Kneelx Present
ChanBaek
HunHan
KaiSoo
Disclaimer : Fanfic ini benar-benar berasal dari otak author sendiri, author hanya meminjam nama untuk kepentingan cerita. Tidak suka dengan cerita ataupun cast silahkan menekan/memencet tanda kembali/back. Terima kasih
REVIEW REVIEW REVIEWWW PLEASEE
Ngasih kritik dan saran juga boleh, biar aing tahu kekurangan ff ini dimana. Jangan diem-diem bae please :( atau ada yang mau ngasih pertanyaan, nanti author jawab di a/n chapter selanjutnya. Makasih sebelumnyaaa..
Selamat membaca
Pintu coklat berornamen sederhana itu terbuka perlahan, Baekhyun memasuki salah satu restauran keluarga yang cukup terkenal di daerah Seoul itu dengan sedikit canggung. Tentu saja canggung, meskipun dia pernah bertemu dengan si pemilik restauran yang tak lain adalah Kyungsoo, tapi tetap saja rasanya masih canggung.
Chanyeol yang baru saja masuk karena tadi ada panggilan dari beberapa orang perusahaan terkekeh kecil. "Kenapa malah diam di pintu Baek?"
"Kajja" jemarinya mengapit jemari Baekhyun erat dan menariknya pelan ke sebuah meja di pojokan
Dapat Baekhyun lihat sudah ada Jongin dan Sehun di sana
"Woy" sapa Chanyeol dan ketiganya tos secara bergiliran
"Woah Baekhyun, lu baru pulang kencan makin cakep aja" Baekhyun melemparkan sendok ke arah Jongin "As always, ketemu lagi kita sendok" sapa Jongin ngenes pada sendok yang mengenai pundaknya
"Oh hai Baekhyun-ssi"
Kyungsoo tiba-tiba saja muncul sambil meletakkan beberapa persediaan makan selanjutnya mengambil posisi nyaman di samping Jongin
"Hai juga Kyungsoo-ssi"
"Kalian masih pakai bahasa formal?" Sehun bertanya dan keduanya mengangguk bersamaan
"Kami kan belum terlalu dekat" balas Baekhyun
"Good Baek, jangan terlalu dekat sama baby Kyung. Kalau kalian bersatu repot" Jongin bergidik ngeri membayangkan garangnya Kyungsoo dan Baekhyun bersatu.
"Bener Bakkie, jangan deket-deket Kyungsoo" sambung Chanyeol mengangguk setuju. Bayangannya sama seperti Jongin.
Sementara Baekhyun dan Kyungsoo saling berpandangan tak mengerti dan menggeleng pusing.
Hampir 15 menit makanan belum juga datang. Awalnya Sehun tak mempermasalahkan hal ini, tapi sekarang itu menjadi masalah karena pandangan tak enak di depan dan sampingnya.
OK, mari kita perjelas, tepat di sebrang Sehun, pasangan ChanBaek terlihat sibuk dengan dunianya sendiri, berlovey dovey, dan terkadang Chanyeol menarik hidung Baekhyun gemas.
Sekarang berpindah ke samping kanannya, pasangan JongSoo tak jauh beda dengan ChanBaek hanya saja Jongin selalu mengeluh dan mengatakan jika suhu tubuhnya naik lagi, dan meskipun Kyungsoo tahu Jongin tidaklah serius tetap saja mengecek suhu tubuhnya secara berkala.
Bunyi dentakkan sendok dengan meja membuat kedua pasangan itu menoleh ke arah pembuat bunyi. "Yak, Mesra-mesraannya di pojok sana, jangan disini? Dan juga, hyung, kenapa makanannya belum dateng-dateng?!" ujar Sehun dengan nada datarnya kesal
"Sabar albino" sahut Kyungsoo singkat. Tak mau ambil pusing dengan ratapan Sehun yang tak mempunyai pendamping.
Chanyeol, Baekhyun dan Jongin berusaha keras menahan tawanya, namun tetap saja gagal.
Sehun gondok pemirsah.
