Desclaimer © Mashasi Kishimoto
Love Me Harder © Luminouse
Warning! : OOC, Typo (s)
Rate : T+
Chapter 2 : Meet Carrington
.
.
.
.
.
Suasana kelas yang berisik sama sekali tak mengganggu kegiatan Hinata yang saat ini sedang fokus membaca bukunya. Hinata cukup beruntung karena kali ini teman-teman kelasnya mengacuhkan dan tak mengganggunya. Para gadis sedang sibuk bergosip entah tentang apa dan Hinata tak mau ikut campur dengan urusan mereka. Gadis itu terlalu larut dengan buku bacaannya sehingga tak sadar saat ada seseorang yang memanggilnya.
"Hei nerd! Ada yang mencarimu dari tadi." Hinata mendongak melihat seorang gadis berdiri di depan mejanya sambil melipat lengan di dadanya.
"Siapa?" Gadis itu hanya memutar bola matanya saat mendengar jawaban Hinata.
"Entahlah, ia ada di depan pintu kelas sekarang." Hinata segera bangkit dan mencari tahu siapa yang mencarinya saat ini. Mengabaikan tatapan para gadis dan bisikan mereka.
"Apa dia mencari masalah dengan kelas lain sampai ada orang yang mencarinya."
"Mana kutahu, mungkin saja." Dan masih banyak lagi kata-kata yang dilontarkan teman-temannya saat melihat Hinata berjalan melewati mereka.
"Uhm, kau mencariku?" Hinata membenarkan letak kacamatanya saat melihat seorang laki-laki berdiri dihadapannya.
"Kau Hyuuga Hinata?" Gadis itu menggangguk sebagai jawaban atas pertanyaan laki-laki itu.
"Ah, ada yang ingin bertemu denganmu di ruang music."
"Apa?"
"Seseorang menunggumu di ruang music."
"A..ah baiklah, terima kasih." Hinata mengerutkan keningnya saat laki-laki itu pergi meninggalkannya. Dirinya tak paham, sepertinya ia tak pernah mencari masalah dengan siapapun di sekolah ini. Lalu siapa orang yang repot-repot ingin bertemu dengannya saat ini. Gadis itu hanya menghembuskan nafasnya bersiap diri untuk kemungkinan yang akan terjadi.
.
.
.
.
.
Berdiam diri menatap pintu besar di hadapannya, Hinata tak tahu harus melakukan apa. Haruskah ia masuk atau pergi meninggalkan tempat ini segera. Pasalnya dirinya tak yakin jika benar ada orang yang menunggunya di dalam. Dengan memejamkan matanya sejenak sambil berdoa dalam hati, gadis itu mulai memutar gagang pintu dan memasuki ruangan itu.
Hal pertama yang Hinata lihat adalah seorang laki-laki bertubuh tinggi dan berambut gelap berdiri membelakanginya. Namun laki-laki itu segera memutar tubuhnya dan menampilkan wajah datarnya saat melihat Hinata berdiri di hadapannya.
"Kau..mencariku?"
"Hn. Jadi kau Hyuuga Hinata?" Gadis itu mengangguk dan memandang gugup laki-laki di hadapannya.
"Ah..begitu, apa ini punyamu?" Hinata membulatkan matanya saat melihat laki-laki itu menyodorkan ID Card sekolahnya. Dirinya baru teringat, tadi pagi sebelum berangkat ke sekolah, ia tak menemukan ID Card miliknya di tas yang ia bawa untuk bekerja tadi malam.
"Kembalikan padaku." Hinata mencoba mengambil ID Card nya dari tangan laki-laki itu. Namun laki-laki di hadapannya itu dengan sengaja mengangkat tangannya lebih tinggi sehingga Hinata tak dapat mengambilnya.
"Apa yang kau lakukan? Cepat kembalikan!"
"Ho..jadi kau gadis yang semalam."
"Apa?"
"Kau tak lupa tentang yang semalam kan? Saat kau menabrak seseorang di dekat tanggal kecil taman."
"Aku..itu bukan aku! Cepat kembalikan!" Hinata menggigit bibirnya mengingat kejadian semalam, saat ia tak sengaja menabrak seseorang dan membuat barang-barang di dalam tasnya berhamburan, termasuk ID Card miliknya.
"Kemana penampilanmu yang semalam? Kenapa aku tak melihatnya sekarang?"
"Itu bukan urusanmu!" Hinata segera berlari saat mendapatkan ID Cardnya. Namun belum sempat ia mencapai gagang pintu, laki-laki itu sudah menahannya lebih dulu sehingga saat ini posisi dirinya terhimpit antara pintu dan tubuh laki-laki itu. Hinata mendongak memberanikan diri menatap wajah laki-laki dihadapannya.
"Katakan padaku..apa yang kau lakukan semalam dengan penampilan seperti itu?"
"Itu bukan uru-"
"Bahkan jika aku melaporkannya pada pihak sekolah?" Hinata membulatkan matanya saat mendengar apa yang di katakan laki-laki di hadapannya.
