" keluh Jongin, dan dia merasakan buku menu menimpuk kepalanya lumayan keras

"Lu juga pas pertama deket sama Kyungsoo hyung kagak cerita apapun. Cuma gue yang terbuka sama lu berdua, sahabat macam apa kalian?"

"Yak sakit geb! Btw Seh, lu kagak pernah terbuka sama gue. Paling maksimal gue liat cuma sampe batas paha, kalo abs lu pernah lah gue lihat pas nge gym"

Tiba-tiba Sehun merasa merinding "Bukan terbuka kayak begituan item!"

"Sstt diem. Ntar kedengeran, nah tu dua orang ketawa lagi. Ngomongin apaan coba?!"

"Bodo, gue laper" acuh Sehun dan mulai memakan makanannya

"Jangan lu habisin"

Dan di balas dengan sebuah deheman oleh Sehun

\/

Chanyeol mengangkat alis tebalnya bingung, dia baru saja kembali dari acara makan siangnya bersama Baekhyun dan sekarang Chanyeol melihat kedua sahabatnya sedang berlipat tangan di ruangannya dan menatapnya seolah-olah dia adalah tersangka pemerkosaan.

"Whut? Ada apaan?"

"Darimana?" mulai Sehun dengan nada datar

"Mak-,.."

"Sama siapa?" sambung Jongin.

Chanyeol bertambah bingung, ada apa dengan kedua makhluk idiot ini?

"Sama-,.."

"Gebetan?"

"Calon pacar?"

"Lu berdua kena-,.."

"Siapa namanya?"

"Masa lu kagak denger Seh, kan dari kemarin yang di telpon mulu sama ni yoda yang namanya Baekhyun itu tuu"

"Oo yang kecil mungil imut itu?"

"Hooh yang manis itu, cakep lagi"

Chanyeol sadar, dia ketahuan. But wait..

"Darimana kalian tau Baekhyun itu kecil mungil imut manis? Cakep juga?" kali ini gantian Chanyeol yang bernada datar.

Tak perduli, Jongin dan Sehun menghampiri Chanyeol dan memukulnya bertubi-tubi

"Darimana kita tau? Sialan lu, main rahasia-rahasiaan sekarang"

"Sahabat? Makan ni sahabat. Kampret"

"Kagak usah nada datar-datar. Kecewa gue geb"

"Woy kalem, sakit. Woy!" Chanyeol mundur dan berlari mengelilingi ruangannya menghindari Jongin dan Sehun.

Sampai Chanyeol terpeleset dan mau tak mau Chanyeol kembali mendapat pukulan yang sebenarnya tidak ada rasanya.

Ketiganya mengatur nafas, bersender pada sofa dan merasakan terpaan AC di kulit masing-masing. Chanyeol menengok ke samping kiri dan kanannya kemudian tertawa lepas diikuti oleh Jongin dan Sehun.

"Jadi gimana? Orangnya asik kagak?"

"Hooh, apalagi pas dia ketawa. Gue berasa kayak di flim-flim, sinar matahari nyinarin mukanya, terus angin sepoi-sepoi nyentuh rambutnya" deskripsi Chanyeol dengan senyum lebar di bibirnya

"Lebay, hoek" sahut Sehun, tak sadar bahwa dirinya sendiri yang lebay

"Bacot Seh, lu juga dulu pernah kayak begitu" Jongin berujar sembari memukul pipi Sehun pelan

"Jangan main pukul tem. Kayak lu kagak aja"

Jongin nyengir, wajah Kyungsoo yang tersenyum mulai terlihat jelas dalam bayangannya. Melihat itu, Sehun menggelengkan kepalanya kemudian pandangannya kembali beralih pada Chanyeol

"Kuliah di mana tu anak?" tanya Sehum

"Kuliah apaan? Dia udah kerja" mata Jongin dan Sehun melebar

"Mungil kayak begitu kerja? Jangan-jangan lu di kasih info palsu" Jongin berspekulasi

"Seriusan, tadi dia kagak masuk kerja. Makanya pakai bebas. Umurnya sama kayak gue" dan kedua makhluk yang mendengarnya manggut-manggut.

"Kerja apaan emang?" lanjut Sehun

"Pengacara"

Dan cerita berlanjut tentang bagaimana kisah awal mula pertemuan antara Chanyeol dan Baekhyun yang disambut dengan teriakkan Jongin yang meminta kenaikan gaji karena secara tidak langsung dialah yang membuat kedua manusia itu bertemu.