"Bagos, ketawa terus. Sahabat macam apa kalian?" sarkastik Sehun, berlipat tangan dan menatap tajam Chanyeol dan Jongin
"Semangat Seh, suatu hari nanti yang gue kagak tau kapan bakal terjadi, Luhan pasti nerima perasaan lu. Atau lu perlu minta ramalan bapak Park Chanyeol, siapa tau manjur" ujar Jongin menyemangati rekannya
"Kalem uri adek Sehun, sini gue ramal, ntar tanggal 33 Luhan pasti nerima perasaan lu" dan keduanya tertawa.
Sehun memutar matanya kesal, sejak kapan kalender mempunyai tanggal 33. Kesalnya makin bertambah saat suara tawa Baekhyun dan Kyungsoo terdengar. Apa nasibnya memang selalu terbully seperti ini?
Poor you Sehun-ssi
Akhirnya ada 2 pelayan yang membawakan makanan utama mereka malam ini, Sehun yang bahagia karna penderitaan matanya akan berakhir kini malah terlihat bingung, tak jauh beda dengan yang lainnya. Kyungsoo mengedarkan pandangannya dan memperhatikan ekspresi lainnya
"Ini apa?" Baekhyun buka suara
"Itu soto Baekhyun-ssi"
"Soto?"
"Kaldu ayam dicampur dengan beberapa bumbu alami lalu disediakan bersama ayam rebus yang disiur, bihun dan tauge"
"Kalau ini?"
"Itu bakso Seh"
"Apalagi itu?" lanjut Chanyeol
"Itu daging di campur seledri, tepung kanji, telur, bawang goreng dan bawang putih, digiling jadi satu lalu dibentuk bulat-bulat. Gue nggak naruh tambahan apapun di soupnya, jadi itu benar-benar rasa dari baksonya"
Dan ketiganya mengangguk paham, belum sempat Sehun membuka suara Jongin menyelanya cepat
"Yang pasti ini enak, udah makan, jangan banyak tanya"
Jongin mengambil suapan pertamanya, tatapan penuh tanya Kyungsoo layangkan pada kekasihnya "Heum.. terbaik" cengiran puas Jongin membuat Kyungsoo lega
Chanyeol, Baekhyun dan Sehun mulai mencicip kuahnya terlebih dahulu dan jujur saja mereka terkejut dengan rasanya. Ini sangat enak. Apalagi dengan cuaca dingin seperti ini, makanan berkuah memang yang terbaik
"Wuaa Kyungsoo-ssi, tak sia-sia kau meninggalkan Jongin selama 3 hari lebih. Ini benar-benar enak"
Kyungsoo tersenyum mendengarnya "Makasih Baekhyun-ssi. Ah bagaimana jika kita berbicara seperti teman sekarang? Jongin bilang kau dan aku seumuran"
"Benarkah? Tentu saja, Kyungsoo-ah" mulai Baekhyun dan keduanya tersenyum lebar.
Baekhyun dan Kyungsoo lanjut berbincang dan sesekali berhenti saat menyeruput kuah dan memakan bakso atau soto.
Kadang mereka tertawa saat beberpa hal lucu terlewat dalam percakapan. Sementara 3 lelaki sisanya hanya diam, fokus pada hidangannya dan tak berniat menganggu.
"Oh, kenapa baru datang Han?"
Sehun yang hendak menyuap baksonya terhenti saat Kyungsoo menyapa seseorang bernama 'Han'. Dia menolehkan kepalanya dan melihat Luhan disana dengan mantel tebalnya. Jantungnya kembali berdetak tak karuan. Mencoba tak peduli, Sehun melanjutkan suapannya.
Jongin menyikut lengan Sehun pelan "Pujaan hati lu dateng Seh" rayu Jongin sambil tertawa, Chanyeol ikut tertawa pastinya.
Menggoda Sehun adalah kebahagiaan kecil mereka. Kebahagiaan besarnya tentu saja kekasih masing-masing.
"Maaf Kyung, tadi minta ijinnya lama" sahut Luhan dan mendudukkan dirinya di samping kanan Kyungsoo
"Kenapa lu duduk di sini? Sana disebelah Sehun kosong" Kyungsoo mendorong Luhan lumayan kuat, tapi Luhan tetap tak bergeming.