"Jika guru tahu apa yang kau lakukan, bukankah ini akan menjadi masalah untukmu? Pihak sekolah pasti akan memanggil orangtuamu."
"Apa sebenarnya maumu?" laki-laki itu menjauh dari Hinata dan menyunggingkan senyum kecilnya.
"Ada nomor handphoneku di balik ID Cardmu. Then add me on chatting within seven minutes. Seven minutes. Starting now."
Sejak saat ini Hinata tahu hidupnya tak lagi senyaman dan seindah dulu.
.
.
.
.
.
Setelah melakukan apa yang di perintahkan laki-laki itu. Hinata hanya bisa termenung memandang kontak profile yang tertera di handphonenya. Tidak banyak informasi yang tertera disana, namun gadis itu mengerutkan keningnya melihat nama yang tertera di profile laki-laki itu, Carrington. Namanya seperti nama orang asing, dan dirinya pun menyadari wajah laki-laki itu terlihat seperti wajah campuran antara Jepang dan Kanada.
Terlalu larut dalam pikirannya, Hinata sedikit tersentak saat handphone di tangannya bergetar menandakan adanya pesan masuk.
'Sesuai dengan yang kuinginkan. Tujuh menit.'
'Apa sebenarnya maumu?! Dan siapa kau ini?!'
Hinata menengok kearah rombongan para gadis yang baru saja memasuki kelas dan berteriak histeris, mengabaikan pesan masuk yang dikirimkan oleh laki-laki itu. Gadis itu mengerutkan keningnya saat mendengar apa yang sedang di bicarakan oleh teman sekelasnya.
"Apa kalian tahu? Aku berpapasan dengan Uchiha Sasuke ketika di lorong tadi kyaa!"
"Apa? Uchiha Sasuke datang ke sekolah hari ini? Wah.."
"Wah aku juga ingin melihatnya, beruntungnya dirimu."
"Hei apa kalian tahu, sepertinya nama Uchiha nya itu di ambil dari ibunya yang asli orang Jepang bukan?"
"Kupikir juga begitu. Tapi apa kalian tahu, aku dengar ibunya meninggal karena terlibat dalam sebuah accident."
"Hm..dan yang ku dengar juga ibunya itu di culik, dan Sasuke sedikit terlibat dalam hal itu, kurasa saat ini semua keluarganya menetap di Kanada."
"Apa yang mereka bicarakan?" Gumamnya sambil mengecek kembali pesan yang masuk di handphonenya.
'Hei Hinata, your second class is gym, right? Temui aku kembali di ruang music sebelum jam pelajaranmu di mulai'
'Tentu saja! I'll see ur ass off!'
Hinata membuang nafas kasar saat membaca kembali pesan-pesan masuk di handphonenya. Sejak kapan dirinya berani berkata kasar seperti itu, terlebih dengan seorang laki-laki yang baru saja dikenalnya.
.
.
.
.
.
Hinata tak mengerti mengapa hari ini otak dan tubuhnya tak bisa bekerja sama dengan baik. Otaknya tentu saja menyuruhnya untuk tak lagi berurusan dengan laki-laki yang baru saja dikenalnya beberapa jam lalu. Namun, tubuhnya berkhianat dengan tetap mengikuti perintah laki-laki itu untuk menemuinya kembali di ruang music.
"Setelah membaca pesanmu, kukira kau tak akan datang..Hinata."
"Jadi, kau Uchiha Sasuke?"
"Hm."
"Tapi sepertinya itu bukan nama aslimu?" Sasuke hanya tersenyum kecil dan tak terlalu menanggapi ucapan Hinata.
"Kau tak perlu tahu."
"Baiklah, apa yang kau inginkan sebenarnya? Aku tak ingin membuang waktuku!"
"Aku ingin kau memakai pakaian di dalam box itu."
"Box?" Hinata mengerutkan keningnya saat melihat Sasuke menunjuk sebuah box putih yang terletak di atas meja. Dengan pelan gadis itu membuka box tersebut dan terpaku melihat isi dalam box tersebut. Sebuah blouse putih panjang dan juga mini skirt berwarna hitam, Hinata benar-benar tak mengerti dengan laki-laki di hadapannya ini. Dengan cepat ia tutup kembali box tersebut dan memandang Sasuke yang saat ini sedang duduk di dekat grand piano.
"Aku benar-benar tak mengerti denganmu. Kenapa kau membawa benda seperti ini ke sekolah?"
"Memangnya kenapa? Cepat ganti pakaianmu." Hinata membuang nafasnya kasar ketika mendengar apa yang Sasuke katakan.
"Aku tak perduli! Jika kau mau, kau bisa menggunakannya sendiri!" Hinata segera berbalik berniat pergi meninggalkan Sasuke sendiri.
"He..jadi begitu. No 27 di jalan xxx, itu tempat tinggalmu kan?" Hinata menghentikan langkahnya saat mendengar apa yang Sasuke katakan. Gadis itu menengok dan melihat laki-laki itu duduk sambil menopang dagu dengan kedua tangannya.
"Kau!"
"I know this about you and much more..Hinata."
.
.
.
.
.
find me on wattpad : luminouse_