\/

Sehun menyender pada tembok putih bersih di belakangnya, iris kecoklatannya sesekali mengamati keadaan dalam IGD. Biasanya dia akan langsung masuk dan mengikuti langkah lelaki berparas cantik di sana, tapi kali ini kakinya terasa berat setelah kejadian kemarin.

Kepalanya menunduk dalam, membuang nafas pelan dan kembali memperhatikan orang tersebut. Seperti sadar sedang diperhatikan, pemilik mata rusa bernametag Xi Luhan yang menggantung pada snelli-nya itu mengedarkan pandangan dan akhirnya bertemu pandang dengan Sehun.

Luhan menghela nafasnya lelah saat melihat Sehun datang lagi, melihat itu Sehun hanya tersenyum maklum. Namun Luhan merasa beda kali ini, karena Sehun tidak langsung masuk dan mengganggunya yang sedang bertugas.

"Ada apa lagi?"

Pertanyaan dipikirannya bertolak belakang dengan apa yang keluar dari lisannya

"Tidak ada, hanya ingin melihatmu bekerja" jawab Sehun disertai dengan senyumannya.

Luhan mengepalkan tangannya, bukan itu pertanyaan yang ingin dia ajukan dan tentu saja bukan jawaban seperti itu yang ingin dia dengar.

'Kenapa kau tidak masuk ke dalam?'

"Pulanglah tuan Oh"

Sehun menganggukkan kepalanya. "Ya, aku akan langsung pulang setelah ini. Ah, Ini," menyodorkan sebuah kresek putih.

Luhan mengerutkan dahinya lalu menatap Sehun bingung.

"Tadi aku, Jongin dan Chanyeol mampir ke restaurant yang baru buka. Makanannya enak, jadi kubelikan untukmu"

'Terima kasih'

"Sudah berapa kali ku bilang, aku tak suka dengan perhatianmu" ucap Luhan sambil menatap kresek yang di pegang Sehun.

Seakan tuli, Sehun meraih tangan Luhan dan mengapit kresek tersebut di sela jari-jarinya.

"Makanlah. Aku pulang dulu" Sehun mengacak rambut Luhan pelan kemudian berbalik dan pergi begitu saja.

Ini benar-benar berbeda, apa itu benar Oh Sehun? Sehun yang Luhan kenal selalu merengek setiap dia mengatakan kalimat pedas untuknya. Tapi sekarang, jangankan membalas dia langsung pergi begitu saja.

Luhan memperhatikan kresek di genggamannya, biasanya Sehun akan menariknya keluar dari ruang IGD dan mereka akan pergi ke restaurant di sekitaran rumah sakit. Tapi kali ini Sehun memberikanya makanan bungkusan.

'Mungkin dia ada kerjaan' pikir Luhan, kemudian menggelengkan kepalanya kasar 'Apa urusan gue' lanjutnya. Mengendikkan bahu seolah tak peduli, Luhan kembali masuk ke IGD.

\/

"Baby Kyuung, aku lapaaar"

"KUBILANG TUNGGU SEBENTAR!" bentakan itu menggelegar di seluruh apartement.

Jongin yang mendengarnya hanya mengelus dada, prihatin dengan kesehatan jantungnya. Heran, mereka sudah berpacaran lebih dari 6 tahun, tapi pacarnya, Kyungsoo, tetap saja tak pernah berkata manis.

'untung cinta, untung sayang' pikir Jongin memaklumi kelakuan kekasihnya.

"Duduk sebelum aku ikut menumismu"

Sedikit takut namun Jongin mencoba terkekeh dari balik punggung Kyungsoo. Back hug~

"Biarkan seperti ini dulu, kau tau aku merindukanmu" rengek Jongin mempererat pelukkannya.

Jika Jongin bisa melihat wajah memerah Kyungsoo sekarang, mungkin dia akan menciumi pipi itu berkali-kali.

"Duduklah, aku harus menyiapkannya di piring" ujar Kyungsoo mencoba lembut

"Shireo" tolak Jongin cepat

Kepala Kyungsoo memiring melihat wajah kekasih peseknya, smirk di wajahnya membuat Jongin merasa buruk

"Kalau gitu buka mulutmu lebar-lebar, biar langsung aku masukkan ke kesana"

Jongin merasa tenggorokkannya kering membayangkan masakan panas itu menyentuh bagian pencernaannya secara langsung.

Dengan gerakan cepat, dia melepas pelukannya dan duduk dengan rapi di meja makan. Kyungsoo terkikik geli melihat tingkahnya.