"Biarin aja hyung" Sehun buka suara dan lanjut menghabiskan suapan terakhirnya.
Suasananya jadi tidak enak. Chanyeol berdehem sejenak lalu berbisik pelan ke arah Kyungsoo "Lu yang ngundang Soo?"
Kyungsoo mengangguk "Gue mau tau semua pendapat sahabat gue tentang masakan ini" jelasnya sedikit merasa tak enak pada Sehun
Sehun yang menjadi pusat perhatian tersadar dan melihat keselilingnya "Kenapa?" tanyanya.
Ke-empat namja disana terlihat menggeleng dan melanjutkan santapannya, namun Luhan tetap menolehkan pandangannya. Pandangan mereka bertemu, Sehun sedikit menyunggingkan senyum dan menyelesaikan suapan terakhirnya.
Selesai dengan santapan fantastis buatan koki kesayangan Kim Jongin yang tak lain dan tak bukan adalah Do Kyungsoo mereka berbincang tentang banyak hal. Kadang membahas bursa pasar saham, kemudian beralih membahas kasus-kasus kejahatan terbaru lalu Kyungsoo yang bercerita tentang pengalamannya di Indonesia.
"Kalian harus kesana. Sumpah dah, kembaran Jongin banyak"
"Baby Kyung apa kau mengejek ku dihadapan dua kampret ini?"
"Yap, benar sekali"
Tepukan pelan terasa di pundak Jongin, si penepuk tersenyum setan "Ayo Jong, kapan-kapan kita ke sana"
"Ntar gue beliin sunblock paling mahal" Sehun menimpali
"Mati aja lu pada"
"No. Kalau Yeollie mati, lu yang pertama gue kulitin"
"Kalau lu kulitin teddy bear gue, eyelinner lu gue patahin"
"Yeollie, Kyungsoo jahat" Baekhyun merajuk, memeluk pinggang Chanyeol dengan ekspresi takut yang di buat-buat.
Chanyeol yang terlalu gemas melihatnya tak bisa menahan diri dan tanpa sadar mengecup bibir Baekhyun. Sadar akan perbuatannya, Chanyeol menarik diri lebih dulu.
"Ckckck, yang baru ada status memang beda" Kyungsoo menggeleng
"Woy yoda, sahabat macam apa lu? Dedek Sehun masih disini" Jongin mengelus pundak Sehun prihatin
"Lu juga sama aja kupret" sahut Sehun menggeplak Jongin.
Chanyeol nyengir tak bedosa "Maaf Seh, kelepasan. Hehehe"
"Kalem Yeol. Bersihin cabe digigi lu dulu"
Chanyeol menambah lebar cengirannya dan mengubah posisi menghadap Baekhyun. Bukannya jijik, Baekhyun mengambil tisu dan membersihkan noda cabe itu.
"Sip, dunia milik berdua. Yang lain cuma ngontrak. Oke, cukup tau" sindiran Jongin membuat Chanyeol dan Baekhyun terkikik kecil.
Disaat yang lain terfokus pada Baekhyun yang membersihkan gigi Chanyeol. Disina masih ada Luhan yang tak mengucapkan sepatah kata apapun sejak perkenalannya dengan Baekhyun tadi dan malah fokus memperhatikan setiap gerak-gerik Sehun.
Baru tadi pagi Sehun membawakannya bekal, pemuda Oh itu bahkan sempat bercanda. Tapi sekarang mengapa terasa berbeda?
Dulu saat bertemu seperti ini –minus Baekhyun-, Sehun akan mati-matian berusaha untuk mendapatkan posisi duduk di samping Luhan. Namun tadi, dia bahkan tak berkomentar apapun.
Luhan sama sekali tidak familiar dengan ini.
"Han"
"Luhan"
"WOY LUHAN!"
"Y-ya? YAK! Kaget gue Kyung!"
"Lagian lu di panggil dari tadi nggak nyahut-nyahut" Kyungsoo memutar matanya malas "Kita mau pergi karaoke. Lu mau ikut nggak?"
"Ayo ikut Luhan-ssi" pandangannya berubah menatap Baekhyun yang tersenyum dengan eye smilenya
"Ya, tentu saja"
/\
Jongin : B.I.G Yea we bang like this
Modu da gachi
(Semuanya bersama-sama)
Chanyeol, Sehun, Baekhyun, Kyungsoo, Luhan : Chong majeun geotcheorom
(Seperti kamu telah ditembak)
BANG! BANG! BANG!
BANG! BANG! BANG!
Ppangya ppangya ppangya (↑2x)
Hentakan music hiphop dari salah satu boyband ternama di Korea Selatan itu menggema memenuhi setiap ruang udara di ruangan karaoke VIP bernomor 006, yang berada di dalamnya tak dapat menolak untuk begerak bersama, meloncat, menyanyi sambil berteriak dan tertawa sekencang-kencangnya.
Let the bass drum go
Oooo... oooo... ooo... Let the bass drum go
Oooo... ooo... ooo... Let the bass
BANG! BANG! BANG!
Let the bass drum go!
-BIGBANG – BANG BANG BANG-
"Wooooh..." satu persatu dari mereka kembali ke sofa
"Waktunya sisa berapa?" Chanyeol bertanya dengan kepalanya yang sepenuhnya pasrah di bagian atas sofa
"1 jam 30 menit" jawab Sehun sambil mengatur nafasnya "Dikurangi 30 menit" lanjutnya
"Berarti sisa 1 jam. Kampret bentar lagi. Baekkie nggak mau nyanyi?"
"Capek Yeolliee" tolak Baekhyun.
Keringatnya terlihat jelas meluncur dari dahinya. Chanyeol mendekat dan menghapus keringat dari tubuh orang yang paling berharga di hidup dan dunianya.
"Sini gue yang nyanyi" tawar Kyungsoo dan disetujui oleh semuanya.
Kyungsoo: Do you hear me, I'm talking to you(menunjuk Jongin)
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I'm trying
Demi Tuhan, Jongin merasa pinggangnya akan copot jika dia bergerak lagi, tapi pikirannya mendadak berubah, seketika dia meraih mic lain dan menyanyikan bait selanjutnya
Jongin : Baby, I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard(menggenggam tangan Kyungsoo dan menempatkan di dadanya)
Terdengar siulan dan sorakan dari yang lainnya, sebenarnya suara Chanyeol dan Baekhyun yang paling banyak terdengar, atau mungkin hanya mereka yang menggoda pasangan yang tengah asik bernyanyi sekarang.
Dilain sisi Jongin tak perduli jika sekarang suaranya akan hilang untuk sementara.
Jongin dan Kyungsoo : Lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I'm lucky we're in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
Jongin : Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Kyungsoo : Ooooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
-Jazon Mraz (feat. Colbie Caillat) – Lucky-
Jongin dan Kyungsoo menyelesaikannya dengan manis. Diakhir lagu, Jongin mengecup kening Kyungsoo lama setelahnya mengacak rambutnya lembut. Oh jangan lupakan juga senyum yang menawan itu.
"Wuhuu.. cuit cuit" maafkan Baekhyun yang tak bisa bersiul
"Yeollie jangan mau kalah, kau juga harus nyanyi"
"No no, suaraku sangat serak sekarang"
Chanyeol tak berbohong, suaranya bahkan terasa lebih berat dari sebelumnya. Dia tak ingin bernyanyi dengan kondisi suara seperti ini terlebih saat bernyanyi bersama Baekhyun.
"Cepatlah, sisa waktunya sebentar lagi" hardik Baekhyun sembari memukul lengan Chanyeol pelan
Baiklah, dia menyerah "Arraseo, lagu apa yang mau kau nyanyikan?"
"Kenapa tanya padaku? Kan kau yang nyanyi" Chanyeol menaikkan sebelah alisnya
"Kan duet Baek"
"No, besok aku ada sidang. Yeollie sendiri saja"
"Yak, pasangan yang baru ada status, cepatlah" Kyungsoo lelah melihatnya
Baekhyun yang awalnya ingin mengumpat tak jadi karena Chanyeol menahannya terlebih dulu.