"Makanya bilang lebih awal kalau mau pulang cepat"

"Hp ku mati baby. Lupa ku cas" sahut Jongin sambil memasukkan makanan itu secara perlahan ke mulutnya. "Sebenernya tadi niat makan bareng, tapi Sehun bilang ada urusan"

"Ah iya, bagaimana dengan Sehun dan Luhan?" Jongin memberhentikan makannya sesaat, kemudian menggeleng pelan. "Ck, rusa itu benar-benar keras kepala"

Kyungsoo kesal sekarang, sangat kesal. Bagaimana mungkin Sehun yang sudah dianggapnya adik sendiri itu tak pernah diperdulikan oleh Luhan yang merupakan temannya semasa Senior High School .

"Apa 5 tahun kurang untuk Luhan melihat bagaimana usahanya Sehun?" lanjut Kyungsoo

"Sudahlah Kyung. Kalau mereka jodoh pasti gak akan kemana" Kyungsoo terharu mendengar Jongin yang ternyata bisa bijak juga.

Selanjutnya bukan terharu, Kyungsoo malah marah besar. "JANGAN MENGUPIL SAAT MAKAN TEMSEEEK!"

\/

"Aku pulang" seru Chanyeol pada apartemen kosongnya.

Selesai melepaskan sepatunya, Chanyeol menyalakan lampu dan berakhir rebahan di sofa ruang tengah. Matanya terpejam sejenak, kemudian merogoh sakunya perlahan, mengeluarkan ponsel pintar itu dan menghubungi seseorang. Eum.. lebih tepatnya mengirimkan pesan pada seseorang.

'Baekhyun-ah, kau sedang apa?'
22.17 PM

'Aku sedang membaca berkas kasus yang akan kutangani. Kalau kau sedang apa?'
22.19 PM

'Aku? Merindukanmu mungkin'
22.19 PM

Baekhyun yang sedang berada di rumahnya sekarang tersedak kopinya sendiri. Pipinya menghangat dan senyumnya terlihat malu.

'Sudah tidur?'
22.24 PM

'Tidak, belum, aku terlalu fokus membaca tadi'
22.25 PM

Bohong, yang dia lakukan dari tadi hanya berguling-guling di kasur dan terkadang menggelepar seperti ikan di darat.

'Apa kau lapar?'
22.25 PM

'Tidak juga'
22.26 PM

'Tidak juga berarti iya. Kirimkan alamatmu, aku jemput'
22.27 PM

'Tidak usah. Aku bisa memasak ramen'
22.27 PM

'Ramen tidak baik untuk kesehatan, kau tau kan?'
22.28 PM

Igatkan itu pada dirimu sendiri Park.

Dan disinilah mereka, di salah satu rumah makan yang menjual bibimbap sebagai menu utama. Chanyeol pernah makan di sini dengan 2 makhluk idiot itu pastinya, dan menurutnya itu enak.

Baekhyun menelisik pakaian Chanyeol heran "Kau baru pulang kerja?" tanyanya

"Tidak, tadi sempet balik ke apartemen sebentar. Kenapa?"

"Gak apa-apa sih, nanya aja"
"Terus kenapa belum ganti baju?" Chanyeol tertawa, bagaimana namja di depannya ini terlihat imut bahkan saat bertanya, dia penasaran.

"Malah ketawa" jujur saja Baekhyun sama sekali tidak mengerti kenapa raksasa ini tertawa

"Kau lucu Baekhyun-ah"

"Chanyeol jujurlah, sudah berapa banyak yeoja atau namja yang kau gombalin?"

Mungkin karena profesinya, Chanyeol merasa pertanyaan Baekhyun begitu mengintimidasinya.

"Kenapa? Kau cemburu?" goda Chanyeol yang di balas dengan kata 'Tidak' dari Baekhyun dengan nada yang sedikit tinggi

"Baiklah, kita anggap saja begitu"

"Apanya yang anggap saja begitu, aku benar-benar tidak cemburu" sungut Baekhyun

"Arra arra.. makanlah dulu" Chanyeol menyudahi perdebatan konyol mereka saat makanan datang.

"Ingat, aku tak cemburu" tegas Baekhyun sekali lagi sambil mencampurkan bibimbabnya

"Araseo" suara kekehan Chanyeol membuat Baekhyun merasa kesal. Jangan tanya mengapa, dia juga tidak tahu.

\/

"Aaa, kenyangnya. Makasih Yeol, tempat pilihanmu terbaik" Baekhyun mengacungkan dua jempolnya puas, saat ini mereka sudah berada di luar rumah makan tadi.