Apa dimulut Kyungsoo ada pisau? Kenapa tajam sekali?
Chanyeol : I met you in the dark, You lit me up
You made me feel as though I was enough
We danced the night away, we drank too much
I held your hair back when you were throwing up
Baekhyun tertegun, irisnya terpaku pada sosok yang sedang memegang mic dengan kedua tangan, seolah ingin membawakan lagu ini dengan sungguh-sungguh.
Saat pandangan mereka bertemu, Baekhyun seperti merasa hanya ada mereka berdua di sini. Debaran jantung yang Baekhyun rasakan sekarang, sama persis seperti debaran jantung saat pertama dia melihat Chanyeol di halte bus malam itu.
Then you smile over you shoulder
For a minute, i was stone cold sober
I pulled you closer to my chest
And I asked you to stay ove
You said, you already told ya
I think that I should get some rest
Apa-apaan itu, dia mengganti liriknya. 'Semoga kau tak terkena pelanggaran hak cipta tuan Park' Baekhyun terkekeh mendengar pikirannya.
Awal mula lagu ini, Baekhyun tidaklah bodoh untuk mengetahui maksudnya, ya meskipun lirik selanjutnya tak sesuai dengan mereka.
I knew I loved you then, But you'd never know(Baekhyun mengangguk)
Cause I played it cool when i was scared of letting go
I know I needed you
But I never showed(Baekhyun mengangguk lagi)
But I wanna stay with you untill we're grey and old(senyum cantik Baekhyun terkembang)
Just say you won't let go
Just say you won't let go
Baekhyun terus mengangguk, matanya berair dan lelehan itu turun tanpa diperintah. Sekarang dia sadar seberapa besar arti hidupnya bagi Chanyeol.
I'm so in love with you and I hope you know
Darling your love is more than woth its weight in gold
We've come so far my dear
Look how we've grown
And I wanna stay with you untill we're grey and old
Just say you won't let go
Just say you won't let go
Jongin dan Sehun memperhatikan Chanyeol dengan seksama, mereka merasa seperti akan menangis. Telah mengenal Chanyeol hampir seabad, dan selama itu mereka tak pernah melihat Chanyeol se hidup ini sejak ibunya pergi dan ayahnya meninggal.
Wajahnya selalu tertutupi topeng, saking eloknya Chanyeol memainkan peran, selain Jongin dan Sehun tak ada yang pernah sadar bagaimana keadaannya di balik topeng.
I wanna live with you, even when we're ghost
'Cause you were always there for me when I needed you most
I'm gonna love you till my lungs give out
I promise till death we part like in our vows
So i sing thin song for you, now everybody knows
Finally it's just you and me till we're grey and old
Just say you won't let go
Just say you won't let go
Just say you won't let go
Oh, just say you won't let go
-James Arthur – Say You Won't Let Go-
Baekhyun berdiri kemudian memberikan tepuk tangan terbesarnya. Chanyeol tertawa melihat Baekhyun sebegitu semangatnya hanya karena dia menyanyikan sebuah lagu.
Sekarang Chanyeol merasa seperti berada di atas panggung, karena semuanya bertepuk tangan dengan meriah.
"Makasih-makasih, suara cogan memang bagus" ucapnya berbangga diri sampai Jongin dan Sehun melemparinya dengan keripik kentang.
Namun senyumnya luntur saat melihat Baekhyun menangis. Ditariknya Baekhyun mendekat ke dadanya, lengan kekarnya melingkar di pinggang kekasih.
"Kenapa kenapa? Diganggu Jongin?" Baekhyun menggeleng "Kalau begitu Sehun?" Baekhyun menggeleng lagi
"Suaramu terlalu jelek sampai membuatku menangis huwee.."
Chanyeol jaw drop "Ok ok, maaf karena bernyanyi dengan jelek"
"Makasih"
Dahi Chanyeol berkedut bingung. Barusan dia mengejeknya dan sekarang Baekhyun mengucapkan makasih. Apa sekarang lagu yang Chanyeol nyanyikan mempunyai kekuatan untuk membuat perilaku seseorang menjadi semakin aneh? Tapi yang lainnya biasa saja.
"Karena sudah mempercayaiku untuk tetap tinggal di sisimu"
Chanyeol mengerti dan senyumnya terulas tulus. Mengelus sisi kanan wajah Baekhyun lembut dan kembali merengkuh tubuh mungil itu.
"Sip, dunia milik berdua. Yang lain cuma ngontrak. Oke, cukup tau" sepertinya kita pernah mendengar sindiran ini sebelumnya.
Kyungsoo tertawa melihat Jongin menyindir Chanyeol dan Baekhyun. Tiba-tiba pandangan Kyungsoo berpindah ke sofa sebelah dimana terdapat Sehun dan Luhan yang tak mengeluarkan suara apapun dari tadi.
"Sehun-ah, lu juga harus nyanyi" Sehun yang tengah bersender seketika duduk tegap dan memasang wajah bingung.
Chanyeol dan Jongin tersadar, ternyata mereka melupakan sahabat mereka yang satu ini dari tadi. Mereka jadi merasa bersalah.
"Kau yang terbaik baby. Yak Seh cepat nyanyi dan juga ganti suasananya, gue nggak terbiasa dengan suasana romantis ala si yoda"
"Lu aja yang nyanyi Jong"
"Gue yang paling banyak nyanyi dari tadi, lu belum nyanyi satu lagu pun"
"Luhan-ssi, suruh Sehun bernyanyi" pinta Jongin tiba-tiba
"N-ne? Apa?" Jongin facepalm. Sebenarnya kemana saja pikiran dua orang ini dari tadi?
"Woy Seh nyanyi. Kalau kagak, gaji lu gue tunda"
"Kampret kejam. Tapi terbaik bosque" Jongin mengangkat dua jempolnya bersamaan, yang mendapat jempol tersenyum senang.
"Waktunya sisa 15 menit lagi idiots" ucap Kyungsoo mengingatkan
Dengan malas Sehun mengangkat bokongnya, mengambil mic, dan memilih lagu yang akan dinyanyikannya.
"Lego(Let's go) lego. Pilih yang paling ngebeat" suruh Jongin
"Lagu PSY - Daddy bagus. Percepat temponya juga Seh" sekarang permintaan Chanyeol
Keduanya bersiap akan berdiri dengan mic telah standby ditangan masing-masing, tapi mereka terhenti saat melodi pertama terdengar...
"Sialan/Shit" umpat Jongin dan Chanyeol bersamaan.
Sehun : Nappayo, cham geudaeraneun saram(Menatap Luhan)
(Kejam, seperti itulah dirimu)
Heorakdo eopshi wae naemam gajyeoyo?
(Kenapa kamu mengambil hatiku tanpa ijin dariku terlebih dulu?)
Geudae ttaemune, nan himgyeobge salgoman itneunde
(Karenamu, hidupku menjadi sangat sulit)
Geudaen moreujanhayo
(Tapi kamu bahkan tidak tahu itu)
Suara datar dan tak adanya ekspresi dalam lantunan lirik membuat lagu ini terasa sepuluh kali lebih menyakitkan. Tentu saja mereka semua tahu, untuk siapa lagu ini. Dan tentu saja dia tahu bahwa lagu itu adalah untuknya.
Bukannya menaikkan suasana, lagu pilihan Sehun malah akan membuat suasananya menjadi sangat turun.
Eonjenga hanbeonjjeumeum dorabwajugetjyo
(Sesekali tolong berbalik dan lihat aku sekali saja)
Haneobshi dwieseo gidarimyeon
(Jika aku tetap setia menunggumu seperti hari ini)
Oneuldo, chama mothan gaseumsok hanmadi
(Hari ini pun, aku tak bisa memendam sebuah kata yang selalu ada dalam hatiku)
Geudae saranghamnida
(Aku mencintaimu)
Ijen neomunado, naega iksukhan
(Sekarang, seperti aku yang melihatmu)
Geudae dwitmoseubeul barabomyeo
(Dimana aku sudah terbiasa melakukan itu)
Heureuneun nunmulcheorom sorieobtnun geumal
(Aku mengatakan kata-kata itu, perlahan sepeti air mataku yang mengalir)
Geudae saranghamnida
(Bahwa aku mencintaimu)
-Tim – I Love You-
Sunyi, tak ada suara. Semuanya terdiam, mereka tak kunjung mendapatkan ucapan yang tepat untuk merusak momen ini. Sehun mengusap ujung matanya cepat, kembali duduk kemudian meminum air dari botol berukuran tanggung.