"Lebay Baek" ucap Chanyeol dengan tangannya yang menarik hidung Baekhyun pelan

"Yak Chanyeol, kenapa makin kesini sifatmu malah menyebalkan? Waa.. mendengar suaramu saja kadang membuatku kesal"

"Yak Baekhyun, kenapa makin kesini sifatmu malah membuatku nyaman?"

Baekhyun yang tiba-tiba mendapat pertanyaan seperti itu terdiam, ditambah dengan tatapan Chanyeol membuatnya makin salah tingkah.

"Nyaman pala mu, kau fikir aku selimut atau api unggun apa" jawabnya dengan wajah yang dipalingkan

"Dan satu lagi, makin kesini kau makin cerewet. Seperti gadis kebakaran jenggot saja" Chanyeol berlari lebih dulu sebelum Baekhyun sempat melempar sepatunya

"Yak! Berhenti kau. Siapa yang kau panggil gadis? Aku ini lelaki!"

Dengan sekuat tenaga, Baekhyun mengejar Chanyeol yang kini tengah mengeluarkan lidahnya membentuk emot mengejek dengan diiringi suara tawa Chanyeol yang malah membuat Baekhyun menghangat di tengah Cuaca yang mulai semakin dingin.

"Chanyeol, Park Chanyeol! Tunggu sebentar, nafasku habis"

Masih dengan bibir membentuk sebuah tawa, Chanyeol mendatangi Baekhyun dan memberikannya kipas alami gratis.

Taulah, kipas-kipas pakai tangan.

Baekhyun tiba-tiba sambil memukul-mukul Chanyeol."Rasakan rasakan rasakaaan"

Chanyeol mencoba menghindar, ke kanan dan kiri layaknya pemain bola, yang ujung-ujungnya tetap kena pukulan Baekhyun juga. Malam itu, mereka larut bersama dengan tawa dan kebahagiaan yang meluap.

Baik Chanyeol maupun Baekhyun, keduanya dapat merasakan debaran jantung masing-masing yang berdetak lebih cepat dari biasanya.

Waktu menunjukkan pukul 00:25 KST, sekarang mereka duduk di depan sebuah minimarket setelah membeli beberapa minuman. Tatapan mereka bertemu, dan tanpa alasan, mereka tertawa kecil.

"Kenapa kau ketawa Yeol?"

"Kau juga kenapa Baek?" Chanyeol balik bertanya

"Entah. Aargh.. beer disaat seperti ini memang terasa sangat pas"

Baekhyun kembali menikmati beernya. Chanyeol tak menyahut apapun, hanya memandang Baekhyun dalam diam. Senyumnya semakin mengembang setiap melihat tawa di wajah Baekhyun.

"Apa lihat-lihat?" tanya Baekhyun sok galak

"Gomawo..."

Baekhyun memusatkan perhatiannya pada Chanyeol, kepalanya sedikit miring menunggu kata-kata selanjutnya, namun nihil.

"Untuk?"

"Malam ini"

Oke, dia bertambah bingung.

Seharusnya Baekhyun yang berterima kasih karena sudah di traktir makan tadi, kenapa malah si tiang ini yang mengucapkan terima kasih? Baekhyun mengendikkan bahunya, mungkin Chanyeol sedang iseng saja.

"Biasanya kau ngapain di apartmu jam segini?" tanya Baekhyun mencoba mencairkan suasana yang dirasanya mulai canggung

"Mungkin membaca beberapa laporan perusahaan" jawab Chanyeol sambil meneguk minumannya dengan pandangan yang memandang hamparan bintang langit biru gelap malam ini.

Jawabannya memang terkesan biasa, tapi Baekhyun merasakannya walaupun samar. Merasakan bahwa Chanyeol kesepian.

Chanyeol mengalihkan pandangan ke sebelahnya saat tak mendengar suara apapun dari Baekhyun, dan mendapati Baekhyun sedang menatapnya dengan arti tatapan yang tak terbaca.

"Wae?"

"Ada nyamuk di wajahmu"

"Dimana?"

"Di sini"

Pluk..

Chanyeol terbengong, 'Apa-apaan tadi?' pikirnya.

Namun, sesaat setelah dia melihat Baekhyun tertawa, dia tahu dia di bohongi

"Kemari kau"

Dan kejar-kejaran part dua dimulai

Dalam tawanya, Chanyeol berpikir dia bisa tidur nyenyak untuk malam ini setelah 7 tahun terakhir.

Dalam tawanya, Baekhyun berpikir dia harus ke WC secepatnya, dia kebelet.

TBC


Jadi gimana pndapat kalian ttng cerita ini?

Mohon dengan sangat reviewnya :)

Dilanjut secepatnya, semoga gak mengecewakan. Hehehe :v