"Ahaha, Ya' Seh gue nggak tau lu ternyata punya bakat jadi penyanyi" Jongin bertepuk tangan dengan heboh sendirian. Tawanya memelan dan diakhiri dengan ekspresi datar.
"Baby Kyung, bukannya kau belum masak nasi buat besok pagi?"
"Ah benar. Kalau begitu kita duluan. Bye guys" Kyungsoo membereskan barangnya, mengapit lengan Jongin dan keluar ruang karaoke lebih dulu.
Chanyeol dan Baekhyun saling tukar pandangan "Yeolliee, kau bilang mau mampir ke supermarket kan? Ayo, keburu tutup"
"Iya iya, aku ingat, kita juga harus beli es krimmu. Seh, Luhan-ssi kita duluan. Kajja kajja"
Chanyeol membawa tas ransel Baekhyun dan menggenggam tangannya kemudian menyusul Jongin dan Kyungsoo keluar.
Sekarang tersisa Sehun dan Luhan di dalam, keduanya sama sama tak mengeluarkan sepatah katapun dan hanya terdengar helaan nafas masing-masing. Lebih dari 7 menit mereka saling terdiam.
Oh come on, bicaralah kalian berdua.
"Mau ku antar pulang?" akhirnya
"Aku bisa pulang naik bus. Makasih" tolak Luhan langsung
Sehun mendengus, ingin mengantar pulang saja dia di tolak. Tangannya meremas mantel disebelahnya. Ingin rasanya Sehun berteriak mengutarakan seberapa rusak perasaannya saat ini.
Luhan benar-benar sudah memporak-porandakan hidupnya. Ingatannya masih jelas saat pertama kali dia bertemu dengan Luhan di salah satu universitas di Cina, dia ingat betul bagaimana kencangnya degupan jantungnya hingga membuat perutnya terasa tergelitik.
"Kalau begitu pulanglah" suruh Sehun lembut, tangannya kembali mengambil beer kalengan dan meneguknya.
Luhan menoleh, menatap Sehun lekat. Matanya menatap tak suka pada lelaki yang pandangannya tak kunjung berpindah dari dinding berwarna hitam merah itu.
"Kau kenapa sih?"
Sehun menoleh dengan tatapan tanyanya "Aku kenapa?"
"Iya kau. Kenapa kau menjadi seperti ini?"
"Seperti apa?"
"Jangan balik bertanya dan jawab pertanyaanku Oh"
"Bagaimana caranya menjawab jika aku tak mengerti pertanyaanmu Xi?"
Luhan kaget, Sehun tak pernah menggunakan intonasi seperti ini padanya. "Kau berubah Sehun-ah" cicit Luhan pelan
Sehun mendecih "Aku berubah untukmu Han, bukankah ini yang kau mau?" tanyanya dengan senyum miring.
"Aku tak pernah menyuruhmu-,"
"Tak pernah menyuruhku seperti ini?"
Sehun tertawa "Haha.. Aku bahkan mengingat tanggalnya saat kau mengatakan hal itu" lanjutnya sinis
"Jangan sembarangan masuk ke IGD dan membuatmu repot, jangan menghubungimu terlalu sering, jangan memperhatikanmu, jangan kekanak-kanakan, jangan menunjukkan bahwa aku mencintaimu karena kau tak ingin di cap penyuka sesama jenis, jangan-,"
"Berhenti"
"Jangan muncul dihadapankku"
"KUBILANG BERHENTI!"
Bahu Luhan naik turun menahan perasaannya yang melonjak. Tak dihiraukannya pintu ruang karaoke yang tak sepenuhnya tertutup.
"Sepertinya kau sudah ingat. Sebelumnya aku minta maaf karena tak bisa menahan diri untuk tak melanggar beberapa laranganmu"
"Sehun-ah aku-,"
"Luhan jujurlah,..." Sehun menatap lurus ke dalam netra gelap yang selalu dia puja setiap hari
"...kau ingin aku menyerah?" sambungnya pelan
Sehun putus asa untuk menggapai sebuah jawaban dari pernyataan cintanya, namun kali ini Sehun menunggu jawaban untuk perjuangannya.
Bibirnya dia gigit keras menahan perih dalam dadanya. Sehun tak sanggup menahannya lebih lama, kepercayaan dirinya sudah hilang. Waktu 5 tahun lebih yang dia donasikan untuk memuja Luhan dan menunggu pemuda keturunan Cina itu membalas perasaannya terasa sia-sia.
Sementara Luhan masih diam di posisinya tanpa suara. Matanya semakin memanas, dia tak tahu harus menjawab apa, tapi bukankah ini yang dia inginkan sejak lama? Kenapa untuk mengatakan 'ya' saja sangat susah. Hatinya terasa berat..
Usapan hangat menyentuh pipi kanan Luhan, matanya terpejam merasakan sentuhan itu.
"Kenapa kau tak jawab? Kau membuat harapanku semakin hilang" ucap Sehun lirih, jempolnya masih setia mengusap lelehan air mata Luhan.
"Sehun-ah a..aku.."
"Tak apa, aku tak apa jika kau bahagia dengan ini" Sehun menjauhkan tangannya
Luhan membuka matanya pelan dan mendapati wajah Sehun yang tengah tersenyum lembut dihadapannya. Perlahan Sehun mendekatkan wajahnya hingga bibirnya besentuhan dengan bibir Luhan.
Tak ada saling memagut ataupun kuluman, yang ada hanya bibir keduanya yang menempel satu sama lain dengan durasi cukup lama.
Sehun melepas kecupannya dan beralih mengecup kening Luhan untuk terakhir kalinya.
Vanila, Luhan masih menggunakan sampo yang sama seperti saat keduanya tak sengaja bertubrukan dulu. Sehun menyesap aroma itu kuat-kuat, berusaha menyimpan aroma itu dalam rak khusus di otaknya.
Sehun menjauhkan diri dan berusaha tersenyum sebisanya "Aku mencintaimu. Selamat tinggal. Hyung" Dia mengambil mantelnya dan berjalan keluar menyisakan Luhan seorang diri disana.
Setelah Sehun keluar, Luhan menangis sejadi-jadinya, air matanya mengalir tanpa henti, dadanya terasa sesak hingga dia tak bisa menghirup udara disekitarnya dengan benar.
/\
Chanyeol dan Jongin menunduk dalam, mereka sedih karena sahabat mereka Oh Sehun. Sebenarnya saat mereka keluar bersama pasangan masing-masing tadi, mereka tidaklah pulang tetapi hanya Baekhyun dan Kyungsoo yang pulang.
Tepat setelah mengantar pasangannya naik taxi mereka kembali ke tempat karaoke dan membeli tambahan waktu untuk ruangan yang mereka pesan sebelumnya.
Keduanya tak tahu kalau Sehun akan menyerah seperti ini, Sehun yang langsung keluar dari ruangan tak menyadari Chanyeol dan Jongin di sisi kanan pintu. Fokus mereka teralih saat tangisan Luhan terdengar sebelum pintu tertutup penuh hingga mereka tak bisa mendengar apapun.
Sehun terdiam di mobilnya dengan mesin mobil yang menyala namun tak kunjung jalan. Tak beda jauh dengan Luhan, Sehun pun menangis. Nafasnya terengah berusaha keras menahan rasa sakit.
Tangannya memukul stir keras, rasa perih di tangannya tak sebanding dengan perasaannya saat ini. Sehun lelah dengan perasaannya. Lelah dengan cintanya yang terlalu besar hingga dia sendiri tak mampu mengontrolnya.
Sehun, sangat-sangat lelah.
.
.
TBC
See you in next chapter
REVIEW REVIEW REVIEW PLEASEE..
